Leapmotor C10 Kawal Ajang ASICS Jakarta : Speed : Race 2026

Mobilitas modern kini tidak hanya berbicara tentang perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Kendaraan juga mulai mengambil peran dalam mendukung aktivitas, komunitas, hingga gaya hidup masyarakat perkotaan.

Pendekatan ini terlihat melalui kehadiran Leapmotor di ASICS Jakarta : Speed : Race 2026. Dalam ajang yang berlangsung pada Sabtu, (26/9) di kawasan PIK 2, Jakarta, Leapmotor C10 dipercaya sebagai Official EV Lead Car.

SUV listrik ini memimpin jalannya perlombaan, mengawal peserta sejak garis start hingga finish. Kehadirannya sekaligus membawa teknologi kendaraan listrik ke tengah komunitas olahraga yang lekat dengan semangat performa dan gaya hidup aktif.

Bagi Leapmotor Indonesia, kolaborasi ini menjadi cara untuk memperkenalkan kendaraan listrik melalui pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Bukan sekadar memamerkan produk, namun menempatkannya dalam aktivitas yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan mobilitas masa kini.

Ajang Lari yang Mengutamakan Performa

ASICS Jakarta : Speed : Race 2026 menghadirkan dua kategori utama, yakni 5K Race dan One Mile Race. Keduanya mengajak peserta menguji kecepatan, konsistensi, serta kemampuan menjaga performa sepanjang lintasan.

Mengusung semangat More Energy, to Move Body and Mind, acara ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. Proses latihan, disiplin, dan perjalanan setiap pelari menuju performa terbaik turut menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut.

Seleksi peserta pun menggunakan mekanisme yang berbeda dari pendaftaran umum. Penyelenggara menerapkan sistem ballot setelah memverifikasi Personal Best Time (PB) yang dimiliki calon peserta.

Pelari diwajibkan menyertakan catatan waktu resmi dari ajang lari nasional maupun internasional yang memenuhi standar kualifikasi. Dengan mekanisme tersebut, ajang ini dirancang untuk mempertemukan pelari dengan rekam jejak performa yang terukur.

Menghubungkan Teknologi dan Gaya Hidup

Samuel Christian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia, menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kendaraan listrik dalam konteks gaya hidup masyarakat modern.

Menurutnya, mobilitas, kesehatan, dan aktivitas sehari-hari semakin terhubung. Karena itu, kendaraan listrik diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman masyarakat yang lebih luas, termasuk dalam kegiatan komunitas dan olahraga.

Sementara itu, Abiyoga Prakoso, Marketing Lead of Performance Running & Apparel ASICS Indonesia, menyambut kolaborasi tersebut sebagai pelengkap pengalaman perlombaan. Sinergi ini mempertemukan semangat performa, inovasi, dan gaya hidup aktif dalam satu kegiatan.

Kolaborasi Leapmotor dan ASICS juga memperlihatkan bagaimana industri otomotif mulai menjangkau ruang di luar jalan raya. Komunitas olahraga menjadi salah satu titik pertemuan antara teknologi, aktivitas sosial, dan kebutuhan mobilitas.

Memperluas Peran Kendaraan Listrik

Kehadiran Leapmotor C10 sebagai mobil pemimpin lomba menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kendaraan listrik melalui aktivitas publik. Pendekatan ini membuat teknologi elektrifikasi hadir dalam suasana yang lebih akrab bagi masyarakat.

Didukung ekosistem global Stellantis dan jaringan layanan di Indonesia, Leapmotor berupaya membangun kedekatan dengan konsumen melalui berbagai pengalaman. Kolaborasi seperti ini sekaligus memperluas percakapan mengenai mobil listrik, dari efisiensi perjalanan hingga perannya dalam gaya hidup urban.

Pada akhirnya, mobilitas berkelanjutan bukan hanya tentang teknologi yang tersimpan di balik bodi kendaraan. Lebih dari itu, elektrifikasi juga menyangkut bagaimana kendaraan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang terus bergerak, baik di jalan raya maupun dalam komunitas yang mereka jalani.

Leapmotor B10 dan C10 Dapat Garansi Baterai Seumur Hidup!

Kekhawatiran soal baterai menjadi salah satu pertimbangan konsumen saat membeli mobil listrik. Leapmotor mencoba menjawab persoalan tersebut melalui program Lifetime Battery Warranty untuk B10 dan C10 di Indonesia. Tak hanya itu, garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 juga merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan perlindungan lebih bagi pelanggan.

PT Indomobil National Distributor, selaku Agen Pemegang Merek (APM) Leapmotor, menghadirkan perlindungan baterai tegangan tinggi selama masa kepemilikan pemilik pertama. Program ini diumumkan di Jakarta pada Selasa, (15/9), sekaligus memperkenalkan garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 secara resmi kepada publik.

Bagi konsumen, baterai bukan sekadar sumber tenaga. Komponen ini menjadi jantung kendaraan listrik yang menentukan performa, efisiensi, hingga kenyamanan berkendara.

Karena itu, kehadiran garansi seumur hidup menjadi bagian penting dari pengalaman kepemilikan. Terlebih bagi calon pengguna mobil listrik yang masih mempertimbangkan ketahanan baterai dalam pemakaian jangka panjang.

Garansi Baterai Leapmotor B10 dan C10 Berlaku untuk Pemilik Pertama

Lifetime Battery Warranty berlaku khusus bagi pemilik pertama Leapmotor B10 dan C10 di Indonesia. Perlindungan ini mencakup baterai tegangan tinggi sesuai ketentuan garansi Leapmotor dan mempertegas manfaat dari garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 untuk konsumen.

Namun, istilah seumur hidup dalam program ini bukan berarti seluruh kerusakan baterai ditanggung tanpa batas. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pemilik kendaraan agar garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 tetap berlaku.

Konsumen wajib melakukan perawatan berkala sesuai jadwal di bengkel resmi Leapmotor. Penggunaan suku cadang asli serta kepatuhan terhadap ketentuan pemakaian kendaraan juga menjadi bagian dari persyaratan program.

Selain itu, kendaraan harus digunakan dengan jarak tempuh maksimal 30.000 kilometer per tahun. Batas ini menjadi salah satu ketentuan penting agar manfaat Lifetime Battery Warranty tetap berlaku.

“Di Leapmotor, kami percaya bahwa pengalaman memiliki kendaraan listrik tidak berhenti saat konsumen menerima kendaraan, tetapi terus berlanjut sepanjang masa kepemilikannya,” ujar Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.

Menurutnya, program ini dihadirkan untuk memberikan rasa tenang sekaligus nilai lebih bagi pelanggan dalam menikmati kendaraan listrik Leapmotor.

Tidak Menanggung Penurunan Kapasitas Alami

Hal yang perlu diperhatikan, garansi ini tidak mencakup penurunan kapasitas baterai yang terjadi secara alami akibat usia dan penggunaan normal kendaraan.

Perlindungan juga tidak berlaku untuk kerusakan akibat kecelakaan, kebakaran, korosi, serta penggunaan kendaraan dalam kompetisi atau balap.

Kendaraan yang dioperasikan sebagai mobil rental turut berada di luar cakupan program. Begitu pula kondisi lain yang tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan dan perawatan Leapmotor.

Setiap pengajuan klaim akan melalui pemeriksaan teknis di bengkel resmi. Proses diagnosis dilakukan berdasarkan prosedur pabrikan untuk memastikan penyebab kerusakan sebelum penanganan dan perbaikan.

“Bagi banyak konsumen, baterai merupakan salah satu pertimbangan utama dalam memiliki kendaraan listrik,” kata Samual Christian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia.

Melalui program ini, Leapmotor memperkuat layanan purna jual B10 dan C10. Garansi baterai menjadi salah satu dukungan untuk membangun rasa percaya diri konsumen dalam menggunakan mobil listrik.

Meski demikian, calon pembeli tetap perlu memahami seluruh syarat dan ketentuan garansi sebelum memutuskan kepemilikan. Sebab, perlindungan jangka panjang akan terasa manfaatnya ketika didukung perawatan yang disiplin dan penggunaan sesuai standar pabrikan. Dengan demikian, konsumen akan mendapatkan perlindungan maksimal dari garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 yang ditawarkan.

spesifikasi leapmotor b10

Intip Spesifikasi Leapmotor B10 di GIIAS 2026

Berikut spesifikasi Leapmotor B10 yang hadir di GIIAS 2026. Mobil SUV listrik ini mencuri perhatian pengunjung yang datang.

Leapmotor B10 dibangun di atas platform LEAP 3.5 yang sudah menggunakan teknologi Cell-to-Chassis (C2C), yaitu baterai yang terintegrasi langsung ke struktur rangka kendaraan. Teknologi modern tersebut diklaim bisa meningkatkan efisiensi ruang kabin dan juga membuat handling lebih stabil.

Dari sisi jantung pacu, Leapmotor B10 mengadopsi baterai berkapasitas 67,1 kWh yang di atas kertas mampu menempuh jarak hingga sekitar 600 km berdasarkan standar CLTC, atau sekitar 434 km dalam pengujian WLTP.

Selnjutnya,  terdapat motor listrik yang bisa menghasilkan tenaga hingga 215 hp dengan torsi puncak 240 Nm. Untuk akselerasi dari 0-100 Kpj catatan waktunya sekitar 8 detik.

Aspek keselamatan juga sudah ada di Leapmotor B10. Hal itu dibuktikan dengan adanya 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), termasuk kamera 360 derajat, adaptive cruise control, hingga lane centring control. B10 juga telah meraih 5 bintang dari lembaga pengujian Euro NCAP dan ANCAP.

Dari sisi interior, Leapmotor B10 juga tampil simpel, modern dan aman untuk penumpang. Dimana material pelapis jok sudah mengantongi sertifikasi OEKO-TEX. Bahan tersebut materialnya diklaim bebas dari zat berbahaya, anti-bakteri, dan aman bersentuhan dengan kulit bayi.

Mulai Dirakit Lokal

spesifikasi leapmotor b10

Spesifikasi Leapmotor B10 cukup modern di kelasnya. Mobil listrik ini sudah mulai dirakit di Indonesia pada bulan Agustus 2026.

Perakitan dilakukan di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat, dengan mengadopsi standar manufaktur global Leapmotor dan Stellantis guna memastikan setiap kendaraan yang diproduksi memenuhi standar kualitas, keamanan, dan keandalan yang konsisten.

Dimulainya perakitan lokal merupakan langkah penting bagi Leapmotor dalam menghadirkan kendaraan listrik yang semakin dekat dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Selain meningkatkan fleksibilitas pasokan, kehadiran manufaktur lokal juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia bersama Stellantis dan Indomobil.

Pada tahap awal operasional, Plant 3 memiliki kapasitas produksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 unit per tahun. Seiring dengan perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia, fasilitas ini telah dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga tujuh belas unit per jam atau 34.000 unit per tahun, termasuk melalui pengembangan fasilitas body shop dan paint shop.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung pertumbuhan portfolio produk Leapmotor di Indonesia pada masa mendatang.

Test Drive Leapmotor B10: Harga 500 Jutaan dengan Rasa Eropa

Persaingan SUV listrik di Indonesia akan semakin panas dengan kehadiran Leapmotor B10. Menjelang peluncuran resminya di GIIAS 2026, kami berkesempatan menjajal langsung SUV listrik terbaru ini dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung.

Selama beberapa tahun terakhir, sebagian konsumen masih mempertanyakan kualitas mobil listrik asal China. Keluhan yang sering muncul mulai dari sistem infotainment yang lambat, kualitas material interior yang kurang memuaskan, hingga suara motor listrik yang masih terdengar masuk ke dalam kabin.

Namun pengalaman tersebut justru berbeda saat kami mencoba Leapmotor B10. SUV listrik ini menawarkan kesan premium yang bahkan terasa mendekati karakter mobil Eropa.

Interior Premium dengan Teknologi Modern

Begitu memasuki kabin, nuansa modern langsung terasa. Dashboard dirancang minimalis tanpa ornamen berlebihan sehingga tampil elegan dan mudah dipahami.

Perhatian langsung tertuju pada layar sentuh horizontal berukuran 14,6 inci yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8155 dan sistem operasi Leap OS 4.0. Seluruh menu berjalan sangat responsif, perpindahan antarmuka berlangsung mulus layaknya menggunakan smartphone kelas premium.

Fitur kamera 360 derajat juga menjadi salah satu nilai jual utama. Resolusi gambar sangat tajam dengan pilihan tampilan panorama dan bird view yang memudahkan saat parkir maupun bermanuver di area sempit.

Leapmotor turut menyediakan dua wireless charging pad di konsol tengah sehingga pengemudi dan penumpang dapat mengisi daya smartphone secara bersamaan.

Kualitas material interior juga patut diapresiasi. Permukaannya terasa lembut dengan finishing yang rapi. Seluruh material bahkan telah memenuhi standar Oeko-Tex Standard 100 sehingga minim kandungan zat kimia berbahaya dan aman bagi keluarga, termasuk anak-anak.

Menariknya lagi, kabin tidak mengeluarkan aroma menyengat seperti mobil baru pada umumnya karena penggunaan perekat berbasis air.

Struktur Canggih, Handling Lebih Stabil

Keunggulan utama Leapmotor B10 sebenarnya berada pada teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0. Berbeda dengan konstruksi mobil listrik konvensional, paket baterai menjadi bagian dari struktur bodi sehingga menghasilkan pusat gravitasi lebih rendah dan ruang kabin lebih lega.

Teknologi tersebut juga meningkatkan kekakuan struktur kendaraan. Leapmotor mengklaim rigiditas torsional mencapai 36.300 Nm/derajat, angka yang biasa ditemui pada SUV premium dengan harga jauh lebih tinggi.

Saat melintasi Tol Cipularang, karakter handling terasa stabil. Suspensi yang dikembangkan bersama tim engineering Maserati di Balocco, Italia, mampu meredam permukaan jalan beton dengan baik tanpa mengorbankan kenyamanan.

Respon kemudi juga terasa presisi, sementara kabin tetap senyap bahkan saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi. Dengung motor listrik hampir tidak terdengar sehingga kualitas NVH (Noise, Vibration, Harshness) menjadi salah satu keunggulan yang paling terasa selama pengujian.

Dirakit di Indonesia, Siap Bersaing di Segmen SUV Listrik

Leapmotor B10 juga telah dirakit secara lokal di fasilitas PT National Assembler (Indomobil Group) di Purwakarta, Jawa Barat, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen.

Fasilitas produksi tersebut memiliki kapasitas sekitar 800 unit per bulan sehingga diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar tanpa waktu inden yang panjang.

Meski harga resminya belum diumumkan, Leapmotor Indonesia memberi sinyal bahwa B10 akan dipasarkan di kisaran Rp500 jutaan. Dengan spesifikasi tersebut, SUV listrik ini diprediksi akan bersaing langsung dengan BYD Atto 3, Geely EX5, MG S5 EV, hingga Aion V.

Jika seluruh spesifikasi dan kualitas berkendara yang kami rasakan dipertahankan hingga peluncuran resmi di GIIAS 2026, Leapmotor B10 berpotensi menjadi salah satu penantang paling serius di segmen SUV listrik menengah Indonesia.

Leapmotor Siap Boyong Teknologi Cell-to-Chassis ke Indonesia

Produsen kendaraan listrik global Leapmotor telah menandatangani  perjanjian kerjasama dengan PT Indomobil National Distributor (IND).

Meskipun belum diumumkan kapan peluncuran resminya, namun Leapmotor akan segera hadir di Indonesia tahun ini. Lantas, apa yang jadi pembeda Leapmotor dari brand lainnya?

Teknologi Cell-to-Chassis

Yang menjadi daya tarik pada produk buatan Leapmotor adalah inovasi arsitektur baterai Cell-to-Chassis (C2C). Blok baterai yang ada di bawah dek kabin berfungsi sebagai sasis yang menyatu dengan struktur kendaraan.

Teknologi tersebut membedakan Leapmotor dari produsen lainnya yang menggunakan struktur cell-to-module-to-pack, alias baterai ditumpangkan pada struktur sasis.

Teknologi C2C menjadikan baterai tak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi bagian dari struktur kendaraan itu sendiri. Hasilnya, pemanfaatan ruang baterai lebih efisien dan optimal, bahkan mencapai sekitar 91%.

Selain itu, teknologi C2C juga memberikan keuntungan pada aspek struktur kendaraan. Baterai yang menjadi bagian langsung dari rangka kendaraan turut meningkatkan kekakuan torsional bodi kendaraan atau torsional rigidity. Dampaknya, stabilitas berkendara dan aspek keselamatan kendaraan listrik kian meningkat. Aspek proses produksi dan penggunaan komponen pun jauh lebih efisien.

Teknologi yang digunakan saat ini adalah generasi terbaru C2C 2.0. Tingkat integrasi sistem kendaraan jauh lebih tinggi serta didukung oleh sistem manajemen baterai cerdas untuk memantau performa dan keamanan baterai secara real-time.

Pengembangan teknologi yang dilakukan oleh Leapmotor telah memikat Stellantis untuk menjalin kerjasama global. Kolaborasi yang dilakukan bersama salah satu grup otomotif terbesar di dunia ini akan semakin memperluas sumber daya pengembangan serta transfer teknologi, dan tentunya termasuk pula distribusi kendaraan listrik Leapmotor di berbagai negara.

Bakal Boyong Mobil Apa?

Untuk saat ini belum diungkap model mobil apa yang akan diboyong Leapmotor ke Tanah Air. Namun di situs Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta sudah ada dua model Leapmotor yang terdaftar, yakni B10 dan C10. Bahkan keduanya sudah ada harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Yang pertama adalah Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Kemudian yang kedua yakni Leapmotor C10 BEV dengan NJKB Rp 450.000.000.

Sebagai catatan, model kendaraan listrik Leapmotor lainnya yang menggunakan C2C 2.0 yakni sedan listrik Leapmotor C01 dan SUV listrik Leapmotor C11.

Hanya saja, selain model mobil yang telah terdaftar masih belum dapat dipastikan model mana saja yang juga akan diboyong oleh Leapmotor ke Tanah Air.

Inovasi teknologi Cell-to-Chassis menjadi salah satu bagian evolusi desain kendaraan listrik. Pastinya bikin penasaran, seperti apa keunggulan lain yang dimiliki oleh produk dari Leapmotor. Jadi, kita tunggu saja kabar kejutan dari Leapmotor…