Deepal S05 BEV & REEV, Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Deepal S05 BEV & REEV Jadi Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Rasa penasaran kami terhadap kendaraan elektrifikasi yang dihadirkan oleh Changan ke Indonesia yakni Deepal S05 pun terobati.

Changan Indonesia mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi berkendara dari compact SUV tersebut dalam sesi test drive dari Jakarta menuju kawasan Ciletuh pada 7-8 Juli 2026. Seperti apa sensasinya?

Interior Modern dan Mutakhir

Saat melihay sosok mobil ini, desainnya simple tapi enak dilihat. Ternyata Deepal S05 merupakan hasil garapan dari studio desain Changan di Turin, Italia. Desain sederhana yang bersih namun dinamis jadi daya tarik utama pada mobil ini. Tak menghebohkan dengan pernak pernik yang bikin sakit mata.

Detail sederhana yang mungkin luput dari perhatian adalah handle pintu tersembunyi. Bahkan logo merek yang menyala di pilar C tak sekadar elemen dekoratif, tapi berfungsi sebagai indikator tingkat pengisian daya baterai. Pengguna dapat mengetahui dengan cepat dan mudah, apakah daya baterai telah terisi sampai penuh atau belum.

Selain eksterior, yang menjadi perhatian utama konsumen dalam memilih mobil adalah tampilan interiornya.

Kabin Deepal S05 terlihat modern dengan layar sentuh berukuran 15,4 inci beresolusi 2.5K Ultra Clear sebagai pusat kendali utama fitur kendaraan maupun hiburan. Dengan layar HD, tampilan gambar dari fitur kamera 360 derajat pun terlihat lebih jelas. Layar pintar ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Sunflower Screen, sehingga dapat digeser hingga 15 derajat ke sisi pengemudi maupun penumpang depan. Jadi tampilan layar tidak silau oleh paparan cahaya matahari saat berkendara siang hari.

Berkat chip prosesor canggih Qualcomm 8155, kinerja sistem kendali fitur berkendara maupun multimedia menjadi lebih cepat dan responsif. Informasi berkendara juga dapat diakses melalui proyeksi layar Augmented Reality Head Up Display (AR-HUD) 50,4 inci. Panduan navigasi yang ditampilkan secara realtime terlihat lebih jelas serta tidak mengganggu konsentrasi berkendara. Tak kalah dari mobil mewah berharga miliaran.

Bagi pengguna ponsel pintar, pada konsol tengah terdapat sepasang charger nirkabel berdaya 50W. Jadi tak perlu repot mencolok kabel charger. Perjalanan pun terasa sangat menyenangkan berkat sistem audio premium dengan 14 speaker yang menghasilkan suara yang jernih.

Kenyamanan berkendara turut ditingkatkan melalui fitur pemanas, ventilasi, sandaran kaki, serta fungsi memory seat pada jok penumpang depan. Desain jok belakang pun ergonomis dengan posisi duduk yang cukup nyaman. Ruang kaki dan ruang kepala juga cukup leluasa, karena desain kabin mobil ini mengacu pada postur orang Eropa yang rerata bertubuh jangkung.

Ruang bagasi di balik jok belakang pada kedua varian standar volumenya 492 liter. Jika butuh ruang extra, jok belakang bisa dilipat untuk menambah volume ruang bagasi hingga mencapai 1.250 liter. Khusus varian BEV, di balik kap depan terdapat kompartemen bagasi tambahan bervolume 159 liter. Dengan ruang bagasi yang lebih besar, daya muat barang pada varian BEV RWD jelas lebih unggul dibandingkan versi REEV RWD.

Pilih BEV atau REEV?

Di Indonesia Deepal S05 tersedia dalam dua versi yakni BEV (Battery Electric Vehicle) dan REEV (Range Extended Electric Vehicle).

Untuk versi BEV energinya mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan jarak tempuh maksimum hingga 470 km (NEDC). Lebih kecil dari spek Eropa yang dibekali baterai berdaya 68,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 485 km. Berkat kemampuan pengisian daya cepat, hanya butuh sekira 15 menit untuk pengecasan dari 30% hingga 80% menggunakan SPKLU fast charger DC berdaya 200 kW. Jika kurang dari itu, maka waktunya pun akan sedikit lebih lama.

Satu motor listrik beroutput 200 kW dengan torsi puncak 290 Nm menggerakkan roda belakang (RWD). Saat kami mengendarai versi BEV, tarikan performa terasa responsif dengan akselerasi instan khas mobil listrik. Pada mode Eco, penyaluran tenaga terasa halus, dan suaranya sangat senyap.

Untuk versi REEV, baterainya berdaya 27,28 kWh. Namun versi ini dibekali dengan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai secara otomatis mengisi daya baterai saat terindikasi daya baterai hampir habis. Jadi Anda tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai dan repot mencari SPKLU.

Jika hanya mengandalkan daya baterai murni pada mode EV, jarak jelajah hanya sekira 170 km. Saat mesin difungsikan, dengan daya baterai terisi penuh dan tangki BBM berisi 45 liter bensin, sistem hybrid REEV tersebut mampu menghadirkan jarak jelajah hingga lebih dari 1.100 km. Wah, sangat ekonomis dan efisien. Melakukan perjalanan jauh jadi bebas dari rasa was-was dan khawatir.

Dalam mode EV, kendaraan ini juga mampu menempuh jarak hingga 170 km (NEDC). Dengan teknologi REEV, berkendara tetap senyap bagaikan mobil, karena suara mesin pada Deepal S05 REEV cukup halus.

Dari sisi performa, Deepal S05 REEV dibekali satu motor listrik penggerak roda belakang beroutput 160 kW dengan torsi 320 Nm. Dari segi akselerasi, tarikannya cukup responsif. Tak jauh beda dari versi BEV.

Untuk pengendaraan yang halus dengan konsumsi energi lebih efisien, pilih mode Eco. Jika butuh suplemen daya extra dan tarikan yang lebih bergairah serta responsif, pilih mode Sport. Hanya saja kecepatan maksimum dibatasi di angka 180 km. Sudah lebih dari cukup untuk berkendara di tol.

Soal pengendaraan, handling kemudi kedua versi Deepal S05 cukup jinak. Hanya saja terdapat perbedaan sensasi antara versi BEV dan REEV saat menjadi penumpang di jok belakang. Pada saat bermanuver di jalan tol, ayunan suspensi versi REEV cenderung terasa lebih keras dari versi BEV. Sehingga gejala body roll pada versi REEV sedikit lebih terasa dibanding pada versi BEV. Mungkin selain dari faktor setting suspensi, bobot mobil serta tekanan angin ban juga turut berpengaruh. Selebihnya, tak ada hal yang jadi kekurangan pada kedua versi Deepal S05, baik BEV maupun REEV.

Changan Indonesia sudah mulai membuka pemesanan Deepal S05 BEV dan REEV bagi para konsumen yang berminat. Pemesanan melalui inden pre-booking jadi strategi Changan untuk menjaring konsumen yang lebih luas jelang perhelatan GIIAS 2026. Untuk saat ini Changan Indonesia belum memberi info berapa harga jual resminya. Hanya dikatakan harga untuk versi BEV maupun REEV di kisaran Rp 500 jutaan.

MG MGS5 EV Tembus 2.000 SPK, Kirim 1.000 Unit ke Konsumen

MG Motor Indonesia berhasil mencatat lebih dari 2.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk MGS5 EV hanya dalam beberapa bulan sejak resmi diperkenalkan di pasar nasional.

Untuk itu, MG Motor Indonesia menggelar MGS5 EV Handover Celebration di Jakarta pada Sabtu (4/8). Momen ini sekaligus menjadi penyerahan simbolis 1.000 unit MGS5 EV kepada konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat banyak keluarga Indonesia yang memercayakan mobilitas masa depan mereka pada MGS5 EV. Setiap konsumen kini menjadi bagian dari komunitas global pengguna MG. Komitmen kami akan terus berlanjut melalui layanan purna jual yang andal untuk memberikan kenyamanan dan peace of mind kepada setiap pengguna MGS5 EV,” ujar Jason Huang, CEO MG Motor Indonesia.

Program Harga Spesial Diperpanjang

Melihat tingginya minat masyarakat, MG memutuskan memperpanjang program harga spesial MGS5 EV hingga akhir kuartal ketiga atau September 2026.

Selama periode tersebut, konsumen masih dapat membawa pulang MGS5 EV dengan harga:

– MGS5 EV Ignite : Rp333,9 juta (OTR Jakarta)
– MGS5 EV Magnify : Rp355,9 juta (OTR Jakarta)

Dirancang untuk Kebutuhan Keluarga Modern

MGS5 EV dikembangkan sebagai SUV listrik yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia. SUV listrik ini menawarkan kombinasi kabin lapang, kenyamanan berkendara, efisiensi energi, serta berbagai teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari.

Karakter tersebut menjadikan MGS5 EV sebagai salah satu SUV listrik yang bisa menjadi pilihan lain di Indonesia sepanjang 2026.

Paket Purna Jual yang Kompetitif

Tak hanya menawarkan harga menarik, MG juga memberikan berbagai keuntungan purna jual bagi setiap pembeli MGS5 EV.

Konsumen akan memperoleh garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 kilometer, garansi baterai delapan tahun atau 160.000 kilometer, gratis perawatan berkala selama empat tahun, portable charger tanpa biaya tambahan, kaca film (window tint), hingga paket internet i-SMART selama tiga tahun.

Berbagai fasilitas tersebut menjadi nilai tambah yang memberikan rasa aman selama masa kepemilikan kendaraan.

Perkuat Jaringan Servis Nasional

MG Motor Indonesia juga terus memperkuat layanan purna jual untuk mendukung pertumbuhan populasi kendaraan listriknya.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghadirkan MG Satellite Workshop, yaitu layanan servis resmi yang menjangkau konsumen di wilayah yang belum memiliki dealer MG. Seluruh pekerjaan servis dilakukan oleh teknisi profesional dengan penggunaan suku cadang asli MG.

Selain itu, MG memperluas kerja sama dengan jaringan Body & Paint di berbagai daerah di luar Jabodetabek agar proses perbaikan kendaraan menjadi lebih mudah dijangkau.

Dalam waktu dekat, MG juga akan membuka MG Workshop Center sebagai bengkel flagship yang dilengkapi fasilitas modern, pusat pelatihan teknisi, riset layanan servis, hingga ketersediaan suku cadang yang lebih lengkap.

Bagi konsumen yang membutuhkan layanan tanpa harus datang ke bengkel, MG juga menyediakan MG Mobile Service yang memungkinkan proses perawatan maupun servis ringan dilakukan langsung di lokasi pelanggan.

“Kepercayaan yang diberikan konsumen merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi kami. Selamat datang di MG Family dan menjadi bagian dari perjalanan warisan otomotif global MG sejak 1924. Kami berharap MGS5 EV dapat menghadirkan kebahagiaan dalam setiap perjalanan,” tutup Jason Huang.

Keberhasilan mencatat 2.000 pemesanan serta penyerahan 1.000 unit dalam waktu singkat menunjukkan bahwa MGS5 EV semakin mendapat tempat di hati konsumen Indonesia. Dengan harga yang kompetitif, layanan purna jual yang terus diperluas, serta berbagai program kepemilikan menarik, MG optimistis mampu memperkuat posisinya di pasar SUV listrik nasional.

Deepal S07, eSUV Premium untuk Mobilitas Keluarga Modern

Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan membuat kebutuhan akan kendaraan keluarga ikut berevolusi. Jika dulu kapasitas penumpang dan performa menjadi pertimbangan utama, kini konsumen semakin selektif dalam memilih kendaraan yang mampu menghadirkan efisiensi, teknologi cerdas, keselamatan, kenyamanan, hingga jaminan purnajual yang memberikan rasa tenang dalam jangka panjang.

Melalui lini model SUV listrik Deepal S07, Changan Automobile menghadirkan mobil elektrifikasi ramah lingkungan berteknologi modern yang dapat memenuhi kriteria para konsumen seperti yang telah kami paparkan.

Deepal S07 mengombinasikan desain futuristis, kabin mewah, performa bertenaga, serta biaya operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan SUV bermesin konvensional.

“Kebutuhan keluarga modern terus berkembang. Mereka membutuhkan kendaraan yang aman, nyaman, efisien, serta didukung teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Changan Deepal S07 kami hadirkan sebagai SUV listrik yang menjawab kebutuhan tersebut, sekaligus menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih cerdas dan berkualitas bagi keluarga Indonesia,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Desain Futuristis Pencuri Perhatian

Kesan modern terpancar dari tampilan luar Deepal S07. Identitas futuristik diperkuat melalui LED Daytime Running Light (DRL) Starleaf, lampu belakang Star Flame LED, serta garis bodi aerodinamis yang dipadukan dengan frameless door dan hidden door handle.

Pilihan warna Comet White, Nebula Green, Lunar Grey, Eclipse Black, hingga Sunset Orange membuat karakter SUV listrik ini semakin eksklusif. Velg berukuran 19 inci maupun 20 inci turut mempertegas aura premium yang dimilikinya.

Dimensi bodi sepanjang 4.750 mm dengan wheelbase mencapai 2.900 mm menghasilkan ruang kabin yang lapang. Menariknya lagi, radius putar hanya 5,75 meter membuat Deepal S07 tetap lincah bermanuver di jalan perkotaan maupun area parkir yang sempit.

Kabin Mewah Bernuansa Luxury Yacht

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa berkat konsep Luxury Yacht yang menjadi inspirasi desain interiornya. Jok bergaya integral, panoramic glass roof lengkap dengan electric sunshade, serta pilihan warna interior Sunset Orange maupun Eclipse Black menciptakan atmosfer yang mewah sekaligus nyaman.

Pusat perhatian terdapat pada layar Sunflower Screen berukuran 15,6 inci yang dapat berputar hingga 15 derajat ke arah pengemudi maupun penumpang depan. Fitur ini masih sangat jarang ditemui di kelasnya.

Deepal S07 juga mengusung konsep kabin minim tombol fisik. Hampir seluruh pengaturan kendaraan dilakukan melalui layar sentuh sehingga memberikan tampilan interior yang bersih dan modern.

Fitur Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) membantu pengemudi memperoleh berbagai informasi penting tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan. Sementara Intelligent Voice Assistant yang mendukung Bahasa Indonesia dan Inggris memungkinkan pengemudi mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan hanya melalui perintah suara.

Kelengkapan lainnya meliputi Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, wireless fast charger 40W, layar sentuh untuk penumpang belakang, serta sistem audio premium 14 speaker.

Deepal bahkan menghadirkan sejumlah mode berkendara unik seperti Camping Mode, Nap Mode, Snow Cabin Mode, hingga Car Wash Mode yang membuat pengalaman berkendara semakin praktis.

Performa Bertenaga dengan Jarak Tempuh Impresif

Deepal S07 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang menghasilkan tenaga 160 kW atau sekitar 214 hp dengan torsi maksimum 320 Nm.

SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 7,6 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 180 km/jam. Bahkan kemampuan towing hingga 1.500 kg menjadi nilai tambah bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan serbaguna.

Sumber tenaganya berasal dari Golden Shield Battery berkapasitas 79,97 kWh yang mampu membawa kendaraan melaju hingga 560 kilometer berdasarkan standar NEDC atau sekitar 475 kilometer menurut pengujian WLTP.

Pengisian daya juga sangat praktis. Menggunakan DC Fast Charging, baterai dapat terisi dari 30 persen menjadi 80 persen hanya dalam waktu sekitar 35 menit.

Teknologi Cell-to-Vehicle (CTV) yang mengintegrasikan baterai dengan struktur bodi meningkatkan kekuatan kendaraan sekaligus efisiensi termal. Bahkan baterainya diklaim tetap memiliki umur pakai optimal meski telah digunakan hingga 600.000 kilometer.

Fitur Keselamatan Lengkap dan Biaya Operasional Lebih Hemat

Sebagai kendaraan keluarga, Deepal S07 dibekali paket keselamatan yang sangat lengkap. Mulai dari kamera 360 derajat dengan Transparent Chassis, Driver Monitoring System (DMS), hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) seperti Automatic Emergency Braking, Front Collision Warning, dan Lane Departure Warning.

Tak hanya aman, biaya kepemilikannya pun sangat menarik. Dengan tarif pengisian daya di SPKLU sekitar Rp2.466 per kWh, biaya mengisi baterai hingga penuh hanya sekitar Rp197 ribu. Untuk penggunaan harian sekitar 60 kilometer, biaya listrik diperkirakan hanya berkisar Rp25 ribuan per hari—lebih hemat dibandingkan konsumsi bahan bakar SUV bermesin bensin.

Dengan harga Rp599 juta on the road Jakarta, Deepal S07 menawarkan nilai yang kompetitif di segmen SUV listrik premium. Changan Indonesia juga memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 240.000 kilometer, ditambah servis gratis selama 5 tahun atau 60.000 kilometer.

Melihat kombinasi desain futuristis, kabin premium, performa bertenaga, teknologi pintar, fitur keselamatan lengkap, hingga efisiensi biaya operasional, Deepal S07 layak menjadi standar baru eSUV premium bagi keluarga Indonesia yang ingin beralih ke era mobilitas listrik.

Deepal S05 Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia

Persaingan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya Deepal S05, SUV terbaru dari Changan Indonesia. Setelah mencuri perhatian sejak diperkenalkan kepada publik pada April 2026, model ini kini resmi memasuki tahap pre-booking atau pemesanan awal mulai 30 Juni 2026.

Menariknya, Deepal S05 hadir dalam dua pilihan teknologi elektrifikasi, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV). Strategi tersebut memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas, baik sebagai mobil listrik murni maupun elektrifikasi dengan jarak tempuh ekstra.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan pembukaan pre-booking menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas lini kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

“Program pre-book Deepal S05 dan Deepal S05 REEV merupakan langkah nyata Changan dalam menghadirkan produk-produk elektrifikasi terbaru yang akan segera meluncur di Indonesia,” ujarnya.

Desain Futuristis dengan Sentuhan Premium

Deepal S05 mengusung filosofi desain Symbiotic Aesthetics yang terinspirasi dari bentuk sayap pesawat antariksa. Siluet bodinya tampil modern dengan garis-garis tegas, dipadukan lampu LED ramping, pintu frameless, serta spoiler belakang berbentuk V yang membantu menghasilkan koefisien hambatan udara hanya 0,25 Cd.

Dimensinya juga cukup proporsional untuk sebuah SUV perkotaan, dengan panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm, dan wheelbase 2.880 mm. Kombinasi tersebut menghadirkan kabin yang lapang sekaligus memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang.

Masuk ke interior, nuansa premium langsung terasa melalui layar sentuh 15,4 inci beresolusi 2.5K yang dilengkapi fitur Sunflower Screen, memungkinkan layar bergeser hingga 15 derajat mengikuti posisi pengemudi maupun penumpang depan.

Kenyamanan semakin ditingkatkan lewat panoramic roof seluas 1,9 meter persegi, ambient light 64 warna, material soft touch, wireless charging, serta jok depan yang telah dilengkapi pemanas, ventilasi, sandaran kaki elektrik, dan memori posisi.

Pilih BEV atau REEV, Mana yang Cocok?

Deepal S05 dibangun menggunakan platform EPA1 All Electric Digital Platform yang dirancang khusus untuk kendaraan elektrifikasi. Baik varian BEV maupun REEV sama-sama menggunakan penggerak roda belakang (RWD) serta suspensi independen di keempat roda.

Varian BEV dibekali motor listrik bertenaga 268 hp dengan torsi 290 Nm. Energinya berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 68,8 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 470 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Sementara itu, varian REEV menawarkan konsep berbeda. Motor listrik tetap menjadi penggerak utama, sedangkan mesin bensin 1.500 cc hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai berkapasitas 27,28 kWh.

Dalam mode listrik murni, Deepal S05 REEV mampu melaju hingga 170 kilometer. Ketika mesin generator mulai bekerja, total jarak tempuhnya diklaim dapat melampaui 1.100 kilometer, menjadikannya solusi bagi konsumen yang masih memiliki kekhawatiran terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Harga Mulai Rp 500 Jutaan, Bonus Menarik Menanti

Selama masa pre-booking, Changan Indonesia memperkirakan harga Deepal S05 berada di kisaran Rp500 jutaan.

Sebanyak 500 konsumen pertama akan mendapatkan berbagai keuntungan berupa benefit hingga Rp20 juta, asuransi all risk selama satu tahun, serta kesempatan memperoleh program Battery Lifetime Warranty.

Selain itu, seluruh unit Deepal S05 juga dibekali garansi baterai selama 8 tahun atau 240.000 kilometer. Konsumen yang menginginkan perlindungan lebih lama dapat memilih paket garansi baterai seumur hidup sesuai program resmi Changan Indonesia.

Dengan kombinasi desain modern, teknologi canggih, pilihan sistem penggerak yang fleksibel, serta jarak tempuh yang kompetitif, Deepal S05 berpotensi menjadi salah satu SUV elektrifikasi paling menarik yang akan meramaikan pasar otomotif Indonesia pada 2026.

Hyundai Siapkan Ioniq 3 dan Prototype EV 7-Seater di GIIAS 2026!

Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026! Ioniq 3 dan Prototype EV 7-Seater Siap Mencuri Perhatian

Panggung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dipastikan menjadi momen penting bagi PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Pabrikan asal Korea Selatan itu telah menyiapkan sederet amunisi baru yang siap diperkenalkan kepada publik, mulai dari mobil listrik terbaru hingga sebuah prototype kendaraan listrik tujuh penumpang yang masih dirahasiakan identitasnya.

Total, Hyundai akan memamerkan 14 model kendaraan selama GIIAS 2026 berlangsung. Dari jumlah tersebut, empat model akan menjalani debut perdana di Indonesia, sementara dua di antaranya dipastikan menjadi magnet utama, yakni Hyundai Ioniq 3 edisi spesial dan sebuah prototype EV 7-seater yang digadang-gadang bakal diproduksi di Indonesia.

Kehadiran kedua model tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai semakin agresif memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.

Empat Mobil Baru Siap Debut di Indonesia

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengonfirmasi Hyundai akan membawa beragam model baru yang mencakup segmen SUV listrik, MPV listrik, hingga MPV hybrid.

Meski belum mengungkap identitas seluruh produk yang akan dipamerkan, Hyundai memastikan seluruh model tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia yang kini mulai beralih menuju era elektrifikasi.

Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, Hyundai melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang memiliki potensi pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Hyundai Ioniq 3, Bintang Baru

Salah satu model yang paling dinanti adalah Hyundai Ioniq 3. Setelah sukses memperkenalkan Ioniq 5 dan Ioniq 6, kini Hyundai menghadirkan hatchback listrik bergaya futuristis yang lebih ringkas namun tetap mengedepankan efisiensi dan teknologi modern.

Ioniq 3 dibangun menggunakan platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) berarsitektur 400 volt. Mobil ini mengusung konsep desain Aero Hatch yang dirancang untuk memaksimalkan efisiensi aerodinamika tanpa mengurangi kenyamanan kabin.

Koefisien hambatan udara hanya 0,263 Cd, menjadikannya salah satu mobil listrik paling aerodinamis di kelasnya. Desain tersebut berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi energi sekaligus memperpanjang jarak tempuh.

Dimensinya yang kompak dengan panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, serta wheelbase 2.680 mm menghadirkan ruang kabin yang lega untuk lima penumpang. Kapasitas bagasi mencapai 441 liter, termasuk kompartemen penyimpanan tambahan Megabox yang membuat mobil ini semakin praktis digunakan sehari-hari.

Jarak Tempuh Hampir 500 Kilometer

Di pasar Eropa, Hyundai menawarkan Ioniq 3 dalam dua pilihan baterai.

Varian Standard Range menggunakan baterai berkapasitas 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 kilometer (WLTP). Sementara versi Long Range mengusung baterai 61 kWh yang mampu melaju hingga 496 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Proses pengisian baterai juga tergolong cepat. Dengan DC Fast Charging, kapasitas baterai dapat terisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Sedangkan pengisian AC mendukung output hingga 22 kW.

Motor listrik penggerak roda depan menghasilkan tenaga 145 hp dan torsi 250 Nm, cukup untuk membawa Ioniq 3 berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu sekitar sembilan detik dengan kecepatan maksimum mencapai 170 km/jam.

Teknologi Digital Semakin Modern

Tak hanya mengandalkan efisiensi, Hyundai juga membekali Ioniq 3 dengan teknologi digital terbaru.

Mobil ini menjadi model pertama Hyundai di Eropa yang menggunakan sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android Automotive OS. Seluruh informasi kendaraan ditampilkan melalui layar sentuh berukuran 14,6 inci yang mendukung berbagai aplikasi populer seperti YouTube, Spotify, Zoom, hingga pembaruan perangkat lunak secara Over-the-Air (OTA).

Untuk keselamatan, Hyundai menyematkan paket Hyundai SmartSense yang mencakup Highway Driving Assist 2 (HDA2), Blind Spot View Monitor, Surround View Monitor, Remote Smart Parking Assist, hingga Memory Reverse Assist.

Seluruh varian juga telah dibekali tujuh airbag sebagai perlengkapan standar.

Prototype EV 7-Seater Buatan Indonesia

Selain Ioniq 3, perhatian publik justru tertuju pada sebuah prototype mobil listrik tujuh penumpang yang akan tampil perdana di GIIAS 2026.

Hyundai memberi sinyal bahwa kendaraan konsep tersebut dirancang untuk diproduksi di Indonesia dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Sayangnya, HMID masih merahasiakan identitas model yang dimaksud.

Berbagai spekulasi pun bermunculan. Dugaan terkuat mengarah pada Hyundai Stargazer EV.

Prediksi tersebut cukup masuk akal mengingat Stargazer merupakan MPV yang sejak awal dikembangkan khusus di Indonesia dan diproduksi di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Platform, desain, hingga karakter berkendaranya memang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Apabila benar merupakan Stargazer EV, Hyundai berpotensi menjadi salah satu pelopor di segmen MPV listrik tujuh penumpang yang diproduksi secara lokal.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Hyundai menghadirkan model lain yang benar-benar baru atau bahkan mengembangkan versi listrik dari Staria untuk pasar global.

Hyundai Semakin Agresif

Selama beberapa tahun terakhir, Hyundai menjadi salah satu pemain paling aktif dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui investasi besar di fasilitas produksi HMMI, Hyundai telah merakit sejumlah model listrik seperti Ioniq 5 dan Kona Electric secara lokal. Kehadiran Ioniq 3 serta prototype EV tujuh penumpang akan semakin memperkuat posisi Hyundai sebagai salah satu pemimpin pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

Kini tinggal menunggu hitungan hari hingga GIIAS 2026 resmi dibuka. Apakah seluruh prediksi tersebut akan menjadi kenyataan? Ataukah Hyundai justru telah menyiapkan kejutan lain yang belum pernah terungkap sebelumnya? Seluruh jawabannya akan segera tersaji di panggung otomotif terbesar Indonesia.

Test Drive Leapmotor B10: Harga 500 Jutaan dengan Rasa Eropa

Persaingan SUV listrik di Indonesia akan semakin panas dengan kehadiran Leapmotor B10. Menjelang peluncuran resminya di GIIAS 2026, kami berkesempatan menjajal langsung SUV listrik terbaru ini dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung.

Selama beberapa tahun terakhir, sebagian konsumen masih mempertanyakan kualitas mobil listrik asal China. Keluhan yang sering muncul mulai dari sistem infotainment yang lambat, kualitas material interior yang kurang memuaskan, hingga suara motor listrik yang masih terdengar masuk ke dalam kabin.

Namun pengalaman tersebut justru berbeda saat kami mencoba Leapmotor B10. SUV listrik ini menawarkan kesan premium yang bahkan terasa mendekati karakter mobil Eropa.

Interior Premium dengan Teknologi Modern

Begitu memasuki kabin, nuansa modern langsung terasa. Dashboard dirancang minimalis tanpa ornamen berlebihan sehingga tampil elegan dan mudah dipahami.

Perhatian langsung tertuju pada layar sentuh horizontal berukuran 14,6 inci yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8155 dan sistem operasi Leap OS 4.0. Seluruh menu berjalan sangat responsif, perpindahan antarmuka berlangsung mulus layaknya menggunakan smartphone kelas premium.

Fitur kamera 360 derajat juga menjadi salah satu nilai jual utama. Resolusi gambar sangat tajam dengan pilihan tampilan panorama dan bird view yang memudahkan saat parkir maupun bermanuver di area sempit.

Leapmotor turut menyediakan dua wireless charging pad di konsol tengah sehingga pengemudi dan penumpang dapat mengisi daya smartphone secara bersamaan.

Kualitas material interior juga patut diapresiasi. Permukaannya terasa lembut dengan finishing yang rapi. Seluruh material bahkan telah memenuhi standar Oeko-Tex Standard 100 sehingga minim kandungan zat kimia berbahaya dan aman bagi keluarga, termasuk anak-anak.

Menariknya lagi, kabin tidak mengeluarkan aroma menyengat seperti mobil baru pada umumnya karena penggunaan perekat berbasis air.

Struktur Canggih, Handling Lebih Stabil

Keunggulan utama Leapmotor B10 sebenarnya berada pada teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0. Berbeda dengan konstruksi mobil listrik konvensional, paket baterai menjadi bagian dari struktur bodi sehingga menghasilkan pusat gravitasi lebih rendah dan ruang kabin lebih lega.

Teknologi tersebut juga meningkatkan kekakuan struktur kendaraan. Leapmotor mengklaim rigiditas torsional mencapai 36.300 Nm/derajat, angka yang biasa ditemui pada SUV premium dengan harga jauh lebih tinggi.

Saat melintasi Tol Cipularang, karakter handling terasa stabil. Suspensi yang dikembangkan bersama tim engineering Maserati di Balocco, Italia, mampu meredam permukaan jalan beton dengan baik tanpa mengorbankan kenyamanan.

Respon kemudi juga terasa presisi, sementara kabin tetap senyap bahkan saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi. Dengung motor listrik hampir tidak terdengar sehingga kualitas NVH (Noise, Vibration, Harshness) menjadi salah satu keunggulan yang paling terasa selama pengujian.

Dirakit di Indonesia, Siap Bersaing di Segmen SUV Listrik

Leapmotor B10 juga telah dirakit secara lokal di fasilitas PT National Assembler (Indomobil Group) di Purwakarta, Jawa Barat, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen.

Fasilitas produksi tersebut memiliki kapasitas sekitar 800 unit per bulan sehingga diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar tanpa waktu inden yang panjang.

Meski harga resminya belum diumumkan, Leapmotor Indonesia memberi sinyal bahwa B10 akan dipasarkan di kisaran Rp500 jutaan. Dengan spesifikasi tersebut, SUV listrik ini diprediksi akan bersaing langsung dengan BYD Atto 3, Geely EX5, MG S5 EV, hingga Aion V.

Jika seluruh spesifikasi dan kualitas berkendara yang kami rasakan dipertahankan hingga peluncuran resmi di GIIAS 2026, Leapmotor B10 berpotensi menjadi salah satu penantang paling serius di segmen SUV listrik menengah Indonesia.

JAECOO J5 EV Tembus 16.000 Pengiriman, Laris Manis!

Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif. Kali ini, pencapaian datang dari JAECOO, yang sukses mencatatkan 16.000 pengiriman unit J5 EV hingga April 2026. Dalam waktu hanya empat bulan sejak awal tahun, JAECOO J5 EV bahkan berhasil masuk jajaran SUV listrik terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai semakin percaya terhadap kendaraan listrik, khususnya di segmen SUV premium yang menawarkan kombinasi desain modern, teknologi canggih, serta efisiensi mobilitas harian.

Berdasarkan data yang diumumkan JAECOO Indonesia, selama periode Januari hingga April 2026, J5 EV membukukan penjualan retail sebanyak 10.587 unit dan wholesales mencapai 11.006 unit. Angka ini sekaligus memperkuat posisi JAECOO sebagai salah satu pemain baru yang cukup agresif di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

Sebagai SUV listrik yang mengusung slogan “The Real SUV”, JAECOO J5 EV dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat modern. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian daya, menjadikannya cukup ideal untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan luar kota.

Tak hanya fokus pada kendaraan full electric, JAECOO juga mulai memperkuat lini plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS. Kedua model tersebut bahkan sempat mencuri perhatian berkat kemampuan efisiensi dan daya jelajahnya yang impresif.

J7 SHS-P sebelumnya sukses menuntaskan perjalanan Jakarta-Bali sejauh 1.377 kilometer, sementara J8 SHS-P ARDIS mencatat rekor MURI sebagai mobil PHEV dengan jarak tempuh terjauh, yakni hingga 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan pengisian bahan bakar.

Untuk merayakan pencapaian 16.000 pengiriman unit J5 EV, JAECOO Indonesia menggelar acara bertajuk “Weekend Drive – Together for More” di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Acara ini menjadi wadah berkumpulnya konsumen, komunitas, media, hingga pecinta otomotif dalam satu ekosistem gaya hidup modern berbasis kendaraan elektrifikasi.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan layanan JAECOO di Indonesia.

Tak hanya menghadirkan sesi community sharing, acara tersebut juga menampilkan berbagai aksesori resmi JAECOO J5 EV yang mendukung personalisasi kendaraan, mulai dari karaoke mic, car subwoofer, hingga kompartemen khusus hewan peliharaan.

Dari sisi layanan purna jual, JAECOO juga terus memperluas jaringan dealer dan bengkel resmi di Indonesia. Saat ini sudah terdapat 35 dealer aktif dan jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 80 dealer hingga akhir 2026.

Dengan kombinasi produk modern, teknologi elektrifikasi, serta penguatan layanan purna jual, JAECOO tampaknya serius ingin menjadi salah satu pemain utama di pasar SUV listrik premium Tanah Air.

Leapmotor B10 Terpergok di Jakarta, Bakal Segera Launching?

Terpergok di Jalan Dalam Selubung Kamuflase, Leapmotor B10 Bakal Segera Launching?

Pasar mobil listrik di Indonesia nampaknya bakal dimeriahkan oleh satu pendatang baru. Sebuah mobil berselubung kamuflase yang diduga kuat sebagai Leapmotor B10 terpergok tengah melaju di jalanan Jakarta. Apakah mobil tersebut sedang melakukan persiapan sebelum waktu peluncuran resminya?

Saat di Beijing, China beberapa pekan lalu, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, telah memberi petunjuk bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera membawa model mobil terbaru mereka ke Tanah Air.

Walau seluruh bagian bodi mobil diselimuti oleh stiker kamuflase, namun lekukan siluet serta bentuk fisik kendaraan secara garis bedar menunjukkan identitas sebagai SUV listrik teranyar dari Leapmotor.

Kemunculannya yang tengah melenggang di ruas jalanan kota Jakarta kian mempertegas indikasi kuat mengenai kehadiran model terbaru Leapmotor di pasar Indonesia.

Prediksi pun kian menguat jika Leapmotor B10 akan debut perdana di hadapan publik Tanah Air dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

Keberadaan brand otomotif Leapmotor di Indonesia menandai babak baru bagi Indomobil Group untuk memperbanyak pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar nasional. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan oleh Leapmotor B10?

Leapmotor B10

Sejak beberapa bulan lalu di situs Bapenda DKI Jakarta ada dua model Leapmotor yang terdaftar, salah satunya yakni yakni B10. Bahkan sudah tertera harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Untuk model Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Leapmotor B10 adalah compact SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang dirancang dengan desain bergaya Eropa.

Desain tampilan eksterior B10 yang clean dan minimalis dilengkapi lampu depan Daytime Running Light (DRL) LED model lightbar yang memberi kesan modern dan futuristik. Sedangkan lampu utama berada di bagian bumper. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Yang cukup menarik perhatian adalah setup konfigurasi roda B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda. Hal seperti ini umumnya ditemukan pada mobil sport dan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara saat melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless pun turut mendukung distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi roda tetap stabil.

Kemasan interior yang simple namun terlihat elegan pun jadi daya tarik tersendiri. Pada dashboard terpampang layar utama HD 2,5K berukuran 14,6 inci yang terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara panel instrumen menggunakan layar digital 8,8 inci. Fitur premium seperti panoramic sunroof, ambient light, serta kursi dengan pemanas dan ventilasi jadi faktor pemikat.

Berdasarkan spek untuk pasar Eropa, sektor performa mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 160 kW (218 hp). Untuk sumber daya listrik, B10 hadir dengan dua pilihan baterai LFP, yakni versi 56,2 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 361 km (WLTP), dan 67,1 kWh dengan jarak jelajah hingga 434 km (WLTP).

Kemampuan pengisian daya ultra-fast charging yang dimiliki B10 jadi keunggulan tersendiri. Cukup 17 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%. Wah, sangat cepat dan efisien!

Tak hanya itu, fitur Vehicle to Load (V2L) yang dibekalkan pada B10 membuat energi baterai dapat disalurkan untuk perangkat elektronik dan kelistrikan eksternal. Mirip fungsi genset.

Kualitas keselamatan berkendara pun jadi keunggulan utama. SUV EV ini dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kamera 360°. Leapmotor B10 bahkan sukses meraih peringkat 5 bintang dari uji benturan dan keselamatan berkendara Eropa, Euro NCAP. Jadi, hati dijamin tenteram saat mengemudi.

Untuk saat ini spesifikasi teknis B10 versi pasar Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun kehadiran unit Leapmotor B10
berselubung kamuflase di jalanan umum mengisyaratkan bahwa rangkaian proses uji berkendara atau tahapan persiapan homologasi saat ini sedang berjalan jelang momen peluncuran resminya.

Camouflage Car Campaign

Kehadiran SUV Leapmotor B10 berselubung kamuflase ternyata merupakan kampanye kreatif yang diadakan oleh Leapmotor Indonesia. Kamuflase di sekujur bodi Leapmotor B10 yang mulai berkeliling di sejumlah titik strategis Jakarta mengusung desain artistik dengan tampilan visual yang unik dan eye-catching.

Kehadiran kendaraan ini pun sukses menarik perhatian masyarakat sekaligus membangun antusiasme menjelang peluncuran resmi Leapmotor B10 di Indonesia. Aktivitas brand engagement Leapmotor Indonesia ini jadi cara unik dalam memperkenalkan SUV listrik terbaru Leapmotor kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih interaktif, modern, dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini.

Desain kamuflasenya merepresentasikan karakter Leapmotor B10 sebagai kendaraan listrik modern yang menggabungkan teknologi inovatif dengan desain futuristis.

Melalui kampanye ini, Leapmotor Indonesia mengajak masyarakat untuk menemukan camouflage car Leapmotor B10 di berbagai titik strategis kota Jakarta dan mengikuti giveaway interaktif melalui QR code yang tersedia pada bodi kendaraan.

Masyarakat yang berhasil melakukan scan QR code berkesempatan memenangkan dinner untuk dua orang di hotel bintang lima dengan total hadiah senilai hingga IDR 1,5 juta.

Kampanye ini tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Leapmotor Indonesia dalam membangun awareness terhadap kendaraan listrik pintar yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas urban masa kini.

Kehadiran camouflage car di ruang publik diharapkan mampu menciptakan excitement sekaligus memperkenalkan Leapmotor B10 secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Sudah tak sabar ingin melihat wujud asli SUV EV Leapmotor B10 dari dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya….

Volvo EX90 Siap Gaet Pangsa Pasar SUV EV Premium Tanah Air

SUV premium bertenaga listrik baterai (BEV) di Tanah Air bertambah satu lagi. Volvo Cars Indonesia (VCI) resmi memperkenalkan SUV listrik flagship terbaru, Volvo EX90. Keberadaan mobil listrik mewah ini di Indonesia sekaligus menandai komitmen keseriusan Volvo memperkuat strategi elektrifikasi global mereka.

Sebelum melangkah dengan lini mobil listrik (EV), Volvo secara bertahap membangun fondasi pasar kendaraan elektrifikasi ramah lingkungan. Setelah memperkenalkan mobil mild hybrid, kini Volvo Cars Indonesia (VCI) tampil optimis dengan lini SUV EV premium.

Hal tersebut ditegaskan oleh Koji Horii, Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia. Setelah tahun lalu mulai memperkenalkan kendaraan elektrifikasi mild hybrid sebagai langkah awal. Kini, SUV EV Volvo EX90 menjadi bagian dari strategi bisnis VCI selanjutnya di Indonesia.

“Volvo EX90 merepresentasikan visi kami terhadap masa depan mobilitas, di mana kendaraan listrik tak hanya menghadirkan performa, tapi juga pengalaman berkendara yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih cerdas. Kami bangga menghadirkan SUV listrik flagship ini di Indonesia sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Volvo dalam mendukung mobilitas premium yang lebih berkelanjutan,” ujar Koji Horii, Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia, di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Volvo EX90 yang dipasarkan di Indonesia diimpor dari Malaysia secara utuh alias Completely Built Up (CBU). SUV EV denagn tiga baris bangku ini jadi rival untuk Kia EV9 GT-Line, BMW iX, dan SUV EV sekelasnya.

Kemewahan Khas Skandinavia

Salah satu daya tarik dari Volvo EX90 adalah desain eksterior yang tampil clean dengan handle pintu model flush dan spion samping frameless. Lampu depan LED model ‘Thor Hammer’ khas Volvo dilengkapi grafis piksel LED yang dapat terbuka secara mekanis.

Siluet bodi yang ramping dan aerodinamis dengan garis atap melandai ke arah buritan ala fastback menghasilkan aerodinamika yang sempurna. Koefisien hambatan udara pun terbilang sangat minim yakni 0.29 Cd. Hambatan udara yang minim menghasilkan efisiensi energi yang lebih baik.

Desainnya yang atraktif dan aerodinamis, serta sematan teknologi modern dan fitur canggih membuat Volvo EX90 dinobatkan sebagai World Luxury Car of the Year oleh World Car Awards. Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan global terhadap kualitas rancang bangun Volvo EX90.

Desain interior mungkin terkesan minimalis, namun tampil elegan khas mobil mewah Skandinavia. Tak sekadar mewah, material yang digunakan pada kursi dan panel interior mengusung konsep kabin ramah lingkungan, antara lain melalui penggunaan material Wool alami dan Nordico.

Volvo EX90 berkonfigurasi tiga baris bangku dengan kapasitas hingga tujuh penumpang. Kemasan interior Volvo EX90. Desain kursi depan hingga belakang yang ergonomis jadi faktor penunjang kenyamanan berkendara.

Fitur hiburan, navigasi dan kontrol sistem utama kendaraan terpusat pada layar sentuh vertikal 14,5 inci yang terintegrasi dengan Google built-in. Panel instrumen digital menggunakan layar 9 inci.

Pembaruan perangkat lunak dengan metoda over-the-air (OTA) memudahkan update berbagai fitur kendaraan secara mandiri tanpa harus datang ke bengkel resmi.

Mobil ini juga dilengkapi panoramic glass roof, ambient lighting, kursi berpemanas dan ventilasi. Kenyamanan kabin terjamin berkat fitur kendali iklim kabin 4-zona.

Sebagai bagian dari sarana hiburan, EX90 dilengkapi sistem audio Dolby Atmos dari Bowers & Wilkins. Suasana perjalanan jadi semakin syahdu.

Mobil Listrik Ideal Penunjang Mobilitas

Soal performa, Volvo EX90 hadir dalam dua varian, yakni Twin Motor dan Twin Motor Performance. Dua motor listrik yang terpasang pada masing-masing poros roda menghasilkan sistem penggerak all-wheel drive (AWD). Jadi tak perlu khawatir jika harus melintasi kondisi jalan non aspal dan trek semi offroad.

Varian Twin Motor memiliki output tenaga maksimum hingga 402 hp dengan akselerasi 0-100 km/jamn dalam.waktu 5,9 detik. Jika ingin yang lebih gerget, tersedia varian Twin Motor Performance dengan tenaga hingga 510 hp. Akselerasi 0-100 km/jam pun lebih gesit, yakni 4,9 detik.

Volvo EX90 dibekali baterai 111 kWh yang menghasilkan jarak tempuh hingga 600 km dalam sekali pengisian daya. Cukup untuk menunjang mobilitas harian di perkotaan atau menempuh perjalanan antar kota.

Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC beroutput hingga 250 kW dari 10 persen ke 80 persen hanya perlu sekira 30 menit. Cukup cepat dan efisien.

Fitur esensial yang dibekalkan pada EX90 salah satumya yakni Vehicle-to-Load (V2L). Energi baterai dapat digunakan untuk perangkat listrik dan elektronik eksternal saat dibutuhkan. Tak ubahnya seperti fungsi genset.

Perihal keselamatan berkendara, fiturnya pun sangat lengkap. Mulai dari Collision Avoidance dengan Automatic Emergency Braking, Blind Spot Information System (BLIS), Cross Traffic Alert, Pilot Assist, hingga Driver Monitoring Alert. Volvo EX90 juga dilengkapi sensor LiDAR yang di bagian atap kendaraan. Teknologi ini memindai kondisi jalan secara detail. Sistem bantu berkendara dan penunjang keselamatan berteknologi canggih yang dibekalkan Volvo pada EX90 membuat hati lebih tenteram selama perjalanan.

Ingin tahu harganya? Volvo EX90 dibanderol seharga Rp 2.550.000.000. OTR Jakarta.

Lepas Resmikan Dealer Pluit Jelang Peluncuran Lepas E4

Brand otomotif Lepas terus memperkuat eksistensinya di Indonesia. Satu dealer baru saja diresmikan di kawasan Pluit Culinary Park, Jakarta Utara. Dealer Lepas yang keempat di Indonesia ini dikelola oleh PT Mitra Auto Strategi (MAS) dan menjadi dealer kedua yang dikelola MAS setelah dealer Lepas di Kelapa Gading.

Perluasan jangkauan layanan dengan memperbanyak jumlah jaringan dealer merupakan langkah strategis bagi Lepas untuk semakin dekat dengan pelanggan.

Lokasi Strategis

Lepas MAS Pluit yang berlokasi di Jalan Pluit Karang Indah Timur, Jakarta Utara dan tidak jauh dari pintu exit Tol Pluit atau Penjaringan terbilang sangat strategis.

Direktur PT Mitra Auto Sinergi (MAS), Djunaedi Hadiwidjaja, memaparkan bahwa alasan pemilihan lokasi Pluit guna dapat mengakomodir pangsa pasar di kawasan Jakarta Utara yang sangat potensial.

Bangunan dealer Lepas MAS Pluit seluas 1.200 m² yang berdiri di lahan seluas 1.300 m² ini menghadirkan layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts).

Ruang pamer showroom sebagai jangkar utama dealer dapat memajang hingga lima unit kendaraan. Fasilitas workshop yang tersedia mampu menangani servis sampai 15 unit kendaraan per hari. Sebagai layanan premium, Lepas MAS Pluit dilengkapi VIP Lounge yang bisa difungsikan sebagai co-working space.

Keberadaan unit dealer Lepas MAS Pluit merupakan fase awal dari strategi perluasan jaringan brand Lepas di Indonesia. Hingga akhir tahun 2026, Lepas berharap dapat mengoperasikan hingga 40 dealer di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

“Peresmian Lepas MAS Pluit merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman brand yang lebih dekat, lebih personal, dan relevan dengan gaya hidup pelanggan saat ini. Bagi LEPAS, showroom bukan hanya titik penjualan, tetapi juga ruang dimana konsumen dapat merasakan langsung bagaimana teknologi, desain, dan kenyamanan hadir dalam satu pengalaman yang utuh,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director Lepas Indonesia.

Jaminan Garansi Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Lepas berkomitmen memberikan layanan purna jual paripurna guna meningkatkan kepercayaan konsumen.

Lepas memberikan jaminan garansi selama 6 tahun/150.000 km untuk.unit kendaraan; garansi selama 8 tahun /160.000 km untuk baterai, motor, dan controller; serta garansi selama 10 tahun/1.000.000 km untuk mesin.

Lepas juga memberikan sejumlah benefit kepada para pelanggan berupa gratis servis selama 4 tahun/60.000 km, layanan pick-up dan delivery selama 2 tahun untuk area Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya; serta layanan roadside assistance selama 3 tahun dalam cakupan 50 km.

Lepas E4 Bakal Segera Launching

Keberadaan dealer baru Lepas ternyata jadi bagian persiapan jelang peluncuran model mobil terbaru Lepas E4 yang akan launching di Indonesia dalam waktu dekat. Mobil listrik Lepas E4 akan mendampingi Lepas L8 yang telah lebih dulu dipasarkan di Indonesia. Nah, seperti apa mobilnya?

Lepas E4 merupakan compact SUV EV yang bakal jadi alternatif baru bagi konsumen penyuka SUV bertenaga listrik di Tanah Air.

Dengan panjang 4.406 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.635 mm, wheelbase 2.700 mm, dan ground clearance 160 mm, postur Lepas E4 terbilang cocok untuk kawasan perkotaan.

Untuk sektor performa, Lepas E4 dibekali motor listrik tunggal penggerak roda depan (FWD) bertenaga 160 kW (217 hp). Dibekali baterai LFP berkapasitas 65 kWh, diklaim jarak jelajahnya mencapai 500 km (NEDC).

Fitur berkendara yang dibekalkan pada Lepas E4 terbilang sangat lengkap dan modern. Selaian tiga mode berkendara (Eco, Normal, dan Sport), Lepas E4 dilengkapi rem parkir elektronik, dan sistem keamanan aktif ADAS seperti Automatic Cruise Control, Automatic Emergency Brake, dan Lane Keep Assist. Untuk saat ini spek teknisnya belum diungkap secara gamblang. Diperkirakan harga jualnya akan berkisar Rp 300 jutaan. Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat…

Leapmotor All Out di Beijing Auto Show 2026, B10 Jadi Kejutan!

Di kancah industri otomotif dunia, nama Leapmotor memang terbilang baru. Tapi tak ada yang mengira jika brand asal China ini sukses menggapai pasar otomotif global dan menjadi startup kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) No.1 di dunia.

Pabrikan yang didukung raksasa industri otonotif dunia Stellantis ini pun tampil all out dan unjuk gigi di negara asalnya dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kini tengah berlangsung di jantung Negeri Tirai Bambu.

Mengusung slogan “A New Answer to the World – Leapmotor’s Further Advancement,” Leapmotor sangat optimis seluruh lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipamerkan mampu menggaet pangsa pasar yang selama ini dikuasai industri otomotif raksasa global. Model mobil apa saja yang ditampilkan oleh Leapmotor di Beijing Auto Show 2026?

Debut Perdana Global Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra

Dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kondang dengan sebutan Auto China, Leapmotor melakukan debut global model terbaru Lafa5 (B05) Ultra. Varian teratas dari compact hatchback bertenaga listrik (EV) Lafa5 untuk pasar domestik China ini sukses menyita perhatian media dunia dan para pengunjung.

Dari segi tampilan, varian Ultra terlihat lebih sporty dibandingkan versi reguler Lafa5 yang di pasar Eropa beredar dengan label Leapmotor B05. Sematan bodykit mulai dari side skirt, dual-layer front splitter dan rear spoiler meningkatkan gaya aerodinamika sekaligus mendongkrak gaya tampilan jadi makin eyecatching.

Interior pun tampil lebih memikat dengan lapisan bahan suede nan lembut. Jok sport dengan fungsi 8 titik pemijat diimbuhi logo bordir ‘Ultra’ sebagai penanda. Seat belt pun tampil sewarna bodi. Teknologi sistem multimedia telah menggunakan sepasang chip prosesor yakni Qualcomm 8650 dan 8295 serta sistem navigasi yang canggih.

Sektor performa pun mengalami upgrade dengan motor listrik beroutput 180 kW (241 hp). Coupe hatchback EV berpenggerak roda depan (FWD) ini cuma butuh waktu sekira 5 detik untuk sprint 0-100 km/jam.

Untuk baterai LFP yang ditawarkan ada dua versi yakni 56.2 kWh dengan jarak jelajah 515 km dan 67.1 kWh yang jarak jelajahnya bisa mencapai 605 km (WLTP).

Perihal harga jual belum diumumkan. Tapi diperkirakan tak akan selisih jauh dari rival sekelasnya yakni Lynk & Co 10+ dan Xiaomi SU7 Ultra. Para konsumen BYD Seal 06 GT, Lynk & Co Z20, dan Zeekr X juga jadi target yang dibidik Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra.

Leapmotor B10 Bakal Beredar di Indonesia

Model lain dalam seri B yang tampil di Beijing Auto Show 2026 adalah Leapmotor B10. Compact SUV EV yang satu ini cukup mengejutkan, karena kabarnya bakal segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Tampilannya walau tak terlalu rumit dan mencolok penuh chrome blink-blink, tapi enak dilihat. Posturnya pun terbilang sedang dan cukup proporsional dengan panjang sekira 4,5 meter dan lebar di kisaran 1,8 meter. Jarak sumbu rodanya yang berkisar 2,7 meter pun mengindikasikan ruang kabin yang lapang.

Bagian interior pun tak ubahnya compact SUV EV modern dengan layar utama 14,6 inci sebagai pusat kendali sistem multimedia dan fitur berkendara. Panel instrumennya walau agak kecil yakni 8,8 inci namun cukup informatif dan bisa dibaca dengan jelas.

Kemasan interior tampil elegan dengan opsi material Grey Fabric untuk varian Life, dan lapisan kulit Eco Leather warna Light Grey atau Shadow Grey untuk varian Design.

Keunggulan mobil ini yakni kursi depan bisa direbahkan sepenuhnya, sehingga dapat digunakan untuk rehat sejenak di rest area saat perjalanan jauh. Fitur kekinian seperti Panoramic Sunroof dengan tirai otomatis jadi nilai plus pada B10. Kapasitas bagasi standarnya 430 liter, tapi bisa ditambah hingga 1.700 liter jika kursi belakang dilipat.

Rancang bangunnya yang berbasis platform LEAP 3.5 terbaru dari Leapmotor menggunakan motor listrik penggerak berdaya 160 kW atau setara 218 hp, dengan torsi puncak yang mencapai 240 Nm.

Untuk baterai, tersedia opsi berdaya 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 361 km dan versi 67,1 kWh yang daya jelajahnya lebih jauh yakni 434 km (standar WLTP). Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30% ke 80% hanya butuh waktu sekira 18 hingga 20 menit. Cukup cepat dan fleksibel bagi pengguna di perkotaan yang tak punya banyak waktu untuk menunggu pengecasan.

Selain versi listrik murni (EV), Leapmotor B10 juga tersedia varian Hybrid EV (REEV) yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai 18,8 kWh. Total jarak tempuhya mampu mencapai 900 km. Wah, cukup menggugah.

Faktor keselamatan berkendara pada Leapmotor B10 ditunjang 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Automatic Emergency Braking System (AEBS) dan lainnya.

Untuk mobilitas harian di area perkotaan yang lalu lintasnya padat dan area parkirnya terbatas, mobil listrik yang satu ini cukup ideal dan user friendly.

Kabar bahwa Leapmotor B10 bakal hadir di Indonesia dikonfirmasi oleh CEO Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw saat sesi tanya jawab bersama media di Beijing Auto Show 2026.

“Leapmotor B10 akan kami perkenalkan di GIIAS. Jadi tunggu saja kejutannya,” ungkap Tan Kim Piauw.

Sebagai catatan, Leapmotor B10 ternyata sudah beredar di Malaysia dengan kisaran harga 107.000 Ringgit hingga 118.800 Ringgit atau sekira Rp 460 jutaan hingga Rp 507 jutaan. Untuk pasar Indonesia? Kita tunggu kemunculannya di GIIAS 2026 dalam beberapa bulan mendatang.

 

iCAR V23 Pro Plus Collector Series Resmi di Jemput Pemiliknya

iCAR Indonesia resmi memulai penyerahan unit perdana iCAR V23 Pro Plus Collector Series kepada para pelanggan awal yang melakukan pemesanan di ajang Indonesia International Motor Show 2026. Prosesi handover yang digelar pada Sabtu, (18/4) di Jakarta Selatan ini memulai perjalanan iCAR di Indonesia, sekaligus lahirnya komunitas eksklusif pengguna V23.

Eksklusivitas Collector Series

Sebagai varian spesial, iCAR V23 Pro Plus Collector Series tampil dengan identitas unik melalui Collector Series Badge yang menjadi simbol eksklusivitas. Tampilan eksterior diperkuat dengan velg retro chrome serta ban all-terrain yang menghadirkan karakter rugged sekaligus fleksibel untuk berbagai kondisi jalan.

Sentuhan fungsional juga menjadi perhatian utama. Fitur seperti soft-close door memberikan pengalaman premium saat menutup pintu, sementara electric folding mirror menambah kepraktisan di area urban. Perlindungan ekstra hadir melalui lapisan window film premium dan coating bodi untuk menjaga kualitas visual kendaraan dalam jangka panjang.

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa. Sistem audio dari JBL dengan digital sound processor menghadirkan kualitas suara yang imersif, sementara ambient lighting yang dapat disesuaikan menciptakan atmosfer berkendara yang lebih personal.

Panel instrumen digital memastikan seluruh informasi kendaraan tersaji secara intuitif. Selain itu, fitur seat-back table dengan wireless charger menambah fleksibilitas, baik untuk kebutuhan kerja maupun perjalanan santai.

Yang menarik, setiap unit dilengkapi Collector Series Limited Edition Badge yang dapat dipersonalisasi sesuai preferensi pemilik mulai dari angka hingga inisial, menjadikan setiap kendaraan benar-benar unik

Komunitas Eksklusif dan Ekosistem Kepemilikan Baru

Para pemilik pertama tergabung dalam komunitas eksklusif V23 Initial Pioneers (VIP), yang menjadi fondasi awal ekosistem iCAR di Indonesia. Melalui program ini, pelanggan mendapatkan akses ke berbagai keuntungan, mulai dari preview produk terbaru hingga undangan ke event khusus. Hal ini pun makin mendorong keinginan Bapak Kami, Om Mobi, untuk segera membawanya pulang karena resmi menjadi salah satu dari pemilik SUV ganteng ini.

Langkah ini menunjukkan pendekatan iCAR yang tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pengguna melalui pengalaman yang lebih terintegrasi.

Penguatan brand iCAR juga akan berlanjut melalui partisipasi dalam International Business Summit 2026 di Wuhu, dalam rangkaian Beijing Auto Show 2026. Keterlibatan ini menjadi bagian dari strategi global untuk menghubungkan inovasi produk dengan kolaborasi lintas pasar.

Di Indonesia sendiri, kehadiran iCAR menjadi bagian dari transformasi menuju mobilitas berbasis energi baru yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen modern.

Penyerahan iCAR V23 Pro Plus Collector Series bukan sekadar distribusi unit, melainkan awal dari pendekatan baru dalam kepemilikan kendaraan listrik secara lebih personal, eksklusif, dan terhubung dengan gaya hidup.

Dengan kombinasi desain unik, fitur premium, serta ekosistem komunitas yang kuat, iCAR menunjukkan keseriusannya dalam membangun brand EV yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga relevan secara emosional bagi penggunanya.

JAECOO Rayakan Larisnya J5 EV Lewat JAECOO LAND 2026

JAECOO Indonesia merayakan pencapaian JAECOO J5 EV sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia pada Maret 2026 dengan menghadirkan festival gaya hidup bertajuk JAECOO LAND 2026.

Acara ini digelar pada 11–12 April 2026 di One Satrio, Jakarta Selatan, sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme konsumen sekaligus memperkuat kedekatan brand dengan masyarakat urban.

Berdasarkan data retail GAIKINDO, penjualan J5 EV menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Model ini mencatatkan penjualan 1.942 unit pada Januari, meningkat menjadi 2.926 unit di Februari, dan tetap kuat dengan 2.775 unit pada bulan Maret 2026.

Capaian tersebut menjadikan J5 EV sebagai salah satu model EV paling diminati di pasar Indonesia. Seiring tingginya permintaan, JAECOO menargetkan distribusi hingga 13.000 unit kepada pelanggan sampai akhir April 2026.

Menurut Jim Ma, tren positif ini menjadi indikator kuat bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang dan semakin diterima oleh konsumen.

Momentum Global yang Terus Menguat

Kesuksesan di Indonesia turut didukung performa global JAECOO yang terus meningkat. Hingga kini, brand ini telah menjangkau lebih dari 960.000 pelanggan di 64 negara.

Pada Maret 2026 saja, JAECOO mencatatkan penjualan global 61.254 unit, naik 210% secara tahunan. Segmen New Energy Vehicle (NEV) bahkan tumbuh lebih agresif dengan total 39.716 unit atau melonjak 471%.

Di pasar Inggris, performa JAECOO juga impresif dengan penjualan lebih dari 12.000 unit dalam satu bulan, di mana model J7 menjadi kontributor utama.

JAECOO LAND 2026, Perpaduan Otomotif dan Lifestyle

Melalui JAECOO LAND 2026, brand ini tidak hanya menampilkan kendaraan, tetapi juga menghadirkan pengalaman lifestyle yang terintegrasi. Mengusung konsep L.A.N.D (Lifestyle, Adventure, Nature, Discovery), acara ini dirancang sebagai ruang interaksi antara teknologi mobilitas modern dan gaya hidup urban.

Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti Bazaar kreatif, Live music, Sesi wellness, Talkshow inspiratif dan Area playground anak dan pet experience.

Selain aktivitas lifestyle, pengunjung juga berkesempatan mencoba langsung lini kendaraan JAECOO melalui sesi test drive. JAECOO menyiapkan semua varian untuk para calon konsumen dari model J5 EV, J7 SHS-P dan juga J8 SHS-P ARDIS.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat teknologi Super Hybrid System (SHS) yang menjadi bagian dari strategi elektrifikasi JAECOO.

Perkuat Jaringan dan Komitmen di Indonesia

Saat ini, JAECOO telah memiliki 32 dealer aktif di Indonesia dan berencana menambah 25 dealer baru dalam waktu dekat. Target jangka panjangnya adalah menghadirkan hingga 80 outlet di seluruh Indonesia pada akhir 2026.

Langkah ini menunjukkan komitmen JAECOO dalam memperkuat layanan serta mendukung pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Tanah Air.

Dengan kombinasi produk inovatif dan pendekatan lifestyle, JAECOO semakin mempertegas posisinya sebagai brand otomotif modern yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Platform i-SWIFT Jadi Fondasi iCAR V23, Adaptif dan Bertenaga!

iCAR mulai mengungkap fondasi teknologi yang akan menjadi tulang punggung lini kendaraan listriknya di Indonesia melalui platform i-SWIFT. Kehadiran platform ini menandai langkah strategis iCAR dalam menghadirkan kendaraan listrik yang adaptif, bertenaga, serta relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Sebagai arsitektur modular, i-SWIFT dirancang khusus untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan dengan integrasi menyeluruh antara powertrain, chassis, serta sistem pintar dalam satu kesatuan. Pendekatan ini memungkinkan iCAR menghadirkan performa konsisten sekaligus fleksibilitas tinggi untuk berbagai segmen kendaraan.

Implementasi nyata platform ini terlihat pada iCAR V23 yang mengusung konfigurasi chassis canggih. Suspensi depan mengadopsi sistem double-wishbone atau MacPherson, dipadukan dengan suspensi belakang five-link independent.

Kombinasi tersebut menghasilkan keseimbangan optimal antara kenyamanan dan stabilitas, baik untuk penggunaan harian di perkotaan maupun saat menghadapi medan yang lebih menantang.

Sistem i-AWD, Kunci Performa dan Stabilitas

Performa iCAR V23 semakin diperkuat oleh sistem i-AWD yang mampu mendistribusikan torsi secara dinamis ke setiap roda.

Berbeda dengan sistem penggerak konvensional, i-AWD bekerja secara adaptif melalui kontrol elektronik. Sistem ini dapat berpindah secara mulus antara penggerak dua roda dan empat roda, sehingga mampu menjaga efisiensi energi tanpa mengorbankan performa.

Dalam kondisi jalan perkotaan, distribusi tenaga diatur untuk menghasilkan karakter berkendara yang halus dan senyap. Sementara di medan off-road, sistem secara otomatis menyesuaikan penyaluran tenaga untuk menjaga traksi dan stabilitas.

Mode Berkendara Lengkap dan Personal

Untuk meningkatkan pengalaman berkendara, iCAR V23 dilengkapi lebih dari enam mode berkendara, mulai dari ECO, Comfort, Sport, Slippery, Off-Road, hingga Individual.

Mode Individual memungkinkan pengemudi mengatur berbagai parameter kendaraan sesuai preferensi, menciptakan pengalaman berkendara yang lebih personal. Seluruh pengaturan dapat diakses melalui kontrol fisik, layar sentuh, hingga perintah suara, memberikan kemudahan tanpa mengganggu fokus berkendara.

Keandalan platform i-SWIFT tidak hanya berhenti pada konsep. Berbagai pengujian di kondisi nyata, seperti medan berlumpur, tanjakan curam, hingga tikungan tajam, telah dilakukan untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal.

Hasilnya, iCAR V23 mampu menjaga stabilitas, respons tenaga, serta presisi handling dalam berbagai situasi ekstrem—menegaskan kualitas engineering yang matang dan siap digunakan di dunia nyata.

Siap Jawab Kebutuhan Mobilitas Modern

Menurut Mark Yang, iCAR V23 merupakan representasi dari kekuatan platform i-SWIFT yang mengedepankan fleksibilitas dan performa sekaligus kenyamanan.

Dengan filosofi “Born to Play”, iCAR menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya cocok untuk kebutuhan harian, tetapi juga mampu menjelajah berbagai kondisi jalan.

Kehadiran platform i-SWIFT menjadi fondasi penting bagi iCAR dalam menetapkan standar baru kendaraan listrik—menggabungkan teknologi, fleksibilitas, serta pengalaman berkendara premium dalam satu paket.

Lumin EV & Deepal S07 Curi Perhatian di Motomobi Karnaval 2026

Dua mobil listrik dari Changan sukses mencuri perhatian pengunjung di Motomobi Karnaval 2026 yang digelar di QBig BSD City pada 4–5 April 2026. Model yang ditampilkan, yakni Deepal S07 dan Changan Lumin EV, menawarkan dua pendekatan berbeda dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat modern.

Kehadiran Changan di event ini menjadi strategi “jemput bola” untuk mendekatkan teknologi kendaraan listrik kepada konsumen Indonesia yang semakin tertarik beralih ke EV.

Deepal S07, SUV Listrik Premium yang Futuristik

Bagi konsumen yang ingin naik kelas ke SUV listrik premium, Deepal S07 menjadi opsi menarik. Desainnya tampil futuristik, dipadukan dengan teknologi mutakhir yang jarang ditemui di kelasnya.

Salah satu fitur unggulan adalah Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) yang memproyeksikan informasi berkendara langsung ke kaca depan. Tak hanya itu, terdapat juga gesture recognition yang memungkinkan pengemudi mengontrol fitur seperti musik atau panggilan hanya dengan gerakan tangan.

Fitur keselamatan menjadi nilai jual utama, dengan total 19 fitur ADAS, termasuk Front Collision Warning, Automatic Emergency Braking, hingga Lane Departure Warning. Kamera 360 derajat serta sistem pengereman ABS dan EBD semakin menambah rasa aman saat berkendara.

Dari sisi performa, Deepal S07 dibekali motor listrik 160 kW (215 hp) dengan torsi 320 Nm dan penggerak roda belakang. Baterai berkapasitas 79,97 kWh mampu menghadirkan jarak tempuh hingga 560 km. Pengisian cepat dari 30% ke 80% hanya membutuhkan sekitar 35 menit.

Lumin EV, City Car yang Praktis dan Terjangkau

Di sisi lain, Lumin EV tampil sebagai city car listrik yang menggemaskan sekaligus fungsional. Dimensinya yang kompak membuat mobil ini sangat ideal untuk penggunaan di perkotaan, terutama di jalan sempit dan area parkir terbatas.

Interiornya mengusung konsep modern dengan layar instrumen digital 7 inci dan head unit 10,25 inci yang sudah mendukung Bluetooth, Apple CarPlay, dan CarAuto.

Untuk performa, Lumin EV dibekali motor listrik 35 kW (47 hp) dengan torsi 83 Nm. Baterai 28,08 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 301 km, cukup untuk kebutuhan harian.

Pengisian daya juga praktis berkat dukungan fast charging, dengan waktu 30% ke 80% sekitar 35 menit.

Harga Jadi Penentu, Pilih Murah atau Premium?

Soal harga, Lumin EV menjadi pilihan paling terjangkau dengan banderol sekitar Rp183 juta (OTR Jakarta), menjadikannya salah satu EV entry-level paling menarik di pasar.

Sementara Deepal S07 bermain di segmen lebih tinggi dengan harga Rp599 juta (OTR Jakarta), lengkap dengan garansi baterai hingga 8 tahun atau 240.000 km serta servis gratis 5 tahun.

Dengan dua karakter yang sangat berbeda, Changan menawarkan pilihan menarik bagi konsumen Indonesia: city car listrik praktis untuk mobilitas harian atau SUV premium dengan teknologi canggih untuk pengalaman berkendara yang lebih modern.

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…

 

 

Polestar 3 Pecahkan Rekor Dunia Baru!

Polestar 3, salah satu Sport Utility Vehicle (SUV) listrik andalan Polestar, telah memecahkan Rekor Dunia Guinness. Rekor ini untuk perjalanan terjauh SUV listrik dengan sekali pengisian daya. Dengan jarak tempuh 935,44 km (setara 581,3 mil), varian long range single motor yang baru diluncurkan ini dibesut sampai batas maksimalnya.

Pengujian ini memakan waktu 22 jam 57 menit dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk hujan. Polestar 3 mencapai efisiensi 12,1 kWh/100 km (19,5 kWh/100 mil). Pengemudi profesional Sam Clarke, Kevin Booker, dan Richard Parker, bergantian mengemudi setiap tiga jam untuk menjaga kewaspadaan berkendara. Polestar 3 mencapai angka WLTP sejauh 706 km (438 mil) dengan kapasitas baterai masih tersedia sebanyak 20 persen, dan menempuh jarak tambahan 12,8 km (8 mil) setelah baterai menunjukkan 0 persen.

“Kami sangat bangga mengumumkan bahwa kami memiliki pemegang rekor dunia dalam keluarga Polestar! Rekor Dunia Guinness resmi untuk jangkauan ini merupakan bukti lain bahwa Polestar 3 menetapkan standar baru. Kami akan terus mendorong batas-batas teknologi dan performa listrik,” papar Michael Lohscheller, CEO Polestar.

“Para pengemudi telah mendorong Polestar 3 hingga batas kemampuan jangkauannya, Hal ini menunjukkan bagaimana jangkauan baterai telah meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir. Kemampuan SUV premium berukuran besar untuk menempuh jarak jauh melampaui London ke Edinburgh sungguh mengesankan. Dengan ini, pepatah bahwa kendaraan listrik tidak dapat melaju jauh, berhasil dipatahkan,” imbuh Matt Galvin, Managing Director Polestar UK.

SUV standar produksi ini dinilai oleh juri Guinness World Records sendiri, Paulina Sapinska. Sedangkan Webfleet menyediakan rekaman video, pembacaan odometer, pembacaan GPS, dan data level baterai. Semuanya didokumentasikan secara cermat dan diverifikasi secara independen.

Unit Polestar 3 yang digunakan, tidak dimodifikasi sama sekali. Bahkan menggunakan velg standar 20 inci yang dipasangi ban Michelin Sport 4 EV sesuai kondisi pabrik.

Hyptec HL Berpotensi Membius Konsumen SUV Listrik Kelas Premium

Hyptec, sebagai brand premium dari GAC AION, tahun lalu sempat memperkenalkan Hyptec HL. Mobil ini menjadi Sport Utility Vehicle (SUV) mewah dengan teknologi pintar dan tentunya ramah lingkungan. Meskipun diperkenalkan pada tahun lalu, ternyata Hyptec HL belum lama dipasarkan ke konsumen.

SUV ini menerapkan filosofi desain ‘Land Yacht’ atau kapal pesiar daratan. Wajar, sebab dimensinya memang tergolong bongsor. Bodinya memiliki panjang 5.126 mm, lebar 1.990 mm, tinggi 1.730 mm, dan wheelbase 3.088 mm. Dari dimensi saja, sudah menggambarkan kalau Hyptec HL ini pasti menyuguhkan kenyamanan berkendara bagi penumpangnya.

Grille Bisa Menampilkan Tulisan

Bagian depannya memiliki keunikan tersendiri. Pada grille terdapat pola dot-matrix yang dapat menampilkan tulisan, sesuai dengan preferensi pengguna Hyptec HL. Sedangkan di sudut kanan dan kiri, diterapkan lampu depan LED model triple-vertical, sehingga memberikan kesan elegan. Desain tersebut juga senada dengan lampu bagian belakang.

Bagian samping Hyptec HL memiliki garis tegas yang memperlihatkan kesan dinamis, sekaligus gagah. Gagang pintu menyembul keluar jika diperlukan saja, sedangkan tersedia kamera pada fender depan yang mengarah ke belakang. Pada atap terdapat roof rack yang fungsional, bukan hanya hiasan belaka. Aksen warna silver pada pilar D dengan logo Hyptec, turut menambah kesan eksklusif.

Jok Punya Pesawat Jet Pribadi

Masuk ke dalam kabin Hyptec HL, memang langsung disambut dengan aura kemewahan dengan desain ‘Luxury Lounge’. Untuk menopang tubuh penumpang, dipasang jok Gulfstream zero-gravity yang dibalut material kulit Nappa ultra lembut. Apalagi tersedia fitur pijat shiatsu 18 titik, mulai dari bagian punggung hingga kaki. Untuk memberikan kenyamanan yang lebih, diaplikasikan teknologi Road Noise Cancellation (RNC). Fitur ini mampu meminimalisir tingkat kebisingan hingga 2.7 dB saat mobil sedang melaju.

Hyptec HL tersedia dalam dua varian, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range-extended Electric Vehicle (REEV). Untuk varian BEV, mengusung motor listrik amorphous dengan kemampuan putaran 30 ribu rpm. Jarak tempuhnya mencapai 750 km. Adanya sistem fast charging, maka pengisian daya selama lima menit saja, langsung mendapat tambahan jarak tempuh sekitar 265 km.

Algoritma AI Canggih

Sedangkan Hyptec HL varian REEV, memiliki kemampuan melaju dengan menggunakan tenaga baterai saja hingga 350 km. Namun, jika dikombinasikan maka jarak tempuhnya bisa melonjak hingga 1.200 km. Baik varian BEV maupun REEV, kompatibel dengan sistem fast charging 800V 5C.

Hyptec HL juga didukung dengan fitur berkendara mutakhir. Mulai dari sistem ADiGO Pilot NDA 4.0, hingga chipset dari NVIDIA DRIVE AGX Orin. Perpaduan ini menggunakan algoritma AI canggih, memungkinkan adanya dukungan berkendara yang komprehensif. Termasuk saat ingin manuver parkir.

Seperti Naik Karpet Ajaib

Sistem air suspension dan Continuous Damping Control (CDC), dikombinasikan dengan settingan suspensi ‘Super Magic Carpet’. Hasilnya, kendaraan mampu mendeteksi kondisi permukaan jalan dan langsung mengatur sendiri settingan suspensi, hanya dalam hitungan sepersekian detik.

Kami membuktikannya langsung saat melakukan taxi ride, di area test track milik GAC AION New Energy Automobile, Guangzhou, Cina. Hyptec HL tetap stabil saat menikung tajam di kecepatan nyaris 70 km/jam, dan amat minim gejala body roll. Selain itu, performa yang dihasilkan juga mengagumkan. Torsi terasa kuat dan akselerasi tergolong padat. Mulai dari posisi diam hingga 175 km/jam, berlangsung secara halus dan tenang.

Namun, nampaknya Hyptec HL belum direncanakan masuk ke pasar Indonesia. Apalagi dalam waktu dekat ini. Kalau saja nantinya mau diboyong ke pasar Tanah Air, sudah dapat dipastikan bakal menggoda konsumen penyuka SUV di segmen premium. Setidaknya kami pernah merasakan SUV ini…