Honda Super-ONE Siap Debut di GIIAS 2026

PT Honda Prospect Motor (HPM) dipastikan akan menghadirkan kejutan besar di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pabrikan asal Jepang tersebut mengonfirmasi bakal meluncurkan Honda Super-ONE, model terbaru dari lini Honda Electric yang sekaligus menjalani debut perdana di kawasan Asia Tenggara.

Peluncuran ini menjadi salah satu agenda paling dinantikan di GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus di ICE BSD City, Tangerang. Kehadiran Super-ONE juga mempertegas langkah Honda dalam memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di pasar Indonesia yang terus berkembang.

Berbeda dengan pendekatan banyak produsen yang hanya menonjolkan teknologi ramah lingkungan, Honda ingin mempertahankan identitas khas mereknya melalui Super-ONE. Mobil listrik ini dikembangkan dengan filosofi yang tetap mengedepankan sensasi fun to drive, karakter yang selama puluhan tahun melekat pada setiap produk Honda.

Menurut Honda, Super-ONE memadukan desain yang ekspresif, detail yang dirancang secara matang, serta performa yang mampu menghadirkan pengalaman berkendara emosional. Dengan kata lain, elektrifikasi bukan berarti menghilangkan karakter berkendara yang selama ini menjadi kekuatan utama Honda.

“Honda selama ini identik dengan kultur engineering, performa, dan komunitas yang menikmati mobil sebagai bagian dari gaya hidup dan identitas mereka. Honda Super-ONE yang akan kami tampilkan di GIIAS tahun ini adalah evolusi berikutnya dari kultur tersebut, membawa karakter khas setiap produk Honda yang fun to drive, sekaligus menegaskan posisi dan arah Honda di era elektrifikasi,” ujar Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor.

Usung Tema “Culture. Evolved.”

Pada penyelenggaraan GIIAS 2026, Honda mengangkat tema “Culture. Evolved.” yang menggambarkan evolusi budaya, teknologi, serta filosofi berkendara yang telah menjadi identitas merek tersebut selama bertahun-tahun.

Konsep tersebut tidak hanya diwujudkan melalui produk baru, tetapi juga tercermin pada desain booth Honda yang diklaim tampil berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pengunjung akan diajak merasakan pengalaman yang lebih interaktif sekaligus mengenal lebih dekat arah pengembangan kendaraan elektrifikasi Honda.

Honda Prelude Tampil Perdana dengan Aksesori Baru

Tak hanya Super-ONE, Honda juga menyiapkan sejumlah model unggulan lainnya untuk memikat pengunjung GIIAS 2026.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Honda Prelude, yang untuk pertama kalinya tampil di ajang pameran otomotif dengan paket aksesori terbaru. Kehadiran coupe legendaris tersebut diyakini akan menjadi magnet bagi para pecinta otomotif maupun penggemar setia Honda.

Selain menampilkan jajaran kendaraan terbaru, Honda juga menjanjikan berbagai aktivitas interaktif serta program penjualan menarik selama pameran berlangsung.

Perkuat Strategi Elektrifikasi di Indonesia

Debut Honda Super-ONE menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memegang peran penting dalam strategi elektrifikasi Honda di kawasan Asia Tenggara. Dengan memilih Indonesia sebagai lokasi peluncuran perdana regional, Honda menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional.

Jika melihat tren industri otomotif saat ini, kehadiran Super-ONE diperkirakan akan memperketat persaingan di segmen mobil listrik yang kini diisi berbagai merek global maupun pemain baru dari Tiongkok.

Seluruh lini produk terbaru Honda, termasuk Super-ONE dan Prelude, dapat disaksikan langsung di Booth Honda Hall 5C, ICE BSD City, selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Bagi konsumen yang ingin mengenal lebih dekat teknologi elektrifikasi Honda sekaligus menikmati berbagai promo menarik, booth Honda dipastikan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi selama pameran berlangsung.

Deepal S05 BEV & REEV, Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Deepal S05 BEV & REEV Jadi Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Rasa penasaran kami terhadap kendaraan elektrifikasi yang dihadirkan oleh Changan ke Indonesia yakni Deepal S05 pun terobati.

Changan Indonesia mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi berkendara dari compact SUV tersebut dalam sesi test drive dari Jakarta menuju kawasan Ciletuh pada 7-8 Juli 2026. Seperti apa sensasinya?

Interior Modern dan Mutakhir

Saat melihay sosok mobil ini, desainnya simple tapi enak dilihat. Ternyata Deepal S05 merupakan hasil garapan dari studio desain Changan di Turin, Italia. Desain sederhana yang bersih namun dinamis jadi daya tarik utama pada mobil ini. Tak menghebohkan dengan pernak pernik yang bikin sakit mata.

Detail sederhana yang mungkin luput dari perhatian adalah handle pintu tersembunyi. Bahkan logo merek yang menyala di pilar C tak sekadar elemen dekoratif, tapi berfungsi sebagai indikator tingkat pengisian daya baterai. Pengguna dapat mengetahui dengan cepat dan mudah, apakah daya baterai telah terisi sampai penuh atau belum.

Selain eksterior, yang menjadi perhatian utama konsumen dalam memilih mobil adalah tampilan interiornya.

Kabin Deepal S05 terlihat modern dengan layar sentuh berukuran 15,4 inci beresolusi 2.5K Ultra Clear sebagai pusat kendali utama fitur kendaraan maupun hiburan. Dengan layar HD, tampilan gambar dari fitur kamera 360 derajat pun terlihat lebih jelas. Layar pintar ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Sunflower Screen, sehingga dapat digeser hingga 15 derajat ke sisi pengemudi maupun penumpang depan. Jadi tampilan layar tidak silau oleh paparan cahaya matahari saat berkendara siang hari.

Berkat chip prosesor canggih Qualcomm 8155, kinerja sistem kendali fitur berkendara maupun multimedia menjadi lebih cepat dan responsif. Informasi berkendara juga dapat diakses melalui proyeksi layar Augmented Reality Head Up Display (AR-HUD) 50,4 inci. Panduan navigasi yang ditampilkan secara realtime terlihat lebih jelas serta tidak mengganggu konsentrasi berkendara. Tak kalah dari mobil mewah berharga miliaran.

Bagi pengguna ponsel pintar, pada konsol tengah terdapat sepasang charger nirkabel berdaya 50W. Jadi tak perlu repot mencolok kabel charger. Perjalanan pun terasa sangat menyenangkan berkat sistem audio premium dengan 14 speaker yang menghasilkan suara yang jernih.

Kenyamanan berkendara turut ditingkatkan melalui fitur pemanas, ventilasi, sandaran kaki, serta fungsi memory seat pada jok penumpang depan. Desain jok belakang pun ergonomis dengan posisi duduk yang cukup nyaman. Ruang kaki dan ruang kepala juga cukup leluasa, karena desain kabin mobil ini mengacu pada postur orang Eropa yang rerata bertubuh jangkung.

Ruang bagasi di balik jok belakang pada kedua varian standar volumenya 492 liter. Jika butuh ruang extra, jok belakang bisa dilipat untuk menambah volume ruang bagasi hingga mencapai 1.250 liter. Khusus varian BEV, di balik kap depan terdapat kompartemen bagasi tambahan bervolume 159 liter. Dengan ruang bagasi yang lebih besar, daya muat barang pada varian BEV RWD jelas lebih unggul dibandingkan versi REEV RWD.

Pilih BEV atau REEV?

Di Indonesia Deepal S05 tersedia dalam dua versi yakni BEV (Battery Electric Vehicle) dan REEV (Range Extended Electric Vehicle).

Untuk versi BEV energinya mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan jarak tempuh maksimum hingga 470 km (NEDC). Lebih kecil dari spek Eropa yang dibekali baterai berdaya 68,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 485 km. Berkat kemampuan pengisian daya cepat, hanya butuh sekira 15 menit untuk pengecasan dari 30% hingga 80% menggunakan SPKLU fast charger DC berdaya 200 kW. Jika kurang dari itu, maka waktunya pun akan sedikit lebih lama.

Satu motor listrik beroutput 200 kW dengan torsi puncak 290 Nm menggerakkan roda belakang (RWD). Saat kami mengendarai versi BEV, tarikan performa terasa responsif dengan akselerasi instan khas mobil listrik. Pada mode Eco, penyaluran tenaga terasa halus, dan suaranya sangat senyap.

Untuk versi REEV, baterainya berdaya 27,28 kWh. Namun versi ini dibekali dengan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai secara otomatis mengisi daya baterai saat terindikasi daya baterai hampir habis. Jadi Anda tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai dan repot mencari SPKLU.

Jika hanya mengandalkan daya baterai murni pada mode EV, jarak jelajah hanya sekira 170 km. Saat mesin difungsikan, dengan daya baterai terisi penuh dan tangki BBM berisi 45 liter bensin, sistem hybrid REEV tersebut mampu menghadirkan jarak jelajah hingga lebih dari 1.100 km. Wah, sangat ekonomis dan efisien. Melakukan perjalanan jauh jadi bebas dari rasa was-was dan khawatir.

Dalam mode EV, kendaraan ini juga mampu menempuh jarak hingga 170 km (NEDC). Dengan teknologi REEV, berkendara tetap senyap bagaikan mobil, karena suara mesin pada Deepal S05 REEV cukup halus.

Dari sisi performa, Deepal S05 REEV dibekali satu motor listrik penggerak roda belakang beroutput 160 kW dengan torsi 320 Nm. Dari segi akselerasi, tarikannya cukup responsif. Tak jauh beda dari versi BEV.

Untuk pengendaraan yang halus dengan konsumsi energi lebih efisien, pilih mode Eco. Jika butuh suplemen daya extra dan tarikan yang lebih bergairah serta responsif, pilih mode Sport. Hanya saja kecepatan maksimum dibatasi di angka 180 km. Sudah lebih dari cukup untuk berkendara di tol.

Soal pengendaraan, handling kemudi kedua versi Deepal S05 cukup jinak. Hanya saja terdapat perbedaan sensasi antara versi BEV dan REEV saat menjadi penumpang di jok belakang. Pada saat bermanuver di jalan tol, ayunan suspensi versi REEV cenderung terasa lebih keras dari versi BEV. Sehingga gejala body roll pada versi REEV sedikit lebih terasa dibanding pada versi BEV. Mungkin selain dari faktor setting suspensi, bobot mobil serta tekanan angin ban juga turut berpengaruh. Selebihnya, tak ada hal yang jadi kekurangan pada kedua versi Deepal S05, baik BEV maupun REEV.

Changan Indonesia sudah mulai membuka pemesanan Deepal S05 BEV dan REEV bagi para konsumen yang berminat. Pemesanan melalui inden pre-booking jadi strategi Changan untuk menjaring konsumen yang lebih luas jelang perhelatan GIIAS 2026. Untuk saat ini Changan Indonesia belum memberi info berapa harga jual resminya. Hanya dikatakan harga untuk versi BEV maupun REEV di kisaran Rp 500 jutaan.

peserta giias 2026

Berikut Daftar Peserta GIIAS 2026, Banyak Brand Baru!

Daftar peserta GIIAS 2026 bertambah dari tahun sebelumnya. Kalau ditotal, GIIAS tahun ini diikuti oleh 65 merek yang ada di Indonesia.

Seluruh peserta GIIAS 2026 akan memenuhi total 11 area pameran di ICE BSD-City, Kabupaten Tangerang, termasuk total lebih dari 65 merek peserta mulai dari kendaraan penumpang, kendaraan komersial, sepeda motor, karoseri, dan ratusan merek industri pendukung.

Pada kategori mobil penumpang, sebanyak 43 merek siap berpartisipasi, yaitu:

  • Aletra
  • Audi
  • BAIC
  • BAW
  • BMW
  • BYD
  • Changan
  • Chery
  • Citroen
  • Daihatsu
  • DFSK
  • Ford
  • GAC Indonesia
  • Geely
  • GWM
  • Honda
  • Hyundai
  • Icar
  • Jaecoo
  • Jeep
  • Jetour
  • KIA
  • Leapmotor
  • Lepas
  • Lexus
  • Maxus
  • Mazda
  • Mercedes-Benz
  • MG
  • MINI
  • Mitsubishi Motors
  • Nissan
  • Polytron
  • Subaru
  • Suzuki
  • Solarky
  • Toyota
  • VinFast
  • Volkswagen
  • Volvo
  • Wuling
  • Xpeng
  • Zeekr.

Sedangkan 7 merek kendaraan komersial yang hadir semakin lengkap diantaranya DFSK, Farizon, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, SAG, dan UD Trucks.

Sementara bagi para pencinta roda dua, pameran tahun ini dimeriahkan oleh 13 merek sepeda motor terkemuka, mulai dari Alva, Astra Honda Motor, BMW Motorrad, Can-am, Exotic, Harley-Davidson, Kupprum, NUV, Pacific e-bike, Polytron, Royal Enfield, Scomadi, hingga Triumph.

Kemeriahan ini semakin lengkap dengan kehadiran lima industri karoseri besar tanah air, yaitu Adiputro, Laksana, New Armada, Piala Mas, dan Tentrem.

Harga Tiket GIIAS 2026

peserta giias 2026

Peserta GIIAS 2026 semakin bertambah, event ini akan berlangsung mulai 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

GIIAS juga turut memanjakan para pecinta otomotif dengan menghadirkan program spesial yaitu Presale Tiket 25%. Pada kesempatan khusus ini, masyarakat dapat menikmati penawaran terbaik berupa potongan harga sebesar 25% untuk pembelian tiket masuk secara online melalui aplikasi dan website Auto360 secara terbatas.

Program ini akan berlangsung mulai tanggal 13 Juli 2026, di mana pengunjung berkesempatan membeli tiket GIIAS untuk hari kerja (Weekdays) hanya seharga Rp37.500 dari harga normal yaitu Rp50.000 maupun akhir pekan (Weekends) hanya seharga Rp75.000 dari harga normal Rp100.000.

Hyundai Siapkan Ioniq 3 dan Prototype EV 7-Seater di GIIAS 2026!

Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026! Ioniq 3 dan Prototype EV 7-Seater Siap Mencuri Perhatian

Panggung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dipastikan menjadi momen penting bagi PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Pabrikan asal Korea Selatan itu telah menyiapkan sederet amunisi baru yang siap diperkenalkan kepada publik, mulai dari mobil listrik terbaru hingga sebuah prototype kendaraan listrik tujuh penumpang yang masih dirahasiakan identitasnya.

Total, Hyundai akan memamerkan 14 model kendaraan selama GIIAS 2026 berlangsung. Dari jumlah tersebut, empat model akan menjalani debut perdana di Indonesia, sementara dua di antaranya dipastikan menjadi magnet utama, yakni Hyundai Ioniq 3 edisi spesial dan sebuah prototype EV 7-seater yang digadang-gadang bakal diproduksi di Indonesia.

Kehadiran kedua model tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai semakin agresif memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.

Empat Mobil Baru Siap Debut di Indonesia

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengonfirmasi Hyundai akan membawa beragam model baru yang mencakup segmen SUV listrik, MPV listrik, hingga MPV hybrid.

Meski belum mengungkap identitas seluruh produk yang akan dipamerkan, Hyundai memastikan seluruh model tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia yang kini mulai beralih menuju era elektrifikasi.

Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, Hyundai melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang memiliki potensi pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Hyundai Ioniq 3, Bintang Baru

Salah satu model yang paling dinanti adalah Hyundai Ioniq 3. Setelah sukses memperkenalkan Ioniq 5 dan Ioniq 6, kini Hyundai menghadirkan hatchback listrik bergaya futuristis yang lebih ringkas namun tetap mengedepankan efisiensi dan teknologi modern.

Ioniq 3 dibangun menggunakan platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) berarsitektur 400 volt. Mobil ini mengusung konsep desain Aero Hatch yang dirancang untuk memaksimalkan efisiensi aerodinamika tanpa mengurangi kenyamanan kabin.

Koefisien hambatan udara hanya 0,263 Cd, menjadikannya salah satu mobil listrik paling aerodinamis di kelasnya. Desain tersebut berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi energi sekaligus memperpanjang jarak tempuh.

Dimensinya yang kompak dengan panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, serta wheelbase 2.680 mm menghadirkan ruang kabin yang lega untuk lima penumpang. Kapasitas bagasi mencapai 441 liter, termasuk kompartemen penyimpanan tambahan Megabox yang membuat mobil ini semakin praktis digunakan sehari-hari.

Jarak Tempuh Hampir 500 Kilometer

Di pasar Eropa, Hyundai menawarkan Ioniq 3 dalam dua pilihan baterai.

Varian Standard Range menggunakan baterai berkapasitas 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 kilometer (WLTP). Sementara versi Long Range mengusung baterai 61 kWh yang mampu melaju hingga 496 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Proses pengisian baterai juga tergolong cepat. Dengan DC Fast Charging, kapasitas baterai dapat terisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Sedangkan pengisian AC mendukung output hingga 22 kW.

Motor listrik penggerak roda depan menghasilkan tenaga 145 hp dan torsi 250 Nm, cukup untuk membawa Ioniq 3 berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu sekitar sembilan detik dengan kecepatan maksimum mencapai 170 km/jam.

Teknologi Digital Semakin Modern

Tak hanya mengandalkan efisiensi, Hyundai juga membekali Ioniq 3 dengan teknologi digital terbaru.

Mobil ini menjadi model pertama Hyundai di Eropa yang menggunakan sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android Automotive OS. Seluruh informasi kendaraan ditampilkan melalui layar sentuh berukuran 14,6 inci yang mendukung berbagai aplikasi populer seperti YouTube, Spotify, Zoom, hingga pembaruan perangkat lunak secara Over-the-Air (OTA).

Untuk keselamatan, Hyundai menyematkan paket Hyundai SmartSense yang mencakup Highway Driving Assist 2 (HDA2), Blind Spot View Monitor, Surround View Monitor, Remote Smart Parking Assist, hingga Memory Reverse Assist.

Seluruh varian juga telah dibekali tujuh airbag sebagai perlengkapan standar.

Prototype EV 7-Seater Buatan Indonesia

Selain Ioniq 3, perhatian publik justru tertuju pada sebuah prototype mobil listrik tujuh penumpang yang akan tampil perdana di GIIAS 2026.

Hyundai memberi sinyal bahwa kendaraan konsep tersebut dirancang untuk diproduksi di Indonesia dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Sayangnya, HMID masih merahasiakan identitas model yang dimaksud.

Berbagai spekulasi pun bermunculan. Dugaan terkuat mengarah pada Hyundai Stargazer EV.

Prediksi tersebut cukup masuk akal mengingat Stargazer merupakan MPV yang sejak awal dikembangkan khusus di Indonesia dan diproduksi di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Platform, desain, hingga karakter berkendaranya memang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Apabila benar merupakan Stargazer EV, Hyundai berpotensi menjadi salah satu pelopor di segmen MPV listrik tujuh penumpang yang diproduksi secara lokal.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Hyundai menghadirkan model lain yang benar-benar baru atau bahkan mengembangkan versi listrik dari Staria untuk pasar global.

Hyundai Semakin Agresif

Selama beberapa tahun terakhir, Hyundai menjadi salah satu pemain paling aktif dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui investasi besar di fasilitas produksi HMMI, Hyundai telah merakit sejumlah model listrik seperti Ioniq 5 dan Kona Electric secara lokal. Kehadiran Ioniq 3 serta prototype EV tujuh penumpang akan semakin memperkuat posisi Hyundai sebagai salah satu pemimpin pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

Kini tinggal menunggu hitungan hari hingga GIIAS 2026 resmi dibuka. Apakah seluruh prediksi tersebut akan menjadi kenyataan? Ataukah Hyundai justru telah menyiapkan kejutan lain yang belum pernah terungkap sebelumnya? Seluruh jawabannya akan segera tersaji di panggung otomotif terbesar Indonesia.

Review: Eksterior Suzuki XL7 New Alpha, New Beta, dan New Zeta

Suzuki akhirnya memberikan sinyal kuat mengenai kehadiran SUV terbarunya melalui sebuah teaser resmi yang diunggah menjelang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Dari siluet yang diperlihatkan, banyak pihak meyakini model tersebut merupakan Suzuki XL7 terbaru 2026 yang mendapatkan penyegaran menyeluruh pada sektor eksterior.

Sebagai salah satu pemain utama di segmen Low SUV 7-penumpang, New Suzuki XL7 dipersiapkan untuk tampil lebih modern tanpa menghilangkan karakter tangguh yang telah menjadi identitasnya. Penyegaran ini juga diyakini akan hadir pada tiga varian, yakni New Zeta, New Beta, dan New Alpha.

Fascia Depan Lebih Berani dan Premium

Perubahan paling mencolok terdapat pada bagian depan. Suzuki menghadirkan desain grille baru yang lebih besar dengan pola horizontal yang membuat tampilan mobil terlihat lebih kokoh. Sentuhan krom maupun aksen hitam glossy pada beberapa varian turut meningkatkan kesan premium.

Bumper depan juga mengalami revisi dengan desain yang lebih tegas dan sporty. Lekukan baru pada area bumper dipadukan rumah fog lamp yang lebih modern sehingga memberikan karakter SUV yang lebih kuat dibanding model sebelumnya.

Sementara itu, desain kap mesin tetap mempertahankan garis-garis maskulin yang menjadi ciri khas XL7. Kombinasi tersebut membuat tampilan depan terlihat lebih proporsional sekaligus memberikan aura SUV yang siap diajak berpetualang.

Lampu LED Semakin Modern

Sektor pencahayaan menjadi salah satu aspek yang ikut mendapatkan perhatian. Lampu utama diperkirakan mengusung desain lebih ramping dengan teknologi LED yang memberikan pencahayaan lebih optimal sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Daytime Running Light (DRL) LED juga diprediksi hadir dengan desain baru sehingga memperkuat identitas visual ketika mobil melintas di jalan. Tampilan ini membuat New Suzuki XL7 terlihat semakin modern baik pada siang maupun malam hari.

Di bagian belakang, lampu kombinasi diperkirakan mendapat desain internal baru dengan efek smoked lens, khususnya pada varian New Alpha. Desain tersebut memberikan nuansa premium yang selaras dengan tren SUV modern.

Siluet Kokoh, Kini Lebih Elegan

Jika dilihat dari samping, karakter bodi Suzuki XL7 tetap mempertahankan bentuk boxy yang menjadi keunggulannya. Proporsi tersebut membuat kabin tetap lapang sekaligus mempertegas karakter SUV keluarga.

Ground clearance yang tinggi tetap menjadi nilai jual utama karena memberikan rasa percaya diri saat melintasi berbagai kondisi jalan. Roof rail masih dipertahankan sebagai identitas SUV sekaligus menunjang fungsi membawa perlengkapan tambahan ketika bepergian jauh.

Sentuhan over fender berwarna hitam juga tetap hadir untuk memperkuat kesan tangguh. Dipadukan dengan desain pelek alloy terbaru berukuran 16 inci yang lebih dinamis, tampilan samping New XL7 terlihat semakin segar dan modern.

Perbedaan Eksterior New Alpha, New Beta, dan New Zeta

Suzuki diperkirakan tetap mempertahankan diferensiasi yang jelas pada setiap varian.

New Alpha menjadi varian paling premium dengan berbagai sentuhan eksklusif seperti aksen hitam glossy, garnish yang lebih mewah, desain velg khusus, serta detail eksterior yang memberikan kesan flagship.

New Beta hadir sebagai pilihan menengah dengan keseimbangan antara fitur, desain, dan harga. Tampilan luarnya tetap modern namun tidak sebanyak sentuhan premium yang dimiliki Alpha.

Sementara New Zeta menjadi varian entry-level yang tetap mengusung desain khas XL7. Meski tampil lebih sederhana, seluruh elemen utama SUV modern seperti roof rail, cladding bodi, serta ground clearance tinggi tetap dipertahankan sehingga tampilannya tetap menarik.

Semakin Kompetitif di Segmen Low SUV

Penyegaran eksterior yang dilakukan Suzuki menunjukkan keseriusan pabrikan dalam mempertahankan daya saing XL7 di tengah ketatnya persaingan pasar Low SUV Indonesia.
Desain grille baru, bumper yang lebih agresif, lampu LED modern, pelek dengan desain baru, hingga penyempurnaan detail di berbagai sisi membuat Suzuki XL7 terbaru 2026 tampil jauh lebih segar dibanding model sebelumnya.

Jika seluruh perubahan tersebut benar-benar hadir pada versi produksi yang akan diperkenalkan di GIIAS 2026, New Suzuki XL7 diprediksi akan menjadi salah satu SUV keluarga paling menarik tahun ini. Tidak hanya menawarkan desain yang lebih modern dan premium, tetapi juga tetap mempertahankan karakter tangguh, fungsional, dan nyaman yang selama ini menjadi alasan utama masyarakat Indonesia memilih Suzuki XL7 sebagai kendaraan keluarga.

harga tiket pesale giias 2026

Harga Tiket Presale GIIAS 2026 Mulai Dari Rp 25 Ribu

Harga tiket presale GIIAS 2026 mulai dari Rp 25 ribu dan dijual mulai 1Juli, adapun jumlah tiketnya terbatas dan ada promo diskon 50 persen untuk weekdays dan weekend.

Harga tiket presale ditawarkan dengan harga khusus, yaitu Rp 25.000 untuk hari kerja (weekdays) dari harga normal Rp 50.000, dan Rp 50.000 untuk akhir pekan (weekend) dari harga normal Rp 100.000. Tiketnya bisa dibeli melalui website auto360.

Anton Kumonty selaku Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO menyatakan bahwa GIIAS konsisten menjadi barometer industri otomotif nasional melalui kehadiran berbagai inovasi terkini.

“GIIAS selalu menjadi panggung utama bagi merek-merek global untuk memamerkan kendaraan dan teknologi terbaru mereka, yang menjadikannya magnet kuat bagi para pecinta otomotif di Indonesia. Berdasarkan informasi yang kami terima dari para peserta, akan ada puluhan kendaraan yang siap di launching pada gelaran tahun ini. Hal inilah yang membuat GIIAS 2026 menjadi agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan oleh masyarakat,” ujar Anton.

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) akan kembali digelar pada 29 Juli – 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang.

Berikut cara beli tiket presale GIIAS 2026:

  • Masuk ke halaman website www.auto360.id
  • Lakukan registrasi atau masuk (login) ke akun Anda.
  • Pilih menu “Tiket GIIAS 2026” dan tentukan hari serta tanggal kunjungan yang diinginkan.
  • Selesaikan pembayaran melalui berbagai pilihan metode pembayaran digital yang tersedia.
  • E-ticket akan langsung tertera di akun website dan dikirimkan ke alamat email untuk siap digunakan masuk ke area pameran.

GIIAS Series 2026 Hadir di 5 Kota Besar

harga tiket pesale giias 2026

Foto: Seven

 

Selain di ICE BSD Tangerang, GIIAS 2026 juga akan hadir dibeberapa kota besar Indonesia. Hal ini untuk mengoptimalkan industri otomotif nasional.

Rangkaian kedua akan dimulai dengan GIIAS Surabaya pada 26–30 Agustus 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Selanjutnya, GIIAS Bandung akan dilaksanakan pada 9–13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom.

Rangkaian berikutnya, GIIAS Semarang, akan berlangsung pada 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome, Semarang, dan rangkaian periode 2026 akan ditutup dengan GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.

Selain rangkaian di tahun ini, GIIAS juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan pameran dengan menambah satu kota baru yang akan diselenggarakan pada awal tahun depan. GIIAS Bali dijadwalkan hadir pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali, sekaligus menjadi destinasi baru yang melengkapi kesuksesan rangkaian pameran otomotif GIIAS ke wilayah Indonesia bagian timur.

Toyota New Hilux Meluncur di Indonesia, Hadir Varian Battery EV!

PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan Toyota New Hilux di Indonesia dengan pembaruan signifikan pada sektor performa, desain, teknologi, hingga keselamatan. Tak hanya itu, Toyota juga memperkenalkan New Hilux Battery EV, menjadikannya sebagai salah satu kendaraan niaga elektrifikasi terbaru yang memperluas implementasi strategi Toyota Multipathway di Tanah Air.

Penyegaran generasi terbaru ini menjadi langkah penting Toyota untuk mempertahankan dominasi Hilux di segmen pikap 4×4. Berdasarkan data perusahaan, pangsa pasar Hilux meningkat dari 57 persen pada periode Januari–Mei 2025 menjadi 70,2 persen pada periode yang sama tahun 2026.

Performa Makin Meningkat

Perubahan paling terasa terdapat pada sektor dapur pacu. Kini seluruh varian diesel mengandalkan mesin 1GD-FTV 2.8L turbodiesel yang menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi puncak 500 Nm. Peningkatan performa tersebut membuat New Hilux semakin siap menghadapi kebutuhan operasional berat, aktivitas pertambangan, perkebunan, hingga petualangan off-road.

Kemampuan tersebut didukung sistem 4WD Part Time lengkap dengan Rear Differential Lock, sehingga traksi tetap optimal saat melintasi berbagai medan ekstrem. Toyota juga melakukan penyempurnaan pada suspensi, stabilitas, serta kualitas pengendalian agar kenyamanan berkendara semakin baik baik di jalan raya maupun jalur non-aspal.

Tampilan dan Fitur Futuristis

Dari sisi desain, New Hilux tampil lebih modern melalui konsep Cyber SUMO yang menghadirkan karakter gagah sekaligus futuristis. Tampilan depan kini menggunakan desain grille baru, lampu LED yang lebih ramping, serta tulisan TOYOTA besar di bagian depan dan belakang yang memperkuat identitas kendaraan.

Masuk ke dalam kabin, Toyota menghadirkan interior yang jauh lebih modern. Varian tertinggi Hilux V dibekali layar multimedia 12,3 inci yang sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, dipadukan panel instrumen digital TFT 12 inci. Berbagai fitur premium seperti Wireless Charger, Electronic Parking Brake (EPB), Multi Terrain Select, Drive Mode, Electric Power Steering, hingga Power Seat semakin meningkatkan kenyamanan pengemudi.

Berkendara Makin Aman

Aspek keselamatan juga mengalami peningkatan berkat hadirnya Toyota Safety Sense (TSS) 3.0 pada varian tertentu. Paket fitur tersebut meliputi Pre-Collision System, Adaptive Cruise Control, Lane Tracing Assist, Auto High Beam, ditambah Blind Spot Monitor, Parking Support Brake, Tire Pressure Monitoring System, serta 7 airbags pada tipe V.

Yang paling menarik adalah debut Toyota New Hilux Battery EV. Pikap listrik ini menggunakan dua motor listrik AWD yang dipadukan baterai lithium-ion 59,2 kWh dengan output gabungan mencapai 144 kW. Konfigurasi tersebut menjanjikan akselerasi responsif sekaligus traksi maksimal di berbagai kondisi jalan.

Toyota juga membekali Hilux Battery EV dengan suspensi De-Dion guna menjaga stabilitas kendaraan saat membawa beban maupun melintasi medan berat. Kehadiran model ini menjadi alternatif kendaraan operasional rendah emisi tanpa menghilangkan karakter tangguh yang selama ini melekat pada nama Hilux.

Untuk pasar Indonesia, Toyota menawarkan empat varian diesel dengan harga mulai Rp416,8 juta hingga Rp574,2 juta. Sementara Hilux Battery EV dipasarkan dengan banderol Rp1,019 miliar (OTR Jakarta).

OLX Luncurkan Fitur Mobil Baru dan Promo Trade-In di GIIAS 2026

Perubahan perilaku konsumen di pasar otomotif Indonesia mendorong pelaku industri menghadirkan layanan yang semakin adaptif. Menjawab dinamika tersebut, OLX resmi meluncurkan Sub Kategori Mobil Baru, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna membandingkan pilihan mobil baru dan mobil bekas dalam satu platform. Inovasi ini sekaligus menjadi langkah strategis OLX dalam menyambut gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Peluncuran fitur terbaru tersebut didasarkan pada perubahan tren pencarian kendaraan di platform OLX. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, minat terhadap iklan mobil bekas tercatat turun sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, aktivitas pencarian kendaraan tetap tinggi dengan rata-rata mencapai 2,7 juta pencarian setiap bulan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa calon pembeli kini tidak lagi terpaku pada satu pilihan. Mereka cenderung membandingkan mobil baru dan mobil bekas sebelum mengambil keputusan pembelian. Bahkan, berdasarkan hasil studi yang dikutip OLX, sebanyak 66 persen calon konsumen kini lebih fleksibel dalam mempertimbangkan kedua opsi tersebut.

Memilih Mobil Kini Lebih Praktis

Melalui Sub Kategori Mobil Baru, pengguna dapat mengakses berbagai pilihan kendaraan baru tanpa harus berpindah platform. Caranya pun cukup sederhana. Pengguna hanya perlu masuk ke kategori Mobil, kemudian memilih Sub Kategori Mobil Baru untuk melihat beragam merek serta model yang tersedia sesuai kebutuhan dan anggaran.

Direktur OLX, Agung Iskandar, menjelaskan bahwa kehadiran fitur ini bukan berarti pasar mobil baru akan menggantikan mobil bekas. Sebaliknya, kedua segmen tersebut justru saling melengkapi.

Menurutnya, konsumen umumnya memulai proses pencarian dengan mengeksplorasi berbagai pilihan terlebih dahulu sebelum menentukan kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan maupun kemampuan finansial. Karena itu, OLX menghadirkan seluruh pilihan dalam satu ekosistem sehingga proses “Cek, Bandingkan, Deal” menjadi lebih mudah dan efisien.

Promo Menarik Selama GIIAS 2026

Momentum peluncuran fitur baru ini juga bertepatan dengan penyelenggaraan GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Selama pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut, OLX menghadirkan promo khusus berupa saldo e-Toll hingga Rp500 ribu bagi pengguna yang melakukan proses pencarian, membandingkan kendaraan melalui platform OLX, hingga berhasil menyelesaikan transaksi.

Tak hanya itu, OLXmobbi juga kembali berpartisipasi sebagai Official Trade-in Partner GIIAS 2026. Kehadiran layanan ini memberikan solusi praktis bagi pemilik kendaraan yang ingin melakukan tukar tambah dengan proses yang cepat, aman, serta transparan.

Sebagai bagian dari program promosi selama pameran, OLXmobbi menawarkan cashback hingga Rp15 juta, disertai berbagai aktivitas interaktif dan hadiah menarik bagi para pengunjung.

Melalui kombinasi layanan tersebut, OLX ingin menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi konsumen, mulai dari mencari informasi mobil baru, membandingkan berbagai pilihan kendaraan, hingga menjual atau melakukan trade-in mobil lama melalui OLXmobbi. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi OLX sebagai salah satu platform otomotif digital yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Test Drive Leapmotor B10: Harga 500 Jutaan dengan Rasa Eropa

Persaingan SUV listrik di Indonesia akan semakin panas dengan kehadiran Leapmotor B10. Menjelang peluncuran resminya di GIIAS 2026, kami berkesempatan menjajal langsung SUV listrik terbaru ini dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung.

Selama beberapa tahun terakhir, sebagian konsumen masih mempertanyakan kualitas mobil listrik asal China. Keluhan yang sering muncul mulai dari sistem infotainment yang lambat, kualitas material interior yang kurang memuaskan, hingga suara motor listrik yang masih terdengar masuk ke dalam kabin.

Namun pengalaman tersebut justru berbeda saat kami mencoba Leapmotor B10. SUV listrik ini menawarkan kesan premium yang bahkan terasa mendekati karakter mobil Eropa.

Interior Premium dengan Teknologi Modern

Begitu memasuki kabin, nuansa modern langsung terasa. Dashboard dirancang minimalis tanpa ornamen berlebihan sehingga tampil elegan dan mudah dipahami.

Perhatian langsung tertuju pada layar sentuh horizontal berukuran 14,6 inci yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8155 dan sistem operasi Leap OS 4.0. Seluruh menu berjalan sangat responsif, perpindahan antarmuka berlangsung mulus layaknya menggunakan smartphone kelas premium.

Fitur kamera 360 derajat juga menjadi salah satu nilai jual utama. Resolusi gambar sangat tajam dengan pilihan tampilan panorama dan bird view yang memudahkan saat parkir maupun bermanuver di area sempit.

Leapmotor turut menyediakan dua wireless charging pad di konsol tengah sehingga pengemudi dan penumpang dapat mengisi daya smartphone secara bersamaan.

Kualitas material interior juga patut diapresiasi. Permukaannya terasa lembut dengan finishing yang rapi. Seluruh material bahkan telah memenuhi standar Oeko-Tex Standard 100 sehingga minim kandungan zat kimia berbahaya dan aman bagi keluarga, termasuk anak-anak.

Menariknya lagi, kabin tidak mengeluarkan aroma menyengat seperti mobil baru pada umumnya karena penggunaan perekat berbasis air.

Struktur Canggih, Handling Lebih Stabil

Keunggulan utama Leapmotor B10 sebenarnya berada pada teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0. Berbeda dengan konstruksi mobil listrik konvensional, paket baterai menjadi bagian dari struktur bodi sehingga menghasilkan pusat gravitasi lebih rendah dan ruang kabin lebih lega.

Teknologi tersebut juga meningkatkan kekakuan struktur kendaraan. Leapmotor mengklaim rigiditas torsional mencapai 36.300 Nm/derajat, angka yang biasa ditemui pada SUV premium dengan harga jauh lebih tinggi.

Saat melintasi Tol Cipularang, karakter handling terasa stabil. Suspensi yang dikembangkan bersama tim engineering Maserati di Balocco, Italia, mampu meredam permukaan jalan beton dengan baik tanpa mengorbankan kenyamanan.

Respon kemudi juga terasa presisi, sementara kabin tetap senyap bahkan saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi. Dengung motor listrik hampir tidak terdengar sehingga kualitas NVH (Noise, Vibration, Harshness) menjadi salah satu keunggulan yang paling terasa selama pengujian.

Dirakit di Indonesia, Siap Bersaing di Segmen SUV Listrik

Leapmotor B10 juga telah dirakit secara lokal di fasilitas PT National Assembler (Indomobil Group) di Purwakarta, Jawa Barat, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen.

Fasilitas produksi tersebut memiliki kapasitas sekitar 800 unit per bulan sehingga diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar tanpa waktu inden yang panjang.

Meski harga resminya belum diumumkan, Leapmotor Indonesia memberi sinyal bahwa B10 akan dipasarkan di kisaran Rp500 jutaan. Dengan spesifikasi tersebut, SUV listrik ini diprediksi akan bersaing langsung dengan BYD Atto 3, Geely EX5, MG S5 EV, hingga Aion V.

Jika seluruh spesifikasi dan kualitas berkendara yang kami rasakan dipertahankan hingga peluncuran resmi di GIIAS 2026, Leapmotor B10 berpotensi menjadi salah satu penantang paling serius di segmen SUV listrik menengah Indonesia.

Beredar Teaser Siluet SUV, Apakah ini Suzuki XL7 Facelift?

Suzuki nampaknya bakal meluncurkan model SUV terbarunya. Kabar tersebut merebak setelah pabrikan otomotif berlogo S tersebut secara resmi mengunggah gambar bocoran atau teaser siluet mobil misterius di akun Instagram Suxuki.

Apakah sosok SUV tersebut adalah versi penyegaran terbaru dari Suzuki XL7? Jika benar, persaingan pasar segmen Low SUV (LSUV) tujuh penumpang di Tanah Air bakal makin seru.

Penyegaran Eksterior?

Dalam unggahan video tersebut siluet bodi kendaraan nampak samar dengan latar belakang gelap. Fokus utama pada sorot sepasang lampu utama (headlamp) dengan lampu kabut (fog lamp) di area bumper depan bagian bawah menjadi petunjuk awal.

Dengan slogan “The SUV Redefined”, makin jelas jika ini adalah sosok versi facelift alias penyegaran. Suzuki XL7 memang sudah waktunya untuk dikemas tampilannya agar terlihat lebih modern dan memikat.

Saat ini pihak PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memang masih menutup rapat keran informasi seputar identitas asli dari mobil tersebut. Namun prediksi kuat mengarah pada spyshot yang diduga sosok Suzuki XL7 versi facelift sedang menjalani uji jalan dengan selubung kamuflase.

Dari segi postur dan dimensinya menyerupai Suzuki XL7. Cukup banyak yang memprediksi jika XL7 bakal mengalami ubahan cukup banyak di area depan. Mulai dari grille, lamlu utama hingga bumper depan nampaknya bakal mengalami ubahan desain tampilan.

Upgrade Mesin dan Fitur?

Perihal sektor performa, Suzuki mungkin akan tetap mempercayakan pada mesin 4-silinder 1.500 cc berkode K15B yang sudah teruji. Demikian pula dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang sukses menghasilkan konsumsi bahan bakar yang efisien serta menekan emisi gas buang.

Penyegaran pada area eksterior tentu tak lengkap tanpa upgrade pada kemasan gaya maupun fitur interior.

Potensi upgrade fitur prediksinya menguat pada peningkatan ukuran layar utama pada dashboard. Kombinasi warna interior pun namoaknya bakal ada penyegaran. Tentu saja pars konsumen berharap akan ada upgrade fitur keselamatan aktif terintegrasi. Tak hanya tampil makin gaya, tapi juga ounya daya saing yang lebih besar di kelasnya.

Apakah Suzuki bakal segera meluncurkan secara resmi mobil misterius ini dalam waktu dekat? Atau justru PT SIS menunggu momen yang pas di perhelatan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada penghujung Juli 2026 nanti? Kita tunggu saja tanggal tayangnya…

Honda Super-ONE Meluncur, Calon Brio EV untuk Indonesia?

Honda kembali membuat kejutan di pasar kendaraan listrik. Setelah diperkenalkan sebagai konsep pada Japan Mobility Show 2025, kini Honda Super-ONE resmi diluncurkan di Jepang dan langsung menarik perhatian pecinta otomotif. Mobil listrik mungil bergaya hatchback ini bahkan telah mengumpulkan lebih dari 7.000 pemesanan hanya dalam waktu sekitar satu bulan sejak inden dibuka pada April 2026.

Keberhasilan tersebut membuat banyak pihak bertanya-tanya: apakah Honda Super-ONE akan menjadi cikal bakal Honda Brio EV yang segera masuk Indonesia?

Desain Retro Modern

Honda Super-ONE dibangun menggunakan basis platform kei car listrik Honda N-ONE e. Namun berbeda dari saudara kembarnya yang lebih mengutamakan fungsi mobilitas perkotaan, Super-ONE hadir dengan pendekatan yang jauh lebih emosional dan menyenangkan untuk dikendarai.

Desain eksteriornya memadukan nuansa retro khas mobil Honda era 1960-an dengan sentuhan futuristis modern. Siluet bodi yang kompak dipadukan fender membulat, postur lebar, serta wajah agresif yang membuatnya sekilas mengingatkan pada versi listrik dari Honda Brio.

Honda juga melakukan sejumlah penguatan pada struktur sasis dan bodi untuk meningkatkan karakter berkendara yang lebih dinamis. Hasilnya adalah sebuah hot hatch listrik yang tidak hanya efisien, tetapi juga menawarkan sensasi berkendara yang lebih hidup.

Masuk ke dalam kabin, nuansa modern langsung terasa. Dashboard minimalis dibekali layar sentuh 9 inci yang telah terintegrasi dengan Google Built-in, memungkinkan akses langsung ke Google Maps, Google Assistant, dan berbagai layanan digital lainnya.

Sistem audio premium Bose dengan delapan speaker dan subwoofer turut melengkapi kenyamanan selama perjalanan.

Performa Cukup Buas

Di balik dimensinya yang kompak, Honda Super-ONE menyimpan performa yang cukup menarik. Motor listrik penggerak roda depan menghasilkan tenaga 63 hp (47 kW).

Namun Honda menambahkan fitur BOOST Mode yang mampu meningkatkan tenaga hingga 93 hp (70 kW) dengan torsi maksimum mencapai 162 Nm. Fitur ini sangat berguna saat membutuhkan akselerasi ekstra untuk mendahului kendaraan lain atau melintasi jalan menanjak.

Sensasi berkendara juga dibuat lebih menarik melalui simulasi transmisi 7-percepatan serta fitur Active Sound Control yang menghasilkan suara mesin virtual layaknya mobil sport bermesin konvensional.

Tersedia pula beberapa mode berkendara seperti ECON, CITY, NORMAL, dan SPORT yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Jarak Tempuh 274 Km

Honda membekali Super-ONE dengan baterai berkapasitas 29,6 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 274 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Pengisian daya cepat dari 20 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit menggunakan fast charger DC, membuatnya cukup praktis untuk penggunaan harian.

Menariknya, spekulasi mengenai kehadiran mobil ini di Indonesia semakin kuat setelah muncul kode kendaraan baru Honda berembel-embel “EV” dalam data NJKB DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Banyak pihak menduga model tersebut merupakan versi lokal dari Super-ONE yang berpotensi dipasarkan sebagai Honda Brio EV.

Meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari PT Honda Prospect Motor (HPM), kemunculan Super-ONE jelas menjadi sinyal bahwa Honda tengah mempersiapkan langkah besar di segmen mobil listrik kompak. Jika benar hadir di Indonesia, mobil ini berpotensi menjadi salah satu penantang serius di pasar city car listrik yang terus berkembang.

GWM Tank 500 Black Warrior Edition, Nuansa Sangar Serba Hitam

Inchcape GWM Indonesia menghadirkan kejutan menarik dalam ajang GWM Media Experience 2026 yang berlangsung di Arthayasa Stables & Country Club, Depok. Selain memberikan kesempatan kepada awak media untuk merasakan langsung pengalaman berkendara premium melalui konsep “Drive First Class, Everywhere”, GWM juga memperkenalkan varian edisi khusus terbaru, yakni GWM Tank 500 Black Warrior Edition.

SUV premium ini tampil dengan karakter yang jauh lebih eksklusif berkat balutan tema serba hitam yang memberikan kesan gagah, elegan, sekaligus misterius. Kehadirannya menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan SUV berkapabilitas tinggi dengan tampilan yang lebih berkarakter dibandingkan model standar.

Tampil Sangar dengan Nuansa Black Edition

Daya tarik utama Tank 500 Black Warrior Edition terletak pada konsep desain full black yang diterapkan hampir di seluruh bagian eksterior kendaraan.

Jika pada Tank 500 reguler berbagai elemen krom menjadi aksen pemanis, pada Black Warrior Edition seluruh detail tersebut diubah menjadi warna hitam. Mulai dari grille depan, bingkai lampu utama, handle pintu, roof rail, side step, hingga pelek alloy 20 inci kini tampil dalam balutan warna gelap yang menegaskan karakter SUV premium nan tangguh.

Pendekatan desain ini membuat Tank 500 tampil lebih maskulin dan berwibawa tanpa kehilangan kesan mewah yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Menurut CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, varian ini hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan identitas visual yang lebih eksklusif.

“Black Warrior Edition menghadirkan sebuah pilihan bagi konsumen yang menginginkan kapabilitas Tank 500 Diesel 4×4, namun dengan identitas visual yang jauh lebih eksklusif dan tidak ditemukan di kendaraan lain di jalan.”

Menariknya, Black Warrior Edition tidak hanya sekadar edisi terbatas, tetapi juga menjadi pelengkap lini Tank 500 Diesel yang saat ini telah tersedia dalam varian 4×2 dan 4×4.

Kabin Mewah Tetap Dipertahankan

Meski mendapatkan sentuhan visual yang berbeda di bagian luar, area kabin tidak mengalami perubahan signifikan.

GWM tetap mempertahankan konfigurasi tujuh penumpang dengan jok premium berlapis kulit Nappa yang dilengkapi fitur ventilasi dan pemijat untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Dashboard modern masih mengandalkan layar digital berukuran 14,6 inci yang berfungsi sebagai pusat sistem infotainment dan berbagai pengaturan kendaraan.

Kenyamanan premium semakin diperkuat oleh hadirnya panoramic sunroof elektrik serta sistem audio Theatrical Sound 12 speaker yang dipadukan teknologi Active Noise Cancellation (ANC), sehingga suasana kabin tetap senyap meskipun melaju di berbagai kondisi jalan.

Mesin Diesel dan Kemampuan Off-Road Tetap Andal

Di sektor performa, Tank 500 Black Warrior Edition tetap mengandalkan mesin turbo diesel 2.4 liter berkode GW4D24 yang sama dengan varian Tank 500 Diesel 4×4.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 181 hp dengan torsi puncak 480 Nm yang disalurkan melalui transmisi otomatis 9-percepatan.

Kemampuan jelajahnya didukung sistem penggerak empat roda (4×4), Triple Differential Lock, delapan mode berkendara off-road, hingga fitur Off-Road Adaptive Cruise Control yang membantu pengemudi saat melintasi medan berat.

Salah satu fitur unggulan yang tetap dipertahankan adalah TANK Turn. Teknologi ini memungkinkan kendaraan bermanuver dengan radius putar sangat kecil hingga sekitar 1,2 meter, memberikan keunggulan saat menghadapi jalur sempit maupun medan off-road yang menantang.

Siap Debut di GIIAS 2026

Meski telah diperkenalkan kepada media, GWM Indonesia masih menyimpan rapat informasi mengenai harga resmi Tank 500 Black Warrior Edition.

SUV edisi khusus ini dijadwalkan melakukan debut publik secara resmi pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2026 mendatang.

Dengan kombinasi tampilan serba hitam yang eksklusif, kabin mewah, serta kemampuan off-road yang telah teruji, Tank 500 Black Warrior Edition berpotensi menjadi salah satu SUV premium paling menarik di segmen diesel 4×4 tahun ini.

Leapmotor B10 Terpergok di Jakarta, Bakal Segera Launching?

Terpergok di Jalan Dalam Selubung Kamuflase, Leapmotor B10 Bakal Segera Launching?

Pasar mobil listrik di Indonesia nampaknya bakal dimeriahkan oleh satu pendatang baru. Sebuah mobil berselubung kamuflase yang diduga kuat sebagai Leapmotor B10 terpergok tengah melaju di jalanan Jakarta. Apakah mobil tersebut sedang melakukan persiapan sebelum waktu peluncuran resminya?

Saat di Beijing, China beberapa pekan lalu, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, telah memberi petunjuk bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera membawa model mobil terbaru mereka ke Tanah Air.

Walau seluruh bagian bodi mobil diselimuti oleh stiker kamuflase, namun lekukan siluet serta bentuk fisik kendaraan secara garis bedar menunjukkan identitas sebagai SUV listrik teranyar dari Leapmotor.

Kemunculannya yang tengah melenggang di ruas jalanan kota Jakarta kian mempertegas indikasi kuat mengenai kehadiran model terbaru Leapmotor di pasar Indonesia.

Prediksi pun kian menguat jika Leapmotor B10 akan debut perdana di hadapan publik Tanah Air dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

Keberadaan brand otomotif Leapmotor di Indonesia menandai babak baru bagi Indomobil Group untuk memperbanyak pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar nasional. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan oleh Leapmotor B10?

Leapmotor B10

Sejak beberapa bulan lalu di situs Bapenda DKI Jakarta ada dua model Leapmotor yang terdaftar, salah satunya yakni yakni B10. Bahkan sudah tertera harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Untuk model Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Leapmotor B10 adalah compact SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang dirancang dengan desain bergaya Eropa.

Desain tampilan eksterior B10 yang clean dan minimalis dilengkapi lampu depan Daytime Running Light (DRL) LED model lightbar yang memberi kesan modern dan futuristik. Sedangkan lampu utama berada di bagian bumper. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Yang cukup menarik perhatian adalah setup konfigurasi roda B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda. Hal seperti ini umumnya ditemukan pada mobil sport dan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara saat melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless pun turut mendukung distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi roda tetap stabil.

Kemasan interior yang simple namun terlihat elegan pun jadi daya tarik tersendiri. Pada dashboard terpampang layar utama HD 2,5K berukuran 14,6 inci yang terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara panel instrumen menggunakan layar digital 8,8 inci. Fitur premium seperti panoramic sunroof, ambient light, serta kursi dengan pemanas dan ventilasi jadi faktor pemikat.

Berdasarkan spek untuk pasar Eropa, sektor performa mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 160 kW (218 hp). Untuk sumber daya listrik, B10 hadir dengan dua pilihan baterai LFP, yakni versi 56,2 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 361 km (WLTP), dan 67,1 kWh dengan jarak jelajah hingga 434 km (WLTP).

Kemampuan pengisian daya ultra-fast charging yang dimiliki B10 jadi keunggulan tersendiri. Cukup 17 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%. Wah, sangat cepat dan efisien!

Tak hanya itu, fitur Vehicle to Load (V2L) yang dibekalkan pada B10 membuat energi baterai dapat disalurkan untuk perangkat elektronik dan kelistrikan eksternal. Mirip fungsi genset.

Kualitas keselamatan berkendara pun jadi keunggulan utama. SUV EV ini dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kamera 360°. Leapmotor B10 bahkan sukses meraih peringkat 5 bintang dari uji benturan dan keselamatan berkendara Eropa, Euro NCAP. Jadi, hati dijamin tenteram saat mengemudi.

Untuk saat ini spesifikasi teknis B10 versi pasar Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun kehadiran unit Leapmotor B10
berselubung kamuflase di jalanan umum mengisyaratkan bahwa rangkaian proses uji berkendara atau tahapan persiapan homologasi saat ini sedang berjalan jelang momen peluncuran resminya.

Camouflage Car Campaign

Kehadiran SUV Leapmotor B10 berselubung kamuflase ternyata merupakan kampanye kreatif yang diadakan oleh Leapmotor Indonesia. Kamuflase di sekujur bodi Leapmotor B10 yang mulai berkeliling di sejumlah titik strategis Jakarta mengusung desain artistik dengan tampilan visual yang unik dan eye-catching.

Kehadiran kendaraan ini pun sukses menarik perhatian masyarakat sekaligus membangun antusiasme menjelang peluncuran resmi Leapmotor B10 di Indonesia. Aktivitas brand engagement Leapmotor Indonesia ini jadi cara unik dalam memperkenalkan SUV listrik terbaru Leapmotor kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih interaktif, modern, dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini.

Desain kamuflasenya merepresentasikan karakter Leapmotor B10 sebagai kendaraan listrik modern yang menggabungkan teknologi inovatif dengan desain futuristis.

Melalui kampanye ini, Leapmotor Indonesia mengajak masyarakat untuk menemukan camouflage car Leapmotor B10 di berbagai titik strategis kota Jakarta dan mengikuti giveaway interaktif melalui QR code yang tersedia pada bodi kendaraan.

Masyarakat yang berhasil melakukan scan QR code berkesempatan memenangkan dinner untuk dua orang di hotel bintang lima dengan total hadiah senilai hingga IDR 1,5 juta.

Kampanye ini tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Leapmotor Indonesia dalam membangun awareness terhadap kendaraan listrik pintar yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas urban masa kini.

Kehadiran camouflage car di ruang publik diharapkan mampu menciptakan excitement sekaligus memperkenalkan Leapmotor B10 secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Sudah tak sabar ingin melihat wujud asli SUV EV Leapmotor B10 dari dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya….

Leapmotor All Out di Beijing Auto Show 2026, B10 Jadi Kejutan!

Di kancah industri otomotif dunia, nama Leapmotor memang terbilang baru. Tapi tak ada yang mengira jika brand asal China ini sukses menggapai pasar otomotif global dan menjadi startup kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) No.1 di dunia.

Pabrikan yang didukung raksasa industri otonotif dunia Stellantis ini pun tampil all out dan unjuk gigi di negara asalnya dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kini tengah berlangsung di jantung Negeri Tirai Bambu.

Mengusung slogan “A New Answer to the World – Leapmotor’s Further Advancement,” Leapmotor sangat optimis seluruh lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipamerkan mampu menggaet pangsa pasar yang selama ini dikuasai industri otomotif raksasa global. Model mobil apa saja yang ditampilkan oleh Leapmotor di Beijing Auto Show 2026?

Debut Perdana Global Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra

Dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kondang dengan sebutan Auto China, Leapmotor melakukan debut global model terbaru Lafa5 (B05) Ultra. Varian teratas dari compact hatchback bertenaga listrik (EV) Lafa5 untuk pasar domestik China ini sukses menyita perhatian media dunia dan para pengunjung.

Dari segi tampilan, varian Ultra terlihat lebih sporty dibandingkan versi reguler Lafa5 yang di pasar Eropa beredar dengan label Leapmotor B05. Sematan bodykit mulai dari side skirt, dual-layer front splitter dan rear spoiler meningkatkan gaya aerodinamika sekaligus mendongkrak gaya tampilan jadi makin eyecatching.

Interior pun tampil lebih memikat dengan lapisan bahan suede nan lembut. Jok sport dengan fungsi 8 titik pemijat diimbuhi logo bordir ‘Ultra’ sebagai penanda. Seat belt pun tampil sewarna bodi. Teknologi sistem multimedia telah menggunakan sepasang chip prosesor yakni Qualcomm 8650 dan 8295 serta sistem navigasi yang canggih.

Sektor performa pun mengalami upgrade dengan motor listrik beroutput 180 kW (241 hp). Coupe hatchback EV berpenggerak roda depan (FWD) ini cuma butuh waktu sekira 5 detik untuk sprint 0-100 km/jam.

Untuk baterai LFP yang ditawarkan ada dua versi yakni 56.2 kWh dengan jarak jelajah 515 km dan 67.1 kWh yang jarak jelajahnya bisa mencapai 605 km (WLTP).

Perihal harga jual belum diumumkan. Tapi diperkirakan tak akan selisih jauh dari rival sekelasnya yakni Lynk & Co 10+ dan Xiaomi SU7 Ultra. Para konsumen BYD Seal 06 GT, Lynk & Co Z20, dan Zeekr X juga jadi target yang dibidik Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra.

Leapmotor B10 Bakal Beredar di Indonesia

Model lain dalam seri B yang tampil di Beijing Auto Show 2026 adalah Leapmotor B10. Compact SUV EV yang satu ini cukup mengejutkan, karena kabarnya bakal segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Tampilannya walau tak terlalu rumit dan mencolok penuh chrome blink-blink, tapi enak dilihat. Posturnya pun terbilang sedang dan cukup proporsional dengan panjang sekira 4,5 meter dan lebar di kisaran 1,8 meter. Jarak sumbu rodanya yang berkisar 2,7 meter pun mengindikasikan ruang kabin yang lapang.

Bagian interior pun tak ubahnya compact SUV EV modern dengan layar utama 14,6 inci sebagai pusat kendali sistem multimedia dan fitur berkendara. Panel instrumennya walau agak kecil yakni 8,8 inci namun cukup informatif dan bisa dibaca dengan jelas.

Kemasan interior tampil elegan dengan opsi material Grey Fabric untuk varian Life, dan lapisan kulit Eco Leather warna Light Grey atau Shadow Grey untuk varian Design.

Keunggulan mobil ini yakni kursi depan bisa direbahkan sepenuhnya, sehingga dapat digunakan untuk rehat sejenak di rest area saat perjalanan jauh. Fitur kekinian seperti Panoramic Sunroof dengan tirai otomatis jadi nilai plus pada B10. Kapasitas bagasi standarnya 430 liter, tapi bisa ditambah hingga 1.700 liter jika kursi belakang dilipat.

Rancang bangunnya yang berbasis platform LEAP 3.5 terbaru dari Leapmotor menggunakan motor listrik penggerak berdaya 160 kW atau setara 218 hp, dengan torsi puncak yang mencapai 240 Nm.

Untuk baterai, tersedia opsi berdaya 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 361 km dan versi 67,1 kWh yang daya jelajahnya lebih jauh yakni 434 km (standar WLTP). Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30% ke 80% hanya butuh waktu sekira 18 hingga 20 menit. Cukup cepat dan fleksibel bagi pengguna di perkotaan yang tak punya banyak waktu untuk menunggu pengecasan.

Selain versi listrik murni (EV), Leapmotor B10 juga tersedia varian Hybrid EV (REEV) yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai 18,8 kWh. Total jarak tempuhya mampu mencapai 900 km. Wah, cukup menggugah.

Faktor keselamatan berkendara pada Leapmotor B10 ditunjang 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Automatic Emergency Braking System (AEBS) dan lainnya.

Untuk mobilitas harian di area perkotaan yang lalu lintasnya padat dan area parkirnya terbatas, mobil listrik yang satu ini cukup ideal dan user friendly.

Kabar bahwa Leapmotor B10 bakal hadir di Indonesia dikonfirmasi oleh CEO Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw saat sesi tanya jawab bersama media di Beijing Auto Show 2026.

“Leapmotor B10 akan kami perkenalkan di GIIAS. Jadi tunggu saja kejutannya,” ungkap Tan Kim Piauw.

Sebagai catatan, Leapmotor B10 ternyata sudah beredar di Malaysia dengan kisaran harga 107.000 Ringgit hingga 118.800 Ringgit atau sekira Rp 460 jutaan hingga Rp 507 jutaan. Untuk pasar Indonesia? Kita tunggu kemunculannya di GIIAS 2026 dalam beberapa bulan mendatang.

 

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…