LEPAS L8 PHEV dan E4 EV Tampil di GIIAS Surabaya 2026

LEPAS memperkuat pasar Jawa Timur dengan menampilkan dua kendaraan elektrifikasi di GIIAS Surabaya 2026. Keduanya adalah LEPAS L8 PHEV dan LEPAS E4 EV. Dalam kesempatan ini, LEPAS juga mengumumkan harga resminya untuk wilayah Jawa Timur.

LEPAS E4 EV ditawarkan mulai Rp359 juta OTR Jawa Timur. Sementara itu, LEPAS L8 PHEV dipasarkan dengan harga Rp599 juta OTR Jawa Timur.

Kehadiran kedua model tersebut memberikan pilihan berbeda bagi konsumen. E4 mengusung teknologi full electric, sedangkan L8 menawarkan fleksibilitas plug-in hybrid.

Pendekatan ini menjadi strategi LEPAS untuk menjangkau kebutuhan mobilitas yang semakin beragam, khususnya di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur.

LEPAS L8 PHEV Siap Jelajah Lebih dari 1.300 Km

LEPAS L8 PHEV menyasar konsumen yang membutuhkan fleksibilitas kendaraan elektrifikasi. Urban SUV ini menawarkan combined range lebih dari 1.300 kilometer.

Angka tersebut membuat L8 menarik untuk penggunaan harian maupun perjalanan antarkota. Pengguna tidak harus bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya.

Kenyamanan juga menjadi perhatian melalui sejumlah fitur modern. Di antaranya Remote Parking Assist, Automated Parking Assist, dan Front Cloud-Feel Seats.

LEPAS turut memberikan paket LEPAS CARE untuk mendukung kepemilikan. Program tersebut mencakup garansi kendaraan enam tahun atau 150.000 km.

Garansi baterai dan motor berlaku hingga delapan tahun atau 160.000 km. Sementara garansi mesin mencapai 10 tahun atau 1 juta kilometer untuk pemilik pertama.

LEPAS E4 EV Mengandalkan Baterai 67 kWh

Berbeda dari L8, LEPAS E4 EV menawarkan pengalaman berkendara sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Model ini dibekali baterai berkapasitas 67 kWh. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 600 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Kemampuan pengisian cepat juga menjadi salah satu keunggulannya. E4 EV mendukung DC Fast Charging berdaya 130 kW. Dengan kemampuan tersebut, baterai dapat terisi dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit.

E4 EV juga memiliki kemampuan melewati genangan dengan wading depth hingga 525 mm. Fitur tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri saat menghadapi kondisi jalan tertentu.

Untuk pasar Jawa Timur, E4 EV dibanderol Rp359 juta OTR Jawa Timur. Konsumen mendapatkan garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 km.

Dua Karakter Elektrifikasi dalam Satu Platform

LEPAS E4 EV dan L8 PHEV sama-sama menggunakan LEX Platform. Platform tersebut mengedepankan empat prinsip utama. Keempatnya adalah More Stable, More Spacious, More Quiet, dan More Energy-Efficient.

Meski memiliki fondasi yang sama, karakter keduanya berbeda. E4 EV cocok bagi konsumen yang ingin beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik. Sementara, L8 PHEV menawarkan fleksibilitas lebih besar untuk perjalanan dengan jarak dan kebutuhan yang beragam.

Kehadiran dua model ini memperlihatkan strategi LEPAS di pasar Jawa Timur. Tidak hanya menawarkan kendaraan elektrifikasi, namun juga menghadirkan pengalaman Premium Lifestyle NEV melalui desain, teknologi, kenyamanan, dan layanan kepemilikan.

GIIAS Surabaya 2026 menjadi langkah penting untuk mendekatkan konsep tersebut kepada konsumen regional.

LEPAS L8 PHEV, 100 Km Full EV Dan Jarak Kombinasi 1.300 Km

Mobilitas harian kini semakin sulit dipisahkan dari kebutuhan akan efisiensi. Namun, ketika perjalanan berubah menjadi agenda luar kota, jarak tempuh dan fleksibilitas tetap menjadi pertimbangan utama. Di titik inilah LEPAS L8 PHEV mencoba menawarkan jalan tengah melalui kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin.

Dibanderol Rp589 juta, LEPAS L8 PHEV membawa teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang memungkinkan kendaraan digunakan dengan tenaga listrik hingga 100 km untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika perjalanan semakin jauh, mesin bensin mengambil peran sehingga pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya.

LEPAS mengklaim combined range L8 PHEV mencapai lebih dari 1.300 km. Angka tersebut membuat SUV ini menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas perkotaan sekaligus perjalanan jarak jauh.

“LEPAS L8 PHEV kami hadirkan dengan fleksibilitas yang memungkinkan konsumen menikmati efisiensi tenaga listrik untuk keseharian, sekaligus memiliki keleluasaan melakukan perjalanan lebih jauh,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia.

Bukan Sekadar Mengejar Jarak Tempuh

Kekuatan L8 PHEV tidak hanya berada pada angka jangkauan. LEPAS membangun kendaraan ini menggunakan LEX Platform dengan optimalisasi Noise, Vibration, and Harshness (NVH) untuk menciptakan kabin yang lebih senyap.

Kenyamanan juga menjadi bagian penting. Tersedia Massage Seat, 256-color Ambient Lighting, Air Conditioning Fragrance System dan perlindungan UV lebih dari 99 persen.

Kebutuhan penumpang selama perjalanan turut diperhatikan melalui berbagai ruang penyimpanan, delapan speaker Sony, Voice Assistant serta 50W wireless charger.

Dengan paket tersebut, L8 PHEV mencoba memosisikan diri sebagai kendaraan yang tidak hanya efisien, tetapi juga menawarkan pengalaman kabin yang lebih premium.

ADAS dan Kamera 540 Derajat

Untuk mendukung pengemudi, LEPAS membekali L8 PHEV dengan 16 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur tersebut bekerja membantu memantau lingkungan sekitar kendaraan dan memberikan peringatan ketika mendeteksi potensi risiko tertentu.

Perlindungan penumpang diperkuat delapan airbags, sedangkan kamera 540 derajat membantu pengemudi ketika bermanuver di ruang terbatas.

Urusan parkir juga dibuat lebih praktis melalui Automatic Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA).

Jadi Sumber Listrik di Luar Rumah

Menariknya, kemampuan elektrifikasi L8 PHEV tidak berhenti pada sistem penggerak. Melalui Vehicle-to-Load (V2L) hingga 6,6 kW, energi dari kendaraan dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat listrik ketika berada di luar rumah.

Fitur tersebut dapat berguna ketika piknik, berkemah atau melakukan aktivitas keluarga di area yang minim akses listrik.

Kemampuan melewati genangan hingga 600 mm juga memberikan tambahan fleksibilitas, meski pengguna tetap perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi jalan dan batas keamanan kendaraan.

Untuk memberikan rasa tenang setelah pembelian, LEPAS menawarkan garansi kendaraan enam tahun/150.000 km, garansi baterai, motor dan controller delapan tahun/160.000 km, servis gratis empat tahun/60.000 km serta garansi mesin hingga 10 tahun/1.000.000 km.

Dengan kombinasi jarak listrik 100 km, combined range lebih dari 1.300 km, fitur kenyamanan dan teknologi bantuan berkendara, LEPAS L8 PHEV menawarkan pendekatan PHEV yang cukup lengkap: irit untuk rutinitas, tetapi tetap siap ketika perjalanan mendadak menjadi jauh.

JETOUR Sabet Tiga Penghargaan Lewat T2 i-DM dan T1 i-DM

JETOUR menutup keikutsertaannya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan torehan positif. Dua model andalannya, JETOUR T2 i-DM dan JETOUR T1 i-DM, sukses meraih tiga penghargaan sekaligus.

JETOUR T2 i-DM meraih predikat New Launch SUV pilihan media sekaligus Most Driven Hybrid Passenger Car. Sementara JETOUR T1 i-DM berkelir ungu yang tampil dengan konsep modifikasi menyabet penghargaan Special Exhibit Car.

Tiga penghargaan ini membuktikan bahwa SUV JETOUR mulai mendapat perhatian masyarakat. Tidak hanya dari sisi desain, namun juga teknologi elektrifikasi dan karakter petualangannya.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menilai apresiasi ini suatu validasi terhadap strategi JETOUR terhadap selera konsumen Indonesia.

“Pengakuan yang diberikan kepada JETOUR T2 i-DM dan JETOUR T1 i-DM ini menjadi validasi bahwa kombinasi desain, teknologi i-DM, serta karakter adventure yang kami tawarkan mampu menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi dari media maupun pengunjung GIIAS,” ujarnya.

T2 i-DM Banyak Diuji Pengunjung

Dua penghargaan yang diraih JETOUR T2 i-DM menjadi sorotan tersendiri. SUV Adventure PHEV ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik melalui teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM).

Kehadiran T2 i-DM juga memperpanjang kiprah keluarga JETOUR T2 di pasar global. Hingga Mei 2026, keluarga JETOUR T-Series telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 700.000 unit. Sementara T2 sendiri diklaim telah menembus penjualan lebih dari 500.000 unit secara global dalam waktu 33 bulan.

Di Indonesia, T2 i-DM ditawarkan dalam lima pilihan warna, yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Gray, dan Electroplated Green. Dua warna terakhir menjadi pilihan eksklusif yang memperkuat kesan modern dan premium.

Dengan teknologi plug-in hybrid serta karakter SUV yang kuat, JETOUR T2 i-DM dipasarkan dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta.

T1 i-DM Tampil Personal

JETOUR T1 i-DM justru mengambil perhatian melalui pendekatan yang lebih personal. Unit warna ungu dengan paduan aksesoris luar ruang hingga Venom V3N membuat tampilannya jauh lebih agresif.

Konsep ini membuat T1 i-DM tidak sekadar menjadi kendaraan perkotaan semata. Aura SUV Urban Adventure ini dapat pula disesuaikan dengan karakter dan aktivitas pemiliknya.

Selama GIIAS 2026, JETOUR menawarkan T1 dengan harga eksklusif Rp388 juta OTR Jakarta, sedangkan T1 i-DM dipasarkan Rp538 juta OTR Jakarta.

Bagi JETOUR, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian di pameran, tetapi modal untuk melanjutkan ekspansi dan memperkuat identitasnya sebagai merek SUV yang menawarkan pengalaman berkendara lebih dari sekadar mobilitas harian.

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, Raih 380 SPK!

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, PHEV Mulai Dilirik Konsumen Indonesia

DFSK E5 Plus menjadi salah satu magnet perhatian pengunjung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Bukan hanya ramai dilihat, SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini juga menjadi model yang paling banyak dicoba pengunjung melalui fasilitas test drive DFSK.

Hingga menjelang penutupan GIIAS 2026 di ICE BSD City, PT Sokonindo Automobile mencatat lebih dari 10.000 pengunjung menyambangi booth DFSK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 625 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berhasil dikumpulkan.

DFSK E5 Plus menyumbang 380 SPK, disusul SERES E1 sebanyak 125 SPK dan Gelora E dengan 120 SPK. Namun, daya tarik E5 Plus terlihat lebih jelas dari aktivitas test drive.

Sepanjang pameran, DFSK mencatat lebih dari 700 aktivitas test drive. Menariknya, 427 di antaranya menggunakan E5 Plus. Artinya, lebih dari separuh pengunjung yang mencoba kendaraan DFSK memilih merasakan langsung SUV PHEV tersebut.

Angka ini memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap E5 Plus tidak berhenti pada desain atau tampilan di booth. Konsumen mulai ingin mengetahui seperti apa sensasi berkendara kendaraan PHEV sekaligus memahami teknologi elektrifikasi yang ditawarkannya.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat kendaraan, tetapi juga ingin mencoba dan merasakan langsung teknologi PHEV yang kami hadirkan,” ujar Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile.

PHEV Jadi Jalan Tengah Kendaraan Elektrifikasi

DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle. Model ini mengandalkan teknologi Smart Power System DE-i yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin pembakaran internal.

Salah satu daya tarik utamanya adalah klaim combined range hingga 1.400 kilometer. Karakter tersebut menjadi nilai penting bagi konsumen yang ingin mendapatkan pengalaman berkendara elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas saat melakukan perjalanan jauh.

Kehadiran E5 Plus sekaligus menunjukkan bahwa pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai bergerak lebih beragam. Konsumen tidak lagi hanya dihadapkan pada pilihan mesin bensin atau mobil listrik murni, tetapi juga teknologi PHEV yang menawarkan karakter berbeda.

Meski demikian, DFSK menyadari penerimaan PHEV membutuhkan proses. Teknologi ini masih relatif baru bagi sebagian konsumen Indonesia sehingga pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman pasar.

Diproduksi Lokal di Cikande

Menariknya, DFSK E5 Plus bukan sekadar produk elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia. SUV ini diproduksi secara massal di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Banten, yang telah menerapkan standar Industry 4.0.

Produksi lokal tersebut memperkuat posisi DFSK dalam membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Dengan basis manufaktur domestik, E5 Plus sekaligus menjadi bagian dari langkah DFSK mengikuti perubahan kebutuhan pasar otomotif Indonesia.

GIIAS 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung peluncuran dan pameran bagi E5 Plus. Tingginya angka test drive menunjukkan satu hal: konsumen Indonesia mulai membuka ruang lebih besar untuk teknologi PHEV, dan DFSK E5 Plus berhasil mencuri perhatian di momentum tersebut.

Bukan Gaya, Ini Filosofi Boxy Adventure Design JETOUR T2 i-DM

Desain boxy pada sebuah SUV sering kali hanya dianggap sebagai bahasa visual untuk memperkuat kesan tangguh. Namun, JETOUR mencoba membawa filosofi tersebut lebih jauh melalui JETOUR T2 i-DM.

SUV plug-in hybrid terbaru JETOUR ini mengusung konsep Boxy Adventure Design yang menjadi identitas keluarga T Series. Bentuk bodi yang tegak dan kokoh bukan hanya ditujukan untuk menciptakan tampilan yang mudah dikenali, tetapi juga diterjemahkan menjadi sejumlah fungsi yang mendukung aktivitas penggunanya.

Menurut JETOUR, setiap elemen pada T2 i-DM dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan perjalanan, mulai dari mobilitas harian di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh.

Siluet tersebut terlihat dari penerapan filosofi three-box body proportion. Garis atap dibuat lurus dan tegak, sementara garis horizontal dan elemen vertikal yang tegas memperkuat kesan stabil. Bahasa desain tersebut kemudian diterapkan secara konsisten pada sejumlah detail, termasuk lampu, kaca spion dan gagang pintu konvensional.

Hasilnya adalah SUV dengan karakter visual yang cukup kuat. Bahkan ketika hanya dilihat dari kejauhan, T2 i-DM memiliki identitas yang berbeda dibanding SUV dengan desain lebih membulat.

Menariknya, JETOUR juga menyisipkan unsur budaya dalam desain lampu depan dan belakang. Bentuknya terinspirasi filosofi lentera Tiongkok, dengan perpaduan garis vertikal dan horizontal yang dibuat futuristis.

Pilihan warna juga mengambil inspirasi dari alam dan gaya hidup adventure. JETOUR menyediakan warna Highway Gray, Carbon Crystal Black, Khaki White, Aviation Silver, dan Electroplated Green.

Tetapi bicara T2 i-DM tentu tidak cukup hanya membahas tampilan. Justru sisi fungsional menjadi bagian penting dari filosofi desainnya.

Untuk mendukung visibilitas ketika berkendara malam hari, SUV ini dilengkapi Matrix Auto Headlight, Intelligent High Beam, Follow Me Home, Welcome Light Animation, serta Foglight & Cornering Light.

JETOUR menyebut sistem pencahayaannya mampu menjangkau hingga 200 meter, dengan sebaran cahaya hingga 28 meter ketika high beam digunakan.

Bagi pengguna yang membawa banyak perlengkapan, konsep boxy juga memberikan keuntungan pada sisi kepraktisan. Heavy Duty Luggage Rack dapat menopang hingga 300 kg dalam kondisi statis, sementara kapasitas bagasi mencapai 1.494 liter ketika kursi baris kedua dilipat.

Dimensi bodinya juga cukup besar, dengan panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm dan tinggi 1.875 mm. Jarak sumbu roda mencapai 2.800 mm, sedangkan ground clearance berada di angka 210 mm.

Karakter adventure tersebut semakin terasa melalui Wading Radar yang dapat memantau kedalaman air hingga 700 mm. Sementara penggunaan 20-inch Highway Terrain Wheels dirancang untuk memberikan keseimbangan ketika SUV melintasi berbagai permukaan jalan.

Masuk ke kabin, pendekatan fungsional tadi dipadukan dengan nuansa premium. Panoramic skyroof berukuran 64 inci membuat ruang interior terasa lebih terbuka. Suasana kabin dapat disesuaikan melalui 64-color ambient light.

Pengemudi dan penumpang mendapatkan Ventilated Seat serta Memory Seat. Ada pula fitur 24-Hour Parking Air Conditioning, yang memungkinkan pendingin kabin tetap bekerja ketika kendaraan berhenti dan mesin dalam kondisi mati.

Sementara untuk mendukung kebutuhan hiburan dan konektivitas, JETOUR membekali T2 i-DM dengan Qualcomm Snapdragon 8155, sistem audio Sony Premium Audio 12 speaker, 50W Wireless Charger dan Bluetooth Call Noise Reduction.

Dengan pendekatan tersebut, JETOUR T2 i-DM memperlihatkan bahwa desain boxy tidak harus berhenti sebagai identitas visual. Proporsi bodi, ruang bagasi, kemampuan melewati genangan, pencahayaan hingga berbagai perangkat kenyamanan semuanya diarahkan untuk mendukung satu tujuan: membuat SUV lebih siap mengikuti gaya hidup penggunanya.

Di tengah semakin banyaknya SUV yang menawarkan desain agresif, pendekatan JETOUR T2 i-DM justru menarik karena mencoba menghubungkan gaya dengan fungsi. Sebuah SUV adventure bukan hanya harus terlihat siap menjelajah, tetapi juga harus mampu membuat perjalanan terasa lebih praktis dan nyaman.

Airlangga Hartarto Kepincut JETOUR T2 di GIIAS 2026

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto ke ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi perhatian tersendiri di booth JETOUR.

Di sela kunjungannya pada Jumat (7/8/2026), Airlangga melihat lebih dekat sejumlah model yang dipamerkan JETOUR. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah JETOUR T2 i-DM, SUV plug-in hybrid terbaru yang baru diperkenalkan untuk pasar Indonesia.

Menariknya, perhatian Airlangga terhadap JETOUR T2 bukan sekadar karena model tersebut menjadi salah satu produk unggulan JETOUR. Ia mengaku sebelumnya pernah melihat SUV ini digunakan sebagai kendaraan resmi dalam penyelenggaraan KTT G20 di Afrika Selatan.

Fakta tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana JETOUR T2 telah mendapatkan tempat di sejumlah pasar internasional.

President Director PT JETOUR Sales Indonesia, Caroline Ling, menyebut kunjungan Airlangga menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi JETOUR untuk terus membawa produk berstandar global ke Indonesia.

” Kunjungan Bapak Airlangga Hartarto menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi JETOUR untuk terus menghadirkan produk berstandar global bagi konsumen Indonesia,” ujar Caroline.

JETOUR T2 sendiri bukan nama baru di pasar global. Berdasarkan data yang disampaikan JETOUR, model tersebut telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 500.000 unit dalam 33 bulan. Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu model SUV dengan pertumbuhan tercepat di pasar internasional.

Penggunaannya juga tidak terbatas pada kendaraan sipil. JETOUR menyebut T2 telah digunakan sebagai kendaraan kepolisian di sejumlah negara, termasuk Angola dan Uni Emirat Arab, serta dipercaya dalam berbagai kegiatan internasional.

Kini, karakter T2 dibawa ke level berbeda melalui teknologi elektrifikasi. Di GIIAS 2026, JETOUR memperkenalkan T2 i-DM, SUV Adventure Plug-in Hybrid Electric Vehicle yang menggabungkan kemampuan berkendara di berbagai medan dengan sistem elektrifikasi.

JETOUR T2 i-DM ditawarkan dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta. Di balik kap mesinnya terdapat mesin Hybrid Dedicated Engine ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima yang bekerja bersama dua motor listrik, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh dan transmisi 3 Speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT).

Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan 224 PS dan torsi maksimal 390 Nm. Dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, JETOUR mengklaim jarak tempuhnya bisa lebih dari 1.200 kilometer.

Untuk sebuah SUV yang membawa embel-embel adventure, kemampuan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama. Apalagi T2 i-DM tidak hanya mengandalkan sistem hybrid, tetapi juga membawa sejumlah perangkat pendukung kenyamanan dan keselamatan.

Baterainya menggunakan CATL LFP dengan sertifikasi IP68. Sementara untuk keselamatan aktif tersedia 15 fitur ADAS Level 2 serta enam airbag.

Masuk ke kabin, JETOUR membekali T2 i-DM dengan layar sentuh berukuran 15,6 inci yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 8155. Panel instrumen digital 10,25 inci, Wireless Apple CarPlay dan Android Auto, serta sistem audio Sony dengan 12 speaker turut menjadi bagian dari perlengkapannya.

Ada pula panoramic sunroof dan fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang membuat mobil ini lebih fleksibel ketika digunakan untuk aktivitas luar ruang.

Kehadiran T2 i-DM menjadi bagian dari strategi JETOUR mengembangkan filosofi Travel+ di Indonesia. Konsep tersebut mencoba menempatkan SUV bukan sekadar sebagai alat transportasi, melainkan sebagai kendaraan yang dapat mengikuti beragam kebutuhan perjalanan dan gaya hidup.

 

Geely Starray EM-i Resmi Meluncur di Indonesia

Geely Auto Indonesia kembali memperkuat posisinya di segmen kendaraan elektrifikasi dengan meluncurkan Geely Starray EM-i, SUV plug-in hybrid (PHEV) yang dibanderol Rp499 juta (OTR Jakarta).

Setelah sukses melalui masa pre-booking pada Agustus lalu, Starray EM-i kini resmi diproduksi secara lokal di fasilitas manufaktur Purwakarta sejak September 2025.

PHEV Pertama Berbasis Platform NEV

Menurut Evin Ye, Vice President of Geely Auto International Corporation, Starray EM-i merupakan model PHEV pertama Geely berbasis platform NEV (New Energy Vehicle) yang dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman berkendara modern, efisien, dan dinamis.

Setelah debut globalnya di Australia, SUV ini menjadi bagian dari ekspansi Geely ke lebih dari 20 pasar di Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, dan Afrika, menjadikannya tonggak penting dalam strategi global merek asal Tiongkok ini.

Performa Tinggi dan Efisiensi Maksimal

Ditenagai oleh mesin bensin 1.5 liter berpadu motor listrik 160 kW dan baterai 18,4 kWh, Geely Starray EM-i dibekali sistem 1DHT Automatic yang mendukung tiga mode berkendara, Pure, Hybrid, dan Power. SUV ini mampu mencapai efisiensi bahan bakar setara 83 km/liter, jarak tempuh listrik murni hingga 105 km, serta jangkauan total lebih dari 1.000 km dalam satu kali pengisian bensin dan daya.

Dengan efisiensi termal mesin mencapai 46,5%, Starray EM-i menawarkan kombinasi ideal antara tenaga, efisiensi, dan kenyamanan, menjadikannya SUV hybrid terbaik untuk pengguna perkotaan dan perjalanan jarak jauh di Indonesia.

Teknologi EM-i Super Hybrid

Menurut Dylan Ding, Chief Product Officer Geely Automobile Research Institute, sistem EM-i Super Hybrid dikembangkan dengan fokus pada efisiensi energi, performa tinggi, dan kenyamanan berkendara.

Teknologi ini memungkinkan transisi tenaga yang mulus antara mesin bensin dan motor listrik, menghasilkan pengalaman berkendara yang halus, responsif, dan hemat energi.

Dengan kombinasi teknologi elektrifikasi global dan produksi lokal berkualitas tinggi, Geely Starray EM-i siap menjadi pilihan utama di segmen mobil listrik hybrid Indonesia yang kian kompetitif.

Lynk & Co 900, SUV Plug-in Hybrid Yang Menggiurkan

SUV plug-in hybrid Lynk & Co 900 mulai diperkenalkan. Sub-brand dari Geely Group ini sedianya bakal mulai memasarkannya di China pada Maret 2025 mendatang. Meskipun kami tidak terlalu peduli dengan mobil ini, tapi penampakannya keren. 

Apa yang jadi keunggulan dari SUV kelas premium dari Lynk & Co ini agar bisa memikat konsumen?

Opsi Plug-In Hybrid

Lynk & Co menawarkan tiga varian model dengan mesin plug-in hybrid sebagai pilihan. Setiap varian punya spek performa yang berbeda

Model standar dibekali mesin bensin 1.5-liter turbo berpenggerak AWD. Sistem hybrid memanfaatkan satu motor elektrik depan dan di belakang dengan output kombinasi  mencapai 710 hp.

Jika ingin performa lebih, tersedia dua opsi PHEV bermesin 2.0-liter turbo. Daya kombinasinya mencapai 724 hp.

Terakhir, yang merupakan varian teratas, motor elektriknya menghasilkan tenaga kombinasi yang dihasilkan mencapai 845 hp.

Tak banyak informasi yang diungkap seputar spek transmisi maupun berapa jarak jelajah maksimum yang bisa dicapai pada mode EV. Hanya dikatakan untuk varian teratas punya catatan waktu akselerasi 0-100 km/jam di kisaran 4 detik.

Tampilan Cukup Memikat?

Lynk & Co 900 merupakan SUV 6-seater kelas premium, jadi bodinya pun bongsor. Panjangnya mencapai 5.420 mm dengan lebar 1.999 mm. Nyaris seukuran Toyota Land Cruiser 300 dan Land Rover Defender. Tingginya 1.810 mm. Tak disebutkan berapa jarak pijakan (ground clearence) dan data teknis lainnya.

Konstruksinya memanfaatkan platform SPA Evo dari Geely yang mengakomodir sistem PHEV dan untuk mobil ukuran besar.

Disediakan  lima pilihan warna eksterior yang tersedia berkesan elegan. Mulai dari Polar Night Black, Cloudy Grey, Morning Dawn Blue, Dawn White, dan Sunlight Silver.

Interior Hightech

 

Kemasan interiornya terlihat mewah dan hightech ala SUV kekinian. pastinya lega karena punya wheelbase 3.160 mm.

Yang bikin geleng kepala justru fitur di kabinnya. Dashboard tengah Lynk & Co 900 terpampang sebuah touchscreen model floating yang berukuran 30-inci. Sangat besar bukan? 

Pada kabin terdapat dua buah wireless charger pad untuk pengisian daya baterai ponsel. Di balik setir terdapat layar instrumen digital berukuran 12.66-inci dan proyeksi head-up display yang menampilkan aneka informasi berkendara.

Bahkan ada satu buah layar lagi yang juga berukuran 30-inci yang terlipat di plafon. Penumpang belakang lebih leluasa memanfaatkan sistem multimedia tanpa mengganggu penumpang depan.

Tak cukup sampai disitu, di kabin mobil ini juga dilengkapi kulkas mini!

SUV yang satu ini sangat memanjakan penumpang. Tak hanya cocok jadi mobil para pebisnis dan kalangan ekesekutif muda, tapi juga jadi mobil harian keluarga.