Kia Carens Membawa Standar Baru MPV, Lega dan Berkarakter!

MPV di Indonesia punya hubungan panjang dengan keluarga. Salah satu pilihan populer adalah Kia Carens. Mobil ini menjadi ruang bergerak untuk mengantar anak, membawa orang tua, hingga menemani perjalanan liburan.

Selama bertahun-tahun, ukuran kabin dan jumlah kursi menjadi bahasa utama sebuah MPV. Semakin banyak yang bisa dibawa, semakin mudah mobil tersebut diterima keluarga. Namun, standar itu perlahan bergeser.

Perubahan tersebut menjadi perhatian Kia ketika mengembangkan The all-new Carens. MPV ini mencoba menggabungkan fungsi keluarga dengan karakter yang lebih kuat.

Ketika MPV Tak Lagi Sekadar Soal Kapasitas

Menurut Welly Nugroho, VP Commercial Kia Sales Indonesia, kebutuhan dasar MPV memang tidak berubah.

Mobil keluarga tetap harus nyaman dan fleksibel. Namun, konsumen kini juga menginginkan kendaraan dengan desain yang sesuai selera dan mampu memberikan rasa percaya diri.

“Fungsi dan desain memang seharusnya berjalan bersama,” ujarnya.

Pandangan ini menggambarkan perubahan sederhana tetapi penting. MPV tidak lagi hanya menjadi kendaraan yang dipilih karena kebutuhan keluarga. Mobil tersebut juga harus menjadi sesuatu yang ingin dimiliki.

Kia mencoba menerjemahkan perubahan itu melalui Carens terbaru yang diperkenalkan di IIMS 2026 lalu.

Ruang Tetap Jadi DNA Utama Carens

Meski membawa wajah yang lebih berkarakter, Carens tidak meninggalkan tugas utamanya sebagai kendaraan keluarga.

Mobil ini memiliki panjang 4.550 mm dengan wheelbase 2.780 mm. Kabinnya menyediakan tiga baris tempat duduk dengan pilihan konfigurasi enam dan tujuh penumpang.

Untuk konsumen yang mengejar kenyamanan lebih personal, tersedia pilihan captain seats di baris kedua.

Akses menuju baris belakang juga dibuat lebih praktis melalui Electric One-Touch Tumble Seat. Sirkulasi udara turut menjangkau penumpang di bagian belakang.

Dengan begitu, ruang bukan sekadar angka dalam brosur. Ia dirancang untuk mengikuti dinamika keluarga yang sering kali lebih kompleks daripada sekadar jumlah penumpang.

Wajah Lebih Berani, Teknologi Makin Lengkap

Kia kemudian memberikan sentuhan yang membuat Carens memiliki identitas lebih kuat.

Bagian depan mengusung Digital Tiger Face dengan Diamond Finish Decor. Karakter tersebut dipadukan dengan Star Map LED Connected Tail Lamps dan pelek R17 Crystal Cut Dual Tone.

Masuk ke kabin, pendekatan modern terasa melalui Immersive Dual Panoramic Display dan BOSE 8-Speaker Premium Sound System.

Sunroof turut memperkuat suasana kabin, sementara fitur keselamatan seperti ADAS, Surround View Monitor, dan enam airbags memberikan dukungan dalam perjalanan.

Artinya, Kia tidak hanya memperbesar ruang, namun juga mencoba memperkaya pengalaman di dalam ruang tersebut.

Menariknya, evolusi Carens tidak berhenti pada desain dan fitur.

Platformnya disebut dapat dikembangkan untuk mendukung mesin konvensional maupun tenaga listrik. Arah tersebut mulai diperlihatkan melalui Carens EV Concept di GIIAS Jakarta 2026.

Sumber tenaga bisa berubah. Teknologi bisa semakin pintar. Namun, kebutuhan keluarga terhadap ruang dan fleksibilitas tetap menjadi fondasinya.

 

Changan Nevo Q05 Memulai Pengiriman Unit ke Konsumen

Setelah mencuri perhatian di GIIAS 2026, SUV listrik Changan Nevo Q05 kini memasuki babak baru. SUV listrik kompak tersebut resmi diserahkan kepada konsumen di Indonesia. Hal ini menandai langkah besar Changan Nevo Q05 dalam industri otomotif dalam negeri.

Changan menggelar Changan Nevo Q05 Handover & Customer Appreciation di The Dome Senayan Park, Jakarta Pusat. Changan Nevo Q05 sendiri menjadi sorotan utama dalam acara ini. Pengirimannya mulai tersalurkan ke konsumen yang telah melakukan pemesanan.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan posisi SUV Nevo Q05. Jika sebelumnya hanya menjadi pendatang baru di panggung otomotif, kini kendaraan Changan Nevo Q05 mulai menjadi bagian dari keseharian pemiliknya di Indonesia.

“Ketika konsumen memilih Changan Nevo Q05, kami memahami bahwa yang Anda pilih bukan hanya sebuah kendaraan, tetapi juga sebuah harapan akan pengalaman kepemilikan yang baik,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Dari GIIAS 2026 hingga Menembus 1.000 SPK

Respons pasar terhadap model Changan Nevo Q05 terbilang kuat sejak diperkenalkan di GIIAS 2026. Changan mencatat pemesanan model ini telah menembus lebih dari 1.000 SPK.

Di China, Changan Nevo Q05 juga membawa rekam jejak yang menjadi modal penting. Model ini disebut menjadi compact SUV nomor satu selama empat bulan berturut-turut.

Penjualannya bahkan telah melampaui 120.000 unit dalam delapan bulan sejak diluncurkan di Negeri Tirai Bambu yang juga membuktikan daya tarik SUV Changan Nevo Q05 ini.

Di balik desainnya terdapat tim internasional yang melibatkan lebih dari 900 desainer dari 31 negara. Klaus Zyciora memimpin pengembangan desain mobil Changan Nevo Q05 dengan filosofi “Inspiration of Light”.

Changan kemudian membawa pendekatan desain Changan Nevo Q05 tersebut ke Indonesia dengan strategi yang tidak berhenti pada penjualan kendaraan.

Nevo Q05 Tawarkan Teknologi yang Menyentuh Keseharian

Nevo Q05 dibekali kabin yang mengoptimalkan ruang. Tidak hanya itu, kabin Changan Nevo Q05 menawarkan kecanggihan dan kenyamanan lewat head unit 14,6 inci serta digital instrument cluster berukuran 10,17 inci.

Sistem perintah suara juga dapat digunakan tanpa wake-up command yang menjadi salah satu fitur menarik dari Changan Nevo Q05. Menariknya, sistem tersebut mendukung Bahasa Indonesia sehingga interaksi dengan kendaraan terasa lebih natural.

Kenyamanan menjadi bagian lain yang ditawarkan. Selain itu, pengguna Changan Nevo Q05 mendapatkan fitur seperti ventilated front seats, pengaturan sandaran kursi belakang, panoramic roof, dan ambient lighting.

Kursinya menggunakan struktur sembilan lapis Cloud Comfort Foam yang dirancang untuk menopang tubuh secara optimal, khas fitur Changan Nevo Q05.

Untuk kebutuhan perjalanan, Nevo Q05 menawarkan jarak tempuh hingga 462 km berdasarkan standar NEDC. Selain itu, fitur V2L juga memungkinkan baterai kendaraan digunakan sebagai sumber listrik untuk berbagai aktivitas pada SUV Changan Nevo Q05 ini.

Sementara itu, pengisian cepat 3C mampu mengisi daya dari 30 persen hingga 80 persen dalam sekitar 15 menit pada Changan Nevo Q05.

Dari sisi keselamatan, terdapat 25 fitur ADAS serta kamera 540 derajat untuk membantu pengemudi melihat area di sekitar Changan Nevo Q05.

Dirakit di Indonesia, Harga Mulai Rp349 Jutaan

Nevo Q05 juga menjadi bagian dari langkah Changan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dirakitnya Changan Nevo Q05 secara lokal di fasilitas Indomobil Group di Purwakarta, kehadiran SUV ini semakin nyata bagi konsumen.

Dukungan kepemilikan mencakup garansi baterai 8 tahun atau 240.000 km dan garansi kendaraan 5 tahun atau 150.000 km, dengan ketentuan yang berlaku. Jaringan layanan Changan pun kini didukung 23 dealer di berbagai kota di Indonesia, memudahkan servis Changan Nevo Q05.

Bersamaan dengan berakhirnya periode peluncuran, harga Nevo Q05 juga memasuki fase reguler. Varian Pro dari Changan Nevo Q05 dibanderol Rp349 juta, sedangkan Max Rp399 juta OTR Jakarta.

Nevo Q05 tersedia dalam lima pilihan warna, yakni Whispering Pine Green, Moonlight White, Moonlight Gray, Sunset Purple, dan Cloud Veil Gray sebagai bagian dari varian Changan Nevo Q05 di pasar Indonesia.

Dengan penyerahan unit kepada konsumen, perjalanan Nevo Q05 di Indonesia kini memasuki fase yang lebih nyata. Jadi, tidak heran jika Changan Nevo Q05 kini mulai mewarnai lalu lintas Indonesia dan menjadi kisah perjalanan baru para pemiliknya.

GIIAS Surabaya 2026 Cetak Rekor, Tembus 45.763 Pengunjung

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 mencatat pencapaian baru. Pameran otomotif yang berlangsung selama lima hari resmi berakhir dengan jumlah pengunjung tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraannya.

GIIAS Surabaya 2026 digelar pada 26–30 Agustus 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Sebanyak 45.763 pengunjung tercatat hadir selama pameran berlangsung.

Angka tersebut meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pada GIIAS Surabaya 2025, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 31.870 orang.

Lonjakan tersebut menjadi sinyal menarik bagi industri otomotif nasional. Pasar Jawa Timur semakin menunjukkan daya tariknya, bukan hanya sebagai wilayah penjualan.

Pameran tahun ini juga hadir dengan skala yang lebih besar. GIIAS Surabaya 2026 menempati area seluas 15.000 meter persegi. Sebanyak 37 merek kendaraan bermotor turut ambil bagian. Pesertanya mencakup kendaraan penumpang, kendaraan komersial, hingga sepeda motor.

Selain itu, terdapat 25 merek industri pendukung otomotif yang ikut meramaikan pameran. Kehadiran peserta yang semakin beragam menunjukkan besarnya potensi pasar regional.

26 Merek Mobil Ramaikan GIIAS Surabaya

Dari total 37 merek kendaraan, sebanyak 26 merek berasal dari kategori kendaraan penumpang.

Daftarnya mencakup BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leapmotor, LEPAS, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Solarky, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, dan Xpeng.

Sementara itu, segmen kendaraan komersial diwakili Foton.

Persaingan kendaraan elektrifikasi juga semakin terlihat. Sejumlah merek membawa model listrik maupun teknologi hybrid untuk menarik perhatian konsumen Jawa Timur.

Kehadiran banyak merek baru turut memperlihatkan perubahan lanskap otomotif regional. Konsumen kini memiliki pilihan kendaraan yang semakin luas.

Motor dan Industri Pendukung Ikut Menguat

Segmen roda dua juga mendapat ruang cukup besar di GIIAS Surabaya 2026.

Sebanyak 10 merek sepeda motor berpartisipasi. Merek tersebut meliputi Aprilia, QJMotor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron EV, dan Vespa.

Sementara itu, 25 merek industri pendukung melengkapi ekosistem pameran.

GIIAS Surabaya 2026 juga membawa catatan menarik dari sisi transaksi. Pada 2025, pameran tersebut mencatat penjualan lebih dari 38 ribu unit kendaraan. Untuk tahun ini, penyelenggara belum mengumumkan angka penjualan resmi.

GIIAS 2026 Berlanjut ke Bandung

Berakhirnya GIIAS Surabaya bukan menjadi penutup rangkaian GIIAS The Series 2026. Pameran berikutnya akan berlangsung di Bandung pada 9–13 September 2026. Lokasinya berada di Sudirman Grand Ballroom.

Setelah itu, GIIAS akan menyambangi Semarang pada 30 September–4 Oktober 2026. Rangkaian kemudian berlanjut ke Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026.

GAIKINDO juga memperluas jangkauan pameran dengan menghadirkan GIIAS Bali pada 27–31 Januari 2027.

Rekor 45.763 pengunjung di Surabaya menjadi modal penting bagi perjalanan GIIAS berikutnya. Angka tersebut sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur sebagai salah satu pasar otomotif penting di Indonesia.

Toyota Tutup GIIAS 2026 dengan 6.175 SPK, Mobil EV Kuasai 56 Persen

PT Toyota-Astra Motor (TAM) menutup partisipasinya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan torehan positif. Selama 11 hari pameran yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Toyota membukukan 6.175 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Menariknya, kendaraan elektrifikasi atau xEV menyumbang 56 persen dari total SPK Toyota. Capaian ini memperlihatkan semakin kuatnya penerimaan konsumen terhadap pilihan mobilitas elektrifikasi, sekaligus menunjukkan strategi Multi-Pathway Toyota mulai menemukan momentumnya di pasar Indonesia.

“Selama 55 tahun, Toyota telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia dengan menghadirkan solusi mobilitas yang relevan. Kami sangat mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap Toyota selama GIIAS 2026,” ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Hiroyuki Oide.

Innova Zenix Hybrid Jadi Andalan

Di antara jajaran kendaraan elektrifikasi Toyota, Kijang Innova menjadi kontributor terbesar dengan total 2.221 SPK. Dari jumlah tersebut, Innova Zenix Hybrid EV menyumbang 1.669 unit.

Performa tersebut memperlihatkan bahwa teknologi hybrid masih menjadi pilihan menarik bagi konsumen keluarga Indonesia. Selain menawarkan efisiensi, format MPV yang sudah lama dikenal masyarakat membuat transisi menuju kendaraan elektrifikasi terasa lebih mudah.

Sementara itu, Veloz Hybrid EV mencatat 1.115 SPK. Model lainnya seperti Alphard Hybrid EV dan Yaris Cross Hybrid EV masing-masing mengumpulkan 307 dan 302 SPK.

Toyota juga memperluas pilihan elektrifikasinya melalui New Land Cruiser 300 Hybrid EV dan bZ4X Touring Battery EV yang diperkenalkan di GIIAS 2026.

New Hilux Mendapat Respons Positif

Bukan hanya kendaraan elektrifikasi yang mencuri perhatian. Debut publik New Hilux turut memberikan hasil positif dengan mencatat 345 SPK selama pameran.

Kehadiran New Hilux memperkuat portofolio Toyota di segmen kendaraan komersial, terutama bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan karakter tangguh untuk mendukung aktivitas bisnis maupun pekerjaan.

Di sisi lain, Toyota juga membawa pulang sejumlah penghargaan. Booth Toyota meraih Best Booth kategori lebih dari 2.000 meter persegi, sementara bZ4X Touring mendapatkan penghargaan Favorite Passenger Car Crossover.

Capaian GIIAS 2026 akhirnya menjadi gambaran menarik mengenai arah pasar otomotif Indonesia. Ketika kendaraan hybrid dan listrik semakin diterima, Toyota berhasil mempertahankan pilihan mobilitas yang beragam, mulai dari MPV keluarga, SUV, hingga kendaraan komersial.

Dengan 6.175 SPK dan kontribusi xEV sebesar 56 persen, Toyota menutup GIIAS 2026 dengan sinyal kuat bahwa elektrifikasi kini bukan lagi sekadar alternatif, tetapi mulai menjadi bagian penting dari pilihan konsumen Indonesia.

OMODA O4 Bawa AI Cockpit, Kabin Mobil Pintar Belajar Kebiasaan Pemilik

Perkembangan teknologi mobil mulai bergerak melampaui urusan performa dan fitur keselamatan. OMODA O4 membawa pendekatan berbeda melalui AI Cockpit, sistem kecerdasan buatan yang dirancang bukan hanya untuk menerima perintah, tetapi juga mempelajari kebiasaan dan preferensi penggunanya.

Teknologi tersebut menjadi salah satu daya tarik OMODA O4 setelah tampil di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. OMODA & JAECOO mengembangkan AI Cockpit sebagai bagian dari strategi intelligent technology, dengan dukungan Large Language Model (LLM) ByteDance Seed.

Yang membuatnya menarik, sistem ini dibangun agar pengalaman di dalam mobil terasa semakin personal. OMODA & JAECOO membekali AI Cockpit dengan 10 AI Agent yang dapat bekerja secara terkoordinasi dan mendukung interaksi dalam lima bahasa.

Artinya, kabin OMODA O4 tidak lagi sekadar menjadi ruang untuk mengoperasikan AC, audio atau navigasi. Sistemnya dirancang untuk memahami konteks perjalanan sekaligus menyesuaikan respons berdasarkan kebiasaan pengguna.

Mobil yang Mulai Mengenal Pemiliknya

Salah satu kemampuan paling menarik adalah scenario memory. Teknologi ini memungkinkan AI Cockpit mengenali pola berdasarkan waktu, lokasi dan situasi tertentu.

Misalnya, pengguna rutin berolahraga setiap akhir pekan bersama dua penumpang. Sistem dapat mengenali pola tersebut dan mengarahkan navigasi menuju lokasi olahraga. Setelah kembali ke mobil, sistem dapat menyesuaikan AC agar tidak langsung mengarah ke tubuh, meningkatkan ventilasi kursi dan mengaktifkan pemurni udara dengan intensitas lebih tinggi.

Konsep tersebut membuat personalisasi tidak berhenti pada pengaturan profil. Mobil mulai mengambil peran sebagai asisten yang memahami konteks.

Pengoperasian berbagai fitur juga dapat dilakukan melalui satu perintah suara. Pengguna bisa meminta sistem menutup jendela, menyalakan AC, mengaktifkan ventilasi kursi, memutar musik dan mengatur ambient lighting secara bersamaan.

Navigasi pun dibuat lebih natural. Pengguna dapat menyebut lokasi berdasarkan deskripsi umum atau landmark, kemudian meminta sistem membuat rute dengan beberapa tujuan sekaligus sambil mempertimbangkan kondisi lalu lintas secara real-time.

Bukan Cuma Pintar, Tapi Juga Personal

OMODA & JAECOO mencoba membawa unsur emosional ke dalam AI Cockpit. Ketika terjebak kemacetan, teknologi AI voiceprint cloning dapat digunakan untuk memutar pesan yang direkam keluarga atau teman.

Ada pula AI-generated pet pada layar tengah yang dapat merespons sentuhan dengan gerakan seperti berkedip dan berguling. Fitur sederhana ini menjadi cara OMODA O4 menghadirkan pengalaman kabin yang lebih interaktif.

Personalisasi semakin luas melalui nickname untuk sistem, pembuatan AI wallpaper secara real-time berdasarkan kata kunci, rekomendasi playlist, berita dan skor olahraga hingga permainan kuis berbasis suara.

Seluruh kemampuan tersebut dibangun melalui empat pilar, yakni Better Intent Understanding, Better Understanding of User Habits, Better Understanding of Emotions, dan Better Understanding of Trends.

Menuju Mobil sebagai AI Life Companion

OMODA O4 menjadi bagian dari visi “The First AI Car for Everyone” yang dikembangkan OMODA & JAECOO melalui konsep Cyber Verse.

Pengembangan teknologi ini juga diarahkan menuju roadmap yang lebih panjang, dari AI Interactive Cockpit, Globally Intelligent Cockpit hingga AI Life Companion Cockpit.

Menariknya, langkah tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi elektrifikasi dan intelligent driving. OMODA & JAECOO saat ini mengembangkan kendaraan PHEV, HEV dan BEV sekaligus teknologi intelligent driving.

Dengan kehadiran AI Cockpit, OMODA O4 memperlihatkan bahwa persaingan mobil masa depan tidak lagi hanya soal siapa yang paling bertenaga atau paling irit. Mobil juga mulai dituntut mampu memahami siapa yang mengendarainya.

Mitsubishi Raih 3.212 SPK di GIIAS 2026, New Xforce HEV Banyak Peminat

Mitsubishi Motors menutup GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan catatan positif. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berhasil mengumpulkan 3.212 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sepanjang pameran yang digelar di ICE BSD City, Tangerang ini.

Capaian ini bahkan melampaui target penjualan yang ditetapkan MMKSI untuk GIIAS tahun ini. Meski begitu, ada hal yang menarik, yakni semakin lengkapnya pilihan Mitsubishi Motors untuk konsumen Indonesia.

Mulai dari kendaraan keluarga hingga SUV dan teknologi elektrifikasi, portofolio Mitsubishi kini memasuki fase baru. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Mitsubishi New Xforce HEV, kendaraan elektrifikasi pertama Mitsubishi Motors di Indonesia.

Tidak hanya mencatat respons positif selama GIIAS, New Xforce berhasil membukukan lebih dari 1.000 unit penjualan secara nasional. Angka ini dicapai sejak SUV urban ini diperkenalkan pada 16 Juli hingga penutupan GIIAS pada 9 Agustus 2026 lalu.

New Xforce HEV Buka Babak Elektrifikasi

New Xforce HEV menjadi pusat perhatian Mitsubishi di GIIAS 2026. Mengusung konsep “Elevated Urban SUV”, model ini dirancang untuk kebutuhan konsumen perkotaan yang membutuhkan kendaraan nyaman, praktis sekaligus efisien.

Teknologi HEV generasi kedua Mitsubishi Motors dengan konsep “Elevated by Electric” membuat karakter berkendara New Xforce HEV terasa berbeda. Motor listrik mengambil peran penting dalam menghasilkan respons yang lebih halus, senyap dan responsif, sementara sistem hybrid tetap menawarkan fleksibilitas penggunaan seperti kendaraan bermesin pembakaran internal.

Kemampuan tersebut juga diperlihatkan melalui Single Tank Challenge bersama pembalap Rifat Sungkar. Dalam pengujian tersebut, New Xforce HEV berhasil menempuh perjalanan lebih dari 1.000 kilometer dari Jakarta menuju Bali dalam satu tangki bahan bakar.

Bagi Mitsubishi, pencapaian itu menjadi pembuktian bahwa teknologi hybrid bukan sekadar tren, tetapi dapat memberikan manfaat nyata untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari maupun jarak jauh.

Destinator Tetap Jadi Andalan SUV Keluarga

Di sisi lain, Mitsubishi Destinator terus memperkuat posisinya sebagai SUV keluarga premium. Memasuki tahun kedua sejak diperkenalkan di Indonesia pada 2025, model ini tetap menjadi bagian penting dari portofolio Mitsubishi di pasar domestik.

Destinator menawarkan kombinasi ruang kabin, kenyamanan, performa dan karakter SUV yang menjadi salah satu kekuatan Mitsubishi. Model ini juga diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor.

Kehadiran Destinator bersama New Xforce HEV menunjukkan strategi Mitsubishi yang tidak hanya mengandalkan satu jenis kendaraan. Konsumen diberikan pilihan berdasarkan kebutuhan, mulai dari SUV keluarga hingga SUV urban dengan teknologi hybrid.

Bukan Sekadar Mengejar SPK

Selama GIIAS 2026, MMKSI membawa 16 unit display dan enam kendaraan test drive. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat sekaligus merasakan langsung berbagai produk Mitsubishi.

Bagi MMKSI, GIIAS menjadi ruang penting untuk membangun interaksi dengan konsumen, komunitas dan media, bukan hanya mengejar transaksi.

Dengan 3.212 SPK, lebih dari 1.000 unit penjualan New Xforce sejak peluncuran, serta kehadiran teknologi HEV untuk pertama kalinya, GIIAS 2026 menjadi momentum penting bagi Mitsubishi Motors.

 

SPK Daihatsu di GIIAS 2026

SPK Daihatsu di GIIAS 2026 Capai 591 Unit

SPK Daihatsu di GIIAS capai 591 unit. Raihan tersebut didominasi oleh 3 model utama, yaitu Daihatsu Sigra, GranMax Van dan GranMax Pick Up.

Selama ajang GIIAS 2026 pengunjung banyak yang mempercayakan pilihannya kepada Daihatsu. Hal ini tercermin dari kenaikan penjualan Daihatsu dibandingkan tahun lalu dengan membukukan total 591 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) yang didominasi oleh 3 model utama seperti, Sigra sebanyak 122 unit atau berkontribusi sekitar 21%; Gran Max Van 102 unit (17%); dan Gran Max Pick Up 84 unit (14%); disusul model lainnya seperti Terios, Ayla, Xenia, Rocky, Luxio, dan Sirion dengan total 283 unit (48%).

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pengunjung GIIAS 2026 yang telah memilih Daihatsu sebagai sahabat mobilitasnya. Kombinasi capaian penjualan Daihatsu antara mobil penumpang dan komersial ini menunjukkan bahwa kendaraan Daihatsu terus relevan dalam memenuhi beragam kebutuhan, mulai dari mobilitas keluarga hingga mendukung aktivitas usaha,” ujar Budi Setiawan, Chief Operation Officer PT Astra International Tbk. Daihatsu Sales Operation.

Raih Beberapa Penghargaan

SPK Daihatsu di GIIAS 2026

Selain SPK Daihatsu di GIIAS 2026 yang positif, Daihatsu juga mendapat beberapa penghargaan selama event berlangsung.

Pertama penghargaan special concept car pada Daihatsu K-Vision. Mobil konsep berjenis Kei Car yang menerapkan teknologi hibrida melalui e-SMART HYBRID ini memberikan pengalaman berkendara dengan basis motor listrik tanpa perlu melakukan pengisian daya, dan dapat menyediakan daya listrik untuk perangkat eksternal yang praktis digunakan sehari-hari.

Selanjutnya penghargaan sebagai Favorite Booth Passenger. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap booth Daihatsu dalam menghadirkan beragam program interaktif, suasana yang nyaman, ramah keluarga, dan menyenangkan bagi seluruh pengunjung baik bersama Sahabat maupun keluarga.

Tak hanya itu, pada fasilitas khusus di booth Daihatsu seperti Press Room untuk media juga mendapat apresiasi sebanyak tiga penghargaan, yaitu Most Favourite Media Room, Most Comfortable Media Room, dan Most Innovative Media Room.

Ketiga penghargaan ini menjadi motivasi Daihatsu untuk dapat terus mendukung produktivitas dan kenyamanan rekan media menjalankan aktivitas jurnalistik selama pameran.

Kia Carens Raih Gelar MPV Favorit GIIAS 2026, DNA Keluarga Makin Kuat

 

Kia The all-new Carens membuktikan bahwa formula MPV keluarga masih memiliki daya tarik kuat di tengah maraknya SUV dan kendaraan listrik. Berkat kombinasi kenyamanan, fleksibilitas kabin dan teknologi, The all-new Carens meraih penghargaan “Favorite Passenger Car MPV” pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Penghargaan ini menjadi catatan penting bagi Kia Sales Indonesia. Sepanjang 11 hari pameran, Carens termasuk salah satu model Kia yang banyak mendapat perhatian pengunjung. Hal ini terlihat dari aktivitas test drive maupun pemesanan kendaraan.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi yang sangat berarti bagi kami. The all-new Carens dikembangkan sebagai MPV keluarga yang mampu menghadirkan kenyamanan, fleksibilitas, serta teknologi yang relevan untuk kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Welly Nugroho, VP Commercial Kia Sales Indonesia.

Bukan Sekadar MPV Tiga Baris

Kia menawarkan pilihan konfigurasi 6-seater dan 7-seater, sehingga konsumen leluasa menentukan konfigurasi kabin sesuai kebutuhan. Akses menuju baris ketiga juga dibuat lebih praktis melalui Electric One Touch Tumble Seat.

Untuk menjaga kenyamanan penumpang, sistem ventilasi AC tersedia hingga baris ketiga. Sistem hiburan turut diperkuat Bose 8-Speaker Premium Sound System. Sementara ragam ruang penyimpanan, cup holder dan USB charging ports tersedia di seluruh kabin.

Kombinasi ini membuat Carens tidak hanya mengandalkan kapasitas penumpang. Kia mencoba memberikan kenyamanan keluarga di setiap perjalanan, termasuk ketika seluruh kursi digunakan.

Teknologi Keselamatan Jadi Nilai Tambah

Di balik karakter praktisnya, Carens juga membawa rangkaian teknologi keselamatan modern.

Sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) mencakup Forward Collision Avoidance Assist, Lane Keeping Assist, Lane Follow Assist dan Smart Cruise Control with Stop & Go.

Kia juga membekali Carens dengan Surround View Monitor dan Blind Spot View Monitor untuk membantu sisi visibilitas lebih luas ketika bermanuver. Perlindungan penumpang diperkuat enam airbags serta berbagai fitur keselamatan aktif lainnya.

Era ICE Menuju Era EV

Menariknya, Kia tidak berhenti pada Carens bermesin pembakaran internal. Ajang GIIAS 2026 sekaligus menjadi panggung bagi Carens EV, yang membawa DNA Carens ke era elektrifikasi.

Carens EV tetap mempertahankan karakter utama Carens, namun dikemas dalam format kendaraan listrik. Langkah ini menjadi semakin menarik karena Carens EV dipersiapkan memasuki tahap produksi lokal mulai November 2026.

Penghargaan yang diraih The all-new Carens di GIIAS 2026 bukan hanya menjadi pengakuan terhadap sebuah MPV keluarga. Lebih jauh, Kia terus menjaga DNA Carens sekaligus mempersiapkannya menghadapi perubahan besar industri otomotif.

Carens tetap menjadi mobil keluarga, tetapi kini Kia siap membawanya menuju era elektrifikasi.

Aira EV Jadi Mesin Penjualan Wuling di GIIAS 2026, Raup 2.238 SPK

Wuling Motors menutup GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan catatan impresif. Dari total 3.290 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama pameran, Wuling Aira EV menjadi penyumbang terbesar dengan 2.238 unit.

Pencapaian ini sekaligus menunjukkan betapa cepatnya Aira EV menarik perhatian konsumen. Baru diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026, langsung menyumbang sekitar 68 persen dari total SPK Wuling sepanjang pameran.

Dari 2.238 unit tersebut, sebanyak 165 unit merupakan Aira EV Standard Range. Sementara 2.073 unit lainnya Aira EV Long Range. Komposisi ini memperlihatkan bahwa konsumen lebih banyak memilih varian dengan kemampuan jelajah lebih jauh.

Di belakang Aira EV, Wuling mencatat Darion EV dengan 517 SPK dan Eksion EV sebanyak 179 SPK. Ketiga model ini membuktikan  kuatnya porsi kendaraan elektrifikasi dalam penjualan Wuling di GIIAS tahun ini.

Test Drive Aira EV Juga Paling Ramai

Daya tarik Aira EV tidak hanya terlihat dari angka pemesanan. Area test drive Wuling juga menjadi bukti bahwa konsumen ingin merasakan langsung mobil listrik mungil tersebut.

Dari total 2.203 aktivitas test drive, Aira EV mencatat 1.648 pengujian. Angka tersebut jauh mengungguli Darion EV dengan 242 kali, Eksion EV 156 kali, Eksion PHEV 95 kali, dan Darion PHEV sebanyak 62 kali.

Dominasi ini sukses meraih penghargaan Most Driven EV Passenger untuk Aira EV sebagai kendaraan listrik penumpang yang paling banyak dicoba pengunjung GIIAS 2026.

Bagi Wuling, tingginya aktivitas test drive menjadi indikator penting karena karakter city car listrik lebih mudah dipahami ketika konsumen merasakan langsung kelincahan, dimensi kompak dan respons motor listriknya.

Dua Varian, Jarak Tempuh Berbeda

Wuling memperkenalkan Aira EV dengan dua pilihan varian. Standard Range menawarkan jarak tempuh hingga 205 kilometer, sedangkan Long Range 301-kilometer berdasarkan standar CLTC.

Keduanya dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan dengan desain kompak, teknologi modern dan kemudahan penggunaan.

Menariknya, sebanyak 147 unit Aira EV Long Range langsung diserahterimakan kepada konsumen melalui program Deal n Drive selama GIIAS 2026. Artinya, sebagian konsumen tidak hanya melakukan pemesanan, namun siap membawa pulang mobil listrik ini dari arena pameran.

Wuling Pulang Bawa Dua Penghargaan

Selain pencapaian penjualan, Wuling juga membawa pulang dua penghargaan dari GIIAS 2026.

Aira EV meraih Most Driven EV Passenger, sementara booth Wuling mendapatkan gelar Best Collaboration Passenger Booth berkat kolaborasinya dengan Disney and Pixar’s Toy Story 5.

Dengan 3.290 SPK, 2.203 aktivitas test drive dan dominasi Aira EV dalam keduanya, GIIAS 2026 menjadi panggung penting bagi Wuling. Wuling berhasil menunjukkan bahwa city car EV masih memiliki ruang besar di pasar Indonesia, terutama jika ditawarkan dengan kebutuhan fitur yang sesuai kebutuhan mobilitas harian.

GIIAS 2026 Ditutup dengan 496 Ribu Pengunjung, 37 Mobil Baru Jadi Magnet Utama

GIIAS 2026 Ditutup dengan 496 Ribu Pengunjung, 37 Mobil Baru Jadi Magnet Utama

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi berakhir pada Minggu, (9/8). Selama 11 hari penyelenggaraan di ICE BSD City, pameran otomotif terbesar di Indonesia ini mampu memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perkembangan industri otomotif.

Data GAIKINDO menunjukkan, 496.378 pengunjung datang langsung ke GIIAS 2026. Menariknya, rata-rata pengunjung menghabiskan waktu sekitar lima jam untuk menjelajahi seluruh area pameran.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa GIIAS semakin berkembang sebagai destinasi otomotif, bukan sekadar tempat melihat kendaraan baru. Kehadiran puluhan merek, peluncuran produk terbaru hingga berbagai aktivitas interaktif membuat pengunjung memiliki keinginan berlama-lama di area pameran.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyebut peningkatan waktu kunjungan menjadi salah satu catatan menarik pada GIIAS tahun ini.

Faktor utamanya adalah semakin banyaknya pilihan merek serta hadirnya 37 kendaraan baru yang diperkenalkan selama pameran.

65 Merek dan 37 Kendaraan Baru

GIIAS 2026 menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dengan kehadiran lebih dari 65 merek otomotif dunia. Jumlah tersebut terdiri atas 43 merek kendaraan penumpang, tujuh merek kendaraan niaga, 13 merek sepeda motor dan lima perusahaan karoseri.

Tidak berhenti di kendaraan, lebih dari 150 merek industri pendukung juga ikut meramaikan pameran.

Bagi konsumen, komposisi tersebut membuat GIIAS 2026 menjadi salah satu momentum paling menarik untuk melihat arah perkembangan kendaraan di Indonesia. Mobil listrik, hybrid, plug-in hybrid, SUV, MPV hingga kendaraan konvensional hadir bersamaan dengan berbagai teknologi keselamatan dan konektivitas terbaru.

Namun, daya tarik kendaraan baru tidak hanya terlihat dari keramaian booth.

Test Drive Naik 30 Persen

Salah satu indikator paling menarik justru datang dari area test drive. Sepanjang pameran, GIIAS 2026 mencatat lebih dari 26.000 trip test drive, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut memperlihatkan perubahan perilaku konsumen. Pengunjung tidak lagi puas hanya melihat desain atau membaca spesifikasi kendaraan. Mereka semakin ingin merasakan langsung performa, kenyamanan, fitur dan teknologi yang ditawarkan.

Bagi industri otomotif, aktivitas test drive juga memiliki arti penting karena menjadi salah satu tahap ketika calon konsumen mulai membandingkan kendaraan sebelum mengambil keputusan pembelian.

Dengan hampir setengah juta pengunjung dan puluhan produk baru, GIIAS 2026 akhirnya meninggalkan catatan positif bagi industri otomotif nasional.

GIIAS Berlanjut ke Empat Kota

Berakhirnya GIIAS di BSD City bukan berarti rangkaian pameran selesai. GAIKINDO masih akan membawa GIIAS The Series 2026 ke sejumlah kota.

GIIAS Surabaya akan berlangsung pada 26–30 Agustus 2026, dilanjutkan GIIAS Bandung pada 9–13 September, GIIAS Semarang pada 30 September–4 Oktober, dan GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026.

Menariknya, GAIKINDO juga menyiapkan kota baru untuk awal 2027. GIIAS Bali dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur.

Dengan catatan 496.378 pengunjung, 37 kendaraan baru dan lebih dari 26.000 aktivitas test drive, GIIAS 2026 membuktikan bahwa rasa penasaran masyarakat terhadap mobil baru dan teknologi otomotif masih sangat tinggi.

Bagi industri, angka tersebut menjadi sinyal penting bahwa pameran otomotif tetap memiliki peran besar dalam mempertemukan produk baru dengan calon konsumen sekaligus menjaga denyut pasar kendaraan bermotor Indonesia.

JETOUR Sabet Tiga Penghargaan Lewat T2 i-DM dan T1 i-DM

JETOUR menutup keikutsertaannya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan torehan positif. Dua model andalannya, JETOUR T2 i-DM dan JETOUR T1 i-DM, sukses meraih tiga penghargaan sekaligus.

JETOUR T2 i-DM meraih predikat New Launch SUV pilihan media sekaligus Most Driven Hybrid Passenger Car. Sementara JETOUR T1 i-DM berkelir ungu yang tampil dengan konsep modifikasi menyabet penghargaan Special Exhibit Car.

Tiga penghargaan ini membuktikan bahwa SUV JETOUR mulai mendapat perhatian masyarakat. Tidak hanya dari sisi desain, namun juga teknologi elektrifikasi dan karakter petualangannya.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menilai apresiasi ini suatu validasi terhadap strategi JETOUR terhadap selera konsumen Indonesia.

“Pengakuan yang diberikan kepada JETOUR T2 i-DM dan JETOUR T1 i-DM ini menjadi validasi bahwa kombinasi desain, teknologi i-DM, serta karakter adventure yang kami tawarkan mampu menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi dari media maupun pengunjung GIIAS,” ujarnya.

T2 i-DM Banyak Diuji Pengunjung

Dua penghargaan yang diraih JETOUR T2 i-DM menjadi sorotan tersendiri. SUV Adventure PHEV ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik melalui teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM).

Kehadiran T2 i-DM juga memperpanjang kiprah keluarga JETOUR T2 di pasar global. Hingga Mei 2026, keluarga JETOUR T-Series telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 700.000 unit. Sementara T2 sendiri diklaim telah menembus penjualan lebih dari 500.000 unit secara global dalam waktu 33 bulan.

Di Indonesia, T2 i-DM ditawarkan dalam lima pilihan warna, yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Gray, dan Electroplated Green. Dua warna terakhir menjadi pilihan eksklusif yang memperkuat kesan modern dan premium.

Dengan teknologi plug-in hybrid serta karakter SUV yang kuat, JETOUR T2 i-DM dipasarkan dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta.

T1 i-DM Tampil Personal

JETOUR T1 i-DM justru mengambil perhatian melalui pendekatan yang lebih personal. Unit warna ungu dengan paduan aksesoris luar ruang hingga Venom V3N membuat tampilannya jauh lebih agresif.

Konsep ini membuat T1 i-DM tidak sekadar menjadi kendaraan perkotaan semata. Aura SUV Urban Adventure ini dapat pula disesuaikan dengan karakter dan aktivitas pemiliknya.

Selama GIIAS 2026, JETOUR menawarkan T1 dengan harga eksklusif Rp388 juta OTR Jakarta, sedangkan T1 i-DM dipasarkan Rp538 juta OTR Jakarta.

Bagi JETOUR, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian di pameran, tetapi modal untuk melanjutkan ekspansi dan memperkuat identitasnya sebagai merek SUV yang menawarkan pengalaman berkendara lebih dari sekadar mobilitas harian.

Mobil Baru Irit BBM Bikin Penasaran, Suzuki XL7 Hybrid Bisa Diandalkan

Di tengah membanjirnya kendaraan listrik dan hybrid, urusan efisiensi bahan bakar tetap menjadi pertimbangan penting bagi konsumen Indonesia. Terlebih harga bahan bakar fosil yang makin melambung, membuat konsumen harus pandai memilih mobil harian yang sesuai.

Salah satu mobil yang mencuri perhatian justru datang dari segmen SUV keluarga, yakni Suzuki New XL7 Hybrid. Model terbaru ini menawarkan kombinasi kapasitas tiga baris, karakter SUV, teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), serta harga di rentang realistis untuk keluarga Indonesia.

Suzuki memasarkan New XL7 Hybrid dengan rentang harga sekitar Rp274,3 juta hingga Rp329 juta OTR Jakarta, tergantung varian. Model ini hadir sebagai salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang ingin mobil keluarga dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien tanpa harus beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

XL7 Hybrid Bukan Sekedar Label Hybrid

Daya tarik XL7 Hybrid terletak pada pendekatan yang cukup sederhana. Teknologi SHVS bekerja membantu mesin bensin melalui Integrated Starter Generator (ISG), terutama ketika kendaraan membutuhkan tambahan tenaga dan saat proses start-stop.

Artinya, konsumen tetap mendapatkan karakter mobil konvensional yang mudah digunakan, tetapi dengan dukungan teknologi elektrifikasi untuk membantu efisiensi.

Posisinya menjadi menarik karena kebutuhan keluarga Indonesia tidak selalu identik dengan mobil listrik. Banyak konsumen masih membutuhkan kendaraan yang mudah digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota, tanpa harus memikirkan pengisian baterai.

Pesaingnya Mulai Semakin Banyak

Pilihan mobil efisien di GIIAS 2026 semakin beragam. Mitsubishi New Xforce HEV, misalnya, hadir dengan mesin 1.6-liter dan motor listrik. Konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 24,4 km/l, sementara MMKSI menargetkan total penjualan Xforce model ICE dan HEV mencapai sekitar 1.000 unit per bulan.

Di kelas berbeda, DFSK E5 Plus menawarkan teknologi PHEV dengan combined range hingga 1.400 kilometer. Model ini menjadi salah satu kejutan GIIAS 2026 dengan 380 SPK selama pameran, dari total 625 SPK DFSK. Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa konsumen mulai terbuka terhadap PHEV.

Sementara itu, Toyota Veloz Hybrid EV tetap menjadi salah satu MPV hybrid yang relevan. Sebelum GIIAS 2026, model ini bahkan mencatat permintaan sekitar 800–1.000 unit per bulan menurut data Auto2000.

Hyundai juga mencatat Stargazer Cartenz dan Stargazer Cartenz X sebagai kontributor pemesanan tertinggi selama GIIAS 2026, meski rincian angka SPK per model belum dipublikasikan secara lengkap.

XL7 Hybrid Jadi Pilihan yang Lebih Masuk Akal?

Jika ukurannya bukan sekadar teknologi, tetapi kombinasi harga, kapasitas kabin, fleksibilitas perjalanan, efisiensi dan kemudahan penggunaan, Suzuki New XL7 Hybrid punya posisi yang kuat.

Konsumen tidak harus membayar mahal untuk mendapatkan teknologi elektrifikasi. Tidak perlu pula mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.

Itulah yang membuat XL7 Hybrid menarik. Ketika pilihan mobil irit semakin banyak, konsumen justru memiliki persoalan baru: memilih teknologi yang paling sesuai kebutuhan.

Dan untuk keluarga yang membutuhkan mobil tujuh penumpang, efisien digunakan setiap hari, tetapi tetap siap diajak perjalanan jauh, Suzuki New XL7 Hybrid menjadi salah satu pilihan yang paling rasional.

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, Raih 380 SPK!

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, PHEV Mulai Dilirik Konsumen Indonesia

DFSK E5 Plus menjadi salah satu magnet perhatian pengunjung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Bukan hanya ramai dilihat, SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini juga menjadi model yang paling banyak dicoba pengunjung melalui fasilitas test drive DFSK.

Hingga menjelang penutupan GIIAS 2026 di ICE BSD City, PT Sokonindo Automobile mencatat lebih dari 10.000 pengunjung menyambangi booth DFSK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 625 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berhasil dikumpulkan.

DFSK E5 Plus menyumbang 380 SPK, disusul SERES E1 sebanyak 125 SPK dan Gelora E dengan 120 SPK. Namun, daya tarik E5 Plus terlihat lebih jelas dari aktivitas test drive.

Sepanjang pameran, DFSK mencatat lebih dari 700 aktivitas test drive. Menariknya, 427 di antaranya menggunakan E5 Plus. Artinya, lebih dari separuh pengunjung yang mencoba kendaraan DFSK memilih merasakan langsung SUV PHEV tersebut.

Angka ini memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap E5 Plus tidak berhenti pada desain atau tampilan di booth. Konsumen mulai ingin mengetahui seperti apa sensasi berkendara kendaraan PHEV sekaligus memahami teknologi elektrifikasi yang ditawarkannya.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat kendaraan, tetapi juga ingin mencoba dan merasakan langsung teknologi PHEV yang kami hadirkan,” ujar Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile.

PHEV Jadi Jalan Tengah Kendaraan Elektrifikasi

DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle. Model ini mengandalkan teknologi Smart Power System DE-i yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin pembakaran internal.

Salah satu daya tarik utamanya adalah klaim combined range hingga 1.400 kilometer. Karakter tersebut menjadi nilai penting bagi konsumen yang ingin mendapatkan pengalaman berkendara elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas saat melakukan perjalanan jauh.

Kehadiran E5 Plus sekaligus menunjukkan bahwa pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai bergerak lebih beragam. Konsumen tidak lagi hanya dihadapkan pada pilihan mesin bensin atau mobil listrik murni, tetapi juga teknologi PHEV yang menawarkan karakter berbeda.

Meski demikian, DFSK menyadari penerimaan PHEV membutuhkan proses. Teknologi ini masih relatif baru bagi sebagian konsumen Indonesia sehingga pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman pasar.

Diproduksi Lokal di Cikande

Menariknya, DFSK E5 Plus bukan sekadar produk elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia. SUV ini diproduksi secara massal di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Banten, yang telah menerapkan standar Industry 4.0.

Produksi lokal tersebut memperkuat posisi DFSK dalam membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Dengan basis manufaktur domestik, E5 Plus sekaligus menjadi bagian dari langkah DFSK mengikuti perubahan kebutuhan pasar otomotif Indonesia.

GIIAS 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung peluncuran dan pameran bagi E5 Plus. Tingginya angka test drive menunjukkan satu hal: konsumen Indonesia mulai membuka ruang lebih besar untuk teknologi PHEV, dan DFSK E5 Plus berhasil mencuri perhatian di momentum tersebut.

Bukan Gaya, Ini Filosofi Boxy Adventure Design JETOUR T2 i-DM

Desain boxy pada sebuah SUV sering kali hanya dianggap sebagai bahasa visual untuk memperkuat kesan tangguh. Namun, JETOUR mencoba membawa filosofi tersebut lebih jauh melalui JETOUR T2 i-DM.

SUV plug-in hybrid terbaru JETOUR ini mengusung konsep Boxy Adventure Design yang menjadi identitas keluarga T Series. Bentuk bodi yang tegak dan kokoh bukan hanya ditujukan untuk menciptakan tampilan yang mudah dikenali, tetapi juga diterjemahkan menjadi sejumlah fungsi yang mendukung aktivitas penggunanya.

Menurut JETOUR, setiap elemen pada T2 i-DM dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan perjalanan, mulai dari mobilitas harian di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh.

Siluet tersebut terlihat dari penerapan filosofi three-box body proportion. Garis atap dibuat lurus dan tegak, sementara garis horizontal dan elemen vertikal yang tegas memperkuat kesan stabil. Bahasa desain tersebut kemudian diterapkan secara konsisten pada sejumlah detail, termasuk lampu, kaca spion dan gagang pintu konvensional.

Hasilnya adalah SUV dengan karakter visual yang cukup kuat. Bahkan ketika hanya dilihat dari kejauhan, T2 i-DM memiliki identitas yang berbeda dibanding SUV dengan desain lebih membulat.

Menariknya, JETOUR juga menyisipkan unsur budaya dalam desain lampu depan dan belakang. Bentuknya terinspirasi filosofi lentera Tiongkok, dengan perpaduan garis vertikal dan horizontal yang dibuat futuristis.

Pilihan warna juga mengambil inspirasi dari alam dan gaya hidup adventure. JETOUR menyediakan warna Highway Gray, Carbon Crystal Black, Khaki White, Aviation Silver, dan Electroplated Green.

Tetapi bicara T2 i-DM tentu tidak cukup hanya membahas tampilan. Justru sisi fungsional menjadi bagian penting dari filosofi desainnya.

Untuk mendukung visibilitas ketika berkendara malam hari, SUV ini dilengkapi Matrix Auto Headlight, Intelligent High Beam, Follow Me Home, Welcome Light Animation, serta Foglight & Cornering Light.

JETOUR menyebut sistem pencahayaannya mampu menjangkau hingga 200 meter, dengan sebaran cahaya hingga 28 meter ketika high beam digunakan.

Bagi pengguna yang membawa banyak perlengkapan, konsep boxy juga memberikan keuntungan pada sisi kepraktisan. Heavy Duty Luggage Rack dapat menopang hingga 300 kg dalam kondisi statis, sementara kapasitas bagasi mencapai 1.494 liter ketika kursi baris kedua dilipat.

Dimensi bodinya juga cukup besar, dengan panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm dan tinggi 1.875 mm. Jarak sumbu roda mencapai 2.800 mm, sedangkan ground clearance berada di angka 210 mm.

Karakter adventure tersebut semakin terasa melalui Wading Radar yang dapat memantau kedalaman air hingga 700 mm. Sementara penggunaan 20-inch Highway Terrain Wheels dirancang untuk memberikan keseimbangan ketika SUV melintasi berbagai permukaan jalan.

Masuk ke kabin, pendekatan fungsional tadi dipadukan dengan nuansa premium. Panoramic skyroof berukuran 64 inci membuat ruang interior terasa lebih terbuka. Suasana kabin dapat disesuaikan melalui 64-color ambient light.

Pengemudi dan penumpang mendapatkan Ventilated Seat serta Memory Seat. Ada pula fitur 24-Hour Parking Air Conditioning, yang memungkinkan pendingin kabin tetap bekerja ketika kendaraan berhenti dan mesin dalam kondisi mati.

Sementara untuk mendukung kebutuhan hiburan dan konektivitas, JETOUR membekali T2 i-DM dengan Qualcomm Snapdragon 8155, sistem audio Sony Premium Audio 12 speaker, 50W Wireless Charger dan Bluetooth Call Noise Reduction.

Dengan pendekatan tersebut, JETOUR T2 i-DM memperlihatkan bahwa desain boxy tidak harus berhenti sebagai identitas visual. Proporsi bodi, ruang bagasi, kemampuan melewati genangan, pencahayaan hingga berbagai perangkat kenyamanan semuanya diarahkan untuk mendukung satu tujuan: membuat SUV lebih siap mengikuti gaya hidup penggunanya.

Di tengah semakin banyaknya SUV yang menawarkan desain agresif, pendekatan JETOUR T2 i-DM justru menarik karena mencoba menghubungkan gaya dengan fungsi. Sebuah SUV adventure bukan hanya harus terlihat siap menjelajah, tetapi juga harus mampu membuat perjalanan terasa lebih praktis dan nyaman.

Wuling Aira ev Raup 2.238 SPK Selama GIIAS 2026

Wuling menutup partisipasinya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, dengan pencapaian yang baik. Selama pameran GIIAS 2026, Wuling berhasil membukukan total 3.290 surat pemesanan kendaraan (SPK). Termasuk mencatatkan angka test drive sebanyak 2.203 kali. Di tengah pencapaian tersebut, Aira ev menjadi model yang mendapat respons kuat dari konsumen. Dengan kontribusi terbesar terhadap perolehan SPK sekaligus jumlah test drive tertinggi.

“Pencapaian yang kami raih menunjukkan respons positif konsumen terhadap lini kendaraan yang kami hadirkan. Khususnya Aira ev, yang secara resmi diperkenalkan dalam pameran ini. Kami berharap kehadiran Aira ev dapat semakin memberikan pilihan mobilitas listrik, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Kharismawan Awangga, Sales Director Wuling Motors.

Lebih Dari 3.000 SPK

Wuling Aira ev mendominasi perolehan SPK selama GIIAS 2026 dengan total 2.238 unit. Atau sebesar 68 persen dari total SPK Wuling selama pameran. Terdiri dari 165 unit Aira ev Standard Range dan 2.073 unit Aira ev Long Range. Model dengan perolehan SPK tertinggi berikutnya adalah Darion EV sebanyak 517 unit. Disusul Eksion EV sebanyak 179 unit. Pencapaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap city car EV terbaru Wuling.

Antusiasme pengunjung juga terlihat melalui area test drive yang dihadirkan Wuling selama GIIAS 2026. Dari total 2.203 aktivitas test drive, Aira ev menjadi model yang paling banyak dicoba dengan mencatat 1.648 pengujian. Disusul Darion EV sebanyak 242 kali, Eksion EV sebanyak 156 kali, Eksion PHEV sebanyak 95 kali, dan Darion PHEV sebanyak 62 kali. Tingginya jumlah test drive tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung, untuk merasakan secara langsung pengalaman berkendara produk elektrifikasi Wuling.

147 Unit Wuling Aira ev Langsung Dibawa

Wuling juga menghadirkan program Deal n Drive selama GIIAS 2026 yang memberikan pengalaman pembelian kendaraan secara langsung bagi konsumen. Melalui program tersebut, sebanyak 147 unit Aira ev Long Range berhasil diboyong konsumen sepanjang penyelenggaraan GIIAS 2026. Program ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen dengan memungkinkan kendaraan yang telah dipesan untuk langsung diterima, sehingga menjadikan momen pembelian kendaraan semakin spesial dan berkesan.

Aira ev diperkenalkan sebagai citycar EV terbaru Wuling yang memadukan empat karakter utama, yaitu Artistik, Inovatif, Ramah, dan Aman. Aira ev hadir dalam dua pilihan varian, yaitu Standard Range dengan jarak tempuh hingga 205 km (CLTC) dan Long Range dengan jarak tempuh hingga 301 km (CLTC). Kehadiran dua pilihan varian tersebut memberikan alternatif bagi konsumen untuk memilih Aira ev sesuai dengan kebutuhan mobilitas dan preferensinya.

“Pencapaian selama GIIAS 2026 menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi konsumen. Mulai dari respons positif terhadap Aira ev, tingginya partisipasi dalam test drive, hingga pengalaman Deal n Drive dan penghargaan yang kami terima, seluruhnya menjadi bagian dari perjalanan Wuling bersama masyarakat Indonesia. Kami akan terus menghadirkan produk, teknologi, dan layanan yang relevan dengan kebutuhan konsumen serta memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang semakin baik,” pungkas Kharismawan.

Test Drive Mitsubishi New Xforce HEV, Berikan Kenyamanan Lebih Adaptif

Seiring berjalannya waktu, sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) dituntut untuk terus mengakomodir kebutuhan penggunanya. Tak hanya harus praktis dikendarai, namun juga bisa menyuguhkan kualitas pengalaman berkendara. Mitsubishi menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan New Xforce HEV, yang menggunakan Hybrid Electric Vehicle generasi kedua Mitsubishi Motors.

Mitsubishi New Xforce HEV menjadi kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) pertama Mitsubishi di Indonesia. New Xforce HEV yang diproduksi di PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) ini, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan HEV, untuk pasar domestik maupun global.

Di sela-sela ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kami berkesempatan untuk kembali merasakan lebih dalam Mitsubishi New Xforce HEV. SUV ini merupakan cerminan komitmen PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dalam mendengarkan pelanggan, dan menghadirkan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Diferensiasi Teknologi dan Visual

Mitsubishi New Xforce HEV menghadirkan efisiensi, kenyamanan, dan performa yang lebih adaptif untuk kebutuhan mobilitas masa kini. Bahkan MMKSI menawarkan Premium Package yang berisikan penambahan fitur Dynamic Sound Yamaha Premium, power tailgate, power driver seat, smartphone wireless charger, ambient lighting, TPMS, dan sebagainya.

Selain teknologi elektrifikasi, New Xforce juga dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan dan bantuan berkendara. Sistem keselamatan aktif Mitsubishi Motors melalui fitur seperti Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC) with low-speed follow, Automatic High Beam (AHB), Leading Car Departure Notification (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Lane Change Assist (LCA), dan Multi Around Monitor (MAM).

New Xforce HEV memiliki identitas visual yang spesial Mulai dari 18-inch Unique HEV Wheel Design, Hybrid EV badge pada sisi kendaraan, HEV badge pada bagian depan dan belakang, front grille accent, rear combination lamp dengan aksen smoke, frameless panoramic roof, serta electric shifter. Dengan demikian, New Xforce HEV tidak hanya menawarkan diferensiasi teknologi dan visual.

Tujuh Mode Berkendara

Berbeda dari pendekatan hybrid yang lazimnya berfokus pada efisiensi bahan bakar saja, sistem HEV pada New Xforce dikembangkan untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih optimal. Teknologi ini tidak hanya bekerja untuk menekan konsumsi bahan bakar, tetapi juga menghadirkan karakter berkendara yang lebih halus, senyap, responsif dalam penggunaan nyata sehari-hari.

Mitsubishi New Xforce HEV mengusung mesin bensin empat silinder 4A92 DOHC MIVEC 1.6 liter yang dipadukan dengan motor listrik. Mesin bensinnya memiliki output 107 PS dan torsi 134 Nm, sedangkan motor listriknya bertenaga 116 PS dan torsi 255 Nm. Tersedia tujuh mode berkendara (Drive Mode), yaitu Normal, Wet, Gravel, Mud, serta tiga mode terbaru: Tarmac, EV Priority, dan Charge. 

Karakter EV dengan akselerasi linear menjadi salah satu nilai utama. Sebab output tersalur secara lebih natural dan mudah dikontrol. Motor listrik berperan sebagai penggerak utama dalam banyak kondisi berkendara, terutama saat mulai berjalan, melaju di kecepatan rendah, maupun di lalu lintas perkotaan.

Tidak Perlu Penyesuaian Kompleks

Di saat yang bersamaan, mesin bensin tetap bekerja secara cerdas untuk mendukung performa, maupun mengisi daya baterai. Bahkan mampu bekerja bersama motor listrik, saat kendaraan membutuhkan output lebih besar, seperti saat menanjak, menyusul kendaraan, atau melaju di kecepatan tinggi.

Sistem HEV bekerja secara otomatis dengan terus menganalisis kondisi jalan, kecepatan kendaraan, beban berkendara, serta daya baterai. Dengan cara ini, pengemudi tidak perlu melakukan penyesuaian kompleks. Sebab kendaraan akan mengatur sumber tenaga terbaik, guna menjaga keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan respons berkendara.

Dalam kondisi perkotaan atau saat lalu lintas padat, motor listrik dapat lebih dominan menggerakkan kendaraan. Sedangkan mesin bensin akan aktif secara otomatis, untuk mengisi baterai. Pada kondisi jalan menurun atau saat deselerasi, motor listrik berfungsi sebagai generator. Dengan mengubah energi pengereman menjadi energi listrik untuk disimpan kembali ke baterai.

Bisa Tembus Lebih 1.000 Km

Sedangkan saat menanjak atau membutuhkan akselerasi tambahan, mesin dan motor listrik dapat bekerja bersama. Guna menghasilkan tenaga yang lebih kuat dan responsif. Keunggulan penting dari sistem HEV generasi kedua ini, terletak pada kemampuannya menghadirkan Long EV Drive. Dengan penggunaan tenaga listrik yang lebih panjang dalam kondisi tertentu.

Dengan penggunaan motor listrik yang lebih dominan, kendaraan mampu menghadirkan perjalanan yang lebih senyap, minim getaran, dan lebih nyaman. Bagi konsumen, manfaat ini dapat dirasakan secara langsung, melalui kabin yang lebih tenang dan respons pedal gas yang halus.

Efisiensi bahan bakar juga menjadi faktor unggulan dari Mitsubishi New Xforce HEV. Dengan kapasitas tangki bahan bakar 42 liter, kendaraan ini mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer, dalam satu kali pengisian penuh. Peningkatan rasa berkendara yang kami rasakan lainnya ialah pada aspek peredaman guncangan. Kini terasa jauh lebih optimal dan nyaman, tanpa kompromi dengan pengendalian.

Semua keunggulan yang dimiliki Mitsubishi New Xforce HEV tadi dapat ditebus dengan harga Rp 445 juta (OTR Jabodetabek). Anda juga dapat memilih opsi Premium Package, tentu dengan biaya tambahan. SUV ini hadir dengan berbagai pilihan warna single tone maupun two-tone. Pilihan warna singletone mulai dari warna White Pearl, Blade Silver, Graphite Gray, dan Jet Black Mica. Sedangkan pilihan warna two-tone, tersedia hanya pada varian Premium. Dengan pilihan warna Energetic Yellow, White Pearl, Red, dan Blade Silver.

New Daihatsu Sigra Tampil Makin Sporty di GIIAS 2026

Daihatsu kembali memberikan penyegaran pada salah satu model yang punya peran penting di pasar mobil keluarga Indonesia. Di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, New Astra Daihatsu Sigra tampil dengan wajah yang lebih modern dan sporty, khususnya pada varian 1.2R.

Penyegaran ini menunjukkan bahwa mobil keluarga berstatus LCGC tidak harus tampil sederhana. New Sigra tetap mempertahankan formula yang membuatnya populer—kabin tujuh penumpang, dimensi kompak, pilihan mesin efisien, serta kemudahan penggunaan—namun kini dikemas dengan tampilan dan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna masa kini.

Perubahan paling mudah terlihat berada di bagian depan. Dark grille dengan aksen merah memberikan karakter yang lebih tegas, sementara smoked LED headlamp memperkuat kesan modern. Wajah baru tersebut membuat Sigra terasa lebih berani dibandingkan karakter sebelumnya.

Tampilan samping juga mendapat sentuhan baru. Varian 1.2R menggunakan velg alloy polished 14 inci yang dipadukan ban 175/65. Spion elektrik dengan LED turn signal turut memberikan nilai tambah dari sisi fungsional sekaligus memperkuat penampilan.

Beranjak ke belakang, aksen hitam pada area lampu belakang dan desain bumper baru memberikan kesan lebih dinamis. Kehadiran rear roof spoiler kemudian menjadi detail yang melengkapi karakter sporty New Sigra.

Masuk ke dalam kabin, nuansa serupa diteruskan melalui aksen merah pada dashboard dan door trim. Daihatsu juga membekali varian 1.2R dengan layar sentuh 7 inci yang mendukung konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay, sehingga kebutuhan hiburan dan akses informasi selama perjalanan menjadi lebih praktis.

Kenyamanan keluarga tetap menjadi prioritas. New Sigra menawarkan konfigurasi tujuh penumpang dengan ruang kabin yang dirancang fungsional, termasuk area bagasi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan perjalanan keluarga. Jok fabric dengan kombinasi warna hitam dan aksen merah turut memberikan atmosfer kabin yang lebih sporty.

Untuk membantu pengemudi saat parkir, tersedia rear parking sensor dan pada varian 1.2R juga terdapat rear parking camera. Dari sisi keselamatan, Sigra 1.2 X dan 1.2 R mendapatkan Dual SRS Airbag, sementara sistem ABS dan EBD tersedia pada varian bertransmisi otomatis.

Urusan tenaga mengandalkan dua pilihan mesin. Mesin 1.0 liter 1KR-VE menghasilkan 67 PS dan torsi 9,1 Nm, sedangkan mesin 1.2 liter 3NR-VE memiliki tenaga 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 108 Nm pada 4.200 rpm. Pilihan tersebut membuat konsumen dapat menyesuaikan karakter mobil dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Dari sisi harga, New Sigra saat ini dipasarkan mulai Rp144,2 juta OTR Jakarta. Varian 1.2R tersedia dalam pilihan manual maupun otomatis, masing-masing Rp169,2 juta dan Rp184 juta berdasarkan daftar harga resmi Daihatsu yang terbaru.

Kehadiran New Sigra di GIIAS 2026 pada akhirnya bukan sekadar soal perubahan tampilan. Daihatsu mencoba menjaga formula yang sudah dikenal konsumen sekaligus memberikan alasan baru untuk kembali melirik LCGC MPV tujuh penumpang ini.

Dengan desain yang lebih segar, konektivitas lebih lengkap, pilihan mesin 1.0 dan 1.2 liter, serta karakter praktis yang tetap dipertahankan, New Sigra masih menawarkan satu resep yang sulit diabaikan: mobil keluarga tujuh penumpang yang mudah digunakan, relatif terjangkau, dan kini tampil lebih modern.

Pilihan LMPV di GIIAS 2026, Suzuki New XL7 Layak Dilirik

GIIAS 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi mobil-mobil baru dengan teknologi terkini. Bagi pecinta keluarga, pameran otomotif terbesar ini juga menjadi kesempatan untuk melirik mobil yang menawarkan satu kebutuhan penting: kabin luas dan nyaman untuk perjalanan bersama keluarga.

Di kelas kendaraan tujuh penumpang, pilihan semakin beragam. Mulai dari Low MPV hingga SUV keluarga, konsumen dapat menemukan sejumlah model yang menawarkan konfigurasi kabin lapang, fleksibilitas tempat duduk, serta ruang bagasi yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu model yang menarik perhatian adalah Suzuki New XL7 Hybrid. Mobil ini menawarkan karakter SUV dengan konfigurasi tiga baris yang tetap mengutamakan kepraktisan. Posisi duduk yang cukup tinggi memberikan visibilitas baik bagi pengemudi, sementara konfigurasi bangku memungkinkan kabin disesuaikan ketika membawa penumpang maupun barang.

Menariknya, teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan mobil keluarga dengan teknologi elektrifikasi tanpa harus beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.

Dari sisi harga, Suzuki Indonesia mencantumkan New XL7 Alpha AT Hybrid sebesar Rp315,3 juta OTR Jakarta. Varian tertingginya, New XL7 Alpha AT Kuro Two Tone, berada di Rp321,3 juta. Sementara pilihan paling terjangkau New XL7 Hybrid adalah Beta MT dengan harga Rp292,9 juta. Harga tersebut merupakan daftar resmi Suzuki Indonesia per Juli 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Ragam Pilihan Model 7-seater

Meski begitu, Suzuki XL7 bukan satu-satunya pilihan. Beberapa brand raksasa besar juga memiliki line up 7-penumpang yang menarik. Salah satunya adalah Mitsubishi. Mitsubishi Xpander tetap menjadi salah satu alternatif kuat bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan penumpang. Karakter MPV-nya terasa dari pengaturan kabin yang praktis, akses keluar-masuk yang mudah, serta ruang penumpang yang dirancang untuk perjalanan keluarga. Harga Xpander saat ini berada di kisaran Rp274,5 juta hingga Rp348 juta OTR Jakarta, tergantung varian.

Pilihan lain datang dari Hyundai Stargazer Cartenz. Model ini menawarkan format MPV dengan kabin yang fleksibel dan pilihan captain seat pada varian tertentu. Di GIIAS 2026, harga Stargazer Cartenz dipatok mulai Rp241,4 juta untuk varian Trend MT, sementara varian Prime HSS mencapai Rp318 juta.

Sementara itu, Toyota Veloz menjadi opsi bagi keluarga yang menginginkan perpaduan desain modern, kabin tujuh penumpang, dan fitur kenyamanan yang cukup lengkap. Kehadiran Veloz Hybrid EV juga menambah pilihan bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi. Toyota bahkan menawarkan program khusus selama GIIAS 2026 untuk pembelian Veloz Hybrid EV.

Pada akhirnya, pilihan mobil keluarga tidak semata ditentukan oleh ukuran bodi. Kenyamanan baris kedua, akses ke baris ketiga, fleksibilitas bagasi, hingga biaya kepemilikan menjadi pertimbangan penting.

Dalam persaingan ini, Suzuki New XL7 Hybrid serius dalam menawarkan paket yang menarik: kabin tujuh penumpang, fitur premium, teknologi hybrid, dan harga yang masih kompetitif. Bagi Anda yang membutuhkan satu mobil untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan luar kota, Suzuki New XL7 Hybrid rasanya pantas masuk daftar pilihan.