Sedan Listrik Toyota-GAC bZ7 Laris Manis Dalam Waktu 1 Jam!

Hanya selang beberapa bulan setelah diperkenalkan pada November 2025 lalu di Guangzhou Auto Show, sedan listrik mewah Toyota bZ7 kini resmi dipasarkan di China.

Tampilannya yang memukau dengan bodi sporty ala fastback coupe memang bikin hati kepincut. Dengan panjang 5.130 mm, lebar 1.965 mm dan tinggi 1.500 mm, bZ7 posturnya seukuran Tesla Model S dan BYD Han L. Jarak wheelbase yang di angka 3.020 mm pun terbilang panjang. Mengindikasikan ruang kabinnya cukup lapang ala sedan saloon kelas premium.

Secara garis besar, desain bZ7 memiliki benang merah dengan mobil listrk garapan GAC Toyota yang telah ada seperti bZ3. Terlihat jelas dari desain lampu LED model garis horizontal pada area grille yang dipadukan dengan lampu LED siang hari (DRL) melengkung berbentuk hutuf C.

Lampu utama berbentuk meruncing semakin menguatkan aura semi futuristik. Lampu LED belakang model blok terintegtasi antara lampu rem dan sein menguatkan kesan mobil modern dan kekinian.

Lantas, seperti apa fitur teknologi dan performa yang dimiliki mobil ini?

Kolaborasi Lintas Produsen Teknologi

Dalam menggarap mobil ini, Toyota dan mitra industri lokalnya di China yakni GAC turut menggandeng sejumlah produsen teknologi yang bukan level kaleng-kaleng.

Xiaomi dan Huawei yang punya reputasi sebagai raja teknologi mikroelektronik serta software dunia, juga Momenta adalah nama besar yang turut berkolaborasi mengolah bZ7. Tujuannya ternyata untuk mematahkan dominasi BYD di pasar domestik China.

Software pada sistem fitur berkendara pakai Huawei Harmony OS 5.0 yang dilengkapi konektifitas nirkabel Apple CarPlay. Fitur bantuan suara cerdas pakai MoLA garapan Huawei yang tak hanya bisa diajak berdialog secara interaktif, tapi juga mengidentifikasi 4 zona dan mampu mengeksekusi beberapa perintah secara simultan. Sistem kunci cerdas Huawei StarFlash bikin mobil ini tak kalah dari brand kompetitor.

Xiaomi kebagian jatah mengintegrasikan konten fitur aplikasi Mi Home Apps serta tombol fisik magnetic Bluetooth.

Sistem bantu berkendara terpadu ADAS pakai R6 dari Momenta R6. Pada varian teratas terdapat sensor LiDAR, lima radar gelombang milimeter, 11 kamera HD, dan 10 radar ultrasonik. Sistem ADAS R6 dan sensor radar mobil ini terintegrasi dengan fitur Highway NOA (Navigate on Autopilot), serta navigasi pemandu berkendara dalam kota. Benar-benar sarat fitur bertenologi canggih dan mutakhir.

Performa Yang Bikin Takjub

Sistem penggerak memanfaatkan motor listrik Drive ONE multi-in-one dari Huawei.  Daya yang dihasilkan mencapai 207 kW (278 hp). Tersedia opsi motor elektrik tunggal dan dual-motor berpenggerak all-wheel drive.  Motor listrik jenis baru ini dikatakan efisiensi dayanya mencapai 97.5%.

Energi listrik bersumber dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang tersedia dalam dua pilihan besaran daya, 71.35 kWh dan 88.13 kWh. Jarak jelajah maksimumnya pun lumayan, berkisar antara 600 km hingga 710 km berdasarkan standar uji CLTC.

Jarak jelajah yang cukup untuk menunjang mobilitas harian di area perkotaan atau sekadar melakukan perjalanan antar kota jarak menengah.

Untuk pengisian daya, mobil listrik ini sudah dilengkapi sistem fast charging terbaru yang ada di China yakni jenis 3C. Cukup 10 menit pengecasan cepat, energi baterai akan cukup untuk menempuh jarak sekira 300 km. Performa pengecasannya bikin takjub!

Mobil listrik ini pun dilengkapi fitur dischage untuk mengalirkan daya listrik ke perangkat listrik eksternal dengan output 6.6 kW.

Laku 3.100 Unit Dalam 1 Jam!

Dengan harga subsidi mulai dari 147.800 yuan (Rp 363 juta), hingga 199.800 yuan (Rp 491 jutaan), jelas bikin tergiur. Sudah bisa ditebak, jumlah pesanan pun tembus 3.100 unit hanya dalam waktu satu jam! Saat ini jumlah pemesanan masih terus bertambah.

Mobil listrik yang cukup menarik bukan? Hanya saja untuk saat ini belum ada kabar resmi jika bZ7 bakal dipasarkan di luar China. Berharap saja mobil ini juga bakal melenggang ke pasar global seperti Toyota bZ3 dan bZ3X.

Changan Automobile Perkenalkan Teknologi BlueCore Hybrid

Kendaraan elektrifikasi saat ini mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hanya saja, saat ini masih banyak yang enggan beralih dari kendaraan peminum BBM ke mobil listrik. Teknologi hybrid jadi jembatan yang relevan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tapi masih bisa mampir SPBU.

China Changan Automobile Group sangat mrmahami hal tersebut. Selain memproduksi mobil listrik bertenaga batetsi (BEV), mesin hybrid pun terus dikembangkan sebagai penyeimbang. Teknologi terbaru BlueCore HEV pun resmi diperkenalkan sebagai gebrakan baru. Seperti apa teknologimya?

BlueCore HEV

BlueCore HEV merupakan solusi teknologi mesin hybrid cerdas dengan konsumsi energi yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Pengembangan teknologi ini butuh waktu enam tahun dengan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga ahli. Dengan memanfaatkan 163 jenis teknologi, riset BlueCore HEV menelan dana investasi 2 miliar Yuan atau sekira Rp 5 trilyun.

Untuk menghasilkan konsumsi BBM yang lebih efisien, sistem ini memanfaatkan mesin hybrid dengan sistem suplai bahan bakar direct injection bertekanan tinggi yakni 500 Bar. Teknologi ini merupakan yang pertama di dunia menggunakan sistem injeksi BBM bertekanan sangat tinggi.

Fungsi mesin bermotor bakar ini sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Jadi mesin tidak terhubung langsung ke roda.

Sebagai penggerak roda, BlueCore HEV menggunakan motor listrik berdaya tinggi dengan fluks magnet besar. Sedangkan pasokan energi listrik bersumber dari baterai berperforma tinggi yang dilengkapi sistem kontrol cerdas berbasis AI. Sistem hybrid terbaru ini tidak memerlukan sumber daya listrik eksternal untuk pengisian daya baterai.

Pada prototype teknologi BlueCore HEV, desain ruang bakar pada mesin mengalami penyesuaian. Untuk mengimbangi tekanan semprotan injeksi BBM yang sangat tinggi, rasio kompresi ruang bakar dirancang di angka 16:1. Agar getaran dan suara knalpot serta emisi gas buang yang dihasilkan cukup rendah, 30% gas buang yang dihasilkan diresirkulasi pada penyaring sistem exhaust.

Motor listrik penggerak P3 yang digunakan dilengkapi 3V high magnetic flux steel yang mampu menghasilkan efisiensi gerak hingga 98.1%! Bahkan putaran motor listrik mampu mencapai 2000 rpm dengan output 180kW (241 hp). Bobotnya pun relatif ringan, hanya kisaran 18.1 kg.

Sebagai sumber pasokan daya listrik, dipercayakan pada baterai ternary lithium berdaya 1.7kWh. Sementara sistem kendali kinerja motor listrik dan mesin memanfaatkan 6 MCU chip berperforma tinggi dengan software berbasis AI.

Chip dapat melakukan operasi pengaturan akselerasi motir listrik, deteksi dan kalkulasi perilaku mengemudi dan masih banyak lagi. semua dilakukan dalam hitungan milidetik!

Hasil Uji Menakjubkan

Serangkaian pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan durasi jarak lebih dari 2 juta kilometer, lebih dari 70 uji jalan khusus, 350 jam uji statis tanpa henti, serta lebih dari 1.000 jam uji dalam kondisi ekstrem.

Uji jalan nyata pun dilakukan bersama media dan pengguna. Hasil uji pada BlueCore HEV mampu melampaui performa kendaraan hybrid sejenis.

Pada uji statis, dikatakan efisiensi thermal mampu mencapai angka tertinggai 44.28%. Sedangkan efisiensi thermal rata-rata di angka 40.9%. Pada uji jalan, hasilnya bahkan lebih baik lagi yakni 56.3%.

Pada uji jalan kondisi nyata di dalam kota, sedan Eado HEV yang dilengkapi sistem hybrid BlueCore cuma butuh 2.98 liter BBM untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan SUV CS75 HEV mengkonsumsi 3.54 liter bensin untuk jarak 100 km. Kombinasi BBM rata-rata kombinasi dalam kota dan tol pun masih terbilang irit, yakni 4.67 L/100 km.

BlueCore HEV merupakan teknologi hybrid generasi baru yang menjadi langkah strategis Changan Automobile dalam menghadirkan solusi mobilitas global. Sistem ini dirancang untuk mendefinisikan ulang mobilitas hybrid yang efisien. Mobil terbaru apa saja yang akan dibekali teknologi ini nantinya? Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat.

 

Platform i-SWIFT Jadi Fondasi iCAR V23, Adaptif dan Bertenaga!

iCAR mulai mengungkap fondasi teknologi yang akan menjadi tulang punggung lini kendaraan listriknya di Indonesia melalui platform i-SWIFT. Kehadiran platform ini menandai langkah strategis iCAR dalam menghadirkan kendaraan listrik yang adaptif, bertenaga, serta relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Sebagai arsitektur modular, i-SWIFT dirancang khusus untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan dengan integrasi menyeluruh antara powertrain, chassis, serta sistem pintar dalam satu kesatuan. Pendekatan ini memungkinkan iCAR menghadirkan performa konsisten sekaligus fleksibilitas tinggi untuk berbagai segmen kendaraan.

Implementasi nyata platform ini terlihat pada iCAR V23 yang mengusung konfigurasi chassis canggih. Suspensi depan mengadopsi sistem double-wishbone atau MacPherson, dipadukan dengan suspensi belakang five-link independent.

Kombinasi tersebut menghasilkan keseimbangan optimal antara kenyamanan dan stabilitas, baik untuk penggunaan harian di perkotaan maupun saat menghadapi medan yang lebih menantang.

Sistem i-AWD, Kunci Performa dan Stabilitas

Performa iCAR V23 semakin diperkuat oleh sistem i-AWD yang mampu mendistribusikan torsi secara dinamis ke setiap roda.

Berbeda dengan sistem penggerak konvensional, i-AWD bekerja secara adaptif melalui kontrol elektronik. Sistem ini dapat berpindah secara mulus antara penggerak dua roda dan empat roda, sehingga mampu menjaga efisiensi energi tanpa mengorbankan performa.

Dalam kondisi jalan perkotaan, distribusi tenaga diatur untuk menghasilkan karakter berkendara yang halus dan senyap. Sementara di medan off-road, sistem secara otomatis menyesuaikan penyaluran tenaga untuk menjaga traksi dan stabilitas.

Mode Berkendara Lengkap dan Personal

Untuk meningkatkan pengalaman berkendara, iCAR V23 dilengkapi lebih dari enam mode berkendara, mulai dari ECO, Comfort, Sport, Slippery, Off-Road, hingga Individual.

Mode Individual memungkinkan pengemudi mengatur berbagai parameter kendaraan sesuai preferensi, menciptakan pengalaman berkendara yang lebih personal. Seluruh pengaturan dapat diakses melalui kontrol fisik, layar sentuh, hingga perintah suara, memberikan kemudahan tanpa mengganggu fokus berkendara.

Keandalan platform i-SWIFT tidak hanya berhenti pada konsep. Berbagai pengujian di kondisi nyata, seperti medan berlumpur, tanjakan curam, hingga tikungan tajam, telah dilakukan untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal.

Hasilnya, iCAR V23 mampu menjaga stabilitas, respons tenaga, serta presisi handling dalam berbagai situasi ekstrem—menegaskan kualitas engineering yang matang dan siap digunakan di dunia nyata.

Siap Jawab Kebutuhan Mobilitas Modern

Menurut Mark Yang, iCAR V23 merupakan representasi dari kekuatan platform i-SWIFT yang mengedepankan fleksibilitas dan performa sekaligus kenyamanan.

Dengan filosofi “Born to Play”, iCAR menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya cocok untuk kebutuhan harian, tetapi juga mampu menjelajah berbagai kondisi jalan.

Kehadiran platform i-SWIFT menjadi fondasi penting bagi iCAR dalam menetapkan standar baru kendaraan listrik—menggabungkan teknologi, fleksibilitas, serta pengalaman berkendara premium dalam satu paket.

Baru Perkenalan, Changan Akan Pasarkan Deepal SO5 REEV di Tanah air

Setelah sukses menggebrak pasar otomotif Indonesia dengan mobil listrik Deepal S07 dan Lumin EV, Changan Automobile kembali menyiapkan mobil terbarunya.

Sebagai menu pembuka, pabrikan otomotif asal China ini memperkenalkan SUV Deepal S05 REEV. Debut perkenalan yang dilakukan di Jakarta pada Rabu, (9/4) kemarin menandai keseriusan Changan Automobile dalam berekspansi dan menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia Karena masih tahap tes pasar, info spesifikasinya belum diungkap secara utuh.

Ini baru satu model, dan masih ada model lainnya yang akan menyusul diperkenalkan. Hal tersebut diamini oleh Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia yang memberi sedikit petunjuk jika tahun ini Changan bakal memboyong tiga model baru ke Indonesia.

“Kami melihat peluang yang positif seiring pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Setelah menghadirkan Changan Lumin dan Deepal S07, kami siap memperkenalkan tiga model baru secara bertahap hingga akhir tahun ini untuk perluas portofolio Changan di Tanah Air dan memberikan pilihan lebih bagi konsumen,” papar Setiawan Surya.

Gaya Semi Futuristik

Deepal S05 REEV mengusung filosofi desain “Symbiotic Aesthetics”, yang memadukan elemen estetika dan fungsi secara imbang.

Secara sepintas, desain tampilan Deepal S05 REEV terlihat tak jauh beda dari Deepal S07. Postur bodinya yang memiliki panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm dan jarak wheelbase 2.880 mm, sedikit lebih compact dari Deepal S07.

Kesan semi futuristik dan premium diperkuat dengan lampu depan dan belakang LED berdesain ramping, frameless doors serta electric door handles yang menyatu dengan bodi. Desain bodi yang sporty kian terlihat eyecatching dengan velg alloy 18-inci.

Faktor gaya aerodinamika juga menjadi perhatian. Terlihat dari penggunaan sirip diffuser pemecah angin yang menghasilkan koefisien hambatan udara minim yakni 0,25 Cd. Untuk sebuah SUV, angkanya terbilang cukup impresif. Gaya aerodinamika yang makin sempurna berdampak pada stabilitas berkendara dan efisiensi konsumsi energi.

Sebagai catatan, desain mobil ini berhasil mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan Germany iF Design Award 2025. Jadi kualitasnya tak perlu lagi diragukan.

Jarak Jelajah Jadi Keunggulan

Berhubung info seputar spek mobil ini bikin penasaran, kami pun menelisik ke daratan Eropa. Ya, Changan Deepal S05 di Benua Biru ada dua versi yang juga bakal beredar tahun ini pada Mei 2026 mendatang yakni versi EV dan REEV.

REEV atau Range Extender Electric Vehicle (REEV) memanfaatkan mesin motor bakar sebagai generator yang akan mengisi energi baterai. Jadi tidak terhubung langsung ke roda. Sistem penggerak utamanya adalah motor listrik. Teknologi ini menyuguhkan rasa berkendara yang senyap seperti mobil listrik, tapi tak perlu sering mampir SPKLU untuk mengecas baterai. Dengan demikian, lebih fleksibel dan praktis dibandingkan mobil listrik biasa.

Deepal S05 REEV di pasar Eropa dibekali sistem Ultra Hybrid yang memadukan mesin bensin 1.5-liter bertenaga 79 hp sebagai generator dengan motor listril penggerak beroutput 234 hp. Sistem REEV ini output kombinasinya mencapai 258 hp.

Berbekal baterai 18.4 kWh, jarak jelajah pada mode EV mengandalkan energi baterai bisa mencapai 100 kilometer. Untuk mode hybrid, jarak jelajah maksimumnya 1.000 kilometer! Lebih dari cukup untuk menunjang mobilitas harian dalam kota maupun perjalanan anyar kota jarak jauh.

Dengan fast charger DC beroutput hingga 55 kW, pengecasan daya dari 30% hingga 80% cuma butuh waktu 15 menit! Wuih, sangat efisien. Mobil ini juga dilengkapi fitur berbagi daya vehicle to load (V2L) yang memanfaatkan energi listrik baterai untuk perangkat kelistrikan eksternal. Mirip genset mini

Gak sabar lagi untuk menantikan peluncuran resmi Deepal S05 REEV bukan? Sabar, pihak Changan Automobile sedianya akan resmi meluncurkan dan memasarkan paling cepat pada semester kedua tahun 2026. Jadi, kita tunggu saja tanggal tayangnya…

Sistem ADAS G-ASD Geely Lolos Standar Uni Eropa, Siap Dipakai!

Pada awal Januari 2026 lalu Geely baru saja memperkenalkan generasi terbaru teknologi ADAS (Advance Driver’s Assistance System) mereka dalam pameran teknologi Consumer Electronic Show (CES) 2026 di Las Vegas, AS. Sistem berbasis AI yang diberi nama “Geely-Afari Smart Driving” atau G-ASD ini dikatakan telah mendukung sistem otonom Level 3. Teknologi G-ASD bahkan telah digunakan pada model kendaraan Lynk & Co–salah satu sub-brand di bawah naungan Geely. Persaingan teknologi sistem bantuan berkendara terpadu ADAS global bakal kian sengit pastinya.

Tak butuh waktu lama, sistem ADAS G-ASD baru saja mendapatkan sertifikasi UN R171 dari badan uji Uni Eropa. Dengan sertifikasi tersebut, maka sistem G-ASD legal untuk digunakan di seluruh jalan raya kawasan Uni Eropa. Sejumlah model kendaraan dari brand di bawah naungan Geely Auto Group akan dilengkapi sistem G-ASD dan segera dipasarkan di Eropa paling cepat Juni 2026 mendatang. Gercep juga…

Apa Itu G-ASD?

Sistem ADAS G-ASD dikembangkan oleh Afari (Qianli) Technology, perusahaan sektor teknologi dari anak usaha Geely yakni Lifan Group yang berpusat di Chongqing, China.

Teknologi G-ASD ini dikembangkan dari sistem software G-Pilot yang dibuat oleh Afari untuk Geely. Pengaplikasian teknologi berbasis artificial intelligence (AI) pada sistem kendali fitur kendaraan menjadikan sistem G-ASD lebih canggih dari G-Pilot. Ini adalah bagian dari strategi teknologi “AI + Auto” yang disiapkan untuk kendaraan Geely di masa depan.

Inti utama dari G-ASD adalah World Action Model, atau WAM, kemampuan sistem kendaraan untuk bisa merespon kondisi di sekeliling secara lebih intuitif dan presisi. Dengan demikian, kinerja sistem bantuan berkendara akan menjadi lebih alami dan sempurna

Sistem G-ASD dibangun menggunakan basis platform AI 2.0 hasil rancangan mandiri Geely. Dengan arsitektur modular ini, kinerja sistem akan lebih konsisten dan stabil dalam mendeteksi perubahan kecepatan, jarak dan pergerakan obyek, serta perilaku dan gaya berkendara sehari-hari. Sistem juga secara berkala mengupdate dan meningkatkan koordinasi seluruh sistem yang ada pada kendaraan.

WAM menginput data dari beragam sumber, termasuk data autonomous driving, interaksi pengemudi, input sensor kendaraan, serta beragam data dari sumber eksternal.

Hasil pengolahan data yang dinput menjadi acuan kendali kinerja pada mesin, sasis, sistem sensor elektronik, serta fungsi fitur berkendara. Untuk versi berbasis Cloud, parameter dan kalkulasi yang diinput bisa lebih dari 100 miliar data. Wuih… canggih!

G-ASD Siap Melenggang Di Eropa

Sertifikasi UN R171 yang diperoleh Geely tak ubahnya ‘SIM’ yang membuat sistem G-ASD legal dan bebas digunakan pada seluruh kendaraan Geely yang beredar di negara anggota United Nations Economic Commission for Europe. Tak perlu repot lagi harus mengajukan izin di masing-masing negara.

Untuk pasar Eropa, mobil buatan Lotus akan jadi yang pertama dibekali sistem G-ASD. Walau brand asal Inggris, tapi mayoritas sahamnya dimiliki Geely Auto Group, anak usaha di bawah Geely Holding Group.

Persyaratan sertifikasi tersebut memang tidak mudah. Di Eropa, sistem otonom dapat digunakan di jalan tol, namun hanya sebatas bantuan navigasi. Untuk penggunaan di jalan raya perkotaan, syarat dan pengujiannya amat sangat ketat.

BMW bahkan baru memperolehnya pada 2025. Sebagai catatan, Mercedes-Benz jadi yang pertamakali mendapatkan sertifikasi sistem otonom L3 di dunia.

Teknologi yang dikembangkan Afari menarik minat Mercedes-Benz untuk menyuntik dana investasi senilai 1,34 miliar Yuan atau sekira Rp 3,3 trilyun! Pabrikan Jerman ini pun kini punya andil saham sebesar 3% di Afari. Cara cerdas untuk bisa memanfaatkan teknologi G-ASD dan sistem turunannya.

Struktur Bodi JETOUR T2 Super Kokoh, Siap Angkat Beban 350 Kg

Masih banyak konsumen di Indonesia yang meragukan kualitas kendaraan dari pabrikan otomotif asal China. Keraguan tersebut coba dijawab secara langsung oleh JETOUR melalui demonstrasi kekuatan struktur bodi SUV andalannya, JETOUR T2.

Dalam sebuah acara Media Iftar yang digelar di MGP Space pada Selasa (10/3), dua unit JETOUR T2 dipamerkan dengan cara yang cukup unik. Kedua SUV tersebut digunakan sebagai penopang layar LCD berukuran besar yang memiliki bobot lebih dari 350 kilogram.

Demonstrasi tersebut memperlihatkan bagaimana struktur atap kendaraan mampu menahan beban berat tanpa mengalami deformasi yang berarti. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa konstruksi bodi JETOUR T2 dirancang dengan standar kekuatan tinggi untuk menunjang keselamatan berkendara.

Menurut Moch Ranggy Radiansyah, aspek keselamatan menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan setiap produk JETOUR.

“Bagi JETOUR, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. Melalui demonstrasi ini kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi dasar keamanan dalam setiap perjalanan,” jelas Ranggy kepada awak media.

Secara teknis, struktur bodi JETOUR T2 menggunakan konstruksi Hardtop Cage Body Monocoque yang memanfaatkan sekitar 80 persen material high-strength steel. Struktur ini mampu memberikan stabilitas tinggi sekaligus kekuatan rangka yang optimal.

Hasilnya, rangka bodi mobil ini mampu menahan beban statis hingga 300 kilogram dengan tingkat rigiditas torsi mencapai 31.000 Nm per derajat. Dengan kemampuan tersebut, tak heran jika SUV ini berhasil meraih peringkat keselamatan tertinggi atau lima bintang dari lembaga pengujian keselamatan kendaraan ASEAN NCAP.

Selain struktur bodi yang kuat, JETOUR T2 juga dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern. Salah satunya adalah teknologi 540° JETOUR Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan, termasuk tampilan sasis transparan untuk membantu pengemudi bermanuver di area sempit maupun medan sulit.

SUV ini juga dibekali kemampuan Flood Ready & Terrain Ready yang memungkinkan kendaraan menghadapi berbagai kondisi jalan. Melalui fitur Wading Radar, sistem kendaraan mampu mendeteksi kedalaman air secara real time saat melintasi genangan.

Dengan ground clearance mencapai 220 mm, JETOUR T2 diklaim mampu melewati genangan air hingga kedalaman sekitar 700 mm. Kemampuan ini tentu menjadi nilai tambah bagi SUV yang dirancang sebagai kendaraan penjelajah.

Untuk mendukung keselamatan berkendara yang lebih canggih, JETOUR T2 juga dibekali paket sistem bantuan mengemudi ADAS Bosch Suite yang mengusung radar generasi kelima dan kamera generasi ketiga. Sistem ini menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System yang membantu menjaga stabilitas kendaraan sekaligus mempertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan.

Dalam kesempatan yang sama, Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting menjelaskan bahwa perjalanan mudik di Indonesia memiliki karakteristik yang cukup menantang.

Volume kendaraan yang sangat besar, durasi perjalanan panjang, serta kondisi jalan yang beragam sering kali menjadi faktor yang meningkatkan risiko kelelahan pengemudi.
Karena itu, menurutnya kendaraan dengan struktur kokoh serta fitur keselamatan yang lengkap menjadi faktor penting untuk mendukung perjalanan jarak jauh yang aman dan nyaman, terutama selama musim mudik Lebaran.

BYD Luncurkan Blade Battery 2.0 dan Teknologi Flash Charging

Sejak pertamakali diperkenalkan oleh BYD pada tahun 2020, Blade Battery menjadi barometer dalam aspek keamanan baterai, usia pakai dan jarak jelajah.

Dengan teknologi lithium iron phosphate (LFP) Blade Battery generasi pertama mampu menyaingi densitas energi yang dihasilkan oleh baterai ternary lithium. Blade Battery bahkan terbukti jauh lebih aman.

Kini produsen kendaraan listrik asal China, BYD, resmi memperkenalkan Blade Battery generasi kedua (Blade Battery 2.0) yang mampu melakukan pengisian daya ultra cepat.

Pengecasan Cepat Pada Suhu Minus

Pengecasan daya dari 10 hingga 70 persen dikatakan hanya butuh waktu lima menitan. Sedangkan dari 10 hingga 97 persen waktu yang dibutuhkan sekira sembilan menitan.

BYD pun melakukan uji pengecasan baterai Blade generasi kedua ini pada sejumlah model mobil listrik terbarunya. Kemampuan pengisian daya cepat tersebut bahkan tetap dapat dipertahankan dalam kondisi suhu di bawah titik beku.

Dalam uji pengecasan pada suhu −20°C, baterai ini mampu mengisi daya dari 20 hingga 97 persen dalam waktu 12 menit. Sedangkan pada suhu -30°C, waktunya cuma 3 menit lebih lama. Peningkatan pada efisiensi sistem manajemen termal baterai Blade generasi kedua ini sangat signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Teknologi Blade Battery 2.0 menjadi bagian dari strategi baru BYD untuk meningkatkan performa dan daya jelajah serta kecepatan waktu pengecasan yang selama ini menjadi tantangan utama pada mobil listrik.

Selain peningkatan kecepatan pengisian, Blade Battery 2.0 juga memiliki kepadatan energi sekitar 5 persen lebih tinggi dari versi terdahulu. Siklus usia pakai pun dikatakan jauh lebih panjang. Standar keselamatan kini lebih ketat dibanding generasi sebelumnya.

Performa baterai terbaru ini telah diuji pada sejumlah model seperti Denza Z9 GT. Blade Battery terbaru ini jarak jelajahnya dikatakan mampu mencapai lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar pengujian CLTC.

Segera Digunakan Pada Model Terbaru

Tak hanya mendemonstrasikan kemampuan teknologi baterai generasi kedua ini, BYD bahkan segera mengaplikasikannya pada lebih dari 10 model kendaraan dari berbagai merek di bawah BYD, termasuk Denza dan Yangwang.

Pada saat acara peluncuran Blade Battery 2.0 di Shenzhen, China pada 5 Maret 2026, Yangwang memperkenalkan Yangwang U7. Mobil listrik terbaru ini bahkan jadi salah satu model perdana yang dibekali baterai tersebut. Berdasarkan siklus uji CLTC, jarak jelajah Yangwang U7 dikatakan mampu menembus hingga 1.006 km!

Dalam keterangan resminya di sosial media Weibo, Hu Xiaoqing, General Manager of Yangwang’s Sales Division, menegaskan tantangan “segitiga kemustahilan” yang selama ini dihadapi produsen mobil listrik kelas mewah mulai dapat teratasi.

“Performa energi? Tentu bisa ditingkatkan, tapi akan mengurangi durabilitas baterai. Jarak jelajah? Itu pun bisa ditingkatkan, tapi aspek akselerasi akan terkompromi. Fast charging? Jelas sangat memungkinkan, yapi saat ini hanya untuk baterai berdaya kecil”, ungkap Hu Xiaoqing.

Yangwang U7 merupakan jawaban nyata dari ketiga aspek yang selama ini menjadi keterbatasan utama pada mobil listrik.

Dengan teknologi sistem penggerak “Super Quad-Motors” dan Blade Battery 2.0, semua hambatan dapat teratasi. Tak hanya mampu menjelajah hingga menembus batasan 1.000 km tanpa mengorbankan performa. Baterai berdaya 150 kWh yang diusung Yangwang U7 mampu menunjukkan jarak jelajah yang fantastis dan kemampuan pengecasan daya dalam waktu yang relatif sangat cepat.

BYD Bangun Jaringan SPKLU Megawatt Flash Charging

Salah satu lompatan besar yang saat ini menjadi sorotan adalah teknologi Megawatt Flash Charging. Teknologi pengisian daya ultra cepat termutakhir BYD ini akan segera diaplikasikan ke seluruh penjuru China.

Guna memperluas akses pengguna mobil listrik dalam menjangkau teknologi “Flash Charging”, BYD saat ini sudah membangun jaringan SPKLU Flash Charging.

Setiap unit SPKLU Flash Charging memiliki output daya 1.500 kW yang beroperasi pada tegangan listrik 1.000 V. BYD menargetkan pembangunan sekitar 20.000 stasiun pengisian daya flash charging di China. Sebanyak 18.000 SPKLU Flash Charging akan terintegrasi dengan jaringan SPKLU yang telah ada.

Bahkan sekitar 2.000 unit SPKLU Flash Charging akan ditempatkan di sepanjang ruas jaringan jalan tol seantero China. Dalam setiap radius 100 km akan terdapat titik jaringan SPKLU Flash Charging. Diharapkan proyek awal pembangunan 2.000 titik jaringan SPKLU Flash Charging di jalan tol akan selesai pada akhir tahun ini.

Saat ini BYD telah membangun sebanyak 4.239 titik jaringan SPKLU Flash Charging di berbagai kota di China.

BYD CEO Wang Chuanfu menyatakan bahwa SPKLU dengan kemampuan ultra-fast charging tentu akan berisiko membebani pasokan daya dari jaringan listrik utama.

Sebagai antisipasi, BYD akan menempatkan power bank penampung daya di setiap  titik jaringan SPKLU Flash Charging. Selain agar kinerja pengisian daya tetap terjaga, juga tidak membebani jaringan listtik utama.

Nantinya, setiap kendaraan listrik yang punya kemampuan menggunakan SPKLU Flash Charging akan menggunakan tanda khusus agar lebih mudah dikenali.

Catatan waktu dapat dilihat pada daftar berikut:

Pengecasan 10% – 70%:

Yangwang U7 4m 54s

Denza N9 4m 58s

Fang Cheng Bao 3 4m 59s

Seal 07 5m 01s

Great Tang 5m 02s

Sealion 06 5m 02s

Song Ultra 5m 03s

Fang Cheng Bao Ti7 5m 09s

Denza Z9GT 5m 11s

Yangwang U8L 5m 11s

Pengecasan 10% – 97%:

Fang Cheng Bao 3 8m 45s

Song Ultra 8m 47s

Sealion 06 8m 47s

Seal 07 8m 47s

Denza N9 9m 03s

Fang Cheng Bao Ti7 9m 05s

Yangwang U8L 9m 07s

Denza Z9GT 9m 08s

Yangwang U7 9m 23s

Great Tang 9m 24s

Horse Powertrain Bikin Kit Konversi Hybrid Buat EV

Horse Powertrain, sebuah usaha bersama (joint venture) antara Geely dan Renault Group, berhasil menciptakan sistem penggerak hybrid yang dirancang agar dapat ‘nemplok’ di kendaraan listrik (EV). Sistem tersebut terdiri dari mesin pembakaran internal (ICE), motor listrik, transmisi, serta jalur kelistrikan yang lengkap. Sehingga sistem penggerak tersebut, bisa langsung diaplikasikan ke ruang motor listrik yang berada pada EV.

Hal ini tentu memudahkan produsen kendaraan listrik, untuk dapat melakukan pemasangan unit, tanpa harus mengubah desain atau membuat jalur produksi baru. Mesin garapan Horse Production ini dirancang untuk mampu ‘meminum’ bensin biasa, campuran bensin dan etanol (E85), etanol murni, maupun bensin sintetis.

Mesin ini dapat beroperasi secara paralel hybrid (menggerakkan roda secara langsung). Dan juga bisa berfungsi sebagai range-extender (menghasilkan daya listrik untuk menggerakkan motor listrik). Selain itu, sistem penggerak bisa langsung dipasang ke subframe kendaraan. Walaupun ide awalnya untuk menggantikan motor listrik bawaan milik sebuah EV, tapi juga bisa diterapkan pada kendaraan yang bermesin konvensional.

“Selama satu dekade, kendaraan listrik dengan baterai dianggap sebagai satu-satu jalan untuk mencapai titik bebas emisi atau net-zero. Namun, kini kita semua memiliki banyak cara untuk mendapatkan solusi mobilitas yang ramah lingkungan,” papar Matias Giannini, CEO Horse Powertrain.

Ia juga menjelaskan jika sistem penggerak hybrid milik Horse Powertrain memungkinkan pabrikan kendaraan, untuk menawarkan banyak pilihan mesin kepada konsumen. Tanpa harus kompromi dengan proses pembuatan, maupun biaya yang harus diinvenstasikan.

Robot AiMOGA Chery

Robot AiMOGA Chery Jadi Solusi Efektif Pelayanan Diler

Robot AiMOGA Chery resmi diperkenalkan di Malaysia. Adanya robot tersebut merupakan kerjasama antara Chery Global dengan tim ahli AiMOGA.

Robot humanoid dengan balutan eksoskeleton perak metalik tampak anggun menyusuri ruang pameran. Dengan suara lembut dan nada bicara yang natural, robot humanoid ini memperkenalkan fitur kendaraan, menyajikan minuman, hingga membantu proses pemesanan test drive.

Sebagai robot humanoid pertama yang terintegrasi dalam ekosistem cerdas Chery, AiMOGA secara resmi mengemban peran sebagai “Sales Consultant Cerdas” di outlet Chery JOYSTAR 4S yang berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kehadirannya di Negeri Jiran juga menandai debut global dan menjadi simbol kuat transisi Chery dari intelligent manufacturing menuju intelligent service.

Bahasa Teknologi Bersama

Robot AiMOGA Chery

Berbekal pengalaman teknis mendalam yang telah terakumulasi dalam pengembangan modul otomotif inti seperti sistem autonomous driving, persepsi lingkungan, dan kontrol sasis elektronik, Chery berhasil menciptakan kapabilitas untuk migrasi teknologi robotik.

Hal ini memungkinkan robot humanoid untuk mengembangkan kapabilitas menyeluruh (full-stack capabilities) yang mencakup aspek persepsi, kognisi, pengambilan keputusan, hingga eksekusi gerakan.

Dalam lapisan persepsi, robot AiMOGA Chery dilengkapi dengan model multimodal berbasis perangkat yang secara cerdas mengintegrasikan input visual (penglihatan), suara, dan modalitas gerakan lainnya. Kemampuan ini memungkinkan robot untuk memahami perintah secara akurat, membaca gestur fisik, serta menavigasi ruang pamer dengan presisi tinggi.

Sementara untuk lapisan pengambilan keputusan, robot AiMOGA didukung kekuatan CheryGPT dan Deepseek. Dukungan AI ini memungkinkan untuk memahami semantik bahasa alami dan memberikan respons secara kontekstual dan juga personal sesuai dengan konteks interaksi.

Adapun infrastruktur produksi, rantai pasok, serta sistem pengujian ketat Chery yang awalnya dibangun untuk industri otomotif, kini menjadi tulang punggung kokoh untuk pengembangan robotika.

Kapabilitas lintas domain ini memungkinkan proyek robot AiMOGA Chery bergerak cepat dari tahap riset dan pengembangan menuju implementasi komersial, meletakkan dasar yang kuat untuk penerapan skala besar dalam berbagai skenario di dunia nyata.

Oh ya, robot AiMOGA Chery juga hadir di Shanghai Auto 2025 dan Chery Business Conference yang berlangsung pada bulan April ini, AiMOGA akan menjadi sorotan utama dalam zona Chery Life.

Area booth Chery sendiri akan berpusat pada tema inti “Green, Technology, and Family,” menampilkan terobosan merek dalam bidang energi baru dan teknologi cerdas melalui tata letak ekologis yang beragam.

Seluruh lini model yang dilengkapi CSH juga akan diluncurkan, bersamaan dengan debut AiMOGA di zona lifestyle. Pengunjung akan memiliki kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan Robot AiMOGA saat ia menavigasi area pameran, menawarkan bimbingan cerdas, menampilkan pertunjukan dinamis, dan menghadirkan pengalaman interaktif yang memukau.

Kenalan Dengan Teknologi Mutakhir e³ Platform Punya Denza

Selain fokus menghadirkan inovasi teknologi, BYD juga menjadi pionir dalam mengintegrasikan teknologi canggih ke berbagai sektor strategis termasuk sektor otomotif di dunia. Denza, sebagai sub-brand premium dari BYD, tentu turut mengimplementasikan teknologi terdepan. Salah satu inovasi terbaru yang yang diperkenalkan pada kuartal empat tahun 2024, dan pertama kali diterapkan pada Denza Z9 GT dan Denza Z9, yakni e³ Platform.

Teknologi ini menjadi terobosan dalam meningkatkan efisiensi, performa tinggi, serta menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih mutakir. Dengan e³ Platform, maka Denza berkomitmen untuk menghadirkan kendaraan premium yang inovatif, lebih responsif, nyaman, dan ramah lingkungan.

Satu kesatuan teknologi inovatif

e³ Platform adalah sistem penggerak tiga motor independen. Terdiri dari satu motor listrik di bagian depan, dan dua motor di bagian belakang. Setiap motor memiliki control unit yang bekerja secara independen, untuk memberikan torsi optimal di setiap kondisi berkendara.

Dengan arsitektur ini, kendaraan mampu menghadirkan akselerasi yang presisi dan responsif, serta meningkatkan stabilitas saat melaju di berbagai medan.

Teknologi ini juga terintegrasi dengan CTB (Cell-to-Body), yang berfungsi menyatukan motor listrik yang berada di dalam e-platform. Berintegrasi dengan teknologi Blade Battery, sehingga menjadi satu kesatuan struktur pada bodi mobil.

Dikombinasikan dengan VMC

Pada model Z9 GT, sistem ini dikombinasikan dengan Vehicle Motion Control (VMC), supaya memberikan kendali penuh terhadap distribusi tenaga, dan kestabilan kendaraan di berbagai kondisi jalan.

Selain itu, kendaraan berbasis e³ Platform juga dilengkapi dengan centralized computing platform. Sistem ini memungkinkan kendali yang lebih cerdas terhadap tiga motor listrik, active rear-wheel steering, penyesuaian torsi, dan sudut kemudi belakang secara independen. Semua data kendaraan terus diperbarui melalui OTA (Over-the-Air) updates, memastikan setiap fitur selalu dalam kondisi terkini.

Parkir lebih mudah dan efisien

Denza juga menghadirkan fitur e³ Parking, yang dapat memberikan kemudahan dalam berbagai kondisi parkir, baik di ruang normal maupun sempit dengan lebih efisien. Saat mode parkir diaktifkan, roda depan terkunci untuk menjaga stabilitas. Sedangkan roda belakang bergerak secara independen ke arah luar (outward). Mekanisme ini memungkinkan kendaraan masuk ke slot parkir, dalam satu gerakan tanpa perlu bermanuver maju atau mundur berulang kali.

Teknologi e³ Platform memudahkan pengemudi untuk mengendalikan kendaraannya pada jalanan yang licin. Teknologi ini telah diuji dalam low-adhesion road test, di mana kendaraan menghadapi permukaan jalan dengan adhesion coefficient yang rendah, berisiko menyebabkan oversteer atau understeer (hilangnya stabilitas).

Dengan pengetesan pada jalur dengan radius putar sebesar 15 meter, Z9 GT berhasil untuk melaju secara stabil tanpa koreksi arah berlebihan. Uji coba serupa dilakukan pada permukaan jalan dengan radius 66 meter, dan adhesion coefficient yang bervariasi, dengan rasio rentang terendah sebesar 0.35 hingga yang terbesar 0.85. Pada uji coba ini, Z9GT membuktikan dapat melaju secara aman dan terkendali, tanpa kemungkinan oversteer atau understeer.

Enteng diuji Moose Test

Denza Z9 GT pun telah melalui pengetesan Moose Test (uji manuver darurat) dan mendapatkan sertifikat resmi dari China Automotive Engineering Research Institute (CAERI). CAERI merupakam lembaga penelitian dan pengujian otomotif di China, yang memiliki otoritas dalam menilai standar keselamatan, kinerja, dan efisiensi kendaraan.

Tes ini membuktikan bahwa e³ Platform juga memungkinkan kendaraan untuk bermanuver dengan presisi tinggi di jalur sempit. Denza Z9 GT mampu melaju stabil di jalur pengetesan Moose Test, dan berhasil mencapai kecepatan maksimum 93,6 km/jam.

Salah satu keunggulan utama dari e³ Platform adalah kemampuannya menjaga stabilitas kendaraan bahkan dalam kondisi ekstrem. Misalnya ketika ban pecah di kecepatan tinggi hingga 140 km/jam. Berkat kombinasi teknologi Intelligent Driving System, DiSus Intelligent Body Control System, dan Vehicle Motion Control (VMC), kendaraan tetap berada dalam kondisi aman, terkendali, dan mampu mencari jalur pemberhentian yang optimal.

Mengedepankan keselamatan berkendara

Intelligent Driving System dengan ADAS (Advanced Driver Assistance System) secara otomatis mendeteksi kondisi ban pecah dalam hitungan milidetik. Sistem ini segera menganalisis situasi, mengidentifikasi jalur aman, dan mengarahkan kendaraan menuju lokasi pemberhentian yang paling aman. Sehingga mengurangi risiko kecelakaan akibat kehilangan kendali.

DiSus Intelligent Body Control System adalah sistem suspensi cerdas yang menyesuaikan respons kendaraan terhadap perubahan kondisi jalan dan kestabilan mobil. Dalam situasi ban pecah, sistem ini bekerja secara otomatis untuk menjaga keseimbangan kendaraan dengan mengatur posisi suspensi secara independen.

Sedangkan Vehicle Motion Control (VMC), berfungsi mengontrol motor listrik secara real-time, untuk menyesuaikan distribusi tenaga ke roda dan pengaturan sudut kemudi agar tetap optimal. Teknologi ini memungkinkan kendaraan mempertahankan traksi, mengoreksi arah kemudi dengan presisi, serta mencegah oversteer atau understeer.

Dengan teknologi canggih yang terintegrasi, kendaraan Denza berbasis e³ Platform menyuguhkan standar baru dalam kenyamanan, keselamatan, dan kendali penuh. Sehingga memberikan solusi mobilitas yang lebih baik dan berkelanjutan.

Teknologi e-POWER Terus Jadi Unggulan Nissan

Sebagai pelopor dalam teknologi kendaraan listrik di Indonesia, Nissan menghadirkan produk dengan teknologi e-POWER, dan model andalan lainnya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.

Kali ini, Nissan menampilkan jajaran model e-POWER seperti The All New Nissan Serena e-POWER dan Nissan Kicks e-POWER. Lalu hadir model Nissan Terra dan Nissan Magnite.

Sejak diluncurkan di bulan Juli 2024, The All New Nissan Serena e-POWER semakin populer dan sukses di pasar Indonesia. Dilengkapi dengan teknologi e-POWER, tidak perlu lagi risau soal pengisian daya, karena mesin secara otomatis mengisi baterai saat berkendara. The All New Nissan Serena e-POWER dibanderol dengan harga Rp 645 juta (varian one tone), dan Rp 649,5 juta (varian two tone).

“Nissan selalu berusaha lebih dari sekadar menawarkan kendaraan, kami berusaha membangun hubungan yang erat dengan pelanggan. Karena pelanggan merupakan bagian dari keluarga besar Nissan,” ungkap Evensius Go, Presiden Direktur PT Nissan Motor Distributor Indonesia.

Dengan tren elektrifikasi yang terus meningkat di Indonesia, Nissan hadir dengan teknologi e-POWER yang diharapkan dapat menjadi solusi elektrifikasi. Sebab ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) masih belum merata di seluruh wilayah Tanah Air.

Nissan juga ingin menghadirkan inovasi yang berfokus pada performa kendaraan. Tanpa melupakan solusi mobilitas masa depan yang lebih cerdas, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Melalui teknologi elektrifikasi seperti e-POWER dan model SUV tangguh yang dilengkapi fitur inovatif, Nissan menyuguhkan pengalaman berkendara yang lebih efisien dan menyenangkan.

Gara-gara Video Game, GAC Jadi Kembangkan Supercar G-Force

Pada awal 2025 ini, GAC Group berinovasi dengan meluncurkan konsep supercar pertamanya, yakni G-Force. Mobil ini merupakan gabungan dari teknologi modern, kecepatan, dan desain futuristik. Tak hanya sebagai mobil konsep, G-Force menjadi bentuk kreativitas tanpa batas yang dimiliki oleh GAC.

Desain G-Force dikerjakan oleh Axel, salah satu desainer eksterior di GAC Milano, bersama tim GAC Design. Mereka melebur berbagai elemen, yang terinspirasi dari film fiksi ilmiah, video game, serta beragam mobil prototipe klasik Le Mans. Semuanya diramu menjadi sebuah kendaraan berperforma tinggi, futuristis, dan inovatif.

“GAC G-Force diciptakan sebagai ekspresi murni dari kreativitas dan inovasi. Kami sangat bangga dapat menghadirkan karya ini, yang bukan hanya sebuah mobil, tetapi juga simbol dari visi masa depan GAC,” ujar Stephan Janin, Pimpinan GAC Advanced Design Europe.

Sebagai konsep hypercar yang sepenuhnya dirancang dalam dunia digital, G-Force menandai tonggak sejarah penting bagi GAC Motors. Pendekatan digital-first ini memberikan kebebasan bagi tim desain untuk mengeksplorasi ide-ide yang lebih berani dan inovatif tanpa terhambat oleh keterbatasan fisik produksi mobil pada umumnya.

Garis bodi yang tegas dan nilai aerodinamika yang tinggi pada G-Force, merefleksikan potensi mobil ini meski sedang dalam posisi diam. Siluet kendaraan yang ramping dan tata letak kabin futuristik, menjadi bukti paduan antara nostalgia masa lalu dengan visi masa depan.

Studio GAC Design di Milan, mengintegrasikan desain yang berani dan ekspresif, diiringi dengan teknologi canggih. Menarik lagi adalah konsep G-Force ini menerapkan pendekatan digital-first. Sehingga GAC Design mampu menghadirkan interaksi langsung dengan penggemar otomotif melalui platform digital.

Dengan hadirnya G-Force, GAC tidak hanya berperan sebagai produsen kendaraan, tetapi juga sebagai pionir dalam revolusi desain mobil masa depan. Ini adalah langkah besar dalam perjalanan GAC untuk menyuguh inovasi di industri otomotif global, sekaligus menjadi bagian dari perubahan besar yang akan datang di dunia otomotif.

Menyelami Teknologi Hybrid Milik GWM Haval

Teknologi hybrid memang bukan barang baru, namun selalu menarik untuk diselami. Seperti acara yang diiniasi oleh Great Wall Motor (GWM) Indonesia, dalam memaparkan inovasi teknologi hybrid terbaru pada Haval Jolion HEV. Workshop yang diselenggarakan oleh Inchcape GWM Retail Indonesia (IGRI) ini, diisi dengan penjelasan mendalam mengenai keunggulan teknologi hybrid Haval Jolion.

Haval Jolion HEV dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan berkendara. Mobil ini menggunakan platform L.E.M.O.N., dilengkapi dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta tentunya mesin 1.5 liter. Output maksimal yang dihasilkan oleh gabungan mesin dan motor listriknya ialah 187 hp. Sedangkan torsi puncak mencapai 375 Nm.

Pengalaman berkendara yang tenang dan nyaman, tidak terlepas dari minimnya aspek NVH (Noise, Vibration, Harshness) pada Haval Jolion. Desain chassis yang ringan namun kokoh, Haval Jolion mampu meminimalisir kebisingan maupun getaran, saat berkendara. Dengan kendaraan ini, GWM Indonesia membawa solusi mobilitas yang ramah lingkungan, tanpa harus kompromi dengan performa yang dihasilkan.

Haval Jolion HEV menyuguhkan enam mode operasional, untuk menyesuaikan kebutuhan pengemudi di beragam kondisi jalan. Yang pertama ialah EV Mode, yang menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dari baterai untuk menggerakkan kendaraan. Kedua adalah Serial Mode, yang mana mesin bensin berfungsi sebagai generator, untuk mengisi ulang baterai hybrid sambil memberikan daya ke motor penggerak.

Lalu ada Parallel Mode, yang berlangsung pada kecepatan menengah. Sistem menggabungkan daya dari mesin bensin dan baterai, untuk memastikan efisiensi bahan bakar optimal, cocok untuk perjalanan lancar. Untuk Parallel Mode pada kecepatan tinggi, mesin bensin bertindak sebagai sumber tenaga utama.

Sedangkan Dynamic Performance Mode, aktif saat membutuhkan tenaga besar, seperti saat melewati kendaraan di depan atau melewati tanjakan curam. Dengan menggabungkan tenaga dari mesin bensin, baterai, dan motor listrik. Regenerative Braking Mode terjadi selama deselerasi atau berkendara menurun. Sistem akan mengubah energi kinetik menjadi Listrik, untuk menjaga performa baterai tetap optimal.

Melihat Langsung Aktivitas Ekosistem Hyundai di Indonesia

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berkomitmen dalam mendorong kemajuan industri otomotif Tanah Air, melalui kehadiran ekosistem yang terintegrasi dan komprehensif. Melalui Hyundai Discovery Trip, kami beserta sejumlah awak media mengunjungi Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), di di Deltamas, Cikarang. Termasuk fasilitas HMID yakni Hyundai Training Academy, PIO & Logistic, serta Parts Center.

Dalam kesempatan ini, Hyundai memperlihatkan proses produksi produk unggulan yang memanfaatkan teknologi terkini. Mulai dari ekosistem produksi hingga tahap pengecekan produk sebelum distribusi. Ketersediaan suku cadang pendukung yang berperan penting, dalam layanan purnajual bagi konsumen Indonesia.

Pabrik perakitan HMMI dibangun untuk memastikan kualitas terbaik di setiap tahap pembuatan kendaraan. Mengusung konsep produksi yang berkelanjutan, ekosistem pabrik ini dirancang dengan orientasi pada lingkungan, serta menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi para pekerja.

Diproduksi dengan energi ramah lingkungan

HMMI telah 100 persen menggunakan listrik dari energi terbarukan yang sudah tersertifikasi oleh Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN. Setiap kendaraan diproduksi dengan energi listrik ramah lingkungan, HMMI juga memastikan setiap produknya telah memenuhi standar global Hyundai.

“Kami berkomitmen bahwa setiap kendaraan yang diproduksi di fasilitas HMMI memiliki kualitas pembuatan yang unggul, sesuai dengan standar internasional Hyundai. Kami menjamin bahwa setiap tahap dilakukan dengan presisi tinggi, untuk menghasilkan kendaraan yang berkualitas bagi konsumen,” tambah Bong Kyu Lee, President Director of Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

HMMI menyediakan fasilitas lengkap termasuk Mobility Innovation Center, yakni pusat penelitian dan pengembangan yang menjadi pilar inovasi teknologi, serta pemenuhan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Pusat penelitian dan pengembangan ini memastikan produk Hyundai sesuai dengan preferensi pasar lokal. Termasuk memperkuat rantai pasokan melalui kolaborasi dengan penyedia komponen lokal.

Gabungan kinerja robotik dan sumber daya manusia

Area produksi utama telah memenuhi standar operasional berskala internasional, mencakup press shop, body shop, paint shop, engine shop, hingga assembly shop. Fasilitas produksi di HMMI juga beroperasi menggunakan teknologi ramah lingkungan, serta menggabungkan kerjasama antara teknologi robotik dan sumber daya manusia.

Fasilitas HMMI juga memiliki lintasan driving test untuk pengujian kendaraan secara langsung. HMMI mampu memproduksi dengan total kapasitas mencapai 150 ribu unit per tahun, dan mampu ditingkatkan hingga 250 ribu unit per tahun. Dengan finalisasi produk dilakukan di Port Installation Option (PIO) yang dikelola oleh HMID.

Di PIO, kendaraan menjalani serangkaian pengujian ketat, termasuk inspeksi komponen dan pengujian baterai, untuk memastikan kualitas optimal sebelum didistribusikan. PIO juga mempekerjakan 13 persen tenaga kerja perempuan.

Kapasitas 30 ribu komponen 

Dengan kapasitas stockyard 1.900 unit, PIO Hyundai memastikan setiap kendaraan yang diproduksi memenuhi standar kualitas tinggi sebelum didistribusikan. Dalam kecepatan produksi sekitar 7,5 menit per kendaraan, PIO menjalankan proses akhir yang meliputi pemasangan aksesori, kaca film, serta pemeriksaan menyeluruh.

Sedangkan di Hyundai Training Academy, teknisi lokal hingga tingkat regional ASEAN dan tim sales juga mendapatkan pelatihan menyeluruh untuk menjaga standar layanan yang konsisten. Fasilitas pelatihan teknisi EV pertama di Indonesia ini telah menghasilkan banyak teknisi andal. Untuk menghadirkan layanan purnajual yang andal, maka Hyundai mendirikan Hyundai Parts Center seluas 1,2 hektar di Deltamas, Cikarang. Sehingga menjamin ketersediaan suku cadang di Indonesia dengan kapasitas penyimpanan lebih dari 30 ribu komponen.

“Hyundai berupaya untuk menghadirkan produk berkualitas dan berinovasi dalam menciptakan solusi mobilitas terbaik bagi masyarakat Indonesia. Melalui Hyundai Discovery Trip, kami ingin menunjukan komitmen dalam menjaga kualitas produk yang kami hadirkan, dari mulai tahap produksi hingga distribusi,” jelas Ju Hun Lee, President Director Hyundai Motors Indonesia.

Moto Guzzi Stelvio, Usung Fitur Terbaru Dengan Sensor Radar

PT Piaggio Indonesia resmi merilis Moto Guzzi Stelvio. Sebagai motor penjelajah, model terbaru ini dilengkapi Piaggio Fast Forward (PFF) Rider Assistance Solution.

Teknologi ini siap memberikan rasa aman dan nyaman saat berkendara di segala medan.

Motor Pertama Dengan Sensor Radar

Teknologi PFF ini dikembangkan oleh Piaggio Fast Forward. Merupakan ahli robotika dari Boston, Amerika Serikat, yang didirikan pada tahun 2015 oleh Piaggio Group. Inovasi terkini ini dapat mengintegrasikan sistem radar ke dalam motor untuk pertama kalinya.

Teknologi canggih ini menggunakan radar 4D Imaging, dengan sensor yang terletak di atas dan di bawah lampu depan, menawarkan cakupan yang lebih luas dan lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan sensor ultrasonik tradisional.

Compact Block

Teknologi ini memiliki dinamika yang sangat berbeda dibandingkan  mobil, terutama saat memperhitungkan variabel seperti sudut kemiringan saat menikung.

Untuk performa, Moto Guzzi Stelvio mengandalkan mesin V-twin melintang 90° Compact Block, bertenaga maksimum hingga 11,5 hp pada 8.700 rpm dan torsi maksimum 105 Nm pada 6.750 rpm.

Selain itu Moto Guzzi Stelvio menawarkan lima pilihan mode berkendara yang meliputi Tour, Rain, Road, Sport, Off-Road.

Moto Guzzi Stelvio tersedia dalam warna Giallo Savana dengan aksen kuning cerah di bagian depan tangki dan panel sampingnya.

“Jajaran kendaraan Moto Guzzi terus berkembang dan mendobrak batasan baru dalam berkendara on-road dan off-road, dengan karakter motor yang tangguh untuk sensasi seru saat menjelajahi berbagai rute di Indonesia,” ujar Marco Noto La Diega, Managing Director dan Country CEO PT Piaggio Indonesia.

Nissan Jajal Teknologi Cat Inovatif, Diklaim Lebih Adem

Nissan sedang menguji teknologi cat inovatif untuk bodi kendaraan. Tujuannya, untuk mereduksi suhu dalam interior ketika musim panas, sehingga mengurangi frekuensi pengunaan sistem a/c. Langkah Nissan ini bermitra dengan Radi-Cool, yang memiliki spesialisasi menciptakan produk pendinginan radiatif.

Teknologi cat inovatif ini punya komposisi metamaterial, yakni material komposit sintetis dengan struktur yang tidak ada di alam bebas. Proyek ini menjadi bagian dari keinginan Nissan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Diaplikasikan pada Nissan NV100

Pada November 2023 silam, Nissan memutuskan untuk menguji percobaan selama 12 bulan di Terminal Internasional Bandara Haneda, Tokyo. Aktivitas ini melibatkan Radi-Cool Japan, Japan Airport Terminal Co., Ltd., dan All Nippon Airways (ANA). Jadi, teknologi cat inovatif Nissan diaplikasikan pada sejumlah Nissan NV100 milik ANA, yang digunakan sebagai kendaraan operasional bandara.

Alasannya, bandara Haneda memiliki area terbuka, dengan permukaan aspal yang luas. Sehingga sesuai untuk mengevaluasi kemampuan teknologi cat inovatif Nissan di lingkungan bersuhu tinggi, terutama di musim panas.

Walaupun masih di tahap uji coba, terbukti hasilnya positif. Saat kendaraan dijemur, unit dengan cat khusus ternyata bodinya lebih ‘adem’ 12 derajat Celcius, sedangkan suhu interiornya lebih rendah 5 derajat Celcius, ketimbang unit dengan cat mobil biasa. Kemampuan cat unik ini akan efektif saat kendaraan dijemur dalam waktu yang lama.

Cocok buat kendaraan komersial

Teknologi cat inovatif yang mampu menekan suhu ini bukanlah barang baru, sebab sudah pernah diterapkan pada struktur bangunan maupun gedung bertingkat. Namun, seringkali cat tersebut memiliki ketebalan, yang mengharuskan penggunaan kuas atau roller saat pengaplikasian. Apalagi dengan absennya lapisan pernis, cat tersebut residu seperti kapur saat tersentuh.

Perjalanan uji coba cat inovatif ini belum usai, sebab masih ada pengembangan untuk dapat disertai dengan lapisan pernis, dan untuk dapat diaplikasikan dengan menggunakan spray gun.

Selain itu, pengujian juga sudah masuk ke tahap daya tahan terhadap goresan, terkelupas, hingga reaksi kimia. Diharapkan cat ini juga dapat memiliki beberapa pilihan warna, selain putih. Sehingga potensial untuk digunakan oleh kendaraan komersial lainnya.

Honda dan IBM Kerjasama Buat Riset Cip Semikonduktor

Honda dan IBM mengumumkan penandatanganan kerjasama untuk penelitian bersama jangka panjang, serta pengembangan teknologi komputer generasi mendatang. Hal tersebut diperlukan untuk menghasilkan kemampuan proses, konsumsi daya, dan kompleksitas desain untuk kendaraan di masa depan.

Penerapan teknologi intelijen artifisial/AI diperkirakan akan meningkat pesat pada tahun 2030 dan seterusnya, sehingga menciptakan peluang baru untuk pengembangan perangkat lunak. Honda dan IBM mengantisipasi bahwa perangkat lunak bakal mengalami peningkatan yang lebih kompleks. Baik dari sisi desain, kinerja pemrosesan, dan konsumsi daya semikonduktor dibandingkan dengan produk mobilitas konvensional.

Untuk mewujudkan perangkat lunak baru, sangat penting untuk mengembangkan kemampuan dalam penelitian dan pengembangan teknologi untuk generasi mendatang. Berdasarkan pemahaman ini, kedua perusahaan mempertimbangkan penelitian dan pengembangan bersama untuk waktu jangka panjang.

Nota kesepahaman kedua belah pihak menguraikan bidang-bidang penelitian bersama yang potensial mengenai teknologi khusus seperti komputasi semikonduktor dan teknologi chiplet. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja pemrosesan sekaligus pada saat bersamaan dapat mengurangi penggunaan daya.

Optimalisasi perangkat keras dan perangkat lunak penting untuk memastikan kinerja serta waktu pemasaran yang cepat. Untuk mencapai hal tersebut, kedua perusahaan juga berencana untuk mengeksplorasi solusi perangkat lunak yang terbuka dan fleksibel. Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan berupaya mewujudkan perangkat lunak yang yang lebih canggih lagi, serta kinerja yang hemat daya.

BMW Serius Kembangkan Kemampuan Autonomous Drive Level 3

Selama kurun waktu 5 tahun terakhir pabrikan otomotif dunia gencar melakukan riset dan pengembangan teknologi pengendaraan otonom atau autonomous drive. BMW adalah salah satu pabrikan yang sangat serius dan berambisi dapat menerapkan teknologi ini pada mobil buatan mereka. Sejauh mana upaya yang telah dilakukan oleh brand asal Bavaria, Jerman ini?

Personal Pilot Level 3

Untuk saat ini, tingkatan paling tinggi dari teknologi pengendaraan otonom Level 3. Pada tingkatan ini mobil dapat berkendara secara mandiri dan pengemudi bisa lepas setir. Meski bukan berarti bisa santai dan tidur. Pengaktifan teknologi ini sifatnya hanya temporer.

Teknologi pengendaraan otonom yang dikembangkan oleh BMW disebut Personal Pilot yang saat ini Level 3. Cara kerjanya, memanfaatkan panduan peta GPS live dengan gambar 360° beresolusi HD yang diperbarui secara berkala. Hal tersebut terintegrasi dengan beragam perangkat teknologi dan sensor. Mulai dari LiDAR 3D, sensor ultrasonic dan radar, kamera serta koneksi 5G ke sistem jaringan data BMW Cloud.

Sensor dan kamera akan menjadi acuan bagi sistem untuk mengatur kecepatan berkendara, jarak antar kendaraan di depan serta posisi lajur berkendara. Cukup tekan tombol pada setir, Personal Pilot L3 secara otomatis akan mengambil alih kendali kemudi.

Simbol indikator yang muncul pada panel instrument tak hanya menandakan sistem sedang ON. Tapi juga menginformasikan apakah situasi memungkinkan.

Personal Pilot L3 dapat digunakan pada kecepatan hingga 60 km/jam. Bahkan sistem ini dapat digunakan saat berkendara pada malam hari. Pengemudi pun dapat sejenak lepas kemudi dan melakukan sejumlah aktifitas lain seperti mengecek pesan e-mail atau panggilan ponsel. Penggunaan fitur Personal Pilot L3 tentunya hanya untuk situasi tertentu dan sifatnya hanya sementara waktu.

Saat ini, kemampuan autonomous drive level 3 baru bisa digunakan di Jerman. karena baru negara itu yang melegalkan teknologi tersebut.