Hyundai Ioniq 3 “Aero Hatch” Siap Rebut Pasar EV Eropa

Mampukah Hyundai Ioniq 3 “Aero Hatch” menggugah konsumen di pasar kendaraan listrik Eropa yang semakin kompetitif? Pertanyaan ini mengemuka setelah Hyundai Motor Company memperkenalkan model terbarunya untuk model year 2027. Meski belum resmi diluncurkan, kehadiran Ioniq 3 sudah menarik perhatian sebagai salah satu calon pemain penting di segmen EV kompak.

Diproduksi di Izmit, Turki, Ioniq 3 diproyeksikan menjadi tulang punggung baru Hyundai di Eropa. Menurut Xavier Martinet, model ini dirancang untuk menjangkau spektrum konsumen yang lebih luas, mulai dari pengguna urban hingga pecinta mobil listrik yang menginginkan efisiensi tanpa mengorbankan gaya.

Aero Hatch Nan Sexy

Secara desain, Ioniq 3 tampil dengan pendekatan “Aero Hatch” yang unik. Mengusung bahasa desain Art of Steel, mobil ini tampil futuristik dengan garis bodi aerodinamis dan overhang belakang pendek. Tak heran jika banyak media Eropa menjulukinya sebagai “Baby Ioniq 5”. Sentuhan lampu LED pixel khas Hyundai, baik di depan maupun belakang, memperkuat identitas visualnya.

Koefisien hambatan udara (Cd) yang hanya 0,263 menjadi bukti keseriusan Hyundai dalam mengoptimalkan efisiensi aerodinamika. Dimensi kompak dengan panjang sekitar 4,1 meter dan wheelbase 2.680 mm juga memastikan keseimbangan antara kelincahan dan ruang kabin yang lega. Bahkan, kapasitas bagasi mencapai 441 liter, ditambah kompartemen ekstra “Megabox” sebesar 119 liter.

Interior Praktis dan Modern

Masuk ke interior, Ioniq 3 mengedepankan konsep minimalis modern yang fungsional. Layar head unit 14,6 inci dan panel kontrol AC 12,9 inci terintegrasi dengan sistem infotainment terbaru Hyundai, Pleos Connect berbasis Android Automotive OS. Tata letak ergonomis, wireless charging pad, hingga sistem audio Bose semakin menegaskan kenyamanan kabin untuk penggunaan harian.

Dari sisi fitur keselamatan, Hyundai membekali Ioniq 3 dengan sistem ADAS SmartSense. Teknologi seperti Highway Driving Assist 2, Blind-Spot View Monitor, dan Remote Smart Parking Assist memberikan lapisan keamanan ekstra, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pengemudi di berbagai kondisi jalan.

Untuk performa, Ioniq 3 menggunakan platform E-GMP 400 volt yang juga digunakan oleh model seperti Kia EV3. Tersedia dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 km, serta 61 kWh yang mampu mencapai 496 km. Pengisian cepat dari 10% ke 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit, menjadikannya kompetitif di kelasnya.

Varian penggerak roda depan menawarkan tenaga 133 hp dan 145 hp, sementara versi performa tinggi AWD mampu menghasilkan hingga 288 hp. Ini memberikan pilihan fleksibel bagi konsumen, baik yang mengutamakan efisiensi maupun performa.

Namun, tantangan terbesar Ioniq 3 adalah ketatnya persaingan. Model ini harus berhadapan dengan rival kuat seperti Volvo EX30, Renault 5 E-Tech, BYD Dolphin, hingga Volkswagen ID. Polo yang sudah lebih dulu mengisi segmen ini.

Dengan kombinasi desain atraktif, teknologi canggih, dan efisiensi tinggi, Hyundai Ioniq 3 memiliki potensi besar untuk merebut hati konsumen Eropa. Namun, keberhasilannya tetap akan ditentukan oleh strategi harga, positioning produk, serta kemampuan Hyundai dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Lebih Dekat Dengan Platform E-GMP Hyundai

Selama beberapa tahun terakhir, Hyundai menjadi salah satu perusahaan dengan inovasi mobil listrik terbesar di dunia. Di Tanah Air, Hyundai menjadi salah satu pemain terbesar dalam pasar mobil listrik dengan Hyundai Ioniq, Hyundai Kona Electric, dan Hyundai Ioniq 5.

Sebagai salah satu pencipta mobil listrik terkemuka, maka Hyundai tidak pernah lelah untuk berinovasi, salah satunya adalah dengan platform Electric Global Module Platform atau E-GMP. Ini merupakan platform yang digunakan Hyundai dalam mengembangkan mobil listriknya.

Mempermudah proses produksi

Dengan satu platform utama, maka bisa menghasilkan beberapa model mobil listrik yang berkualitas secara sekaligus. Cukup dengan melakukan perubahan sedikit pada platform, misalnya mengubah panjang dan wheelbase, maka platform E-GMP tersebut mampu mengakomodir beberapa model bodi sekaligus.

Hal tersebut akan mempermudah proses produksi dan pengembangan, sehingga konsumen Hyundai bisa menikmati mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau. E-GMP juga bertujuan untuk membuat kendaraan elektrik dari Hyundai lebih aman, stabil, serta dapat diandalkan oleh penggunanya.

Dengan E-GMP, maka mobil listrik Hyundai bisa memiliki performa yang luar biasa. Misalnya jarak tempuh hingga mendekati 500 km dengan sekali pengisian daya, pengisian daya dengan cepat karena sistem Fast Charging 400V atau 800V.

Aspek keselamatan berkendara juga didapat melalui chassis dengan titik gravitasi yang rendah. Platform ini sendiri sudah mulai digunakan pada model Hyundai baik pasar lokal maupun internasional, misalnya Hyundai Ioniq 5.

Buffer baterai yang tersembunyi

Selain platform E-GMP, baterai pada mobil listrik seperti Hyundai Ioniq 5 menjadi komponen yang sangat penting. Sudah jelas bahwa baterai adalah sumber tenaga kendaraan tersebut. Kondisi baterai pun harus diperhatikan dan dirancang seawet mungkin. Karena bila terjadi malfungsi, jarak tempuh dari mobil bisa berkurang atau bahkan membuat mobil gagal beroperasi.

Salah satu cara engineer Hyundai memaksimalkan masa hidup baterai mobil listrik adalah dengan menggunakan buffer tersembunyi pada baterai tersebut. Konsep dari buffer tersembunyi adalah baterai tidak diutilisasikan sepenuhnya. Sehingga, ketika baterai berada pada posisi 100 persen, secara fisik sebenarnya bisa menampung lebih. Begitu juga ketika 0 persen, selalu disiapkan daya cadangan yang tidak akan keluar.

Hal ini karena baterai lithium-ion yang digunakan akan menurun kualitasnya ketika mengalami siklus 0 dan 100 secara terus menerus. Dengan adanya buffer ini, maka baterai akan lebih aman dan lebih tahan lama. Sehingga, konsumen pun tidak perlu khawatir saat menggunakan mobil listrik dari buatan Hyundai.

‘Brick To The Future’: Sosok Kia EV6 dari Potongan Lego

‘Brick To The Future’ memperlihatkan keceriaan Kia dalam merayakan kekuatan inspirasi dan imajinasi melalui potongan Lego yang ikonik. Keberadaan Lego telah mampu menghasilkan bentuk yang tak terbatas, sehingga memungkinkan semua orang dari segala usia untuk berkreasi. Sedangkan ‘Brick To The Future’ EV6 ini adalah simbol baru dan inspiratif bagi Kia menuju mobilitas yang berkelanjutan.

Kia paling revolusioner sepanjang masa, EV6, merupakan kendaraan listrik unik dengan arsitektur modular yang menjadi titik penting bagi Kia untuk beralih menuju era elektrifikasi.

Habiskan waktu lebih dari 800 jam

Model skala 1:1 ini terdiri dari 350.000 potongan Lego. Masing-masing potongannya menonjolkan desain EV6 yang inspiratif, sekaligus menyampaikan gagasan bahwa masa depan mobilitas berkelanjutan akan dibuat secara satu per satu dan mendetil. Hasil karya Lego ini tetap mengesankan dan mempertahankan detail desain unik dari Kia EV6.

Sesuai dengan permintaan Kia Italia, pembuatan model EV6 ini membutuhkan waktu lebih dari 800 jam bagi BrickVision, sebuah perusahaan di Reggio Emilia, Italia. BrickVision didirikan oleh Riccardo Zangelmi, seorang profesional yang bersertifikat Lego pertama dan satu-satunya di Italia. Dirinya sukses mengubah hasrat masa kecilnya terhadap Lego, menjadi bisnis yang sukses.

Setara dengan 4 bulan pengerjaan

Tim Zangelmi menghabiskan empat bulan mengerjakan proyek ini. Mereka juga membuat sistem pencahayaan yang berfungsi untuk memastikan siluet yang tepat dari karakteristik bentuk bodi Kia EV6.

Seluruh proses pembuatan telah didokumentasikan dalam video di kanal YouTube Kia Italia. Film ini mengilustrasikan berbagai fase proyek, mulai dari konsep, pelaksanaan, hingga presentasi. Video tersebut mendokumentasikan perjalanan yang mengasyikkan, membangkitkan rasa ingin tahu dan takjub dalam elaborasi kreatif dan konstruktif.

Senada dengan Plan S

Hal tersebut dinilai senada dengan langkah yang dimulai oleh Kia pada tahun 2021, dengan strategi ‘Plan S’. Melalui Plan S tersebut, Kia memperluas model bisnis tradisionalnya untuk menjadi perusahaan mobilitas yang berkelanjutan.

EV6 adalah yang unit pertama dari 15 model full-electric yang akan diperkenalkan secara global oleh Kia pada tahun 2027. Dengan menggunakan E-GMP (Electric Global Modular Platform), EV6 akan segera ditemani dengan EV9, sebuah SUV tiga baris futuristik dikembangkan dengan teknologi yang serupa dan memiliki ruang untuk tujuh penumpang.

Kia EV6 ‘Brick To The Future’ ini akan dipamerkan selama Milan Design Week 2023 mulai 17 April 2023, kemudian selanjutnya dipamerkan di Kia Energy House di Roma.