Geely EX2 Facelift Meluncur di Cina, Usung Baterai Lebih Besar!

Pasar mobil listrik China kembali memanas dengan kehadiran Geely EX2 facelift yang resmi meluncur pada 28 Mei 2026. Model yang dikenal sebagai salah satu kendaraan listrik terlaris di Negeri Tirai Bambu ini hadir dengan sederet pembaruan teknologi, peningkatan fitur keselamatan, serta kapasitas baterai yang lebih besar.

Menariknya, meski tampilan luar tidak mengalami perubahan drastis, Geely justru fokus meningkatkan pengalaman berkendara melalui teknologi digital dan sistem pengemudian cerdas yang semakin canggih. Langkah ini menunjukkan strategi Geely untuk mempertahankan dominasi EX2 di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat.

Desain Tetap Familiar, Sentuhan Modern Lebih Kuat

Di pasar China, model ini dipasarkan dengan nama Geely Xingyuan. Dimensinya tetap kompak dengan panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.570 mm, serta wheelbase 2.650 mm.

Filosofi desain “Smile Fascia” masih dipertahankan dengan bentuk lampu depan yang khas dan lampu belakang LED “Light Feather” yang terdiri dari 78 titik pencahayaan individual. Penyegaran paling terlihat hadir pada penggunaan velg Aero Hub Cap terbaru bergaya turbin berukuran 16 inci.

Logo Galaxy terbaru yang kini terpasang juga memunculkan spekulasi bahwa EX2 akan menjadi bagian dari lini Galaxy milik Geely dan tidak lagi berada di bawah sub-brand Geome.

Masuk ke dalam kabin, perubahan terasa jauh lebih signifikan. Interior tampil lebih modern dengan konsep minimalis yang dipadukan nuansa sporty. Geely menghadirkan pilihan warna baru Taro White dan Starry Grey yang membuat suasana kabin terasa lebih premium.

Layar multimedia berukuran 14,6 inci menjadi pusat kendali utama, didampingi panel instrumen digital 8,8 inci. Posisi tuas transmisi juga dipindahkan lebih dekat ke lingkar kemudi sehingga lebih ergonomis saat digunakan.

Teknologi Pintar Jadi Senjata Utama

Pembaruan terbesar Geely EX2 facelift terletak pada sektor teknologi. Sistem infotainment kini menggunakan Galaxy Flyme Auto 2.0 yang ditenagai chip Longying 7 nm terbaru dengan CPU 8-core, RAM 16 GB, serta memori internal 128 GB.

Sistem ini terintegrasi dengan pengaturan AC dual-zone, asisten suara berbasis AI, serta berbagai fitur voice command yang semakin responsif.

Pada sektor keselamatan, Geely menambahkan sensor kamera di bagian depan yang meningkatkan kemampuan ADAS ke level 2+. Kehadiran sensor baru tersebut memungkinkan fitur visualisasi sasis transparan 540 derajat, remote parking, hingga Sentry Mode.

Varian tertinggi juga dibekali 12 fitur ADAS, termasuk Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking.

Tak hanya itu, teknologi G-Pilot H3 kini menghadirkan kemampuan Navigate on Autopilot (NOA) untuk jalan tol dan tanjakan, bantuan parkir hingga 300 skenario, pencarian lokasi parkir dalam radius 2 kilometer, serta Driver Monitoring System yang memantau kondisi pengemudi selama perjalanan.

Baterai Lebih Besar, Pengisian Daya Lebih Cepat

Salah satu peningkatan paling menarik ada pada baterai. Geely kini menawarkan dua pilihan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), yaitu 35 kWh dan 47 kWh.

Versi 35 kWh mampu menempuh jarak hingga 360 km berdasarkan standar CLTC, sementara baterai 47 kWh sanggup menjelajah hingga 480 km dalam sekali pengisian penuh.

Kemampuan pengisian cepat juga ditingkatkan. Jika sebelumnya membutuhkan sekitar 25 menit untuk mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen, kini waktu tersebut dipangkas menjadi hanya 21 menit menggunakan DC Fast Charging.

Untuk performa, tersedia dua pilihan motor listrik penggerak roda belakang (RWD) dengan tenaga 78 hp dan 114 hp.

Dengan harga mulai 64.800 yuan hingga 94.800 yuan atau sekitar Rp138 juta sampai Rp205 juta, Geely EX2 facelift berpotensi mempertahankan statusnya sebagai salah satu mobil listrik paling menarik di China. Kehadirannya pun layak dinantikan di Indonesia, mengingat EX2 yang saat ini dipasarkan sudah dirakit lokal dengan TKDN mencapai 46,5 persen.

JAECOO J5 EV Tembus 16.000 Pengiriman, Laris Manis!

Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif. Kali ini, pencapaian datang dari JAECOO, yang sukses mencatatkan 16.000 pengiriman unit J5 EV hingga April 2026. Dalam waktu hanya empat bulan sejak awal tahun, JAECOO J5 EV bahkan berhasil masuk jajaran SUV listrik terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai semakin percaya terhadap kendaraan listrik, khususnya di segmen SUV premium yang menawarkan kombinasi desain modern, teknologi canggih, serta efisiensi mobilitas harian.

Berdasarkan data yang diumumkan JAECOO Indonesia, selama periode Januari hingga April 2026, J5 EV membukukan penjualan retail sebanyak 10.587 unit dan wholesales mencapai 11.006 unit. Angka ini sekaligus memperkuat posisi JAECOO sebagai salah satu pemain baru yang cukup agresif di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

Sebagai SUV listrik yang mengusung slogan “The Real SUV”, JAECOO J5 EV dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat modern. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian daya, menjadikannya cukup ideal untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan luar kota.

Tak hanya fokus pada kendaraan full electric, JAECOO juga mulai memperkuat lini plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS. Kedua model tersebut bahkan sempat mencuri perhatian berkat kemampuan efisiensi dan daya jelajahnya yang impresif.

J7 SHS-P sebelumnya sukses menuntaskan perjalanan Jakarta-Bali sejauh 1.377 kilometer, sementara J8 SHS-P ARDIS mencatat rekor MURI sebagai mobil PHEV dengan jarak tempuh terjauh, yakni hingga 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan pengisian bahan bakar.

Untuk merayakan pencapaian 16.000 pengiriman unit J5 EV, JAECOO Indonesia menggelar acara bertajuk “Weekend Drive – Together for More” di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Acara ini menjadi wadah berkumpulnya konsumen, komunitas, media, hingga pecinta otomotif dalam satu ekosistem gaya hidup modern berbasis kendaraan elektrifikasi.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan layanan JAECOO di Indonesia.

Tak hanya menghadirkan sesi community sharing, acara tersebut juga menampilkan berbagai aksesori resmi JAECOO J5 EV yang mendukung personalisasi kendaraan, mulai dari karaoke mic, car subwoofer, hingga kompartemen khusus hewan peliharaan.

Dari sisi layanan purna jual, JAECOO juga terus memperluas jaringan dealer dan bengkel resmi di Indonesia. Saat ini sudah terdapat 35 dealer aktif dan jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 80 dealer hingga akhir 2026.

Dengan kombinasi produk modern, teknologi elektrifikasi, serta penguatan layanan purna jual, JAECOO tampaknya serius ingin menjadi salah satu pemain utama di pasar SUV listrik premium Tanah Air.

Lepas Resmikan Dealer Pluit Jelang Peluncuran Lepas E4

Brand otomotif Lepas terus memperkuat eksistensinya di Indonesia. Satu dealer baru saja diresmikan di kawasan Pluit Culinary Park, Jakarta Utara. Dealer Lepas yang keempat di Indonesia ini dikelola oleh PT Mitra Auto Strategi (MAS) dan menjadi dealer kedua yang dikelola MAS setelah dealer Lepas di Kelapa Gading.

Perluasan jangkauan layanan dengan memperbanyak jumlah jaringan dealer merupakan langkah strategis bagi Lepas untuk semakin dekat dengan pelanggan.

Lokasi Strategis

Lepas MAS Pluit yang berlokasi di Jalan Pluit Karang Indah Timur, Jakarta Utara dan tidak jauh dari pintu exit Tol Pluit atau Penjaringan terbilang sangat strategis.

Direktur PT Mitra Auto Sinergi (MAS), Djunaedi Hadiwidjaja, memaparkan bahwa alasan pemilihan lokasi Pluit guna dapat mengakomodir pangsa pasar di kawasan Jakarta Utara yang sangat potensial.

Bangunan dealer Lepas MAS Pluit seluas 1.200 m² yang berdiri di lahan seluas 1.300 m² ini menghadirkan layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts).

Ruang pamer showroom sebagai jangkar utama dealer dapat memajang hingga lima unit kendaraan. Fasilitas workshop yang tersedia mampu menangani servis sampai 15 unit kendaraan per hari. Sebagai layanan premium, Lepas MAS Pluit dilengkapi VIP Lounge yang bisa difungsikan sebagai co-working space.

Keberadaan unit dealer Lepas MAS Pluit merupakan fase awal dari strategi perluasan jaringan brand Lepas di Indonesia. Hingga akhir tahun 2026, Lepas berharap dapat mengoperasikan hingga 40 dealer di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

“Peresmian Lepas MAS Pluit merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman brand yang lebih dekat, lebih personal, dan relevan dengan gaya hidup pelanggan saat ini. Bagi LEPAS, showroom bukan hanya titik penjualan, tetapi juga ruang dimana konsumen dapat merasakan langsung bagaimana teknologi, desain, dan kenyamanan hadir dalam satu pengalaman yang utuh,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director Lepas Indonesia.

Jaminan Garansi Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Lepas berkomitmen memberikan layanan purna jual paripurna guna meningkatkan kepercayaan konsumen.

Lepas memberikan jaminan garansi selama 6 tahun/150.000 km untuk.unit kendaraan; garansi selama 8 tahun /160.000 km untuk baterai, motor, dan controller; serta garansi selama 10 tahun/1.000.000 km untuk mesin.

Lepas juga memberikan sejumlah benefit kepada para pelanggan berupa gratis servis selama 4 tahun/60.000 km, layanan pick-up dan delivery selama 2 tahun untuk area Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya; serta layanan roadside assistance selama 3 tahun dalam cakupan 50 km.

Lepas E4 Bakal Segera Launching

Keberadaan dealer baru Lepas ternyata jadi bagian persiapan jelang peluncuran model mobil terbaru Lepas E4 yang akan launching di Indonesia dalam waktu dekat. Mobil listrik Lepas E4 akan mendampingi Lepas L8 yang telah lebih dulu dipasarkan di Indonesia. Nah, seperti apa mobilnya?

Lepas E4 merupakan compact SUV EV yang bakal jadi alternatif baru bagi konsumen penyuka SUV bertenaga listrik di Tanah Air.

Dengan panjang 4.406 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.635 mm, wheelbase 2.700 mm, dan ground clearance 160 mm, postur Lepas E4 terbilang cocok untuk kawasan perkotaan.

Untuk sektor performa, Lepas E4 dibekali motor listrik tunggal penggerak roda depan (FWD) bertenaga 160 kW (217 hp). Dibekali baterai LFP berkapasitas 65 kWh, diklaim jarak jelajahnya mencapai 500 km (NEDC).

Fitur berkendara yang dibekalkan pada Lepas E4 terbilang sangat lengkap dan modern. Selaian tiga mode berkendara (Eco, Normal, dan Sport), Lepas E4 dilengkapi rem parkir elektronik, dan sistem keamanan aktif ADAS seperti Automatic Cruise Control, Automatic Emergency Brake, dan Lane Keep Assist. Untuk saat ini spek teknisnya belum diungkap secara gamblang. Diperkirakan harga jualnya akan berkisar Rp 300 jutaan. Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat…

Leapmotor Siap Boyong Teknologi Cell-to-Chassis ke Indonesia

Produsen kendaraan listrik global Leapmotor telah menandatangani  perjanjian kerjasama dengan PT Indomobil National Distributor (IND).

Meskipun belum diumumkan kapan peluncuran resminya, namun Leapmotor akan segera hadir di Indonesia tahun ini. Lantas, apa yang jadi pembeda Leapmotor dari brand lainnya?

Teknologi Cell-to-Chassis

Yang menjadi daya tarik pada produk buatan Leapmotor adalah inovasi arsitektur baterai Cell-to-Chassis (C2C). Blok baterai yang ada di bawah dek kabin berfungsi sebagai sasis yang menyatu dengan struktur kendaraan.

Teknologi tersebut membedakan Leapmotor dari produsen lainnya yang menggunakan struktur cell-to-module-to-pack, alias baterai ditumpangkan pada struktur sasis.

Teknologi C2C menjadikan baterai tak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi bagian dari struktur kendaraan itu sendiri. Hasilnya, pemanfaatan ruang baterai lebih efisien dan optimal, bahkan mencapai sekitar 91%.

Selain itu, teknologi C2C juga memberikan keuntungan pada aspek struktur kendaraan. Baterai yang menjadi bagian langsung dari rangka kendaraan turut meningkatkan kekakuan torsional bodi kendaraan atau torsional rigidity. Dampaknya, stabilitas berkendara dan aspek keselamatan kendaraan listrik kian meningkat. Aspek proses produksi dan penggunaan komponen pun jauh lebih efisien.

Teknologi yang digunakan saat ini adalah generasi terbaru C2C 2.0. Tingkat integrasi sistem kendaraan jauh lebih tinggi serta didukung oleh sistem manajemen baterai cerdas untuk memantau performa dan keamanan baterai secara real-time.

Pengembangan teknologi yang dilakukan oleh Leapmotor telah memikat Stellantis untuk menjalin kerjasama global. Kolaborasi yang dilakukan bersama salah satu grup otomotif terbesar di dunia ini akan semakin memperluas sumber daya pengembangan serta transfer teknologi, dan tentunya termasuk pula distribusi kendaraan listrik Leapmotor di berbagai negara.

Bakal Boyong Mobil Apa?

Untuk saat ini belum diungkap model mobil apa yang akan diboyong Leapmotor ke Tanah Air. Namun di situs Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta sudah ada dua model Leapmotor yang terdaftar, yakni B10 dan C10. Bahkan keduanya sudah ada harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Yang pertama adalah Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Kemudian yang kedua yakni Leapmotor C10 BEV dengan NJKB Rp 450.000.000.

Sebagai catatan, model kendaraan listrik Leapmotor lainnya yang menggunakan C2C 2.0 yakni sedan listrik Leapmotor C01 dan SUV listrik Leapmotor C11.

Hanya saja, selain model mobil yang telah terdaftar masih belum dapat dipastikan model mana saja yang juga akan diboyong oleh Leapmotor ke Tanah Air.

Inovasi teknologi Cell-to-Chassis menjadi salah satu bagian evolusi desain kendaraan listrik. Pastinya bikin penasaran, seperti apa keunggulan lain yang dimiliki oleh produk dari Leapmotor. Jadi, kita tunggu saja kabar kejutan dari Leapmotor…