Mitsubishi Motors Siap Produksi Mobil Hybrid di Indonesia, Apa itu?

Tahun 2026 merupakan momen penting bagi Mitsubishi Motors bertepatan dengan 55 tahun kiprahnya di pasar otomotif Indonesia.

Dalam acara buka puasa bersama awak media di kantor PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (27/2), President Director PT MMKSI, Atsushi Kurita, memaparkan pencapaian yang telah diraih di awal tahun ini.

Mitsubishi Motors menandai 55 tahun kiprah di Indonesia pada akhir 2025 dengan sekitar 2,4 juta kendaraan yang saat ini beroperasi di seluruh Tanah Air. Dalam sambutannya, Kurita memaparkan berbagai pencapaian penting, termasuk peluncuran global Mitsubishi Destinator di Indonesia di tahun 2025.

Destinator yang merupakan produk baru di segmen SUV tujuh penumpang sukses meraih pangsa pasar 53,7 persen dan memimpin di kelasnya. Sementara di segmen kendaraan niaga ringan, pikap L300 mempertahankan dominasi pasar dengan porsi 47,5 persen.

Beberapa model lain turut menunjukkan posisi yang cukup kuat. Xpander Cross menyumbangkan kontribusi penjualan 24 persen, Pajero Sport 34,7 persen, Triton 36,1 persen, dan Xforce 11 persen.

“Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, respons pasar terhadap produk kami sangat positif. Secara keseluruhan, kinerja lini produk kami tetap stabil dan memungkinkan kami meningkatkan pangsa pasar dari 8,3 persen menjadi 8,5 persen,” ungkap Kurita.

Pada ajang IIMS 2026, Mitsubishi mengklaim mendapat pencapaian yang lebih baik dari gelaran IIMS tahun sebelumnya. Total surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diraih selama pameran IIMS 2026 mencapai 2.400 unit dari target 3.000 unit yang ditetapkan.

Kendati model Xpander masih mendominasi SPK, namun capaian penjualan Destinator cukup positif. Secara keseluruhan dikatakan angka penjualannya sampai saat ini sudah mencapai 10.000 unit. Varian tertinggi justru jadi yang paling diminati konsumen.

Sebagai penguatan pasar, Presiden Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita menjelaskan, ada empat hal yang jadi prioritas utama pabrikan asal Jepang ini di Indonesia pada 2026.

Pertama, MMKSI akan terus melakukan upaya perluasan jaringan dealer di seluruh Indonesia. Tak hanya menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, tapi yang lebih utama adalah memudahkan para konsumen dalam mengakses layanan purna jual.

Kedua, kualitas layanan purna jual sebagai kunci utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan melalui filosofi passion to care. Yang ketiga adalah meningkatkan pengalaman pelanggan dalam mengakses layanan yang lebih praktis dan cepat melalui sistem digitalisasi dan kolaborasi berbasis AI sesuai perkembangan teknologi saat ini. Target keempat yang jadi prioritas di tahun 2026 adalah menghadirkan model mobil terbaru yang sesuai minat dan kebutuhan konsumen Indonesia.

“Menghadirkan model-model berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan Indonesia, termasuk opsi kendaraan hybrid,” tegas Kurita.

Dari paparan tersebut, mobil hybrid jadi prediksi kuat perihal model mobil baru yang akan diluncurkan oleh Mitsubishi Motors di Indonesia pada tahun ini.

Mobil Hybrid Model Apa?

Hanya saja, rasa penasaran terhadap model hybrid yang akan diluncurkan Mitsubishi di Indonesia tahun ini masih belum terjawab sepenuhnya. Bahkan pihak pabrikan saat ini masih belum membuka detail teknis seputar model kendaraan elektrifikasi tersebut.

Dalam sesi tanya jawab bersama awak media, Kurita menjelaskan bahwa model hybrid tersebut nantinya akan diproduksi di Indonesia. Proses produksi direncanakan dimulai pada semester pertama 2026. Untuk penjualan ke konsumen akan menyusul.

Kurita pun menambahkan bahwa peluncuran resmi ke pasar ditargetkan berlangsung pada semester kedua 2026. Apakah bersamaan dengan event GIIAS 2026?

Meskipun tak dijabarkan secara rinci, Kurita mengisyaratkan bahwa Mitsubishi memiliki dua model hybrid yang telah lebih dulu dipasarkan di Thailand. Namun, ia belum mengungkap model mana yang akan diboyong dan dirakit di Tanah Air. Demikian pula soal konfigurasi—apakah lima atau tujuh penumpang, hingga kisaran harga masih belum dibeberkan. Yang jelas, kata dia, kendaraan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia dan diposisikan sebagai produk strategis jangka panjang. Nah, makin bikin penasaran…

Menariknya, Mitsubishi tak semata mengejar angka penjualan besar di tahap awal. Kurita pun menegaskan bahwa ini akan menjadi model mobil hybrid pertama Mitsubishi yang diproduksi di Indonesia.

Meski demikian, MMKSI berharap respons pasar Tanah Air terhadap mobil hybrid ini akan positif. Terlebih lagi jika spesifikasi dan harga jual dinilai kompetitif.

“Pelanggan dan pasar yang akan menilai (soal harga yang kompetitif). Kami akan berusaha menghadirkan kualitas tinggi dengan spesifikasi yang cocok untuk masyarakat Indonesia,” kata Kurita.

Dari sejumlah “petunjuk” yang dipaparkan, maka prediksi pun mengarah pada Xpander HEV dan Xforce HEV. Keduanya telah lebih dulu melenggang di Thailand.

Mesin yang diusung kedua model tersebut pun sama yakni 1.6L MIVEC yang dipadukan motor listrik serta baterai. Tenaga kombinasi yang dihasilkan mencapai 116 hp dengan torsi puncak 255 Nm. Fitur keselamatan aktif Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense) pun dibekalkan pada keduanya.

Meski belum dapat dipastikan model apa yang akan diproduksi di Indonesia, peluang kehadiran Xpander HEV atau Xforce HEV versi Indonesia jadi kabar menggembirakan.

Dengan diproduksi di dalam negeri, maka berpotensi meningkatkan kadar muatan komponen dalam negeri, sehingga harga jual diharapkan bisa lebih kompetitif dan terjangkau. Selain itu, posisi Indonesia sebagai basis manufaktur Mitsubishi di kawasan ASEAN akan semakin kuat.

Jadi, model mobil hybrid apa yang akan diboyong ke Tanah Air oleh Mitsubishi Motors dalam waktu dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya…

Mobil Hybrid Dominasi Penjualan Toyota di IIMS 2026

Perhelatan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada 5-15 Februari lalu menjadi stimulus pendongkrak angka penjualan bagi sejumlah pabrikan otomotif.

Hal tersebut dirasakan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang mencatatkan total 2.793 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama gelaran IIMS 2026. Meningkatnya minat pasar Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan berdampak pada penjualan lini kendaraan elektrifikasi Toyota. Dari seluruh capaian penjualan selama IIMS 2026, jenis kendaraan elektrifikasi menyumbang hingga 42,6 persen. Segmen MPV pun mendominasi penjualan kendaraan Toyota.

Mobil Hybrid Laris Manis

Kijang Innova Zenix Hybrid EV, masih jadi model terlaris dengan 615 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).  Sebagai pendatang baru, Veloz Hybrid EV pun sukses memikat para konsumen dengan total pesanan 381 unit. Kehadiran varian hybrid pada Veloz terbukti efektif dalam mempopulerkan teknologi elektrifikasi ke kalangan konsumen yang jauh lebih luas di Tanah Air. Hal tersebut terlihat dari minat konsumen yang tinggi terhadap low MPV ini. Dalam waktu tiga bulan sejak World Premiere, Veloz Hybrid EV terjual sebanyak 5.000 unit.

Vice President Director Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, mengungkapkan apresiasinya terhadap respon pasar yang tetap dinamis walau tengah dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit dan menantang saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan pelanggan setia Toyota dan seluruh pengunjung IIMS 2026. Di tengah pasar yang cenderung stagnan, masyarakat masih memilih Toyota sebagai solusi mobilitas yang diandalkan. Terlihat dari sambutan yang luar biasa positif terhadap solusi elektrifikasi terbaru Toyota yang disiapkan untuk lebih banyak kalangan. Dengan pesanan lebih dari 5.000 unit hanya 3 bulan setelah world premiere, Veloz Hybrid EV kembali memperlihatkan popularitasnya dengan raihan 381 SPK di Iims 2026,” terang Henry.

Meskipun lini hybrid tengah jadi primadona, kendaraan bermesin konvensional pun tetap tak kehilangan pangsa pasarnya. Tiga model non-hybrid masuk lima besar mobil terlaris, yakni Kijang Innova (309 SPK), Avanza (306 SPK), dan Calya (259 SPK). Capaian tersebut menunjukkan pasar Indonesia masih imbang, antara kebutuhan terhadap mobil keluarga yang praktis dan terjangkau dengan mobil berteknologi elektrifikasi.

Optimisme Toyota di Tahun 2026

Selain meraih sukses di capaian penjualan, Toyota juga memperoleh dua penghargaan bergengsi di IIMS 2026, yakni kategori Best Low MPV untuk Veloz Hybrid EV dan Best Hatchback untuk GR Corolla.

Kedua anugerah penghargaan tersebut jadi penanda bahwa nilai Quality, Durability, dan Reliability (QDR) yang menjadi pilar utama Toyota tetap relevan dengan karakter para konsumen lintas segmen maupun generasi.

Ketiga pilar tersebut sejalan dengan strategi multi-jalur (multi-pathway) yang dijalankan Toyota guna menghadapi tantangan pasar otomotif domestik, regional maupun global. Oleh sebab itu, Toyota berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan solusi mobilitas yang lengkap dalam memenuhi beragam kebutuhan masyarakat Indonesia serta turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan pengurangan emisi nasional.

Sebagai catatan, kesuksesan Veloz Hybrid EV tak terlepas dari sejumlah sorotan sebagian kalangan masyarakat serta para pemerhati otomotif. Label harga Veloz Hybrid yang di kisaran Rp 299-390 jutaan head-to head dengan berbagai mobil listrik murni (Battery EV) maupun hybrid asal China yang tengah naik daun.

Dari segi value for money, produk mobil dari brand asal China menawarkan ragam teknologi dan fitur keselamatan aktif yang lebih lengkap, tampilan lebih mewah serta performa dan baterai lebih besar pada rentang harga Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan yang setara dengan Veloz Hybrid EV.

Namun demikian, Toyota tetap percaya diri serta optimis bahwa brand awareness dan citra produk Toyota sudah melekat kuat di kalangan masyarakat Tanah Air.  Ditambah lagi dengan kekuatan jaringan purnajual yang luas dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia serta nilai jual kembali yang stabil menjadi keunggulan dan daya tawar kuat untuk menghadapi kompetitor.

Geely Starray EM-i Resmi Meluncur di Indonesia

Geely Auto Indonesia kembali memperkuat posisinya di segmen kendaraan elektrifikasi dengan meluncurkan Geely Starray EM-i, SUV plug-in hybrid (PHEV) yang dibanderol Rp499 juta (OTR Jakarta).

Setelah sukses melalui masa pre-booking pada Agustus lalu, Starray EM-i kini resmi diproduksi secara lokal di fasilitas manufaktur Purwakarta sejak September 2025.

PHEV Pertama Berbasis Platform NEV

Menurut Evin Ye, Vice President of Geely Auto International Corporation, Starray EM-i merupakan model PHEV pertama Geely berbasis platform NEV (New Energy Vehicle) yang dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman berkendara modern, efisien, dan dinamis.

Setelah debut globalnya di Australia, SUV ini menjadi bagian dari ekspansi Geely ke lebih dari 20 pasar di Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, dan Afrika, menjadikannya tonggak penting dalam strategi global merek asal Tiongkok ini.

Performa Tinggi dan Efisiensi Maksimal

Ditenagai oleh mesin bensin 1.5 liter berpadu motor listrik 160 kW dan baterai 18,4 kWh, Geely Starray EM-i dibekali sistem 1DHT Automatic yang mendukung tiga mode berkendara, Pure, Hybrid, dan Power. SUV ini mampu mencapai efisiensi bahan bakar setara 83 km/liter, jarak tempuh listrik murni hingga 105 km, serta jangkauan total lebih dari 1.000 km dalam satu kali pengisian bensin dan daya.

Dengan efisiensi termal mesin mencapai 46,5%, Starray EM-i menawarkan kombinasi ideal antara tenaga, efisiensi, dan kenyamanan, menjadikannya SUV hybrid terbaik untuk pengguna perkotaan dan perjalanan jarak jauh di Indonesia.

Teknologi EM-i Super Hybrid

Menurut Dylan Ding, Chief Product Officer Geely Automobile Research Institute, sistem EM-i Super Hybrid dikembangkan dengan fokus pada efisiensi energi, performa tinggi, dan kenyamanan berkendara.

Teknologi ini memungkinkan transisi tenaga yang mulus antara mesin bensin dan motor listrik, menghasilkan pengalaman berkendara yang halus, responsif, dan hemat energi.

Dengan kombinasi teknologi elektrifikasi global dan produksi lokal berkualitas tinggi, Geely Starray EM-i siap menjadi pilihan utama di segmen mobil listrik hybrid Indonesia yang kian kompetitif.