Leapmotor B10 Terpergok di Jakarta, Bakal Segera Launching?

Terpergok di Jalan Dalam Selubung Kamuflase, Leapmotor B10 Bakal Segera Launching?

Pasar mobil listrik di Indonesia nampaknya bakal dimeriahkan oleh satu pendatang baru. Sebuah mobil berselubung kamuflase yang diduga kuat sebagai Leapmotor B10 terpergok tengah melaju di jalanan Jakarta. Apakah mobil tersebut sedang melakukan persiapan sebelum waktu peluncuran resminya?

Saat di Beijing, China beberapa pekan lalu, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, telah memberi petunjuk bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera membawa model mobil terbaru mereka ke Tanah Air.

Walau seluruh bagian bodi mobil diselimuti oleh stiker kamuflase, namun lekukan siluet serta bentuk fisik kendaraan secara garis bedar menunjukkan identitas sebagai SUV listrik teranyar dari Leapmotor.

Kemunculannya yang tengah melenggang di ruas jalanan kota Jakarta kian mempertegas indikasi kuat mengenai kehadiran model terbaru Leapmotor di pasar Indonesia.

Prediksi pun kian menguat jika Leapmotor B10 akan debut perdana di hadapan publik Tanah Air dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

Keberadaan brand otomotif Leapmotor di Indonesia menandai babak baru bagi Indomobil Group untuk memperbanyak pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar nasional. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan oleh Leapmotor B10?

Leapmotor B10

Sejak beberapa bulan lalu di situs Bapenda DKI Jakarta ada dua model Leapmotor yang terdaftar, salah satunya yakni yakni B10. Bahkan sudah tertera harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Untuk model Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Leapmotor B10 adalah compact SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang dirancang dengan desain bergaya Eropa.

Desain tampilan eksterior B10 yang clean dan minimalis dilengkapi lampu depan Daytime Running Light (DRL) LED model lightbar yang memberi kesan modern dan futuristik. Sedangkan lampu utama berada di bagian bumper. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Yang cukup menarik perhatian adalah setup konfigurasi roda B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda. Hal seperti ini umumnya ditemukan pada mobil sport dan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara saat melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless pun turut mendukung distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi roda tetap stabil.

Kemasan interior yang simple namun terlihat elegan pun jadi daya tarik tersendiri. Pada dashboard terpampang layar utama HD 2,5K berukuran 14,6 inci yang terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara panel instrumen menggunakan layar digital 8,8 inci. Fitur premium seperti panoramic sunroof, ambient light, serta kursi dengan pemanas dan ventilasi jadi faktor pemikat.

Berdasarkan spek untuk pasar Eropa, sektor performa mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 160 kW (218 hp). Untuk sumber daya listrik, B10 hadir dengan dua pilihan baterai LFP, yakni versi 56,2 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 361 km (WLTP), dan 67,1 kWh dengan jarak jelajah hingga 434 km (WLTP).

Kemampuan pengisian daya ultra-fast charging yang dimiliki B10 jadi keunggulan tersendiri. Cukup 17 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%. Wah, sangat cepat dan efisien!

Tak hanya itu, fitur Vehicle to Load (V2L) yang dibekalkan pada B10 membuat energi baterai dapat disalurkan untuk perangkat elektronik dan kelistrikan eksternal. Mirip fungsi genset.

Kualitas keselamatan berkendara pun jadi keunggulan utama. SUV EV ini dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kamera 360°. Leapmotor B10 bahkan sukses meraih peringkat 5 bintang dari uji benturan dan keselamatan berkendara Eropa, Euro NCAP. Jadi, hati dijamin tenteram saat mengemudi.

Untuk saat ini spesifikasi teknis B10 versi pasar Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun kehadiran unit Leapmotor B10
berselubung kamuflase di jalanan umum mengisyaratkan bahwa rangkaian proses uji berkendara atau tahapan persiapan homologasi saat ini sedang berjalan jelang momen peluncuran resminya.

Camouflage Car Campaign

Kehadiran SUV Leapmotor B10 berselubung kamuflase ternyata merupakan kampanye kreatif yang diadakan oleh Leapmotor Indonesia. Kamuflase di sekujur bodi Leapmotor B10 yang mulai berkeliling di sejumlah titik strategis Jakarta mengusung desain artistik dengan tampilan visual yang unik dan eye-catching.

Kehadiran kendaraan ini pun sukses menarik perhatian masyarakat sekaligus membangun antusiasme menjelang peluncuran resmi Leapmotor B10 di Indonesia. Aktivitas brand engagement Leapmotor Indonesia ini jadi cara unik dalam memperkenalkan SUV listrik terbaru Leapmotor kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih interaktif, modern, dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini.

Desain kamuflasenya merepresentasikan karakter Leapmotor B10 sebagai kendaraan listrik modern yang menggabungkan teknologi inovatif dengan desain futuristis.

Melalui kampanye ini, Leapmotor Indonesia mengajak masyarakat untuk menemukan camouflage car Leapmotor B10 di berbagai titik strategis kota Jakarta dan mengikuti giveaway interaktif melalui QR code yang tersedia pada bodi kendaraan.

Masyarakat yang berhasil melakukan scan QR code berkesempatan memenangkan dinner untuk dua orang di hotel bintang lima dengan total hadiah senilai hingga IDR 1,5 juta.

Kampanye ini tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Leapmotor Indonesia dalam membangun awareness terhadap kendaraan listrik pintar yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas urban masa kini.

Kehadiran camouflage car di ruang publik diharapkan mampu menciptakan excitement sekaligus memperkenalkan Leapmotor B10 secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Sudah tak sabar ingin melihat wujud asli SUV EV Leapmotor B10 dari dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya….

Geely Okavango Bakal Masuk Pasar SUV Indonesia?

Tak semua konsumen cocok atau berminat dengan mobil listrik. Peminat mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) masih jauh lebih banyak. Oleh sebab itu Geely Auto Indonesia (GAI) saat ini tengah mempersiapkan untuk memboyong salah satunya ke Tanah Air.

Banyak prediksi yang beredar seputar model mobil apa yang nantinya dibawa pabrikan otomotif asal China tersebut. Salah satu nama yang muncul adalah Geely Okavango. Namanya diadopsi dari padang savannah di Afrika yang kondang dengan wisata safari.

SUV berkapasitas tujuh penumpang ini sejak tahun lalu namanya telah terdaftar dalam database kekayaan intelektual (PDKI) dengan nomor IDM001344365. Walau belum ada pengumuman resmi dari pihak Geely, langkah tersebut menjadi wujud kesiapan dari sisi legalitas untuk memasarkan model tersebut di Tanah Air. Lantas seperti apa sisi keunggulan yang ditawarkan Okavango?

SUV 7-Seater Yang Ideal

Geely Okavango posturnya terbilang cukup bongsor dengan panjang 4.860 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.770 mm. Jarak sumbu roda yang cukup panjang yakni mencapai 2.825 mm mengindikasikan ruang kabin yang lumayan lapang.

SUV yang dipasarkan di China pakai label Haoyue ini ternyata kembaran dari Proton X90 yang dipasarkan di Malaysia. Lebih tepatnya, Proton X90 adalah versi rebadge dari Geely Okavango. Platform bodi serta mesin yang digunakan sama, cuma sedikit perbedaan gaya tampilan dan fitur.

Tampilan eksteriornya terlihat modern dan elegan dengan grille ukuran extra besar. Lampu depan dan belakang pakai LED. Kaca spion pun sudah model lipat elektrik. Pintu bagasi juga sudah model bukaan elektrik.

Elemen pendongkrak gaya tampilan seperti antena shark fin, roof rail, spoiler belakang, serta pelek berukuran 18 inci menguatkan aura SUV keluarga yang stylish dan sporty.

Dengan konfigurasi 2-3-2, kabin Okavango bisa memuat tujuh penumpang dewasa. Jok dikemas ala SUV mewah dengan material kulit berpola jahitan diamond serta lekuk dessin yang ergonomis. Pengemudi pun dapat mengatur posisi duduk dengan mudah berkat pengaturan elektrik.

Jika butuh ruang extra untuk membawa barang bawaan yang lebih banyak, jok belakang bisa dilipat dengan konfigurasi 50:50 untuk meningkatkan volume ruang bagasi.

Kenyamanan selama perjalanan ditunjang sistem pendingin udara triple-zone otomatis, lengkap dengan ventilasi di setiap baris. Hawa sejuk merata ke seluruh ruang kabin.

Pada dashboard berdesain minimalis namun elegan terpampang layar sentuh 12,3 inci dengan konektivitas Mirror Link dan Bluetooth. Panel instrumen digital berukuran sama di balik kemudi menampilkan informasi berkendara dengan lengkap.

Geely Okavango juga dilengkapi panoramic sunroof, tombol start/stop, keyless entry, port USB, serta power outlet 12 volt yang jadi fitur wajib pada SUV premium masa kini. Masih ditambah dengan wireless charging smartphone. Fitur yang lengkap dan sesuai kebutuhan penggunanya.

Fitur Berkendara Lengkap

Fitur keselamatan dan bantu berkendara yang dibekalkan pada Okavango pun cukup lengkap. SUV ini memiliki enam airbag, sistem pengereman ABS, electronic stability control, serta ISOFIX untuk kursi balita.

Fitur berkendara esensial seperti hill-hold control, hill-descent control, sensor parkir, kamera 360 derajat, tire pressure monitoring system hingga fitur anti-theft (anti maling) dan pengingat pintu terbuka terdapat pada Okavango.

Paket sistem bantuan berkendara terpadu Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dibekalkan pun cukup lengkap. Fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), Rear Cross Traffic Alert, dan Automatic Emergency Braking (AEB) meningkatkan kualitas keselamatan berkendara dalam setiap perjalanan.

Performa Mesin Hybrid Efisien

Di sektor performa, Geely Okavango dibekali  mesin bensin 1.5 liter turbocharged dengan modul mild hybrid 48V. Output tenaga yang dihasilkan mencapai 190 hp dengan torsi puncak 300 Nm. Transmisi pakai versi automatic dual-clutch (DCT) 7-speed.

Pengemudi pun dapat memilih opsi mode berkendara sesuai kebutuhan, yakni Sport, Eco dan Comfort.

Untuk ukuran SUV 7-seater, konsumsi BBM Okavango diklaim cukup irit yakni mencapai 6,6 liter/100 km atau sekira 15 km per liter.

Guna menunjang kenyamanan dan stabilitas berkendara, suspensi depan menggunakan MacPherson strut, dan di belakang pakai jenis multi-link.

Bakal Segera Masuk Indonesia?

Geely Okavango ternyata sudah lebih dulu dipasarkan di Filipina dalam dua varian, yakni Elite AT (standar) dan Urban Plus yang fiturnya lebih lengkap.

Harga jualnya mulai dari 1.368.000 Peso hingga 1.765.000 Peso, atau sekira Rp 386 jutaan sampai Rp 498 jutaan. Sesuai regulasi terbaru di Filipina, Okavango masuk kategori mobil hybrid yang mendapatkan insentif pajak.

Sementara saudara kembarnya di Malaysia yakni Proton X90 (2026) dibanderol mulai dari 106.800 Ringgit – 122.800 Ringgit. Lebh kurang sekira Rp 473 jutaan hingga Rp 544 jutaan.

Jika nantinya Okavango resmi dipasarkan di Indonesia, harga jual yang kompetitif jadi pertimbangan yang harus digodok oleh GAI agar dapat bersaing dengan kompetitor. Kita tunggu kemunculannya…

Hyundai Ioniq 3 “Aero Hatch” Siap Rebut Pasar EV Eropa

Mampukah Hyundai Ioniq 3 “Aero Hatch” menggugah konsumen di pasar kendaraan listrik Eropa yang semakin kompetitif? Pertanyaan ini mengemuka setelah Hyundai Motor Company memperkenalkan model terbarunya untuk model year 2027. Meski belum resmi diluncurkan, kehadiran Ioniq 3 sudah menarik perhatian sebagai salah satu calon pemain penting di segmen EV kompak.

Diproduksi di Izmit, Turki, Ioniq 3 diproyeksikan menjadi tulang punggung baru Hyundai di Eropa. Menurut Xavier Martinet, model ini dirancang untuk menjangkau spektrum konsumen yang lebih luas, mulai dari pengguna urban hingga pecinta mobil listrik yang menginginkan efisiensi tanpa mengorbankan gaya.

Aero Hatch Nan Sexy

Secara desain, Ioniq 3 tampil dengan pendekatan “Aero Hatch” yang unik. Mengusung bahasa desain Art of Steel, mobil ini tampil futuristik dengan garis bodi aerodinamis dan overhang belakang pendek. Tak heran jika banyak media Eropa menjulukinya sebagai “Baby Ioniq 5”. Sentuhan lampu LED pixel khas Hyundai, baik di depan maupun belakang, memperkuat identitas visualnya.

Koefisien hambatan udara (Cd) yang hanya 0,263 menjadi bukti keseriusan Hyundai dalam mengoptimalkan efisiensi aerodinamika. Dimensi kompak dengan panjang sekitar 4,1 meter dan wheelbase 2.680 mm juga memastikan keseimbangan antara kelincahan dan ruang kabin yang lega. Bahkan, kapasitas bagasi mencapai 441 liter, ditambah kompartemen ekstra “Megabox” sebesar 119 liter.

Interior Praktis dan Modern

Masuk ke interior, Ioniq 3 mengedepankan konsep minimalis modern yang fungsional. Layar head unit 14,6 inci dan panel kontrol AC 12,9 inci terintegrasi dengan sistem infotainment terbaru Hyundai, Pleos Connect berbasis Android Automotive OS. Tata letak ergonomis, wireless charging pad, hingga sistem audio Bose semakin menegaskan kenyamanan kabin untuk penggunaan harian.

Dari sisi fitur keselamatan, Hyundai membekali Ioniq 3 dengan sistem ADAS SmartSense. Teknologi seperti Highway Driving Assist 2, Blind-Spot View Monitor, dan Remote Smart Parking Assist memberikan lapisan keamanan ekstra, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pengemudi di berbagai kondisi jalan.

Untuk performa, Ioniq 3 menggunakan platform E-GMP 400 volt yang juga digunakan oleh model seperti Kia EV3. Tersedia dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 km, serta 61 kWh yang mampu mencapai 496 km. Pengisian cepat dari 10% ke 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit, menjadikannya kompetitif di kelasnya.

Varian penggerak roda depan menawarkan tenaga 133 hp dan 145 hp, sementara versi performa tinggi AWD mampu menghasilkan hingga 288 hp. Ini memberikan pilihan fleksibel bagi konsumen, baik yang mengutamakan efisiensi maupun performa.

Namun, tantangan terbesar Ioniq 3 adalah ketatnya persaingan. Model ini harus berhadapan dengan rival kuat seperti Volvo EX30, Renault 5 E-Tech, BYD Dolphin, hingga Volkswagen ID. Polo yang sudah lebih dulu mengisi segmen ini.

Dengan kombinasi desain atraktif, teknologi canggih, dan efisiensi tinggi, Hyundai Ioniq 3 memiliki potensi besar untuk merebut hati konsumen Eropa. Namun, keberhasilannya tetap akan ditentukan oleh strategi harga, positioning produk, serta kemampuan Hyundai dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Sistem ADAS G-ASD Geely Lolos Standar Uni Eropa, Siap Dipakai!

Pada awal Januari 2026 lalu Geely baru saja memperkenalkan generasi terbaru teknologi ADAS (Advance Driver’s Assistance System) mereka dalam pameran teknologi Consumer Electronic Show (CES) 2026 di Las Vegas, AS. Sistem berbasis AI yang diberi nama “Geely-Afari Smart Driving” atau G-ASD ini dikatakan telah mendukung sistem otonom Level 3. Teknologi G-ASD bahkan telah digunakan pada model kendaraan Lynk & Co–salah satu sub-brand di bawah naungan Geely. Persaingan teknologi sistem bantuan berkendara terpadu ADAS global bakal kian sengit pastinya.

Tak butuh waktu lama, sistem ADAS G-ASD baru saja mendapatkan sertifikasi UN R171 dari badan uji Uni Eropa. Dengan sertifikasi tersebut, maka sistem G-ASD legal untuk digunakan di seluruh jalan raya kawasan Uni Eropa. Sejumlah model kendaraan dari brand di bawah naungan Geely Auto Group akan dilengkapi sistem G-ASD dan segera dipasarkan di Eropa paling cepat Juni 2026 mendatang. Gercep juga…

Apa Itu G-ASD?

Sistem ADAS G-ASD dikembangkan oleh Afari (Qianli) Technology, perusahaan sektor teknologi dari anak usaha Geely yakni Lifan Group yang berpusat di Chongqing, China.

Teknologi G-ASD ini dikembangkan dari sistem software G-Pilot yang dibuat oleh Afari untuk Geely. Pengaplikasian teknologi berbasis artificial intelligence (AI) pada sistem kendali fitur kendaraan menjadikan sistem G-ASD lebih canggih dari G-Pilot. Ini adalah bagian dari strategi teknologi “AI + Auto” yang disiapkan untuk kendaraan Geely di masa depan.

Inti utama dari G-ASD adalah World Action Model, atau WAM, kemampuan sistem kendaraan untuk bisa merespon kondisi di sekeliling secara lebih intuitif dan presisi. Dengan demikian, kinerja sistem bantuan berkendara akan menjadi lebih alami dan sempurna

Sistem G-ASD dibangun menggunakan basis platform AI 2.0 hasil rancangan mandiri Geely. Dengan arsitektur modular ini, kinerja sistem akan lebih konsisten dan stabil dalam mendeteksi perubahan kecepatan, jarak dan pergerakan obyek, serta perilaku dan gaya berkendara sehari-hari. Sistem juga secara berkala mengupdate dan meningkatkan koordinasi seluruh sistem yang ada pada kendaraan.

WAM menginput data dari beragam sumber, termasuk data autonomous driving, interaksi pengemudi, input sensor kendaraan, serta beragam data dari sumber eksternal.

Hasil pengolahan data yang dinput menjadi acuan kendali kinerja pada mesin, sasis, sistem sensor elektronik, serta fungsi fitur berkendara. Untuk versi berbasis Cloud, parameter dan kalkulasi yang diinput bisa lebih dari 100 miliar data. Wuih… canggih!

G-ASD Siap Melenggang Di Eropa

Sertifikasi UN R171 yang diperoleh Geely tak ubahnya ‘SIM’ yang membuat sistem G-ASD legal dan bebas digunakan pada seluruh kendaraan Geely yang beredar di negara anggota United Nations Economic Commission for Europe. Tak perlu repot lagi harus mengajukan izin di masing-masing negara.

Untuk pasar Eropa, mobil buatan Lotus akan jadi yang pertama dibekali sistem G-ASD. Walau brand asal Inggris, tapi mayoritas sahamnya dimiliki Geely Auto Group, anak usaha di bawah Geely Holding Group.

Persyaratan sertifikasi tersebut memang tidak mudah. Di Eropa, sistem otonom dapat digunakan di jalan tol, namun hanya sebatas bantuan navigasi. Untuk penggunaan di jalan raya perkotaan, syarat dan pengujiannya amat sangat ketat.

BMW bahkan baru memperolehnya pada 2025. Sebagai catatan, Mercedes-Benz jadi yang pertamakali mendapatkan sertifikasi sistem otonom L3 di dunia.

Teknologi yang dikembangkan Afari menarik minat Mercedes-Benz untuk menyuntik dana investasi senilai 1,34 miliar Yuan atau sekira Rp 3,3 trilyun! Pabrikan Jerman ini pun kini punya andil saham sebesar 3% di Afari. Cara cerdas untuk bisa memanfaatkan teknologi G-ASD dan sistem turunannya.

Struktur Bodi JETOUR T2 Super Kokoh, Siap Angkat Beban 350 Kg

Masih banyak konsumen di Indonesia yang meragukan kualitas kendaraan dari pabrikan otomotif asal China. Keraguan tersebut coba dijawab secara langsung oleh JETOUR melalui demonstrasi kekuatan struktur bodi SUV andalannya, JETOUR T2.

Dalam sebuah acara Media Iftar yang digelar di MGP Space pada Selasa (10/3), dua unit JETOUR T2 dipamerkan dengan cara yang cukup unik. Kedua SUV tersebut digunakan sebagai penopang layar LCD berukuran besar yang memiliki bobot lebih dari 350 kilogram.

Demonstrasi tersebut memperlihatkan bagaimana struktur atap kendaraan mampu menahan beban berat tanpa mengalami deformasi yang berarti. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa konstruksi bodi JETOUR T2 dirancang dengan standar kekuatan tinggi untuk menunjang keselamatan berkendara.

Menurut Moch Ranggy Radiansyah, aspek keselamatan menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan setiap produk JETOUR.

“Bagi JETOUR, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. Melalui demonstrasi ini kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi dasar keamanan dalam setiap perjalanan,” jelas Ranggy kepada awak media.

Secara teknis, struktur bodi JETOUR T2 menggunakan konstruksi Hardtop Cage Body Monocoque yang memanfaatkan sekitar 80 persen material high-strength steel. Struktur ini mampu memberikan stabilitas tinggi sekaligus kekuatan rangka yang optimal.

Hasilnya, rangka bodi mobil ini mampu menahan beban statis hingga 300 kilogram dengan tingkat rigiditas torsi mencapai 31.000 Nm per derajat. Dengan kemampuan tersebut, tak heran jika SUV ini berhasil meraih peringkat keselamatan tertinggi atau lima bintang dari lembaga pengujian keselamatan kendaraan ASEAN NCAP.

Selain struktur bodi yang kuat, JETOUR T2 juga dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern. Salah satunya adalah teknologi 540° JETOUR Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan, termasuk tampilan sasis transparan untuk membantu pengemudi bermanuver di area sempit maupun medan sulit.

SUV ini juga dibekali kemampuan Flood Ready & Terrain Ready yang memungkinkan kendaraan menghadapi berbagai kondisi jalan. Melalui fitur Wading Radar, sistem kendaraan mampu mendeteksi kedalaman air secara real time saat melintasi genangan.

Dengan ground clearance mencapai 220 mm, JETOUR T2 diklaim mampu melewati genangan air hingga kedalaman sekitar 700 mm. Kemampuan ini tentu menjadi nilai tambah bagi SUV yang dirancang sebagai kendaraan penjelajah.

Untuk mendukung keselamatan berkendara yang lebih canggih, JETOUR T2 juga dibekali paket sistem bantuan mengemudi ADAS Bosch Suite yang mengusung radar generasi kelima dan kamera generasi ketiga. Sistem ini menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System yang membantu menjaga stabilitas kendaraan sekaligus mempertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan.

Dalam kesempatan yang sama, Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting menjelaskan bahwa perjalanan mudik di Indonesia memiliki karakteristik yang cukup menantang.

Volume kendaraan yang sangat besar, durasi perjalanan panjang, serta kondisi jalan yang beragam sering kali menjadi faktor yang meningkatkan risiko kelelahan pengemudi.
Karena itu, menurutnya kendaraan dengan struktur kokoh serta fitur keselamatan yang lengkap menjadi faktor penting untuk mendukung perjalanan jarak jauh yang aman dan nyaman, terutama selama musim mudik Lebaran.

Kia Tampil di IIMS 2026 Dengan Memboyong Carens Generasi Baru

Brand otomotif asal Korea Selatan, Kia turut tampil di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Kia untuk bisa terus berkiprah di pasar otomotif Indonesia.

Langkah strategis ini sejalan dengan adanya reorganisasi manajemen Kia Sales Indonesia yang kini dikelola langsung oleh prinsipal pusat. Kia kini hadir dengan semangat dan citra baru sebagai brand otomotif global yang modern, relevan, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.

IIMS 2026 menjadi momentum penting bagi Kia untuk bisa berinteraksi langsung dengan konsumen Indonesia. Tak hanya membuka dialog yang lebih luas tentang kebutuhan dan ekspektasi dari para konsumen, tapi juga cara pandang masyarakat Indonesia terhadap trend mobilitas.

Respon para konsumen diharapkan dapat menjadi input bagi Kia dalam membangun relasi jangka panjang dengan pasar otomotif Indonesia.

Sejumlah sentuhan bernuansa budaya Korea di area booth merefleksikan karakter Kia sebagai brand Korea Selatan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung IIMS.

The All New Carens

Salah satu produk unggulan terbaru Kia yang diboyong ke IIMS 2026 adalah All New Carens. Tak sekadar mengalami penyegaran visual. All New Carens merupakan sarana penunjang mobilitas masyarakat perkotaan yang sekaligus menjadi wujud transformasi Kia dalam menghadirkan kendaraan modern dan canggih yang mampu membangkitkan gairah emosional para pemiliknya.

Pembaruan desain, penyempurnaan fitur dan teknologi, serta pendekatan yang lebih modern merupakan bagian dari evolusi MPV Kia Carens yang dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak lama.

“Peluncuran The All New Carens di IIMS 2026 menjadi langkah strategis bagi Kia dalam menghadirkan produk yang semakin selaras dengan kebutuhan keluarga Indonesia. Melalui The Next Chapter Kia dan wajah baru dari The All New Carens, kami ingin menawarkan kombinasi antara kenyamanan, fleksibilitas, serta desain modern yang relevan dengan dinamika mobilitas saat ini,” ujar Jong Sung Park, CEO Kia Sales Indonesia.

MPV Ideal Idaman Keluarga

Bahasa desain terbaru Kia, Opposite United, menonjolkan karakter yang lebih berani dan modern pada tampilan All New Carens.

Dengan panjang 4.550 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.708 mm, postur All New Carens terbilang proporsional.

Evolusi desain pada MPV legendaris Kia ini terlihat pada fascia depan bergaya Digital Tiger Face dengan Diamond Finish Decor yang jadi ciri khas baru mobil Kia. Nuansa futuristik kian kuat dengan lampu siang hari (DRL) LED Star Map yang terintegrasi dengan lampu sein serta lampu utama LED model Ice Cube MFR.

Lampu belakang LED Star Map yang seolah nenyatu antara sisi kiri dan kanan, bikin All New Carens tampil beda dari generasi sebelumnya. Kesan sporty kian kental berkat desain baru pada bumper depan denhan imbuhan skid plate warna silver. Kesan MPV premium pun dikuatkan oleh velg alloy 17-inci Crystal Cut Dual Tone, serta imbuhan sunroof.

Pilihan warna eksterior Clear White, Gravity Gray, Ivory Silver, dan Aurora Black memberi kesan mewah dan elegan.

Kabin Lapang dan Nyaman

Dengan konfigurasi 7-seater yang fungsional serta opsi 6-seater berkarakter luxury premium, All New Kia Carens menawarkan ruang kabin yang lapang, fkeksibel dan nyaman sesuai karakternya sebagai MPV.

Kemasan interior bergaya modern dan semi futuristik didominasi warna hitam dengan balutan bahan Premium Fabric yang lembut dan berkesan mewah.

Pada varian teratas dilengkapi layar digital Dual Panoramic Display, yang terdiri dari sepasang layar 12,3 inci sebagai penampil fungsi infotaintment dan panel instrumen. Layar infotainment pada All New Kia Carens dilengkapi konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto.

Pada varian tertentu, dilengkapi layar TFT LCD 4.2-inci Supervision Cluster dan layar infotainment 8 inci yang mengedepankan aspek fungsional serta kemudahan akses informasi.

Fitur pendukung kenyamanan seperti Infotainment/Temperature Control Swap Switch, wireless smartphone charger, remote engine start, electric one touch tumble seat, serta seatback table dirancang untuk mendukung pengalaman berkendara yang praktis dan ramah keluarga.

Perjalanan makin menyenangkan dengan tata audio Bose® 8 Speaker Premium Sound System yang menghasilkan output suara nan syahdu.

Performa dan Fitur Berkendara

Di sektor performa, All New Carens dibekali mesin 1.5L Smartstream Gamma II DOHC Dual CVVT bertenaga 113 hp dan torsi 144 Nm. Penyaluran performa lebih halus dan efisien berkat transmisi jenis Intelligent Variable Transmission (IVT).

Perihal keselamatan berkendara, All New Carens dilengkapi sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) dengan deretan fitur lengkap. Mulai dari Forward Collision Warning (FCW), Forward Collision Avoidance Assist (FCA), Lane Keeping Assist dan Lane Follow Assist, Smart Cruise Control dengan Stop & Go, serta Blind Spot Collision Warning & Avoidance Assist.

Selain itu, fitur keselamatan lain seperti 6 airbags, Dual SRS Airbags, Surround View Monitor, Rear View Monitor, Forward & Reverse Parking Distance Warning, dan Tire Pressure Monitoring System (TPMS) hadir untuk memberi perlindungan menyeluruh.

Harga Kompetitif

Setelah diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun ini, label harga MPV keluarga ini akhirnya diumumkan secara resmi.

All New Carens hadir di Indonesia dalam tiga varian dengan harga jual yang kompetitif.

Label harganya mulai dari Rp 319.000.000 (Trendy). Untuk varian Motion dibanderol seharga Rp 359.000.000 dan untuk varian Signature harganya Rp 399.000.000, (harga on the road Jakarta).

Kia memberikan layanan purnajual hingga 4 tahun, meliputi towing service, jump-start battery, bantuan ban kempis, pengantaran bahan bakar darurat, hingga locksmith service.

Guna memberikan ketenangan dan rasa aman bagi para konsumen, Kia memberi jaminan garansi kendaraan selama 7 tahun atau 200.000 km dan jaminan suku cadang selama 12 bulan atau 20.000 km, mana yang tercapai lebih dulu.

Zeekr 001 Cuma Butuh 7 Menit Untuk Mengisi Penuh Baterai!

Meskipun belum genap dua tahun, mobil listrik Zeekr 001 mengalami upgrade fitur dan teknologi untuk model tahun 2026. Mobil listrik berbodi ala shooting-brake lansiran sub-brand dari Geely Auto ini tak ingin kalah langkah dari para kompetitornya.

Upgrade yang dilakukan berkaitan dengan kebutuhan konsumen yang ingin agar waktu pengecasan bisa lebih cepat serta jarak jelajah yang lebih jauh. Nah, mulai terbayang seperti apa upgradenya?

Upgrade Sistem Kelistrikan

Hal krusial dan mendasar yang diupgrade yakni konstruksi rancang bangunnya. Revisi dan sejumlah penyesuaian teknis dilakukan pada arsitektur konstruksi Sustainable Experience Architecture (SEA). Dinamika handling berkendara Zeekr 001 pun kini jadi kian sempurna.

Zeekr 001 versi upgrade ini tersedia dalam dua versi penggerak, yakni motor elektrik tunggal penggerak roda belakang (RWD), dan varian motor elektrik ganda penggerak all-wheel drive (AWD).

Sistem kelistrikan 800 volt yang digunakan pun telah diupgrade dengan sistem voltase tinggi 900 volt. Dengam sistem kelistrikan versi terbaru ini Zeekr 001 dikatakan bisa mengakomodir pengecasan super cepat dengan output daya hingga 1.140 kW.

Untuk output daya setara, di AS saat ini baru ada SPKLU Tesla Megacharger yang punya daya sedemikian besar, dan masih tahap uji coba. Sementara itu di daratan China, Zeekr saat ini sudah mulai mengopersikan SPKLU berdaya 1.300 kW. Hmm…menakjubkan!

Ada dua versi baterai yang ditawarkan pada Zeekr 001. Versi pertama yakni baterai Golden Battery lansiran Zeekr yang berdaya 95 kWh. Dengan platform 900V, cuma butuh waktu 7 menit untuk pengecasan dari 10-80 persen! Baterai jenis baru ini hanya tersedia pada varian AWD. Jarak jelajahnya diklaim bisa tembus 710 km, berdasarkan siklus uji CLTC yang berlaku di RRC.

Versi kedua yakni baterai Qilin berdaya 103 kWh lansiran CATL. Pengecasan dari 10-80 persen dikatakan butuh waktu 10 menit. Daya jelajah baterai ini berdasarkan siklus uji CLTC mampu tembus hingga 762 km.

Perihal performa, dijamin bikin Anda tergiur dan tercengang. Varian RWD motor tunggal output dayanya 370 kW (496 hp). Akselerasi 0 – 100 km/jam cuma butuh 4,98 detik.

Jika ingin yang lebih bergairah, pilihannya versi AWD. Zeekr 001 versi terdahulu output dayanya 580 kW (777,8 hp) dan butuh waktu 3,3 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam. Versi terbaru outputnya lebih besar yakni 680 kW (912 hp). Akselerasi 0-100 km/jam cuma butuh waktu 2,83 detik! Namun top speed dibatasi hanya 280 km/jam demi keselamatan berkendara.

Upgrade Fitur dan Teknologi

Agar tetap memikat konsumen, fitur dan teknologi pada Zeekr 001 pun diupgrade.

Pada plafon terpasang kaca panoramik yang terintegrasi lampu LED berpola taburan bintang. Mirip lampu Starlight pada plafon mobil Rolls-Royce. Fitur yang benar-benar membawa nuansa romantis…

Sistem infotainment kini mengandalkan fitur proyeksi head-up display (HUD) berukuran extra lega yakni 39.3-inci. Panel instrumen di balik kemudi menggunakan layar 13-inci. Di kabin belakang juga dibekali layar 8-inci.

Dalam hal teknologi berkendara, Zeekr 001 kini dibekali sistem ADAS baru yakni Zeekr G-Pilot H7 yang mengandalkan 31 sensor termasuk LiDAR.

Kinerja sistem ADAS dikendalikan oleh chip Nvidia Drive Thor-U. Chip komputer canggih berbasis AI ini mampu melakukan komputasi hingga 700 TOPS (Tera Operations Per Second). Ya, sebanyak 700 tera perintah secara simultan setiap detiknya!

Kedua teknologi mutakhir ini menggantikan sistem ADAS Mobileye EyeQ5H dan chip Nvidia Drive Orin yang kemampuannya “cuma” 508 TOPS.

Upgrade Harga

Tak hanya melakukan upgrade fotur dan teknologi, harga jual pun turut “diupgrade”.

Saat diluncurkan pada Agustus 2024 lalu, 2025 Zeekr 001 varian termurah dibanderol mulai dari 259.000 yuan (Rp 603 jutaan). Model tahun 2026 kini dibanderol mulai dari 269.800 yuan (Rp 628 jutaan). Cuma selisih Rp 25 jutaan.

Varian teratas pun harganya cuma selisih 800 yuan (Rp 1,8 jutaan), dari 329.000 yuan menjadi 329.800 yuan.

Para konsumen di China saat ini sudah bisa melakukan pemesanan. Ada diskon subsidi sebesar 10.000 yuan (Rp 23 jutaan) untuk pemesanan sebelum 31 Desember 2025. Bahkan tersedia pula opsi trade-in alias tukar tambah dengan cash-back 10.000 yuan. Selisih harganya sepadan dengan manfaat yang diperoleh dari versi upgrade.

Suzuki e-Vitara Tembus Predikat Empat Bintang Uji Keselamatan 

Kabar menggembirakan bagi Maruti Suzuki, model terbaru Suzuki e-Vitara sukses meraih predikat empat bintang penuh pada hasil uji benturan Euro NCAP.

Euro NCAP (New Car Assessment Program) melakukan serangkaian uji benturan pada berbagai aspek keselamatan berkendara untuk kendaraan yang dipasarkan di Eropa.

Berdasarkan laporan pada situs resmi Euro NCAP, ada sejumlah indikator penilaian yang membuat Suzuki e-Vitara gagal meraih predikat sempurna lima bintang dalam uji benturan Euro NCAP. Hasil predikat empat bintang yang dicapai mobil listrik perdana Suzuki produksi India ini cukup memuaskan. Pasalnya, banyak mobil yang gagal dalam uji benturan Euro NCAP.

Meskipun rangkaian uji benturan Euro NCAP hanya dilakukan pada mobil Suzuki e-Vitara varian GLX, LHD, namun hasil uji tetap berlaku untuk varian lainnya.

Rangkaian Uji Euro NCAP

Uji benturan Euro NCAP melalui beberapa tahapan dan skenario. Mulai dari benturan depan, samping serta menabrak berbagai obyek. Dalam berbagai skenario benturan, fitur keselamatan berkendara bekerja dengan baik dan sempurna. Bahkan airbag mampu mengembang dengan normal.

Kekuatan struktur rangka mobil terutama area kabin juga menjadi salah satu aspek yang dinilai. Meskipun rangka bodi terdapat kerusakan akibat benturan, namun cukup kokoh dan mampu melindungi seluruh penumpang dalam kabin dengan baik.

Aspek pengujian lain pada Euro NCAP yakni fitur penunjang keselamatan berkendara, antara lain uji sistem ADAS dan sensor radar untuk sistem pengendaraan otonom.

Dalam hal perlindungan pada penumpang dewasa, Suzuki e-Vitara berhasil meraih skor 77 persen. Kabin mobil ini punya airbag yang lengkap hingga ke bagian pilar pintu.

Aspek perlindungan pada penumpang balita dan kanak-kanak mendapat skor 85 persen. Pada kabin mobil ini dilengkapi dudukan ISOFIX atau kursi khusus untuk balita dan kanak-kanak. Saat terjadi kecelakaan atau benturan, penumpang kanak-kanak dan balita terlindungi dengan baik.

Aspek penilaian uji benturan pada pengguna pedestrian seperti pejalan kaki maupun pesepeda mendapat skor 79 persen. Bagian depan mobil terutama bumper, grille serta kap depan dirancang agar tak menimbulkan cidera yang terlalu fatal pada korban yang tertabrak. Risiko korban jiwa pun dapat diminimalisir.

Aspek penilaian pada sistem ADAS mobil ini skornya tidak terlalu tinggi yakni 72 persen. Meskipun fitur sistem ADAS yang dibekalkan tergolong lengkap, namun dalam beberapa kondisi kinerjanya dianggap kurang optimal walau secara keseluruhan tidak ada gejala malfungsi sistem.

Pengujian Euro NCAP yang dilakukan pada Suzuki e-Vitara berkaitan dengan rencana ekspor ke pasar Eropa. Mobil listrik perdana Suzuki ini akan merambah kawasan Inggris, Jerman, Perancis, Norwegia, Denmark, Swiss, Belanda dan masih banyak lagi.

Uji Euro NCAP jadi syarat mutlak bagi mobil baru yang akan dipasarkan di Eropa. Selain itu, hasil uji menjadi barometer kualitas keselamatan dan keamanan berkendara produk yang menjalani pengujian. Tak hanya di kawasan Eropa, tapi juga di pasar global.

Dengan predikat empat bintang yang diraih dalam uji Euro NCAP, jalan yang akan dilalui Suzuki e-Vitara di pasar kawasan Eropa kian mulus. Hasil uji menjadi pertanda jika Suzuki e-Vitara punya kualitas yang tak kalah dari mobil brand lain di kelasnya.

 

 

 

Mobil Listrik Afeela 1 Akhirnya Segera Diproduksi

Setelah melalui penantian cukup panjang, mobil listrik Afeela 1 akhirnya bakal segera diproduksi. Saat ini pihak Sony Honda Mobility sudah mulai melakukan persiapan tahap pra-produksi di fasilitas manufaktur East Liberty yang berlokasi di Ohio, AS.

Para konsumen yang sudah lama menanti kabar Afeela 1 akhirnya kini bisa lebih tenang. Buah dari kemitraan bersama antara Sony dan Honda tersebut proses produksinya akan segera terealisasi.

Menanti Sejak 2023

Sejak tampil perdana dalam event Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas pada tahun 2023, mobil bervisi masa depan ini mengalami proses riset dan pengembangan teknologi yang cukup panjang serta berliku.

Mulai dari sistem pengendaran semi otonom dan ADAS, baterai mutakhir hingga teknologi multimedia yang terintegrasi dengan fitur game konsol PS5 jadi daya tarik pada Afeela 1.

Ditambah lagi kemasan desain eksterior dan interiornya yang bergaya mobil perkotaan masa depan. Banyak yang kepincut dan siap memesan Afeela 1. Hanya saja banyak yang sangsi karena belum ada kepastian kapan Afeela 1 bakal mulai diproduksi.

Nah, kini Sony Honda Mobility sudah mulai membuka daftar pemesanan mobil listrik ini. Cukup dengan uang panjar (DP) pre-booking sebesar $200 yang bisa diuangkan kembali jika ada pembatalan.

Ada dua varian yang ditawarkan yakni Origin dengan label harga mulai dari $89.900 (Rp 1,43 miliar), dan Signature, harganya mulai dari $102.900 (Rp 1,78 miliar). Untuk ukuran mobil listrik sekelas Vinfast VF8, label harga di atas Rp 1 miliaran tentu bagi sebagian besar konsumen terbilang mahal. Label harga Vinfast VF8 bahkan hanya separuh dari Afeela 1 Origin yakni sekira $47.000.

Meskipun sudah siap diproduksi, pemesan harus sabar menanti hingga unit pesanan mereka mulai dikirim paling cepat pertengahan tahun 2026. Bahkan dikatakan jika yang akan diproduksi lebih dahulu adalah varian yang lebih mahal yakni Signature. Bagi yang berminat pada varian standar Origin tentu harus lebih banyak bersabar hingga unit pesanan selesai diproduksi pada tahun 2027.

Fitur Memikat

Karena varian yang akan diproduksi lebih dulu adalah Signature, maka kami pun penasaran seperti apa ragam konten yang dibekalkan.

Dari segi performa, Afeela 1 varian Signature dibekali dua motor elektrik berpenggerak all-wheel drive (AWD) beroutput 241-hp.

Untuk baterainya berkapasitas daya 91 kWh dengan estimasi jarak jelajah maksimum 480 km. Sistem pengisian daya baterai sudah dilengkapi soket NACS untuk SPKLU jenis Supercharger dari Tesla dengan output daya maksimum 150 kW.

Fitur yang dibekalkan pada kabin meliputi layar digital untuk sistem multimedia bagi penumpang depan maupun belakang. Juga terdapat kamera pemantau di dashboard dan fitur game konsol built-in PS5.

Sistem tata suara digadang menggunakan versi 3D Sounds lansiran Sony yang berkualitas suara audiophile. Anda dijamin bagai sedang bersantai mendengarkan alunan musik di ruang pribadi dengan sistem audio super premium!

Sebagai mobil listrik dengan visi mobilitas cerdas, sistem bantu berkendara terpadu Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang dibekalkan tentu sangat mutakhir.

Afeela 1 dibekali 40 sensor (kamera, lidar, radar, dan sensor sonar ultrasonic) untuk menunjang kinerja sistem ADAS. Teknologi canggih AI juga jadi bagian dari sistem pendukung pada Afeela 1. Bahkan digadang chip ECU yang dibekalkan mampu melakukan prosedur operasi secara simultan hingga 800 trilyun per detik!

Afeela 1 memang bukan mobil listrik untuk kaum mendang mending. Teknologi yang dibekalkan memang sangat canggih dan mutakhir. Mungkin Afeela 1 adalah gambaran sebuah mobil listrik yang sangat ideal… tentu saja harganya tak akan murah.

 

Toyota Sienta Modular Juno Tampil Atraktif dan Modern, Kapan Masuk ke Indonesia?

Toyota Sienta Modular Juno resmi diperkenalkan di Jepang. MPV yang punya ciri khas pintu geser (sliding door) kini telah masuk ke merupakan generasi ketiga.

Nah, seberapa banyak perubahan desain dan teknologi yang kini diusung oleh Sienta?

Upgrade Fitur Teknologi

Semua varian Toyota Sienta Modular Juno kini dilengkapi rem parkir elektronik, termasuk pula fungsi Auto Hold yang dapat difungsikan sesuai keinginan dan kebutuhan pengemudi.

Sistem bantu berkendara terpadu ADAS Toyota Safety Sense juga mengalami upgrade fitur. Pada semua varian Sienta kini dilengkapi Adaptive Cruise Control dengan fungsi all-speed follow. Fitur canggih Proactive Driving Assist (PDA) juga dibekalkan pada semua varian Toyota Sienta. Tak hanya itu, varian entry level kini juga sudah dilengkapi fitur kontrol AC otomatis.

Hybrid Atau Non-hybrid?

Pada sektor performa, ada dua pilihan mesin, yakni hybrid dan non-hybrid. Versi non-hybrid dibekali mesin bensin empat silinder 1,5 liter naturally-aspirated. Mesin berkode M15A-FKS ini output tenaganya 118 HP dengan torsi 145 Nm. Transmisinya jenis Direct Shift-CVT.

Versi hybrid Toyota Sienta Modular Juno menggunakan mesin empat silinder 1,5 liter berkode M15A-FXE yang dipadukan dengan motor elektrik hybrid. Ada dua varian yakni penggerak roda depan (motor listrik tunggal) dan All Wheel Drive (AWD) dengan motor listrik ganda. Kedua varian sistem penggerak menggunakan transmisi E-CVT.

Performa mesinnya saja bertenaga 90 HP dengan torsi 120 Nm. Sedangkan motor listrik hybrid 1NM yang dibekalkan di depan berdaya 59 kW (79 HP) dengan torsi puncak 141 Nm.

Untuk varian berpenggerak AWD, pada gardan belakang terdapat tambahan motor listrik 1MM berdaya 2,2 kW (3 HP) dengan torsi puncak 44 Nm.

Juno Dari Modellista

Selain mengalami upgrade dan perubahan, Sienta kini punya varian baru yakni Juno. Ini bukan varian biasa, tapi konsepnya modular yang dikembangkan bersama produsen parts aftermarket Modellista.

Juno berbasis dari varian Z yang dilengkapi mesin hybrid. Tersedia opsi penggerak roda depan maupun All Wheel Drive (AWD).

Ciri khas paling mencolok pada Juno yakni kabinnya model two-seater alias hanya memuat dua penumpang. Sedangkan kabin belakang menggunakan sistem modular, sehingga dapat dirubah sesuai modul konfigurasi yang diinginkan.

Pada kabin belakang terdapat panel yang disebut “Juno locks” yang fungsinya sebagai konektor “modul furniture” untuk menciptakan konfigurasi ruang kabin yang berbeda.

Tersedia beragam modul dengan konfigurasi gaya dan fungsi berbeda yang dapat dipilih sesuai selera serta kebutuhan konsumen. Beragam modul tersebut dapat disusun dan dikombinasikan menjadi beraneka ragam fungsi. Mulai dari ruang kafe, ruang tidur, ruang kerja, hingga ruang relaksasi. TInggal pilih mau kombinasi gaya yang seperti apa.

Konsumen pun dapat bebas memilih untuk membeli modul secara terpisah atau dalam bentuk paket satu set.

Tersedia empat paket yang dapat dipilih dengan harga yang bervariasi: Chill (165.000 yen), Refresh (220.000 yen), Focus (231.000 yen) dan Comfort (330.000 yen).

Konsumen juga bisa membeli modul secara terpisah dengan harga mulai dari 20.900 hingga 72.600 yen. Lebih kurang sekira Rp 2,3 juta hingga Rp 8 juta. Harga modulnya cukup terjangkau juga ternyata baik secara paket maupun terpisah.

Nah, Itu baru harga modulnya saja. Harga unit mobilnya berkisar 3.654.200 yen hingga 3.852.200 yen (Rp 405 juta sampai Rp 427 juta).

Popularitas Sienta di Indonesia

Sayang sekali Toyota Sienta saat ini sudah tak lagi beredar di Indonesia. PT Toyota Astra Motor (TAM) memboyong Sienta ke Tanah Air pertamakali pada April 2016 di ajang pameran Indonesia International Motor Show (IIMS).

Harga resminya pun diumumkan pada Juni 2016 dengan kisaran harga Rp 230 juta – Rp295 juta pada saat itu. Selain itu, Sienta yang dipasarkan di Indonesia sudah diproduksi lokal oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat.

Saat awal kehadiran Toyota Sienta, animo masyarakat Indonesia sangat positif. Sienta langsung jadi trend dan laris manis. Bahkan angka penjualannya (secara wholesales) sempat menyentuh 17.931 unit berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Hanya saja nasib MPV pintu geser ini tak begitu mulus. Kondisi perekonomian nasional yang melemah dan daya beli konsumen yang terus menurun drastis akibat pandemi selama beberapa tahun, Toyota Sienta akhirnya stop produksi di Indonesia sejak tahun 2023.

Sejak 2016 hingga 2023, sebanyak 73 ribu unit Sienta telah diproduksi di pabrik Karawang. Sebanyak 32.500 unit di antaranya diekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara.

Dengan munculnya generasi baru ini, akankah Toyota Sienta bakal kembali hadir di Indonesia?

Haval Jolion Ultra HEV, Bintang Baru GWM di IIMS 2025

Sebagai bukti komitmen Great Wall Motor Indonesia (GWM) dalam menjawab kebutuhan konsumen Indonesia akan kendaraan NEV yang terjangkau, Haval Jolion Ultra HEV diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.

Seperti yang telah diketahui, Haval Jolion HEV sendiri telah memiliki performa hybrid dan tingkat efisiensi yang baik. Maka kini Haval Jolion Ultra HEV mendapat tambahan fitur teknologi keselamatan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang terlengkap di kelasnya.

Menjawab permintaan konsumen

“Partisipasi perdana kami di IIMS 2025 merupakan momen luar biasa di awal tahun 2025. Inchcape bersama dengan GWM Indonesia mendengarkan pendapat konsumen Indonesia, agar bisa memberikan kendaraan NEV yang tepat,” kata Khoo Shao Tze, President Director Inchcape Indonesia.

Menjawab permintaan konsumen Indonesia, Haval Jolion Ultra HEV kini hadir dengan fitur teknologi ADAS komprehensif dan terlengkap di kelasnya. Dengan 20 fitur ADAS Intelligent Drive Level 2, Haval Jolion Ultra menawarkan pengalaman berkendara yang lebih pintar, dan responsif.

Empat fitur eksklusif

Terdapat juga empat fitur eksklusif di kelasnya yang semakin meningkatkan kenyamanan dan keselamatan. Di antaranya ada Intelligent Cruise Assist (ICA) yang secara pintar menyesuaikan kecepatan, dengan kendaraan di depan sekaligus menjaga posisi di jalur. Smart Turning secara otomatis mengatur akselerasi, saat melewati tikungan agar tetap stabil.

Lane Center Keeping (LCK) membantu kendaraan tetap berada di tengah jalur, termasuk di jalan menikung. Sedangkan Smart Evade membantu menghindari kendaraan besar, dengan menyesuaikan posisi jika jarak terlalu dekat.

Fitur-fitur lainnya seperti Forward Collision Warning (FCW) dan Automated Emergency Braking (AEB) berfungsi untuk mencegah tabrakan dengan pejalan kaki maupun pesepeda. Keselamatan semakin terjaga, berkat AEB-Junction Assist yang melindungi saat melintasi persimpangan. Rear Cross Traffic Alert & Braking dan Rear Collision Warning juga meningkatkan keselamatan saat bermanuver mundur.

Haval Jolion Ultra juga menghadirkan pengalaman berkendara lebih nyaman di jalan tol berkat fitur ADAS. Traffic Jam Assist yang fungsional saat di tengah kemacetan, serta Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), dan Lane Change Assist (LCA), memastikan perjalanan lebih tenang dan praktis.

Untuk Blind Spot Detection (BSD) dan Windscreen Heads-Up Display (HUD), membantu pengendara untuk tetap fokus ketika di perjalanan. Teknologi 360 View System pada 12,3” Multi-Touch Infotainment Screen, memudahkan pengemudi saat manuver di alanan sempit, maupun ketika parkir.

Harga spesial buat 100 konsumen pertama

“Dengan berbagai fitur ADAS yang lengkap dan teknologi premium, Haval Jolion Ultra HEV menjadi pilihan tepat bagi konsumen yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan,” imbuh Constantinus Herlijoso, Director Planning, Product Development, Logistic, and Aftersales of GWM Indonesia

GWM Indonesia menawarkan Haval Jolion Ultra di harga Rp 418 juta. Dengan promo harga spesial di Rp 405 juta, hanya untuk 100 pembeli pertama saja.

Neta V-II dilengkapi fitur ADAS yang lengkap

Bedah Kemampuan ADAS di Neta V-II

Neta V-II jadi produk baru yang diperkenalkan di Indonesia. Sudah dirakit lokal pula oleh Neta Auto, di Bekasi. Salah satu kemampuan V-II yang dikedepankan oleh produsen mobil Tiongkok ini adalah ADAS.

ADAS atau Advance Driver Assitance System, pasti bukan barang baru. Sekarang hampir semua mobil punya. Namun jadi menarik kalau akhirnya dipasangkan pada mobil yang rentang harganya Rp 200-300 juta. Untuk informasi, harga V-II adalah Rp 299 juta (OTR Jakarta).

Lalu apa saja isi paket ADAS di Neta V-II? Tercatat ada sembilan kemampuan yang dipasang. Selengkapnya bisa dilihat di bawah.

ADAS pada Neta V-II sangat lengkap

Forward Collision Warning (FCW)

Bukan barang baru juga. Tapi kehadiran FCW membantu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Fitur ini akan mendeteksi benda yang berpotensi menabrak atau ditabrak di depan mobil. Kemudian mengeluarkan peringatan suara.

Automatic Emergency Braking (AEB)

Ini fitur paling menyebalkan dalam sebuah ADAS. Apapun mobilnya. Dengan AEB, mobil bisa mengerem sendiri saat sensor mengira tabrakan sangat mungkin terjadi. Masalahnya, lalu lintas di Indonesia jauh dari kata lancar dan segala benda beroda yang ada di jalan raya, berjalan berdempetan. Paham, kan?

Front Vehicle Start Alert (FSA)

Nah ini sangat diperlukan. Kami acungi jempol untuk Neta V-II yang menghadirkan fitur ini. Contoh sederhananya, saat lampu lalu lintas sudah hijaun dan kendaraan di depan mulai bergerak, Anda akan diberikan peringatan untuk jangan lupa ikut maju.

Adaptive Cruise Control

Juga hal yang belakangan ini sudah biasa, terutama di mobil-mobil mahal. Dengan ACC diaktifkan, mobil akan berakselerasi dan deselerasi secara otomatis, mengikuti kendaraan di depannya.

Intelligent Cruise Assist

Jadi bagian dari ACC. Dengan fitur ini Neta V-II bisa membaca dan menjaga jarak dengan mobil di depannya. Dengan begitu, perjalanan bisa lebih santai dan aman. Di Neta V-II, kemampuan ini akan aktif setelah speedometer melewati 60 km/jam.

Traffic Jam Assist (TJA)

Masih bagian dari ACC, ini yang sangat cocok untuk ada di mobil harian. Dengan TJA, mobil akan menjaga jarak, berakselerasi, deselerasi secara otomatis di kondisi lalu lintas padat. Contohnya lalu lintas di jalan tol dalam kota Jakarta, saat jam pulang kantor. Jadi Anda tidak perlu injak pedal gas atau rem, mobilnya yang akan mengerjakan. Bagus untuk mengurangi rasa lelah. Tapi ingat, pengemudi harus tetap waspada. Fitur ACC akan non-aktif saat Anda intervensi dengan menginjak pedal rem.

Lane Departure Warning

Sistem akan mendeteksi kalau tanpa sengaja mobil keluar dari jalur dan memperingatkan pengemudinya.

Emergency Lane Keeping System (ELKS)

Jika lane departure warning diatas diabaikan, maka Neta V-II akan mengkoreksi setir supaya mobil kembali ke jalurnya. Untuk menghindari kedua fitur ini tiba-tiba aktif, nyalakan lampu sein saat pindah jalur. Dengan begitu, mobil paham kalau Anda memang ingin ganti jalur.

High Beam Assist

Pasti sebal kalau ada mobil dari arah berlawanan, atau di belakang yang memakai lampu jauh (high beam). Nah, inilah gunanya HIgh Beam Assist. Saat mendeteksi ada kendaraan di depan, maka otomatis akan ‘pindah’ ke lampu besar biasa. Saat memungkinkan, high beam assist akan bekerja.

Interior Neta V-II

Tapi harap diingat, meski Neta V-II dibekali paket ADAS yang canggih, Anda tetap pegang kendali dan bertanggung jawab sepenuhnya. Kemampuan bantu berkendara ada untuk mengurangi beban pengemudi, bukan mengambil alih.  Selalu waspada saat berkendara dan jangan bergantung pada fitur.

Euro NCAP: Fitur Berkendara Terintegrasi Makin ‘Kebablasan’

Peringkat hasil uji keselamatan berkendara menjadi acuan utama bagi pabrikan otomotif dan konsumen terhadap kualitas sebuah kendaraan. Salah satunya adalah Euro NCAP atau lebih lengkapnya European New Car Assessment Programme. Program penilaian kinerja keselamatan berkendara ini dilakukan pada mobil keluaran terbaru yang akan dipasarkan di Eropa.

Keikutsertaan pabrikan dalam uji keselamatan berkendara Euro NCAP bersifat sukarela. Tak ada sanksi hukum bagi pabrikan jika tidak mengikutinya. Namun jangan harap sebuah mobil dapat dengan mudah dipasarkan di Eropa jika tak mengantongi hasil uji Euro NCAP.

Peringkat yang diberikan oleh Euro NCAP menjadi pertimbangan bagi para konsumen. Sementara bagi pabrikan, makin tinggi peringkatnya maka menjadi prestise sendiri. Peringkat Euro NCAP jadi salah satu modal penting untuk bisa bersaing di pasar otomotif Eropa maupun global.

Bahkan sejumlah negara Uni Eropa dan lembaga otomotif internasional termasuk FIA turut mendukung keberadaan program Euro NCAP.

Teknologi Digital Yang Berisiko

Seiring perkembangan teknologi otomotif yang kian pesat, regulasi dan standarisasi uji keselamatan berkendara pun terus mengalami revisi dan penyesuaian.

Salah satu contohnya teknologi sistem infotaintment dan fitur berkendara terpadu. Layar head unit saat ini tak sekadar menjadi penampil audio visual. Mulai dari sistem GPS, komunikasi hingga kontrol fitur berkendara saat ini terintegrasi pada tampilan layar infotaintment.

Secara perlahan, keberadaan tombol fisik sebagai pengendali fitur berkendara mulai tergantikan. Pihak pabrikan beranggapan dengan absennya tombol fisik, biaya produksi dapat ditekan.

Mobil terbaru seperti lansiran Hyundai, Mercedes-Benz, Tesla, dan Volkswagen Group saat ini lebih mengutamakan sistem digital terpadu. Semua kendali fitur terpusat dan tersaji lengkap dalam tampilan touchscreen di tengah dashboard.

Pengemudi cukup menyentuh ikon menu pada touchscreen untuk mengaktifkan beragam fitur. Bahkan untuk hal yang sepele seperti pengaturan AC.

Sepintas, teknologi digital terpadu ini terkesan praktis. Namun nyatanya tidak demikian. Dengan semakin banyaknya fitur yang ditampilkan pada layar, pengemudi butuh waktu cukup lama hanya untuk mencari ikon fitur yang dibutuhkan dalam menu tampilan layar.

Dengan kendali seluruh fitur terpusat pada touchscreen, maka pandangan mata pengemudi pun akan terpusat pada layar di tengah dashboard. Pengemudi akan sibuk dan berkutat dengan tampilan menu pada touchscreen.

Konsentrasi dan pandangan mata saat berkendara pun akan teralihkan. Hal ini tentunya sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Regulasi Baru Demi Keselamatan Berkendara

Fenomena trend sistem dan fitur berkendara terpadu yang terpusat pada touchscreen sudah dianggap makin ‘kebablasan’.

Oleh sebab itulah Euro NCAP mulai merumuskan regulasi baru perihal kontrol fitur berkendara. Ratifikasi regulasi tersebut rencananya akan diberlakukan mulai Januari 2026 mendatang. Dalam merumuskan regulasi tersebut, Euro NCAP bekerjasama dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait di Uni Eropa.

Untuk bisa memperoleh peringkat lima bintang, kendaraan harus dilengkapi tombol fisik untuk lampu hazard, klakson, indikator, wiper, dan panggilan darurat (SOS). Jika tidak, maka mobil yang diuji akan mendapat peringkat yang lebih rendah.

“Pemanfaatan touchscreen secara berlebihan pada mobil saat ini cepat atau lambat akan menimbulkan masalah,” papar Matthew Avery, direktur pengembangan strategis di Euro NCAP.

Langkah kebijakan yang dilakukan Euro NCAP patut diapresiasi. Jangan sampai kecanggihan teknologi digital pada mobil justru membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang saat berkendara. Bagaimana menurut Anda, pilih touchscreen atau mengembalikan keberadaan tombol fisik?

 

Keselamatan Berkendara Jadi Menu Utama Bagi ASEAN NCAP

Perkembangan teknologi kendaraan bermotor secara global telah berlangsung tanpa henti. Bisa dikatakan bahwa setiap hari ada saja teknologi baru untuk membuat kendaraan semakin aman dan nyaman saat dikendarai. Tentunya tidak hanya menghasilkan kedua aspek tersebut, namun produsen kendaraan harus menciptakan kendaraan yang juga dapat mendukung keselamatan berkendara.

New Car Assessment Program (NCAP) ialah badan yang memiliki tanggung jawab untuk menginformasikan tingkat keamanan dan keselamatan berkendara dari sebuah kendaraan kepada konsumen. Tujuannya adalah untuk menguji faktor keselamatan mobil baru dan untuk membantu produsen mobil meningkatkan teknologi keselamatan pada produk mereka.

Populasi sepeda motor Asia Tenggara cukup masif

Khusus untuk kawasan Asia Tenggara, maka ada ASEAN NCAP. Badan ini memiliki misi untuk mempromosikan dan meningkatkan standar keselamatan kendaraan dan sistem penilaian di kawasan ASEAN. Faktor penilaian dari ASEAN NCAP meliputi perlindungan penumpang dewasa, perlindungan penumpang anak, dan bantuan keselamatan.

Uniknya, pada ASEAN NCAP ini juga menilai keselamatan pengendara sepeda motor. Sebab, populasi sepeda motor di kawasan Asia Tenggara memang cukup masif. Terkait dengan keselamatan berkendara yang juga melibatkan sepeda motor, maka secara langsung para pelaku industri otomotif juga menyesuaikan sistem dan teknologi yang diterapkan pada produk kendaraannya.

ADAS meningkatkan keselamatan mobil dan jalan raya

Sistem bantuan mengemudi canggih atau Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dipasang di dalam mobil memiliki peran penting dalam keselamatan berkendara dan kinerja sistem ini pun dinilai oleh ASEAN NCAP. Sistem ini juga membantu pengemudi dalam fungsi berkendara dan ketika parkir.

“ADAS meningkatkan keselamatan mobil dan jalan raya. Sebab ADAS terintegrasi dengan sensor dan kamera, untuk mendeteksi rintangan terdekat atau kesalahan pengemudi, dan meresponsnya dengan tepat,” kata En. Ts. Yahaya Ahmad, Technical Leader ASEAN NCAP, di sela acara Vehicle Safety Course 2023/006 yang diadakan di Politeknik APP Jagakarsa, Jakarta (16/03/2023).

Faktor manusia memegang peranan tinggi dalam terjadinya kecelakaan

ADAS dikembangkan untuk mengotomatisasi, mengadaptasi, dan meningkatkan teknologi kendaraan untuk keselamatan dan mengemudi yang lebih baik. ADAS terbukti mengurangi kejadian fatal di jalan dengan meminimalkan kesalahan manusia. Fitur keselamatan ini dirancang untuk menghindari kecelakaan dengan menawarkan teknologi yang memperingatkan pengemudi saat ada potensi risiko, menerapkan perlindungan, dan mengendalikan kendaraan jika diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, diungkapkan bahwa mayoritas terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor masih disebabkan oleh faktor manusia. “Faktor manusia memegang peranan tinggi, bahkan mencapai 60 persen. Sedangkan faktor kendaraan hanya ada di tingkat 5 persen, lingkungan 3 persen, dan sisanya ialah irisan dari ketiga faktor tadi,” papar Adrianto Sugiarto Wiyono, selaku ASEAN NCAP Technical Committee.

Vehicle Safety Course merupakan kegiatan yang digelar oleh Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) dan ASEAN NCAP. Dalam penyelenggaraan yang keenam ini bekerjasama dengan Politeknik APP Jakarta dan PT Karya Fajar Ultima (KyFU).

Kegiatan VSC selalu menyajikan paparan dari berbagai pihak yang peduli terhadap keselamatan, terutama dari para manufaktur kendaraan maupun pembuat peralatan keselamatan. Harapannya, para peserta VSC ini akan mendapatkan informasi yang akurat akan fitur keselamatan kendaraan.

Hyundai SmartSense, Optimalkan Kenyamanan Berkendara

Teknologi kendaraan terkini terasa makin canggih. Salah satunya yang sering kita dengar adalah teknologi Advanced Driver Assistance System atau yang dikenal dengan ADAS. Saat ini beberapa brand besar otomotif pun tengah mengandalkan fitur berkendara super aman ini ke setiap lini kendaraannya. Salah satunya adalah Hyundai. PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menghadirkan teknologi ADAS dengan nama Hyundai SmartSense.

Fitur ini memanfaatkan radar dan sensor yang tertanam di sekitar bodi kendaraan. Hyundai SmartSense diciptakan tidak hanya untuk memprioritaskan keselamatan pengemudi, namun juga keselamatan individu di sekitarnya.

Teknologi Hyundai SmartSense diciptakan sebagai sebuah sistem driver assistant yang siap membantu meningkatkan aspek keselamatan dalam berkendara serta menciptakan perilaku sadar berkendara yang aman. Di samping memberikan sinyal peringatan, fitur ini juga memberikan bantuan kepada pengemudi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terdapat delapan fitur Hyundai SmartSense yang akan membantu pengemudi dalam berkendara secara aman dan nyaman, di antaranya:

Surround View Monitor (SVM) dan Blind-Spot View Monitor (BVM)

Kedua fitur ini membantu pengemudi melihat area sekeliling dengan menampilkan titik buta pengemudi melalui layar monitor dan panel cluster. SVM menggunakan kamera yang dipasang di seluruh sisi kendaraan untuk memberikan tampilan 360 derajat dari sekitar kendaraan pada layar monitor, untuk memudahkan pengemudi saat memarkir kendaraan atau mengemudi di ruang terbatas. Selanjutnya, BVM memanfaatkan kamera untuk memberikan tampilan pada bagian belakang dan samping kendaraan ketika hendak berpindah jalur.

Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA)

Parkir paralel menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi, terutama para pemula. Fitur BCA tentu memberikan rasa tenang kepada pengemudi saat hendak keluar dari parkir parallel. Selain memberikan pantauan titik buta, sistem juga akan memberikan peringatan saat terdeteksi adanya mobil lain yang melintas, serta melakukan pengereman secara otomatis jika diperlukan.

Forward-Collision-Avoidance Assist (FCA)

Fitur ini memiliki fungsi yang dapat membantu menghentikan kendaraan secara otomatis dalam situasi tertentu saat sistem mendeteksi risiko tabrakan dengan kendaraan yang ada di depan melalui kamera depan dan sensor radar.

Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist (RCCA)

Jika FCA berfokus pada sektor keselamatan yang datang dari depan, maka RCCA sebaliknya. Fitur ini diciptakan untuk mendeteksi ketika ada objek lain di belakang mobil. Biasanya RCCA diperlukan saat mobil dalam kondisi bergerak mundur, saat keluar parkir atau dari area yang tidak terlihat, sehingga tidak perlu khawatir akan menabrak sebuah objek.

Driver Attention Warning (DAW)

Berkendara dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan rasa lelah dan kantuk. Fitur ini memberikan peringatan ketika tanda-tanda kelalaian pengemudi terdeteksi dan menyarankan pengemudi untuk istirahat jika diperlukan.

Safe Exit Assist (SEA)

SEA berfungsi mendeteksi dan memberikan peringatan ketika ada objek yang melintas dari sisi belakang saat penumpang sedang membuka pintu. Fitur ini hadir untuk meminimalisir kecelakaan yang dapat terjadi akibat kecerobohan penumpang saat keluar dari mobil

Lane Keeping Assist (LKA) dan Lane Following Assist (LFA)

Kedua fitur ini diciptakan untuk membantu kendaraan agar tetap berada di jalurnya melalui informasi secara visual dan audio serta dukungan koreksi pada kemudi. Kedua fitur ini diharapkan dapat membantu mengurangi kecelakaan akibat pengemudi keluar jalur atau mengalami kelelahan saat berkendara jarak jauh.

Smart Cruise Control with Stop & Go Function (SCC w/ S&G)

Fitur ini memungkinkan mobil untuk mempertahankan jarak yang ditentukan dari kendaraan depan dan secara otomatis menyesuaikan kecepatan ke batas yang telah ditentukan. Fitur ini juga membantu mengurangi kelelahan pengemudi selama perjalanan jarak jauh dan dapat membantu mengurangi resiko kecelakaan, serta memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam berkendara di jalan tol atau jalan bebas hambatan.

Itulah delapan fitur penting yang siap digunakan untuk kenyamanana berkendara. Meski begitu, perlu diingat bahwa semua fitur yang disebutkan di atas pada dasarnya diciptakan untuk membantu berkendara dalam kondisi yang aman, bukan memungkinkan kendaraan untuk menjalankan fungsi self-driving.

Usahakan pula untuk mengatur kecepatan dalam berkendara. Berkendara dalam kecepatan yang tinggi meningkatkan risiko terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan lupa untuk selalu mengenakan sabuk pengaman dan jangan menggunakan ponsel saat berkendara. Selamat berkendara!