Meski Jangkung, Mitsubishi Destinator Tetap Stabil Saat Menikung

Ground clearance tinggi biasanya identik dengan satu kekhawatiran lebih mudah limbung saat menikung atau melakukan manuver cepat. Namun, anggapan tersebut tidak selalu berlaku. Mitsubishi All-New Destinator menjadi salah satu SUV keluarga yang mencoba membuktikannya melalui kombinasi desain sasis, suspensi dan sistem kontrol kendaraan.

Dengan ground clearance mencapai 244 mm, Destinator memang memiliki postur tinggi. Tetapi karakter tersebut tidak lantas membuat pengendalian terasa mengambang. Justru, Mitsubishi merancang sejumlah elemen kendaraan agar stabilitas tetap terjaga ketika digunakan di jalan perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.

Center of Gravity Tetap Terjaga

Salah satu faktor penting berada pada posisi center of gravity. Meski bodinya tinggi, Mitsubishi merancang posisi titik berat Destinator tetap relatif rendah.

Format kabin dengan konsep theater seat atau lantai jok berundak turut menjadi bagian dari rancangan tersebut. Penempatan komponen dan struktur kendaraan diperhitungkan agar postur tinggi tidak otomatis membuat mobil kehilangan keseimbangan ketika menikung.

Hasilnya, pengemudi mendapatkan rasa percaya diri ketika mengubah arah, termasuk saat membawa penumpang dan barang dalam perjalanan keluarga.

Wheelbase dan Track Lebar

Dimensi kaki-kaki juga berperan besar terhadap stabilitas. Destinator memiliki wheelbase 2.670 mm, yang membantu menciptakan karakter berkendara lebih mantap.

Sementara itu, wheel track yang lebar memberikan bidang pijakan lebih baik antara kendaraan dan permukaan jalan. Kombinasi wheelbase dan track tersebut membantu menjaga kestabilan ketika mobil melaju lurus maupun saat memasuki tikungan.

Bagi SUV keluarga, karakter ini penting karena kendaraan kerap digunakan dengan kondisi muatan yang berubah-ubah.

Suspensi Tidak Sekadar Dibuat Nyaman

Mitsubishi juga memberikan perhatian pada sistem suspensi. Destinator menggunakan batang stabilizer dan komponen suspensi berukuran lebih besar yang mendapatkan penyetelan khusus.

Tujuannya bukan sekadar menghasilkan bantingan nyaman, tetapi juga mengontrol gerakan bodi ketika kendaraan mengalami perubahan arah.

Saat menikung, sistem tersebut membantu mengurangi gerakan bodi berlebihan sehingga pengemudi tidak mendapatkan sensasi limbung yang berlebihan.

Rangka RISE dan Kontrol Elektronik

Konstruksi bodi turut berperan. Destinator mengadopsi RISE (Reinforced Impact Safety Evolution), struktur khas Mitsubishi Motors yang dirancang menggabungkan rigiditas dengan bobot yang tetap efisien.

Struktur yang lebih rigid membantu memberikan fondasi handling yang solid sekaligus mendukung aspek perlindungan ketika terjadi benturan.

Di sisi lain, sistem elektronik turut bekerja menjaga perilaku kendaraan. Traction Control, Active Yaw Control (AYC) dan pilihan Drive Mode membantu mengatur respons kendaraan sesuai kondisi perjalanan.

Kombinasi antara hardware dan software inilah yang menjadi kunci.

Ground Clearance Tinggi Bukan Berarti Mudah Limbung

Pada akhirnya, ground clearance 244 mm justru menjadi keuntungan tersendiri bagi Destinator ketika menghadapi jalan dengan permukaan tidak rata, polisi tidur maupun genangan.

Yang menarik, keunggulan tersebut tidak harus dibayar dengan pengendalian yang buruk. Posisi titik berat, wheelbase, track, suspensi, struktur bodi hingga sistem kontrol elektronik bekerja sebagai satu kesatuan.

Bagi sebuah SUV keluarga, formula tersebut membuat Destinator memiliki karakter yang cukup lengkap: jangkung untuk menghadapi beragam kondisi jalan, tetapi tetap terkendali ketika harus bermanuver.

Suzuki XL7 Terbaru Diserahkan Konsumen, 1.300 Unit SPK Diraih dalam 16 Hari

Penantian konsumen terhadap Suzuki XL7 terbaru mulai terjawab. Dua pekan setelah diperkenalkan, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi menyerahkan secara perdana XL7 kepada pelanggan pada Sabtu, (15/8) di Pullman Hotel Jakarta.

Sebanyak 26 konsumen Jabodetabek menjadi perwakilan dari ratusan pembeli awal yang mulai menerima SUV keluarga tersebut. Pada saat bersamaan, Suzuki juga mengawali distribusi XL7 terbaru ke sejumlah kota di Indonesia.

Baru 16 Hari, SPK Tembus 1.300 Unit

Respons pasar menjadi salah satu sorotan dalam seremoni ini. Sejak diperkenalkan pada 29 Juli 2026, Suzuki XL7 terbaru telah mencatat lebih dari 1.300 surat pemesanan kendaraan (SPK) hanya dalam waktu 16 hari.

“Capaian ini menjadi awal yang berarti sekaligus menunjukkan penerimaan konsumen terhadap XL7 sebagai kendaraan yang dapat mendukung kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia,” ujar Donny Saputra, Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales.

Angka tersebut menjadi sinyal menarik di tengah persaingan SUV keluarga yang semakin ramai. XL7 terbaru hadir bukan dengan perubahan total, melainkan membawa sejumlah penyegaran yang menyasar bagian-bagian penting untuk menunjang kebutuhan keluarga.

Tiga Varian, Pilihan Makin Beragam

Suzuki mempertahankan karakter XL7 sebagai SUV 7-seater dengan pembaruan pada eksterior, kabin, sistem hiburan dan fitur keselamatan.

Di balik kap mesin, XL7 mengandalkan mesin bensin K15B 1.462 cc dengan pilihan transmisi manual dan otomatis. Khusus New Alpha Hybrid dan New Beta Hybrid, Suzuki menyematkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) untuk membantu menghadirkan perpaduan performa dan efisiensi.

Pilihan harganya pun cukup beragam. XL7 New Zeta M/T menjadi varian termurah dengan harga Rp274,3 juta, sementara New Alpha Hybrid A/T two-tone menjadi varian tertinggi dengan banderol Rp329,7 juta, seluruhnya berstatus OTR DKI Jakarta.

Mobil Diterima, Layanan Tetap Berjalan

Suzuki juga menyiapkan dukungan kepemilikan melalui 235 jaringan bengkel resmi di Indonesia. Konsumen dapat memperoleh perawatan berkala, suku cadang Suzuki Genuine Parts dan layanan teknisi bersertifikasi.

Pengalaman tersebut diperkuat aplikasi MySuzuki, yang memungkinkan pelanggan melakukan reservasi servis, melihat riwayat perawatan serta mengakses katalog suku cadang dan aksesori resmi.

Dengan distribusi nasional yang mulai berjalan dan pesanan yang telah menembus 1.300 unit, XL7 terbaru kini memasuki tahap penting: membuktikan bahwa pembaruan yang ditawarkannya mampu menjawab kebutuhan keluarga Indonesia dalam penggunaan sehari-hari.

Kia Carens Raih Gelar MPV Favorit GIIAS 2026, DNA Keluarga Makin Kuat

 

Kia The all-new Carens membuktikan bahwa formula MPV keluarga masih memiliki daya tarik kuat di tengah maraknya SUV dan kendaraan listrik. Berkat kombinasi kenyamanan, fleksibilitas kabin dan teknologi, The all-new Carens meraih penghargaan “Favorite Passenger Car MPV” pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Penghargaan ini menjadi catatan penting bagi Kia Sales Indonesia. Sepanjang 11 hari pameran, Carens termasuk salah satu model Kia yang banyak mendapat perhatian pengunjung. Hal ini terlihat dari aktivitas test drive maupun pemesanan kendaraan.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi yang sangat berarti bagi kami. The all-new Carens dikembangkan sebagai MPV keluarga yang mampu menghadirkan kenyamanan, fleksibilitas, serta teknologi yang relevan untuk kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Welly Nugroho, VP Commercial Kia Sales Indonesia.

Bukan Sekadar MPV Tiga Baris

Kia menawarkan pilihan konfigurasi 6-seater dan 7-seater, sehingga konsumen leluasa menentukan konfigurasi kabin sesuai kebutuhan. Akses menuju baris ketiga juga dibuat lebih praktis melalui Electric One Touch Tumble Seat.

Untuk menjaga kenyamanan penumpang, sistem ventilasi AC tersedia hingga baris ketiga. Sistem hiburan turut diperkuat Bose 8-Speaker Premium Sound System. Sementara ragam ruang penyimpanan, cup holder dan USB charging ports tersedia di seluruh kabin.

Kombinasi ini membuat Carens tidak hanya mengandalkan kapasitas penumpang. Kia mencoba memberikan kenyamanan keluarga di setiap perjalanan, termasuk ketika seluruh kursi digunakan.

Teknologi Keselamatan Jadi Nilai Tambah

Di balik karakter praktisnya, Carens juga membawa rangkaian teknologi keselamatan modern.

Sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) mencakup Forward Collision Avoidance Assist, Lane Keeping Assist, Lane Follow Assist dan Smart Cruise Control with Stop & Go.

Kia juga membekali Carens dengan Surround View Monitor dan Blind Spot View Monitor untuk membantu sisi visibilitas lebih luas ketika bermanuver. Perlindungan penumpang diperkuat enam airbags serta berbagai fitur keselamatan aktif lainnya.

Era ICE Menuju Era EV

Menariknya, Kia tidak berhenti pada Carens bermesin pembakaran internal. Ajang GIIAS 2026 sekaligus menjadi panggung bagi Carens EV, yang membawa DNA Carens ke era elektrifikasi.

Carens EV tetap mempertahankan karakter utama Carens, namun dikemas dalam format kendaraan listrik. Langkah ini menjadi semakin menarik karena Carens EV dipersiapkan memasuki tahap produksi lokal mulai November 2026.

Penghargaan yang diraih The all-new Carens di GIIAS 2026 bukan hanya menjadi pengakuan terhadap sebuah MPV keluarga. Lebih jauh, Kia terus menjaga DNA Carens sekaligus mempersiapkannya menghadapi perubahan besar industri otomotif.

Carens tetap menjadi mobil keluarga, tetapi kini Kia siap membawanya menuju era elektrifikasi.

Mobil Baru Irit BBM Bikin Penasaran, Suzuki XL7 Hybrid Bisa Diandalkan

Di tengah membanjirnya kendaraan listrik dan hybrid, urusan efisiensi bahan bakar tetap menjadi pertimbangan penting bagi konsumen Indonesia. Terlebih harga bahan bakar fosil yang makin melambung, membuat konsumen harus pandai memilih mobil harian yang sesuai.

Salah satu mobil yang mencuri perhatian justru datang dari segmen SUV keluarga, yakni Suzuki New XL7 Hybrid. Model terbaru ini menawarkan kombinasi kapasitas tiga baris, karakter SUV, teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), serta harga di rentang realistis untuk keluarga Indonesia.

Suzuki memasarkan New XL7 Hybrid dengan rentang harga sekitar Rp274,3 juta hingga Rp329 juta OTR Jakarta, tergantung varian. Model ini hadir sebagai salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang ingin mobil keluarga dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien tanpa harus beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

XL7 Hybrid Bukan Sekedar Label Hybrid

Daya tarik XL7 Hybrid terletak pada pendekatan yang cukup sederhana. Teknologi SHVS bekerja membantu mesin bensin melalui Integrated Starter Generator (ISG), terutama ketika kendaraan membutuhkan tambahan tenaga dan saat proses start-stop.

Artinya, konsumen tetap mendapatkan karakter mobil konvensional yang mudah digunakan, tetapi dengan dukungan teknologi elektrifikasi untuk membantu efisiensi.

Posisinya menjadi menarik karena kebutuhan keluarga Indonesia tidak selalu identik dengan mobil listrik. Banyak konsumen masih membutuhkan kendaraan yang mudah digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota, tanpa harus memikirkan pengisian baterai.

Pesaingnya Mulai Semakin Banyak

Pilihan mobil efisien di GIIAS 2026 semakin beragam. Mitsubishi New Xforce HEV, misalnya, hadir dengan mesin 1.6-liter dan motor listrik. Konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 24,4 km/l, sementara MMKSI menargetkan total penjualan Xforce model ICE dan HEV mencapai sekitar 1.000 unit per bulan.

Di kelas berbeda, DFSK E5 Plus menawarkan teknologi PHEV dengan combined range hingga 1.400 kilometer. Model ini menjadi salah satu kejutan GIIAS 2026 dengan 380 SPK selama pameran, dari total 625 SPK DFSK. Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa konsumen mulai terbuka terhadap PHEV.

Sementara itu, Toyota Veloz Hybrid EV tetap menjadi salah satu MPV hybrid yang relevan. Sebelum GIIAS 2026, model ini bahkan mencatat permintaan sekitar 800–1.000 unit per bulan menurut data Auto2000.

Hyundai juga mencatat Stargazer Cartenz dan Stargazer Cartenz X sebagai kontributor pemesanan tertinggi selama GIIAS 2026, meski rincian angka SPK per model belum dipublikasikan secara lengkap.

XL7 Hybrid Jadi Pilihan yang Lebih Masuk Akal?

Jika ukurannya bukan sekadar teknologi, tetapi kombinasi harga, kapasitas kabin, fleksibilitas perjalanan, efisiensi dan kemudahan penggunaan, Suzuki New XL7 Hybrid punya posisi yang kuat.

Konsumen tidak harus membayar mahal untuk mendapatkan teknologi elektrifikasi. Tidak perlu pula mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.

Itulah yang membuat XL7 Hybrid menarik. Ketika pilihan mobil irit semakin banyak, konsumen justru memiliki persoalan baru: memilih teknologi yang paling sesuai kebutuhan.

Dan untuk keluarga yang membutuhkan mobil tujuh penumpang, efisien digunakan setiap hari, tetapi tetap siap diajak perjalanan jauh, Suzuki New XL7 Hybrid menjadi salah satu pilihan yang paling rasional.

New Daihatsu Sigra Tampil Makin Sporty di GIIAS 2026

Daihatsu kembali memberikan penyegaran pada salah satu model yang punya peran penting di pasar mobil keluarga Indonesia. Di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, New Astra Daihatsu Sigra tampil dengan wajah yang lebih modern dan sporty, khususnya pada varian 1.2R.

Penyegaran ini menunjukkan bahwa mobil keluarga berstatus LCGC tidak harus tampil sederhana. New Sigra tetap mempertahankan formula yang membuatnya populer—kabin tujuh penumpang, dimensi kompak, pilihan mesin efisien, serta kemudahan penggunaan—namun kini dikemas dengan tampilan dan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna masa kini.

Perubahan paling mudah terlihat berada di bagian depan. Dark grille dengan aksen merah memberikan karakter yang lebih tegas, sementara smoked LED headlamp memperkuat kesan modern. Wajah baru tersebut membuat Sigra terasa lebih berani dibandingkan karakter sebelumnya.

Tampilan samping juga mendapat sentuhan baru. Varian 1.2R menggunakan velg alloy polished 14 inci yang dipadukan ban 175/65. Spion elektrik dengan LED turn signal turut memberikan nilai tambah dari sisi fungsional sekaligus memperkuat penampilan.

Beranjak ke belakang, aksen hitam pada area lampu belakang dan desain bumper baru memberikan kesan lebih dinamis. Kehadiran rear roof spoiler kemudian menjadi detail yang melengkapi karakter sporty New Sigra.

Masuk ke dalam kabin, nuansa serupa diteruskan melalui aksen merah pada dashboard dan door trim. Daihatsu juga membekali varian 1.2R dengan layar sentuh 7 inci yang mendukung konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay, sehingga kebutuhan hiburan dan akses informasi selama perjalanan menjadi lebih praktis.

Kenyamanan keluarga tetap menjadi prioritas. New Sigra menawarkan konfigurasi tujuh penumpang dengan ruang kabin yang dirancang fungsional, termasuk area bagasi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan perjalanan keluarga. Jok fabric dengan kombinasi warna hitam dan aksen merah turut memberikan atmosfer kabin yang lebih sporty.

Untuk membantu pengemudi saat parkir, tersedia rear parking sensor dan pada varian 1.2R juga terdapat rear parking camera. Dari sisi keselamatan, Sigra 1.2 X dan 1.2 R mendapatkan Dual SRS Airbag, sementara sistem ABS dan EBD tersedia pada varian bertransmisi otomatis.

Urusan tenaga mengandalkan dua pilihan mesin. Mesin 1.0 liter 1KR-VE menghasilkan 67 PS dan torsi 9,1 Nm, sedangkan mesin 1.2 liter 3NR-VE memiliki tenaga 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 108 Nm pada 4.200 rpm. Pilihan tersebut membuat konsumen dapat menyesuaikan karakter mobil dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Dari sisi harga, New Sigra saat ini dipasarkan mulai Rp144,2 juta OTR Jakarta. Varian 1.2R tersedia dalam pilihan manual maupun otomatis, masing-masing Rp169,2 juta dan Rp184 juta berdasarkan daftar harga resmi Daihatsu yang terbaru.

Kehadiran New Sigra di GIIAS 2026 pada akhirnya bukan sekadar soal perubahan tampilan. Daihatsu mencoba menjaga formula yang sudah dikenal konsumen sekaligus memberikan alasan baru untuk kembali melirik LCGC MPV tujuh penumpang ini.

Dengan desain yang lebih segar, konektivitas lebih lengkap, pilihan mesin 1.0 dan 1.2 liter, serta karakter praktis yang tetap dipertahankan, New Sigra masih menawarkan satu resep yang sulit diabaikan: mobil keluarga tujuh penumpang yang mudah digunakan, relatif terjangkau, dan kini tampil lebih modern.

Pilihan LMPV di GIIAS 2026, Suzuki New XL7 Layak Dilirik

GIIAS 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi mobil-mobil baru dengan teknologi terkini. Bagi pecinta keluarga, pameran otomotif terbesar ini juga menjadi kesempatan untuk melirik mobil yang menawarkan satu kebutuhan penting: kabin luas dan nyaman untuk perjalanan bersama keluarga.

Di kelas kendaraan tujuh penumpang, pilihan semakin beragam. Mulai dari Low MPV hingga SUV keluarga, konsumen dapat menemukan sejumlah model yang menawarkan konfigurasi kabin lapang, fleksibilitas tempat duduk, serta ruang bagasi yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu model yang menarik perhatian adalah Suzuki New XL7 Hybrid. Mobil ini menawarkan karakter SUV dengan konfigurasi tiga baris yang tetap mengutamakan kepraktisan. Posisi duduk yang cukup tinggi memberikan visibilitas baik bagi pengemudi, sementara konfigurasi bangku memungkinkan kabin disesuaikan ketika membawa penumpang maupun barang.

Menariknya, teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan mobil keluarga dengan teknologi elektrifikasi tanpa harus beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.

Dari sisi harga, Suzuki Indonesia mencantumkan New XL7 Alpha AT Hybrid sebesar Rp315,3 juta OTR Jakarta. Varian tertingginya, New XL7 Alpha AT Kuro Two Tone, berada di Rp321,3 juta. Sementara pilihan paling terjangkau New XL7 Hybrid adalah Beta MT dengan harga Rp292,9 juta. Harga tersebut merupakan daftar resmi Suzuki Indonesia per Juli 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Ragam Pilihan Model 7-seater

Meski begitu, Suzuki XL7 bukan satu-satunya pilihan. Beberapa brand raksasa besar juga memiliki line up 7-penumpang yang menarik. Salah satunya adalah Mitsubishi. Mitsubishi Xpander tetap menjadi salah satu alternatif kuat bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan penumpang. Karakter MPV-nya terasa dari pengaturan kabin yang praktis, akses keluar-masuk yang mudah, serta ruang penumpang yang dirancang untuk perjalanan keluarga. Harga Xpander saat ini berada di kisaran Rp274,5 juta hingga Rp348 juta OTR Jakarta, tergantung varian.

Pilihan lain datang dari Hyundai Stargazer Cartenz. Model ini menawarkan format MPV dengan kabin yang fleksibel dan pilihan captain seat pada varian tertentu. Di GIIAS 2026, harga Stargazer Cartenz dipatok mulai Rp241,4 juta untuk varian Trend MT, sementara varian Prime HSS mencapai Rp318 juta.

Sementara itu, Toyota Veloz menjadi opsi bagi keluarga yang menginginkan perpaduan desain modern, kabin tujuh penumpang, dan fitur kenyamanan yang cukup lengkap. Kehadiran Veloz Hybrid EV juga menambah pilihan bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi. Toyota bahkan menawarkan program khusus selama GIIAS 2026 untuk pembelian Veloz Hybrid EV.

Pada akhirnya, pilihan mobil keluarga tidak semata ditentukan oleh ukuran bodi. Kenyamanan baris kedua, akses ke baris ketiga, fleksibilitas bagasi, hingga biaya kepemilikan menjadi pertimbangan penting.

Dalam persaingan ini, Suzuki New XL7 Hybrid serius dalam menawarkan paket yang menarik: kabin tujuh penumpang, fitur premium, teknologi hybrid, dan harga yang masih kompetitif. Bagi Anda yang membutuhkan satu mobil untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan luar kota, Suzuki New XL7 Hybrid rasanya pantas masuk daftar pilihan.

Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE Tampil di GIIAS 2026

Nissan mencoba menawarkan sudut pandang berbeda terhadap SUV elektrifikasi di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Tidak hanya menonjolkan teknologi, Nissan juga membawa konsep Family Adventure melalui X-Trail e-POWER with e-4ORCE.

Konsep tersebut terlihat dari display X-Trail yang dipadukan dengan tenda camping di booth Nissan. Pesannya cukup jelas, SUV elektrifikasi tidak harus identik dengan penggunaan di perkotaan. Dengan kombinasi teknologi e-POWER dan sistem penggerak seluruh roda e-4ORCE, X-Trail juga disiapkan untuk menemani perjalanan keluarga yang lebih jauh hingga aktivitas luar ruang.

PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) menghadirkan model ini di GIIAS 2026 yang berlangsung 30 Juli hingga 9 Agustus di ICE BSD City, Tangerang. Kehadiran X-Trail e-POWER with e-4ORCE sekaligus menjadi bagian dari strategi Nissan memperkuat produk elektrifikasinya di pasar Indonesia.

Yang menarik, sistem e-POWER memiliki karakter berbeda dibandingkan hybrid konvensional. Mesin bensin 1,5 liter turbo pada X-Trail tidak digunakan untuk menggerakkan roda secara langsung. Mesin tersebut berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan motor listrik sebagai penggerak kendaraan.

Karakter berkendaranya pun dibuat mendekati mobil listrik. X-Trail e-POWER with e-4ORCE menggunakan dua motor listrik, masing-masing berada di bagian depan dan belakang.

Motor listrik depan menghasilkan tenaga 203 PS, sedangkan motor belakang memiliki output 135 PS. Kombinasi tersebut membuat X-Trail mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,2 detik.

Namun, bukan hanya angka performa yang menjadi perhatian. Sistem e-4ORCE menjadi salah satu pembeda utama SUV ini.

Teknologi AWD elektrik tersebut mengatur distribusi tenaga ke roda depan dan belakang secara presisi. Sistem juga dapat mengoptimalkan pengereman pada masing-masing roda untuk membantu menjaga stabilitas kendaraan ketika melewati berbagai kondisi jalan.

Pengemudi dapat memilih lima mode berkendara, yakni Eco, Auto, Sport, Snow dan Off-Road. Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas ketika X-Trail digunakan mulai dari perjalanan dalam kota hingga medan yang membutuhkan traksi lebih baik.

Nissan juga membekali X-Trail dengan e-PEDAL 2.0. Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi sekaligus perlambatan kendaraan melalui pedal akselerator. Karakter tersebut bisa terasa praktis ketika harus menghadapi lalu lintas perkotaan yang sering bergerak dan berhenti.

Sebagai SUV keluarga, kenyamanan kabin juga menjadi perhatian. X-Trail dibekali kursi Anti-Gravity, panoramic sunroof dan Tri-Zone Climate Control.

Sistem hiburan mengandalkan layar digital dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Pengisian perangkat juga lebih praktis berkat wireless charging, sementara penumpang belakang mendapatkan port USB-A dan USB-C.

Ruang bagasi mencapai 575 liter. Kursi belakang juga dapat dilipat rata ketika pemilik membutuhkan ruang ekstra untuk membawa perlengkapan perjalanan.

Untuk aspek keselamatan, X-Trail e-POWER with e-4ORCE dilengkapi rangkaian teknologi Nissan Safety Shield. Di antaranya Forward Emergency Braking, Blind Spot Warning, Intelligent Cruise Control, Lane Departure Warning, Rear Cross Traffic Alert dan Hill Descent Control. Tak ketinggalan, Autonomous Emergency Braking siap mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda.

Di Indonesia, X-Trail e-POWER with e-4ORCE dipasarkan dengan harga Rp795 juta OTR Jakarta. Nissan juga memberikan paket kepemilikan berupa gratis biaya perawatan selama empat tahun atau 50.000 km, garansi kendaraan tiga tahun atau 100.000 km, serta garansi baterai lithium-ion dan komponen e-POWER selama lima tahun atau 100.000 km.

 

JETOUR Boyong Empat Model Andalannya di GIIAS 2026

Popularitas Sport Utility Vehicle (SUV) di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, banyaknya pilihan yang tersedia justru membuat sebagian konsumen bingung menentukan model yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Padahal, SUV terbaik bukan selalu yang memiliki fitur paling lengkap atau tenaga paling besar, melainkan yang mampu mendukung pola mobilitas penggunanya sehari-hari.

Inilah yang menjadi pendekatan JETOUR pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Alih-alih menawarkan satu model untuk semua kebutuhan, pabrikan asal Tiongkok tersebut menghadirkan empat karakter SUV yang menyasar gaya hidup dan kebutuhan perjalanan yang berbeda, mulai dari penggunaan perkotaan hingga petualangan di alam terbuka.

Bagi konsumen yang lebih banyak beraktivitas di perkotaan, SUV dengan dimensi yang tidak terlalu besar, desain modern, serta teknologi konektivitas menjadi pilihan yang ideal. Karakter tersebut ditawarkan oleh JETOUR DASHING, SUV lima penumpang bermesin turbo yang mengusung desain futuristis. Dukungan fitur Wireless Android Auto, Apple CarPlay, kamera 540 derajat, serta panoramic sunroof membuat mobil ini cocok untuk profesional muda maupun keluarga kecil yang mengutamakan kenyamanan berkendara di tengah lalu lintas kota.

Berbeda dengan DASHING, konsumen yang lebih sering bepergian bersama keluarga tentu membutuhkan kabin yang luas dan fleksibel. Untuk kebutuhan tersebut, JETOUR X70 Plus hadir sebagai SUV tujuh penumpang dengan ruang bagasi yang dapat diperluas hingga sekitar 1.680 liter ketika kursi belakang dilipat. Mesin 1.5L Turbo bertenaga 156 PS yang dipadukan transmisi 6-percepatan dual-clutch juga memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi saat melakukan perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, tren elektrifikasi turut memengaruhi cara masyarakat memilih kendaraan. Bagi pengguna yang ingin mulai beralih ke teknologi ramah lingkungan tanpa kehilangan fleksibilitas untuk bepergian jauh, JETOUR T1 Series menjadi pilihan menarik. Varian T1 i-DM mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik melalui teknologi Intelligent Dual Mode yang mampu menyesuaikan mode berkendara secara otomatis. Dalam kondisi baterai penuh, kendaraan bahkan mampu melaju menggunakan tenaga listrik hingga sekitar 100 kilometer berdasarkan standar WLTC.

Di sisi lain, bagi pecinta aktivitas luar ruang, kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan menjadi prioritas utama. Segmen ini diisi oleh JETOUR T2 Series yang mengusung desain tangguh khas adventure SUV. Selain versi bermesin konvensional, JETOUR juga memperkenalkan T2 i-DM di GIIAS 2026 sebagai opsi hybrid yang tetap mempertahankan karakter petualang namun menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Tidak hanya menghadirkan pilihan produk yang beragam, JETOUR juga menyiapkan sejumlah program penjualan selama GIIAS 2026. Konsumen yang melakukan pembelian JETOUR DASHING, X70 Plus, maupun T2 ICE berkesempatan mengikuti program Lucky Dip dengan hadiah e-wallet senilai total lebih dari Rp500 juta. Selain itu, setiap transaksi pembelian kendaraan JETOUR selama pameran juga memperoleh Voucher Black Owl senilai Rp5 juta yang dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan program.

Dengan pendekatan tersebut, JETOUR ingin membantu calon pembeli memilih SUV berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar terpikat oleh daftar spesifikasi. Baik untuk mobilitas harian di perkotaan, perjalanan keluarga, hingga petualangan lintas medan, setiap model dirancang memiliki karakter yang berbeda sehingga konsumen dapat menemukan kendaraan yang paling sesuai dengan gaya hidup dan aktivitas mereka.

Suzuki XL7 Hybrid Alpha, Beta, dan Zeta, Pilih Sesuai Budget!

Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang irit, nyaman, sekaligus bergaya SUV, Suzuki XL7 Hybrid menjadi salah satu pilihan yang menarik di segmen Low MPV crossover. Menariknya, Suzuki menghadirkan tiga pilihan varian, yakni Zeta, Beta, dan Alpha, sehingga calon konsumen dapat memilih mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan, gaya hidup, sekaligus kemampuan finansial.

Bagi profesional muda yang baru memulai karier atau pasangan muda yang sedang membangun keluarga, Suzuki XL7 Hybrid Zeta merupakan pilihan paling rasional. Sebagai varian pembuka, tipe ini tetap dibekali teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang mampu membantu efisiensi konsumsi bahan bakar saat digunakan di dalam kota maupun perjalanan antarkota.

Dengan harga yang paling terjangkau di keluarga XL7 Hybrid, konsumen sudah mendapatkan kabin lega berkapasitas tujuh penumpang, posisi berkendara yang tinggi layaknya SUV, serta biaya operasional yang lebih hemat dibanding kendaraan bermesin konvensional.

Naik ke Suzuki XL7 Hybrid Beta, konsumen akan menemukan keseimbangan yang menarik antara harga dan kelengkapan fitur. Varian ini cocok bagi pekerja aktif yang setiap hari memiliki mobilitas tinggi, sering bertemu klien, atau gemar bepergian bersama keluarga pada akhir pekan.

Tampilan yang semakin modern dipadukan dengan berbagai fitur kenyamanan membuat setiap perjalanan terasa lebih menyenangkan. Selisih harga yang tetap kompetitif menjadikan Beta sebagai pilihan ideal bagi konsumen yang ingin naik kelas tanpa harus mengeluarkan anggaran terlalu besar.

Sementara itu, Suzuki XL7 Hybrid Alpha menjadi trim tertinggi yang ditujukan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara lebih premium. Varian ini sangat cocok bagi pebisnis muda, eksekutif, maupun keluarga modern yang mengutamakan kenyamanan dan teknologi. Kehadiran head unit berukuran lebih besar, kamera 360 derajat, dashcam bawaan, tampilan interior eksklusif, hingga berbagai fitur keselamatan modern memberikan rasa percaya diri saat berkendara di berbagai kondisi jalan. Bukan sekadar tampil mewah, seluruh fitur tersebut juga memberikan nilai tambah dalam penggunaan sehari-hari.

Keunggulan utama seluruh varian XL7 Hybrid tetap terletak pada teknologi SHVS yang membantu mesin saat akselerasi sekaligus memanfaatkan energi ketika deselerasi. Sistem ini membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien tanpa mengubah kebiasaan berkendara penggunanya. Konsumen tidak perlu melakukan pengisian daya baterai secara eksternal karena seluruh proses berlangsung secara otomatis selama kendaraan digunakan.

Selain efisiensi, XL7 Hybrid juga menawarkan kabin yang lapang untuk tujuh penumpang. Konfigurasi kursinya fleksibel sehingga memudahkan membawa perlengkapan kerja, perlengkapan olahraga, hingga barang bawaan saat liburan bersama keluarga. Ground clearance yang tinggi turut memberikan rasa percaya diri ketika melewati jalan berlubang, polisi tidur, maupun kondisi jalan yang kurang bersahabat.

Dari sisi harga, Suzuki juga memberikan pilihan yang mudah dijangkau sesuai kebutuhan. Varian Zeta menjadi opsi bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi anggaran, Beta menawarkan keseimbangan terbaik antara fitur dan harga, sedangkan Alpha menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan kelengkapan teknologi dan kenyamanan maksimal. Dengan rentang harga yang kompetitif di kelasnya, konsumen dapat memilih sesuai kemampuan finansial tanpa harus mengorbankan kualitas.

Melalui strategi tiga pilihan trim tersebut, Suzuki berhasil menghadirkan XL7 Hybrid sebagai SUV keluarga yang mampu menjawab kebutuhan berbagai kalangan. Baik pekerja muda, keluarga kecil, maupun profesional mapan, semuanya dapat menemukan varian yang sesuai dengan gaya hidup masing-masing.

Suzuki XL7 terbaru dipasarkan dengan harga On the Road DKI Jakarta sebagai berikut:

XL7 New Alpha Hybrid AT (two-tone color): Rp329.700.000
XL7 New Alpha Hybrid AT (single-tone color): Rp327.700.000
XL7 New Beta Hybrid AT: Rp312.900.000
XL7 New Beta Hybrid MT: Rp301.900.000
XL7 New Zeta AT: Rp285.300.000
XL7 New Zeta MT: Rp274.300.000

 

Deepal S05 BEV & REEV, Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Deepal S05 BEV & REEV Jadi Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Rasa penasaran kami terhadap kendaraan elektrifikasi yang dihadirkan oleh Changan ke Indonesia yakni Deepal S05 pun terobati.

Changan Indonesia mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi berkendara dari compact SUV tersebut dalam sesi test drive dari Jakarta menuju kawasan Ciletuh pada 7-8 Juli 2026. Seperti apa sensasinya?

Interior Modern dan Mutakhir

Saat melihay sosok mobil ini, desainnya simple tapi enak dilihat. Ternyata Deepal S05 merupakan hasil garapan dari studio desain Changan di Turin, Italia. Desain sederhana yang bersih namun dinamis jadi daya tarik utama pada mobil ini. Tak menghebohkan dengan pernak pernik yang bikin sakit mata.

Detail sederhana yang mungkin luput dari perhatian adalah handle pintu tersembunyi. Bahkan logo merek yang menyala di pilar C tak sekadar elemen dekoratif, tapi berfungsi sebagai indikator tingkat pengisian daya baterai. Pengguna dapat mengetahui dengan cepat dan mudah, apakah daya baterai telah terisi sampai penuh atau belum.

Selain eksterior, yang menjadi perhatian utama konsumen dalam memilih mobil adalah tampilan interiornya.

Kabin Deepal S05 terlihat modern dengan layar sentuh berukuran 15,4 inci beresolusi 2.5K Ultra Clear sebagai pusat kendali utama fitur kendaraan maupun hiburan. Dengan layar HD, tampilan gambar dari fitur kamera 360 derajat pun terlihat lebih jelas. Layar pintar ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Sunflower Screen, sehingga dapat digeser hingga 15 derajat ke sisi pengemudi maupun penumpang depan. Jadi tampilan layar tidak silau oleh paparan cahaya matahari saat berkendara siang hari.

Berkat chip prosesor canggih Qualcomm 8155, kinerja sistem kendali fitur berkendara maupun multimedia menjadi lebih cepat dan responsif. Informasi berkendara juga dapat diakses melalui proyeksi layar Augmented Reality Head Up Display (AR-HUD) 50,4 inci. Panduan navigasi yang ditampilkan secara realtime terlihat lebih jelas serta tidak mengganggu konsentrasi berkendara. Tak kalah dari mobil mewah berharga miliaran.

Bagi pengguna ponsel pintar, pada konsol tengah terdapat sepasang charger nirkabel berdaya 50W. Jadi tak perlu repot mencolok kabel charger. Perjalanan pun terasa sangat menyenangkan berkat sistem audio premium dengan 14 speaker yang menghasilkan suara yang jernih.

Kenyamanan berkendara turut ditingkatkan melalui fitur pemanas, ventilasi, sandaran kaki, serta fungsi memory seat pada jok penumpang depan. Desain jok belakang pun ergonomis dengan posisi duduk yang cukup nyaman. Ruang kaki dan ruang kepala juga cukup leluasa, karena desain kabin mobil ini mengacu pada postur orang Eropa yang rerata bertubuh jangkung.

Ruang bagasi di balik jok belakang pada kedua varian standar volumenya 492 liter. Jika butuh ruang extra, jok belakang bisa dilipat untuk menambah volume ruang bagasi hingga mencapai 1.250 liter. Khusus varian BEV, di balik kap depan terdapat kompartemen bagasi tambahan bervolume 159 liter. Dengan ruang bagasi yang lebih besar, daya muat barang pada varian BEV RWD jelas lebih unggul dibandingkan versi REEV RWD.

Pilih BEV atau REEV?

Di Indonesia Deepal S05 tersedia dalam dua versi yakni BEV (Battery Electric Vehicle) dan REEV (Range Extended Electric Vehicle).

Untuk versi BEV energinya mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan jarak tempuh maksimum hingga 470 km (NEDC). Lebih kecil dari spek Eropa yang dibekali baterai berdaya 68,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 485 km. Berkat kemampuan pengisian daya cepat, hanya butuh sekira 15 menit untuk pengecasan dari 30% hingga 80% menggunakan SPKLU fast charger DC berdaya 200 kW. Jika kurang dari itu, maka waktunya pun akan sedikit lebih lama.

Satu motor listrik beroutput 200 kW dengan torsi puncak 290 Nm menggerakkan roda belakang (RWD). Saat kami mengendarai versi BEV, tarikan performa terasa responsif dengan akselerasi instan khas mobil listrik. Pada mode Eco, penyaluran tenaga terasa halus, dan suaranya sangat senyap.

Untuk versi REEV, baterainya berdaya 27,28 kWh. Namun versi ini dibekali dengan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai secara otomatis mengisi daya baterai saat terindikasi daya baterai hampir habis. Jadi Anda tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai dan repot mencari SPKLU.

Jika hanya mengandalkan daya baterai murni pada mode EV, jarak jelajah hanya sekira 170 km. Saat mesin difungsikan, dengan daya baterai terisi penuh dan tangki BBM berisi 45 liter bensin, sistem hybrid REEV tersebut mampu menghadirkan jarak jelajah hingga lebih dari 1.100 km. Wah, sangat ekonomis dan efisien. Melakukan perjalanan jauh jadi bebas dari rasa was-was dan khawatir.

Dalam mode EV, kendaraan ini juga mampu menempuh jarak hingga 170 km (NEDC). Dengan teknologi REEV, berkendara tetap senyap bagaikan mobil, karena suara mesin pada Deepal S05 REEV cukup halus.

Dari sisi performa, Deepal S05 REEV dibekali satu motor listrik penggerak roda belakang beroutput 160 kW dengan torsi 320 Nm. Dari segi akselerasi, tarikannya cukup responsif. Tak jauh beda dari versi BEV.

Untuk pengendaraan yang halus dengan konsumsi energi lebih efisien, pilih mode Eco. Jika butuh suplemen daya extra dan tarikan yang lebih bergairah serta responsif, pilih mode Sport. Hanya saja kecepatan maksimum dibatasi di angka 180 km. Sudah lebih dari cukup untuk berkendara di tol.

Soal pengendaraan, handling kemudi kedua versi Deepal S05 cukup jinak. Hanya saja terdapat perbedaan sensasi antara versi BEV dan REEV saat menjadi penumpang di jok belakang. Pada saat bermanuver di jalan tol, ayunan suspensi versi REEV cenderung terasa lebih keras dari versi BEV. Sehingga gejala body roll pada versi REEV sedikit lebih terasa dibanding pada versi BEV. Mungkin selain dari faktor setting suspensi, bobot mobil serta tekanan angin ban juga turut berpengaruh. Selebihnya, tak ada hal yang jadi kekurangan pada kedua versi Deepal S05, baik BEV maupun REEV.

Changan Indonesia sudah mulai membuka pemesanan Deepal S05 BEV dan REEV bagi para konsumen yang berminat. Pemesanan melalui inden pre-booking jadi strategi Changan untuk menjaring konsumen yang lebih luas jelang perhelatan GIIAS 2026. Untuk saat ini Changan Indonesia belum memberi info berapa harga jual resminya. Hanya dikatakan harga untuk versi BEV maupun REEV di kisaran Rp 500 jutaan.

MG MGS5 EV Tembus 2.000 SPK, Kirim 1.000 Unit ke Konsumen

MG Motor Indonesia berhasil mencatat lebih dari 2.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk MGS5 EV hanya dalam beberapa bulan sejak resmi diperkenalkan di pasar nasional.

Untuk itu, MG Motor Indonesia menggelar MGS5 EV Handover Celebration di Jakarta pada Sabtu (4/8). Momen ini sekaligus menjadi penyerahan simbolis 1.000 unit MGS5 EV kepada konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat banyak keluarga Indonesia yang memercayakan mobilitas masa depan mereka pada MGS5 EV. Setiap konsumen kini menjadi bagian dari komunitas global pengguna MG. Komitmen kami akan terus berlanjut melalui layanan purna jual yang andal untuk memberikan kenyamanan dan peace of mind kepada setiap pengguna MGS5 EV,” ujar Jason Huang, CEO MG Motor Indonesia.

Program Harga Spesial Diperpanjang

Melihat tingginya minat masyarakat, MG memutuskan memperpanjang program harga spesial MGS5 EV hingga akhir kuartal ketiga atau September 2026.

Selama periode tersebut, konsumen masih dapat membawa pulang MGS5 EV dengan harga:

– MGS5 EV Ignite : Rp333,9 juta (OTR Jakarta)
– MGS5 EV Magnify : Rp355,9 juta (OTR Jakarta)

Dirancang untuk Kebutuhan Keluarga Modern

MGS5 EV dikembangkan sebagai SUV listrik yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia. SUV listrik ini menawarkan kombinasi kabin lapang, kenyamanan berkendara, efisiensi energi, serta berbagai teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari.

Karakter tersebut menjadikan MGS5 EV sebagai salah satu SUV listrik yang bisa menjadi pilihan lain di Indonesia sepanjang 2026.

Paket Purna Jual yang Kompetitif

Tak hanya menawarkan harga menarik, MG juga memberikan berbagai keuntungan purna jual bagi setiap pembeli MGS5 EV.

Konsumen akan memperoleh garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 kilometer, garansi baterai delapan tahun atau 160.000 kilometer, gratis perawatan berkala selama empat tahun, portable charger tanpa biaya tambahan, kaca film (window tint), hingga paket internet i-SMART selama tiga tahun.

Berbagai fasilitas tersebut menjadi nilai tambah yang memberikan rasa aman selama masa kepemilikan kendaraan.

Perkuat Jaringan Servis Nasional

MG Motor Indonesia juga terus memperkuat layanan purna jual untuk mendukung pertumbuhan populasi kendaraan listriknya.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghadirkan MG Satellite Workshop, yaitu layanan servis resmi yang menjangkau konsumen di wilayah yang belum memiliki dealer MG. Seluruh pekerjaan servis dilakukan oleh teknisi profesional dengan penggunaan suku cadang asli MG.

Selain itu, MG memperluas kerja sama dengan jaringan Body & Paint di berbagai daerah di luar Jabodetabek agar proses perbaikan kendaraan menjadi lebih mudah dijangkau.

Dalam waktu dekat, MG juga akan membuka MG Workshop Center sebagai bengkel flagship yang dilengkapi fasilitas modern, pusat pelatihan teknisi, riset layanan servis, hingga ketersediaan suku cadang yang lebih lengkap.

Bagi konsumen yang membutuhkan layanan tanpa harus datang ke bengkel, MG juga menyediakan MG Mobile Service yang memungkinkan proses perawatan maupun servis ringan dilakukan langsung di lokasi pelanggan.

“Kepercayaan yang diberikan konsumen merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi kami. Selamat datang di MG Family dan menjadi bagian dari perjalanan warisan otomotif global MG sejak 1924. Kami berharap MGS5 EV dapat menghadirkan kebahagiaan dalam setiap perjalanan,” tutup Jason Huang.

Keberhasilan mencatat 2.000 pemesanan serta penyerahan 1.000 unit dalam waktu singkat menunjukkan bahwa MGS5 EV semakin mendapat tempat di hati konsumen Indonesia. Dengan harga yang kompetitif, layanan purna jual yang terus diperluas, serta berbagai program kepemilikan menarik, MG optimistis mampu memperkuat posisinya di pasar SUV listrik nasional.

Deepal S07, eSUV Premium untuk Mobilitas Keluarga Modern

Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan membuat kebutuhan akan kendaraan keluarga ikut berevolusi. Jika dulu kapasitas penumpang dan performa menjadi pertimbangan utama, kini konsumen semakin selektif dalam memilih kendaraan yang mampu menghadirkan efisiensi, teknologi cerdas, keselamatan, kenyamanan, hingga jaminan purnajual yang memberikan rasa tenang dalam jangka panjang.

Melalui lini model SUV listrik Deepal S07, Changan Automobile menghadirkan mobil elektrifikasi ramah lingkungan berteknologi modern yang dapat memenuhi kriteria para konsumen seperti yang telah kami paparkan.

Deepal S07 mengombinasikan desain futuristis, kabin mewah, performa bertenaga, serta biaya operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan SUV bermesin konvensional.

“Kebutuhan keluarga modern terus berkembang. Mereka membutuhkan kendaraan yang aman, nyaman, efisien, serta didukung teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Changan Deepal S07 kami hadirkan sebagai SUV listrik yang menjawab kebutuhan tersebut, sekaligus menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih cerdas dan berkualitas bagi keluarga Indonesia,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Desain Futuristis Pencuri Perhatian

Kesan modern terpancar dari tampilan luar Deepal S07. Identitas futuristik diperkuat melalui LED Daytime Running Light (DRL) Starleaf, lampu belakang Star Flame LED, serta garis bodi aerodinamis yang dipadukan dengan frameless door dan hidden door handle.

Pilihan warna Comet White, Nebula Green, Lunar Grey, Eclipse Black, hingga Sunset Orange membuat karakter SUV listrik ini semakin eksklusif. Velg berukuran 19 inci maupun 20 inci turut mempertegas aura premium yang dimilikinya.

Dimensi bodi sepanjang 4.750 mm dengan wheelbase mencapai 2.900 mm menghasilkan ruang kabin yang lapang. Menariknya lagi, radius putar hanya 5,75 meter membuat Deepal S07 tetap lincah bermanuver di jalan perkotaan maupun area parkir yang sempit.

Kabin Mewah Bernuansa Luxury Yacht

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa berkat konsep Luxury Yacht yang menjadi inspirasi desain interiornya. Jok bergaya integral, panoramic glass roof lengkap dengan electric sunshade, serta pilihan warna interior Sunset Orange maupun Eclipse Black menciptakan atmosfer yang mewah sekaligus nyaman.

Pusat perhatian terdapat pada layar Sunflower Screen berukuran 15,6 inci yang dapat berputar hingga 15 derajat ke arah pengemudi maupun penumpang depan. Fitur ini masih sangat jarang ditemui di kelasnya.

Deepal S07 juga mengusung konsep kabin minim tombol fisik. Hampir seluruh pengaturan kendaraan dilakukan melalui layar sentuh sehingga memberikan tampilan interior yang bersih dan modern.

Fitur Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) membantu pengemudi memperoleh berbagai informasi penting tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan. Sementara Intelligent Voice Assistant yang mendukung Bahasa Indonesia dan Inggris memungkinkan pengemudi mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan hanya melalui perintah suara.

Kelengkapan lainnya meliputi Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, wireless fast charger 40W, layar sentuh untuk penumpang belakang, serta sistem audio premium 14 speaker.

Deepal bahkan menghadirkan sejumlah mode berkendara unik seperti Camping Mode, Nap Mode, Snow Cabin Mode, hingga Car Wash Mode yang membuat pengalaman berkendara semakin praktis.

Performa Bertenaga dengan Jarak Tempuh Impresif

Deepal S07 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang menghasilkan tenaga 160 kW atau sekitar 214 hp dengan torsi maksimum 320 Nm.

SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 7,6 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 180 km/jam. Bahkan kemampuan towing hingga 1.500 kg menjadi nilai tambah bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan serbaguna.

Sumber tenaganya berasal dari Golden Shield Battery berkapasitas 79,97 kWh yang mampu membawa kendaraan melaju hingga 560 kilometer berdasarkan standar NEDC atau sekitar 475 kilometer menurut pengujian WLTP.

Pengisian daya juga sangat praktis. Menggunakan DC Fast Charging, baterai dapat terisi dari 30 persen menjadi 80 persen hanya dalam waktu sekitar 35 menit.

Teknologi Cell-to-Vehicle (CTV) yang mengintegrasikan baterai dengan struktur bodi meningkatkan kekuatan kendaraan sekaligus efisiensi termal. Bahkan baterainya diklaim tetap memiliki umur pakai optimal meski telah digunakan hingga 600.000 kilometer.

Fitur Keselamatan Lengkap dan Biaya Operasional Lebih Hemat

Sebagai kendaraan keluarga, Deepal S07 dibekali paket keselamatan yang sangat lengkap. Mulai dari kamera 360 derajat dengan Transparent Chassis, Driver Monitoring System (DMS), hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) seperti Automatic Emergency Braking, Front Collision Warning, dan Lane Departure Warning.

Tak hanya aman, biaya kepemilikannya pun sangat menarik. Dengan tarif pengisian daya di SPKLU sekitar Rp2.466 per kWh, biaya mengisi baterai hingga penuh hanya sekitar Rp197 ribu. Untuk penggunaan harian sekitar 60 kilometer, biaya listrik diperkirakan hanya berkisar Rp25 ribuan per hari—lebih hemat dibandingkan konsumsi bahan bakar SUV bermesin bensin.

Dengan harga Rp599 juta on the road Jakarta, Deepal S07 menawarkan nilai yang kompetitif di segmen SUV listrik premium. Changan Indonesia juga memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 240.000 kilometer, ditambah servis gratis selama 5 tahun atau 60.000 kilometer.

Melihat kombinasi desain futuristis, kabin premium, performa bertenaga, teknologi pintar, fitur keselamatan lengkap, hingga efisiensi biaya operasional, Deepal S07 layak menjadi standar baru eSUV premium bagi keluarga Indonesia yang ingin beralih ke era mobilitas listrik.

Review: Eksterior Suzuki XL7 New Alpha, New Beta, dan New Zeta

Suzuki akhirnya memberikan sinyal kuat mengenai kehadiran SUV terbarunya melalui sebuah teaser resmi yang diunggah menjelang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Dari siluet yang diperlihatkan, banyak pihak meyakini model tersebut merupakan Suzuki XL7 terbaru 2026 yang mendapatkan penyegaran menyeluruh pada sektor eksterior.

Sebagai salah satu pemain utama di segmen Low SUV 7-penumpang, New Suzuki XL7 dipersiapkan untuk tampil lebih modern tanpa menghilangkan karakter tangguh yang telah menjadi identitasnya. Penyegaran ini juga diyakini akan hadir pada tiga varian, yakni New Zeta, New Beta, dan New Alpha.

Fascia Depan Lebih Berani dan Premium

Perubahan paling mencolok terdapat pada bagian depan. Suzuki menghadirkan desain grille baru yang lebih besar dengan pola horizontal yang membuat tampilan mobil terlihat lebih kokoh. Sentuhan krom maupun aksen hitam glossy pada beberapa varian turut meningkatkan kesan premium.

Bumper depan juga mengalami revisi dengan desain yang lebih tegas dan sporty. Lekukan baru pada area bumper dipadukan rumah fog lamp yang lebih modern sehingga memberikan karakter SUV yang lebih kuat dibanding model sebelumnya.

Sementara itu, desain kap mesin tetap mempertahankan garis-garis maskulin yang menjadi ciri khas XL7. Kombinasi tersebut membuat tampilan depan terlihat lebih proporsional sekaligus memberikan aura SUV yang siap diajak berpetualang.

Lampu LED Semakin Modern

Sektor pencahayaan menjadi salah satu aspek yang ikut mendapatkan perhatian. Lampu utama diperkirakan mengusung desain lebih ramping dengan teknologi LED yang memberikan pencahayaan lebih optimal sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Daytime Running Light (DRL) LED juga diprediksi hadir dengan desain baru sehingga memperkuat identitas visual ketika mobil melintas di jalan. Tampilan ini membuat New Suzuki XL7 terlihat semakin modern baik pada siang maupun malam hari.

Di bagian belakang, lampu kombinasi diperkirakan mendapat desain internal baru dengan efek smoked lens, khususnya pada varian New Alpha. Desain tersebut memberikan nuansa premium yang selaras dengan tren SUV modern.

Siluet Kokoh, Kini Lebih Elegan

Jika dilihat dari samping, karakter bodi Suzuki XL7 tetap mempertahankan bentuk boxy yang menjadi keunggulannya. Proporsi tersebut membuat kabin tetap lapang sekaligus mempertegas karakter SUV keluarga.

Ground clearance yang tinggi tetap menjadi nilai jual utama karena memberikan rasa percaya diri saat melintasi berbagai kondisi jalan. Roof rail masih dipertahankan sebagai identitas SUV sekaligus menunjang fungsi membawa perlengkapan tambahan ketika bepergian jauh.

Sentuhan over fender berwarna hitam juga tetap hadir untuk memperkuat kesan tangguh. Dipadukan dengan desain pelek alloy terbaru berukuran 16 inci yang lebih dinamis, tampilan samping New XL7 terlihat semakin segar dan modern.

Perbedaan Eksterior New Alpha, New Beta, dan New Zeta

Suzuki diperkirakan tetap mempertahankan diferensiasi yang jelas pada setiap varian.

New Alpha menjadi varian paling premium dengan berbagai sentuhan eksklusif seperti aksen hitam glossy, garnish yang lebih mewah, desain velg khusus, serta detail eksterior yang memberikan kesan flagship.

New Beta hadir sebagai pilihan menengah dengan keseimbangan antara fitur, desain, dan harga. Tampilan luarnya tetap modern namun tidak sebanyak sentuhan premium yang dimiliki Alpha.

Sementara New Zeta menjadi varian entry-level yang tetap mengusung desain khas XL7. Meski tampil lebih sederhana, seluruh elemen utama SUV modern seperti roof rail, cladding bodi, serta ground clearance tinggi tetap dipertahankan sehingga tampilannya tetap menarik.

Semakin Kompetitif di Segmen Low SUV

Penyegaran eksterior yang dilakukan Suzuki menunjukkan keseriusan pabrikan dalam mempertahankan daya saing XL7 di tengah ketatnya persaingan pasar Low SUV Indonesia.
Desain grille baru, bumper yang lebih agresif, lampu LED modern, pelek dengan desain baru, hingga penyempurnaan detail di berbagai sisi membuat Suzuki XL7 terbaru 2026 tampil jauh lebih segar dibanding model sebelumnya.

Jika seluruh perubahan tersebut benar-benar hadir pada versi produksi yang akan diperkenalkan di GIIAS 2026, New Suzuki XL7 diprediksi akan menjadi salah satu SUV keluarga paling menarik tahun ini. Tidak hanya menawarkan desain yang lebih modern dan premium, tetapi juga tetap mempertahankan karakter tangguh, fungsional, dan nyaman yang selama ini menjadi alasan utama masyarakat Indonesia memilih Suzuki XL7 sebagai kendaraan keluarga.

BYD Umumkan Harga Resmi M6 Dual Mode di Indonesia

PT BYD Motor Indonesia akhirnya mengumumkan harga resmi BYD M6 Dual Mode (DM) untuk pasar Indonesia. Kabar ini langsung menarik perhatian karena MPV berteknologi elektrifikasi tersebut dibanderol mulai Rp 298 juta OTR Jakarta, menjadikannya salah satu kendaraan energi baru dengan harga paling kompetitif di segmennya.

Di tengah meningkatnya biaya mobilitas dan harga bahan bakar yang terus berfluktuasi, kehadiran BYD M6 DM menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan efisiensi layaknya mobil listrik tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara sehari-hari.

Segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) memang masih menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap total penjualan kendaraan di Indonesia. Karena itu, efisiensi bahan bakar dan biaya kepemilikan menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan kendaraan keluarga.

Teknologi Dual Mode, Sensasi Mobil Listrik Tanpa Khawatir Jarak Tempuh

BYD M6 DM mengusung teknologi Dual Mode (DM) generasi terbaru yang dirancang dengan pendekatan EV-Oriented. Artinya, pengalaman berkendara tetap mengutamakan karakter kendaraan listrik yang halus, responsif, dan senyap.

Namun berbeda dengan mobil listrik murni, teknologi DM mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin secara cerdas sehingga mampu memberikan fleksibilitas lebih tinggi untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.

BYD menyebut teknologi ini mengusung filosofi G.A.S.S. atau Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Karakter tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang memiliki pola mobilitas sangat beragam.

Biaya Perawatan Lebih Hemat hingga 30 Persen

Salah satu keunggulan utama BYD M6 DM adalah efisiensi biaya kepemilikan. Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, kendaraan ini diklaim mampu menghadirkan biaya perawatan sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama.

Efisiensi tersebut diperoleh dari kemampuan sistem Dual Mode dalam mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan bahan bakar sesuai kondisi perjalanan. Hasilnya, konsumsi energi menjadi lebih efisien tanpa mengorbankan kenyamanan maupun performa berkendara.

Tersedia Lima Varian dengan Harga Kompetitif

Untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam, BYD menghadirkan M6 DM dalam dua tipe utama, yakni Classic dan Cross.

Varian Classic menjadi pilihan paling terjangkau dengan harga mulai Rp 298 juta untuk tipe Standard dan Rp 318 juta untuk tipe Dynamic.

Sementara tipe Cross hadir dengan tampilan lebih premium dan fitur yang lebih lengkap. Harga yang ditawarkan terdiri dari Advanced Rp 360 juta, Superior Rp 380 juta, dan Superior Captain Seat Rp 390 juta.

Dengan rentang harga tersebut, BYD M6 DM berpotensi menjadi salah satu penantang serius di segmen MPV elektrifikasi yang saat ini semakin berkembang di Indonesia.

Sejak diperkenalkan pada Mei 2026, BYD mengungkapkan bahwa lebih dari 20.000 konsumen telah menunjukkan minat terhadap teknologi Dual Mode. Antusiasme tersebut menjadi indikasi bahwa pasar Indonesia mulai menerima kendaraan energi baru sebagai solusi mobilitas masa depan yang lebih efisien, fleksibel, dan ekonomis.

Geely Okavango Bakal Masuk Pasar SUV Indonesia?

Tak semua konsumen cocok atau berminat dengan mobil listrik. Peminat mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) masih jauh lebih banyak. Oleh sebab itu Geely Auto Indonesia (GAI) saat ini tengah mempersiapkan untuk memboyong salah satunya ke Tanah Air.

Banyak prediksi yang beredar seputar model mobil apa yang nantinya dibawa pabrikan otomotif asal China tersebut. Salah satu nama yang muncul adalah Geely Okavango. Namanya diadopsi dari padang savannah di Afrika yang kondang dengan wisata safari.

SUV berkapasitas tujuh penumpang ini sejak tahun lalu namanya telah terdaftar dalam database kekayaan intelektual (PDKI) dengan nomor IDM001344365. Walau belum ada pengumuman resmi dari pihak Geely, langkah tersebut menjadi wujud kesiapan dari sisi legalitas untuk memasarkan model tersebut di Tanah Air. Lantas seperti apa sisi keunggulan yang ditawarkan Okavango?

SUV 7-Seater Yang Ideal

Geely Okavango posturnya terbilang cukup bongsor dengan panjang 4.860 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.770 mm. Jarak sumbu roda yang cukup panjang yakni mencapai 2.825 mm mengindikasikan ruang kabin yang lumayan lapang.

SUV yang dipasarkan di China pakai label Haoyue ini ternyata kembaran dari Proton X90 yang dipasarkan di Malaysia. Lebih tepatnya, Proton X90 adalah versi rebadge dari Geely Okavango. Platform bodi serta mesin yang digunakan sama, cuma sedikit perbedaan gaya tampilan dan fitur.

Tampilan eksteriornya terlihat modern dan elegan dengan grille ukuran extra besar. Lampu depan dan belakang pakai LED. Kaca spion pun sudah model lipat elektrik. Pintu bagasi juga sudah model bukaan elektrik.

Elemen pendongkrak gaya tampilan seperti antena shark fin, roof rail, spoiler belakang, serta pelek berukuran 18 inci menguatkan aura SUV keluarga yang stylish dan sporty.

Dengan konfigurasi 2-3-2, kabin Okavango bisa memuat tujuh penumpang dewasa. Jok dikemas ala SUV mewah dengan material kulit berpola jahitan diamond serta lekuk dessin yang ergonomis. Pengemudi pun dapat mengatur posisi duduk dengan mudah berkat pengaturan elektrik.

Jika butuh ruang extra untuk membawa barang bawaan yang lebih banyak, jok belakang bisa dilipat dengan konfigurasi 50:50 untuk meningkatkan volume ruang bagasi.

Kenyamanan selama perjalanan ditunjang sistem pendingin udara triple-zone otomatis, lengkap dengan ventilasi di setiap baris. Hawa sejuk merata ke seluruh ruang kabin.

Pada dashboard berdesain minimalis namun elegan terpampang layar sentuh 12,3 inci dengan konektivitas Mirror Link dan Bluetooth. Panel instrumen digital berukuran sama di balik kemudi menampilkan informasi berkendara dengan lengkap.

Geely Okavango juga dilengkapi panoramic sunroof, tombol start/stop, keyless entry, port USB, serta power outlet 12 volt yang jadi fitur wajib pada SUV premium masa kini. Masih ditambah dengan wireless charging smartphone. Fitur yang lengkap dan sesuai kebutuhan penggunanya.

Fitur Berkendara Lengkap

Fitur keselamatan dan bantu berkendara yang dibekalkan pada Okavango pun cukup lengkap. SUV ini memiliki enam airbag, sistem pengereman ABS, electronic stability control, serta ISOFIX untuk kursi balita.

Fitur berkendara esensial seperti hill-hold control, hill-descent control, sensor parkir, kamera 360 derajat, tire pressure monitoring system hingga fitur anti-theft (anti maling) dan pengingat pintu terbuka terdapat pada Okavango.

Paket sistem bantuan berkendara terpadu Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dibekalkan pun cukup lengkap. Fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), Rear Cross Traffic Alert, dan Automatic Emergency Braking (AEB) meningkatkan kualitas keselamatan berkendara dalam setiap perjalanan.

Performa Mesin Hybrid Efisien

Di sektor performa, Geely Okavango dibekali  mesin bensin 1.5 liter turbocharged dengan modul mild hybrid 48V. Output tenaga yang dihasilkan mencapai 190 hp dengan torsi puncak 300 Nm. Transmisi pakai versi automatic dual-clutch (DCT) 7-speed.

Pengemudi pun dapat memilih opsi mode berkendara sesuai kebutuhan, yakni Sport, Eco dan Comfort.

Untuk ukuran SUV 7-seater, konsumsi BBM Okavango diklaim cukup irit yakni mencapai 6,6 liter/100 km atau sekira 15 km per liter.

Guna menunjang kenyamanan dan stabilitas berkendara, suspensi depan menggunakan MacPherson strut, dan di belakang pakai jenis multi-link.

Bakal Segera Masuk Indonesia?

Geely Okavango ternyata sudah lebih dulu dipasarkan di Filipina dalam dua varian, yakni Elite AT (standar) dan Urban Plus yang fiturnya lebih lengkap.

Harga jualnya mulai dari 1.368.000 Peso hingga 1.765.000 Peso, atau sekira Rp 386 jutaan sampai Rp 498 jutaan. Sesuai regulasi terbaru di Filipina, Okavango masuk kategori mobil hybrid yang mendapatkan insentif pajak.

Sementara saudara kembarnya di Malaysia yakni Proton X90 (2026) dibanderol mulai dari 106.800 Ringgit – 122.800 Ringgit. Lebh kurang sekira Rp 473 jutaan hingga Rp 544 jutaan.

Jika nantinya Okavango resmi dipasarkan di Indonesia, harga jual yang kompetitif jadi pertimbangan yang harus digodok oleh GAI agar dapat bersaing dengan kompetitor. Kita tunggu kemunculannya…

Leapmotor C10 Siap Diboyong Masuk Pasar SUV EV Indonesia

Leapmotor C10 diproyeksikan menjadi salah satu pemain baru yang menarik di pasar kendaraan listrik Indonesia. Dalam ajang Beijing Auto Show 2026, Indomobil National Distributor mengonfirmasi rencana memboyong SUV listrik ini ke Tanah Air. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi Leapmotor yang didukung oleh Stellantis.

Menurut Tan Kim Piauw, Leapmotor C10 dinilai cocok sebagai kendaraan keluarga modern di Indonesia, terutama untuk penggunaan perkotaan. Tidak hanya itu, model ini juga direncanakan akan dirakit secara lokal dengan skema completely knocked down (CKD), sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait peningkatan kandungan lokal kendaraan elektrifikasi.

Desain Minimalis Namun Elegan

Dari sisi desain, Leapmotor C10 mengusung konsep minimalis elegan yang menonjolkan kesan bersih dan modern. Dimensinya yang mencapai panjang 4.739 mm dan lebar 1.900 mm memberikan postur gagah khas SUV medium. Pilihan velg hingga 20 inci serta warna-warna kalem seperti Pearl White hingga Jade Green semakin memperkuat aura premium.

Masuk ke interior, C10 menawarkan pengalaman layaknya ruang keluarga. Material yang digunakan telah bersertifikasi Oeko-Tex Standard 100, memastikan bebas zat berbahaya dan aman bagi anak-anak. Desain kabin tanpa sudut tajam, jok yang dapat direbahkan sepenuhnya, serta panoramic sunroof berukuran besar menghadirkan kenyamanan maksimal untuk seluruh penumpang.

Fitur teknologi menjadi salah satu daya tarik utama. SUV ini dibekali layar utama 14,6 inci dan panel instrumen 10,25 inci yang didukung chipset Qualcomm Snapdragon 8295. Sistem infotainment sudah mendukung pembaruan over-the-air (OTA) serta voice assistant untuk kemudahan pengoperasian. Meski belum tersedia Apple CarPlay atau Android Auto, penyesuaian untuk pasar global, termasuk Indonesia, kemungkinan akan dilakukan.

Platform E4 dan Cell-to Chassis

Dari sisi teknis, Leapmotor C10 menggunakan platform E4 (Four-Leaf Clover) yang mengintegrasikan berbagai sistem utama dalam satu kontrol pusat. Teknologi Cell-to-Chassis (C2C) juga menjadi keunggulan, di mana baterai menjadi bagian struktural kendaraan untuk meningkatkan efisiensi dan kekakuan bodi.

Performa mobil ini didukung motor listrik penggerak roda belakang dengan tenaga 160 kW (218 hp) dan torsi 320 Nm. Baterai LFP berkapasitas 69,9 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 420 km (WLTP) atau 510 km (NEDC). Pengisian cepat DC dari 30% ke 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, menjadikannya praktis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.

Untuk kenyamanan berkendara, sistem suspensi dirancang agar mampu meredam berbagai kondisi jalan, bahkan diklaim setara dengan mobil premium seperti Tesla dan Maserati. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi konsumen di Indonesia yang menghadapi kondisi jalan beragam.

Dalam hal keselamatan, Leapmotor C10 telah meraih rating bintang lima dari Euro NCAP, didukung struktur bodi kuat serta fitur ADAS lengkap yang meningkatkan keamanan berkendara.

Dengan kombinasi desain elegan, teknologi canggih, dan kenyamanan tinggi, Leapmotor C10 berpotensi menjadi pilihan menarik di segmen SUV listrik keluarga. Kehadirannya di Indonesia diprediksi akan semakin memanaskan persaingan pasar EV yang kini berkembang pesat.

JETOUR Gelar Exhibition di Jakarta, T2 Jadi Bintang Unggulan 

JETOUR resmi memulai rangkaian exhibition kuartal II 2026 dari Jakarta dengan menghadirkan lini SUV unggulannya. Bertempat di Grand Indonesia, pameran ini menjadi langkah strategis JETOUR untuk semakin dekat dengan konsumen sekaligus memperkenalkan DNA petualangan yang menjadi identitas brand.

Mengusung tema “It’s Time to Resume Your Adventure”, JETOUR tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif yang menggambarkan filosofi Travel+. Konsep ini menekankan bahwa kendaraan bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari eksplorasi gaya hidup modern.

JETOUR T2, Tangguh untuk Jalanan Kota hingga Off-Road

Sorotan utama dalam exhibition ini adalah JETOUR T2, SUV yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan. Mulai dari penggunaan harian di perkotaan hingga petualangan ringan di medan off-road, T2 menawarkan kombinasi kekuatan dan kenyamanan.

Struktur bodinya menggunakan hingga 80% high-strength steel dengan rigiditas torsional mencapai 31.000 Nm/derajat. Hal ini memberikan stabilitas tinggi sekaligus meningkatkan keselamatan penumpang. Bahkan, atap kendaraan mampu menahan beban statis hingga 300 kg—menegaskan karakter tangguhnya.

Masuk ke dalam kabin, JETOUR T2 menghadirkan pengalaman layaknya first-class lounge. Layar sentuh besar 15,6 inci menjadi pusat kontrol, didukung sistem audio premium 12-channel dari Sony yang memberikan kualitas suara imersif.

Fitur panoramic sunroof 64 inci, AC dual-zone, serta kursi elektrik dengan ventilasi dan memori semakin meningkatkan kenyamanan. Tak hanya itu, penggunaan material peredam suara serta double glass membuat kabin tetap senyap di berbagai kondisi perjalanan.

JETOUR T2 juga dibekali teknologi keselamatan canggih, termasuk 540° Surround Vision dengan fitur transparent chassis yang membantu visibilitas saat bermanuver.

SUV ini juga dilengkapi ADAS Level 2 berbasis Bosch, dengan dukungan radar dan kamera modern untuk meningkatkan keselamatan berkendara. Fitur unik lainnya adalah Wading Radar yang mampu mendeteksi kedalaman air hingga 700 mm secara real-time—fitur yang sangat berguna di kondisi jalan tergenang.

Pilihan Model Lain dan Harga Kompetitif

Selain T2, JETOUR juga menampilkan model lain seperti JETOUR DASHING yang menyasar konsumen urban dengan desain futuristik, serta JETOUR X70 Plus yang menawarkan kenyamanan maksimal untuk keluarga.

Ketiga model ini dipasarkan dengan harga kompetitif, mulai dari Rp381 jutaan hingga Rp588 jutaan (OTR Jakarta), menjadikannya alternatif menarik di segmen SUV Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen kepada pelanggan, JETOUR menawarkan program purna jual yang menarik, termasuk garansi mesin hingga 10 tahun atau 1.000.000 km pada model tertentu, serta servis gratis selama tiga tahun.

Selama pameran berlangsung, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan berbagai promo, mulai dari potongan harga hingga lucky dip.

Dengan kombinasi desain, teknologi, dan pengalaman berkendara yang ditawarkan, JETOUR semakin memperkuat posisinya sebagai brand SUV yang mengedepankan petualangan, kenyamanan, dan keamanan dalam satu paket lengkap.

Fitur Aletra L8 EV Bikin Pengunjung Motomobi Karnaval 2026 Terpikat

Kehadiran Aletra L8 EV di ajang Motomobi Karnaval 2026 yang berlangsung di QBig BSD City sukses mencuri perhatian para pengunjung.

Tak sedikit yang penasaran dengan ragam fitur yang ditawarkan MPV listrik ini, terutama karena dirancang khusus sesuai karakter dan kebutuhan konsumen Indonesia.

Aletra L8 EV tak hanya cocok untuk mobilitas dalam kota, tetapi juga siap diajak perjalanan jarak jauh berkat kombinasi kenyamanan kabin, fitur berkendara, serta efisiensi daya yang dimilikinya.

Kabin Nyaman Family Friendly

Dari sisi interior, Aletra L8 EV tampil sebagai kendaraan yang sangat family friendly. Kabinnya mampu menampung hingga 7 atau 8 penumpang, dengan pilihan konfigurasi Captain Seat 7-seater dan Standard 8-seater. Ruang kabin yang luas membuat setiap penumpang tetap nyaman, bahkan saat perjalanan panjang.

Pengemudi dimanjakan dengan kursi depan yang dilengkapi fitur 6-way electric adjustment, serta pengaturan setir tilt & telescopic untuk mendapatkan posisi berkendara ideal. Setir flat bottom dengan Electric Power Assisted Steering juga memberikan kemudahan saat bermanuver, tanpa membuat tangan cepat lelah.

Kesan mewah semakin terasa berkat penggunaan material jok premium yang ergonomis, lengkap dengan bantalan penopang di sisi kanan dan kiri. Ditambah lagi, kehadiran panoramic roof yang membentang hingga baris belakang menciptakan suasana kabin yang lega dan modern.

Untuk kenyamanan suhu, Aletra L8 EV dibekali AC dual zone dengan sistem double blower yang memastikan sirkulasi udara merata hingga ke baris ketiga. Tak hanya itu, kualitas udara di dalam kabin tetap terjaga berkat filter PM 2.5 yang mampu menyaring debu dan polusi dari luar.

Fitur hiburan juga menjadi daya tarik utama. Layar sentuh 12,4 inci beresolusi tinggi sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay secara nirkabel. Pengguna dapat dengan mudah mengakses navigasi seperti Google Maps atau menikmati musik selama perjalanan. Sistem audio 7 speaker turut menghadirkan kualitas suara yang jernih dan menyenangkan.

Untuk mendukung kebutuhan digital, tersedia wireless charger 50W serta port USB di setiap baris kursi. Selain itu, ruang penyimpanan di dalam kabin juga sangat melimpah, mulai dari cup holder, konsol tengah, hingga kompartemen tambahan yang membuat perjalanan semakin praktis.

Fitur Penunjang Berkendara

Dari sisi kenyamanan berkendara, Aletra L8 EV dilengkapi sistem Active Comfort Suspension yang mampu meredam guncangan dengan baik di berbagai kondisi jalan. Fitur cruise control juga membantu pengemudi menjaga kecepatan stabil saat melaju di jalan tol.

Fitur keselamatan pun tergolong lengkap, mulai dari kamera 360 derajat dengan blind spot monitoring, hingga sistem keselamatan aktif seperti ABS, EBD, BA, TCS, VSC, HAC, TPMS, serta 4 airbags dan ISOFIX untuk kursi anak.

Performa dan Jarak Jelajah

Untuk performa, Aletra L8 EV mengandalkan motor listrik penggerak roda depan dengan tenaga 120 kW (161 hp) dan torsi 240 Nm. Kecepatan maksimum mencapai 160 km/jam, cukup untuk kebutuhan harian maupun perjalanan luar kota.

Tersedia dua pilihan baterai, yakni 50,4 kWh dengan jarak tempuh hingga 415 km, serta 64,7 kWh yang mampu mencapai 540 km (CLTC). Jarak ini tergolong kompetitif di segmen MPV listrik.

Harga Kompetitif

Menariknya, harga yang ditawarkan cukup kompetitif, yakni Rp468 juta untuk semua varian, baik 7-seater maupun 8-seater. Harga tersebut sudah termasuk wall charger untuk pengisian daya di rumah.

Sebagai nilai tambah, Aletra juga memberikan paket purna jual lengkap, mulai dari garansi baterai hingga 8 tahun, free maintenance 3 tahun, hingga layanan bantuan darurat.

Dengan fitur lengkap, kenyamanan maksimal, serta harga yang kompetitif, Aletra L8 EV menjadi salah satu pilihan menarik di segmen mobil listrik keluarga di Indonesia.