BYD Luncurkan Chip Kendali Sistem ADAS Xuanji A3

Sebuah gebrakan teknologi mutakhir baru saja di diperkenalkan oleh BYD. Pabrikan asal Tiongkok ini resmi meluncurkan chip kendali sistem bantu berkendara yang diberi nama Xuanji A3. Chip ini walau ukurannya sangat kecil, yakni cuma 4 nano meter, tapi bisa mengendalikan fungsi pengendaraan otonom (swa kemudi) Level 3 dan 4! Sebuah terobosan teknologi yang diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan saat berkendara.

Dalam acara peluncuran Xuanji A3, BYD chairman Wang Chuanfu mengemukakan saat ini BYD mempekerjakan lebih dari 7.000 tenaga ahli dalam riset dan pengembangan chip semikonduktor. Teknologi terbaru BYD ini menjadi jawaban terhadap upaya serupa yang telah dilakukan pabrikan kompetitor seperti chip Mach 100 dari Li Auto, Turing AI dari Xpeng dan NX9031 yang dilansir oleh Nio.

Riset dan pengembangan semiconduktor yang dilakukan BYD sangat ambisius dan menelan dana investasi lebih dari 100 miliar yuan atau setara 263 trilyun! Tentu saja riset dan investasi dilakukan secara bertahap sejak tahun 2002. Seperti apa kinerja dan keunggulan dari chip buatan BYD ini?

Chip Xuanji A3

Dibandingkan chip serupa dari pabrikan lain, Xuanji A3 merupakan chip kendali sistem ADAS dan swa kemudi berukuran 4-nm pertama di China yang diproduksi secara massal.

Kita bandingkan dengan produk sejenis dari pabrikan lainnya. Nio Inc yang merupakan pelopor chip ADAS di China punya produk chip Shenji NX9031 yang ukurannya 5 nm. Chip ini digunakan pada mobil listrik yang dipasarkan di bawah sub-brand Onvo.

Chip Turing AI yang dibuat oleh produsen mobil listrik Xpeng pun ukurannya 5 nm. Chip ini menjadi pengendali teknologi Smart Cockpit dan sistem pengendaraan otonom pada seluruh mobil listrik buatan Xpeng.

Chip sejenis yang baru saja dirilis Li Auto pada awal Mei ini yakni Mach 100 pun ukurannya 5 nm. Chip tersebut digunakan pada mobil SUV EV terbaru Li L9 Livis yang debut perdana di Beijing Auto Show 2026.

Jadi jelas jika dari segi ukuran, chip buatan BYD jauh lebih kecil dibanding rivalnya. Tak bisa dibayangkan, chip dengan ukuran yang lebih kecil dari ketombe bisa mengendalikan beragam proses kinerja sistem komputer.

Dari segi kinerja, kombinasi tiga chip Xuanji A3 mampu melakukan kinerja komputasi hingga 2.100 TOPS (Tera Operations Per Second). Dengan demikian, satu unit chip Xuanji A3 memiliki kemampuan konputasi 700 TOPS. Setara chip Nvidia Drive Thor.

Untuk kecepatan komputasi, harus diakui jika rivalnya yakni Mach 100 dari Li Auto dengan 1 280 TOPS dan Turing AI dari Xpeng dengan kemampuan 750 TOPS punya speed yang jauh lebih ngebut.

Namun demikian, kinerja chip Xuanji A3 peningkatannya 100% lebih baik dari chip yang sebelumnya digunakan BYD.

Pihak pabrikan mengatakan bahwa chip terbaru ini akan terintegrasi dengan software dan perangkat pendukung sistem berkendara termasuk sensor dan LiDAR yang ada pada mobil buatan BYD.

Bahkan di masa mendatang BYD akan membekali seluruh mobil buatan mereka dengan sistem ADAS dan swa kemudi DiPilot 300 (“God’s Eye B”).

Dengan penggunaan chip semikonduktor mutakhir, diharapkan kinerja sisetm bantu berkendara dapat lebih sempurna guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Seperti halnya teknologi Blade Battery, DM-i Super Hybrid, DiSus Intelligent Body Control System, DMO Super Hybrid Off-road Platform, dan Flash Charging yang dibuat oleh BYD dalam beberapa tahun terakhir, chip Xuanji A3 menjadi jalan bagi BYD dalam mencapai posisi sebagai penguasa teknologi otomotif global.

Sistem ADAS G-ASD Geely Lolos Standar Uni Eropa, Siap Dipakai!

Pada awal Januari 2026 lalu Geely baru saja memperkenalkan generasi terbaru teknologi ADAS (Advance Driver’s Assistance System) mereka dalam pameran teknologi Consumer Electronic Show (CES) 2026 di Las Vegas, AS. Sistem berbasis AI yang diberi nama “Geely-Afari Smart Driving” atau G-ASD ini dikatakan telah mendukung sistem otonom Level 3. Teknologi G-ASD bahkan telah digunakan pada model kendaraan Lynk & Co–salah satu sub-brand di bawah naungan Geely. Persaingan teknologi sistem bantuan berkendara terpadu ADAS global bakal kian sengit pastinya.

Tak butuh waktu lama, sistem ADAS G-ASD baru saja mendapatkan sertifikasi UN R171 dari badan uji Uni Eropa. Dengan sertifikasi tersebut, maka sistem G-ASD legal untuk digunakan di seluruh jalan raya kawasan Uni Eropa. Sejumlah model kendaraan dari brand di bawah naungan Geely Auto Group akan dilengkapi sistem G-ASD dan segera dipasarkan di Eropa paling cepat Juni 2026 mendatang. Gercep juga…

Apa Itu G-ASD?

Sistem ADAS G-ASD dikembangkan oleh Afari (Qianli) Technology, perusahaan sektor teknologi dari anak usaha Geely yakni Lifan Group yang berpusat di Chongqing, China.

Teknologi G-ASD ini dikembangkan dari sistem software G-Pilot yang dibuat oleh Afari untuk Geely. Pengaplikasian teknologi berbasis artificial intelligence (AI) pada sistem kendali fitur kendaraan menjadikan sistem G-ASD lebih canggih dari G-Pilot. Ini adalah bagian dari strategi teknologi “AI + Auto” yang disiapkan untuk kendaraan Geely di masa depan.

Inti utama dari G-ASD adalah World Action Model, atau WAM, kemampuan sistem kendaraan untuk bisa merespon kondisi di sekeliling secara lebih intuitif dan presisi. Dengan demikian, kinerja sistem bantuan berkendara akan menjadi lebih alami dan sempurna

Sistem G-ASD dibangun menggunakan basis platform AI 2.0 hasil rancangan mandiri Geely. Dengan arsitektur modular ini, kinerja sistem akan lebih konsisten dan stabil dalam mendeteksi perubahan kecepatan, jarak dan pergerakan obyek, serta perilaku dan gaya berkendara sehari-hari. Sistem juga secara berkala mengupdate dan meningkatkan koordinasi seluruh sistem yang ada pada kendaraan.

WAM menginput data dari beragam sumber, termasuk data autonomous driving, interaksi pengemudi, input sensor kendaraan, serta beragam data dari sumber eksternal.

Hasil pengolahan data yang dinput menjadi acuan kendali kinerja pada mesin, sasis, sistem sensor elektronik, serta fungsi fitur berkendara. Untuk versi berbasis Cloud, parameter dan kalkulasi yang diinput bisa lebih dari 100 miliar data. Wuih… canggih!

G-ASD Siap Melenggang Di Eropa

Sertifikasi UN R171 yang diperoleh Geely tak ubahnya ‘SIM’ yang membuat sistem G-ASD legal dan bebas digunakan pada seluruh kendaraan Geely yang beredar di negara anggota United Nations Economic Commission for Europe. Tak perlu repot lagi harus mengajukan izin di masing-masing negara.

Untuk pasar Eropa, mobil buatan Lotus akan jadi yang pertama dibekali sistem G-ASD. Walau brand asal Inggris, tapi mayoritas sahamnya dimiliki Geely Auto Group, anak usaha di bawah Geely Holding Group.

Persyaratan sertifikasi tersebut memang tidak mudah. Di Eropa, sistem otonom dapat digunakan di jalan tol, namun hanya sebatas bantuan navigasi. Untuk penggunaan di jalan raya perkotaan, syarat dan pengujiannya amat sangat ketat.

BMW bahkan baru memperolehnya pada 2025. Sebagai catatan, Mercedes-Benz jadi yang pertamakali mendapatkan sertifikasi sistem otonom L3 di dunia.

Teknologi yang dikembangkan Afari menarik minat Mercedes-Benz untuk menyuntik dana investasi senilai 1,34 miliar Yuan atau sekira Rp 3,3 trilyun! Pabrikan Jerman ini pun kini punya andil saham sebesar 3% di Afari. Cara cerdas untuk bisa memanfaatkan teknologi G-ASD dan sistem turunannya.