Leapmotor B10 Terpergok di Jakarta, Bakal Segera Launching?

Terpergok di Jalan Dalam Selubung Kamuflase, Leapmotor B10 Bakal Segera Launching?

Pasar mobil listrik di Indonesia nampaknya bakal dimeriahkan oleh satu pendatang baru. Sebuah mobil berselubung kamuflase yang diduga kuat sebagai Leapmotor B10 terpergok tengah melaju di jalanan Jakarta. Apakah mobil tersebut sedang melakukan persiapan sebelum waktu peluncuran resminya?

Saat di Beijing, China beberapa pekan lalu, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, telah memberi petunjuk bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera membawa model mobil terbaru mereka ke Tanah Air.

Walau seluruh bagian bodi mobil diselimuti oleh stiker kamuflase, namun lekukan siluet serta bentuk fisik kendaraan secara garis bedar menunjukkan identitas sebagai SUV listrik teranyar dari Leapmotor.

Kemunculannya yang tengah melenggang di ruas jalanan kota Jakarta kian mempertegas indikasi kuat mengenai kehadiran model terbaru Leapmotor di pasar Indonesia.

Prediksi pun kian menguat jika Leapmotor B10 akan debut perdana di hadapan publik Tanah Air dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

Keberadaan brand otomotif Leapmotor di Indonesia menandai babak baru bagi Indomobil Group untuk memperbanyak pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar nasional. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan oleh Leapmotor B10?

Leapmotor B10

Sejak beberapa bulan lalu di situs Bapenda DKI Jakarta ada dua model Leapmotor yang terdaftar, salah satunya yakni yakni B10. Bahkan sudah tertera harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Untuk model Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Leapmotor B10 adalah compact SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang dirancang dengan desain bergaya Eropa.

Desain tampilan eksterior B10 yang clean dan minimalis dilengkapi lampu depan Daytime Running Light (DRL) LED model lightbar yang memberi kesan modern dan futuristik. Sedangkan lampu utama berada di bagian bumper. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Yang cukup menarik perhatian adalah setup konfigurasi roda B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda. Hal seperti ini umumnya ditemukan pada mobil sport dan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara saat melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless pun turut mendukung distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi roda tetap stabil.

Kemasan interior yang simple namun terlihat elegan pun jadi daya tarik tersendiri. Pada dashboard terpampang layar utama HD 2,5K berukuran 14,6 inci yang terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara panel instrumen menggunakan layar digital 8,8 inci. Fitur premium seperti panoramic sunroof, ambient light, serta kursi dengan pemanas dan ventilasi jadi faktor pemikat.

Berdasarkan spek untuk pasar Eropa, sektor performa mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 160 kW (218 hp). Untuk sumber daya listrik, B10 hadir dengan dua pilihan baterai LFP, yakni versi 56,2 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 361 km (WLTP), dan 67,1 kWh dengan jarak jelajah hingga 434 km (WLTP).

Kemampuan pengisian daya ultra-fast charging yang dimiliki B10 jadi keunggulan tersendiri. Cukup 17 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%. Wah, sangat cepat dan efisien!

Tak hanya itu, fitur Vehicle to Load (V2L) yang dibekalkan pada B10 membuat energi baterai dapat disalurkan untuk perangkat elektronik dan kelistrikan eksternal. Mirip fungsi genset.

Kualitas keselamatan berkendara pun jadi keunggulan utama. SUV EV ini dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kamera 360°. Leapmotor B10 bahkan sukses meraih peringkat 5 bintang dari uji benturan dan keselamatan berkendara Eropa, Euro NCAP. Jadi, hati dijamin tenteram saat mengemudi.

Untuk saat ini spesifikasi teknis B10 versi pasar Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun kehadiran unit Leapmotor B10
berselubung kamuflase di jalanan umum mengisyaratkan bahwa rangkaian proses uji berkendara atau tahapan persiapan homologasi saat ini sedang berjalan jelang momen peluncuran resminya.

Camouflage Car Campaign

Kehadiran SUV Leapmotor B10 berselubung kamuflase ternyata merupakan kampanye kreatif yang diadakan oleh Leapmotor Indonesia. Kamuflase di sekujur bodi Leapmotor B10 yang mulai berkeliling di sejumlah titik strategis Jakarta mengusung desain artistik dengan tampilan visual yang unik dan eye-catching.

Kehadiran kendaraan ini pun sukses menarik perhatian masyarakat sekaligus membangun antusiasme menjelang peluncuran resmi Leapmotor B10 di Indonesia. Aktivitas brand engagement Leapmotor Indonesia ini jadi cara unik dalam memperkenalkan SUV listrik terbaru Leapmotor kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih interaktif, modern, dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini.

Desain kamuflasenya merepresentasikan karakter Leapmotor B10 sebagai kendaraan listrik modern yang menggabungkan teknologi inovatif dengan desain futuristis.

Melalui kampanye ini, Leapmotor Indonesia mengajak masyarakat untuk menemukan camouflage car Leapmotor B10 di berbagai titik strategis kota Jakarta dan mengikuti giveaway interaktif melalui QR code yang tersedia pada bodi kendaraan.

Masyarakat yang berhasil melakukan scan QR code berkesempatan memenangkan dinner untuk dua orang di hotel bintang lima dengan total hadiah senilai hingga IDR 1,5 juta.

Kampanye ini tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Leapmotor Indonesia dalam membangun awareness terhadap kendaraan listrik pintar yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas urban masa kini.

Kehadiran camouflage car di ruang publik diharapkan mampu menciptakan excitement sekaligus memperkenalkan Leapmotor B10 secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Sudah tak sabar ingin melihat wujud asli SUV EV Leapmotor B10 dari dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya….

Leapmotor All Out di Beijing Auto Show 2026, B10 Jadi Kejutan!

Di kancah industri otomotif dunia, nama Leapmotor memang terbilang baru. Tapi tak ada yang mengira jika brand asal China ini sukses menggapai pasar otomotif global dan menjadi startup kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) No.1 di dunia.

Pabrikan yang didukung raksasa industri otonotif dunia Stellantis ini pun tampil all out dan unjuk gigi di negara asalnya dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kini tengah berlangsung di jantung Negeri Tirai Bambu.

Mengusung slogan “A New Answer to the World – Leapmotor’s Further Advancement,” Leapmotor sangat optimis seluruh lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipamerkan mampu menggaet pangsa pasar yang selama ini dikuasai industri otomotif raksasa global. Model mobil apa saja yang ditampilkan oleh Leapmotor di Beijing Auto Show 2026?

Debut Perdana Global Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra

Dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kondang dengan sebutan Auto China, Leapmotor melakukan debut global model terbaru Lafa5 (B05) Ultra. Varian teratas dari compact hatchback bertenaga listrik (EV) Lafa5 untuk pasar domestik China ini sukses menyita perhatian media dunia dan para pengunjung.

Dari segi tampilan, varian Ultra terlihat lebih sporty dibandingkan versi reguler Lafa5 yang di pasar Eropa beredar dengan label Leapmotor B05. Sematan bodykit mulai dari side skirt, dual-layer front splitter dan rear spoiler meningkatkan gaya aerodinamika sekaligus mendongkrak gaya tampilan jadi makin eyecatching.

Interior pun tampil lebih memikat dengan lapisan bahan suede nan lembut. Jok sport dengan fungsi 8 titik pemijat diimbuhi logo bordir ‘Ultra’ sebagai penanda. Seat belt pun tampil sewarna bodi. Teknologi sistem multimedia telah menggunakan sepasang chip prosesor yakni Qualcomm 8650 dan 8295 serta sistem navigasi yang canggih.

Sektor performa pun mengalami upgrade dengan motor listrik beroutput 180 kW (241 hp). Coupe hatchback EV berpenggerak roda depan (FWD) ini cuma butuh waktu sekira 5 detik untuk sprint 0-100 km/jam.

Untuk baterai LFP yang ditawarkan ada dua versi yakni 56.2 kWh dengan jarak jelajah 515 km dan 67.1 kWh yang jarak jelajahnya bisa mencapai 605 km (WLTP).

Perihal harga jual belum diumumkan. Tapi diperkirakan tak akan selisih jauh dari rival sekelasnya yakni Lynk & Co 10+ dan Xiaomi SU7 Ultra. Para konsumen BYD Seal 06 GT, Lynk & Co Z20, dan Zeekr X juga jadi target yang dibidik Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra.

Leapmotor B10 Bakal Beredar di Indonesia

Model lain dalam seri B yang tampil di Beijing Auto Show 2026 adalah Leapmotor B10. Compact SUV EV yang satu ini cukup mengejutkan, karena kabarnya bakal segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Tampilannya walau tak terlalu rumit dan mencolok penuh chrome blink-blink, tapi enak dilihat. Posturnya pun terbilang sedang dan cukup proporsional dengan panjang sekira 4,5 meter dan lebar di kisaran 1,8 meter. Jarak sumbu rodanya yang berkisar 2,7 meter pun mengindikasikan ruang kabin yang lapang.

Bagian interior pun tak ubahnya compact SUV EV modern dengan layar utama 14,6 inci sebagai pusat kendali sistem multimedia dan fitur berkendara. Panel instrumennya walau agak kecil yakni 8,8 inci namun cukup informatif dan bisa dibaca dengan jelas.

Kemasan interior tampil elegan dengan opsi material Grey Fabric untuk varian Life, dan lapisan kulit Eco Leather warna Light Grey atau Shadow Grey untuk varian Design.

Keunggulan mobil ini yakni kursi depan bisa direbahkan sepenuhnya, sehingga dapat digunakan untuk rehat sejenak di rest area saat perjalanan jauh. Fitur kekinian seperti Panoramic Sunroof dengan tirai otomatis jadi nilai plus pada B10. Kapasitas bagasi standarnya 430 liter, tapi bisa ditambah hingga 1.700 liter jika kursi belakang dilipat.

Rancang bangunnya yang berbasis platform LEAP 3.5 terbaru dari Leapmotor menggunakan motor listrik penggerak berdaya 160 kW atau setara 218 hp, dengan torsi puncak yang mencapai 240 Nm.

Untuk baterai, tersedia opsi berdaya 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 361 km dan versi 67,1 kWh yang daya jelajahnya lebih jauh yakni 434 km (standar WLTP). Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30% ke 80% hanya butuh waktu sekira 18 hingga 20 menit. Cukup cepat dan fleksibel bagi pengguna di perkotaan yang tak punya banyak waktu untuk menunggu pengecasan.

Selain versi listrik murni (EV), Leapmotor B10 juga tersedia varian Hybrid EV (REEV) yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai 18,8 kWh. Total jarak tempuhya mampu mencapai 900 km. Wah, cukup menggugah.

Faktor keselamatan berkendara pada Leapmotor B10 ditunjang 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Automatic Emergency Braking System (AEBS) dan lainnya.

Untuk mobilitas harian di area perkotaan yang lalu lintasnya padat dan area parkirnya terbatas, mobil listrik yang satu ini cukup ideal dan user friendly.

Kabar bahwa Leapmotor B10 bakal hadir di Indonesia dikonfirmasi oleh CEO Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw saat sesi tanya jawab bersama media di Beijing Auto Show 2026.

“Leapmotor B10 akan kami perkenalkan di GIIAS. Jadi tunggu saja kejutannya,” ungkap Tan Kim Piauw.

Sebagai catatan, Leapmotor B10 ternyata sudah beredar di Malaysia dengan kisaran harga 107.000 Ringgit hingga 118.800 Ringgit atau sekira Rp 460 jutaan hingga Rp 507 jutaan. Untuk pasar Indonesia? Kita tunggu kemunculannya di GIIAS 2026 dalam beberapa bulan mendatang.

 

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…