Voyah Passion S Meluncur, EV 637 Hp ini Sukses Lakukan Aksi 360 Derajat

Voyah resmi meluncurkan Passion S, SUV listrik berformat fastback yang membawa kombinasi performa tinggi, teknologi pintar dan kemewahan kabin. Diposisikan sebagai kendaraan listrik kelas menengah-besar, Passion S hadir dalam tiga varian dengan harga 229.900 hingga 279.900 yuan atau sekitar Rp530 juta–Rp645 juta jika dikonversikan secara kasar.

Sebelum resmi dijual, Passion S sempat menjadi perhatian setelah Voyah memperlihatkan aksi ekstrem “360° Tunnel Big Loop” pada 13 Agustus 2026 lalu. Aksi ini diklaim dilakukan secara nyata dan bukan hasil efek digital. Hmm…memukau.

Untuk menjawab keraguan publik, Voyah kemudian menayangkan video one-take tanpa potongan saat peluncuran resmi. Aksi ini sekaligus menjadi cara unik Voyah menunjukkan kemampuan struktur dan keselamatan kendaraan listrik terbarunya.

Fastback Futuristis dengan Aerodinamika 0,24 Cd

Passion S mengusung desain “Kunpeng Wing” pada bagian depan, dipadukan lampu star-ring dan logo Voyah yang dapat menyala.

Siluet fastback menjadi ciri utama, sementara pelek 21-inci dan kaliper rem performa tinggi memperkuat karakter sporty. Dimensinya mencapai 5.050 x 1.998 x 1.656 mm dengan wheelbase 3.000 mm.

Menariknya, Voyah juga memperhatikan aspek fungsional. Terdapat dua load-bearing hooks pada pintu bagasi yang masing-masing mampu menopang 3 kg. Nah, salah satunya dapat dimanfaatkan untuk menggantung layar proyektor ketika aktivitas luar ruang.

Dari sisi aerodinamika, Passion S memiliki koefisien hambatan udara 0,24 Cd. Active intake grille, 10 set saluran udara tembus dan 19 ventilasi turut mendukung efisiensi sekaligus pendinginan.

Kabin dengan Tiga Layar

Masuk ke interior, nuansa premium semakin terasa melalui konsep wrap-around cockpit. Sistem hiburan utama mengandalkan dua layar 15,6-inci beresolusi 2.5K, ditambah 29-inci HD AR-HUD dan panel instrumen 8,8-inci beresolusi 2K.

Sistem tersebut menjalankan Harmony Space 5.2 dan mendukung interaksi suara berbasis model besar MoLA.

Untuk penumpang, Voyah memasang sistem audio 2.160 watt dengan 27 speaker. Ada pula kulkas pintar berkapasitas 6,6 liter yang dapat menjaga suhu mulai -6 hingga 50 derajat Celsius.

LiDAR dan Huawei ADS 5.0

Passion S juga membawa perangkat ADAS kelas atas. Sistemnya menggunakan LiDAR 896-line generasi baru serta lima radar milimeter-wave 4D.

Perangkat tersebut mendukung Huawei Qiankun ADS 5.0, termasuk kemampuan City NCA, Highway NCA hingga Parking-to-Parking (P2P) 3.0.

Struktur keselamatan juga menjadi perhatian. Bodinya menggunakan konstruksi cage-style dengan material berkekuatan tinggi mencapai 91,3 persen, sementara torsional rigidity mencapai 48.415 Nm/derajat.

637 Hp dan Charging 800V

Untuk performa, Passion S tersedia dalam konfigurasi RWD dan AWD. Varian RWD menggunakan motor belakang 300 kW atau 402 hp.

Sementara versi AWD menggabungkan motor depan 175 kW dan motor belakang 300 kW dengan total output mencapai 475 kW atau sekitar 637 hp.

Sistem baterai menggunakan arsitektur 800V 5C fast charging dengan pilihan kapasitas 81 kWh dan 98 kWh. Jarak tempuh berdasarkan standar CLTC berada di rentang 630 hingga 740 km.

Pengisian dari 20 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan 10 menit, dengan tambahan jarak tempuh hingga 474 km.

Untuk mengimbangi performanya, Passion S menggunakan suspensi double-wishbone di depan dan five-link di belakang. Varian tertinggi mendapatkan air suspension serta CDC electromagnetic damping.

Dengan performa 637 hp, jarak tempuh hingga 740 km dan teknologi ADAS Huawei, Voyah Passion S tidak sekadar menawarkan mobil listrik bertenaga besar, tetapi mencoba menggabungkan performa, kemewahan dan teknologi pintar dalam satu paket.

OMODA O4 Bawa AI Cockpit, Kabin Mobil Pintar Belajar Kebiasaan Pemilik

Perkembangan teknologi mobil mulai bergerak melampaui urusan performa dan fitur keselamatan. OMODA O4 membawa pendekatan berbeda melalui AI Cockpit, sistem kecerdasan buatan yang dirancang bukan hanya untuk menerima perintah, tetapi juga mempelajari kebiasaan dan preferensi penggunanya.

Teknologi tersebut menjadi salah satu daya tarik OMODA O4 setelah tampil di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. OMODA & JAECOO mengembangkan AI Cockpit sebagai bagian dari strategi intelligent technology, dengan dukungan Large Language Model (LLM) ByteDance Seed.

Yang membuatnya menarik, sistem ini dibangun agar pengalaman di dalam mobil terasa semakin personal. OMODA & JAECOO membekali AI Cockpit dengan 10 AI Agent yang dapat bekerja secara terkoordinasi dan mendukung interaksi dalam lima bahasa.

Artinya, kabin OMODA O4 tidak lagi sekadar menjadi ruang untuk mengoperasikan AC, audio atau navigasi. Sistemnya dirancang untuk memahami konteks perjalanan sekaligus menyesuaikan respons berdasarkan kebiasaan pengguna.

Mobil yang Mulai Mengenal Pemiliknya

Salah satu kemampuan paling menarik adalah scenario memory. Teknologi ini memungkinkan AI Cockpit mengenali pola berdasarkan waktu, lokasi dan situasi tertentu.

Misalnya, pengguna rutin berolahraga setiap akhir pekan bersama dua penumpang. Sistem dapat mengenali pola tersebut dan mengarahkan navigasi menuju lokasi olahraga. Setelah kembali ke mobil, sistem dapat menyesuaikan AC agar tidak langsung mengarah ke tubuh, meningkatkan ventilasi kursi dan mengaktifkan pemurni udara dengan intensitas lebih tinggi.

Konsep tersebut membuat personalisasi tidak berhenti pada pengaturan profil. Mobil mulai mengambil peran sebagai asisten yang memahami konteks.

Pengoperasian berbagai fitur juga dapat dilakukan melalui satu perintah suara. Pengguna bisa meminta sistem menutup jendela, menyalakan AC, mengaktifkan ventilasi kursi, memutar musik dan mengatur ambient lighting secara bersamaan.

Navigasi pun dibuat lebih natural. Pengguna dapat menyebut lokasi berdasarkan deskripsi umum atau landmark, kemudian meminta sistem membuat rute dengan beberapa tujuan sekaligus sambil mempertimbangkan kondisi lalu lintas secara real-time.

Bukan Cuma Pintar, Tapi Juga Personal

OMODA & JAECOO mencoba membawa unsur emosional ke dalam AI Cockpit. Ketika terjebak kemacetan, teknologi AI voiceprint cloning dapat digunakan untuk memutar pesan yang direkam keluarga atau teman.

Ada pula AI-generated pet pada layar tengah yang dapat merespons sentuhan dengan gerakan seperti berkedip dan berguling. Fitur sederhana ini menjadi cara OMODA O4 menghadirkan pengalaman kabin yang lebih interaktif.

Personalisasi semakin luas melalui nickname untuk sistem, pembuatan AI wallpaper secara real-time berdasarkan kata kunci, rekomendasi playlist, berita dan skor olahraga hingga permainan kuis berbasis suara.

Seluruh kemampuan tersebut dibangun melalui empat pilar, yakni Better Intent Understanding, Better Understanding of User Habits, Better Understanding of Emotions, dan Better Understanding of Trends.

Menuju Mobil sebagai AI Life Companion

OMODA O4 menjadi bagian dari visi “The First AI Car for Everyone” yang dikembangkan OMODA & JAECOO melalui konsep Cyber Verse.

Pengembangan teknologi ini juga diarahkan menuju roadmap yang lebih panjang, dari AI Interactive Cockpit, Globally Intelligent Cockpit hingga AI Life Companion Cockpit.

Menariknya, langkah tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi elektrifikasi dan intelligent driving. OMODA & JAECOO saat ini mengembangkan kendaraan PHEV, HEV dan BEV sekaligus teknologi intelligent driving.

Dengan kehadiran AI Cockpit, OMODA O4 memperlihatkan bahwa persaingan mobil masa depan tidak lagi hanya soal siapa yang paling bertenaga atau paling irit. Mobil juga mulai dituntut mampu memahami siapa yang mengendarainya.

Pegangan Pintu Mobil Listrik Kini Jadi Sorotan, Akankah Dirubah?

Pegangan pintu tersembunyi kini menjadi salah satu ciri desain mobil modern. Tampil minimalis dan futuristis, teknologi ini banyak digunakan pada mobil listrik generasi terbaru. Namun, di balik tampilannya yang canggih, muncul satu pertanyaan penting: bagaimana penumpang keluar ketika mobil kehilangan daya listrik akibat kecelakaan?

Pertanyaan tersebut kini mulai mendapat perhatian serius di Amerika Serikat. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menyatakan Office of Rulemaking telah memulai proses untuk menambahkan persyaratan mengenai mekanisme keluar dari kendaraan yang lebih kuat dan mudah dikenali ke dalam Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS).

Langkah ini muncul setelah Kevin Clouse, pemilik Tesla Model 3 tahun 2022, mengajukan petisi kepada NHTSA. Ia mengalami kesulitan keluar dari mobil setelah terlibat kecelakaan frontal yang menyebabkan kendaraan kehilangan daya listrik.

Sulit Menemukan Pelepas Pintu Darurat

Pada kendaraan dengan sistem pembuka pintu elektronik, kehilangan daya dapat membuat mekanisme utama tidak berfungsi. Sebenarnya, sejumlah mobil tetap menyediakan pelepas pintu manual sebagai cadangan.

Masalahnya, posisi mekanisme tersebut terkadang tersembunyi, tidak memiliki penanda yang jelas, atau membutuhkan cara pengoperasian yang tidak langsung dipahami penumpang.

Dalam kasus Clouse, mekanisme pelepas manual pada pintu depan sulit ditemukan. Ia akhirnya harus memanjat melewati kursi depan dan keluar melalui jendela pintu belakang.

NHTSA memang menolak permintaan investigasi yang diajukan Clouse karena menilai belum terdapat bukti yang cukup untuk menyatakan adanya cacat keselamatan. Namun, badan tersebut mengakui persoalan mengenai akses keluar darurat memiliki cakupan lebih luas dan meneruskannya ke Office of Rulemaking.

Tesla Bukan Satu-satunya

Persoalan serupa sebelumnya juga pernah membawa Tesla dalam radar NHTSA. Office of Defects Investigation membuka penyelidikan terhadap sekitar 174.000 Tesla Model Y tahun 2021 setelah menerima sembilan laporan mengenai pegangan pintu eksterior yang tidak berfungsi ketika kendaraan kehilangan daya tegangan rendah.

Beberapa laporan bahkan melibatkan orang tua yang sudah berada di luar kendaraan namun tidak dapat kembali membuka pintu untuk mengambil anaknya yang tertinggal di dalam.

Situasi tersebut menjadi jauh lebih berbahaya ketika terjadi dalam kondisi cuaca panas. Dalam beberapa kasus, pemilik kendaraan bahkan terpaksa memecahkan kaca untuk mengeluarkan anaknya dari dalam mobil.

Regulasi Lama Harus Mengikuti Teknologi Baru

Salah satu persoalan utama adalah FMVSS 206 dibuat ketika sistem pembuka pintu elektronik belum menjadi teknologi umum. Regulasi tersebut belum secara spesifik mengatur bagaimana mekanisme pelepas pintu darurat harus ditempatkan dan diberi tanda ketika kendaraan kehilangan daya listrik.

Kini, NHTSA mulai mempertimbangkan aturan baru agar mekanisme tersebut lebih mudah ditemukan dan digunakan dalam kondisi darurat.

Namun, perubahan regulasi di Amerika Serikat membutuhkan waktu. Aturan baru tidak akan langsung berlaku dalam hitungan bulan. Michael Brooks dari Center for Auto Safety bahkan memperkirakan tenggat kepatuhan produsen kemungkinan baru terjadi sekitar 2030.

Selain langkah NHTSA, rancangan SAFE Exit Act 2026 juga tengah didorong di Kongres AS. RUU tersebut mengusulkan agar kendaraan dengan electronic door latch memiliki mekanisme pelepas manual yang mudah ditemukan, tidak bergantung pada listrik, dan tersedia pada setiap pintu yang digunakan untuk evakuasi penumpang.

Jika aturan ini akhirnya diterapkan, desain pegangan pintu mobil masa depan mungkin harus berubah. Bukan hanya soal tampil modern dan aerodinamis, tetapi juga memastikan penumpang dapat menemukan jalan keluar ketika teknologi elektronik justru tidak lagi bekerja.

 

 

Leapmotor B10 Resmi Hadir di Indomobil Expo Semarang 2026

Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia semakin ramai. Setelah ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Leapmotor memperluas jangkauannya ke Jawa Tengah dalam Indomobil Expo Semarang 2026 yang berlangsung pada 4–9 Agustus di 23 Semarang Shopping Center.

Langkah ini menjadi strategi jangka panjang PT Indomobil National Distributor bersama Stellantis dalam memperkenalkan kendaraan listrik global kepada konsumen di luar Jakarta. Semarang dipilih karena dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan mulai menunjukkan potensi besar dalam adopsi kendaraan listrik.

Model yang menjadi pusat perhatian adalah Leapmotor B10, SUV listrik dengan teknologi pintar, kenyamanan premium, dan standar keselamatan global. Kehadiran model terbaru Leapmotor ini diharapkan menjadi pilihan lain agar jaringan distribusinya semakin luas di Indonesia.

Dari sisi performa, Leapmotor B10 dibekali baterai berkapasitas 67,1 kWh untuk melaju hingga 516 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Dengan jarak jelajah yang membuat SUV listrik ini tidak hanya cocok digunakan sebagai kendaraan harian di perkotaan, tetapi juga mendukung perjalanan antarkota tanpa rasa khawatir berlebihan terhadap ketersediaan pengisian daya.

Karakter berkendaranya juga menjadi salah satu nilai jual utama. Leapmotor mengembangkan sistem suspensi dan pengendalian bersama tim engineering Stellantis di Balocco, Italia. Hasilnya adalah handling yang stabil, kenyamanan lebih baik, serta pengalaman berkendara yang terasa lebih natural di berbagai kondisi jalan.

Keunggulan lain terletak pada pendekatan teknologi yang diterapkan Leapmotor. Berbeda dengan banyak produsen lain, perusahaan asal Tiongkok ini mengembangkan sendiri lebih dari 65 persen komponen utama kendaraannya, mulai dari baterai, motor listrik, kokpit digital hingga sistem elektronik. Strategi tersebut membuat integrasi teknologi menjadi lebih optimal sekaligus menjaga efisiensi biaya produksi.

Popularitas Leapmotor juga terus meningkat secara global. Sepanjang Juli 2026, perusahaan berhasil mencatatkan pengiriman lebih dari 101 ribu unit kendaraan di berbagai negara. Angka tersebut menjadi rekor baru sekaligus menjadikan Leapmotor sebagai startup kendaraan energi baru pertama di Tiongkok yang mampu menembus penjualan lebih dari 100 ribu unit dalam satu bulan.

Selama Indomobil Expo Semarang 2026, Leapmotor B10 dipasarkan dengan harga Rp507 juta OTR Semarang. Menariknya, tersedia harga perkenalan Rp457 juta OTR Semarang bagi 500 konsumen pertama.

Sebagai pendukung layanan purna jual, Leapmotor juga telah menghadirkan Stellantis Brand House Semarang yang menggabungkan layanan Leapmotor, Citroën, dan Jeep dalam satu lokasi. Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti bahwa ekspansi Leapmotor di Indonesia tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga kesiapan layanan bagi konsumen dalam jangka panjang.

BYD Edukasi Komunitas BEYOND Kenali Teknologi Dual Mode

PT BYD Motor Indonesia terus memperkuat edukasi mengenai kendaraan energi baru melalui pendekatan yang melibatkan langsung para pengguna. Dalam rangka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, BYD menggelar BEYOND Technology Talks, sebuah program edukasi khusus bagi anggota komunitas resmi pengguna BYD, BEYOND Community.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul sesama pemilik kendaraan BYD, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi Battery Electric Vehicle (BEV) dan Dual Mode (DM) Technology yang kini menjadi salah satu andalan BYD di pasar Indonesia.

Komunitas Jadi Garda Depan Edukasi Kendaraan Energi Baru

BEYOND Community merupakan komunitas resmi pengguna mobil BYD di Indonesia yang berdiri sejak Agustus 2024. Dalam waktu kurang dari dua tahun, komunitas ini telah berkembang pesat dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 3.000 member yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui komunitas tersebut, para pemilik kendaraan BYD tidak hanya berbagi pengalaman penggunaan sehari-hari, tetapi juga memperoleh berbagai informasi mengenai perkembangan teknologi kendaraan listrik serta layanan purna jual dari BYD Indonesia.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa pemahaman teknologi merupakan bagian penting dari pengalaman memiliki kendaraan elektrifikasi.

Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat mengenal kendaraan energi baru melalui pengalaman nyata para penggunanya.

Mengenal Lebih Dekat Teknologi Dual Mode (DM)

Salah satu sesi utama dalam BEYOND Technology Talks membahas Dual Mode (DM) Technology, teknologi elektrifikasi terbaru BYD yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dengan konsep electric-first.

Melalui sistem ini, kendaraan akan memprioritaskan penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal sekaligus menjaga performa saat melakukan perjalanan jauh.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai bagaimana sistem DM dirancang agar mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan mobilitas, mulai dari penggunaan harian di dalam kota hingga perjalanan keluarga lintas daerah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan langsung oleh para pengguna berdasarkan pengalaman mereka menggunakan kendaraan BYD.

Belajar Teknologi Sekaligus Mencoba Langsung

Tak hanya mendapatkan materi teknis, sekitar 50 anggota BEYOND Community juga diajak mengunjungi area teknologi di booth BYD.

Di area tersebut peserta dapat melihat lebih dekat berbagai inovasi seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, hingga sistem Dual Mode Technology yang menjadi fondasi kendaraan elektrifikasi BYD.

Seluruh teknologi diperkenalkan melalui demonstrasi interaktif sehingga peserta dapat memahami bagaimana setiap sistem bekerja secara terintegrasi untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, serta kenyamanan berkendara.

Setelah sesi edukasi selesai, peserta langsung merasakan performa kendaraan melalui test drive BYD M6 DM dan beberapa model lainnya.

Mereka dapat mencoba akselerasi motor listrik yang responsif, karakter kabin yang senyap, efisiensi sistem penggerak, hingga berbagai fitur pintar yang mendukung kenyamanan berkendara sehari-hari.

Edukasi Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem EV

Selain membahas teknologi kendaraan, BYD juga memberikan pemaparan mengenai layanan after sales, program garansi, hingga tips perawatan kendaraan listrik agar performanya tetap optimal dalam jangka panjang.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi berbagi pengalaman bersama anggota BEYOND Community yang menceritakan manfaat bergabung dalam komunitas sekaligus pengalaman menggunakan kendaraan BYD di berbagai kondisi.

Melalui program BEYOND Technology Talks, BYD Indonesia ingin membangun ekosistem kendaraan energi baru yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga memperkuat edukasi konsumen. Dengan melibatkan komunitas sebagai mitra, BYD berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat teknologi elektrifikasi, termasuk Dual Mode Technology, sehingga adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

Chery J6T CSH Debut di GIIAS 2026, REEV Tembus 1.000 Km!

Chery J6T CSH resmi mencuri perhatian pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV terbaru ini melengkapi keluarga J6 Series sekaligus menjadi model terbaru yang mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dalam lini Chery Super Hybrid (CSH).

Berbeda dari mobil hybrid konvensional, teknologi REEV pada Chery J6T CSH tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama. Sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, sehingga pengalaman berkendara tetap senyap, responsif, dan efisien layaknya mobil listrik murni.

Keunggulan tersebut membuat Chery J6T CSH menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menikmati sensasi berkendara kendaraan listrik tanpa harus khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh maupun infrastruktur pengisian daya.

Daya Jelajah Lebih dari 1.000 Kilometer

Salah satu nilai jual terbesar Chery J6T CSH adalah kemampuan menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh. Angka ini menjadikannya salah satu SUV elektrifikasi dengan daya jelajah terpanjang di kelasnya.

Teknologi Chery Super Hybrid memungkinkan perpindahan tenaga antara motor listrik dan generator berlangsung otomatis sehingga konsumsi energi menjadi lebih efisien tanpa mengurangi performa.

Kombinasi tersebut membuat J6T CSH cocok digunakan untuk mobilitas harian di dalam kota maupun perjalanan antarkota tanpa rasa khawatir kehabisan daya.

Karakter SUV adventure tetap dipertahankan melalui desain boxy khas J6 Series. Mobil ini memiliki ground clearance 220 mm serta kemampuan melintasi genangan air hingga 650 mm, sehingga siap menghadapi berbagai kondisi jalan.

Untuk meningkatkan kemampuan bermanuver, Chery membekali J6T CSH dengan Tank Turn Feature, fitur yang memudahkan kendaraan berputar di area sempit maupun saat melintasi jalur off-road.

Kenyamanan juga mendapat perhatian lewat penyempurnaan sudut sandaran kursi baris kedua yang lebih rileks, membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman bagi seluruh penumpang.

Fitur Modern dan Keselamatan Lengkap

J6T CSH juga menawarkan berbagai teknologi modern yang mendukung gaya hidup aktif. Salah satunya adalah fitur Vehicle-to-Load (V2L) 6 kW, yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik saat berkemah atau beraktivitas di luar ruangan.

Di dalam kabin tersedia layar sentuh berukuran 15,6 inci sebagai pusat pengaturan kendaraan, navigasi, konektivitas, hingga sistem hiburan.

Dari sisi keselamatan, SUV ini telah dilengkapi 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan enam airbags, memberikan perlindungan maksimal bagi pengemudi maupun penumpang.

Melalui kehadiran Chery J6T CSH di GIIAS 2026, Chery semakin mempertegas komitmennya menghadirkan solusi elektrifikasi yang praktis dan fleksibel. Dengan teknologi REEV, jarak tempuh lebih dari 1.000 km, fitur modern, serta karakter SUV tangguh, J6T CSH berpotensi menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen SUV elektrifikasi Indonesia.

JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut di GIIAS 2026, Siap Parkir Sendiri!

JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut Global di Indonesia, Mobil Bisa Parkir Sendiri dan Menjemput Pemilik

OMODA & JAECOO kembali mencuri perhatian di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kali ini, bukan hanya lewat desain SUV premium, tetapi melalui peluncuran teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) yang memungkinkan mobil mencari tempat parkir sendiri hingga menjemput pemilik secara otomatis.

Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan teknologi ini melalui JAECOO J7 SHS-P SIVP. Langkah tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar strategis bagi OMODA & JAECOO dalam pengembangan teknologi mobil pintar.

Mengusung konsep “Come to You, Park For You”, teknologi SIVP dirancang untuk menjawab tantangan mobilitas di kawasan perkotaan yang semakin padat. Mulai dari sulitnya mencari ruang parkir hingga aktivitas harian yang serba cepat, semuanya diakomodasi melalui sistem parkir otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata konsumen modern yang menginginkan teknologi bukan sekadar canggih, tetapi benar-benar memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa Parkir dan Menjemput Pemilik Secara Otomatis

Super Intelligent Valet Parking memiliki dua fungsi utama, yaitu Smart Parking dan Smart Summon.

Saat tiba di area parkir yang telah mendukung sistem SIVP, pengemudi cukup menghentikan kendaraan di titik tertentu lalu keluar dari mobil. Setelah itu, JAECOO J7 SHS-P akan secara otomatis mencari ruang parkir kosong dan melakukan manuver parkir tanpa campur tangan pengemudi.

Ketika aktivitas selesai, pemilik hanya perlu membuka aplikasi yang terhubung ke smartphone untuk memanggil kendaraan. Mobil kemudian bergerak sendiri menuju titik penjemputan yang telah ditentukan, sehingga pengguna tidak perlu berjalan menuju lokasi parkir.

Konsep inilah yang menjadi implementasi nyata slogan “Come to You, Park For You”, menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis sekaligus efisien.

Dukungan 27 Sensor dan LIDAR Berteknologi Tinggi

Kemampuan tersebut didukung sistem Intelligent Driving yang mengintegrasikan 27 sensor dan kamera di seluruh bodi kendaraan.

Teknologi ini dilengkapi 128-channel DTOF LiDAR, radar gelombang milimeter dengan kemampuan mendeteksi objek hingga 280 meter di depan dan 200 meter di samping, serta sistem 540-degree Surround View Camera yang memantau kondisi di sekitar kendaraan secara menyeluruh.

Seluruh informasi tersebut diproses oleh Intelligent Driving Domain Controller, memungkinkan mobil mengenali lingkungan sekitar secara real-time sebelum mengambil keputusan saat melakukan parkir otomatis.

Mulai Beroperasi Oktober 2026

JAECOO mengungkapkan implementasi SIVP akan dimulai pada Oktober 2026 dengan cakupan sekitar 40 lokasi di Indonesia. Pada tahap berikutnya, jumlah tersebut akan diperluas menjadi lebih dari 60 lokasi hingga akhir tahun, meliputi pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan berbagai area publik lainnya.

Yang menarik, perluasan area kompatibel tersebut tidak mengharuskan pemilik datang ke bengkel. Seluruh pembaruan akan dikirimkan melalui sistem Over-the-Air (OTA) langsung ke kendaraan.

Bersamaan dengan peluncuran teknologi ini, JAECOO J7 SHS-P SIVP juga resmi membuka pre-booking melalui situs resmi JAECOO Indonesia selama penyelenggaraan GIIAS 2026.

Dengan menghadirkan teknologi parkir otomatis yang mampu mencari slot parkir hingga menjemput pemilik, JAECOO tidak hanya memperkenalkan fitur baru, tetapi juga membuka babak baru dalam pengembangan mobilitas cerdas di Indonesia. Kehadiran SIVP berpotensi menjadi standar baru bagi kendaraan pintar yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi, dan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari.

Hyundai Ioniq V Siap Meluncur di China, Tembus Jarak 650 Km

Hyundai bersiap memperluas dominasi kendaraan listriknya dengan menghadirkan model baru khusus untuk pasar China, yakni Hyundai Ioniq V. Setelah sukses lewat Ioniq 5, Ioniq 6, dan Ioniq 9 di pasar global, kini pabrikan asal Korea Selatan itu mencoba menantang ketatnya persaingan mobil listrik di Negeri Tirai Bambu.

Menariknya, Ioniq V bukan sekadar menambah anggota keluarga Ioniq. Sedan listrik premium ini digadang-gadang menjadi etalase teknologi terbaru Hyundai yang akan menjadi acuan pengembangan model-model listrik berikutnya.

Dengan desain futuristis, kabin berteknologi AI, hingga platform 800 volt, Ioniq V diproyeksikan menjadi salah satu rival serius bagi merek lokal China.

Desain Sporty Bergaya Supercar

Hyundai Ioniq V tampil sebagai sedan fastback premium dengan dimensi panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, serta wheelbase mencapai 2.900 mm. Proporsi tersebut menjanjikan ruang kabin yang lapang sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang.

Bahasa desainnya berbeda dari Ioniq 5 maupun Ioniq 6. Bagian depan mengusung lampu LED tipis yang menjadi identitas terbaru Hyundai, dipadukan bumper agresif dan spoiler bergaya supercar sehingga menghadirkan tampilan yang lebih berani.

Profil samping semakin elegan berkat garis atap fastback, pintu frameless, handle pintu tersembunyi, serta velg aerodinamis yang mendukung efisiensi sekaligus memperkuat kesan premium.

Di bagian belakang, lampu LED horizontal penuh membuat Ioniq V tampil modern dan mudah dikenali.

Interior Futuristis dengan Layar 27 Inci

Masuk ke dalam kabin, nuansa teknologi langsung terasa melalui layar panoramik berukuran 27 inci beresolusi 4K yang membentang di dashboard.

Sebagian besar fungsi kendaraan dikendalikan melalui layar tersebut sehingga penggunaan tombol fisik dibuat seminimal mungkin. Hasilnya, desain interior terlihat bersih, modern, dan berkelas.

Hyundai juga membekali Ioniq V dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan berbagai fitur dioperasikan melalui perintah suara secara lebih responsif.

Selain itu tersedia Head-Up Display yang memproyeksikan informasi berkendara langsung ke kaca depan sehingga pengemudi tetap fokus saat mengemudi.

Platform 800 Volt Dengan Jarak Jelajah 650 Km

Hyundai Ioniq V dibangun menggunakan platform Electric Global Modular Platform (E-GMP) dengan arsitektur kelistrikan 800 volt.

Teknologi tersebut mendukung pengisian cepat DC hingga 250 kW sehingga waktu pengisian baterai menjadi jauh lebih singkat dibanding kendaraan listrik berbasis sistem 400 volt.

Untuk pasar China, Hyundai bekerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi lokal seperti Qualcomm, Baidu, CATL, dan Momenta guna menghadirkan sistem bantuan berkendara Level 2+ yang lebih canggih.

Berdasarkan data yang tercantum di Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) China, Ioniq V akan tersedia dalam dua pilihan baterai LFP.

Varian standar menggunakan motor listrik bertenaga 188 hp dengan baterai 53,5 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 540 km berdasarkan standar CLTC.

Sementara varian tertinggi mengusung motor listrik 225 hp dengan baterai 66,8 kWh dan memiliki jarak tempuh hingga 650 km menurut siklus CLTC atau sekitar 500 km berdasarkan standar WLTP yang lebih realistis.

Hyundai juga dikabarkan tengah menyiapkan varian Extended Range Electric Vehicle (EREV) yang memadukan motor listrik dengan mesin bensin sebagai generator untuk memperpanjang jarak tempuh.

Meski harga resminya masih dirahasiakan, kehadiran Hyundai Ioniq V diperkirakan akan menjadi senjata baru Hyundai untuk bersaing di pasar mobil listrik terbesar di dunia. Tak menutup kemungkinan, setelah sukses di China, sedan listrik futuristis ini juga akan dipasarkan ke berbagai negara lain.

Geely EX2 Facelift Meluncur di Cina, Usung Baterai Lebih Besar!

Pasar mobil listrik China kembali memanas dengan kehadiran Geely EX2 facelift yang resmi meluncur pada 28 Mei 2026. Model yang dikenal sebagai salah satu kendaraan listrik terlaris di Negeri Tirai Bambu ini hadir dengan sederet pembaruan teknologi, peningkatan fitur keselamatan, serta kapasitas baterai yang lebih besar.

Menariknya, meski tampilan luar tidak mengalami perubahan drastis, Geely justru fokus meningkatkan pengalaman berkendara melalui teknologi digital dan sistem pengemudian cerdas yang semakin canggih. Langkah ini menunjukkan strategi Geely untuk mempertahankan dominasi EX2 di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat.

Desain Tetap Familiar, Sentuhan Modern Lebih Kuat

Di pasar China, model ini dipasarkan dengan nama Geely Xingyuan. Dimensinya tetap kompak dengan panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.570 mm, serta wheelbase 2.650 mm.

Filosofi desain “Smile Fascia” masih dipertahankan dengan bentuk lampu depan yang khas dan lampu belakang LED “Light Feather” yang terdiri dari 78 titik pencahayaan individual. Penyegaran paling terlihat hadir pada penggunaan velg Aero Hub Cap terbaru bergaya turbin berukuran 16 inci.

Logo Galaxy terbaru yang kini terpasang juga memunculkan spekulasi bahwa EX2 akan menjadi bagian dari lini Galaxy milik Geely dan tidak lagi berada di bawah sub-brand Geome.

Masuk ke dalam kabin, perubahan terasa jauh lebih signifikan. Interior tampil lebih modern dengan konsep minimalis yang dipadukan nuansa sporty. Geely menghadirkan pilihan warna baru Taro White dan Starry Grey yang membuat suasana kabin terasa lebih premium.

Layar multimedia berukuran 14,6 inci menjadi pusat kendali utama, didampingi panel instrumen digital 8,8 inci. Posisi tuas transmisi juga dipindahkan lebih dekat ke lingkar kemudi sehingga lebih ergonomis saat digunakan.

Teknologi Pintar Jadi Senjata Utama

Pembaruan terbesar Geely EX2 facelift terletak pada sektor teknologi. Sistem infotainment kini menggunakan Galaxy Flyme Auto 2.0 yang ditenagai chip Longying 7 nm terbaru dengan CPU 8-core, RAM 16 GB, serta memori internal 128 GB.

Sistem ini terintegrasi dengan pengaturan AC dual-zone, asisten suara berbasis AI, serta berbagai fitur voice command yang semakin responsif.

Pada sektor keselamatan, Geely menambahkan sensor kamera di bagian depan yang meningkatkan kemampuan ADAS ke level 2+. Kehadiran sensor baru tersebut memungkinkan fitur visualisasi sasis transparan 540 derajat, remote parking, hingga Sentry Mode.

Varian tertinggi juga dibekali 12 fitur ADAS, termasuk Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking.

Tak hanya itu, teknologi G-Pilot H3 kini menghadirkan kemampuan Navigate on Autopilot (NOA) untuk jalan tol dan tanjakan, bantuan parkir hingga 300 skenario, pencarian lokasi parkir dalam radius 2 kilometer, serta Driver Monitoring System yang memantau kondisi pengemudi selama perjalanan.

Baterai Lebih Besar, Pengisian Daya Lebih Cepat

Salah satu peningkatan paling menarik ada pada baterai. Geely kini menawarkan dua pilihan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), yaitu 35 kWh dan 47 kWh.

Versi 35 kWh mampu menempuh jarak hingga 360 km berdasarkan standar CLTC, sementara baterai 47 kWh sanggup menjelajah hingga 480 km dalam sekali pengisian penuh.

Kemampuan pengisian cepat juga ditingkatkan. Jika sebelumnya membutuhkan sekitar 25 menit untuk mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen, kini waktu tersebut dipangkas menjadi hanya 21 menit menggunakan DC Fast Charging.

Untuk performa, tersedia dua pilihan motor listrik penggerak roda belakang (RWD) dengan tenaga 78 hp dan 114 hp.

Dengan harga mulai 64.800 yuan hingga 94.800 yuan atau sekitar Rp138 juta sampai Rp205 juta, Geely EX2 facelift berpotensi mempertahankan statusnya sebagai salah satu mobil listrik paling menarik di China. Kehadirannya pun layak dinantikan di Indonesia, mengingat EX2 yang saat ini dipasarkan sudah dirakit lokal dengan TKDN mencapai 46,5 persen.

BYD Luncurkan Chip Kendali Sistem ADAS Xuanji A3

Sebuah gebrakan teknologi mutakhir baru saja di diperkenalkan oleh BYD. Pabrikan asal Tiongkok ini resmi meluncurkan chip kendali sistem bantu berkendara yang diberi nama Xuanji A3. Chip ini walau ukurannya sangat kecil, yakni cuma 4 nano meter, tapi bisa mengendalikan fungsi pengendaraan otonom (swa kemudi) Level 3 dan 4! Sebuah terobosan teknologi yang diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan saat berkendara.

Dalam acara peluncuran Xuanji A3, BYD chairman Wang Chuanfu mengemukakan saat ini BYD mempekerjakan lebih dari 7.000 tenaga ahli dalam riset dan pengembangan chip semikonduktor. Teknologi terbaru BYD ini menjadi jawaban terhadap upaya serupa yang telah dilakukan pabrikan kompetitor seperti chip Mach 100 dari Li Auto, Turing AI dari Xpeng dan NX9031 yang dilansir oleh Nio.

Riset dan pengembangan semiconduktor yang dilakukan BYD sangat ambisius dan menelan dana investasi lebih dari 100 miliar yuan atau setara 263 trilyun! Tentu saja riset dan investasi dilakukan secara bertahap sejak tahun 2002. Seperti apa kinerja dan keunggulan dari chip buatan BYD ini?

Chip Xuanji A3

Dibandingkan chip serupa dari pabrikan lain, Xuanji A3 merupakan chip kendali sistem ADAS dan swa kemudi berukuran 4-nm pertama di China yang diproduksi secara massal.

Kita bandingkan dengan produk sejenis dari pabrikan lainnya. Nio Inc yang merupakan pelopor chip ADAS di China punya produk chip Shenji NX9031 yang ukurannya 5 nm. Chip ini digunakan pada mobil listrik yang dipasarkan di bawah sub-brand Onvo.

Chip Turing AI yang dibuat oleh produsen mobil listrik Xpeng pun ukurannya 5 nm. Chip ini menjadi pengendali teknologi Smart Cockpit dan sistem pengendaraan otonom pada seluruh mobil listrik buatan Xpeng.

Chip sejenis yang baru saja dirilis Li Auto pada awal Mei ini yakni Mach 100 pun ukurannya 5 nm. Chip tersebut digunakan pada mobil SUV EV terbaru Li L9 Livis yang debut perdana di Beijing Auto Show 2026.

Jadi jelas jika dari segi ukuran, chip buatan BYD jauh lebih kecil dibanding rivalnya. Tak bisa dibayangkan, chip dengan ukuran yang lebih kecil dari ketombe bisa mengendalikan beragam proses kinerja sistem komputer.

Dari segi kinerja, kombinasi tiga chip Xuanji A3 mampu melakukan kinerja komputasi hingga 2.100 TOPS (Tera Operations Per Second). Dengan demikian, satu unit chip Xuanji A3 memiliki kemampuan konputasi 700 TOPS. Setara chip Nvidia Drive Thor.

Untuk kecepatan komputasi, harus diakui jika rivalnya yakni Mach 100 dari Li Auto dengan 1 280 TOPS dan Turing AI dari Xpeng dengan kemampuan 750 TOPS punya speed yang jauh lebih ngebut.

Namun demikian, kinerja chip Xuanji A3 peningkatannya 100% lebih baik dari chip yang sebelumnya digunakan BYD.

Pihak pabrikan mengatakan bahwa chip terbaru ini akan terintegrasi dengan software dan perangkat pendukung sistem berkendara termasuk sensor dan LiDAR yang ada pada mobil buatan BYD.

Bahkan di masa mendatang BYD akan membekali seluruh mobil buatan mereka dengan sistem ADAS dan swa kemudi DiPilot 300 (“God’s Eye B”).

Dengan penggunaan chip semikonduktor mutakhir, diharapkan kinerja sisetm bantu berkendara dapat lebih sempurna guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Seperti halnya teknologi Blade Battery, DM-i Super Hybrid, DiSus Intelligent Body Control System, DMO Super Hybrid Off-road Platform, dan Flash Charging yang dibuat oleh BYD dalam beberapa tahun terakhir, chip Xuanji A3 menjadi jalan bagi BYD dalam mencapai posisi sebagai penguasa teknologi otomotif global.

Leapmotor B10 Terpergok di Jakarta, Bakal Segera Launching?

Terpergok di Jalan Dalam Selubung Kamuflase, Leapmotor B10 Bakal Segera Launching?

Pasar mobil listrik di Indonesia nampaknya bakal dimeriahkan oleh satu pendatang baru. Sebuah mobil berselubung kamuflase yang diduga kuat sebagai Leapmotor B10 terpergok tengah melaju di jalanan Jakarta. Apakah mobil tersebut sedang melakukan persiapan sebelum waktu peluncuran resminya?

Saat di Beijing, China beberapa pekan lalu, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, telah memberi petunjuk bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera membawa model mobil terbaru mereka ke Tanah Air.

Walau seluruh bagian bodi mobil diselimuti oleh stiker kamuflase, namun lekukan siluet serta bentuk fisik kendaraan secara garis bedar menunjukkan identitas sebagai SUV listrik teranyar dari Leapmotor.

Kemunculannya yang tengah melenggang di ruas jalanan kota Jakarta kian mempertegas indikasi kuat mengenai kehadiran model terbaru Leapmotor di pasar Indonesia.

Prediksi pun kian menguat jika Leapmotor B10 akan debut perdana di hadapan publik Tanah Air dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

Keberadaan brand otomotif Leapmotor di Indonesia menandai babak baru bagi Indomobil Group untuk memperbanyak pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar nasional. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan oleh Leapmotor B10?

Leapmotor B10

Sejak beberapa bulan lalu di situs Bapenda DKI Jakarta ada dua model Leapmotor yang terdaftar, salah satunya yakni yakni B10. Bahkan sudah tertera harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Untuk model Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Leapmotor B10 adalah compact SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang dirancang dengan desain bergaya Eropa.

Desain tampilan eksterior B10 yang clean dan minimalis dilengkapi lampu depan Daytime Running Light (DRL) LED model lightbar yang memberi kesan modern dan futuristik. Sedangkan lampu utama berada di bagian bumper. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Yang cukup menarik perhatian adalah setup konfigurasi roda B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda. Hal seperti ini umumnya ditemukan pada mobil sport dan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara saat melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless pun turut mendukung distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi roda tetap stabil.

Kemasan interior yang simple namun terlihat elegan pun jadi daya tarik tersendiri. Pada dashboard terpampang layar utama HD 2,5K berukuran 14,6 inci yang terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara panel instrumen menggunakan layar digital 8,8 inci. Fitur premium seperti panoramic sunroof, ambient light, serta kursi dengan pemanas dan ventilasi jadi faktor pemikat.

Berdasarkan spek untuk pasar Eropa, sektor performa mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 160 kW (218 hp). Untuk sumber daya listrik, B10 hadir dengan dua pilihan baterai LFP, yakni versi 56,2 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 361 km (WLTP), dan 67,1 kWh dengan jarak jelajah hingga 434 km (WLTP).

Kemampuan pengisian daya ultra-fast charging yang dimiliki B10 jadi keunggulan tersendiri. Cukup 17 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%. Wah, sangat cepat dan efisien!

Tak hanya itu, fitur Vehicle to Load (V2L) yang dibekalkan pada B10 membuat energi baterai dapat disalurkan untuk perangkat elektronik dan kelistrikan eksternal. Mirip fungsi genset.

Kualitas keselamatan berkendara pun jadi keunggulan utama. SUV EV ini dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kamera 360°. Leapmotor B10 bahkan sukses meraih peringkat 5 bintang dari uji benturan dan keselamatan berkendara Eropa, Euro NCAP. Jadi, hati dijamin tenteram saat mengemudi.

Untuk saat ini spesifikasi teknis B10 versi pasar Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun kehadiran unit Leapmotor B10
berselubung kamuflase di jalanan umum mengisyaratkan bahwa rangkaian proses uji berkendara atau tahapan persiapan homologasi saat ini sedang berjalan jelang momen peluncuran resminya.

Camouflage Car Campaign

Kehadiran SUV Leapmotor B10 berselubung kamuflase ternyata merupakan kampanye kreatif yang diadakan oleh Leapmotor Indonesia. Kamuflase di sekujur bodi Leapmotor B10 yang mulai berkeliling di sejumlah titik strategis Jakarta mengusung desain artistik dengan tampilan visual yang unik dan eye-catching.

Kehadiran kendaraan ini pun sukses menarik perhatian masyarakat sekaligus membangun antusiasme menjelang peluncuran resmi Leapmotor B10 di Indonesia. Aktivitas brand engagement Leapmotor Indonesia ini jadi cara unik dalam memperkenalkan SUV listrik terbaru Leapmotor kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih interaktif, modern, dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini.

Desain kamuflasenya merepresentasikan karakter Leapmotor B10 sebagai kendaraan listrik modern yang menggabungkan teknologi inovatif dengan desain futuristis.

Melalui kampanye ini, Leapmotor Indonesia mengajak masyarakat untuk menemukan camouflage car Leapmotor B10 di berbagai titik strategis kota Jakarta dan mengikuti giveaway interaktif melalui QR code yang tersedia pada bodi kendaraan.

Masyarakat yang berhasil melakukan scan QR code berkesempatan memenangkan dinner untuk dua orang di hotel bintang lima dengan total hadiah senilai hingga IDR 1,5 juta.

Kampanye ini tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Leapmotor Indonesia dalam membangun awareness terhadap kendaraan listrik pintar yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas urban masa kini.

Kehadiran camouflage car di ruang publik diharapkan mampu menciptakan excitement sekaligus memperkenalkan Leapmotor B10 secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Sudah tak sabar ingin melihat wujud asli SUV EV Leapmotor B10 dari dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya….

JETOUR G700 & T2 i-DM Diuji Dengan Trek Simulasi “Travel+”

JETOUR menggelar sesi uji kendara eksklusif di Beijing, China tepatnya di kawasan Haidian Airport. Pengujian ini dilakukan para media dan influencer global mengendarai JETOUR G700 dan JETOUR T2 i-DM dalam berbagai kondisi ekstrem hingga penggunaan harian.

Acara ini menjadi bagian dari strategi JETOUR dalam menghadirkan pengalaman “Travel+”, yang tidak hanya menampilkan teknologi, tetapi juga membuktikan langsung kapabilitas kendaraan di lapangan. Beragam skenario pengujian disiapkan, mulai dari akselerasi, pengereman, slalom, hingga simulasi off-road berat yang menguji stabilitas dan daya tahan kendaraan.

JETOUR G700 tampil sebagai bintang utama dengan karakter All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV. Dari sisi desain, G700 memadukan tampilan rugged dengan sentuhan kemewahan modern. Namun, kekuatan utamanya justru terletak pada performa dan teknologi. Dalam pengujian, SUV ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 4,6 detik, sekaligus menunjukkan kemampuan melibas genangan air hingga kedalaman 970 mm.

Di medan ekstrem, sistem GAIA Architecture yang dipadukan dengan tiga differential lock bekerja optimal untuk menjaga traksi di berbagai kondisi, termasuk saat melewati rintangan seperti side slope, cross-axle, hingga roller ramp. Hal ini menjadikan G700 tidak hanya tangguh, tetapi juga stabil dan presisi saat menghadapi tantangan off-road.

Menariknya, kenyamanan tetap menjadi prioritas. Kabin G700 dilengkapi sistem audio premium Lexicon yang dikembangkan bersama Rolls-Royce, menghadirkan kualitas suara layaknya teater. Selain itu, kursi multifungsi dengan fitur pijat 8 titik, sandaran kaki, dan meja lipat semakin memperkuat kesan premium di dalam kabin.

Sementara itu, JETOUR T2 i-DM menawarkan pendekatan berbeda dengan mengedepankan efisiensi dan fleksibilitas. SUV Plug-in Hybrid (PHEV) ini menggabungkan mesin 1.5TD dengan sistem hybrid 3DHT, menghasilkan tenaga total 280 kW dan torsi 610 Nm. Kombinasi ini memberikan performa responsif sekaligus efisiensi energi yang optimal.

Dalam sesi pengujian, T2 i-DM menunjukkan keseimbangan antara kenyamanan dan kemampuan jelajah. Handling tetap stabil saat melibas berbagai rintangan, sementara karakter berkendara terasa lebih halus dan adaptif untuk penggunaan sehari-hari. Teknologi seperti Snapdragon 8155 Smart Chip dan layar kontrol 15,6 inci juga memberikan pengalaman berkendara yang modern dan intuitif.

Fitur unggulan lainnya mencakup 540° panoramic imaging untuk visibilitas maksimal, suplai daya eksternal 3,3 kW untuk kebutuhan outdoor, serta parking air conditioning yang meningkatkan kenyamanan saat berhenti. Semua ini menjadikan T2 i-DM sebagai SUV yang siap mendukung gaya hidup aktif, baik di perkotaan maupun saat berpetualang.

Melalui sesi uji kendara ini, JETOUR G700 hadir sebagai SUV ekstrem dengan performa maksimal, sementara T2 i-DM menawarkan solusi mobilitas yang efisien dan serbaguna.

Dengan pendekatan yang menggabungkan teknologi, performa, dan lifestyle, JETOUR semakin memperkuat posisinya sebagai brand yang siap mendefinisikan ulang pengalaman berkendara modern, termasuk untuk pasar Indonesia yang memiliki kebutuhan mobilitas beragam.

Sedan Listrik Toyota-GAC bZ7 Laris Manis Dalam Waktu 1 Jam!

Hanya selang beberapa bulan setelah diperkenalkan pada November 2025 lalu di Guangzhou Auto Show, sedan listrik mewah Toyota bZ7 kini resmi dipasarkan di China.

Tampilannya yang memukau dengan bodi sporty ala fastback coupe memang bikin hati kepincut. Dengan panjang 5.130 mm, lebar 1.965 mm dan tinggi 1.500 mm, bZ7 posturnya seukuran Tesla Model S dan BYD Han L. Jarak wheelbase yang di angka 3.020 mm pun terbilang panjang. Mengindikasikan ruang kabinnya cukup lapang ala sedan saloon kelas premium.

Secara garis besar, desain bZ7 memiliki benang merah dengan mobil listrk garapan GAC Toyota yang telah ada seperti bZ3. Terlihat jelas dari desain lampu LED model garis horizontal pada area grille yang dipadukan dengan lampu LED siang hari (DRL) melengkung berbentuk hutuf C.

Lampu utama berbentuk meruncing semakin menguatkan aura semi futuristik. Lampu LED belakang model blok terintegtasi antara lampu rem dan sein menguatkan kesan mobil modern dan kekinian.

Lantas, seperti apa fitur teknologi dan performa yang dimiliki mobil ini?

Kolaborasi Lintas Produsen Teknologi

Dalam menggarap mobil ini, Toyota dan mitra industri lokalnya di China yakni GAC turut menggandeng sejumlah produsen teknologi yang bukan level kaleng-kaleng.

Xiaomi dan Huawei yang punya reputasi sebagai raja teknologi mikroelektronik serta software dunia, juga Momenta adalah nama besar yang turut berkolaborasi mengolah bZ7. Tujuannya ternyata untuk mematahkan dominasi BYD di pasar domestik China.

Software pada sistem fitur berkendara pakai Huawei Harmony OS 5.0 yang dilengkapi konektifitas nirkabel Apple CarPlay. Fitur bantuan suara cerdas pakai MoLA garapan Huawei yang tak hanya bisa diajak berdialog secara interaktif, tapi juga mengidentifikasi 4 zona dan mampu mengeksekusi beberapa perintah secara simultan. Sistem kunci cerdas Huawei StarFlash bikin mobil ini tak kalah dari brand kompetitor.

Xiaomi kebagian jatah mengintegrasikan konten fitur aplikasi Mi Home Apps serta tombol fisik magnetic Bluetooth.

Sistem bantu berkendara terpadu ADAS pakai R6 dari Momenta R6. Pada varian teratas terdapat sensor LiDAR, lima radar gelombang milimeter, 11 kamera HD, dan 10 radar ultrasonik. Sistem ADAS R6 dan sensor radar mobil ini terintegrasi dengan fitur Highway NOA (Navigate on Autopilot), serta navigasi pemandu berkendara dalam kota. Benar-benar sarat fitur bertenologi canggih dan mutakhir.

Performa Yang Bikin Takjub

Sistem penggerak memanfaatkan motor listrik Drive ONE multi-in-one dari Huawei.  Daya yang dihasilkan mencapai 207 kW (278 hp). Tersedia opsi motor elektrik tunggal dan dual-motor berpenggerak all-wheel drive.  Motor listrik jenis baru ini dikatakan efisiensi dayanya mencapai 97.5%.

Energi listrik bersumber dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang tersedia dalam dua pilihan besaran daya, 71.35 kWh dan 88.13 kWh. Jarak jelajah maksimumnya pun lumayan, berkisar antara 600 km hingga 710 km berdasarkan standar uji CLTC.

Jarak jelajah yang cukup untuk menunjang mobilitas harian di area perkotaan atau sekadar melakukan perjalanan antar kota jarak menengah.

Untuk pengisian daya, mobil listrik ini sudah dilengkapi sistem fast charging terbaru yang ada di China yakni jenis 3C. Cukup 10 menit pengecasan cepat, energi baterai akan cukup untuk menempuh jarak sekira 300 km. Performa pengecasannya bikin takjub!

Mobil listrik ini pun dilengkapi fitur dischage untuk mengalirkan daya listrik ke perangkat listrik eksternal dengan output 6.6 kW.

Laku 3.100 Unit Dalam 1 Jam!

Dengan harga subsidi mulai dari 147.800 yuan (Rp 363 juta), hingga 199.800 yuan (Rp 491 jutaan), jelas bikin tergiur. Sudah bisa ditebak, jumlah pesanan pun tembus 3.100 unit hanya dalam waktu satu jam! Saat ini jumlah pemesanan masih terus bertambah.

Mobil listrik yang cukup menarik bukan? Hanya saja untuk saat ini belum ada kabar resmi jika bZ7 bakal dipasarkan di luar China. Berharap saja mobil ini juga bakal melenggang ke pasar global seperti Toyota bZ3 dan bZ3X.

Changan Automobile Perkenalkan Teknologi BlueCore Hybrid

Kendaraan elektrifikasi saat ini mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hanya saja, saat ini masih banyak yang enggan beralih dari kendaraan peminum BBM ke mobil listrik. Teknologi hybrid jadi jembatan yang relevan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tapi masih bisa mampir SPBU.

China Changan Automobile Group sangat mrmahami hal tersebut. Selain memproduksi mobil listrik bertenaga batetsi (BEV), mesin hybrid pun terus dikembangkan sebagai penyeimbang. Teknologi terbaru BlueCore HEV pun resmi diperkenalkan sebagai gebrakan baru. Seperti apa teknologimya?

BlueCore HEV

BlueCore HEV merupakan solusi teknologi mesin hybrid cerdas dengan konsumsi energi yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Pengembangan teknologi ini butuh waktu enam tahun dengan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga ahli. Dengan memanfaatkan 163 jenis teknologi, riset BlueCore HEV menelan dana investasi 2 miliar Yuan atau sekira Rp 5 trilyun.

Untuk menghasilkan konsumsi BBM yang lebih efisien, sistem ini memanfaatkan mesin hybrid dengan sistem suplai bahan bakar direct injection bertekanan tinggi yakni 500 Bar. Teknologi ini merupakan yang pertama di dunia menggunakan sistem injeksi BBM bertekanan sangat tinggi.

Fungsi mesin bermotor bakar ini sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Jadi mesin tidak terhubung langsung ke roda.

Sebagai penggerak roda, BlueCore HEV menggunakan motor listrik berdaya tinggi dengan fluks magnet besar. Sedangkan pasokan energi listrik bersumber dari baterai berperforma tinggi yang dilengkapi sistem kontrol cerdas berbasis AI. Sistem hybrid terbaru ini tidak memerlukan sumber daya listrik eksternal untuk pengisian daya baterai.

Pada prototype teknologi BlueCore HEV, desain ruang bakar pada mesin mengalami penyesuaian. Untuk mengimbangi tekanan semprotan injeksi BBM yang sangat tinggi, rasio kompresi ruang bakar dirancang di angka 16:1. Agar getaran dan suara knalpot serta emisi gas buang yang dihasilkan cukup rendah, 30% gas buang yang dihasilkan diresirkulasi pada penyaring sistem exhaust.

Motor listrik penggerak P3 yang digunakan dilengkapi 3V high magnetic flux steel yang mampu menghasilkan efisiensi gerak hingga 98.1%! Bahkan putaran motor listrik mampu mencapai 2000 rpm dengan output 180kW (241 hp). Bobotnya pun relatif ringan, hanya kisaran 18.1 kg.

Sebagai sumber pasokan daya listrik, dipercayakan pada baterai ternary lithium berdaya 1.7kWh. Sementara sistem kendali kinerja motor listrik dan mesin memanfaatkan 6 MCU chip berperforma tinggi dengan software berbasis AI.

Chip dapat melakukan operasi pengaturan akselerasi motir listrik, deteksi dan kalkulasi perilaku mengemudi dan masih banyak lagi. semua dilakukan dalam hitungan milidetik!

Hasil Uji Menakjubkan

Serangkaian pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan durasi jarak lebih dari 2 juta kilometer, lebih dari 70 uji jalan khusus, 350 jam uji statis tanpa henti, serta lebih dari 1.000 jam uji dalam kondisi ekstrem.

Uji jalan nyata pun dilakukan bersama media dan pengguna. Hasil uji pada BlueCore HEV mampu melampaui performa kendaraan hybrid sejenis.

Pada uji statis, dikatakan efisiensi thermal mampu mencapai angka tertinggai 44.28%. Sedangkan efisiensi thermal rata-rata di angka 40.9%. Pada uji jalan, hasilnya bahkan lebih baik lagi yakni 56.3%.

Pada uji jalan kondisi nyata di dalam kota, sedan Eado HEV yang dilengkapi sistem hybrid BlueCore cuma butuh 2.98 liter BBM untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan SUV CS75 HEV mengkonsumsi 3.54 liter bensin untuk jarak 100 km. Kombinasi BBM rata-rata kombinasi dalam kota dan tol pun masih terbilang irit, yakni 4.67 L/100 km.

BlueCore HEV merupakan teknologi hybrid generasi baru yang menjadi langkah strategis Changan Automobile dalam menghadirkan solusi mobilitas global. Sistem ini dirancang untuk mendefinisikan ulang mobilitas hybrid yang efisien. Mobil terbaru apa saja yang akan dibekali teknologi ini nantinya? Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat.

 

Platform i-SWIFT Jadi Fondasi iCAR V23, Adaptif dan Bertenaga!

iCAR mulai mengungkap fondasi teknologi yang akan menjadi tulang punggung lini kendaraan listriknya di Indonesia melalui platform i-SWIFT. Kehadiran platform ini menandai langkah strategis iCAR dalam menghadirkan kendaraan listrik yang adaptif, bertenaga, serta relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Sebagai arsitektur modular, i-SWIFT dirancang khusus untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan dengan integrasi menyeluruh antara powertrain, chassis, serta sistem pintar dalam satu kesatuan. Pendekatan ini memungkinkan iCAR menghadirkan performa konsisten sekaligus fleksibilitas tinggi untuk berbagai segmen kendaraan.

Implementasi nyata platform ini terlihat pada iCAR V23 yang mengusung konfigurasi chassis canggih. Suspensi depan mengadopsi sistem double-wishbone atau MacPherson, dipadukan dengan suspensi belakang five-link independent.

Kombinasi tersebut menghasilkan keseimbangan optimal antara kenyamanan dan stabilitas, baik untuk penggunaan harian di perkotaan maupun saat menghadapi medan yang lebih menantang.

Sistem i-AWD, Kunci Performa dan Stabilitas

Performa iCAR V23 semakin diperkuat oleh sistem i-AWD yang mampu mendistribusikan torsi secara dinamis ke setiap roda.

Berbeda dengan sistem penggerak konvensional, i-AWD bekerja secara adaptif melalui kontrol elektronik. Sistem ini dapat berpindah secara mulus antara penggerak dua roda dan empat roda, sehingga mampu menjaga efisiensi energi tanpa mengorbankan performa.

Dalam kondisi jalan perkotaan, distribusi tenaga diatur untuk menghasilkan karakter berkendara yang halus dan senyap. Sementara di medan off-road, sistem secara otomatis menyesuaikan penyaluran tenaga untuk menjaga traksi dan stabilitas.

Mode Berkendara Lengkap dan Personal

Untuk meningkatkan pengalaman berkendara, iCAR V23 dilengkapi lebih dari enam mode berkendara, mulai dari ECO, Comfort, Sport, Slippery, Off-Road, hingga Individual.

Mode Individual memungkinkan pengemudi mengatur berbagai parameter kendaraan sesuai preferensi, menciptakan pengalaman berkendara yang lebih personal. Seluruh pengaturan dapat diakses melalui kontrol fisik, layar sentuh, hingga perintah suara, memberikan kemudahan tanpa mengganggu fokus berkendara.

Keandalan platform i-SWIFT tidak hanya berhenti pada konsep. Berbagai pengujian di kondisi nyata, seperti medan berlumpur, tanjakan curam, hingga tikungan tajam, telah dilakukan untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal.

Hasilnya, iCAR V23 mampu menjaga stabilitas, respons tenaga, serta presisi handling dalam berbagai situasi ekstrem—menegaskan kualitas engineering yang matang dan siap digunakan di dunia nyata.

Siap Jawab Kebutuhan Mobilitas Modern

Menurut Mark Yang, iCAR V23 merupakan representasi dari kekuatan platform i-SWIFT yang mengedepankan fleksibilitas dan performa sekaligus kenyamanan.

Dengan filosofi “Born to Play”, iCAR menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya cocok untuk kebutuhan harian, tetapi juga mampu menjelajah berbagai kondisi jalan.

Kehadiran platform i-SWIFT menjadi fondasi penting bagi iCAR dalam menetapkan standar baru kendaraan listrik—menggabungkan teknologi, fleksibilitas, serta pengalaman berkendara premium dalam satu paket.

Baru Perkenalan, Changan Akan Pasarkan Deepal SO5 REEV di Tanah air

Setelah sukses menggebrak pasar otomotif Indonesia dengan mobil listrik Deepal S07 dan Lumin EV, Changan Automobile kembali menyiapkan mobil terbarunya.

Sebagai menu pembuka, pabrikan otomotif asal China ini memperkenalkan SUV Deepal S05 REEV. Debut perkenalan yang dilakukan di Jakarta pada Rabu, (9/4) kemarin menandai keseriusan Changan Automobile dalam berekspansi dan menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia Karena masih tahap tes pasar, info spesifikasinya belum diungkap secara utuh.

Ini baru satu model, dan masih ada model lainnya yang akan menyusul diperkenalkan. Hal tersebut diamini oleh Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia yang memberi sedikit petunjuk jika tahun ini Changan bakal memboyong tiga model baru ke Indonesia.

“Kami melihat peluang yang positif seiring pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Setelah menghadirkan Changan Lumin dan Deepal S07, kami siap memperkenalkan tiga model baru secara bertahap hingga akhir tahun ini untuk perluas portofolio Changan di Tanah Air dan memberikan pilihan lebih bagi konsumen,” papar Setiawan Surya.

Gaya Semi Futuristik

Deepal S05 REEV mengusung filosofi desain “Symbiotic Aesthetics”, yang memadukan elemen estetika dan fungsi secara imbang.

Secara sepintas, desain tampilan Deepal S05 REEV terlihat tak jauh beda dari Deepal S07. Postur bodinya yang memiliki panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm dan jarak wheelbase 2.880 mm, sedikit lebih compact dari Deepal S07.

Kesan semi futuristik dan premium diperkuat dengan lampu depan dan belakang LED berdesain ramping, frameless doors serta electric door handles yang menyatu dengan bodi. Desain bodi yang sporty kian terlihat eyecatching dengan velg alloy 18-inci.

Faktor gaya aerodinamika juga menjadi perhatian. Terlihat dari penggunaan sirip diffuser pemecah angin yang menghasilkan koefisien hambatan udara minim yakni 0,25 Cd. Untuk sebuah SUV, angkanya terbilang cukup impresif. Gaya aerodinamika yang makin sempurna berdampak pada stabilitas berkendara dan efisiensi konsumsi energi.

Sebagai catatan, desain mobil ini berhasil mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan Germany iF Design Award 2025. Jadi kualitasnya tak perlu lagi diragukan.

Jarak Jelajah Jadi Keunggulan

Berhubung info seputar spek mobil ini bikin penasaran, kami pun menelisik ke daratan Eropa. Ya, Changan Deepal S05 di Benua Biru ada dua versi yang juga bakal beredar tahun ini pada Mei 2026 mendatang yakni versi EV dan REEV.

REEV atau Range Extender Electric Vehicle (REEV) memanfaatkan mesin motor bakar sebagai generator yang akan mengisi energi baterai. Jadi tidak terhubung langsung ke roda. Sistem penggerak utamanya adalah motor listrik. Teknologi ini menyuguhkan rasa berkendara yang senyap seperti mobil listrik, tapi tak perlu sering mampir SPKLU untuk mengecas baterai. Dengan demikian, lebih fleksibel dan praktis dibandingkan mobil listrik biasa.

Deepal S05 REEV di pasar Eropa dibekali sistem Ultra Hybrid yang memadukan mesin bensin 1.5-liter bertenaga 79 hp sebagai generator dengan motor listril penggerak beroutput 234 hp. Sistem REEV ini output kombinasinya mencapai 258 hp.

Berbekal baterai 18.4 kWh, jarak jelajah pada mode EV mengandalkan energi baterai bisa mencapai 100 kilometer. Untuk mode hybrid, jarak jelajah maksimumnya 1.000 kilometer! Lebih dari cukup untuk menunjang mobilitas harian dalam kota maupun perjalanan anyar kota jarak jauh.

Dengan fast charger DC beroutput hingga 55 kW, pengecasan daya dari 30% hingga 80% cuma butuh waktu 15 menit! Wuih, sangat efisien. Mobil ini juga dilengkapi fitur berbagi daya vehicle to load (V2L) yang memanfaatkan energi listrik baterai untuk perangkat kelistrikan eksternal. Mirip genset mini

Gak sabar lagi untuk menantikan peluncuran resmi Deepal S05 REEV bukan? Sabar, pihak Changan Automobile sedianya akan resmi meluncurkan dan memasarkan paling cepat pada semester kedua tahun 2026. Jadi, kita tunggu saja tanggal tayangnya…

Sistem ADAS G-ASD Geely Lolos Standar Uni Eropa, Siap Dipakai!

Pada awal Januari 2026 lalu Geely baru saja memperkenalkan generasi terbaru teknologi ADAS (Advance Driver’s Assistance System) mereka dalam pameran teknologi Consumer Electronic Show (CES) 2026 di Las Vegas, AS. Sistem berbasis AI yang diberi nama “Geely-Afari Smart Driving” atau G-ASD ini dikatakan telah mendukung sistem otonom Level 3. Teknologi G-ASD bahkan telah digunakan pada model kendaraan Lynk & Co–salah satu sub-brand di bawah naungan Geely. Persaingan teknologi sistem bantuan berkendara terpadu ADAS global bakal kian sengit pastinya.

Tak butuh waktu lama, sistem ADAS G-ASD baru saja mendapatkan sertifikasi UN R171 dari badan uji Uni Eropa. Dengan sertifikasi tersebut, maka sistem G-ASD legal untuk digunakan di seluruh jalan raya kawasan Uni Eropa. Sejumlah model kendaraan dari brand di bawah naungan Geely Auto Group akan dilengkapi sistem G-ASD dan segera dipasarkan di Eropa paling cepat Juni 2026 mendatang. Gercep juga…

Apa Itu G-ASD?

Sistem ADAS G-ASD dikembangkan oleh Afari (Qianli) Technology, perusahaan sektor teknologi dari anak usaha Geely yakni Lifan Group yang berpusat di Chongqing, China.

Teknologi G-ASD ini dikembangkan dari sistem software G-Pilot yang dibuat oleh Afari untuk Geely. Pengaplikasian teknologi berbasis artificial intelligence (AI) pada sistem kendali fitur kendaraan menjadikan sistem G-ASD lebih canggih dari G-Pilot. Ini adalah bagian dari strategi teknologi “AI + Auto” yang disiapkan untuk kendaraan Geely di masa depan.

Inti utama dari G-ASD adalah World Action Model, atau WAM, kemampuan sistem kendaraan untuk bisa merespon kondisi di sekeliling secara lebih intuitif dan presisi. Dengan demikian, kinerja sistem bantuan berkendara akan menjadi lebih alami dan sempurna

Sistem G-ASD dibangun menggunakan basis platform AI 2.0 hasil rancangan mandiri Geely. Dengan arsitektur modular ini, kinerja sistem akan lebih konsisten dan stabil dalam mendeteksi perubahan kecepatan, jarak dan pergerakan obyek, serta perilaku dan gaya berkendara sehari-hari. Sistem juga secara berkala mengupdate dan meningkatkan koordinasi seluruh sistem yang ada pada kendaraan.

WAM menginput data dari beragam sumber, termasuk data autonomous driving, interaksi pengemudi, input sensor kendaraan, serta beragam data dari sumber eksternal.

Hasil pengolahan data yang dinput menjadi acuan kendali kinerja pada mesin, sasis, sistem sensor elektronik, serta fungsi fitur berkendara. Untuk versi berbasis Cloud, parameter dan kalkulasi yang diinput bisa lebih dari 100 miliar data. Wuih… canggih!

G-ASD Siap Melenggang Di Eropa

Sertifikasi UN R171 yang diperoleh Geely tak ubahnya ‘SIM’ yang membuat sistem G-ASD legal dan bebas digunakan pada seluruh kendaraan Geely yang beredar di negara anggota United Nations Economic Commission for Europe. Tak perlu repot lagi harus mengajukan izin di masing-masing negara.

Untuk pasar Eropa, mobil buatan Lotus akan jadi yang pertama dibekali sistem G-ASD. Walau brand asal Inggris, tapi mayoritas sahamnya dimiliki Geely Auto Group, anak usaha di bawah Geely Holding Group.

Persyaratan sertifikasi tersebut memang tidak mudah. Di Eropa, sistem otonom dapat digunakan di jalan tol, namun hanya sebatas bantuan navigasi. Untuk penggunaan di jalan raya perkotaan, syarat dan pengujiannya amat sangat ketat.

BMW bahkan baru memperolehnya pada 2025. Sebagai catatan, Mercedes-Benz jadi yang pertamakali mendapatkan sertifikasi sistem otonom L3 di dunia.

Teknologi yang dikembangkan Afari menarik minat Mercedes-Benz untuk menyuntik dana investasi senilai 1,34 miliar Yuan atau sekira Rp 3,3 trilyun! Pabrikan Jerman ini pun kini punya andil saham sebesar 3% di Afari. Cara cerdas untuk bisa memanfaatkan teknologi G-ASD dan sistem turunannya.

Struktur Bodi JETOUR T2 Super Kokoh, Siap Angkat Beban 350 Kg

Masih banyak konsumen di Indonesia yang meragukan kualitas kendaraan dari pabrikan otomotif asal China. Keraguan tersebut coba dijawab secara langsung oleh JETOUR melalui demonstrasi kekuatan struktur bodi SUV andalannya, JETOUR T2.

Dalam sebuah acara Media Iftar yang digelar di MGP Space pada Selasa (10/3), dua unit JETOUR T2 dipamerkan dengan cara yang cukup unik. Kedua SUV tersebut digunakan sebagai penopang layar LCD berukuran besar yang memiliki bobot lebih dari 350 kilogram.

Demonstrasi tersebut memperlihatkan bagaimana struktur atap kendaraan mampu menahan beban berat tanpa mengalami deformasi yang berarti. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa konstruksi bodi JETOUR T2 dirancang dengan standar kekuatan tinggi untuk menunjang keselamatan berkendara.

Menurut Moch Ranggy Radiansyah, aspek keselamatan menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan setiap produk JETOUR.

“Bagi JETOUR, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. Melalui demonstrasi ini kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi dasar keamanan dalam setiap perjalanan,” jelas Ranggy kepada awak media.

Secara teknis, struktur bodi JETOUR T2 menggunakan konstruksi Hardtop Cage Body Monocoque yang memanfaatkan sekitar 80 persen material high-strength steel. Struktur ini mampu memberikan stabilitas tinggi sekaligus kekuatan rangka yang optimal.

Hasilnya, rangka bodi mobil ini mampu menahan beban statis hingga 300 kilogram dengan tingkat rigiditas torsi mencapai 31.000 Nm per derajat. Dengan kemampuan tersebut, tak heran jika SUV ini berhasil meraih peringkat keselamatan tertinggi atau lima bintang dari lembaga pengujian keselamatan kendaraan ASEAN NCAP.

Selain struktur bodi yang kuat, JETOUR T2 juga dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern. Salah satunya adalah teknologi 540° JETOUR Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan, termasuk tampilan sasis transparan untuk membantu pengemudi bermanuver di area sempit maupun medan sulit.

SUV ini juga dibekali kemampuan Flood Ready & Terrain Ready yang memungkinkan kendaraan menghadapi berbagai kondisi jalan. Melalui fitur Wading Radar, sistem kendaraan mampu mendeteksi kedalaman air secara real time saat melintasi genangan.

Dengan ground clearance mencapai 220 mm, JETOUR T2 diklaim mampu melewati genangan air hingga kedalaman sekitar 700 mm. Kemampuan ini tentu menjadi nilai tambah bagi SUV yang dirancang sebagai kendaraan penjelajah.

Untuk mendukung keselamatan berkendara yang lebih canggih, JETOUR T2 juga dibekali paket sistem bantuan mengemudi ADAS Bosch Suite yang mengusung radar generasi kelima dan kamera generasi ketiga. Sistem ini menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System yang membantu menjaga stabilitas kendaraan sekaligus mempertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan.

Dalam kesempatan yang sama, Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting menjelaskan bahwa perjalanan mudik di Indonesia memiliki karakteristik yang cukup menantang.

Volume kendaraan yang sangat besar, durasi perjalanan panjang, serta kondisi jalan yang beragam sering kali menjadi faktor yang meningkatkan risiko kelelahan pengemudi.
Karena itu, menurutnya kendaraan dengan struktur kokoh serta fitur keselamatan yang lengkap menjadi faktor penting untuk mendukung perjalanan jarak jauh yang aman dan nyaman, terutama selama musim mudik Lebaran.