LEPAS L8 PHEV dan E4 EV Tampil di GIIAS Surabaya 2026

LEPAS memperkuat pasar Jawa Timur dengan menampilkan dua kendaraan elektrifikasi di GIIAS Surabaya 2026. Keduanya adalah LEPAS L8 PHEV dan LEPAS E4 EV. Dalam kesempatan ini, LEPAS juga mengumumkan harga resminya untuk wilayah Jawa Timur.

LEPAS E4 EV ditawarkan mulai Rp359 juta OTR Jawa Timur. Sementara itu, LEPAS L8 PHEV dipasarkan dengan harga Rp599 juta OTR Jawa Timur.

Kehadiran kedua model tersebut memberikan pilihan berbeda bagi konsumen. E4 mengusung teknologi full electric, sedangkan L8 menawarkan fleksibilitas plug-in hybrid.

Pendekatan ini menjadi strategi LEPAS untuk menjangkau kebutuhan mobilitas yang semakin beragam, khususnya di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur.

LEPAS L8 PHEV Siap Jelajah Lebih dari 1.300 Km

LEPAS L8 PHEV menyasar konsumen yang membutuhkan fleksibilitas kendaraan elektrifikasi. Urban SUV ini menawarkan combined range lebih dari 1.300 kilometer.

Angka tersebut membuat L8 menarik untuk penggunaan harian maupun perjalanan antarkota. Pengguna tidak harus bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya.

Kenyamanan juga menjadi perhatian melalui sejumlah fitur modern. Di antaranya Remote Parking Assist, Automated Parking Assist, dan Front Cloud-Feel Seats.

LEPAS turut memberikan paket LEPAS CARE untuk mendukung kepemilikan. Program tersebut mencakup garansi kendaraan enam tahun atau 150.000 km.

Garansi baterai dan motor berlaku hingga delapan tahun atau 160.000 km. Sementara garansi mesin mencapai 10 tahun atau 1 juta kilometer untuk pemilik pertama.

LEPAS E4 EV Mengandalkan Baterai 67 kWh

Berbeda dari L8, LEPAS E4 EV menawarkan pengalaman berkendara sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Model ini dibekali baterai berkapasitas 67 kWh. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 600 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Kemampuan pengisian cepat juga menjadi salah satu keunggulannya. E4 EV mendukung DC Fast Charging berdaya 130 kW. Dengan kemampuan tersebut, baterai dapat terisi dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit.

E4 EV juga memiliki kemampuan melewati genangan dengan wading depth hingga 525 mm. Fitur tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri saat menghadapi kondisi jalan tertentu.

Untuk pasar Jawa Timur, E4 EV dibanderol Rp359 juta OTR Jawa Timur. Konsumen mendapatkan garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 km.

Dua Karakter Elektrifikasi dalam Satu Platform

LEPAS E4 EV dan L8 PHEV sama-sama menggunakan LEX Platform. Platform tersebut mengedepankan empat prinsip utama. Keempatnya adalah More Stable, More Spacious, More Quiet, dan More Energy-Efficient.

Meski memiliki fondasi yang sama, karakter keduanya berbeda. E4 EV cocok bagi konsumen yang ingin beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik. Sementara, L8 PHEV menawarkan fleksibilitas lebih besar untuk perjalanan dengan jarak dan kebutuhan yang beragam.

Kehadiran dua model ini memperlihatkan strategi LEPAS di pasar Jawa Timur. Tidak hanya menawarkan kendaraan elektrifikasi, namun juga menghadirkan pengalaman Premium Lifestyle NEV melalui desain, teknologi, kenyamanan, dan layanan kepemilikan.

GIIAS Surabaya 2026 menjadi langkah penting untuk mendekatkan konsep tersebut kepada konsumen regional.

Test Drive Changan Nevo Q05 Jakarta-Bogor-Jakarta, Bikin Mobilitas Makin Praktis

SUV listrik kini tak lagi cukup mengandalkan tenaga instan dan kabin yang senyap. Konsumen membutuhkan mobil yang nyaman, lega, pintar, sekaligus praktis untuk menemani aktivitas sehari-hari. Karakter inilah yang coba ditawarkan Changan Nevo Q05 melalui Media Test Drive bertema “Smart Drive, Easy Life” dengan rute Jakarta-Bogor-Jakarta.

Perjalanan dimulai dari One Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, melewati kepadatan lalu lintas ibu kota sebelum masuk Tol Jagorawi menuju Bogor. Setelah itu, perjalanan kembali ke Jakarta memberikan kesempatan untuk merasakan karakter Nevo Q05 dalam kondisi jalan yang berbeda.

Dari pengalaman berkendara tersebut, SUV listrik Changan ini terasa cukup mudah dikendalikan. Respons motor listriknya cepat ketika pedal akselerator diinjak, namun tetap terasa halus dan mudah dikontrol. Karakter ini membuat Nevo Q05 menyenangkan digunakan, baik ketika merayap di lalu lintas perkotaan maupun saat membutuhkan tenaga lebih di jalan tol.

Tenaga 120 kW, Jarak Tempuh 462 Km

Changan Nevo Q05 menggunakan motor listrik penggerak roda depan dengan tenaga maksimum 120 kW dan torsi 190 Nm. Sumber energinya berasal dari Golden Shield Battery 2.0 berkapasitas 51,9 kWh, dengan jarak tempuh hingga 462 km berdasarkan standar NEDC.

Angka tersebut membuat Nevo Q05 cukup menarik sebagai kendaraan untuk mobilitas harian sekaligus perjalanan luar kota. Karakter motor listrik yang senyap juga membuat perjalanan Jakarta-Bogor terasa lebih rileks.

Kabin Lega dan Punya Banyak Ruang Penyimpanan

Salah satu daya tarik Nevo Q05 justru terasa ketika berada di dalam kabin. SUV ini memiliki dimensi panjang 4.435 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.600 mm dan wheelbase 2.735 mm. Changan mengklaim pemanfaatan ruang kabinnya mencapai 86,6 persen.

Panoramic roof seluas 1,8 meter persegi memberikan kesan lapang, ditambah material soft-touch yang mencakup sekitar 80 persen area interior. Kenyamanan semakin didukung jok berbahan Cloud Comfort Foam sembilan lapis.

Praktikalitas juga menjadi perhatian. Melalui konsep “27 Storage Challenge”, tersedia 27 titik penyimpanan, termasuk hidden storage berkapasitas 90 liter. Bagasi memiliki kapasitas 540 liter dan dapat berkembang hingga 1.380 liter saat jok belakang dilipat.

Teknologi Pintar dan Keselamatan Lengkap

Di dashboard, layar utama 14,6 inci menjadi pusat pengoperasian berbagai fungsi kendaraan. Tersedia lima mode berkendara, yakni Eco, Comfort, Sport, Custom dan i-EM. Fitur lainnya mencakup MID 10,17 inci, Voice Control, wireless charger 50W dan sistem audio premium delapan speaker.

Untuk keselamatan, Nevo Q05 menawarkan 25 fitur Intelligent Driving & Active Safety Assistance. Perlengkapannya mencakup ABS, EBD, EBA, TCS, ESP, RSC, Real-Time Digital TPMS, enam airbag serta ISOFIX.

Nah, tersematnya  540° Surround View dan 360° Driving Video Recorder juga membantu pengemudi mendapatkan visibilitas lebih baik.

Secara keseluruhan, pengalaman test drive Jakarta-Bogor-Jakarta menunjukkan bahwa Changan Nevo Q05 bukan sekadar SUV listrik dengan tenaga instan. Kombinasi kabin lega, pengendalian juga mudah. Konsep “Smart Drive, Easy Life” terasa relevan untuk kebutuhan mobilitas modern di Indonesia.

Voyah Passion S Meluncur, EV 637 Hp ini Sukses Lakukan Aksi 360 Derajat

Voyah resmi meluncurkan Passion S, SUV listrik berformat fastback yang membawa kombinasi performa tinggi, teknologi pintar dan kemewahan kabin. Diposisikan sebagai kendaraan listrik kelas menengah-besar, Passion S hadir dalam tiga varian dengan harga 229.900 hingga 279.900 yuan atau sekitar Rp530 juta–Rp645 juta jika dikonversikan secara kasar.

Sebelum resmi dijual, Passion S sempat menjadi perhatian setelah Voyah memperlihatkan aksi ekstrem “360° Tunnel Big Loop” pada 13 Agustus 2026 lalu. Aksi ini diklaim dilakukan secara nyata dan bukan hasil efek digital. Hmm…memukau.

Untuk menjawab keraguan publik, Voyah kemudian menayangkan video one-take tanpa potongan saat peluncuran resmi. Aksi ini sekaligus menjadi cara unik Voyah menunjukkan kemampuan struktur dan keselamatan kendaraan listrik terbarunya.

Fastback Futuristis dengan Aerodinamika 0,24 Cd

Passion S mengusung desain “Kunpeng Wing” pada bagian depan, dipadukan lampu star-ring dan logo Voyah yang dapat menyala.

Siluet fastback menjadi ciri utama, sementara pelek 21-inci dan kaliper rem performa tinggi memperkuat karakter sporty. Dimensinya mencapai 5.050 x 1.998 x 1.656 mm dengan wheelbase 3.000 mm.

Menariknya, Voyah juga memperhatikan aspek fungsional. Terdapat dua load-bearing hooks pada pintu bagasi yang masing-masing mampu menopang 3 kg. Nah, salah satunya dapat dimanfaatkan untuk menggantung layar proyektor ketika aktivitas luar ruang.

Dari sisi aerodinamika, Passion S memiliki koefisien hambatan udara 0,24 Cd. Active intake grille, 10 set saluran udara tembus dan 19 ventilasi turut mendukung efisiensi sekaligus pendinginan.

Kabin dengan Tiga Layar

Masuk ke interior, nuansa premium semakin terasa melalui konsep wrap-around cockpit. Sistem hiburan utama mengandalkan dua layar 15,6-inci beresolusi 2.5K, ditambah 29-inci HD AR-HUD dan panel instrumen 8,8-inci beresolusi 2K.

Sistem tersebut menjalankan Harmony Space 5.2 dan mendukung interaksi suara berbasis model besar MoLA.

Untuk penumpang, Voyah memasang sistem audio 2.160 watt dengan 27 speaker. Ada pula kulkas pintar berkapasitas 6,6 liter yang dapat menjaga suhu mulai -6 hingga 50 derajat Celsius.

LiDAR dan Huawei ADS 5.0

Passion S juga membawa perangkat ADAS kelas atas. Sistemnya menggunakan LiDAR 896-line generasi baru serta lima radar milimeter-wave 4D.

Perangkat tersebut mendukung Huawei Qiankun ADS 5.0, termasuk kemampuan City NCA, Highway NCA hingga Parking-to-Parking (P2P) 3.0.

Struktur keselamatan juga menjadi perhatian. Bodinya menggunakan konstruksi cage-style dengan material berkekuatan tinggi mencapai 91,3 persen, sementara torsional rigidity mencapai 48.415 Nm/derajat.

637 Hp dan Charging 800V

Untuk performa, Passion S tersedia dalam konfigurasi RWD dan AWD. Varian RWD menggunakan motor belakang 300 kW atau 402 hp.

Sementara versi AWD menggabungkan motor depan 175 kW dan motor belakang 300 kW dengan total output mencapai 475 kW atau sekitar 637 hp.

Sistem baterai menggunakan arsitektur 800V 5C fast charging dengan pilihan kapasitas 81 kWh dan 98 kWh. Jarak tempuh berdasarkan standar CLTC berada di rentang 630 hingga 740 km.

Pengisian dari 20 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan 10 menit, dengan tambahan jarak tempuh hingga 474 km.

Untuk mengimbangi performanya, Passion S menggunakan suspensi double-wishbone di depan dan five-link di belakang. Varian tertinggi mendapatkan air suspension serta CDC electromagnetic damping.

Dengan performa 637 hp, jarak tempuh hingga 740 km dan teknologi ADAS Huawei, Voyah Passion S tidak sekadar menawarkan mobil listrik bertenaga besar, tetapi mencoba menggabungkan performa, kemewahan dan teknologi pintar dalam satu paket.

iCAR V23 Tembus 100 Ribu Konsumen Global, SUV Listrik Boxy Makin Diminati

iCAR V23 semakin menunjukkan daya tariknya di pasar kendaraan listrik global. Dalam waktu kurang dari dua tahun sejak diperkenalkan pada Desember 2024, SUV listrik berdesain boxy tersebut berhasil mencatat lebih dari 100.000 konsumen di seluruh dunia.

Pencapaian ini menempatkan iCAR V23 sebagai salah satu model dengan pertumbuhan tercepat di segmen SUV boxy energi baru. Menariknya, pertumbuhan tersebut tidak hanya datang dari satu pasar, tetapi tersebar di lebih dari 20 negara dan kawasan.

Thailand menjadi salah satu pasar penting bagi V23. Sejak diperkenalkan sebagai pasar pertama, penjualannya beberapa kali menembus 1.000 unit per bulan dengan akumulasi lebih dari 7.500 unit.

Di Malaysia, tingginya permintaan bahkan mendorong dimulainya perakitan lokal. Sementara di Hong Kong, V23 sempat menjadi model terlaris di seluruh kategori kendaraan pada Juli 2026 setelah sebelumnya meraih pangsa pasar 13 persen pada Juni.

Cerita serupa muncul di Afrika Selatan. Lebih dari 300 pesanan masuk hanya dalam bulan pertama setelah peluncuran pada 28 Mei. V23 kemudian terus menjadi salah satu model yang memimpin segmen SUV boxy energi baru di negara tersebut.

Desain Boxy Jadi Senjata Utama

Kesuksesan V23 tidak terlepas dari pendekatan desain yang menjadi identitas utama iCAR. Mengusung filosofi “Desain Klasik + Teknologi yang Cerdas”, V23 tampil dengan bentuk kotak yang tegas dan proporsi bodi mendekati rasio 1:1.

SUV listrik ini memiliki lebar sekitar 1,9 meter dan tinggi 1,84 meter, menghasilkan tampilan yang mudah dikenali. Desain tersebut bahkan mendapat penghargaan Red Dot Award: Design Concept 2026.

Namun, daya tarik V23 tidak berhenti pada penampilan. Karakter SUV diperkuat approach angle 43 derajat, departure angle 41 derajat dan ground clearance 210 mm. Spesifikasi tersebut membuat V23 tidak hanya cocok digunakan di jalan perkotaan, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi jalur dengan tingkat kesulitan ringan.

Wheelbase 2.735 mm dan konfigurasi roda di sudut-sudut bodi juga dimanfaatkan untuk menciptakan efisiensi ruang kabin hingga 67,73 persen.

Lima Bintang ASEAN NCAP

V23 juga membawa faktor keselamatan sebagai nilai jual. Model ini disebut sebagai SUV boxy listrik pertama yang meraih rating keselamatan lima bintang ASEAN NCAP.

Menariknya, iCAR juga menyediakan lebih dari 20 titik plug-and-play yang memungkinkan pemilik melakukan personalisasi kendaraan. Konsep tersebut sejalan dengan filosofi iCAR yang menempatkan konsumen sebagai bagian dari proses co-creation.

Indonesia Mulai Perkuat Ekosistem

Di Indonesia, ekspansi iCAR mulai diperkuat melalui jaringan resmi. Kehadiran diler 3S SM Group Serpong menjadi salah satu langkah untuk menyediakan layanan penjualan, purnajual dan suku cadang dalam satu lokasi.

Langkah tersebut penting seiring upaya iCAR membangun basis konsumen Indonesia. Sebelumnya, iCAR juga telah meresmikan iCAR Andalan SCBD sebagai dealer keduanya di Tanah Air.

Dengan pencapaian global 100.000 konsumen, iCAR kini memiliki modal penting untuk memperluas pasar. Apalagi V23 tidak akan berjalan sendirian. iCAR juga menyiapkan model SUV boxy berikutnya, termasuk iCAR V27.

Jika V23 berhasil membuktikan bahwa desain klasik masih memiliki tempat di era kendaraan listrik, tantangan berikutnya adalah bagaimana iCAR mengubah momentum 100.000 konsumen global menjadi basis pertumbuhan baru di Indonesia.

iCAR Buka Dealer Kedua di SCBD, Perluas Jaringan di Jakarta Selatan

iCAR Indonesia semakin agresif memperluas jaringan penjualan kendaraan elektrifikasi di Jakarta. Bekerja sama dengan Andalan Group, iCAR resmi membuka iCAR Andalan SCBD pada 12 Agustus 2026, sekaligus menjadi dealer kedua merek tersebut di Indonesia.

Lokasinya cukup strategis, berada di SCBD Park, Jalan Jenderal Sudirman Lot 8 Kav. 52–53, Senayan, Jakarta Selatan. Pemilihan kawasan pusat bisnis ini bukan tanpa alasan. SCBD memiliki mobilitas tinggi dan menjadi salah satu titik aktivitas profesional serta pelaku usaha di Jakarta.

Dealer baru tersebut mengusung format 1S (Sales) dengan layanan penjualan dan purna jual dalam satu lokasi. Berdiri di atas lahan 150 meter persegi dengan luas bangunan 242 meter persegi, showroom ini menampilkan tiga kendaraan, termasuk iCAR V23 dan iCAR V27.

Yang menarik, konsumen juga dapat melakukan test drive untuk merasakan langsung karakter kendaraan iCAR. Sementara kebutuhan pengisian daya dapat memanfaatkan fasilitas SPKLU yang tersedia di kawasan SCBD Park.

Bukan Showroom Biasa

iCAR mencoba memberikan pengalaman berbeda melalui konsep desain “Classic Never Fades”. Interior showroom memadukan nuansa klasik dengan sentuhan modern. Paduan didominasi warna Classic Brown, material bernuansa premium dan  dekorasi bergaya vintage.

Konsep tersebut menjadi bagian dari identitas baru iCAR. Keinginan ini untuk  menampilkan kendaraan elektrifikasi dengan karakter desain yang kuat, bukan sekadar mengejar kesan futuristis.

Bagi calon konsumen, pendekatan tersebut memberikan suasana yang lebih nyaman ketika mengeksplorasi produk, berkonsultasi dengan tenaga penjualan maupun melakukan proses pembelian.

“SCBD merupakan salah satu kawasan bisnis paling dinamis di Jakarta dengan mobilitas yang tinggi. Kehadiran iCAR Andalan SCBD merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan produk dan layanan yang semakin mudah dijangkau,” ujar Marshall Ma, Country Director iCAR Indonesia.

Target 30 Dealer pada Akhir 2026

Pembukaan iCAR Andalan SCBD menjadi bagian dari strategi ekspansi yang jauh lebih besar. iCAR Indonesia menargetkan memiliki hingga 30 dealer di berbagai kota pada akhir 2026.

Andalan Group juga berencana membuka dealer iCAR berikutnya di kawasan Puri, Jakarta Barat. Dealer ini ditargetkan beroperasi pada akhir tahun ini. Jika terealisasi, jaringan tersebut akan semakin memperkuat penetrasi iCAR di wilayah Jabodetabek.

Ekspansi jaringan menjadi langkah penting bagi iCAR, terutama karena pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia semakin ramai. Produk baru saja tidak cukup. Konsumen juga membutuhkan akses mudah untuk pembelian, konsultasi, test drive dan layanan purna jual.

Dengan membawa iCAR V23 dan V27 lebih dekat ke konsumen, kehadiran dealer di SCBD sekaligus menjadi etalase baru iCAR di salah satu kawasan bisnis paling prestisius Jakarta.

Jika target 30 dealer berhasil dicapai, fondasi iCAR akan jauh lebih kuat untuk mengejar pertumbuhan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

SCBD menjadi langkah kedua, tetapi ambisi iCAR jelas lebih besar: membawa SUV elektrifikasi semakin dekat dengan konsumen di berbagai kota Indonesia.

Leapmotor Mulai Produksi Lokal B10 dan C10 di Purwakarta

Peta persaingan kendaraan listrik Indonesia kembali berubah. Leapmotor resmi memulai perakitan lokal dua SUV listriknya, B10 dan C10, di fasilitas PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat. Langkah ini menjadi lebih dari sekadar strategi memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menegaskan ambisi Leapmotor menjadikan Indonesia bagian penting dari ekspansi kendaraan listrik di kawasan ASEAN.

Perakitan lokal tersebut dilakukan melalui kolaborasi Leapmotor, Stellantis, dan Indomobil Group dengan mengacu pada standar manufaktur global. Dengan pendekatan tersebut, kendaraan yang diproduksi di Indonesia tetap dituntut memenuhi standar kualitas, keamanan, serta konsistensi produksi yang berlaku dalam ekosistem Leapmotor dan Stellantis.

Kehadiran fasilitas lokal juga memberikan keuntungan lain bagi konsumen. Produksi di dalam negeri membuat rantai pasokan kendaraan menjadi lebih fleksibel sekaligus membuka ruang bagi Leapmotor untuk menyesuaikan portofolionya dengan perkembangan pasar Indonesia.

B10 dan C10 menjadi dua model pertama yang mengambil peran tersebut. Keduanya telah diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026 sebagai SUV listrik berbasis baterai dengan karakter berbeda. B10 bermain sebagai SUV listrik yang lebih kompak, sedangkan C10 menawarkan ruang kabin lebih besar untuk kebutuhan keluarga.

Keduanya membawa kombinasi teknologi kendaraan listrik, Level 2 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), serta standar keselamatan yang telah memperoleh rating lima bintang Euro NCAP. Pengembangan karakter berkendaranya juga melibatkan tim engineering Stellantis di Balocco Proving Ground, Italia.

Menariknya, kehadiran produksi lokal berjalan beriringan dengan strategi harga yang cukup agresif. Saat peluncuran di Indonesia, Leapmotor B10 dibanderol Rp499 juta OTR Jakarta, sedangkan C10 dipasarkan mulai Rp618 juta OTR Jakarta. Khusus periode GIIAS 2026, keduanya mendapatkan harga promosi masing-masing Rp449 juta dan Rp598 juta untuk 500 konsumen pertama.

Di balik produksi tersebut berdiri PT National Assemblers Plant 3 yang dikembangkan Indomobil Group untuk menopang kebutuhan kendaraan listrik. Fasilitas ini dirancang dengan pendekatan manufaktur modern, otomasi, serta sistem kontrol kualitas yang memungkinkan proses produksi dilakukan secara presisi.

Kapasitas produksi juga disiapkan untuk berkembang mengikuti permintaan. Pada tahap awal, fasilitas mampu memproduksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 kendaraan per tahun. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hingga 17 unit per jam atau sekitar 34.000 unit per tahun melalui pengembangan fasilitas produksi, termasuk body shop dan paint shop.

Namun, strategi Leapmotor tidak berhenti di pabrik. Indomobil juga memperkuat jaringan dealer, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, serta teknisi yang mendapatkan pelatihan sesuai standar Leapmotor.

Pendekatan tersebut penting karena persaingan mobil listrik kini tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi. Konsumen juga membutuhkan kepastian mengenai layanan setelah kendaraan dibeli.

Secara global, Leapmotor sendiri tengah mengalami pertumbuhan pesat. Pada Juni 2026, perusahaan mencatat 93.376 pengiriman kendaraan secara global, meningkat 95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan dimulainya perakitan B10 dan C10 di Purwakarta, Indonesia kini tidak hanya menjadi pasar bagi produk Leapmotor. Tanah Air mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi manufaktur dan ekspansi regional merek tersebut.

Bagi industri otomotif nasional, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa investasi kendaraan listrik mulai bergerak dari sekadar menghadirkan produk impor menuju penguatan kapasitas produksi lokal. Sementara bagi Leapmotor, pabrik, produk, jaringan distribusi, dan layanan purnajual menjadi satu fondasi untuk mengejar target yang lebih besar: membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia dan Asia Tenggara.

Leapmotor B10 Resmi Hadir di Indomobil Expo Semarang 2026

Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia semakin ramai. Setelah ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Leapmotor memperluas jangkauannya ke Jawa Tengah dalam Indomobil Expo Semarang 2026 yang berlangsung pada 4–9 Agustus di 23 Semarang Shopping Center.

Langkah ini menjadi strategi jangka panjang PT Indomobil National Distributor bersama Stellantis dalam memperkenalkan kendaraan listrik global kepada konsumen di luar Jakarta. Semarang dipilih karena dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan mulai menunjukkan potensi besar dalam adopsi kendaraan listrik.

Model yang menjadi pusat perhatian adalah Leapmotor B10, SUV listrik dengan teknologi pintar, kenyamanan premium, dan standar keselamatan global. Kehadiran model terbaru Leapmotor ini diharapkan menjadi pilihan lain agar jaringan distribusinya semakin luas di Indonesia.

Dari sisi performa, Leapmotor B10 dibekali baterai berkapasitas 67,1 kWh untuk melaju hingga 516 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Dengan jarak jelajah yang membuat SUV listrik ini tidak hanya cocok digunakan sebagai kendaraan harian di perkotaan, tetapi juga mendukung perjalanan antarkota tanpa rasa khawatir berlebihan terhadap ketersediaan pengisian daya.

Karakter berkendaranya juga menjadi salah satu nilai jual utama. Leapmotor mengembangkan sistem suspensi dan pengendalian bersama tim engineering Stellantis di Balocco, Italia. Hasilnya adalah handling yang stabil, kenyamanan lebih baik, serta pengalaman berkendara yang terasa lebih natural di berbagai kondisi jalan.

Keunggulan lain terletak pada pendekatan teknologi yang diterapkan Leapmotor. Berbeda dengan banyak produsen lain, perusahaan asal Tiongkok ini mengembangkan sendiri lebih dari 65 persen komponen utama kendaraannya, mulai dari baterai, motor listrik, kokpit digital hingga sistem elektronik. Strategi tersebut membuat integrasi teknologi menjadi lebih optimal sekaligus menjaga efisiensi biaya produksi.

Popularitas Leapmotor juga terus meningkat secara global. Sepanjang Juli 2026, perusahaan berhasil mencatatkan pengiriman lebih dari 101 ribu unit kendaraan di berbagai negara. Angka tersebut menjadi rekor baru sekaligus menjadikan Leapmotor sebagai startup kendaraan energi baru pertama di Tiongkok yang mampu menembus penjualan lebih dari 100 ribu unit dalam satu bulan.

Selama Indomobil Expo Semarang 2026, Leapmotor B10 dipasarkan dengan harga Rp507 juta OTR Semarang. Menariknya, tersedia harga perkenalan Rp457 juta OTR Semarang bagi 500 konsumen pertama.

Sebagai pendukung layanan purna jual, Leapmotor juga telah menghadirkan Stellantis Brand House Semarang yang menggabungkan layanan Leapmotor, Citroën, dan Jeep dalam satu lokasi. Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti bahwa ekspansi Leapmotor di Indonesia tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga kesiapan layanan bagi konsumen dalam jangka panjang.

LEPAS E4 EV Usung 18 ADAS, Jarak Tempuh 600 Km dan Fitur Lengkap

Mobil listrik kini tak lagi hanya dinilai dari kemampuan melaju dalam sekali pengisian daya. Faktor keselamatan, teknologi pendukung pengemudi, hingga kenyamanan selama berkendara menjadi pertimbangan utama calon konsumen. Karenanya, LEPAS Indonesia menghadirkan LEPAS E4 EV sebagai SUV listrik yang menggabungkan semua teknologi cerdas dalam satu paket.

Pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, LEPAS E4 EV menjadi salah satu model yang menarik perhatian. Selain menawarkan jarak tempuh lebih dari 600 kilometer berdasarkan standar CLTC, SUV listrik ini juga dibekali beragam fitur keselamatan layaknya kendaraan di segmen premium.

Salah satu daya tarik utamanya adalah kehadiran 18 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Teknologi ini dirancang untuk membantu pengemudi tetap waspada terhadap kondisi lalu lintas, menjaga jarak aman dengan kendaraan dan membantu perpindahan jalur.

Fitur keselamatan tersebut dipadukan dengan 540° Surround View Camera yang memberikan tampilan menyeluruh di sekitar kendaraan. Sistem ini sangat membantu ketika parkir di ruang sempit atau melakukan manuver di area yang memiliki banyak titik buta.

LEPAS juga membekali E4 EV dengan Tire Pressure Monitoring System (TPMS) untuk memantau tekanan angin ban secara real time. Informasi ini penting untuk menjaga stabilitas kendaraan sekaligus meningkatkan efisiensi energi selama perjalanan.

Perlindungan penumpang menjadi perhatian lain yang tidak kalah penting. LEPAS E4 EV telah dilengkapi enam airbags serta dikembangkan mengacu pada standar keselamatan NCAP. Kehadiran Electric Parking Brake (EPB) makin menambah kenyamanan saat berkendara.

Keunggulan lain yang menjadi nilai jual adalah sistem Battery Protection dengan sertifikasi IP68/IPX9K. Standar tersebut menunjukkan baterai terlindungi dari hempasan debu dan air, hingga kondisi cuaca ekstrem maupun jalan yang tergenang. Bahkan, LEPAS mengklaim E4 EV mampu melewati genangan air dengan kedalaman hingga 525 mm.

Dari sisi performa, SUV listrik ini mengusung baterai berkapasitas 67 kWh yang mampu menempuh perjalanan lebih dari 600 km (CLTC) dalam sekali pengisian daya. Kapasitas tersebut membuat E4 EV cocok digunakan untuk mobilitas harian hingga perjalanan antarkota.

Kenyamanan kabin juga mendapat perhatian melalui hadirnya PM0.3 Air Filter sehingga kualitas udara di dalam kabin tetap terjaga. Fitur ini menjadi nilai tambah bagi penggunanya.

Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia, mengatakan bahwa keselamatan merupakan bagian penting dari pengalaman berkendara yang ingin dihadirkan LEPAS. Menurutnya, berbagai teknologi pada E4 EV dirancang untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi penggunanya.

Selama GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat langsung LEPAS E4 EV di Hall 9 sekaligus mengikuti sesi test drive. Mengusung semangat “Drive Your Elegance”, LEPAS E4 EV menawarkan kombinasi desain modern, teknologi kendaraan listrik, dan fitur keselamatan lengkap sebagai solusi mobilitas masa kini.

Leapmotor C10 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp598 Juta!

Leapmotor Indonesia resmi memperkenalkan Leapmotor C10 di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV listrik global ini hadir sebagai Global Family SUV yang menggabungkan kenyamanan premium, teknologi pintar, serta standar keselamatan Eropa untuk memenuhi kebutuhan keluarga modern di Indonesia.

Di bawah naungan PT Indomobil National Distributor, Leapmotor C10 menjadi model pertama merek asal Tiongkok tersebut yang diproduksi secara Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia melalui fasilitas PT National Assemblers, Purwakarta, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Leapmotor dalam membangun pasar kendaraan listrik nasional sekaligus memperkuat ekosistem elektrifikasi di Tanah Air.

Mengusung filosofi Human-Centric Tech, Leapmotor C10 tidak sekadar menawarkan performa kendaraan listrik, tetapi juga menempatkan kenyamanan, kesehatan kabin, dan keselamatan seluruh penumpang sebagai prioritas utama.

Sentuhan Engineering Stellantis

Salah satu keunggulan utama Leapmotor C10 adalah proses pengembangannya yang melibatkan Stellantis N.V., grup otomotif global yang menaungi berbagai merek ternama dunia.

Karakter suspensi dan pengendalian mobil ini disempurnakan di Balocco Proving Ground, Italia, sehingga menghasilkan handling yang stabil, presisi, dan tetap nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.

Secara desain, C10 tampil modern dengan garis bodi bersih, illuminating LED light bar, concealed door handle, serta pelek 20 inci yang mempertegas karakter premium sebuah SUV listrik global.

Dimensi bodinya juga menghadirkan ruang kabin yang lapang dengan area kaki dan kepala lebih lega bagi penumpang baris kedua, menjadikannya ideal sebagai kendaraan keluarga.

Teknologi CTC 2.0, Baterai Menyatu dengan Sasis

Leapmotor C10 dibangun menggunakan teknologi Cell-to-Chassis (CTC 2.0), yakni arsitektur yang mengintegrasikan baterai langsung ke struktur sasis kendaraan.

Teknologi ini memberikan beberapa keuntungan sekaligus, mulai dari kabin yang lebih luas, distribusi bobot lebih baik, hingga kekakuan struktur mencapai 42.500 Nm/degree, setara SUV premium Eropa.

Mobil ini dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 69,9 kWh yang dipadukan motor listrik penggerak roda belakang bertenaga 165 kW dengan torsi 360 Nm.

Dalam sekali pengisian penuh, Leapmotor C10 mampu menempuh jarak hingga 478 kilometer (NEDC).

Kabin Senyap dan Ramah Anak

Salah satu nilai jual yang paling menarik dari Leapmotor C10 adalah kualitas kabinnya.

Interior menggunakan material premium silicon leather yang telah mengantongi sertifikasi OEKO-TEX Standard 100, sehingga aman bagi kulit bayi, bebas zat berbahaya, tahan noda, sekaligus lebih ramah lingkungan.

Selain itu, kabin dirancang memiliki tingkat kebisingan sangat rendah, yakni ≤76 dB(A), berkat penggunaan 40 paket peredam suara serta kaca depan double-layer acoustic glass.

Hasilnya, percakapan antar penumpang tetap nyaman bahkan ketika mobil melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

Leapmotor C10 juga mengedepankan pengalaman berkendara berbasis perangkat lunak melalui konsep Software Defined Vehicle.

Pusat hiburan menggunakan Qualcomm Snapdragon 8155, dipadukan layar ganda berukuran 14,6 inci dan 10,25 inci, sistem operasi Leap OS 4.0, wireless Apple CarPlay & Android Auto, serta pembaruan Over The Air (OTA).

Untuk hiburan, tersedia sistem audio 12 speaker Surround Sound 840 Watt dengan konfigurasi 7.1 channel.

Dari sisi keselamatan, C10 telah mengantongi rating 5-Star Euro NCAP dan dilengkapi 7 airbag, struktur baja berkekuatan tinggi, serta 16 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2 yang membantu mengurangi risiko kecelakaan sejak dini.

Harga Mulai Rp598 Juta Selama GIIAS 2026

Leapmotor C10 dipasarkan dalam satu varian Flagship RWD dengan harga resmi Rp618 juta (OTR Jakarta).

Khusus selama GIIAS 2026, Leapmotor Indonesia memberikan harga spesial Rp598 juta bagi 500 pemesan pertama.

Dengan kombinasi teknologi hasil kolaborasi Stellantis, kabin premium yang mengutamakan kesehatan keluarga, standar keselamatan Eropa, serta status rakitan lokal, Leapmotor C10 hadir sebagai salah satu SUV listrik premium paling menarik yang meluncur di Indonesia tahun ini.

ZEEKR Debutkan 009 Grand dan 9X di Ajang GIIAS 2026

ZEEKR semakin serius memperkuat posisinya di pasar kendaraan premium Indonesia. Dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, merek Tech Luxury di bawah naungan Geely Group ini menghadirkan empat model elektrifikasi sekaligus, termasuk dua model yang menjalani debut perdana di Tanah Air, yakni ZEEKR 009 Grand dan ZEEKR 9X.

Mengusung filosofi “Imagine Beyond”, ZEEKR ingin menunjukkan bahwa kemewahan modern tidak hanya diukur dari desain atau material premium, tetapi juga dari pengalaman berkendara yang nyaman, teknologi pintar yang intuitif, serta performa yang mampu memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Vice President of Geely Automobile International Corporation, Evin Ye, mengatakan bahwa konsumen di segmen luxury EV kini memandang mobil sebagai ruang pribadi yang mampu menghadirkan kenyamanan, produktivitas, sekaligus konektivitas di tengah padatnya aktivitas perkotaan. Karena itu, ZEEKR mengembangkan kendaraan yang memadukan teknologi global, kualitas manufaktur, dan kenyamanan kelas premium dalam satu ekosistem mobilitas.

ZEEKR 009 Grand, Layaknya Lounge Berjalan

Salah satu pusat perhatian di booth ZEEKR adalah ZEEKR 009 Grand, MPV listrik mewah yang untuk pertama kalinya diperkenalkan di Indonesia.

Berbeda dengan ZEEKR 009 reguler yang mengusung konfigurasi enam penumpang, varian Grand hadir dengan empat kursi independen yang dirancang untuk menghadirkan kenyamanan maksimal bagi penumpang VIP.

Kabin belakang diperkaya layar hiburan 4K berukuran 43 inci, sistem audio Yamaha 31 speaker, serta penggunaan material premium seperti Himalayan Stone Trim dan karpet wol buatan tangan. Seluruh elemen tersebut dirancang menghadirkan pengalaman berkendara layaknya berada di kabin jet pribadi.

Sementara itu, ZEEKR 009 tetap menawarkan kenyamanan tinggi melalui Sofaro First-Class Airline Seats, layar OLED panorama 17 inci, AR Head-Up Display, serta sistem audio Yamaha 30 speaker, menjadikannya pilihan ideal bagi keluarga maupun kebutuhan eksekutif.

ZEEKR 7X dan 9X Perkuat Segmen SUV Premium

Di segmen SUV, ZEEKR menghadirkan ZEEKR 7X, model lima penumpang yang menyasar kalangan profesional muda dan keluarga modern.

SUV listrik ini mengombinasikan interior berlapis kulit NAPPA, layar Mini-LED 16 inci, serta berbagai fitur keselamatan dan bantuan berkendara canggih. Soal performa, ZEEKR 7X menawarkan tenaga hingga 637 hp dengan akselerasi 0–100 km/jam hanya 3,8 detik, menjadikannya salah satu SUV listrik berperforma tinggi di kelasnya.

Sementara itu, ZEEKR 9X tampil sebagai flagship SUV terbaru yang mengusung teknologi Super Hybrid. Sistem tersebut dipadukan dengan Adaptive Air Suspension dan 48V Active Suspension, menghasilkan kualitas berkendara yang halus, stabil, dan nyaman di berbagai kondisi jalan.

Keunikan lain hadir pada kabin baris kedua yang dilengkapi Zero Gravity Seat serta kursi yang dapat berputar hingga 360 derajat. Konfigurasi ini memungkinkan penumpang mengubah posisi duduk sesuai kebutuhan, mulai dari bekerja, bersantai, hingga berinteraksi dengan penumpang lain layaknya berada di ruang lounge pribadi.

Perkuat Posisi di Segmen Luxury EV

Melalui kehadiran empat model tersebut, ZEEKR ingin menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi premium kini mampu menjawab beragam kebutuhan, mulai dari mobilitas keluarga, perjalanan bisnis, hingga penggunaan eksekutif dengan tingkat kenyamanan tinggi.

Selama GIIAS 2026, Anda juga dapat merasakan langsung pengalaman berkendara ZEEKR 009 dan ZEEKR 7X melalui sesi test drive yang disediakan di area pameran. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen ZEEKR untuk memperkenalkan standar baru Tech Luxury, yaitu perpaduan desain elegan, inovasi teknologi, dan pengalaman berkendara premium yang semakin relevan dengan gaya hidup modern.

OMODA O4 Cyber Mecha Design Debut di GIIAS 2026

OMODA O4 Tampil Futuristis dengan Cyber Mecha Design, SUV Listrik Berteknologi AI yang Siap Menarik Perhatian

Setelah menjalani debut global di Indonesia, OMODA O4 kembali menjadi sorotan di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kali ini, OMODA mengajak pengunjung mengenal lebih dekat Cyber Mecha Design, filosofi desain yang menjadi identitas utama SUV listrik terbarunya sekaligus mempertegas arah pengembangan mobilitas masa depan.

Bagi OMODA, desain bukan sekadar soal tampilan. Cyber Mecha Design menjadi representasi perpaduan antara teknologi, karakter sporty, dan gaya hidup modern yang semakin dekat dengan konsep LOHAS (Lifestyle of Health and Sustainability). Filosofi ini menempatkan kendaraan listrik bukan hanya sebagai alat transportasi ramah lingkungan, tetapi juga bagian dari ekspresi diri penggunanya.

Head of Product OMODA & JAECOO Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, menjelaskan bahwa OMODA O4 dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang memadukan teknologi pintar, desain futuristis, dan keberlanjutan dalam satu paket. Karena itu, OMODA menyebut O4 sebagai “The First AI Car for Everyone”, kendaraan listrik yang membawa kecerdasan buatan lebih dekat ke kehidupan sehari-hari.

Perpaduan Teknologi dan Desain Bergaya Supercar

Cyber Mecha Design menggabungkan dua elemen utama. Kata Cyber menggambarkan dunia digital, artificial intelligence (AI), dan teknologi masa depan, sedangkan Mecha merepresentasikan kekuatan mekanis, presisi, dan performa.

Filosofi tersebut diwujudkan melalui proporsi bodi low and wide yang memberikan kesan rendah, lebar, dan sporty layaknya mobil performa tinggi. Garis bodi yang tegas dipadukan dengan permukaan berlekuk menciptakan siluet dinamis yang membuat OMODA O4 tampil berbeda dibandingkan SUV listrik pada umumnya.

Identitas visualnya semakin kuat berkat kehadiran Cyber Lightning, desain lampu depan berkarakter tajam yang menjadi ciri khas OMODA O4. Sementara itu, konsep Mecha Flow menyatukan setiap garis bodi sehingga keseluruhan desain terlihat mengalir sekaligus futuristis.

Kabin Modern dengan AI Cockpit

Nuansa futuristis tidak berhenti di bagian eksterior. Saat memasuki kabin, pengguna akan disambut interior berkonsep minimalis yang dipadukan dengan AI Cockpit, menghadirkan pengalaman interaksi digital yang lebih intuitif.

OMODA menilai tren kendaraan listrik saat ini tidak lagi hanya berbicara soal efisiensi energi. Konsumen juga menginginkan mobil yang mampu mendukung gaya hidup, memberikan pengalaman teknologi modern, sekaligus memiliki desain yang mencerminkan karakter pemiliknya.

Pendekatan tersebut menjadi alasan mengapa OMODA O4 dikembangkan sebagai SUV listrik yang menggabungkan keberlanjutan, kecerdasan buatan, serta desain emosional dalam satu kendaraan.

Siap Dipesan di GIIAS 2026

Bersamaan dengan penampilannya di GIIAS 2026, OMODA juga resmi membuka pemesanan OMODA O4 EV untuk pasar Indonesia.

Sebagai penawaran khusus, 1.000 konsumen pertama akan memperoleh paket free upgrade senilai Rp50 juta. Benefit tersebut meliputi Exclusive Diecast OMODA O4, Electrochromatic Panoramic Roof, peningkatan fitur AI, langganan AI Internet selama satu tahun, hingga Wall Charger 3-in-1.

Pemesanan dapat dilakukan langsung di booth OMODA & JAECOO selama GIIAS berlangsung, melalui jaringan dealer resmi di seluruh Indonesia, maupun lewat situs resmi OMODA. OMODA juga menyiapkan sistem antrean digital sehingga calon konsumen dapat memantau status pemesanan secara transparan.

Dengan mengusung Cyber Mecha Design dan teknologi AI sebagai identitas utamanya, OMODA O4 tidak sekadar menawarkan kendaraan listrik baru. SUV ini hadir sebagai representasi mobilitas masa depan yang memadukan desain berkarakter, teknologi cerdas, dan gaya hidup modern, sekaligus memperlihatkan arah baru perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

LEPAS E4 EV Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Harga Rp339 Juta!

LEPAS akhirnya mengumumkan harga resmi SUV listrik pertamanya di Indonesia. Memanfaatkan momentum GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, LEPAS E4 EV resmi dipasarkan dengan banderol Rp339.000.000, harga khusus yang hanya berlaku selama pameran berlangsung.

Peluncuran ini menjadi langkah penting bagi LEPAS dalam memperkuat eksistensinya di segmen kendaraan listrik nasional. Sebagai Battery Electric Vehicle (BEV) pertama yang dipasarkan di Tanah Air, LEPAS E4 EV membawa filosofi “Drive Your Elegance”, menggabungkan desain premium, teknologi modern, serta kenyamanan berkendara dalam satu paket SUV listrik.

Vice Country Director LEPAS Indonesia, Temmy Wiradjaja, mengatakan bahwa kehadiran LEPAS E4 EV merupakan tonggak baru bagi perjalanan merek tersebut sebagai brand yang fokus pada kendaraan energi baru. Mobil ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan kendaraan listrik berteknologi tinggi tanpa mengorbankan kenyamanan maupun tampilan elegan.

Dengan harga kompetitif di kelasnya, LEPAS E4 EV juga melengkapi lini produk elektrifikasi LEPAS bersama LEPAS L8. Konsumen pun memiliki pilihan SUV listrik premium dengan karakter yang berbeda sesuai kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Tak hanya menawarkan produk, LEPAS juga memberikan paket purna jual yang cukup lengkap. Pembeli akan memperoleh program LEPAS CARE, garansi kendaraan selama 6 tahun atau 150.000 km, garansi baterai, motor listrik, dan controller hingga 8 tahun atau 160.000 km, serta layanan Road Assistance selama tiga tahun dengan cakupan hingga 50 kilometer.

Basis Platform Khusus Kendaraan Listrik

LEPAS E4 EV menggunakan LEX Platform yang dikembangkan khusus untuk menghadirkan pengalaman berkendara lebih stabil, kabin lebih lega, lebih senyap, dan lebih efisien dalam penggunaan energi. Platform ini juga telah memenuhi standar keselamatan Global NCAP, sehingga memberikan perlindungan optimal bagi pengemudi maupun penumpang.

Dari sektor performa, SUV listrik ini dibekali baterai berkapasitas 67 kWh yang dipadukan dengan 12-in-1 Integrated Electric Motor System. Motor listrik tersebut menghasilkan tenaga hingga 160 kW dengan efisiensi mencapai 90,8 persen serta putaran motor maksimum 24.200 rpm.

Performa akselerasinya pun cukup impresif. LEPAS E4 EV mampu melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam 7,2 detik, menjadikannya salah satu SUV listrik yang menawarkan kombinasi performa dan efisiensi secara seimbang.

Soal daya jelajah, LEPAS mengklaim mobil ini mampu menempuh lebih dari 600 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC. Bahkan, dalam pengujian internal, LEPAS E4 EV berhasil mencatatkan jarak tempuh hingga 637 kilometer, menjadikannya salah satu yang terjauh di kelasnya.

Pengisian daya juga menjadi nilai jual utama. Berkat dukungan DC Fast Charging 130 kW, baterai dapat diisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 20 menit, sehingga waktu tunggu selama perjalanan menjadi jauh lebih singkat.

ADAS Lengkap hingga Teknologi V2L

Di sektor teknologi, LEPAS E4 EV sudah dibekali 18 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang membantu meningkatkan keselamatan berkendara. Mobil ini juga memiliki 540° HD Panoramic View Camera untuk meminimalkan blind spot saat bermanuver.

Bagi pengguna dengan gaya hidup aktif, tersedia fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW yang memungkinkan mobil menyuplai listrik ke berbagai perangkat elektronik ketika beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, kemampuan melintasi genangan air hingga 525 mm memberikan rasa percaya diri lebih saat menghadapi kondisi jalan yang kurang bersahabat.

Menariknya, Anda dapat  mencoba seluruh kemampuan LEPAS E4 EV melalui sesi test drive yang disediakan di booth LEPAS Hall 9. Tidak hanya melihat teknologi LEX Platform dari dekat, Anda juga dapat merasakan sendiri kenyamanan kabin, performa responsif, hingga efisiensi SUV listrik premium terbaru ini.

Sebagai pelengkap, LEPAS turut menghadirkan robot humanoid Mornine dan robot berkaki empat Argos yang menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masa depan. Kehadiran keduanya mempertegas komitmen LEPAS dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang modern, cerdas, dan selaras dengan gaya hidup masyarakat masa kini.

Deepal S05 BEV & REEV, Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Deepal S05 BEV & REEV Jadi Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Rasa penasaran kami terhadap kendaraan elektrifikasi yang dihadirkan oleh Changan ke Indonesia yakni Deepal S05 pun terobati.

Changan Indonesia mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi berkendara dari compact SUV tersebut dalam sesi test drive dari Jakarta menuju kawasan Ciletuh pada 7-8 Juli 2026. Seperti apa sensasinya?

Interior Modern dan Mutakhir

Saat melihay sosok mobil ini, desainnya simple tapi enak dilihat. Ternyata Deepal S05 merupakan hasil garapan dari studio desain Changan di Turin, Italia. Desain sederhana yang bersih namun dinamis jadi daya tarik utama pada mobil ini. Tak menghebohkan dengan pernak pernik yang bikin sakit mata.

Detail sederhana yang mungkin luput dari perhatian adalah handle pintu tersembunyi. Bahkan logo merek yang menyala di pilar C tak sekadar elemen dekoratif, tapi berfungsi sebagai indikator tingkat pengisian daya baterai. Pengguna dapat mengetahui dengan cepat dan mudah, apakah daya baterai telah terisi sampai penuh atau belum.

Selain eksterior, yang menjadi perhatian utama konsumen dalam memilih mobil adalah tampilan interiornya.

Kabin Deepal S05 terlihat modern dengan layar sentuh berukuran 15,4 inci beresolusi 2.5K Ultra Clear sebagai pusat kendali utama fitur kendaraan maupun hiburan. Dengan layar HD, tampilan gambar dari fitur kamera 360 derajat pun terlihat lebih jelas. Layar pintar ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Sunflower Screen, sehingga dapat digeser hingga 15 derajat ke sisi pengemudi maupun penumpang depan. Jadi tampilan layar tidak silau oleh paparan cahaya matahari saat berkendara siang hari.

Berkat chip prosesor canggih Qualcomm 8155, kinerja sistem kendali fitur berkendara maupun multimedia menjadi lebih cepat dan responsif. Informasi berkendara juga dapat diakses melalui proyeksi layar Augmented Reality Head Up Display (AR-HUD) 50,4 inci. Panduan navigasi yang ditampilkan secara realtime terlihat lebih jelas serta tidak mengganggu konsentrasi berkendara. Tak kalah dari mobil mewah berharga miliaran.

Bagi pengguna ponsel pintar, pada konsol tengah terdapat sepasang charger nirkabel berdaya 50W. Jadi tak perlu repot mencolok kabel charger. Perjalanan pun terasa sangat menyenangkan berkat sistem audio premium dengan 14 speaker yang menghasilkan suara yang jernih.

Kenyamanan berkendara turut ditingkatkan melalui fitur pemanas, ventilasi, sandaran kaki, serta fungsi memory seat pada jok penumpang depan. Desain jok belakang pun ergonomis dengan posisi duduk yang cukup nyaman. Ruang kaki dan ruang kepala juga cukup leluasa, karena desain kabin mobil ini mengacu pada postur orang Eropa yang rerata bertubuh jangkung.

Ruang bagasi di balik jok belakang pada kedua varian standar volumenya 492 liter. Jika butuh ruang extra, jok belakang bisa dilipat untuk menambah volume ruang bagasi hingga mencapai 1.250 liter. Khusus varian BEV, di balik kap depan terdapat kompartemen bagasi tambahan bervolume 159 liter. Dengan ruang bagasi yang lebih besar, daya muat barang pada varian BEV RWD jelas lebih unggul dibandingkan versi REEV RWD.

Pilih BEV atau REEV?

Di Indonesia Deepal S05 tersedia dalam dua versi yakni BEV (Battery Electric Vehicle) dan REEV (Range Extended Electric Vehicle).

Untuk versi BEV energinya mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan jarak tempuh maksimum hingga 470 km (NEDC). Lebih kecil dari spek Eropa yang dibekali baterai berdaya 68,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 485 km. Berkat kemampuan pengisian daya cepat, hanya butuh sekira 15 menit untuk pengecasan dari 30% hingga 80% menggunakan SPKLU fast charger DC berdaya 200 kW. Jika kurang dari itu, maka waktunya pun akan sedikit lebih lama.

Satu motor listrik beroutput 200 kW dengan torsi puncak 290 Nm menggerakkan roda belakang (RWD). Saat kami mengendarai versi BEV, tarikan performa terasa responsif dengan akselerasi instan khas mobil listrik. Pada mode Eco, penyaluran tenaga terasa halus, dan suaranya sangat senyap.

Untuk versi REEV, baterainya berdaya 27,28 kWh. Namun versi ini dibekali dengan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai secara otomatis mengisi daya baterai saat terindikasi daya baterai hampir habis. Jadi Anda tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai dan repot mencari SPKLU.

Jika hanya mengandalkan daya baterai murni pada mode EV, jarak jelajah hanya sekira 170 km. Saat mesin difungsikan, dengan daya baterai terisi penuh dan tangki BBM berisi 45 liter bensin, sistem hybrid REEV tersebut mampu menghadirkan jarak jelajah hingga lebih dari 1.100 km. Wah, sangat ekonomis dan efisien. Melakukan perjalanan jauh jadi bebas dari rasa was-was dan khawatir.

Dalam mode EV, kendaraan ini juga mampu menempuh jarak hingga 170 km (NEDC). Dengan teknologi REEV, berkendara tetap senyap bagaikan mobil, karena suara mesin pada Deepal S05 REEV cukup halus.

Dari sisi performa, Deepal S05 REEV dibekali satu motor listrik penggerak roda belakang beroutput 160 kW dengan torsi 320 Nm. Dari segi akselerasi, tarikannya cukup responsif. Tak jauh beda dari versi BEV.

Untuk pengendaraan yang halus dengan konsumsi energi lebih efisien, pilih mode Eco. Jika butuh suplemen daya extra dan tarikan yang lebih bergairah serta responsif, pilih mode Sport. Hanya saja kecepatan maksimum dibatasi di angka 180 km. Sudah lebih dari cukup untuk berkendara di tol.

Soal pengendaraan, handling kemudi kedua versi Deepal S05 cukup jinak. Hanya saja terdapat perbedaan sensasi antara versi BEV dan REEV saat menjadi penumpang di jok belakang. Pada saat bermanuver di jalan tol, ayunan suspensi versi REEV cenderung terasa lebih keras dari versi BEV. Sehingga gejala body roll pada versi REEV sedikit lebih terasa dibanding pada versi BEV. Mungkin selain dari faktor setting suspensi, bobot mobil serta tekanan angin ban juga turut berpengaruh. Selebihnya, tak ada hal yang jadi kekurangan pada kedua versi Deepal S05, baik BEV maupun REEV.

Changan Indonesia sudah mulai membuka pemesanan Deepal S05 BEV dan REEV bagi para konsumen yang berminat. Pemesanan melalui inden pre-booking jadi strategi Changan untuk menjaring konsumen yang lebih luas jelang perhelatan GIIAS 2026. Untuk saat ini Changan Indonesia belum memberi info berapa harga jual resminya. Hanya dikatakan harga untuk versi BEV maupun REEV di kisaran Rp 500 jutaan.

MG MGS5 EV Tembus 2.000 SPK, Kirim 1.000 Unit ke Konsumen

MG Motor Indonesia berhasil mencatat lebih dari 2.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk MGS5 EV hanya dalam beberapa bulan sejak resmi diperkenalkan di pasar nasional.

Untuk itu, MG Motor Indonesia menggelar MGS5 EV Handover Celebration di Jakarta pada Sabtu (4/8). Momen ini sekaligus menjadi penyerahan simbolis 1.000 unit MGS5 EV kepada konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat banyak keluarga Indonesia yang memercayakan mobilitas masa depan mereka pada MGS5 EV. Setiap konsumen kini menjadi bagian dari komunitas global pengguna MG. Komitmen kami akan terus berlanjut melalui layanan purna jual yang andal untuk memberikan kenyamanan dan peace of mind kepada setiap pengguna MGS5 EV,” ujar Jason Huang, CEO MG Motor Indonesia.

Program Harga Spesial Diperpanjang

Melihat tingginya minat masyarakat, MG memutuskan memperpanjang program harga spesial MGS5 EV hingga akhir kuartal ketiga atau September 2026.

Selama periode tersebut, konsumen masih dapat membawa pulang MGS5 EV dengan harga:

– MGS5 EV Ignite : Rp333,9 juta (OTR Jakarta)
– MGS5 EV Magnify : Rp355,9 juta (OTR Jakarta)

Dirancang untuk Kebutuhan Keluarga Modern

MGS5 EV dikembangkan sebagai SUV listrik yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia. SUV listrik ini menawarkan kombinasi kabin lapang, kenyamanan berkendara, efisiensi energi, serta berbagai teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari.

Karakter tersebut menjadikan MGS5 EV sebagai salah satu SUV listrik yang bisa menjadi pilihan lain di Indonesia sepanjang 2026.

Paket Purna Jual yang Kompetitif

Tak hanya menawarkan harga menarik, MG juga memberikan berbagai keuntungan purna jual bagi setiap pembeli MGS5 EV.

Konsumen akan memperoleh garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 kilometer, garansi baterai delapan tahun atau 160.000 kilometer, gratis perawatan berkala selama empat tahun, portable charger tanpa biaya tambahan, kaca film (window tint), hingga paket internet i-SMART selama tiga tahun.

Berbagai fasilitas tersebut menjadi nilai tambah yang memberikan rasa aman selama masa kepemilikan kendaraan.

Perkuat Jaringan Servis Nasional

MG Motor Indonesia juga terus memperkuat layanan purna jual untuk mendukung pertumbuhan populasi kendaraan listriknya.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghadirkan MG Satellite Workshop, yaitu layanan servis resmi yang menjangkau konsumen di wilayah yang belum memiliki dealer MG. Seluruh pekerjaan servis dilakukan oleh teknisi profesional dengan penggunaan suku cadang asli MG.

Selain itu, MG memperluas kerja sama dengan jaringan Body & Paint di berbagai daerah di luar Jabodetabek agar proses perbaikan kendaraan menjadi lebih mudah dijangkau.

Dalam waktu dekat, MG juga akan membuka MG Workshop Center sebagai bengkel flagship yang dilengkapi fasilitas modern, pusat pelatihan teknisi, riset layanan servis, hingga ketersediaan suku cadang yang lebih lengkap.

Bagi konsumen yang membutuhkan layanan tanpa harus datang ke bengkel, MG juga menyediakan MG Mobile Service yang memungkinkan proses perawatan maupun servis ringan dilakukan langsung di lokasi pelanggan.

“Kepercayaan yang diberikan konsumen merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi kami. Selamat datang di MG Family dan menjadi bagian dari perjalanan warisan otomotif global MG sejak 1924. Kami berharap MGS5 EV dapat menghadirkan kebahagiaan dalam setiap perjalanan,” tutup Jason Huang.

Keberhasilan mencatat 2.000 pemesanan serta penyerahan 1.000 unit dalam waktu singkat menunjukkan bahwa MGS5 EV semakin mendapat tempat di hati konsumen Indonesia. Dengan harga yang kompetitif, layanan purna jual yang terus diperluas, serta berbagai program kepemilikan menarik, MG optimistis mampu memperkuat posisinya di pasar SUV listrik nasional.

Deepal S07, eSUV Premium untuk Mobilitas Keluarga Modern

Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan membuat kebutuhan akan kendaraan keluarga ikut berevolusi. Jika dulu kapasitas penumpang dan performa menjadi pertimbangan utama, kini konsumen semakin selektif dalam memilih kendaraan yang mampu menghadirkan efisiensi, teknologi cerdas, keselamatan, kenyamanan, hingga jaminan purnajual yang memberikan rasa tenang dalam jangka panjang.

Melalui lini model SUV listrik Deepal S07, Changan Automobile menghadirkan mobil elektrifikasi ramah lingkungan berteknologi modern yang dapat memenuhi kriteria para konsumen seperti yang telah kami paparkan.

Deepal S07 mengombinasikan desain futuristis, kabin mewah, performa bertenaga, serta biaya operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan SUV bermesin konvensional.

“Kebutuhan keluarga modern terus berkembang. Mereka membutuhkan kendaraan yang aman, nyaman, efisien, serta didukung teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Changan Deepal S07 kami hadirkan sebagai SUV listrik yang menjawab kebutuhan tersebut, sekaligus menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih cerdas dan berkualitas bagi keluarga Indonesia,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Desain Futuristis Pencuri Perhatian

Kesan modern terpancar dari tampilan luar Deepal S07. Identitas futuristik diperkuat melalui LED Daytime Running Light (DRL) Starleaf, lampu belakang Star Flame LED, serta garis bodi aerodinamis yang dipadukan dengan frameless door dan hidden door handle.

Pilihan warna Comet White, Nebula Green, Lunar Grey, Eclipse Black, hingga Sunset Orange membuat karakter SUV listrik ini semakin eksklusif. Velg berukuran 19 inci maupun 20 inci turut mempertegas aura premium yang dimilikinya.

Dimensi bodi sepanjang 4.750 mm dengan wheelbase mencapai 2.900 mm menghasilkan ruang kabin yang lapang. Menariknya lagi, radius putar hanya 5,75 meter membuat Deepal S07 tetap lincah bermanuver di jalan perkotaan maupun area parkir yang sempit.

Kabin Mewah Bernuansa Luxury Yacht

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa berkat konsep Luxury Yacht yang menjadi inspirasi desain interiornya. Jok bergaya integral, panoramic glass roof lengkap dengan electric sunshade, serta pilihan warna interior Sunset Orange maupun Eclipse Black menciptakan atmosfer yang mewah sekaligus nyaman.

Pusat perhatian terdapat pada layar Sunflower Screen berukuran 15,6 inci yang dapat berputar hingga 15 derajat ke arah pengemudi maupun penumpang depan. Fitur ini masih sangat jarang ditemui di kelasnya.

Deepal S07 juga mengusung konsep kabin minim tombol fisik. Hampir seluruh pengaturan kendaraan dilakukan melalui layar sentuh sehingga memberikan tampilan interior yang bersih dan modern.

Fitur Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) membantu pengemudi memperoleh berbagai informasi penting tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan. Sementara Intelligent Voice Assistant yang mendukung Bahasa Indonesia dan Inggris memungkinkan pengemudi mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan hanya melalui perintah suara.

Kelengkapan lainnya meliputi Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, wireless fast charger 40W, layar sentuh untuk penumpang belakang, serta sistem audio premium 14 speaker.

Deepal bahkan menghadirkan sejumlah mode berkendara unik seperti Camping Mode, Nap Mode, Snow Cabin Mode, hingga Car Wash Mode yang membuat pengalaman berkendara semakin praktis.

Performa Bertenaga dengan Jarak Tempuh Impresif

Deepal S07 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang menghasilkan tenaga 160 kW atau sekitar 214 hp dengan torsi maksimum 320 Nm.

SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 7,6 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 180 km/jam. Bahkan kemampuan towing hingga 1.500 kg menjadi nilai tambah bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan serbaguna.

Sumber tenaganya berasal dari Golden Shield Battery berkapasitas 79,97 kWh yang mampu membawa kendaraan melaju hingga 560 kilometer berdasarkan standar NEDC atau sekitar 475 kilometer menurut pengujian WLTP.

Pengisian daya juga sangat praktis. Menggunakan DC Fast Charging, baterai dapat terisi dari 30 persen menjadi 80 persen hanya dalam waktu sekitar 35 menit.

Teknologi Cell-to-Vehicle (CTV) yang mengintegrasikan baterai dengan struktur bodi meningkatkan kekuatan kendaraan sekaligus efisiensi termal. Bahkan baterainya diklaim tetap memiliki umur pakai optimal meski telah digunakan hingga 600.000 kilometer.

Fitur Keselamatan Lengkap dan Biaya Operasional Lebih Hemat

Sebagai kendaraan keluarga, Deepal S07 dibekali paket keselamatan yang sangat lengkap. Mulai dari kamera 360 derajat dengan Transparent Chassis, Driver Monitoring System (DMS), hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) seperti Automatic Emergency Braking, Front Collision Warning, dan Lane Departure Warning.

Tak hanya aman, biaya kepemilikannya pun sangat menarik. Dengan tarif pengisian daya di SPKLU sekitar Rp2.466 per kWh, biaya mengisi baterai hingga penuh hanya sekitar Rp197 ribu. Untuk penggunaan harian sekitar 60 kilometer, biaya listrik diperkirakan hanya berkisar Rp25 ribuan per hari—lebih hemat dibandingkan konsumsi bahan bakar SUV bermesin bensin.

Dengan harga Rp599 juta on the road Jakarta, Deepal S07 menawarkan nilai yang kompetitif di segmen SUV listrik premium. Changan Indonesia juga memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 240.000 kilometer, ditambah servis gratis selama 5 tahun atau 60.000 kilometer.

Melihat kombinasi desain futuristis, kabin premium, performa bertenaga, teknologi pintar, fitur keselamatan lengkap, hingga efisiensi biaya operasional, Deepal S07 layak menjadi standar baru eSUV premium bagi keluarga Indonesia yang ingin beralih ke era mobilitas listrik.

Deepal S05 Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia

Persaingan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya Deepal S05, SUV terbaru dari Changan Indonesia. Setelah mencuri perhatian sejak diperkenalkan kepada publik pada April 2026, model ini kini resmi memasuki tahap pre-booking atau pemesanan awal mulai 30 Juni 2026.

Menariknya, Deepal S05 hadir dalam dua pilihan teknologi elektrifikasi, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV). Strategi tersebut memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas, baik sebagai mobil listrik murni maupun elektrifikasi dengan jarak tempuh ekstra.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan pembukaan pre-booking menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas lini kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

“Program pre-book Deepal S05 dan Deepal S05 REEV merupakan langkah nyata Changan dalam menghadirkan produk-produk elektrifikasi terbaru yang akan segera meluncur di Indonesia,” ujarnya.

Desain Futuristis dengan Sentuhan Premium

Deepal S05 mengusung filosofi desain Symbiotic Aesthetics yang terinspirasi dari bentuk sayap pesawat antariksa. Siluet bodinya tampil modern dengan garis-garis tegas, dipadukan lampu LED ramping, pintu frameless, serta spoiler belakang berbentuk V yang membantu menghasilkan koefisien hambatan udara hanya 0,25 Cd.

Dimensinya juga cukup proporsional untuk sebuah SUV perkotaan, dengan panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm, dan wheelbase 2.880 mm. Kombinasi tersebut menghadirkan kabin yang lapang sekaligus memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang.

Masuk ke interior, nuansa premium langsung terasa melalui layar sentuh 15,4 inci beresolusi 2.5K yang dilengkapi fitur Sunflower Screen, memungkinkan layar bergeser hingga 15 derajat mengikuti posisi pengemudi maupun penumpang depan.

Kenyamanan semakin ditingkatkan lewat panoramic roof seluas 1,9 meter persegi, ambient light 64 warna, material soft touch, wireless charging, serta jok depan yang telah dilengkapi pemanas, ventilasi, sandaran kaki elektrik, dan memori posisi.

Pilih BEV atau REEV, Mana yang Cocok?

Deepal S05 dibangun menggunakan platform EPA1 All Electric Digital Platform yang dirancang khusus untuk kendaraan elektrifikasi. Baik varian BEV maupun REEV sama-sama menggunakan penggerak roda belakang (RWD) serta suspensi independen di keempat roda.

Varian BEV dibekali motor listrik bertenaga 268 hp dengan torsi 290 Nm. Energinya berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 68,8 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 470 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Sementara itu, varian REEV menawarkan konsep berbeda. Motor listrik tetap menjadi penggerak utama, sedangkan mesin bensin 1.500 cc hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai berkapasitas 27,28 kWh.

Dalam mode listrik murni, Deepal S05 REEV mampu melaju hingga 170 kilometer. Ketika mesin generator mulai bekerja, total jarak tempuhnya diklaim dapat melampaui 1.100 kilometer, menjadikannya solusi bagi konsumen yang masih memiliki kekhawatiran terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Harga Mulai Rp 500 Jutaan, Bonus Menarik Menanti

Selama masa pre-booking, Changan Indonesia memperkirakan harga Deepal S05 berada di kisaran Rp500 jutaan.

Sebanyak 500 konsumen pertama akan mendapatkan berbagai keuntungan berupa benefit hingga Rp20 juta, asuransi all risk selama satu tahun, serta kesempatan memperoleh program Battery Lifetime Warranty.

Selain itu, seluruh unit Deepal S05 juga dibekali garansi baterai selama 8 tahun atau 240.000 kilometer. Konsumen yang menginginkan perlindungan lebih lama dapat memilih paket garansi baterai seumur hidup sesuai program resmi Changan Indonesia.

Dengan kombinasi desain modern, teknologi canggih, pilihan sistem penggerak yang fleksibel, serta jarak tempuh yang kompetitif, Deepal S05 berpotensi menjadi salah satu SUV elektrifikasi paling menarik yang akan meramaikan pasar otomotif Indonesia pada 2026.

Hyundai Siapkan Ioniq 3 dan Prototype EV 7-Seater di GIIAS 2026!

Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026! Ioniq 3 dan Prototype EV 7-Seater Siap Mencuri Perhatian

Panggung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dipastikan menjadi momen penting bagi PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Pabrikan asal Korea Selatan itu telah menyiapkan sederet amunisi baru yang siap diperkenalkan kepada publik, mulai dari mobil listrik terbaru hingga sebuah prototype kendaraan listrik tujuh penumpang yang masih dirahasiakan identitasnya.

Total, Hyundai akan memamerkan 14 model kendaraan selama GIIAS 2026 berlangsung. Dari jumlah tersebut, empat model akan menjalani debut perdana di Indonesia, sementara dua di antaranya dipastikan menjadi magnet utama, yakni Hyundai Ioniq 3 edisi spesial dan sebuah prototype EV 7-seater yang digadang-gadang bakal diproduksi di Indonesia.

Kehadiran kedua model tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai semakin agresif memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.

Empat Mobil Baru Siap Debut di Indonesia

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengonfirmasi Hyundai akan membawa beragam model baru yang mencakup segmen SUV listrik, MPV listrik, hingga MPV hybrid.

Meski belum mengungkap identitas seluruh produk yang akan dipamerkan, Hyundai memastikan seluruh model tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia yang kini mulai beralih menuju era elektrifikasi.

Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, Hyundai melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang memiliki potensi pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Hyundai Ioniq 3, Bintang Baru

Salah satu model yang paling dinanti adalah Hyundai Ioniq 3. Setelah sukses memperkenalkan Ioniq 5 dan Ioniq 6, kini Hyundai menghadirkan hatchback listrik bergaya futuristis yang lebih ringkas namun tetap mengedepankan efisiensi dan teknologi modern.

Ioniq 3 dibangun menggunakan platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) berarsitektur 400 volt. Mobil ini mengusung konsep desain Aero Hatch yang dirancang untuk memaksimalkan efisiensi aerodinamika tanpa mengurangi kenyamanan kabin.

Koefisien hambatan udara hanya 0,263 Cd, menjadikannya salah satu mobil listrik paling aerodinamis di kelasnya. Desain tersebut berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi energi sekaligus memperpanjang jarak tempuh.

Dimensinya yang kompak dengan panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, serta wheelbase 2.680 mm menghadirkan ruang kabin yang lega untuk lima penumpang. Kapasitas bagasi mencapai 441 liter, termasuk kompartemen penyimpanan tambahan Megabox yang membuat mobil ini semakin praktis digunakan sehari-hari.

Jarak Tempuh Hampir 500 Kilometer

Di pasar Eropa, Hyundai menawarkan Ioniq 3 dalam dua pilihan baterai.

Varian Standard Range menggunakan baterai berkapasitas 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 kilometer (WLTP). Sementara versi Long Range mengusung baterai 61 kWh yang mampu melaju hingga 496 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Proses pengisian baterai juga tergolong cepat. Dengan DC Fast Charging, kapasitas baterai dapat terisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Sedangkan pengisian AC mendukung output hingga 22 kW.

Motor listrik penggerak roda depan menghasilkan tenaga 145 hp dan torsi 250 Nm, cukup untuk membawa Ioniq 3 berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu sekitar sembilan detik dengan kecepatan maksimum mencapai 170 km/jam.

Teknologi Digital Semakin Modern

Tak hanya mengandalkan efisiensi, Hyundai juga membekali Ioniq 3 dengan teknologi digital terbaru.

Mobil ini menjadi model pertama Hyundai di Eropa yang menggunakan sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android Automotive OS. Seluruh informasi kendaraan ditampilkan melalui layar sentuh berukuran 14,6 inci yang mendukung berbagai aplikasi populer seperti YouTube, Spotify, Zoom, hingga pembaruan perangkat lunak secara Over-the-Air (OTA).

Untuk keselamatan, Hyundai menyematkan paket Hyundai SmartSense yang mencakup Highway Driving Assist 2 (HDA2), Blind Spot View Monitor, Surround View Monitor, Remote Smart Parking Assist, hingga Memory Reverse Assist.

Seluruh varian juga telah dibekali tujuh airbag sebagai perlengkapan standar.

Prototype EV 7-Seater Buatan Indonesia

Selain Ioniq 3, perhatian publik justru tertuju pada sebuah prototype mobil listrik tujuh penumpang yang akan tampil perdana di GIIAS 2026.

Hyundai memberi sinyal bahwa kendaraan konsep tersebut dirancang untuk diproduksi di Indonesia dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Sayangnya, HMID masih merahasiakan identitas model yang dimaksud.

Berbagai spekulasi pun bermunculan. Dugaan terkuat mengarah pada Hyundai Stargazer EV.

Prediksi tersebut cukup masuk akal mengingat Stargazer merupakan MPV yang sejak awal dikembangkan khusus di Indonesia dan diproduksi di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Platform, desain, hingga karakter berkendaranya memang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Apabila benar merupakan Stargazer EV, Hyundai berpotensi menjadi salah satu pelopor di segmen MPV listrik tujuh penumpang yang diproduksi secara lokal.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Hyundai menghadirkan model lain yang benar-benar baru atau bahkan mengembangkan versi listrik dari Staria untuk pasar global.

Hyundai Semakin Agresif

Selama beberapa tahun terakhir, Hyundai menjadi salah satu pemain paling aktif dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui investasi besar di fasilitas produksi HMMI, Hyundai telah merakit sejumlah model listrik seperti Ioniq 5 dan Kona Electric secara lokal. Kehadiran Ioniq 3 serta prototype EV tujuh penumpang akan semakin memperkuat posisi Hyundai sebagai salah satu pemimpin pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

Kini tinggal menunggu hitungan hari hingga GIIAS 2026 resmi dibuka. Apakah seluruh prediksi tersebut akan menjadi kenyataan? Ataukah Hyundai justru telah menyiapkan kejutan lain yang belum pernah terungkap sebelumnya? Seluruh jawabannya akan segera tersaji di panggung otomotif terbesar Indonesia.

Test Drive Leapmotor B10: Harga 500 Jutaan dengan Rasa Eropa

Persaingan SUV listrik di Indonesia akan semakin panas dengan kehadiran Leapmotor B10. Menjelang peluncuran resminya di GIIAS 2026, kami berkesempatan menjajal langsung SUV listrik terbaru ini dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung.

Selama beberapa tahun terakhir, sebagian konsumen masih mempertanyakan kualitas mobil listrik asal China. Keluhan yang sering muncul mulai dari sistem infotainment yang lambat, kualitas material interior yang kurang memuaskan, hingga suara motor listrik yang masih terdengar masuk ke dalam kabin.

Namun pengalaman tersebut justru berbeda saat kami mencoba Leapmotor B10. SUV listrik ini menawarkan kesan premium yang bahkan terasa mendekati karakter mobil Eropa.

Interior Premium dengan Teknologi Modern

Begitu memasuki kabin, nuansa modern langsung terasa. Dashboard dirancang minimalis tanpa ornamen berlebihan sehingga tampil elegan dan mudah dipahami.

Perhatian langsung tertuju pada layar sentuh horizontal berukuran 14,6 inci yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8155 dan sistem operasi Leap OS 4.0. Seluruh menu berjalan sangat responsif, perpindahan antarmuka berlangsung mulus layaknya menggunakan smartphone kelas premium.

Fitur kamera 360 derajat juga menjadi salah satu nilai jual utama. Resolusi gambar sangat tajam dengan pilihan tampilan panorama dan bird view yang memudahkan saat parkir maupun bermanuver di area sempit.

Leapmotor turut menyediakan dua wireless charging pad di konsol tengah sehingga pengemudi dan penumpang dapat mengisi daya smartphone secara bersamaan.

Kualitas material interior juga patut diapresiasi. Permukaannya terasa lembut dengan finishing yang rapi. Seluruh material bahkan telah memenuhi standar Oeko-Tex Standard 100 sehingga minim kandungan zat kimia berbahaya dan aman bagi keluarga, termasuk anak-anak.

Menariknya lagi, kabin tidak mengeluarkan aroma menyengat seperti mobil baru pada umumnya karena penggunaan perekat berbasis air.

Struktur Canggih, Handling Lebih Stabil

Keunggulan utama Leapmotor B10 sebenarnya berada pada teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0. Berbeda dengan konstruksi mobil listrik konvensional, paket baterai menjadi bagian dari struktur bodi sehingga menghasilkan pusat gravitasi lebih rendah dan ruang kabin lebih lega.

Teknologi tersebut juga meningkatkan kekakuan struktur kendaraan. Leapmotor mengklaim rigiditas torsional mencapai 36.300 Nm/derajat, angka yang biasa ditemui pada SUV premium dengan harga jauh lebih tinggi.

Saat melintasi Tol Cipularang, karakter handling terasa stabil. Suspensi yang dikembangkan bersama tim engineering Maserati di Balocco, Italia, mampu meredam permukaan jalan beton dengan baik tanpa mengorbankan kenyamanan.

Respon kemudi juga terasa presisi, sementara kabin tetap senyap bahkan saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi. Dengung motor listrik hampir tidak terdengar sehingga kualitas NVH (Noise, Vibration, Harshness) menjadi salah satu keunggulan yang paling terasa selama pengujian.

Dirakit di Indonesia, Siap Bersaing di Segmen SUV Listrik

Leapmotor B10 juga telah dirakit secara lokal di fasilitas PT National Assembler (Indomobil Group) di Purwakarta, Jawa Barat, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen.

Fasilitas produksi tersebut memiliki kapasitas sekitar 800 unit per bulan sehingga diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar tanpa waktu inden yang panjang.

Meski harga resminya belum diumumkan, Leapmotor Indonesia memberi sinyal bahwa B10 akan dipasarkan di kisaran Rp500 jutaan. Dengan spesifikasi tersebut, SUV listrik ini diprediksi akan bersaing langsung dengan BYD Atto 3, Geely EX5, MG S5 EV, hingga Aion V.

Jika seluruh spesifikasi dan kualitas berkendara yang kami rasakan dipertahankan hingga peluncuran resmi di GIIAS 2026, Leapmotor B10 berpotensi menjadi salah satu penantang paling serius di segmen SUV listrik menengah Indonesia.