JAECOO J5 EV Tembus 16.000 Pengiriman, Laris Manis!

Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif. Kali ini, pencapaian datang dari JAECOO, yang sukses mencatatkan 16.000 pengiriman unit J5 EV hingga April 2026. Dalam waktu hanya empat bulan sejak awal tahun, JAECOO J5 EV bahkan berhasil masuk jajaran SUV listrik terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai semakin percaya terhadap kendaraan listrik, khususnya di segmen SUV premium yang menawarkan kombinasi desain modern, teknologi canggih, serta efisiensi mobilitas harian.

Berdasarkan data yang diumumkan JAECOO Indonesia, selama periode Januari hingga April 2026, J5 EV membukukan penjualan retail sebanyak 10.587 unit dan wholesales mencapai 11.006 unit. Angka ini sekaligus memperkuat posisi JAECOO sebagai salah satu pemain baru yang cukup agresif di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

Sebagai SUV listrik yang mengusung slogan “The Real SUV”, JAECOO J5 EV dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat modern. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian daya, menjadikannya cukup ideal untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan luar kota.

Tak hanya fokus pada kendaraan full electric, JAECOO juga mulai memperkuat lini plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS. Kedua model tersebut bahkan sempat mencuri perhatian berkat kemampuan efisiensi dan daya jelajahnya yang impresif.

J7 SHS-P sebelumnya sukses menuntaskan perjalanan Jakarta-Bali sejauh 1.377 kilometer, sementara J8 SHS-P ARDIS mencatat rekor MURI sebagai mobil PHEV dengan jarak tempuh terjauh, yakni hingga 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan pengisian bahan bakar.

Untuk merayakan pencapaian 16.000 pengiriman unit J5 EV, JAECOO Indonesia menggelar acara bertajuk “Weekend Drive – Together for More” di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Acara ini menjadi wadah berkumpulnya konsumen, komunitas, media, hingga pecinta otomotif dalam satu ekosistem gaya hidup modern berbasis kendaraan elektrifikasi.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan layanan JAECOO di Indonesia.

Tak hanya menghadirkan sesi community sharing, acara tersebut juga menampilkan berbagai aksesori resmi JAECOO J5 EV yang mendukung personalisasi kendaraan, mulai dari karaoke mic, car subwoofer, hingga kompartemen khusus hewan peliharaan.

Dari sisi layanan purna jual, JAECOO juga terus memperluas jaringan dealer dan bengkel resmi di Indonesia. Saat ini sudah terdapat 35 dealer aktif dan jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 80 dealer hingga akhir 2026.

Dengan kombinasi produk modern, teknologi elektrifikasi, serta penguatan layanan purna jual, JAECOO tampaknya serius ingin menjadi salah satu pemain utama di pasar SUV listrik premium Tanah Air.

Leapmotor B10 Terpergok di Jakarta, Bakal Segera Launching?

Terpergok di Jalan Dalam Selubung Kamuflase, Leapmotor B10 Bakal Segera Launching?

Pasar mobil listrik di Indonesia nampaknya bakal dimeriahkan oleh satu pendatang baru. Sebuah mobil berselubung kamuflase yang diduga kuat sebagai Leapmotor B10 terpergok tengah melaju di jalanan Jakarta. Apakah mobil tersebut sedang melakukan persiapan sebelum waktu peluncuran resminya?

Saat di Beijing, China beberapa pekan lalu, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, telah memberi petunjuk bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera membawa model mobil terbaru mereka ke Tanah Air.

Walau seluruh bagian bodi mobil diselimuti oleh stiker kamuflase, namun lekukan siluet serta bentuk fisik kendaraan secara garis bedar menunjukkan identitas sebagai SUV listrik teranyar dari Leapmotor.

Kemunculannya yang tengah melenggang di ruas jalanan kota Jakarta kian mempertegas indikasi kuat mengenai kehadiran model terbaru Leapmotor di pasar Indonesia.

Prediksi pun kian menguat jika Leapmotor B10 akan debut perdana di hadapan publik Tanah Air dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

Keberadaan brand otomotif Leapmotor di Indonesia menandai babak baru bagi Indomobil Group untuk memperbanyak pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar nasional. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan oleh Leapmotor B10?

Leapmotor B10

Sejak beberapa bulan lalu di situs Bapenda DKI Jakarta ada dua model Leapmotor yang terdaftar, salah satunya yakni yakni B10. Bahkan sudah tertera harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Untuk model Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Leapmotor B10 adalah compact SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang dirancang dengan desain bergaya Eropa.

Desain tampilan eksterior B10 yang clean dan minimalis dilengkapi lampu depan Daytime Running Light (DRL) LED model lightbar yang memberi kesan modern dan futuristik. Sedangkan lampu utama berada di bagian bumper. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Yang cukup menarik perhatian adalah setup konfigurasi roda B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda. Hal seperti ini umumnya ditemukan pada mobil sport dan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara saat melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless pun turut mendukung distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi roda tetap stabil.

Kemasan interior yang simple namun terlihat elegan pun jadi daya tarik tersendiri. Pada dashboard terpampang layar utama HD 2,5K berukuran 14,6 inci yang terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara panel instrumen menggunakan layar digital 8,8 inci. Fitur premium seperti panoramic sunroof, ambient light, serta kursi dengan pemanas dan ventilasi jadi faktor pemikat.

Berdasarkan spek untuk pasar Eropa, sektor performa mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 160 kW (218 hp). Untuk sumber daya listrik, B10 hadir dengan dua pilihan baterai LFP, yakni versi 56,2 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 361 km (WLTP), dan 67,1 kWh dengan jarak jelajah hingga 434 km (WLTP).

Kemampuan pengisian daya ultra-fast charging yang dimiliki B10 jadi keunggulan tersendiri. Cukup 17 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%. Wah, sangat cepat dan efisien!

Tak hanya itu, fitur Vehicle to Load (V2L) yang dibekalkan pada B10 membuat energi baterai dapat disalurkan untuk perangkat elektronik dan kelistrikan eksternal. Mirip fungsi genset.

Kualitas keselamatan berkendara pun jadi keunggulan utama. SUV EV ini dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kamera 360°. Leapmotor B10 bahkan sukses meraih peringkat 5 bintang dari uji benturan dan keselamatan berkendara Eropa, Euro NCAP. Jadi, hati dijamin tenteram saat mengemudi.

Untuk saat ini spesifikasi teknis B10 versi pasar Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun kehadiran unit Leapmotor B10
berselubung kamuflase di jalanan umum mengisyaratkan bahwa rangkaian proses uji berkendara atau tahapan persiapan homologasi saat ini sedang berjalan jelang momen peluncuran resminya.

Camouflage Car Campaign

Kehadiran SUV Leapmotor B10 berselubung kamuflase ternyata merupakan kampanye kreatif yang diadakan oleh Leapmotor Indonesia. Kamuflase di sekujur bodi Leapmotor B10 yang mulai berkeliling di sejumlah titik strategis Jakarta mengusung desain artistik dengan tampilan visual yang unik dan eye-catching.

Kehadiran kendaraan ini pun sukses menarik perhatian masyarakat sekaligus membangun antusiasme menjelang peluncuran resmi Leapmotor B10 di Indonesia. Aktivitas brand engagement Leapmotor Indonesia ini jadi cara unik dalam memperkenalkan SUV listrik terbaru Leapmotor kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih interaktif, modern, dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini.

Desain kamuflasenya merepresentasikan karakter Leapmotor B10 sebagai kendaraan listrik modern yang menggabungkan teknologi inovatif dengan desain futuristis.

Melalui kampanye ini, Leapmotor Indonesia mengajak masyarakat untuk menemukan camouflage car Leapmotor B10 di berbagai titik strategis kota Jakarta dan mengikuti giveaway interaktif melalui QR code yang tersedia pada bodi kendaraan.

Masyarakat yang berhasil melakukan scan QR code berkesempatan memenangkan dinner untuk dua orang di hotel bintang lima dengan total hadiah senilai hingga IDR 1,5 juta.

Kampanye ini tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Leapmotor Indonesia dalam membangun awareness terhadap kendaraan listrik pintar yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas urban masa kini.

Kehadiran camouflage car di ruang publik diharapkan mampu menciptakan excitement sekaligus memperkenalkan Leapmotor B10 secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Sudah tak sabar ingin melihat wujud asli SUV EV Leapmotor B10 dari dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya….

Volvo EX90 Siap Gaet Pangsa Pasar SUV EV Premium Tanah Air

SUV premium bertenaga listrik baterai (BEV) di Tanah Air bertambah satu lagi. Volvo Cars Indonesia (VCI) resmi memperkenalkan SUV listrik flagship terbaru, Volvo EX90. Keberadaan mobil listrik mewah ini di Indonesia sekaligus menandai komitmen keseriusan Volvo memperkuat strategi elektrifikasi global mereka.

Sebelum melangkah dengan lini mobil listrik (EV), Volvo secara bertahap membangun fondasi pasar kendaraan elektrifikasi ramah lingkungan. Setelah memperkenalkan mobil mild hybrid, kini Volvo Cars Indonesia (VCI) tampil optimis dengan lini SUV EV premium.

Hal tersebut ditegaskan oleh Koji Horii, Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia. Setelah tahun lalu mulai memperkenalkan kendaraan elektrifikasi mild hybrid sebagai langkah awal. Kini, SUV EV Volvo EX90 menjadi bagian dari strategi bisnis VCI selanjutnya di Indonesia.

“Volvo EX90 merepresentasikan visi kami terhadap masa depan mobilitas, di mana kendaraan listrik tak hanya menghadirkan performa, tapi juga pengalaman berkendara yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih cerdas. Kami bangga menghadirkan SUV listrik flagship ini di Indonesia sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Volvo dalam mendukung mobilitas premium yang lebih berkelanjutan,” ujar Koji Horii, Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia, di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Volvo EX90 yang dipasarkan di Indonesia diimpor dari Malaysia secara utuh alias Completely Built Up (CBU). SUV EV denagn tiga baris bangku ini jadi rival untuk Kia EV9 GT-Line, BMW iX, dan SUV EV sekelasnya.

Kemewahan Khas Skandinavia

Salah satu daya tarik dari Volvo EX90 adalah desain eksterior yang tampil clean dengan handle pintu model flush dan spion samping frameless. Lampu depan LED model ‘Thor Hammer’ khas Volvo dilengkapi grafis piksel LED yang dapat terbuka secara mekanis.

Siluet bodi yang ramping dan aerodinamis dengan garis atap melandai ke arah buritan ala fastback menghasilkan aerodinamika yang sempurna. Koefisien hambatan udara pun terbilang sangat minim yakni 0.29 Cd. Hambatan udara yang minim menghasilkan efisiensi energi yang lebih baik.

Desainnya yang atraktif dan aerodinamis, serta sematan teknologi modern dan fitur canggih membuat Volvo EX90 dinobatkan sebagai World Luxury Car of the Year oleh World Car Awards. Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan global terhadap kualitas rancang bangun Volvo EX90.

Desain interior mungkin terkesan minimalis, namun tampil elegan khas mobil mewah Skandinavia. Tak sekadar mewah, material yang digunakan pada kursi dan panel interior mengusung konsep kabin ramah lingkungan, antara lain melalui penggunaan material Wool alami dan Nordico.

Volvo EX90 berkonfigurasi tiga baris bangku dengan kapasitas hingga tujuh penumpang. Kemasan interior Volvo EX90. Desain kursi depan hingga belakang yang ergonomis jadi faktor penunjang kenyamanan berkendara.

Fitur hiburan, navigasi dan kontrol sistem utama kendaraan terpusat pada layar sentuh vertikal 14,5 inci yang terintegrasi dengan Google built-in. Panel instrumen digital menggunakan layar 9 inci.

Pembaruan perangkat lunak dengan metoda over-the-air (OTA) memudahkan update berbagai fitur kendaraan secara mandiri tanpa harus datang ke bengkel resmi.

Mobil ini juga dilengkapi panoramic glass roof, ambient lighting, kursi berpemanas dan ventilasi. Kenyamanan kabin terjamin berkat fitur kendali iklim kabin 4-zona.

Sebagai bagian dari sarana hiburan, EX90 dilengkapi sistem audio Dolby Atmos dari Bowers & Wilkins. Suasana perjalanan jadi semakin syahdu.

Mobil Listrik Ideal Penunjang Mobilitas

Soal performa, Volvo EX90 hadir dalam dua varian, yakni Twin Motor dan Twin Motor Performance. Dua motor listrik yang terpasang pada masing-masing poros roda menghasilkan sistem penggerak all-wheel drive (AWD). Jadi tak perlu khawatir jika harus melintasi kondisi jalan non aspal dan trek semi offroad.

Varian Twin Motor memiliki output tenaga maksimum hingga 402 hp dengan akselerasi 0-100 km/jamn dalam.waktu 5,9 detik. Jika ingin yang lebih gerget, tersedia varian Twin Motor Performance dengan tenaga hingga 510 hp. Akselerasi 0-100 km/jam pun lebih gesit, yakni 4,9 detik.

Volvo EX90 dibekali baterai 111 kWh yang menghasilkan jarak tempuh hingga 600 km dalam sekali pengisian daya. Cukup untuk menunjang mobilitas harian di perkotaan atau menempuh perjalanan antar kota.

Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC beroutput hingga 250 kW dari 10 persen ke 80 persen hanya perlu sekira 30 menit. Cukup cepat dan efisien.

Fitur esensial yang dibekalkan pada EX90 salah satumya yakni Vehicle-to-Load (V2L). Energi baterai dapat digunakan untuk perangkat listrik dan elektronik eksternal saat dibutuhkan. Tak ubahnya seperti fungsi genset.

Perihal keselamatan berkendara, fiturnya pun sangat lengkap. Mulai dari Collision Avoidance dengan Automatic Emergency Braking, Blind Spot Information System (BLIS), Cross Traffic Alert, Pilot Assist, hingga Driver Monitoring Alert. Volvo EX90 juga dilengkapi sensor LiDAR yang di bagian atap kendaraan. Teknologi ini memindai kondisi jalan secara detail. Sistem bantu berkendara dan penunjang keselamatan berteknologi canggih yang dibekalkan Volvo pada EX90 membuat hati lebih tenteram selama perjalanan.

Ingin tahu harganya? Volvo EX90 dibanderol seharga Rp 2.550.000.000. OTR Jakarta.

Lepas Resmikan Dealer Pluit Jelang Peluncuran Lepas E4

Brand otomotif Lepas terus memperkuat eksistensinya di Indonesia. Satu dealer baru saja diresmikan di kawasan Pluit Culinary Park, Jakarta Utara. Dealer Lepas yang keempat di Indonesia ini dikelola oleh PT Mitra Auto Strategi (MAS) dan menjadi dealer kedua yang dikelola MAS setelah dealer Lepas di Kelapa Gading.

Perluasan jangkauan layanan dengan memperbanyak jumlah jaringan dealer merupakan langkah strategis bagi Lepas untuk semakin dekat dengan pelanggan.

Lokasi Strategis

Lepas MAS Pluit yang berlokasi di Jalan Pluit Karang Indah Timur, Jakarta Utara dan tidak jauh dari pintu exit Tol Pluit atau Penjaringan terbilang sangat strategis.

Direktur PT Mitra Auto Sinergi (MAS), Djunaedi Hadiwidjaja, memaparkan bahwa alasan pemilihan lokasi Pluit guna dapat mengakomodir pangsa pasar di kawasan Jakarta Utara yang sangat potensial.

Bangunan dealer Lepas MAS Pluit seluas 1.200 m² yang berdiri di lahan seluas 1.300 m² ini menghadirkan layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts).

Ruang pamer showroom sebagai jangkar utama dealer dapat memajang hingga lima unit kendaraan. Fasilitas workshop yang tersedia mampu menangani servis sampai 15 unit kendaraan per hari. Sebagai layanan premium, Lepas MAS Pluit dilengkapi VIP Lounge yang bisa difungsikan sebagai co-working space.

Keberadaan unit dealer Lepas MAS Pluit merupakan fase awal dari strategi perluasan jaringan brand Lepas di Indonesia. Hingga akhir tahun 2026, Lepas berharap dapat mengoperasikan hingga 40 dealer di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

“Peresmian Lepas MAS Pluit merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman brand yang lebih dekat, lebih personal, dan relevan dengan gaya hidup pelanggan saat ini. Bagi LEPAS, showroom bukan hanya titik penjualan, tetapi juga ruang dimana konsumen dapat merasakan langsung bagaimana teknologi, desain, dan kenyamanan hadir dalam satu pengalaman yang utuh,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director Lepas Indonesia.

Jaminan Garansi Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Lepas berkomitmen memberikan layanan purna jual paripurna guna meningkatkan kepercayaan konsumen.

Lepas memberikan jaminan garansi selama 6 tahun/150.000 km untuk.unit kendaraan; garansi selama 8 tahun /160.000 km untuk baterai, motor, dan controller; serta garansi selama 10 tahun/1.000.000 km untuk mesin.

Lepas juga memberikan sejumlah benefit kepada para pelanggan berupa gratis servis selama 4 tahun/60.000 km, layanan pick-up dan delivery selama 2 tahun untuk area Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya; serta layanan roadside assistance selama 3 tahun dalam cakupan 50 km.

Lepas E4 Bakal Segera Launching

Keberadaan dealer baru Lepas ternyata jadi bagian persiapan jelang peluncuran model mobil terbaru Lepas E4 yang akan launching di Indonesia dalam waktu dekat. Mobil listrik Lepas E4 akan mendampingi Lepas L8 yang telah lebih dulu dipasarkan di Indonesia. Nah, seperti apa mobilnya?

Lepas E4 merupakan compact SUV EV yang bakal jadi alternatif baru bagi konsumen penyuka SUV bertenaga listrik di Tanah Air.

Dengan panjang 4.406 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.635 mm, wheelbase 2.700 mm, dan ground clearance 160 mm, postur Lepas E4 terbilang cocok untuk kawasan perkotaan.

Untuk sektor performa, Lepas E4 dibekali motor listrik tunggal penggerak roda depan (FWD) bertenaga 160 kW (217 hp). Dibekali baterai LFP berkapasitas 65 kWh, diklaim jarak jelajahnya mencapai 500 km (NEDC).

Fitur berkendara yang dibekalkan pada Lepas E4 terbilang sangat lengkap dan modern. Selaian tiga mode berkendara (Eco, Normal, dan Sport), Lepas E4 dilengkapi rem parkir elektronik, dan sistem keamanan aktif ADAS seperti Automatic Cruise Control, Automatic Emergency Brake, dan Lane Keep Assist. Untuk saat ini spek teknisnya belum diungkap secara gamblang. Diperkirakan harga jualnya akan berkisar Rp 300 jutaan. Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat…

Leapmotor All Out di Beijing Auto Show 2026, B10 Jadi Kejutan!

Di kancah industri otomotif dunia, nama Leapmotor memang terbilang baru. Tapi tak ada yang mengira jika brand asal China ini sukses menggapai pasar otomotif global dan menjadi startup kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) No.1 di dunia.

Pabrikan yang didukung raksasa industri otonotif dunia Stellantis ini pun tampil all out dan unjuk gigi di negara asalnya dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kini tengah berlangsung di jantung Negeri Tirai Bambu.

Mengusung slogan “A New Answer to the World – Leapmotor’s Further Advancement,” Leapmotor sangat optimis seluruh lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipamerkan mampu menggaet pangsa pasar yang selama ini dikuasai industri otomotif raksasa global. Model mobil apa saja yang ditampilkan oleh Leapmotor di Beijing Auto Show 2026?

Debut Perdana Global Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra

Dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kondang dengan sebutan Auto China, Leapmotor melakukan debut global model terbaru Lafa5 (B05) Ultra. Varian teratas dari compact hatchback bertenaga listrik (EV) Lafa5 untuk pasar domestik China ini sukses menyita perhatian media dunia dan para pengunjung.

Dari segi tampilan, varian Ultra terlihat lebih sporty dibandingkan versi reguler Lafa5 yang di pasar Eropa beredar dengan label Leapmotor B05. Sematan bodykit mulai dari side skirt, dual-layer front splitter dan rear spoiler meningkatkan gaya aerodinamika sekaligus mendongkrak gaya tampilan jadi makin eyecatching.

Interior pun tampil lebih memikat dengan lapisan bahan suede nan lembut. Jok sport dengan fungsi 8 titik pemijat diimbuhi logo bordir ‘Ultra’ sebagai penanda. Seat belt pun tampil sewarna bodi. Teknologi sistem multimedia telah menggunakan sepasang chip prosesor yakni Qualcomm 8650 dan 8295 serta sistem navigasi yang canggih.

Sektor performa pun mengalami upgrade dengan motor listrik beroutput 180 kW (241 hp). Coupe hatchback EV berpenggerak roda depan (FWD) ini cuma butuh waktu sekira 5 detik untuk sprint 0-100 km/jam.

Untuk baterai LFP yang ditawarkan ada dua versi yakni 56.2 kWh dengan jarak jelajah 515 km dan 67.1 kWh yang jarak jelajahnya bisa mencapai 605 km (WLTP).

Perihal harga jual belum diumumkan. Tapi diperkirakan tak akan selisih jauh dari rival sekelasnya yakni Lynk & Co 10+ dan Xiaomi SU7 Ultra. Para konsumen BYD Seal 06 GT, Lynk & Co Z20, dan Zeekr X juga jadi target yang dibidik Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra.

Leapmotor B10 Bakal Beredar di Indonesia

Model lain dalam seri B yang tampil di Beijing Auto Show 2026 adalah Leapmotor B10. Compact SUV EV yang satu ini cukup mengejutkan, karena kabarnya bakal segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Tampilannya walau tak terlalu rumit dan mencolok penuh chrome blink-blink, tapi enak dilihat. Posturnya pun terbilang sedang dan cukup proporsional dengan panjang sekira 4,5 meter dan lebar di kisaran 1,8 meter. Jarak sumbu rodanya yang berkisar 2,7 meter pun mengindikasikan ruang kabin yang lapang.

Bagian interior pun tak ubahnya compact SUV EV modern dengan layar utama 14,6 inci sebagai pusat kendali sistem multimedia dan fitur berkendara. Panel instrumennya walau agak kecil yakni 8,8 inci namun cukup informatif dan bisa dibaca dengan jelas.

Kemasan interior tampil elegan dengan opsi material Grey Fabric untuk varian Life, dan lapisan kulit Eco Leather warna Light Grey atau Shadow Grey untuk varian Design.

Keunggulan mobil ini yakni kursi depan bisa direbahkan sepenuhnya, sehingga dapat digunakan untuk rehat sejenak di rest area saat perjalanan jauh. Fitur kekinian seperti Panoramic Sunroof dengan tirai otomatis jadi nilai plus pada B10. Kapasitas bagasi standarnya 430 liter, tapi bisa ditambah hingga 1.700 liter jika kursi belakang dilipat.

Rancang bangunnya yang berbasis platform LEAP 3.5 terbaru dari Leapmotor menggunakan motor listrik penggerak berdaya 160 kW atau setara 218 hp, dengan torsi puncak yang mencapai 240 Nm.

Untuk baterai, tersedia opsi berdaya 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 361 km dan versi 67,1 kWh yang daya jelajahnya lebih jauh yakni 434 km (standar WLTP). Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30% ke 80% hanya butuh waktu sekira 18 hingga 20 menit. Cukup cepat dan fleksibel bagi pengguna di perkotaan yang tak punya banyak waktu untuk menunggu pengecasan.

Selain versi listrik murni (EV), Leapmotor B10 juga tersedia varian Hybrid EV (REEV) yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai 18,8 kWh. Total jarak tempuhya mampu mencapai 900 km. Wah, cukup menggugah.

Faktor keselamatan berkendara pada Leapmotor B10 ditunjang 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Automatic Emergency Braking System (AEBS) dan lainnya.

Untuk mobilitas harian di area perkotaan yang lalu lintasnya padat dan area parkirnya terbatas, mobil listrik yang satu ini cukup ideal dan user friendly.

Kabar bahwa Leapmotor B10 bakal hadir di Indonesia dikonfirmasi oleh CEO Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw saat sesi tanya jawab bersama media di Beijing Auto Show 2026.

“Leapmotor B10 akan kami perkenalkan di GIIAS. Jadi tunggu saja kejutannya,” ungkap Tan Kim Piauw.

Sebagai catatan, Leapmotor B10 ternyata sudah beredar di Malaysia dengan kisaran harga 107.000 Ringgit hingga 118.800 Ringgit atau sekira Rp 460 jutaan hingga Rp 507 jutaan. Untuk pasar Indonesia? Kita tunggu kemunculannya di GIIAS 2026 dalam beberapa bulan mendatang.

 

iCAR V23 Pro Plus Collector Series Resmi di Jemput Pemiliknya

iCAR Indonesia resmi memulai penyerahan unit perdana iCAR V23 Pro Plus Collector Series kepada para pelanggan awal yang melakukan pemesanan di ajang Indonesia International Motor Show 2026. Prosesi handover yang digelar pada Sabtu, (18/4) di Jakarta Selatan ini memulai perjalanan iCAR di Indonesia, sekaligus lahirnya komunitas eksklusif pengguna V23.

Eksklusivitas Collector Series

Sebagai varian spesial, iCAR V23 Pro Plus Collector Series tampil dengan identitas unik melalui Collector Series Badge yang menjadi simbol eksklusivitas. Tampilan eksterior diperkuat dengan velg retro chrome serta ban all-terrain yang menghadirkan karakter rugged sekaligus fleksibel untuk berbagai kondisi jalan.

Sentuhan fungsional juga menjadi perhatian utama. Fitur seperti soft-close door memberikan pengalaman premium saat menutup pintu, sementara electric folding mirror menambah kepraktisan di area urban. Perlindungan ekstra hadir melalui lapisan window film premium dan coating bodi untuk menjaga kualitas visual kendaraan dalam jangka panjang.

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa. Sistem audio dari JBL dengan digital sound processor menghadirkan kualitas suara yang imersif, sementara ambient lighting yang dapat disesuaikan menciptakan atmosfer berkendara yang lebih personal.

Panel instrumen digital memastikan seluruh informasi kendaraan tersaji secara intuitif. Selain itu, fitur seat-back table dengan wireless charger menambah fleksibilitas, baik untuk kebutuhan kerja maupun perjalanan santai.

Yang menarik, setiap unit dilengkapi Collector Series Limited Edition Badge yang dapat dipersonalisasi sesuai preferensi pemilik mulai dari angka hingga inisial, menjadikan setiap kendaraan benar-benar unik

Komunitas Eksklusif dan Ekosistem Kepemilikan Baru

Para pemilik pertama tergabung dalam komunitas eksklusif V23 Initial Pioneers (VIP), yang menjadi fondasi awal ekosistem iCAR di Indonesia. Melalui program ini, pelanggan mendapatkan akses ke berbagai keuntungan, mulai dari preview produk terbaru hingga undangan ke event khusus. Hal ini pun makin mendorong keinginan Bapak Kami, Om Mobi, untuk segera membawanya pulang karena resmi menjadi salah satu dari pemilik SUV ganteng ini.

Langkah ini menunjukkan pendekatan iCAR yang tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pengguna melalui pengalaman yang lebih terintegrasi.

Penguatan brand iCAR juga akan berlanjut melalui partisipasi dalam International Business Summit 2026 di Wuhu, dalam rangkaian Beijing Auto Show 2026. Keterlibatan ini menjadi bagian dari strategi global untuk menghubungkan inovasi produk dengan kolaborasi lintas pasar.

Di Indonesia sendiri, kehadiran iCAR menjadi bagian dari transformasi menuju mobilitas berbasis energi baru yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen modern.

Penyerahan iCAR V23 Pro Plus Collector Series bukan sekadar distribusi unit, melainkan awal dari pendekatan baru dalam kepemilikan kendaraan listrik secara lebih personal, eksklusif, dan terhubung dengan gaya hidup.

Dengan kombinasi desain unik, fitur premium, serta ekosistem komunitas yang kuat, iCAR menunjukkan keseriusannya dalam membangun brand EV yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga relevan secara emosional bagi penggunanya.

JAECOO Rayakan Larisnya J5 EV Lewat JAECOO LAND 2026

JAECOO Indonesia merayakan pencapaian JAECOO J5 EV sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia pada Maret 2026 dengan menghadirkan festival gaya hidup bertajuk JAECOO LAND 2026.

Acara ini digelar pada 11–12 April 2026 di One Satrio, Jakarta Selatan, sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme konsumen sekaligus memperkuat kedekatan brand dengan masyarakat urban.

Berdasarkan data retail GAIKINDO, penjualan J5 EV menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Model ini mencatatkan penjualan 1.942 unit pada Januari, meningkat menjadi 2.926 unit di Februari, dan tetap kuat dengan 2.775 unit pada bulan Maret 2026.

Capaian tersebut menjadikan J5 EV sebagai salah satu model EV paling diminati di pasar Indonesia. Seiring tingginya permintaan, JAECOO menargetkan distribusi hingga 13.000 unit kepada pelanggan sampai akhir April 2026.

Menurut Jim Ma, tren positif ini menjadi indikator kuat bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang dan semakin diterima oleh konsumen.

Momentum Global yang Terus Menguat

Kesuksesan di Indonesia turut didukung performa global JAECOO yang terus meningkat. Hingga kini, brand ini telah menjangkau lebih dari 960.000 pelanggan di 64 negara.

Pada Maret 2026 saja, JAECOO mencatatkan penjualan global 61.254 unit, naik 210% secara tahunan. Segmen New Energy Vehicle (NEV) bahkan tumbuh lebih agresif dengan total 39.716 unit atau melonjak 471%.

Di pasar Inggris, performa JAECOO juga impresif dengan penjualan lebih dari 12.000 unit dalam satu bulan, di mana model J7 menjadi kontributor utama.

JAECOO LAND 2026, Perpaduan Otomotif dan Lifestyle

Melalui JAECOO LAND 2026, brand ini tidak hanya menampilkan kendaraan, tetapi juga menghadirkan pengalaman lifestyle yang terintegrasi. Mengusung konsep L.A.N.D (Lifestyle, Adventure, Nature, Discovery), acara ini dirancang sebagai ruang interaksi antara teknologi mobilitas modern dan gaya hidup urban.

Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti Bazaar kreatif, Live music, Sesi wellness, Talkshow inspiratif dan Area playground anak dan pet experience.

Selain aktivitas lifestyle, pengunjung juga berkesempatan mencoba langsung lini kendaraan JAECOO melalui sesi test drive. JAECOO menyiapkan semua varian untuk para calon konsumen dari model J5 EV, J7 SHS-P dan juga J8 SHS-P ARDIS.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat teknologi Super Hybrid System (SHS) yang menjadi bagian dari strategi elektrifikasi JAECOO.

Perkuat Jaringan dan Komitmen di Indonesia

Saat ini, JAECOO telah memiliki 32 dealer aktif di Indonesia dan berencana menambah 25 dealer baru dalam waktu dekat. Target jangka panjangnya adalah menghadirkan hingga 80 outlet di seluruh Indonesia pada akhir 2026.

Langkah ini menunjukkan komitmen JAECOO dalam memperkuat layanan serta mendukung pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Tanah Air.

Dengan kombinasi produk inovatif dan pendekatan lifestyle, JAECOO semakin mempertegas posisinya sebagai brand otomotif modern yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Platform i-SWIFT Jadi Fondasi iCAR V23, Adaptif dan Bertenaga!

iCAR mulai mengungkap fondasi teknologi yang akan menjadi tulang punggung lini kendaraan listriknya di Indonesia melalui platform i-SWIFT. Kehadiran platform ini menandai langkah strategis iCAR dalam menghadirkan kendaraan listrik yang adaptif, bertenaga, serta relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Sebagai arsitektur modular, i-SWIFT dirancang khusus untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan dengan integrasi menyeluruh antara powertrain, chassis, serta sistem pintar dalam satu kesatuan. Pendekatan ini memungkinkan iCAR menghadirkan performa konsisten sekaligus fleksibilitas tinggi untuk berbagai segmen kendaraan.

Implementasi nyata platform ini terlihat pada iCAR V23 yang mengusung konfigurasi chassis canggih. Suspensi depan mengadopsi sistem double-wishbone atau MacPherson, dipadukan dengan suspensi belakang five-link independent.

Kombinasi tersebut menghasilkan keseimbangan optimal antara kenyamanan dan stabilitas, baik untuk penggunaan harian di perkotaan maupun saat menghadapi medan yang lebih menantang.

Sistem i-AWD, Kunci Performa dan Stabilitas

Performa iCAR V23 semakin diperkuat oleh sistem i-AWD yang mampu mendistribusikan torsi secara dinamis ke setiap roda.

Berbeda dengan sistem penggerak konvensional, i-AWD bekerja secara adaptif melalui kontrol elektronik. Sistem ini dapat berpindah secara mulus antara penggerak dua roda dan empat roda, sehingga mampu menjaga efisiensi energi tanpa mengorbankan performa.

Dalam kondisi jalan perkotaan, distribusi tenaga diatur untuk menghasilkan karakter berkendara yang halus dan senyap. Sementara di medan off-road, sistem secara otomatis menyesuaikan penyaluran tenaga untuk menjaga traksi dan stabilitas.

Mode Berkendara Lengkap dan Personal

Untuk meningkatkan pengalaman berkendara, iCAR V23 dilengkapi lebih dari enam mode berkendara, mulai dari ECO, Comfort, Sport, Slippery, Off-Road, hingga Individual.

Mode Individual memungkinkan pengemudi mengatur berbagai parameter kendaraan sesuai preferensi, menciptakan pengalaman berkendara yang lebih personal. Seluruh pengaturan dapat diakses melalui kontrol fisik, layar sentuh, hingga perintah suara, memberikan kemudahan tanpa mengganggu fokus berkendara.

Keandalan platform i-SWIFT tidak hanya berhenti pada konsep. Berbagai pengujian di kondisi nyata, seperti medan berlumpur, tanjakan curam, hingga tikungan tajam, telah dilakukan untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal.

Hasilnya, iCAR V23 mampu menjaga stabilitas, respons tenaga, serta presisi handling dalam berbagai situasi ekstrem—menegaskan kualitas engineering yang matang dan siap digunakan di dunia nyata.

Siap Jawab Kebutuhan Mobilitas Modern

Menurut Mark Yang, iCAR V23 merupakan representasi dari kekuatan platform i-SWIFT yang mengedepankan fleksibilitas dan performa sekaligus kenyamanan.

Dengan filosofi “Born to Play”, iCAR menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya cocok untuk kebutuhan harian, tetapi juga mampu menjelajah berbagai kondisi jalan.

Kehadiran platform i-SWIFT menjadi fondasi penting bagi iCAR dalam menetapkan standar baru kendaraan listrik—menggabungkan teknologi, fleksibilitas, serta pengalaman berkendara premium dalam satu paket.

Lumin EV & Deepal S07 Curi Perhatian di Motomobi Karnaval 2026

Dua mobil listrik dari Changan sukses mencuri perhatian pengunjung di Motomobi Karnaval 2026 yang digelar di QBig BSD City pada 4–5 April 2026. Model yang ditampilkan, yakni Deepal S07 dan Changan Lumin EV, menawarkan dua pendekatan berbeda dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat modern.

Kehadiran Changan di event ini menjadi strategi “jemput bola” untuk mendekatkan teknologi kendaraan listrik kepada konsumen Indonesia yang semakin tertarik beralih ke EV.

Deepal S07, SUV Listrik Premium yang Futuristik

Bagi konsumen yang ingin naik kelas ke SUV listrik premium, Deepal S07 menjadi opsi menarik. Desainnya tampil futuristik, dipadukan dengan teknologi mutakhir yang jarang ditemui di kelasnya.

Salah satu fitur unggulan adalah Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) yang memproyeksikan informasi berkendara langsung ke kaca depan. Tak hanya itu, terdapat juga gesture recognition yang memungkinkan pengemudi mengontrol fitur seperti musik atau panggilan hanya dengan gerakan tangan.

Fitur keselamatan menjadi nilai jual utama, dengan total 19 fitur ADAS, termasuk Front Collision Warning, Automatic Emergency Braking, hingga Lane Departure Warning. Kamera 360 derajat serta sistem pengereman ABS dan EBD semakin menambah rasa aman saat berkendara.

Dari sisi performa, Deepal S07 dibekali motor listrik 160 kW (215 hp) dengan torsi 320 Nm dan penggerak roda belakang. Baterai berkapasitas 79,97 kWh mampu menghadirkan jarak tempuh hingga 560 km. Pengisian cepat dari 30% ke 80% hanya membutuhkan sekitar 35 menit.

Lumin EV, City Car yang Praktis dan Terjangkau

Di sisi lain, Lumin EV tampil sebagai city car listrik yang menggemaskan sekaligus fungsional. Dimensinya yang kompak membuat mobil ini sangat ideal untuk penggunaan di perkotaan, terutama di jalan sempit dan area parkir terbatas.

Interiornya mengusung konsep modern dengan layar instrumen digital 7 inci dan head unit 10,25 inci yang sudah mendukung Bluetooth, Apple CarPlay, dan CarAuto.

Untuk performa, Lumin EV dibekali motor listrik 35 kW (47 hp) dengan torsi 83 Nm. Baterai 28,08 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 301 km, cukup untuk kebutuhan harian.

Pengisian daya juga praktis berkat dukungan fast charging, dengan waktu 30% ke 80% sekitar 35 menit.

Harga Jadi Penentu, Pilih Murah atau Premium?

Soal harga, Lumin EV menjadi pilihan paling terjangkau dengan banderol sekitar Rp183 juta (OTR Jakarta), menjadikannya salah satu EV entry-level paling menarik di pasar.

Sementara Deepal S07 bermain di segmen lebih tinggi dengan harga Rp599 juta (OTR Jakarta), lengkap dengan garansi baterai hingga 8 tahun atau 240.000 km serta servis gratis 5 tahun.

Dengan dua karakter yang sangat berbeda, Changan menawarkan pilihan menarik bagi konsumen Indonesia: city car listrik praktis untuk mobilitas harian atau SUV premium dengan teknologi canggih untuk pengalaman berkendara yang lebih modern.

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…

 

 

Polestar 3 Pecahkan Rekor Dunia Baru!

Polestar 3, salah satu Sport Utility Vehicle (SUV) listrik andalan Polestar, telah memecahkan Rekor Dunia Guinness. Rekor ini untuk perjalanan terjauh SUV listrik dengan sekali pengisian daya. Dengan jarak tempuh 935,44 km (setara 581,3 mil), varian long range single motor yang baru diluncurkan ini dibesut sampai batas maksimalnya.

Pengujian ini memakan waktu 22 jam 57 menit dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk hujan. Polestar 3 mencapai efisiensi 12,1 kWh/100 km (19,5 kWh/100 mil). Pengemudi profesional Sam Clarke, Kevin Booker, dan Richard Parker, bergantian mengemudi setiap tiga jam untuk menjaga kewaspadaan berkendara. Polestar 3 mencapai angka WLTP sejauh 706 km (438 mil) dengan kapasitas baterai masih tersedia sebanyak 20 persen, dan menempuh jarak tambahan 12,8 km (8 mil) setelah baterai menunjukkan 0 persen.

“Kami sangat bangga mengumumkan bahwa kami memiliki pemegang rekor dunia dalam keluarga Polestar! Rekor Dunia Guinness resmi untuk jangkauan ini merupakan bukti lain bahwa Polestar 3 menetapkan standar baru. Kami akan terus mendorong batas-batas teknologi dan performa listrik,” papar Michael Lohscheller, CEO Polestar.

“Para pengemudi telah mendorong Polestar 3 hingga batas kemampuan jangkauannya, Hal ini menunjukkan bagaimana jangkauan baterai telah meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir. Kemampuan SUV premium berukuran besar untuk menempuh jarak jauh melampaui London ke Edinburgh sungguh mengesankan. Dengan ini, pepatah bahwa kendaraan listrik tidak dapat melaju jauh, berhasil dipatahkan,” imbuh Matt Galvin, Managing Director Polestar UK.

SUV standar produksi ini dinilai oleh juri Guinness World Records sendiri, Paulina Sapinska. Sedangkan Webfleet menyediakan rekaman video, pembacaan odometer, pembacaan GPS, dan data level baterai. Semuanya didokumentasikan secara cermat dan diverifikasi secara independen.

Unit Polestar 3 yang digunakan, tidak dimodifikasi sama sekali. Bahkan menggunakan velg standar 20 inci yang dipasangi ban Michelin Sport 4 EV sesuai kondisi pabrik.

Hyptec HL Berpotensi Membius Konsumen SUV Listrik Kelas Premium

Hyptec, sebagai brand premium dari GAC AION, tahun lalu sempat memperkenalkan Hyptec HL. Mobil ini menjadi Sport Utility Vehicle (SUV) mewah dengan teknologi pintar dan tentunya ramah lingkungan. Meskipun diperkenalkan pada tahun lalu, ternyata Hyptec HL belum lama dipasarkan ke konsumen.

SUV ini menerapkan filosofi desain ‘Land Yacht’ atau kapal pesiar daratan. Wajar, sebab dimensinya memang tergolong bongsor. Bodinya memiliki panjang 5.126 mm, lebar 1.990 mm, tinggi 1.730 mm, dan wheelbase 3.088 mm. Dari dimensi saja, sudah menggambarkan kalau Hyptec HL ini pasti menyuguhkan kenyamanan berkendara bagi penumpangnya.

Grille Bisa Menampilkan Tulisan

Bagian depannya memiliki keunikan tersendiri. Pada grille terdapat pola dot-matrix yang dapat menampilkan tulisan, sesuai dengan preferensi pengguna Hyptec HL. Sedangkan di sudut kanan dan kiri, diterapkan lampu depan LED model triple-vertical, sehingga memberikan kesan elegan. Desain tersebut juga senada dengan lampu bagian belakang.

Bagian samping Hyptec HL memiliki garis tegas yang memperlihatkan kesan dinamis, sekaligus gagah. Gagang pintu menyembul keluar jika diperlukan saja, sedangkan tersedia kamera pada fender depan yang mengarah ke belakang. Pada atap terdapat roof rack yang fungsional, bukan hanya hiasan belaka. Aksen warna silver pada pilar D dengan logo Hyptec, turut menambah kesan eksklusif.

Jok Punya Pesawat Jet Pribadi

Masuk ke dalam kabin Hyptec HL, memang langsung disambut dengan aura kemewahan dengan desain ‘Luxury Lounge’. Untuk menopang tubuh penumpang, dipasang jok Gulfstream zero-gravity yang dibalut material kulit Nappa ultra lembut. Apalagi tersedia fitur pijat shiatsu 18 titik, mulai dari bagian punggung hingga kaki. Untuk memberikan kenyamanan yang lebih, diaplikasikan teknologi Road Noise Cancellation (RNC). Fitur ini mampu meminimalisir tingkat kebisingan hingga 2.7 dB saat mobil sedang melaju.

Hyptec HL tersedia dalam dua varian, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range-extended Electric Vehicle (REEV). Untuk varian BEV, mengusung motor listrik amorphous dengan kemampuan putaran 30 ribu rpm. Jarak tempuhnya mencapai 750 km. Adanya sistem fast charging, maka pengisian daya selama lima menit saja, langsung mendapat tambahan jarak tempuh sekitar 265 km.

Algoritma AI Canggih

Sedangkan Hyptec HL varian REEV, memiliki kemampuan melaju dengan menggunakan tenaga baterai saja hingga 350 km. Namun, jika dikombinasikan maka jarak tempuhnya bisa melonjak hingga 1.200 km. Baik varian BEV maupun REEV, kompatibel dengan sistem fast charging 800V 5C.

Hyptec HL juga didukung dengan fitur berkendara mutakhir. Mulai dari sistem ADiGO Pilot NDA 4.0, hingga chipset dari NVIDIA DRIVE AGX Orin. Perpaduan ini menggunakan algoritma AI canggih, memungkinkan adanya dukungan berkendara yang komprehensif. Termasuk saat ingin manuver parkir.

Seperti Naik Karpet Ajaib

Sistem air suspension dan Continuous Damping Control (CDC), dikombinasikan dengan settingan suspensi ‘Super Magic Carpet’. Hasilnya, kendaraan mampu mendeteksi kondisi permukaan jalan dan langsung mengatur sendiri settingan suspensi, hanya dalam hitungan sepersekian detik.

Kami membuktikannya langsung saat melakukan taxi ride, di area test track milik GAC AION New Energy Automobile, Guangzhou, Cina. Hyptec HL tetap stabil saat menikung tajam di kecepatan nyaris 70 km/jam, dan amat minim gejala body roll. Selain itu, performa yang dihasilkan juga mengagumkan. Torsi terasa kuat dan akselerasi tergolong padat. Mulai dari posisi diam hingga 175 km/jam, berlangsung secara halus dan tenang.

Namun, nampaknya Hyptec HL belum direncanakan masuk ke pasar Indonesia. Apalagi dalam waktu dekat ini. Kalau saja nantinya mau diboyong ke pasar Tanah Air, sudah dapat dipastikan bakal menggoda konsumen penyuka SUV di segmen premium. Setidaknya kami pernah merasakan SUV ini…

Jaecoo J5 EV Siap Beredar di Pasar Indonesia

Setelah debut global yang di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Jaecoo J5 EV pun tampil di Auto Shanghai 2025. Mobil listrik terbaru dari sub-brand Chery ini mencuri perhatian media serta jadi salah satu bintang di booth Chery.

Jaecoo J5 EV kian melengkapi dua versi J5 yang telah ada yakni versi bermesin bensin dan hybrid.

Saat dipamerkan pada event IIMS 2025 di Jakarta, wujud J5 EV masih prototype pra poduksi. Nah, yang kini tampil di Shanghai sudah siap diproduksi dan dipasarkan. J5 EV diharapkan dapat menarik minat calon konsumen dari berbagai negara di dunia.

Pakai Platform Omoda E5?

Perihal spek teknis J5 EV, saat ini masih belum diungkap detailnya seperti apa. Namun demkian, platform yang digunakan pada J5 EV diprediksi berbasis dari Omoda E5. Mulai dari motor elektrik penggerak roda depan beroutput 200 hp, baterai LFP (lithium iron phosphate) berdaya 61,1 kWh dan kemampuan pengisian daya dengan charger beroutput 80 kW.

Peeihal jarak tempuh maksimumnya, Jaecoo J5 di klaim dapat melaju sejauh 450 km (NEDC). Bisa dikataka mobil ini siap beradu dengan rival sekelasnya seperti Ford Puma Gen-E, Jeep Avenger dan Suzuki e Vitara.

Untuk J5 versi bermesin bensin,  nampaknya tak jauh beda dari Omoda 5 yakni perpaduan mesin bensin 1.6-liter turbo dan transmisi automatic 8-speed kopling ganda. Versi hybrid tentunya menggunakan sistem hybrid SHS yang dikembangkan Jaecoo, sama seperti pada J7 SHS.

Ya, Jaecoo dan Omoda sama-sama berada dalam naungan Chery Group seperti halnya iCar. Maka tak tertutup kemungkinan untuk saling berbagi platform dan teknologi.

Versi Ringkas Dari J7

Tampilan eksterior Jaecoo J5 EV bagaikan versi mungil dari J7. Jika model J5 versi bermesin bensin dilengkapi grille model air terjun ala J7, fascia depan J5 EV lebih klimis dan polos tanpa grille. Desain lampu LED dan bumper depan J5 EV pun berbeda dari J5 versi bermesin maupun hybrid.

Interior J5 tampil cukup hightech dengan gaya semi futuristik. Di tengah dashboard terpampang layar touchscreen model tegak berukuran cukup besar sebagai penampil sistem multimedia. Layar instrumen di balik setir model palang dua nampak ramping, identik seperti Jaecoo J7 SHS.

Layout tuas gear selector model putar di konsol tengah dan panel dashboard yang minim tombol fisik begitu identik dengan J7.

Compact SUV bertenaga listrik baterai perdana dari brand Jaecoo ini merupakan model pasar global. Jadi bakal beredar di berbagai kawasan termasuk Eropa dan Asia Tenggara. Rencananya, untuk pasar Inggris akan mulai tersedia unitnya pada Agustus 2025 mendatang. Indonesia? Tunggu saja.

Seribu Unit Hyptec HT Sudah Tiba, Siap Diedarkan

AION Indonesia mengumumkan 1.000 unit Hyptec HT telah tiba di Indonesia dan siap untuk dikirimkan langsung kepada konsumen di seluruh Indonesia. Kedatangan batch kedua Hyptec HT di Indonesia ini, menjadi momen yang dinantikan para konsumen yang telah melakukan pre-booking sejak beberapa bulan silam. Proses pengiriman 1.000 unit Hyptec HT ini, akan dilakukan dalam waktu dekat dengan menerapkan prosedur kontrol kualitas yang tepat.

“Dengan tibanya Hyptec HT batch dua ini menjadi bukti nyata komitmen AION Indonesia, dalam menghadirkan kepuasan terhadap konsumen setia kami. Pengiriman ini mencerminkan dedikasi AION, dalam memastikan setiap unit kendaraan sampai ke tangan konsumen, dengan kualitas terbaik dan tepat waktu,” tegas Andry Ciu, CEO AION Indonesia.

Baterai 83,3 kWh

Hyptec HT merupakan Sport Utility Vehicle (SUV) listrik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara premium dengan teknologi modern. Salah satu keunggulan utamanya adalah baterai 83,3 kWh dan teknologi Magazine Battery. Selain itu, terdapat sistem manajemen termal untuk menjaga efisiensi, serta memastikan keselamatan saat berkendara.

Dengan kapasitas tersebut, Hyptec HT mampu menempuh jarak mencapai 620 km berdasarkan standar NEDC. Sehingga menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna EV, yang menginginkan kendaraan dengan daya tahan baterai optimal untuk perjalanan jauh, tanpa khawatir kehabisan daya.

Kursi First-Class

Hyptec HT menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous, yang memberikan akselerasi bertenaga dengan respons yang sangat halus. Teknologi ini memungkinkan pengemudi merasakan kenyamanan maksimal tanpa mengorbankan efisiensi energi. Selain itu, desain aerodinamis kendaraan ini semakin meningkatkan efisiensi berkendara, memberikan kestabilan dan kenyamanan di berbagai kondisi jalan.

Interiornya juga dirancang untuk menghadirkan kenyamanan maksima. Dengan kursi first-class yang ergonomis, pengemudi dan penumpang dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman. Sistem audio Dolby Atmos dengan 22 speaker, menciptakan pengalaman audio yang imersif, memberikan kualitas suara premium di dalam kabin.

Layar infotainment yang luas dengan antarmuka pengguna yang intuitif, memungkinkan pengemudi mengakses berbagai fitur canggih dengan mudah, meningkatkan kenyamanan dan kemudahan dalam berkendara. Hyptec HT hadir dengan harga kompetitif untuk mobil di kelasnya. Untuk varian Premium dibanderol dengan Rp 691 juta. Sedangkan varian Ultra dengan pintu gull-wing, memiliki harga Rp 843 juta.

Chevrolet Spark EUV Jadi Kado 100 Tahun GM Di Brazil

Tahun ini General Motors (GM) merayakan 100 tahun keberadaan mereka di Brazil. Brand asal Amerika Serikat ini hadir di Negeri Samba sejak 26 Januari 1925. Selama seabad, GM sudah memproduksi lebih dari 20 juta unit kendaraan Chevrolet sebagai brand pertama yang jadi cikal bakal dari GM.

Dalam acara perayaan yang dibuka oleh Presdir GM Amerika Selatan, Santiago Chamorro diluncurkan pula mobil listrik Chevrolet Spark EUV.

Nostalgia Spark EV

Jika punya mitra produksi, mengapa harus repot bikin sendiri? Rebadged jauh lebih ekonomis dan cepat. Hal ini terjadi pada Chevy Spark EUV. EUV merupakan akronim dari Electric Utility Vehicle alias mobil listrik dengan fungsi serbaguna.

Dimanfaatkanlah kemitraan produksi yang ada di RRC yakni SAIC-GM-Wuling. SUV EV Baojun Yep Plus yang diproduksi di RRC pun diadopsi sebagai basis model, kemudian diboyong ke Brazil pakai emblem Chevrolet.

Nama Spark dipilih bukan sekadar punya brand image kuat. Tapi karena Chevrolet pernah punya mobil listrik Spark EV yang diproduksi pada tahun 2013. Produksinya dihentikan pada tahun 2017 dan digantikan oleh Chevy Bolt.

Saat ini GM hanya mengungkap sedikit info seputar spesifikasi mobil listrik untuk pasar domestik Brazil ini. Jadi untuk sementara acuannya adalah spek Baojun Yep Plus.

Baojun Yep Plus panjang bodinya 3.996 mm dengan jarak antar sumbu roda (wheelbase) 2.560 mm. Seukuran Suzuki Jimny 5-pintu.

Di negara asalnya, Baojun Yep Plus tersedia versi tiga dan lima pintu. Bahkan sempat muncul konsep berwujud pickup.

Spesifikasi Bikin Penasaran

Karena spek Spark EUV belum diungkap dan bikin penasaran, maka kemungkinan besar tak melenceng dari mobil aslinya.

Layout interior Baojun Yep Plus cukup modern dan tak banyak pernik. Khas SUV yang lebih mengandalkan fungsionalitas.

Pada dashboard terpampang sepasang layar digital 10.2-inci untuk panel instrumen dan sistem infotainment. Terbilang sedang dan tak terlalu kecil ukurannya.

Sistem infotaintment dan advanced driver assistance systems (ADAS) pada Baojun Yep Plus dipasok oleh perusahaan teknologi DJI yang kondang sebagai produsen drone.

Baojun Yep Plus dibekali satu motor elektrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 75 kW (101 hp). Berbekal baterai 41.9 kWh di sasisnya, jarak jelajah maksimumnya 401 km berdasarkan standar CLTC yang berlaku di RRC.

Jika pakai standar uji versi lainnya seperti WLTP atau EPA, jarak jelajahnya mungkin kurang dari itu. Baojun Yep Plus versi Filipina baterainya lebih kecil, hanya 28.10 kWh dengan jarak jelajah 303 km.

Brazil wilayahnya sangat luas. Perjalanan antar kota pun banyak yang harus melintasi daerah pedalaman terpencil. Kendaraan jenis SUV memang paling cocok di sini.

Chevrolet Spark EUV bukan satu-satunya yang ditampilkan pada perayaan seabad GM di Brazil. Ada tiga model lainnya yang berlabel 100th Anniversary Special Series yakni Onix, Tracker (Trax), dan pickup Chevy S10, semuanya cuma ada di Brazil.

Masih belum jelas apakah nantinya Chevy Spark EUV bakal diproduksi di Brazil serta varian bodi apa yang bakal dipasarkan.

Yang paling jelas, nampaknya versi 5-pintu seperti model yang diluncurkan 26 Januari 2025 lalu. Modelnya mirip Land Rover Defender dalam bentuk lebih mungil. Cukup keren dan enak dilihat. Rencananya mobil ini bakal mulai dipasarkan menjelang akhir tahun 2025.

Volvo EX90 debut ASEAN

Volvo EX90 Debut Perdana ASEAN Di Thailand International Motor Expo 2024

SUV listrik Volvo EX90 resmi diperkenalkan dalam event Thailand International Motor Expo 2024. Kemunculan SUV EV Swedia ini di Negeri Gajah Putih sekaligus jadi debut perdananya untuk kawasan ASEAN.

Ada dua varian yang akan beredar di negara tersebut yaitu standard dan Performance. Seperti apa bedanya?

Volvo EX90 berukuran lebih besar dari XC90

Tampilan eksteriornya seperti mobil listrik kebanyakan. Wajah yang cenderung polos tanpa grille dihiasi logo Volvo sebagai identitas diri dengan ukuran cukup besar.

Desain lampu LED di depan dan belakang yang nampak unik menguatkan gaya semi futuristik pada eksteriornya. Desain pelek 20-inci yang menopang bodi pun keren.

Karena ini adalah model SUV sekelas XC90, ukuran bodi EX90 pun besar. Panjangnya 5.037 mm, lebar 1,.964 mm dan tinggi 1.744 mm. Wheelbase-nya cukup panjang yakni 2.985 mm.

Interior Swedia

Volvo EX90 versi setir kiri

Nuansa semi futuristik pun merambah ke area interior. Terlihat dari desain jok, konsol tengah hingga dashboard dan setirnya.

Area dashboard minim tombol fisik karena sebagian besar kendali fitur dan fungsi berkendara diakses via layar multimedia 14.5-inci. Sedangkan panel instrumen digital berukuran 9-inci.

Untuk audio, varian standar dibekali perangkat lansiran Bose dengan 14-speaker. Varian yang lebih tinggi dibuat oleh Bower & Wilkins 3D Sound dengan 25-speaker.

Lebih Aman Dan Nyaman

Volvo EX90 lebih kokoh karena mobil listrik

Konstruksi bodi dan sasis EX90 diklaim dirancang macam pesawat ruang angkasa.

Rangka menggunakan aluminium alloy high-strength yang kokoh namun ringan. Sedangkan cangkang pelindung baterai menggunakan baja Boron.

Bila terjadi tabrakan, tak hanya penumpang di dalam kabin yang aman dan terlindungi. Baterai pun aman dari risiko kebocoran maupun kebakaran.

Rigiditas torsional dikatakan mengalami peningkatan hingga 50 persen. Rangka bodi EX90 juga mampu menyerap energi benturan 20 persen lebih baik dari XC90.

Karena ini Volvo, fitur keselamatan yang dibekalkan sangat lengkap. Bahkan SUV EV ini jadi mobil pertama Volvo yang dilengkapi sensor pendeteksi LiDar.

Dengan chip prosesor Orin lansiran Nvidia, sistem dapat dengan cepat mendeteksi mobil warna hitam di kegelapan pada jarak hingga 250 meter.

600 KM 

EX90 SUV Listrik Volvo

Varian standard EX90 dibekali sepasang motor elektrik penggerak all-wheel drive (AWD). Outputnya 402 hp dengan torsi puncak 770 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam selesai dalam 5,9 detik.

Sementara EX90 Performance, tenaganya yang mencapai 510 hp, torsi puncak 910 Nm . Butuh 4,9 detik untuk mencapai 100 km/jam. Top speed keduanya ‘dikunci’ 180 km/jam demi keselamatan berkendara.

Kedua varian Volvo EX90 dibekali baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC) berkapasitas 111 kWh.  Dengan daya efektif terpakai 107 kWh.

Berdasarkan standar siklus uji WLTP, varian standar mampu menempuh jarak hingga 600 km. Sedangkan Performance 590 km.

Perihal pengisian daya baterai, dari 10 hingga 80 persen perlu 30 menit dengan fast charger berdaya 250kW.

Para konsumen di Thailand cukup merogoh kocek sebesar 4.290.000 Baht Thailand untuk varian standard. Kurang lebih sekira Rp 2,2 miliaran. Tipe Performance lebih mahal 600.000 Baht. 

 

 

 

 

Dongfeng M-Hero 1 Spektakulernya Pendatang Baru SUV Listrik Untuk Eropa

Pabrikan otomotif asal RRC kian hari semakin gencar berekspansi ke pasar Eropa. Salah satunya adalah SUV listrik Dongfeng MHero 1.

Jika brand senegaranya membuka jalan dari Jerman dan Inggris, Dongfeng justru mulai dari Swiss. Negara yang dikelilingi oleh pegunungan ini mungkin dianggap cocok untuk SUV seperti MHero 1.

Citarasa Eropa

Dongfeng Mhero 1

Seperti umumnya mobil SUV buatan China yang kerap mengadopsi beragam gaya desain SUV yang populer di pasaran. Demikian pula dengan yang dilakukan Dongfeng pada MHero 1. Kembaran dari Mengshi M-Terrain ini mencomot elemen tampilan eksterior dari GMC Hummer EV dan Toyota FJ Cruiser.

Hanya saja MHero 1 tampil lebih macho dan garang dengan gaya militer. Terlihat dari siluet bodinya yang cenderung kotak.

Handle pintu yang menonjol tak hanya terinspirasi dari SUV militer. Tapi lebih pada sisi kepraktisan.

MHero 1 memiliki ground clearance 33,5 cm dan fording depth (kemampuan rendam) hingga 90 cm. Jadi tak perlu khawatir menerabas genangan banjir yang kini kerap terjadi di sejumlah negara di Eropa.

Mobil ini, pada mode Off-road menghasilkan approach angle hingga 36,8 derajat dan departure angle  hingga 37.5 derajat. Jadi jika ingin melibas trek berlubang atau kubangan lumpur pun tak masalah. 

Torsi 1.400 Nm!

Untuk teknologi sistem penggerak EV, pabrikan otomotif di RRC tak kalah dari pabrikan AS, Eropa atau Jepang. Empat motor penggerak yang dibekalkan pada MHero 1 punya output performa luar biasa. Tenaganya sebesar 800 kW atau setara 1.073 hp. Torsi puncaknya tak main-main, 1.400 Nm!

Dengan rancang bangun platform Smart Off-road, memungkinkan untuk memasang satu motor elektrik pada setiap poros roda. Tak hanya itu, mobil ini juga memiliki kemampuan rear-wheel steering alias keempat rodanya bisa belok.

Bukan cuma mampu melibas trek off-road dengan mudah, Dongfeng yang satu ini diklaim hanya butuh waktu 4,2 detik untuk melesat hingga 100 km/jam di jalan aspal. 

Tetap saja catatan waktu akselerasinya masih jauh di bawah GMC Hummer EV bertenaga 1.000 hp yang hanya butuh waktu 3 detik.

Sebagai pasokan energi listrik, Dongfeng MHero1 dibekali baterai berkapasitas daya 142.7 kWh. Jarak jelajahnya dikatakan mampu mencapai 450 km. Untuk pengisian daya baterai, hanya butuh 47 menit dari 30 persen hingga 80 persen menggunakan perangkat fast charger.

Varian Hybrid

MHero 1 juga akan ada versi plug-in hybrid dengan tiga motor listrik. Jarak tempuhnya mampu mencapai 750 km. Hanya saja belum dapat dipastikan apakah bakal dipasarkan di Eropa atau tidak. 

Namun ternyata label harga Dongfeng MHero 1 di Swiss tak bisa dibilang murah. Banderol harganya mulai dari 145.700 Swiss franc. Kurang lebih sekira Rp 2,5 miliar.

 

Chery iCar V23: Es Campur SUV Listrik Siap Tampil Tahun Ini

Apa jadinya jika elemen desain dari bermacam model SUV digabung jadi satu? Jawabannya adalah mobil listrik terbaru dari iCar, yakni V23.

Salah satu anak perusahaan dari pabrikan otomotif RRC yakni Chery tersebut berkolaborasi dengan Zhimi Technology, anak usaha dari Xiaomi.

Es Campur SUV

Bagaikan minuman es campur yang terbuat dari berbagai macam bahan, demikian pula halnya dengan SUV EV iCar V23 ini. Elemen desain SUV dari berbagai brand diblender jadi satu.

Lampu depan LED model bulat, grille, serta lubang intake pada kap mesin mencuplik gaya Land Cruiser FJ40. Bahkan hingga bagian fender depan dan belakang. Bumper depan dan model kaca depan miripgaya desain dari Jeep Wrangler.

Siluet bodi yang minimalis terutama pada bagian samping sangat kental dengan nuansa Land Rover Defender. Hanya sedikit beda gaya di bagian handle pintunya.

Pada bagian belakang, iCar seperti terinspirasi gaya desain Mercedes-Benz G-Class. Terlihat pada bentuk lampu belakang LED yang dipasang di bagian bawah.

Agak berbeda dari SUV pada umumnya yang dilengkapi ban serep pada pintu belakang. iCar V23 dilengkapi kompartemen penyimpanan yang bentuknya mirip cover ban serep.

Interior Mewah

iCar V23

Kemasan interior mobil listrik buatan Negeri Panda saat ini tak bisa dianggap remeh. Terlebih untuk model kelas premium. Tak kalah dari mobil listrik buatan Eropa.

Kabin dipastikan mewah dengan balutan kulit. Kombinasi warna hitam dan putih pada interior terlihat elegan. Lagi-lagi elemen gaya dari Defender terlihat pada setir yang nampak sangat mirip.

Demikian pula dengan fitur hiburan pemanja penumpang pada SUV listrik ini. Layar touchscreen berukuran besar terpampang pada bagian tengah dashboard. Layar head unit berukuran besar seolah jadi ciri khas mobil listrik buatan China.

Oh ya, sekujur bodi mobil ini kabarnya dilengkapi beragam sensor pendeteksi terpadu. Sensor dan radar tersebut terintegrasi dengan sistem ADAS Level 2+. Tentunya seluruh fitur berkendara pada mobil ini dikendalikan via layar digital.

Spek Masih Rahasia

Saat ini sayangnya pihak pabrikan belum membeberkan detail spek teknis mobil listrik ini. Hanya dikatakan bakal tersedia versi berpenggerak RWD dan AWD. Sumber daya listrik dipasok oleh baterai buatan CATL.

Jarak jelajah maksimumnya pun tak dijelaskan secara rinci. Hanya dikatakan untuk versi AWD mampu mencapai lebih dari 400 km dan tembus 500 km untuk versi RWD. Cukup untuk pengendaraan harian dalam kota maupun perjalanan antara kota.

Segera Tampil Perdana

Ingin melihat versi lengkapnya? Sabar, iCar V23 rencananya bakal tampil perdana pada 12 April 2024 mendatang di Beijing Auto Show. Namun dipasarkana paling cepat setelah pertengahan tahun ini. Jadi tak perlu penasaran berapa harganya.

Selain itu, kolaborasi antara Chery dan Zhimi Technology masih akan terus berlanjut. Rencananya bakal muncul enam hingga delapan model mobil listrik lainnya yang akan diproduksi dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.