Toyota Tutup GIIAS 2026 dengan 6.175 SPK, Mobil EV Kuasai 56 Persen

PT Toyota-Astra Motor (TAM) menutup partisipasinya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan torehan positif. Selama 11 hari pameran yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Toyota membukukan 6.175 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Menariknya, kendaraan elektrifikasi atau xEV menyumbang 56 persen dari total SPK Toyota. Capaian ini memperlihatkan semakin kuatnya penerimaan konsumen terhadap pilihan mobilitas elektrifikasi, sekaligus menunjukkan strategi Multi-Pathway Toyota mulai menemukan momentumnya di pasar Indonesia.

“Selama 55 tahun, Toyota telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia dengan menghadirkan solusi mobilitas yang relevan. Kami sangat mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap Toyota selama GIIAS 2026,” ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Hiroyuki Oide.

Innova Zenix Hybrid Jadi Andalan

Di antara jajaran kendaraan elektrifikasi Toyota, Kijang Innova menjadi kontributor terbesar dengan total 2.221 SPK. Dari jumlah tersebut, Innova Zenix Hybrid EV menyumbang 1.669 unit.

Performa tersebut memperlihatkan bahwa teknologi hybrid masih menjadi pilihan menarik bagi konsumen keluarga Indonesia. Selain menawarkan efisiensi, format MPV yang sudah lama dikenal masyarakat membuat transisi menuju kendaraan elektrifikasi terasa lebih mudah.

Sementara itu, Veloz Hybrid EV mencatat 1.115 SPK. Model lainnya seperti Alphard Hybrid EV dan Yaris Cross Hybrid EV masing-masing mengumpulkan 307 dan 302 SPK.

Toyota juga memperluas pilihan elektrifikasinya melalui New Land Cruiser 300 Hybrid EV dan bZ4X Touring Battery EV yang diperkenalkan di GIIAS 2026.

New Hilux Mendapat Respons Positif

Bukan hanya kendaraan elektrifikasi yang mencuri perhatian. Debut publik New Hilux turut memberikan hasil positif dengan mencatat 345 SPK selama pameran.

Kehadiran New Hilux memperkuat portofolio Toyota di segmen kendaraan komersial, terutama bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan karakter tangguh untuk mendukung aktivitas bisnis maupun pekerjaan.

Di sisi lain, Toyota juga membawa pulang sejumlah penghargaan. Booth Toyota meraih Best Booth kategori lebih dari 2.000 meter persegi, sementara bZ4X Touring mendapatkan penghargaan Favorite Passenger Car Crossover.

Capaian GIIAS 2026 akhirnya menjadi gambaran menarik mengenai arah pasar otomotif Indonesia. Ketika kendaraan hybrid dan listrik semakin diterima, Toyota berhasil mempertahankan pilihan mobilitas yang beragam, mulai dari MPV keluarga, SUV, hingga kendaraan komersial.

Dengan 6.175 SPK dan kontribusi xEV sebesar 56 persen, Toyota menutup GIIAS 2026 dengan sinyal kuat bahwa elektrifikasi kini bukan lagi sekadar alternatif, tetapi mulai menjadi bagian penting dari pilihan konsumen Indonesia.

Mobil Hybrid Dominasi Penjualan Toyota di IIMS 2026

Perhelatan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada 5-15 Februari lalu menjadi stimulus pendongkrak angka penjualan bagi sejumlah pabrikan otomotif.

Hal tersebut dirasakan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang mencatatkan total 2.793 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama gelaran IIMS 2026. Meningkatnya minat pasar Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan berdampak pada penjualan lini kendaraan elektrifikasi Toyota. Dari seluruh capaian penjualan selama IIMS 2026, jenis kendaraan elektrifikasi menyumbang hingga 42,6 persen. Segmen MPV pun mendominasi penjualan kendaraan Toyota.

Mobil Hybrid Laris Manis

Kijang Innova Zenix Hybrid EV, masih jadi model terlaris dengan 615 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).  Sebagai pendatang baru, Veloz Hybrid EV pun sukses memikat para konsumen dengan total pesanan 381 unit. Kehadiran varian hybrid pada Veloz terbukti efektif dalam mempopulerkan teknologi elektrifikasi ke kalangan konsumen yang jauh lebih luas di Tanah Air. Hal tersebut terlihat dari minat konsumen yang tinggi terhadap low MPV ini. Dalam waktu tiga bulan sejak World Premiere, Veloz Hybrid EV terjual sebanyak 5.000 unit.

Vice President Director Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, mengungkapkan apresiasinya terhadap respon pasar yang tetap dinamis walau tengah dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit dan menantang saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan pelanggan setia Toyota dan seluruh pengunjung IIMS 2026. Di tengah pasar yang cenderung stagnan, masyarakat masih memilih Toyota sebagai solusi mobilitas yang diandalkan. Terlihat dari sambutan yang luar biasa positif terhadap solusi elektrifikasi terbaru Toyota yang disiapkan untuk lebih banyak kalangan. Dengan pesanan lebih dari 5.000 unit hanya 3 bulan setelah world premiere, Veloz Hybrid EV kembali memperlihatkan popularitasnya dengan raihan 381 SPK di Iims 2026,” terang Henry.

Meskipun lini hybrid tengah jadi primadona, kendaraan bermesin konvensional pun tetap tak kehilangan pangsa pasarnya. Tiga model non-hybrid masuk lima besar mobil terlaris, yakni Kijang Innova (309 SPK), Avanza (306 SPK), dan Calya (259 SPK). Capaian tersebut menunjukkan pasar Indonesia masih imbang, antara kebutuhan terhadap mobil keluarga yang praktis dan terjangkau dengan mobil berteknologi elektrifikasi.

Optimisme Toyota di Tahun 2026

Selain meraih sukses di capaian penjualan, Toyota juga memperoleh dua penghargaan bergengsi di IIMS 2026, yakni kategori Best Low MPV untuk Veloz Hybrid EV dan Best Hatchback untuk GR Corolla.

Kedua anugerah penghargaan tersebut jadi penanda bahwa nilai Quality, Durability, dan Reliability (QDR) yang menjadi pilar utama Toyota tetap relevan dengan karakter para konsumen lintas segmen maupun generasi.

Ketiga pilar tersebut sejalan dengan strategi multi-jalur (multi-pathway) yang dijalankan Toyota guna menghadapi tantangan pasar otomotif domestik, regional maupun global. Oleh sebab itu, Toyota berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan solusi mobilitas yang lengkap dalam memenuhi beragam kebutuhan masyarakat Indonesia serta turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan pengurangan emisi nasional.

Sebagai catatan, kesuksesan Veloz Hybrid EV tak terlepas dari sejumlah sorotan sebagian kalangan masyarakat serta para pemerhati otomotif. Label harga Veloz Hybrid yang di kisaran Rp 299-390 jutaan head-to head dengan berbagai mobil listrik murni (Battery EV) maupun hybrid asal China yang tengah naik daun.

Dari segi value for money, produk mobil dari brand asal China menawarkan ragam teknologi dan fitur keselamatan aktif yang lebih lengkap, tampilan lebih mewah serta performa dan baterai lebih besar pada rentang harga Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan yang setara dengan Veloz Hybrid EV.

Namun demikian, Toyota tetap percaya diri serta optimis bahwa brand awareness dan citra produk Toyota sudah melekat kuat di kalangan masyarakat Tanah Air.  Ditambah lagi dengan kekuatan jaringan purnajual yang luas dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia serta nilai jual kembali yang stabil menjadi keunggulan dan daya tawar kuat untuk menghadapi kompetitor.