Leapmotor C10 Kawal Ajang ASICS Jakarta : Speed : Race 2026

Mobilitas modern kini tidak hanya berbicara tentang perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Kendaraan juga mulai mengambil peran dalam mendukung aktivitas, komunitas, hingga gaya hidup masyarakat perkotaan.

Pendekatan ini terlihat melalui kehadiran Leapmotor di ASICS Jakarta : Speed : Race 2026. Dalam ajang yang berlangsung pada Sabtu, (26/9) di kawasan PIK 2, Jakarta, Leapmotor C10 dipercaya sebagai Official EV Lead Car.

SUV listrik ini memimpin jalannya perlombaan, mengawal peserta sejak garis start hingga finish. Kehadirannya sekaligus membawa teknologi kendaraan listrik ke tengah komunitas olahraga yang lekat dengan semangat performa dan gaya hidup aktif.

Bagi Leapmotor Indonesia, kolaborasi ini menjadi cara untuk memperkenalkan kendaraan listrik melalui pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Bukan sekadar memamerkan produk, namun menempatkannya dalam aktivitas yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan mobilitas masa kini.

Ajang Lari yang Mengutamakan Performa

ASICS Jakarta : Speed : Race 2026 menghadirkan dua kategori utama, yakni 5K Race dan One Mile Race. Keduanya mengajak peserta menguji kecepatan, konsistensi, serta kemampuan menjaga performa sepanjang lintasan.

Mengusung semangat More Energy, to Move Body and Mind, acara ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. Proses latihan, disiplin, dan perjalanan setiap pelari menuju performa terbaik turut menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut.

Seleksi peserta pun menggunakan mekanisme yang berbeda dari pendaftaran umum. Penyelenggara menerapkan sistem ballot setelah memverifikasi Personal Best Time (PB) yang dimiliki calon peserta.

Pelari diwajibkan menyertakan catatan waktu resmi dari ajang lari nasional maupun internasional yang memenuhi standar kualifikasi. Dengan mekanisme tersebut, ajang ini dirancang untuk mempertemukan pelari dengan rekam jejak performa yang terukur.

Menghubungkan Teknologi dan Gaya Hidup

Samuel Christian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia, menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kendaraan listrik dalam konteks gaya hidup masyarakat modern.

Menurutnya, mobilitas, kesehatan, dan aktivitas sehari-hari semakin terhubung. Karena itu, kendaraan listrik diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman masyarakat yang lebih luas, termasuk dalam kegiatan komunitas dan olahraga.

Sementara itu, Abiyoga Prakoso, Marketing Lead of Performance Running & Apparel ASICS Indonesia, menyambut kolaborasi tersebut sebagai pelengkap pengalaman perlombaan. Sinergi ini mempertemukan semangat performa, inovasi, dan gaya hidup aktif dalam satu kegiatan.

Kolaborasi Leapmotor dan ASICS juga memperlihatkan bagaimana industri otomotif mulai menjangkau ruang di luar jalan raya. Komunitas olahraga menjadi salah satu titik pertemuan antara teknologi, aktivitas sosial, dan kebutuhan mobilitas.

Memperluas Peran Kendaraan Listrik

Kehadiran Leapmotor C10 sebagai mobil pemimpin lomba menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kendaraan listrik melalui aktivitas publik. Pendekatan ini membuat teknologi elektrifikasi hadir dalam suasana yang lebih akrab bagi masyarakat.

Didukung ekosistem global Stellantis dan jaringan layanan di Indonesia, Leapmotor berupaya membangun kedekatan dengan konsumen melalui berbagai pengalaman. Kolaborasi seperti ini sekaligus memperluas percakapan mengenai mobil listrik, dari efisiensi perjalanan hingga perannya dalam gaya hidup urban.

Pada akhirnya, mobilitas berkelanjutan bukan hanya tentang teknologi yang tersimpan di balik bodi kendaraan. Lebih dari itu, elektrifikasi juga menyangkut bagaimana kendaraan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang terus bergerak, baik di jalan raya maupun dalam komunitas yang mereka jalani.

Leapmotor B10 dan C10 Dapat Garansi Baterai Seumur Hidup!

Kekhawatiran soal baterai menjadi salah satu pertimbangan konsumen saat membeli mobil listrik. Leapmotor mencoba menjawab persoalan tersebut melalui program Lifetime Battery Warranty untuk B10 dan C10 di Indonesia. Tak hanya itu, garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 juga merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan perlindungan lebih bagi pelanggan.

PT Indomobil National Distributor, selaku Agen Pemegang Merek (APM) Leapmotor, menghadirkan perlindungan baterai tegangan tinggi selama masa kepemilikan pemilik pertama. Program ini diumumkan di Jakarta pada Selasa, (15/9), sekaligus memperkenalkan garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 secara resmi kepada publik.

Bagi konsumen, baterai bukan sekadar sumber tenaga. Komponen ini menjadi jantung kendaraan listrik yang menentukan performa, efisiensi, hingga kenyamanan berkendara.

Karena itu, kehadiran garansi seumur hidup menjadi bagian penting dari pengalaman kepemilikan. Terlebih bagi calon pengguna mobil listrik yang masih mempertimbangkan ketahanan baterai dalam pemakaian jangka panjang.

Garansi Baterai Leapmotor B10 dan C10 Berlaku untuk Pemilik Pertama

Lifetime Battery Warranty berlaku khusus bagi pemilik pertama Leapmotor B10 dan C10 di Indonesia. Perlindungan ini mencakup baterai tegangan tinggi sesuai ketentuan garansi Leapmotor dan mempertegas manfaat dari garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 untuk konsumen.

Namun, istilah seumur hidup dalam program ini bukan berarti seluruh kerusakan baterai ditanggung tanpa batas. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pemilik kendaraan agar garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 tetap berlaku.

Konsumen wajib melakukan perawatan berkala sesuai jadwal di bengkel resmi Leapmotor. Penggunaan suku cadang asli serta kepatuhan terhadap ketentuan pemakaian kendaraan juga menjadi bagian dari persyaratan program.

Selain itu, kendaraan harus digunakan dengan jarak tempuh maksimal 30.000 kilometer per tahun. Batas ini menjadi salah satu ketentuan penting agar manfaat Lifetime Battery Warranty tetap berlaku.

“Di Leapmotor, kami percaya bahwa pengalaman memiliki kendaraan listrik tidak berhenti saat konsumen menerima kendaraan, tetapi terus berlanjut sepanjang masa kepemilikannya,” ujar Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.

Menurutnya, program ini dihadirkan untuk memberikan rasa tenang sekaligus nilai lebih bagi pelanggan dalam menikmati kendaraan listrik Leapmotor.

Tidak Menanggung Penurunan Kapasitas Alami

Hal yang perlu diperhatikan, garansi ini tidak mencakup penurunan kapasitas baterai yang terjadi secara alami akibat usia dan penggunaan normal kendaraan.

Perlindungan juga tidak berlaku untuk kerusakan akibat kecelakaan, kebakaran, korosi, serta penggunaan kendaraan dalam kompetisi atau balap.

Kendaraan yang dioperasikan sebagai mobil rental turut berada di luar cakupan program. Begitu pula kondisi lain yang tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan dan perawatan Leapmotor.

Setiap pengajuan klaim akan melalui pemeriksaan teknis di bengkel resmi. Proses diagnosis dilakukan berdasarkan prosedur pabrikan untuk memastikan penyebab kerusakan sebelum penanganan dan perbaikan.

“Bagi banyak konsumen, baterai merupakan salah satu pertimbangan utama dalam memiliki kendaraan listrik,” kata Samual Christian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia.

Melalui program ini, Leapmotor memperkuat layanan purna jual B10 dan C10. Garansi baterai menjadi salah satu dukungan untuk membangun rasa percaya diri konsumen dalam menggunakan mobil listrik.

Meski demikian, calon pembeli tetap perlu memahami seluruh syarat dan ketentuan garansi sebelum memutuskan kepemilikan. Sebab, perlindungan jangka panjang akan terasa manfaatnya ketika didukung perawatan yang disiplin dan penggunaan sesuai standar pabrikan. Dengan demikian, konsumen akan mendapatkan perlindungan maksimal dari garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 yang ditawarkan.

Leapmotor Mulai Produksi Lokal B10 dan C10 di Purwakarta

Peta persaingan kendaraan listrik Indonesia kembali berubah. Leapmotor resmi memulai perakitan lokal dua SUV listriknya, B10 dan C10, di fasilitas PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat. Langkah ini menjadi lebih dari sekadar strategi memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menegaskan ambisi Leapmotor menjadikan Indonesia bagian penting dari ekspansi kendaraan listrik di kawasan ASEAN.

Perakitan lokal tersebut dilakukan melalui kolaborasi Leapmotor, Stellantis, dan Indomobil Group dengan mengacu pada standar manufaktur global. Dengan pendekatan tersebut, kendaraan yang diproduksi di Indonesia tetap dituntut memenuhi standar kualitas, keamanan, serta konsistensi produksi yang berlaku dalam ekosistem Leapmotor dan Stellantis.

Kehadiran fasilitas lokal juga memberikan keuntungan lain bagi konsumen. Produksi di dalam negeri membuat rantai pasokan kendaraan menjadi lebih fleksibel sekaligus membuka ruang bagi Leapmotor untuk menyesuaikan portofolionya dengan perkembangan pasar Indonesia.

B10 dan C10 menjadi dua model pertama yang mengambil peran tersebut. Keduanya telah diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026 sebagai SUV listrik berbasis baterai dengan karakter berbeda. B10 bermain sebagai SUV listrik yang lebih kompak, sedangkan C10 menawarkan ruang kabin lebih besar untuk kebutuhan keluarga.

Keduanya membawa kombinasi teknologi kendaraan listrik, Level 2 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), serta standar keselamatan yang telah memperoleh rating lima bintang Euro NCAP. Pengembangan karakter berkendaranya juga melibatkan tim engineering Stellantis di Balocco Proving Ground, Italia.

Menariknya, kehadiran produksi lokal berjalan beriringan dengan strategi harga yang cukup agresif. Saat peluncuran di Indonesia, Leapmotor B10 dibanderol Rp499 juta OTR Jakarta, sedangkan C10 dipasarkan mulai Rp618 juta OTR Jakarta. Khusus periode GIIAS 2026, keduanya mendapatkan harga promosi masing-masing Rp449 juta dan Rp598 juta untuk 500 konsumen pertama.

Di balik produksi tersebut berdiri PT National Assemblers Plant 3 yang dikembangkan Indomobil Group untuk menopang kebutuhan kendaraan listrik. Fasilitas ini dirancang dengan pendekatan manufaktur modern, otomasi, serta sistem kontrol kualitas yang memungkinkan proses produksi dilakukan secara presisi.

Kapasitas produksi juga disiapkan untuk berkembang mengikuti permintaan. Pada tahap awal, fasilitas mampu memproduksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 kendaraan per tahun. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hingga 17 unit per jam atau sekitar 34.000 unit per tahun melalui pengembangan fasilitas produksi, termasuk body shop dan paint shop.

Namun, strategi Leapmotor tidak berhenti di pabrik. Indomobil juga memperkuat jaringan dealer, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, serta teknisi yang mendapatkan pelatihan sesuai standar Leapmotor.

Pendekatan tersebut penting karena persaingan mobil listrik kini tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi. Konsumen juga membutuhkan kepastian mengenai layanan setelah kendaraan dibeli.

Secara global, Leapmotor sendiri tengah mengalami pertumbuhan pesat. Pada Juni 2026, perusahaan mencatat 93.376 pengiriman kendaraan secara global, meningkat 95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan dimulainya perakitan B10 dan C10 di Purwakarta, Indonesia kini tidak hanya menjadi pasar bagi produk Leapmotor. Tanah Air mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi manufaktur dan ekspansi regional merek tersebut.

Bagi industri otomotif nasional, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa investasi kendaraan listrik mulai bergerak dari sekadar menghadirkan produk impor menuju penguatan kapasitas produksi lokal. Sementara bagi Leapmotor, pabrik, produk, jaringan distribusi, dan layanan purnajual menjadi satu fondasi untuk mengejar target yang lebih besar: membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia dan Asia Tenggara.

Leapmotor C10 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp598 Juta!

Leapmotor Indonesia resmi memperkenalkan Leapmotor C10 di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV listrik global ini hadir sebagai Global Family SUV yang menggabungkan kenyamanan premium, teknologi pintar, serta standar keselamatan Eropa untuk memenuhi kebutuhan keluarga modern di Indonesia.

Di bawah naungan PT Indomobil National Distributor, Leapmotor C10 menjadi model pertama merek asal Tiongkok tersebut yang diproduksi secara Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia melalui fasilitas PT National Assemblers, Purwakarta, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Leapmotor dalam membangun pasar kendaraan listrik nasional sekaligus memperkuat ekosistem elektrifikasi di Tanah Air.

Mengusung filosofi Human-Centric Tech, Leapmotor C10 tidak sekadar menawarkan performa kendaraan listrik, tetapi juga menempatkan kenyamanan, kesehatan kabin, dan keselamatan seluruh penumpang sebagai prioritas utama.

Sentuhan Engineering Stellantis

Salah satu keunggulan utama Leapmotor C10 adalah proses pengembangannya yang melibatkan Stellantis N.V., grup otomotif global yang menaungi berbagai merek ternama dunia.

Karakter suspensi dan pengendalian mobil ini disempurnakan di Balocco Proving Ground, Italia, sehingga menghasilkan handling yang stabil, presisi, dan tetap nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.

Secara desain, C10 tampil modern dengan garis bodi bersih, illuminating LED light bar, concealed door handle, serta pelek 20 inci yang mempertegas karakter premium sebuah SUV listrik global.

Dimensi bodinya juga menghadirkan ruang kabin yang lapang dengan area kaki dan kepala lebih lega bagi penumpang baris kedua, menjadikannya ideal sebagai kendaraan keluarga.

Teknologi CTC 2.0, Baterai Menyatu dengan Sasis

Leapmotor C10 dibangun menggunakan teknologi Cell-to-Chassis (CTC 2.0), yakni arsitektur yang mengintegrasikan baterai langsung ke struktur sasis kendaraan.

Teknologi ini memberikan beberapa keuntungan sekaligus, mulai dari kabin yang lebih luas, distribusi bobot lebih baik, hingga kekakuan struktur mencapai 42.500 Nm/degree, setara SUV premium Eropa.

Mobil ini dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 69,9 kWh yang dipadukan motor listrik penggerak roda belakang bertenaga 165 kW dengan torsi 360 Nm.

Dalam sekali pengisian penuh, Leapmotor C10 mampu menempuh jarak hingga 478 kilometer (NEDC).

Kabin Senyap dan Ramah Anak

Salah satu nilai jual yang paling menarik dari Leapmotor C10 adalah kualitas kabinnya.

Interior menggunakan material premium silicon leather yang telah mengantongi sertifikasi OEKO-TEX Standard 100, sehingga aman bagi kulit bayi, bebas zat berbahaya, tahan noda, sekaligus lebih ramah lingkungan.

Selain itu, kabin dirancang memiliki tingkat kebisingan sangat rendah, yakni ≤76 dB(A), berkat penggunaan 40 paket peredam suara serta kaca depan double-layer acoustic glass.

Hasilnya, percakapan antar penumpang tetap nyaman bahkan ketika mobil melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

Leapmotor C10 juga mengedepankan pengalaman berkendara berbasis perangkat lunak melalui konsep Software Defined Vehicle.

Pusat hiburan menggunakan Qualcomm Snapdragon 8155, dipadukan layar ganda berukuran 14,6 inci dan 10,25 inci, sistem operasi Leap OS 4.0, wireless Apple CarPlay & Android Auto, serta pembaruan Over The Air (OTA).

Untuk hiburan, tersedia sistem audio 12 speaker Surround Sound 840 Watt dengan konfigurasi 7.1 channel.

Dari sisi keselamatan, C10 telah mengantongi rating 5-Star Euro NCAP dan dilengkapi 7 airbag, struktur baja berkekuatan tinggi, serta 16 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2 yang membantu mengurangi risiko kecelakaan sejak dini.

Harga Mulai Rp598 Juta Selama GIIAS 2026

Leapmotor C10 dipasarkan dalam satu varian Flagship RWD dengan harga resmi Rp618 juta (OTR Jakarta).

Khusus selama GIIAS 2026, Leapmotor Indonesia memberikan harga spesial Rp598 juta bagi 500 pemesan pertama.

Dengan kombinasi teknologi hasil kolaborasi Stellantis, kabin premium yang mengutamakan kesehatan keluarga, standar keselamatan Eropa, serta status rakitan lokal, Leapmotor C10 hadir sebagai salah satu SUV listrik premium paling menarik yang meluncur di Indonesia tahun ini.

Leapmotor C10 Siap Diboyong Masuk Pasar SUV EV Indonesia

Leapmotor C10 diproyeksikan menjadi salah satu pemain baru yang menarik di pasar kendaraan listrik Indonesia. Dalam ajang Beijing Auto Show 2026, Indomobil National Distributor mengonfirmasi rencana memboyong SUV listrik ini ke Tanah Air. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi Leapmotor yang didukung oleh Stellantis.

Menurut Tan Kim Piauw, Leapmotor C10 dinilai cocok sebagai kendaraan keluarga modern di Indonesia, terutama untuk penggunaan perkotaan. Tidak hanya itu, model ini juga direncanakan akan dirakit secara lokal dengan skema completely knocked down (CKD), sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait peningkatan kandungan lokal kendaraan elektrifikasi.

Desain Minimalis Namun Elegan

Dari sisi desain, Leapmotor C10 mengusung konsep minimalis elegan yang menonjolkan kesan bersih dan modern. Dimensinya yang mencapai panjang 4.739 mm dan lebar 1.900 mm memberikan postur gagah khas SUV medium. Pilihan velg hingga 20 inci serta warna-warna kalem seperti Pearl White hingga Jade Green semakin memperkuat aura premium.

Masuk ke interior, C10 menawarkan pengalaman layaknya ruang keluarga. Material yang digunakan telah bersertifikasi Oeko-Tex Standard 100, memastikan bebas zat berbahaya dan aman bagi anak-anak. Desain kabin tanpa sudut tajam, jok yang dapat direbahkan sepenuhnya, serta panoramic sunroof berukuran besar menghadirkan kenyamanan maksimal untuk seluruh penumpang.

Fitur teknologi menjadi salah satu daya tarik utama. SUV ini dibekali layar utama 14,6 inci dan panel instrumen 10,25 inci yang didukung chipset Qualcomm Snapdragon 8295. Sistem infotainment sudah mendukung pembaruan over-the-air (OTA) serta voice assistant untuk kemudahan pengoperasian. Meski belum tersedia Apple CarPlay atau Android Auto, penyesuaian untuk pasar global, termasuk Indonesia, kemungkinan akan dilakukan.

Platform E4 dan Cell-to Chassis

Dari sisi teknis, Leapmotor C10 menggunakan platform E4 (Four-Leaf Clover) yang mengintegrasikan berbagai sistem utama dalam satu kontrol pusat. Teknologi Cell-to-Chassis (C2C) juga menjadi keunggulan, di mana baterai menjadi bagian struktural kendaraan untuk meningkatkan efisiensi dan kekakuan bodi.

Performa mobil ini didukung motor listrik penggerak roda belakang dengan tenaga 160 kW (218 hp) dan torsi 320 Nm. Baterai LFP berkapasitas 69,9 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 420 km (WLTP) atau 510 km (NEDC). Pengisian cepat DC dari 30% ke 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, menjadikannya praktis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.

Untuk kenyamanan berkendara, sistem suspensi dirancang agar mampu meredam berbagai kondisi jalan, bahkan diklaim setara dengan mobil premium seperti Tesla dan Maserati. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi konsumen di Indonesia yang menghadapi kondisi jalan beragam.

Dalam hal keselamatan, Leapmotor C10 telah meraih rating bintang lima dari Euro NCAP, didukung struktur bodi kuat serta fitur ADAS lengkap yang meningkatkan keamanan berkendara.

Dengan kombinasi desain elegan, teknologi canggih, dan kenyamanan tinggi, Leapmotor C10 berpotensi menjadi pilihan menarik di segmen SUV listrik keluarga. Kehadirannya di Indonesia diprediksi akan semakin memanaskan persaingan pasar EV yang kini berkembang pesat.

First Impression: Leapmotor C10

Sinyal kuat bahwa Leapmotor bakal meramaikan pasar kendaraan Tanah Air di tahun depan, memang sudah terlihat jelas. Sebab Stellantis telah ‘berdiskusi’ mendalam bersama Indomobil Group. Namun, nampaknya pihak Indomobil belum mau mengungkap secara terang-terangan. Sepertinya memang mau menyiapkan kejutan terkait brand kendaraan listrik asal China ini.

Meski begitu, kami sempat berjumpa dengan salah satu produk Leapmotor, saat berkunjung ke Prancis, beberapa waktu silam. Produk tersebut ialah Leapmotor C10. Kami merasa mobil ini punya peluang besar untuk masuk ke Indonesia. Alasannya, tak lain didasari oleh segmen yang dituju, yakni Sport Utility Vehicle (SUV). Apalagi pasar SUV masih dilirik oleh konsumen Tanah Air.

Urban SUV

Secara fisik, kami menyukai tampilan Leapmotor C10 ini. Memang tidak mencolok, tapi bisa menarik perhatian. Dimensinya masih oke buat lalu lintas Indonesia. Panjang bodi 4.739 mm, dengan lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm, dan wheelbase 2.825 mm. Ground clearance yang berada di angka 180 mm, maka SUV ini lebih tepat untuk penggunaan urban.

Bagian depan Leapmotor C10 memiliki desain yang mengundang rasa penasaran. Apalagi ada kontur tegas layaknya mobil sport pada bumper depannya. Sepasang roof bar pada atap, menegaskan karakter sebuah SUV. Sedangkan pada bagian samping bodinya, ada lekukan aerodinamis dan disertai dengan handle pintu model flush-fitting.

Setiap ruang fender diisi dengan velg berukuran 20 inci berdesain sporty. Semoga saja spesifikasinya tidak berubah, dengan yang nanti masuk ke pasar Indonesia. Bagian belakang Leapmotor C10 menampilkan kesan modern yang kuat. Lampu belakangnya terlihat begitu ramping dan kontras dengan dimensi bodi. Sedangkan wiper kaca belakangnya ‘bersembunyi’ di balik spoiler.

Disambut kabin minimalis

Masuk ke kabin, maka akan langsung disambut dengan atmosfer modern yang minimalis. Buat konsumen yang suka ‘keramaian’ interior, sepertinya akan menilai kabin Leapmotor C10 ini terasa sepi. Tapi, bagi konsumen yang menggemari desain interior yang minim tombol fisik, sepatutnya akan merasa ‘sreg’.

Lingkar kemudinya dilengkapi dengan sepasang scroller lima-arah, sehingga memungkinkan pengemudi memilih fungsi kontrol saat berkendara. Dashboard Leapmotor C10 didominasi oleh panel instrumen berukuran 10,25 inci dan layar sentuh mutakhir 14,6 inci.

Interior Leapmotor C10 memang dirancang untuk memberikan kepraktisan. Console tengah dapat digunakan untuk meletakkan aneka barang atau mengisi daya ponsel. Tuas transmisi sengaja diposisikan pada kolom setir, agar tidak menyita ruang pada console tengah. Panoramic glass membentang seluas panel atas bodi, jadi kabin senantiasa terang.

Layak dinantikan

Kami memang tidak berlama-lama menghabiskan waktu dengan Leapmotor C10. Setidaknya kami sempat mencari tahu sumber penggerak SUV ini. Leapmotor C10 mengusung motor listrik 160 kW (setara dengan output 210 hp) dan memiliki torsi maksimum 320 Nm.

Leapmotor mengklaim bahwa battery pack 69.9 kWh yang digunakan, mampu membawa C10 hingga jarak tempuh dalam kisaran 417 km, melalui prosedur pengujian WLTP. Untuk mengisi baterai dalam kondisi 30 persen hingga 80 persen, dengan charger AC 6.6 kW, maka akan menghabiskan waktu sekitar 6,1 jam. Jika menggunakan charger DC, maka cukup 30 menit saja. Jadi, apakah SUV listrik ini patut dinantikan? Kami sih ‘yes’…

Denza D9 EV & PHEV

Lima Mobil Baru Dengan Teknologi Elektrifikasi Untuk 2025

Bicara pasar otomotif Indonesia, 2024 mungkin akan segera dilupakan. Penjualan mobil di tahun 2024 merosot signifikan meskipun merek dan model baru banyak berdatangan. Hingga November, penjualan mobil baru secara retail berdasarkan data Gaikindo, tercatat 806.721 unit.

Dengan sisa Desember, sepertinya akan sulit mencapai target satu juta unit. Meskipun produksi kendaraan roda empat atau lebih, sudah mencapai 1.097.157 unit.

Meski begitu, hal tersebut justru jadi motivasi untuk para produsen mobil untuk menggenjot performa penjualan mereka tahun depan. APM petahana sejak bulan lalu sudah mengumumkan akan membawa mobil baru untuk 2025. Sementara dari Tiongkok, akan ada beberapa merek anyar yang akan hadir di Indonesia.

Jadi, sepertinya berburu mobil baru di tahun 2025 adalah masa yang tepat. Ada apa saja? Beberapa dapat kami sarikan di bawah. Ini adalah hasil perbincangan dengan beberapa sumber.

Denza D9

BYD Denza D9 spyshot

Denza adalah merek baru yang berada di bawah naungan BYD. Merek ini merupakan hasil kolaborasi antara BYD dan Mercedes-Benz, meski akhirnya merek Jerman itu melepaskan seluruh sahamnya di Denza, beberapa waktu lalu.

Produk yang akan dibawa ke Indonesia adalah Denza D9 EV. MPV tiga baris yang mewah, seperti Toyota Alphard. Bocoran dari para tenaga penjual BYD, D9 diperkirakan hadir akan mulai Februari 2025, dengan baterai BYD Blade berkapasitas 103,3 kWh.

Denza D9 sebetulnya punya dua opsi penggerak. Selain listrik, tersedia juga D9 PHEV. Namun versi plug-in hybrid ini belum terdengar akan dibawa ke tanah air.

Geely Galaxy E5

Geely Galaxy E5 akan mengiswi ceruk mobil baru 2025

Galaxy kembali hadir ke Indonesia setelah sekian lama angkat kaki. Dulu Anda mungkin kenal Geely dengan merek Emgrand, kini mereka akan datang ke Indonesia membawa SUV Galaxy E5 terlebih dulu.

E5 merupakan mobil listrik kedua dari keluarga Geely Galaxy, yang ditenagai motor listrik berkekuatan 215 hp. Baterainya ada dua opsi, 49,52 kWh dan 60,22 kWh.

Belum ada informasi kapan merek ini akan beroperasi kembali di Indonesia, tapi kami tidak akan terkejut kalau Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 bakal jadi ajang perkenalan mereka.

Honda e:N1 & StepWGN e:HEV

Honda e:N1 dan StepWGN e:HEV paling dinanti sebagai mobil baru 2025

Honda Prospect Motor (HPM) sedang getol memperkenalkan teknologi elektrifikasi. Antara lain melalui kegiatan City Tour di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Hal ini bukan tanpa alasan karena mereka akan menjual mobil listriknya segera. Meski tidak dipastikan kapan, tapi santer terdengar HPM akan mulai menjual Honda e:N1 di kuartal pertama 2025.

SUV listrik ini mungkin mirip dengan Honda HR-V, tapi di balik bodinya tertanam platform yang beda sama sekali. Dibekali baterai lithium berkapasitas 68.8 kWh. Jarak tempuhnya diklaim hingga 500 km.

Selain e:N1, HPM juga diperkirakan segera menjual Honda StepWGN e:HEV. Kalau memang jadi, StepWGN akan berhadapan langsung dengan Nissan Serena e:Power yang juga berpenggerak hybrid.

Leapmotor

Leapmotor C10 SUV

Leapmotor akan jadi merek baru di bawah naungan manajemen Indomobil dan Stellantis. Sayangnya, Indomobil enggan mengatakan kapan akan memperkenalkan merek ini.

“Nanti diumumkan tahun depan (2025),” kata Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil Nasional Distributor.

Untuk diketahui, Leapmotor adalah merek asal Tiongkok yang berbasis di kota Hangzhou. Mereka spesialis membuat mobil elektrifikasi. Baik itu full EV ataupun EREV (Extended Range EV, ada mesin untuk mengisi ulang baterai).

Merek ini 20 persen sahamnya dikuasai oleh Stellantis, yang kemudian membentuk Leapmotor International. Di bawah Stellantis sendiri, ada mereka Jeep, FIAT, Citroen, Peugeot, Chrysler dan lainnya.

Untuk Indonesia, produk yang akan datang belum diketahui yang aman. Kemungkinannya ada dua yaitu SUV C10 yang sempat juga diperlihatkan pada kami di Paris beberapa waktu lalu. Atau C16, yang baru saja meluncur April 2024 lalu.