Lamborghini Sudahi Transmisi Manual, Teknologi Hybrid Alasannya

Di tengah tren kebangkitan transmisi manual pada sejumlah mobil sport, Lamborghini justru memilih berjalan ke arah berbeda. Pabrikan supercar asal Italia ini memastikan belum memiliki rencana menghadirkan kembali transmisi manual pada model-model mendatang.

Bagi Lamborghini, tiga pedal dan tuas persneling manual bukan lagi bagian dari masa depan. Brand berjuluk Raging Bull ini lebih memilih mengembangkan performa melalui kombinasi mesin pembakaran internal dan motor listrik.

Keputusan ini mungkin mengecewakan para penikmat yang merindukan sensasi perpindahan gigi secara mekanis. Terlebih, transmisi manual pernah menjadi bagian dari perjalanan Lamborghini, sebelum akhirnya menghilang dari jajaran model produksinya.

Kini, arah pengembangan produknya semakin jelas. Elektrifikasi dan kemampuan menghasilkan performa tinggi menjadi prioritas, sementara nostalgia terhadap transmisi manual tidak cukup kuat untuk mengubah strategi tersebut.

Lamborghini Temerario Jadi Gambaran Arah Baru

Direktur lini produk Lamborghini Temerario, Paolo Racchetti, menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan tuntutan teknis dan karakter sistem penggerak modern.

Dalam wawancara dengan CarExpert di Milan, Racchetti mengakui bahwa sebagian konsumen masih menginginkan transmisi manual. Namun, Lamborghini menilai pengembangan teknologi dan peningkatan performa lebih sesuai dengan arah masa depan merek.

Pernyataan itu sejalan dengan pandangan CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, yang sebelumnya menyebut transmisi manual tidak lagi relevan bagi merek tersebut.

Temerario menjadi contoh paling jelas. Supercar ini menggabungkan mesin V8 twin-turbo berputaran tinggi dengan tiga motor listrik. Tenaganya disalurkan melalui transmisi dual-clutch otomatis yang dirancang untuk menangani karakter sistem penggerak hybrid.

Kombinasi tersebut membutuhkan koordinasi presisi antara mesin bensin, motor listrik, dan perpindahan gigi. Transmisi otomatis memungkinkan sistem mengatur perpindahan rasio secara cepat tanpa mengandalkan pengoperasian kopling oleh pengemudi.

Sistem Hybrid Membuat Transmisi Manual Lebih Rumit

Tantangan transmisi manual pada mobil hybrid bukan sekadar persoalan memasang pedal kopling dan tuas persneling.

Sistem plug-in hybrid harus mengoordinasikan sumber tenaga listrik dan mesin pembakaran dalam berbagai kondisi. Pengaturan torsi, putaran mesin, serta perpindahan gigi perlu berlangsung selaras agar akselerasi tetap responsif.

Menambahkan sistem perpindahan gigi manual berpotensi memperumit integrasi tersebut. Kemasan komponen juga menjadi tantangan, terutama ketika motor listrik, baterai, dan perangkat penggerak harus ditempatkan dalam ruang terbatas.

Meski bukan berarti transmisi manual mustahil dipadukan dengan elektrifikasi, Lamborghini tampaknya tidak melihat kombinasi tersebut sebagai prioritas pengembangan produknya.

Pendekatan serupa juga terlihat pada Revuelto yang memadukan mesin V12 naturally aspirated dengan tiga motor listrik. Sementara itu, Urus kini mengandalkan sistem plug-in hybrid dengan mesin V8.

Ketiganya menunjukkan bagaimana Lamborghini membangun karakter kendaraan melalui kombinasi tenaga, respons, dan teknologi penggerak, bukan semata-mata pengalaman mengoperasikan transmisi.

Penggemar Manual Harus Menerima Kenyataan

Keputusan Lamborghini terasa kontras dengan minat sebagian penggemar terhadap transmisi manual yang menawarkan keterlibatan pengemudi secara langsung.

Bagi kelompok puritan, menginjak kopling dan menentukan perpindahan gigi sendiri merupakan bagian penting dari pengalaman mengemudi mobil sport. Sensasi tersebut menghadirkan hubungan mekanis yang sulit digantikan sepenuhnya oleh sistem otomatis.

Namun, bagi Lamborghini, masa depan performa ditentukan oleh kemampuan teknologi menyatukan tenaga, kecepatan respons, dan efisiensi sistem penggerak.

Pada akhirnya, pabrikan Italia ini memilih mempertahankan transmisi otomatis sebagai bagian dari strategi produknya. Bukan karena transmisi manual kehilangan nilai emosional, melainkan karena prioritas teknis Lamborghini kini bergerak menuju performa hybrid.

Bagi pecinta tiga pedal, keputusan ini mungkin terasa seperti kehilangan satu bagian dari romantisme otomotif. Namun, bagi Lamborghini, masa depan supercar tampaknya bukan lagi tentang menginjak kopling, melainkan bagaimana mesin dan motor listrik bekerja bersama menghasilkan performa maksimal.

Geely EX5 EM-i Mulai Diproduksi di Brasil, Pijakan Ekspansi Baru

Geely mulai memperluas jejak manufakturnya di Amerika Latin. Melalui kemitraan dengan Renault Group, produsen asal China tersebut resmi memproduksi Geely EX5 EM-i Super Hybrid secara lokal di Brasil.

Produksi ini menjadi tonggak penting karena EX5 EM-i merupakan model Geely pertama yang diproduksi secara lokal di Brasil. Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana strategi global Geely mulai bergerak dari sekadar menjual kendaraan menuju membangun basis produksi di pasar strategis.

Produksi berlangsung di Ayrton Senna Industrial Complex, fasilitas yang dioperasikan RENAULT GEELY DO BRASIL. Geely EX5 EM-i dijadwalkan meluncur di pasar Brasil sebelum akhir 2026.

Bagi Geely, Brasil bukan hanya pasar tujuan. Negara tersebut mulai diposisikan sebagai salah satu pijakan untuk mengembangkan bisnis kendaraan elektrifikasi di kawasan Amerika Latin.

Satu Pabrik, Tiga Arah Teknologi

Ayrton Senna Industrial Complex mendapatkan peningkatan kemampuan untuk mengadopsi Global Intelligent Electric Architecture (GEA) milik Geely.

Arsitektur tersebut membuat fasilitas produksi mampu menangani berbagai jenis teknologi penggerak. Mulai dari mesin pembakaran internal atau ICE, flex-hybrid, hingga kendaraan listrik murni.

Perubahan ini memperlihatkan arah industri otomotif yang semakin fleksibel. Satu fasilitas produksi tidak lagi hanya disiapkan untuk satu jenis mesin.

Ke depan, pabrik tersebut juga akan memproduksi Geely EX2. Hatchback listrik berbasis arsitektur GEA itu dijadwalkan mulai diproduksi pada Desember 2026.

Dengan demikian, EX5 EM-i menjadi pembuka jalan bagi portofolio kendaraan elektrifikasi Geely yang lebih luas di Amerika Latin.

Renault dan Geely Satukan Kekuatan

RENAULT GEELY DO BRASIL merupakan hasil kemitraan strategis antara Renault Group dan Geely. Kolaborasi keduanya mempertemukan pengalaman manufaktur Renault di Brasil dengan teknologi dan portofolio kendaraan elektrifikasi Geely.

President & CEO RENAULT GEELY DO BRASIL, Ariel Montenegro, menyebut investasi tersebut memperkuat kapabilitas industri sekaligus memperluas pilihan produk.

Kerja sama kedua perusahaan ini juga tidak berhenti di Brasil.

Renault dan Geely turut bekerja sama melalui Renault Korea di Korea Selatan. Keduanya juga memiliki kolaborasi melalui Horse Powertrain Limited, yang berfokus pada teknologi powertrain hybrid rendah emisi dan mesin pembakaran internal.

Indonesia Juga Sudah Masuk Peta Produksi

Langkah Geely di Brasil memiliki benang merah dengan strategi perusahaan di Indonesia.

Sejak 2025, Geely bersama mitra lokal telah memulai perakitan Geely Starray EM-i, Geely EX5, dan Geely EX2 di Indonesia.

Kandungan lokal atau TKDN kendaraan tersebut disebut mencapai 46,5 persen.

motomobi carnaval 2026

Artinya, strategi Geely mulai membentuk pola yang serupa di sejumlah pasar. Produksi lokal digunakan untuk mendekatkan kendaraan dengan konsumen sekaligus memperkuat ekosistem manufaktur di masing-masing negara.

Di Brasil, perjalanan tersebut kini memasuki babak baru melalui EX5 EM-i Super Hybrid.

Jika kendaraan elektrifikasi adalah ujung tombak ekspansi Geely, maka pabrik lokal menjadi jembatan yang membuat teknologi tersebut lebih dekat dengan pasar. Dan Brasil tampaknya baru menjadi salah satu titik dalam peta perjalanan global ini.

Kia Carens Membawa Standar Baru MPV, Lega dan Berkarakter!

MPV di Indonesia punya hubungan panjang dengan keluarga. Salah satu pilihan populer adalah Kia Carens. Mobil ini menjadi ruang bergerak untuk mengantar anak, membawa orang tua, hingga menemani perjalanan liburan.

Selama bertahun-tahun, ukuran kabin dan jumlah kursi menjadi bahasa utama sebuah MPV. Semakin banyak yang bisa dibawa, semakin mudah mobil tersebut diterima keluarga. Namun, standar itu perlahan bergeser.

Perubahan tersebut menjadi perhatian Kia ketika mengembangkan The all-new Carens. MPV ini mencoba menggabungkan fungsi keluarga dengan karakter yang lebih kuat.

Ketika MPV Tak Lagi Sekadar Soal Kapasitas

Menurut Welly Nugroho, VP Commercial Kia Sales Indonesia, kebutuhan dasar MPV memang tidak berubah.

Mobil keluarga tetap harus nyaman dan fleksibel. Namun, konsumen kini juga menginginkan kendaraan dengan desain yang sesuai selera dan mampu memberikan rasa percaya diri.

“Fungsi dan desain memang seharusnya berjalan bersama,” ujarnya.

Pandangan ini menggambarkan perubahan sederhana tetapi penting. MPV tidak lagi hanya menjadi kendaraan yang dipilih karena kebutuhan keluarga. Mobil tersebut juga harus menjadi sesuatu yang ingin dimiliki.

Kia mencoba menerjemahkan perubahan itu melalui Carens terbaru yang diperkenalkan di IIMS 2026 lalu.

Ruang Tetap Jadi DNA Utama Carens

Meski membawa wajah yang lebih berkarakter, Carens tidak meninggalkan tugas utamanya sebagai kendaraan keluarga.

Mobil ini memiliki panjang 4.550 mm dengan wheelbase 2.780 mm. Kabinnya menyediakan tiga baris tempat duduk dengan pilihan konfigurasi enam dan tujuh penumpang.

Untuk konsumen yang mengejar kenyamanan lebih personal, tersedia pilihan captain seats di baris kedua.

Akses menuju baris belakang juga dibuat lebih praktis melalui Electric One-Touch Tumble Seat. Sirkulasi udara turut menjangkau penumpang di bagian belakang.

Dengan begitu, ruang bukan sekadar angka dalam brosur. Ia dirancang untuk mengikuti dinamika keluarga yang sering kali lebih kompleks daripada sekadar jumlah penumpang.

Wajah Lebih Berani, Teknologi Makin Lengkap

Kia kemudian memberikan sentuhan yang membuat Carens memiliki identitas lebih kuat.

Bagian depan mengusung Digital Tiger Face dengan Diamond Finish Decor. Karakter tersebut dipadukan dengan Star Map LED Connected Tail Lamps dan pelek R17 Crystal Cut Dual Tone.

Masuk ke kabin, pendekatan modern terasa melalui Immersive Dual Panoramic Display dan BOSE 8-Speaker Premium Sound System.

Sunroof turut memperkuat suasana kabin, sementara fitur keselamatan seperti ADAS, Surround View Monitor, dan enam airbags memberikan dukungan dalam perjalanan.

Artinya, Kia tidak hanya memperbesar ruang, namun juga mencoba memperkaya pengalaman di dalam ruang tersebut.

Menariknya, evolusi Carens tidak berhenti pada desain dan fitur.

Platformnya disebut dapat dikembangkan untuk mendukung mesin konvensional maupun tenaga listrik. Arah tersebut mulai diperlihatkan melalui Carens EV Concept di GIIAS Jakarta 2026.

Sumber tenaga bisa berubah. Teknologi bisa semakin pintar. Namun, kebutuhan keluarga terhadap ruang dan fleksibilitas tetap menjadi fondasinya.

 

Teknologi GAC Quark Electric Drive Raih Penghargaan di Jenewa

Di balik senyapnya mobil listrik, ada pertarungan teknologi yang berlangsung jauh dari pandangan mata. GAC kini menunjukkan salah satunya melalui material setipis rambut manusia.

Teknologi Quark Electric Drive 2.0 milik GAC Group meraih Gold Medal with the Congratulations of the Jury pada 51st International Exhibition of Inventions of Geneva.

Penghargaan tersebut diberikan untuk inovasi manufaktur presisi yang memungkinkan material amorphous ultra-tipis digunakan sebagai inti stator motor listrik.

Pengakuan ini bukan sekadar penghargaan desain atau konsep. GAC berhasil membawa inovasi material dan proses manufaktur tersebut hingga diterapkan dalam kendaraan listrik produksi massal.

Setipis 0,025 mm, Tapi Perannya Besar

Stator merupakan salah satu komponen penting dalam motor listrik. Bagian ini bekerja menghasilkan perubahan medan magnet yang kemudian menggerakkan motor.

Masalahnya, perubahan medan magnet juga menghasilkan iron loss. Energi yang hilang tersebut berubah menjadi panas dan dapat memengaruhi efisiensi motor.

GAC mencoba memangkas kehilangan energi tersebut melalui penggunaan amorphous alloy.

Material ini memiliki struktur atom tidak beraturan dengan permeabilitas magnetik tinggi dan iron loss rendah. Sebelumnya, material tersebut lebih banyak digunakan dalam aplikasi berteknologi tinggi.

Tantangannya tidak sederhana. Amorphous material memiliki karakter sangat tipis, keras, sekaligus rapuh.

GAC mengembangkan amorphous ribbon dengan ketebalan hanya 25 mikron atau 0,025 mm. Angka tersebut sekitar seperlima ketebalan ultra-thin silicon steel konvensional.

Material ini memiliki saturation magnetic induction hingga 1,68 Tesla. Sementara iron loss tercatat 5,7 W/kg atau sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan ultra-thin silicon steel.

Dengan kata lain, GAC mencoba membuat motor listrik kehilangan energi lebih sedikit sejak dari bagian yang jarang terlihat.

Teknologi Produksi Jadi Tantangan Berikutnya

Material canggih tidak akan banyak berarti jika sulit diproduksi secara konsisten.

Karena itu, GAC mengembangkan rangkaian proses manufaktur mulai dari multi-layer compounding, precision stamping, lamination, Vacuum Pressure Impregnation hingga drying.

Teknologi multi-layer uniform-thickness compounding mengolah material 25 mikron menjadi ketebalan sekitar 0,15 mm.

Sementara high-speed precision stamping dapat bekerja hingga 200 strokes per minute. Proses pressure-vibration coordinated lamination juga menghasilkan stacking factor stator core lebih dari 92 persen.

Seluruh proses tersebut menjadi jembatan antara material eksperimental dan kebutuhan industri otomotif.

Efisiensi Motor Tembus 99,03 Persen

Teknologi tersebut kemudian diterapkan pada GAC Quark Electric Drive 2.0 Amorphous-Carbon Fiber Super Electric Drive.

Sistem ini menggabungkan stator berbasis amorphous alloy dengan rotor berbasis carbon fiber.

Berdasarkan pengujian yang disertifikasi China Automotive Engineering Research Institute (CAERI) pada 2025, motor tersebut mencatat peak efficiency 99,03 persen.

Sementara sistem electric drive secara keseluruhan mencatat CLTC operating efficiency 94,184 persen.

Menurut data GAC, efisiensi tersebut berpotensi memberikan tambahan jarak tempuh sekitar 30–50 km dengan kapasitas baterai yang sama. Hasil aktual tetap bergantung pada kondisi penggunaan dan konfigurasi kendaraan.

Teknologi ini bahkan telah masuk ke kendaraan produksi seperti AION N60, 2027 AION RT, dan 2027 AION i60.

Dari Material hingga Produksi Massal

Penghargaan di Jenewa menjadi bagian dari perjalanan panjang GAC mengembangkan electric drive sejak 2010.

International Exhibition of Inventions of Geneva sendiri telah berlangsung sejak 1973. Tahun ini, lebih dari 1.000 proyek inovasi dari 35 negara dan wilayah ditampilkan.

Yang membuat penghargaan GAC semakin menarik adalah proses seleksinya. Gold Medal with the Congratulations of the Jury diberikan melalui seleksi lanjutan dan membutuhkan persetujuan bulat seluruh anggota juri.

Bagi GAC, pencapaian tersebut menjadi pengakuan terhadap perjalanan teknologi Quark Electric Drive dari material, komponen, manufaktur, hingga kendaraan.

 

OMODA & JAECOO Gandeng Carro, Perluas Jaringan di Indonesia

OMODA & JAECOO mulai memperlebar jejaknya di Indonesia. Merek otomotif global tersebut menggandeng Carro sebagai partner resmi untuk memperluas akses penjualan sekaligus layanan purnajual.

Kolaborasi ini ditandai dengan pembukaan Experience Center OMODA & JAECOO di Harapan Indah, Bekasi. Fasilitas tersebut diposisikan sebagai salah satu hub baru untuk menjangkau konsumen Jabodetabek.

Berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, Experience Center ini dirancang bukan sekadar tempat memajang mobil. Fasilitas tersebut menggabungkan showroom, bengkel, area penyimpanan, hingga fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Satu Lokasi untuk Melihat hingga Merawat Mobil

Dari total luas lahan, showroom menempati area 1.282 meter persegi. Sementara bengkel memiliki luas 1.164 meter persegi dan holding yard mencapai 1.304 meter persegi.

Showroom mampu menampilkan hingga delapan kendaraan sekaligus. Beberapa model yang dipamerkan antara lain JAECOO J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS.

Konsumen juga mendapatkan ruang tunggu serta fasilitas bengkel dengan sistem multi-bay service. Ketersediaan suku cadang dan unit pengisian daya kendaraan listrik turut menjadi bagian dari fasilitas tersebut.

Dengan konsep tersebut, perjalanan konsumen diharapkan tidak berhenti ketika transaksi selesai. Dari melihat kendaraan, melakukan test drive, hingga melakukan perawatan, semuanya berada dalam satu ekosistem layanan.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan respons positif pasar menjadi salah satu alasan perusahaan terus memperluas kehadirannya.

Menurutnya, kerja sama dengan Carro menjadi langkah penting untuk memperkuat jaringan penjualan sekaligus layanan purnajual di Indonesia.

Carro Perluas Bisnis dari Mobil Bekas ke Kendaraan Baru

Bagi Carro, kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk memperluas kapabilitas penjualan kendaraan baru.

Marketplace otomotif tersebut melihat peluang pertumbuhan di Indonesia, terutama pada segmen SUV dan kendaraan listrik generasi terbaru.

CEO Group Carro, Aaron Tan, menyebut kerja sama ini akan memperluas pilihan produk dan layanan otomotif bagi konsumen.

Melalui kolaborasi tersebut, konsumen OMODA & JAECOO di Indonesia juga mendapatkan akses ke rangkaian layanan terintegrasi Carro, termasuk layanan purnajual bersertifikasi.

Ekspansi tidak berhenti di Harapan Indah. OMODA & JAECOO dan Carro berencana melanjutkan pengembangan jaringan di sejumlah lokasi strategis Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

OMODA & JAECOO Bawa Mesin Hybrid hingga Mobil Listrik

Perluasan jaringan ini hadir ketika portofolio OMODA & JAECOO semakin beragam. Teknologi elektrifikasi menjadi salah satu bagian penting strategi keduanya.

Melalui Super Hybrid System (SHS), perusahaan mengembangkan teknologi PHEV dan HEV dengan fokus pada tenaga, efisiensi energi, dan jarak tempuh kombinasi.

Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV juga terus dilakukan.

Teknologi pintar menjadi bagian lainnya. OMODA & JAECOO mengembangkan intelligent driving dan intelligent cockpit, termasuk SIVP atau Super Intelligent Valet Parking serta AI Cockpit.

Secara global, OMODA & JAECOO menyebut telah mencapai penjualan satu juta unit dalam tiga tahun. Merek tersebut kini hadir di 77 pasar di berbagai kawasan dunia.

Di Indonesia, ekspansi bersama Carro menjadi langkah berikutnya. Jika kendaraan adalah produk yang bergerak, jaringan penjualan dan layanan adalah jalan yang membuatnya semakin mudah dijangkau konsumen.

AION UT Raih Penghargaan Desain Bergengsi di Turin

Mobil listrik mungil tak lagi harus tampil biasa. AION UT sukses meraih penghargaan desain internasional sebagai city car berkarakter.

Mobil listrik kompak dari GAC ini meraih “Best Exterior Design – City Car” dalam Torino Automotive Design Award (TADA) 2026. Penghargaan tersebut diumumkan pada 16 September 2026.

Bawa Sentuhan Milan ke Jalanan Kota

Di balik penampilannya, mobil listrik ringkas ini dikembangkan melalui kolaborasi kreatif GAC Advanced Design Milan, Italia.

Studio desain tersebut membawa pendekatan khas Eropa ke dalam pengembangan mobil listrik AION. Estetika avant-garde Italia dipadukan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan.

Hasilnya bukan sekadar bodi dengan garis-garis menarik. AION UT mengusung proporsi seimbang, permukaan bodi halus, dan detail yang dirancang untuk membangun identitas visual.

aion ut di giias surabaya 2025

Bahasa desainnya cenderung bersih, tanpa dekorasi berlebihan. Karakter ekspresif tetap dipertahankan agar mobil mudah dikenali di tengah padatnya lalu lintas perkotaan.

Stéphane Janin, Head of GAC Milan Design Studio, menjelaskan bahwa pengembangan AION UT mempertimbangkan relevansi desain dalam jangka panjang.

Pengurangan elemen dekoratif yang tidak diperlukan menjadi salah satu pendekatannya. Tujuannya menjaga desain tetap hangat, berkarakter, dan dekat dengan pengguna.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi terhadap proses kreatif dalam mengembangkan AION UT,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.

Menurutnya, desain kendaraan listrik bukan hanya soal penampilan. Fungsi, kenyamanan, dan karakter juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman berkendara.

Bukan Cuma Menjual Tampilan, Kabinnya Juga Jadi Andalan

AION UT membawa konsep desain yang berkesinambungan dari eksterior menuju interior.

Kabin dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan, fleksibilitas ruang, dan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Proporsi bodinya yang kompak tetap berusaha menghadirkan ruang yang lapang.

test drive aion ut

Dengan wheelbase 2.750 mm, mobil ini menawarkan dasar proporsi yang mendukung kabin luas dalam dimensi kendaraan perkotaan.

Mobil ini juga memiliki kemampuan jelajah hingga 500 km berdasarkan standar NEDC. Angka tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk menjalankan aktivitas harian maupun perjalanan lebih jauh.

Sudah Menyapa Pasar Eropa

Perjalanan desain AION UT telah dimulai di panggung internasional. Model ini diperkenalkan di Milan pada Maret 2026 dan tampil dalam Turin Auto Show 2026.

AION UT juga tersedia di sejumlah pasar Eropa, termasuk Yunani, Polandia, Portugal, Spanyol, dan Inggris.

Untuk pasar Eropa, kendaraan ini dirakit di fasilitas Magna di Graz, Austria. Kehadiran fasilitas tersebut mendukung kebutuhan produksi dan distribusi di kawasan tersebut.

Di Indonesia, AION UT hadir dalam dua pilihan varian, AION UT Standard Rp345 juta (OTR Jakarta) dan AION UT Premium Rp395 juta (OTR Jakarta).

Dengan kombinasi desain modern, ruang kabin fleksibel, dan kemampuan jelajah hingga 500 km NEDC, AION UT membawa pendekatan mobil listrik kompak yang berusaha menjembatani gaya hidup urban dan kebutuhan perjalanan.

Penghargaan TADA 2026 menjadi tambahan catatan penting bagi perjalanan AION UT. Sebuah city car yang menunjukkan bahwa ukuran kecil tidak harus membatasi ambisi desain.

Leapmotor B10 dan C10 Dapat Garansi Baterai Seumur Hidup!

Kekhawatiran soal baterai menjadi salah satu pertimbangan konsumen saat membeli mobil listrik. Leapmotor mencoba menjawab persoalan tersebut melalui program Lifetime Battery Warranty untuk B10 dan C10 di Indonesia. Tak hanya itu, garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 juga merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan perlindungan lebih bagi pelanggan.

PT Indomobil National Distributor, selaku Agen Pemegang Merek (APM) Leapmotor, menghadirkan perlindungan baterai tegangan tinggi selama masa kepemilikan pemilik pertama. Program ini diumumkan di Jakarta pada Selasa, (15/9), sekaligus memperkenalkan garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 secara resmi kepada publik.

Bagi konsumen, baterai bukan sekadar sumber tenaga. Komponen ini menjadi jantung kendaraan listrik yang menentukan performa, efisiensi, hingga kenyamanan berkendara.

Karena itu, kehadiran garansi seumur hidup menjadi bagian penting dari pengalaman kepemilikan. Terlebih bagi calon pengguna mobil listrik yang masih mempertimbangkan ketahanan baterai dalam pemakaian jangka panjang.

Garansi Baterai Leapmotor B10 dan C10 Berlaku untuk Pemilik Pertama

Lifetime Battery Warranty berlaku khusus bagi pemilik pertama Leapmotor B10 dan C10 di Indonesia. Perlindungan ini mencakup baterai tegangan tinggi sesuai ketentuan garansi Leapmotor dan mempertegas manfaat dari garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 untuk konsumen.

Namun, istilah seumur hidup dalam program ini bukan berarti seluruh kerusakan baterai ditanggung tanpa batas. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pemilik kendaraan agar garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 tetap berlaku.

Konsumen wajib melakukan perawatan berkala sesuai jadwal di bengkel resmi Leapmotor. Penggunaan suku cadang asli serta kepatuhan terhadap ketentuan pemakaian kendaraan juga menjadi bagian dari persyaratan program.

Selain itu, kendaraan harus digunakan dengan jarak tempuh maksimal 30.000 kilometer per tahun. Batas ini menjadi salah satu ketentuan penting agar manfaat Lifetime Battery Warranty tetap berlaku.

“Di Leapmotor, kami percaya bahwa pengalaman memiliki kendaraan listrik tidak berhenti saat konsumen menerima kendaraan, tetapi terus berlanjut sepanjang masa kepemilikannya,” ujar Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.

Menurutnya, program ini dihadirkan untuk memberikan rasa tenang sekaligus nilai lebih bagi pelanggan dalam menikmati kendaraan listrik Leapmotor.

Tidak Menanggung Penurunan Kapasitas Alami

Hal yang perlu diperhatikan, garansi ini tidak mencakup penurunan kapasitas baterai yang terjadi secara alami akibat usia dan penggunaan normal kendaraan.

Perlindungan juga tidak berlaku untuk kerusakan akibat kecelakaan, kebakaran, korosi, serta penggunaan kendaraan dalam kompetisi atau balap.

Kendaraan yang dioperasikan sebagai mobil rental turut berada di luar cakupan program. Begitu pula kondisi lain yang tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan dan perawatan Leapmotor.

Setiap pengajuan klaim akan melalui pemeriksaan teknis di bengkel resmi. Proses diagnosis dilakukan berdasarkan prosedur pabrikan untuk memastikan penyebab kerusakan sebelum penanganan dan perbaikan.

“Bagi banyak konsumen, baterai merupakan salah satu pertimbangan utama dalam memiliki kendaraan listrik,” kata Samual Christian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia.

Melalui program ini, Leapmotor memperkuat layanan purna jual B10 dan C10. Garansi baterai menjadi salah satu dukungan untuk membangun rasa percaya diri konsumen dalam menggunakan mobil listrik.

Meski demikian, calon pembeli tetap perlu memahami seluruh syarat dan ketentuan garansi sebelum memutuskan kepemilikan. Sebab, perlindungan jangka panjang akan terasa manfaatnya ketika didukung perawatan yang disiplin dan penggunaan sesuai standar pabrikan. Dengan demikian, konsumen akan mendapatkan perlindungan maksimal dari garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 yang ditawarkan.

Kia Ukur 1.000 Titik Demi Menjaga Kualitas Struktur dan Detail

Kerapian panel bodi, pintu yang menutup presisi, hingga kabin yang terasa senyap menjadi bagian penting dari kualitas kendaraan. Salah satu metode yang digunakan dalam industri otomotif adalah Kia ukur 1.000 titik untuk memastikan standar kualitas tersebut. Namun, semua itu tidak terjadi secara kebetulan. Selain itu, produsen kendaraan ternama seperti Kia semakin menonjol berkat keunggulan pengukuran 1.000 titik untuk menjamin hasil terbaik.

Di baliknya, Kia menjalankan proses pengukuran detail melalui Digital Measuring Center (DMC). Fasilitas ini berada di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan. Standar yang diterapkan pun melibatkan proses pengukuran 1.000 titik hingga hasil detail dari setiap kendaraan.

Melalui DMC, Kia dapat mengukur hingga 1.000 titik pada satu struktur bodi kendaraan. Pengukuran tersebut mengacu pada sekitar 600 kriteria kualitas, dan pentingnya metode ini tercermin pada proses Kia 1.000 titik ukur sebagai bagian dari standar rutin.

Pemeriksaan mencakup kualitas eksterior, kebisingan, getaran, kekasaran atau Noise, Vibration, and Harshness (NVH), kekedapan air, hingga kelayakan perakitan. Selain itu, dalam proses ini diterapkan pengukuran 1.000 titik sebagai standar tertinggi.

“Setiap titik yang diukur memberi engineer data untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan,” ujar Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia.

Menurutnya, DMC membantu membangun kualitas sejak tahap awal pengembangan. Tidak heran, karena Kia 1.000 titik ukur telah menjadi standar sejak awal produksi kendaraan mereka, sejalan dengan pentingnya pengukuran di seluruh 1.000 titik.

Mengukur Struktur Bodi dengan Presisi Tinggi

Proses pemeriksaan dimulai dari struktur dasar kendaraan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM). Untuk mencapai akurasi tersebut, pengukuran Kia 1.000 titik struktur bodi dilakukan dengan sensor presisi tinggi, metode ini dikenal juga sebagai strategi pengukuran 1.000 titik.

Data dari 1.000 titik tersebut digunakan untuk menghitung jarak, kesejajaran, serta potensi penyimpangan antarbagian. Prosedur Kia dalam ukur 1.000 titik juga memungkinkan setiap komponen diketahui posisinya secara presisi sesuai rancangan.

Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan sekitar 600 kriteria kualitas. Jika ditemukan perbedaan, engineer dapat menentukan bagian bodi mana yang berdasarkan Kia prosedur, masih perlu dievaluasi dari 1.000 titik ukur.

Acuan tersebut selanjutnya diteruskan ke fasilitas produksi. Dengan demikian, pabrik pun memiliki patokan Kia mengukur 1.000 titik sebagai standar pada produksi masal kendaraan.

Pintu dan Liftgate Juga Diuji Saat Bergerak

DMC tidak hanya memeriksa struktur bodi. Ketelitian ekstra juga diberikan pada pengujian komponen bergerak lewat strategi Kia ukur 1.000 titik ketika menggunakan pemindai optik 3D pada lengan robot yang didukung kecanggihan sistem pengukuran 1.000 titik.

Komponen dibawa ke area pemeriksaan menggunakan Autonomous Mobile Robots (AMR). Sementara itu, Kia menggunakan teknologi 1.000 titik ukur untuk memastikan bentuk dan posisi komponen benar-benar akurat.

Sebelum proses perakitan akhir, komponen dipasang pada alat inspeksi yang menyerupai bentuk bodi kendaraan. Tidak lupa, engineer melakukan prosedur Kia 1.000 titik ukur saat mengecek ketepatan pemasangannya dengan pemindai 3D portabel.

Setelah seluruh komponen terpasang, kendaraan dipindai kembali. Ini adalah bagian lanjutan Kia ukur tiap titik sampai 1.000 untuk mendeteksi penyimpangan struktur maupun trim dengan akurat, menggunakan teknik pengukuran 1.000 titik secara komprehensif.

Kia juga menguji komponen dalam kondisi pengoperasian. Pengujian komprehensif, dengan platform Kia 1.000 titik ukur, memastikan sensor menangkap data paling detail per detik.

Dengan cara tersebut, perubahan bentuk yang tidak terlihat mata manusia dapat terdeteksi. Termasuk perubahan yang teridentifikasi melalui Kia pemeriksaan 1.000 titik, baik karena bobot maupun tekanan luar menggunakan proses pengukuran 1.000 titik.

Data Pengukuran Menjadi Dasar Perbaikan

Seluruh hasil pemeriksaan DMC terhubung ke pusat data pengembangan kendaraan. Data dari proses Kia 1.000 titik ukur memberikan fondasi kuat bagi engineer dalam melacak sumber masalah, dengan mengandalkan catatan detail dari pengukuran 1.000 titik.

Kia menggunakan algoritma DATA-FIT untuk mencari konfigurasi perakitan paling optimal dalam ruang virtual. Inovasi seperti ini hanya mungkin dilakukan dengan dokumentasi rinci setiap titik melalui Kia ukur hingga 1.000 titik.

Ke depan, data yang terkumpul juga direncanakan menjadi dasar pengembangan infrastruktur berbasis kecerdasan buatan. Menariknya, penerapan metode pengukuran 1.000 titik disebut-sebut sebagai langkah menuju otomasi canggih.

Bagi konsumen, proses tersebut memang berlangsung di balik layar. Namun, manfaat Kia proses 1.000 titik ukur dapat dirasakan jelas melalui kerapian dan kenyamanan mobil setiap hari yang terwujud lewat pengukuran 1.000 titik.

Teknologi DMC sekaligus menunjukkan bagaimana Kia menjaga standar pengembangan kendaraan globalnya, termasuk model yang dipasarkan di Indonesia dan didukung pemastian kualitas Kia 1.000 titik ukur serta akurasi melalui metode pengukuran 1.000 titik.

Horse Powertrain B20, Mesin Turbo Anti Banjir Ringan

Kebanyakan kinerja mesin mobil normal akan berhenti bekerja kala harus menerobos banjir lebih dari satu meter. Namun berbeda dengan Horse Powertrain B20 yang memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi ekstrem.

Namun, dengan Horse Powertrain B20, performa mesin tetap dapat diandalkan meski menghadapi kondisi ekstrem tersebut.

Namun, Horse Powertrain B20 dirancang untuk menghadapi kondisi ekstrem tersebut. Mesin bensin turbo ini diklaim tetap beroperasi saat terendam air hingga kedalaman 1,1 meter. Hmm…menarik

Kemampuan ini bukanlah sekadar klaim tahan cipratan. Horse Powertrain B20 memiliki standar IPX8 dan mampu tetap bekerja hingga 30 menit dalam kondisi terendam. Horse Powertrain memang mengembangkan mesin ini untuk kendaraan hybrid. Target utamanya adalah SUV dan truk yang dirancang menghadapi medan berat.

Horse Powertrain B20 merupakan mesin empat silinder berkapasitas 2,0-liter dengan teknologi turbocharger. Tenaganya tersedia dalam rentang 188 hingga 248 hp. Torsi yang dihasilkan juga cukup besar, yakni 300 hingga 380 Nm. Kombinasi inilah yang membuat B20 cocok untuk kendaraan yang membutuhkan kemampuan menjelajah medan berat.

Bukan Sekadar Mesin yang Kedap Air

Kemampuan bekerja di bawah air membutuhkan lebih dari sekadar konstruksi tertutup. Horse Powertrain membekali mesin B20 ini dengan sejumlah solusi khusus.

Mesin ini menggunakan struktur yang sepenuhnya tersegel. Sistem tersebut dipadukan dengan torsional vibration damper serta penyegelan khusus antara mesin dan transmisi. Komponen elektrikal dan sensor juga dibuat dengan standar IPX8. Sensor tersebut berperan penting ketika mesin beroperasi dalam kondisi ekstrem.

Sistem kontrol dapat menyesuaikan tenaga dan respons throttle secara otomatis. Tujuannya agar menjaga mesin tetap bekerja ketika kendaraan berada di dalam air.

Kemampuan B20 juga tidak berhenti pada kemampuan menerobos genangan. Mesin ini diklaim mampu mempertahankan tenaga secara stabil ketika kendaraan menanjak hingga kemiringan 100 derajat.

Untuk efisiensi, Horse Powertrain B20 menggunakan Miller cycle. Teknologi ini membantu mesin mencapai efisiensi termal hingga 48,4 persen. Bobotnya juga relatif ringan. Untuk bobot beratnya sekitar 130 kilogram.

Sudah Dipasang pada SUV Hybrid

Teknologi ini bukan lagi sekadar konsep di atas meja. Mesin Horse Powertrain B20 ini telah digunakan pada Geely Galaxy Cruiser 700 di China. Dalam konfigurasi plug-in hybrid, mesin ini dipadukan dengan transmisi hybrid tiga percepatan buatan Horse.

Penggunaan pada kendaraan produksi menunjukkan bahwa teknologi B20 sudah memasuki tahap aplikasi nyata. Meski demikian, belum diketahui model lain apalagi yang akan menggunakan mesin ini.

Bagi kendaraan harian, kemampuan mesin tetap hidup saat terendam tentu bukan kebutuhan utama. Namun, bagi SUV petualang, kendaraan ekspedisi, hingga aplikasi khusus, teknologi ini bisa menjadi pembeda besar.

Horse Powertrain sendiri merupakan perusahaan hasil kerja sama Renault dan Geely. Perusahaan ini belakangan aktif mengembangkan berbagai solusi mesin pembakaran internal untuk era elektrifikasi.

B20 menunjukkan bahwa mesin bensin belum sepenuhnya kehilangan tempat. Teknologi baru justru membuatnya semakin adaptif terhadap kebutuhan kendaraan hybrid dan medan ekstrem.

Jika teknologi ini nantinya masuk ke lebih banyak kendaraan, kemampuan menerobos air bisa menjadi salah satu fitur baru yang menarik di segmen SUV masa depan.

Voyah Passion S Meluncur, EV 637 Hp ini Sukses Lakukan Aksi 360 Derajat

Voyah resmi meluncurkan Passion S, SUV listrik berformat fastback yang membawa kombinasi performa tinggi, teknologi pintar dan kemewahan kabin. Diposisikan sebagai kendaraan listrik kelas menengah-besar, Passion S hadir dalam tiga varian dengan harga 229.900 hingga 279.900 yuan atau sekitar Rp530 juta–Rp645 juta jika dikonversikan secara kasar.

Sebelum resmi dijual, Passion S sempat menjadi perhatian setelah Voyah memperlihatkan aksi ekstrem “360° Tunnel Big Loop” pada 13 Agustus 2026 lalu. Aksi ini diklaim dilakukan secara nyata dan bukan hasil efek digital. Hmm…memukau.

Untuk menjawab keraguan publik, Voyah kemudian menayangkan video one-take tanpa potongan saat peluncuran resmi. Aksi ini sekaligus menjadi cara unik Voyah menunjukkan kemampuan struktur dan keselamatan kendaraan listrik terbarunya.

Fastback Futuristis dengan Aerodinamika 0,24 Cd

Passion S mengusung desain “Kunpeng Wing” pada bagian depan, dipadukan lampu star-ring dan logo Voyah yang dapat menyala.

Siluet fastback menjadi ciri utama, sementara pelek 21-inci dan kaliper rem performa tinggi memperkuat karakter sporty. Dimensinya mencapai 5.050 x 1.998 x 1.656 mm dengan wheelbase 3.000 mm.

Menariknya, Voyah juga memperhatikan aspek fungsional. Terdapat dua load-bearing hooks pada pintu bagasi yang masing-masing mampu menopang 3 kg. Nah, salah satunya dapat dimanfaatkan untuk menggantung layar proyektor ketika aktivitas luar ruang.

Dari sisi aerodinamika, Passion S memiliki koefisien hambatan udara 0,24 Cd. Active intake grille, 10 set saluran udara tembus dan 19 ventilasi turut mendukung efisiensi sekaligus pendinginan.

Kabin dengan Tiga Layar

Masuk ke interior, nuansa premium semakin terasa melalui konsep wrap-around cockpit. Sistem hiburan utama mengandalkan dua layar 15,6-inci beresolusi 2.5K, ditambah 29-inci HD AR-HUD dan panel instrumen 8,8-inci beresolusi 2K.

Sistem tersebut menjalankan Harmony Space 5.2 dan mendukung interaksi suara berbasis model besar MoLA.

Untuk penumpang, Voyah memasang sistem audio 2.160 watt dengan 27 speaker. Ada pula kulkas pintar berkapasitas 6,6 liter yang dapat menjaga suhu mulai -6 hingga 50 derajat Celsius.

LiDAR dan Huawei ADS 5.0

Passion S juga membawa perangkat ADAS kelas atas. Sistemnya menggunakan LiDAR 896-line generasi baru serta lima radar milimeter-wave 4D.

Perangkat tersebut mendukung Huawei Qiankun ADS 5.0, termasuk kemampuan City NCA, Highway NCA hingga Parking-to-Parking (P2P) 3.0.

Struktur keselamatan juga menjadi perhatian. Bodinya menggunakan konstruksi cage-style dengan material berkekuatan tinggi mencapai 91,3 persen, sementara torsional rigidity mencapai 48.415 Nm/derajat.

637 Hp dan Charging 800V

Untuk performa, Passion S tersedia dalam konfigurasi RWD dan AWD. Varian RWD menggunakan motor belakang 300 kW atau 402 hp.

Sementara versi AWD menggabungkan motor depan 175 kW dan motor belakang 300 kW dengan total output mencapai 475 kW atau sekitar 637 hp.

Sistem baterai menggunakan arsitektur 800V 5C fast charging dengan pilihan kapasitas 81 kWh dan 98 kWh. Jarak tempuh berdasarkan standar CLTC berada di rentang 630 hingga 740 km.

Pengisian dari 20 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan 10 menit, dengan tambahan jarak tempuh hingga 474 km.

Untuk mengimbangi performanya, Passion S menggunakan suspensi double-wishbone di depan dan five-link di belakang. Varian tertinggi mendapatkan air suspension serta CDC electromagnetic damping.

Dengan performa 637 hp, jarak tempuh hingga 740 km dan teknologi ADAS Huawei, Voyah Passion S tidak sekadar menawarkan mobil listrik bertenaga besar, tetapi mencoba menggabungkan performa, kemewahan dan teknologi pintar dalam satu paket.

OMODA O4 Bawa AI Cockpit, Kabin Mobil Pintar Belajar Kebiasaan Pemilik

Perkembangan teknologi mobil mulai bergerak melampaui urusan performa dan fitur keselamatan. OMODA O4 membawa pendekatan berbeda melalui AI Cockpit, sistem kecerdasan buatan yang dirancang bukan hanya untuk menerima perintah, tetapi juga mempelajari kebiasaan dan preferensi penggunanya.

Teknologi tersebut menjadi salah satu daya tarik OMODA O4 setelah tampil di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. OMODA & JAECOO mengembangkan AI Cockpit sebagai bagian dari strategi intelligent technology, dengan dukungan Large Language Model (LLM) ByteDance Seed.

Yang membuatnya menarik, sistem ini dibangun agar pengalaman di dalam mobil terasa semakin personal. OMODA & JAECOO membekali AI Cockpit dengan 10 AI Agent yang dapat bekerja secara terkoordinasi dan mendukung interaksi dalam lima bahasa.

Artinya, kabin OMODA O4 tidak lagi sekadar menjadi ruang untuk mengoperasikan AC, audio atau navigasi. Sistemnya dirancang untuk memahami konteks perjalanan sekaligus menyesuaikan respons berdasarkan kebiasaan pengguna.

Mobil yang Mulai Mengenal Pemiliknya

Salah satu kemampuan paling menarik adalah scenario memory. Teknologi ini memungkinkan AI Cockpit mengenali pola berdasarkan waktu, lokasi dan situasi tertentu.

Misalnya, pengguna rutin berolahraga setiap akhir pekan bersama dua penumpang. Sistem dapat mengenali pola tersebut dan mengarahkan navigasi menuju lokasi olahraga. Setelah kembali ke mobil, sistem dapat menyesuaikan AC agar tidak langsung mengarah ke tubuh, meningkatkan ventilasi kursi dan mengaktifkan pemurni udara dengan intensitas lebih tinggi.

Konsep tersebut membuat personalisasi tidak berhenti pada pengaturan profil. Mobil mulai mengambil peran sebagai asisten yang memahami konteks.

Pengoperasian berbagai fitur juga dapat dilakukan melalui satu perintah suara. Pengguna bisa meminta sistem menutup jendela, menyalakan AC, mengaktifkan ventilasi kursi, memutar musik dan mengatur ambient lighting secara bersamaan.

Navigasi pun dibuat lebih natural. Pengguna dapat menyebut lokasi berdasarkan deskripsi umum atau landmark, kemudian meminta sistem membuat rute dengan beberapa tujuan sekaligus sambil mempertimbangkan kondisi lalu lintas secara real-time.

Bukan Cuma Pintar, Tapi Juga Personal

OMODA & JAECOO mencoba membawa unsur emosional ke dalam AI Cockpit. Ketika terjebak kemacetan, teknologi AI voiceprint cloning dapat digunakan untuk memutar pesan yang direkam keluarga atau teman.

Ada pula AI-generated pet pada layar tengah yang dapat merespons sentuhan dengan gerakan seperti berkedip dan berguling. Fitur sederhana ini menjadi cara OMODA O4 menghadirkan pengalaman kabin yang lebih interaktif.

Personalisasi semakin luas melalui nickname untuk sistem, pembuatan AI wallpaper secara real-time berdasarkan kata kunci, rekomendasi playlist, berita dan skor olahraga hingga permainan kuis berbasis suara.

Seluruh kemampuan tersebut dibangun melalui empat pilar, yakni Better Intent Understanding, Better Understanding of User Habits, Better Understanding of Emotions, dan Better Understanding of Trends.

Menuju Mobil sebagai AI Life Companion

OMODA O4 menjadi bagian dari visi “The First AI Car for Everyone” yang dikembangkan OMODA & JAECOO melalui konsep Cyber Verse.

Pengembangan teknologi ini juga diarahkan menuju roadmap yang lebih panjang, dari AI Interactive Cockpit, Globally Intelligent Cockpit hingga AI Life Companion Cockpit.

Menariknya, langkah tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi elektrifikasi dan intelligent driving. OMODA & JAECOO saat ini mengembangkan kendaraan PHEV, HEV dan BEV sekaligus teknologi intelligent driving.

Dengan kehadiran AI Cockpit, OMODA O4 memperlihatkan bahwa persaingan mobil masa depan tidak lagi hanya soal siapa yang paling bertenaga atau paling irit. Mobil juga mulai dituntut mampu memahami siapa yang mengendarainya.

Pegangan Pintu Mobil Listrik Kini Jadi Sorotan, Akankah Dirubah?

Pegangan pintu tersembunyi kini menjadi salah satu ciri desain mobil modern. Tampil minimalis dan futuristis, teknologi ini banyak digunakan pada mobil listrik generasi terbaru. Namun, di balik tampilannya yang canggih, muncul satu pertanyaan penting: bagaimana penumpang keluar ketika mobil kehilangan daya listrik akibat kecelakaan?

Pertanyaan tersebut kini mulai mendapat perhatian serius di Amerika Serikat. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menyatakan Office of Rulemaking telah memulai proses untuk menambahkan persyaratan mengenai mekanisme keluar dari kendaraan yang lebih kuat dan mudah dikenali ke dalam Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS).

Langkah ini muncul setelah Kevin Clouse, pemilik Tesla Model 3 tahun 2022, mengajukan petisi kepada NHTSA. Ia mengalami kesulitan keluar dari mobil setelah terlibat kecelakaan frontal yang menyebabkan kendaraan kehilangan daya listrik.

Sulit Menemukan Pelepas Pintu Darurat

Pada kendaraan dengan sistem pembuka pintu elektronik, kehilangan daya dapat membuat mekanisme utama tidak berfungsi. Sebenarnya, sejumlah mobil tetap menyediakan pelepas pintu manual sebagai cadangan.

Masalahnya, posisi mekanisme tersebut terkadang tersembunyi, tidak memiliki penanda yang jelas, atau membutuhkan cara pengoperasian yang tidak langsung dipahami penumpang.

Dalam kasus Clouse, mekanisme pelepas manual pada pintu depan sulit ditemukan. Ia akhirnya harus memanjat melewati kursi depan dan keluar melalui jendela pintu belakang.

NHTSA memang menolak permintaan investigasi yang diajukan Clouse karena menilai belum terdapat bukti yang cukup untuk menyatakan adanya cacat keselamatan. Namun, badan tersebut mengakui persoalan mengenai akses keluar darurat memiliki cakupan lebih luas dan meneruskannya ke Office of Rulemaking.

Tesla Bukan Satu-satunya

Persoalan serupa sebelumnya juga pernah membawa Tesla dalam radar NHTSA. Office of Defects Investigation membuka penyelidikan terhadap sekitar 174.000 Tesla Model Y tahun 2021 setelah menerima sembilan laporan mengenai pegangan pintu eksterior yang tidak berfungsi ketika kendaraan kehilangan daya tegangan rendah.

Beberapa laporan bahkan melibatkan orang tua yang sudah berada di luar kendaraan namun tidak dapat kembali membuka pintu untuk mengambil anaknya yang tertinggal di dalam.

Situasi tersebut menjadi jauh lebih berbahaya ketika terjadi dalam kondisi cuaca panas. Dalam beberapa kasus, pemilik kendaraan bahkan terpaksa memecahkan kaca untuk mengeluarkan anaknya dari dalam mobil.

Regulasi Lama Harus Mengikuti Teknologi Baru

Salah satu persoalan utama adalah FMVSS 206 dibuat ketika sistem pembuka pintu elektronik belum menjadi teknologi umum. Regulasi tersebut belum secara spesifik mengatur bagaimana mekanisme pelepas pintu darurat harus ditempatkan dan diberi tanda ketika kendaraan kehilangan daya listrik.

Kini, NHTSA mulai mempertimbangkan aturan baru agar mekanisme tersebut lebih mudah ditemukan dan digunakan dalam kondisi darurat.

Namun, perubahan regulasi di Amerika Serikat membutuhkan waktu. Aturan baru tidak akan langsung berlaku dalam hitungan bulan. Michael Brooks dari Center for Auto Safety bahkan memperkirakan tenggat kepatuhan produsen kemungkinan baru terjadi sekitar 2030.

Selain langkah NHTSA, rancangan SAFE Exit Act 2026 juga tengah didorong di Kongres AS. RUU tersebut mengusulkan agar kendaraan dengan electronic door latch memiliki mekanisme pelepas manual yang mudah ditemukan, tidak bergantung pada listrik, dan tersedia pada setiap pintu yang digunakan untuk evakuasi penumpang.

Jika aturan ini akhirnya diterapkan, desain pegangan pintu mobil masa depan mungkin harus berubah. Bukan hanya soal tampil modern dan aerodinamis, tetapi juga memastikan penumpang dapat menemukan jalan keluar ketika teknologi elektronik justru tidak lagi bekerja.

 

 

Leapmotor B10 Resmi Hadir di Indomobil Expo Semarang 2026

Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia semakin ramai. Setelah ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Leapmotor memperluas jangkauannya ke Jawa Tengah dalam Indomobil Expo Semarang 2026 yang berlangsung pada 4–9 Agustus di 23 Semarang Shopping Center.

Langkah ini menjadi strategi jangka panjang PT Indomobil National Distributor bersama Stellantis dalam memperkenalkan kendaraan listrik global kepada konsumen di luar Jakarta. Semarang dipilih karena dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan mulai menunjukkan potensi besar dalam adopsi kendaraan listrik.

Model yang menjadi pusat perhatian adalah Leapmotor B10, SUV listrik dengan teknologi pintar, kenyamanan premium, dan standar keselamatan global. Kehadiran model terbaru Leapmotor ini diharapkan menjadi pilihan lain agar jaringan distribusinya semakin luas di Indonesia.

Dari sisi performa, Leapmotor B10 dibekali baterai berkapasitas 67,1 kWh untuk melaju hingga 516 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Dengan jarak jelajah yang membuat SUV listrik ini tidak hanya cocok digunakan sebagai kendaraan harian di perkotaan, tetapi juga mendukung perjalanan antarkota tanpa rasa khawatir berlebihan terhadap ketersediaan pengisian daya.

Karakter berkendaranya juga menjadi salah satu nilai jual utama. Leapmotor mengembangkan sistem suspensi dan pengendalian bersama tim engineering Stellantis di Balocco, Italia. Hasilnya adalah handling yang stabil, kenyamanan lebih baik, serta pengalaman berkendara yang terasa lebih natural di berbagai kondisi jalan.

Keunggulan lain terletak pada pendekatan teknologi yang diterapkan Leapmotor. Berbeda dengan banyak produsen lain, perusahaan asal Tiongkok ini mengembangkan sendiri lebih dari 65 persen komponen utama kendaraannya, mulai dari baterai, motor listrik, kokpit digital hingga sistem elektronik. Strategi tersebut membuat integrasi teknologi menjadi lebih optimal sekaligus menjaga efisiensi biaya produksi.

Popularitas Leapmotor juga terus meningkat secara global. Sepanjang Juli 2026, perusahaan berhasil mencatatkan pengiriman lebih dari 101 ribu unit kendaraan di berbagai negara. Angka tersebut menjadi rekor baru sekaligus menjadikan Leapmotor sebagai startup kendaraan energi baru pertama di Tiongkok yang mampu menembus penjualan lebih dari 100 ribu unit dalam satu bulan.

Selama Indomobil Expo Semarang 2026, Leapmotor B10 dipasarkan dengan harga Rp507 juta OTR Semarang. Menariknya, tersedia harga perkenalan Rp457 juta OTR Semarang bagi 500 konsumen pertama.

Sebagai pendukung layanan purna jual, Leapmotor juga telah menghadirkan Stellantis Brand House Semarang yang menggabungkan layanan Leapmotor, Citroën, dan Jeep dalam satu lokasi. Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti bahwa ekspansi Leapmotor di Indonesia tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga kesiapan layanan bagi konsumen dalam jangka panjang.

BYD Edukasi Komunitas BEYOND Kenali Teknologi Dual Mode

PT BYD Motor Indonesia terus memperkuat edukasi mengenai kendaraan energi baru melalui pendekatan yang melibatkan langsung para pengguna. Dalam rangka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, BYD menggelar BEYOND Technology Talks, sebuah program edukasi khusus bagi anggota komunitas resmi pengguna BYD, BEYOND Community.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul sesama pemilik kendaraan BYD, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi Battery Electric Vehicle (BEV) dan Dual Mode (DM) Technology yang kini menjadi salah satu andalan BYD di pasar Indonesia.

Komunitas Jadi Garda Depan Edukasi Kendaraan Energi Baru

BEYOND Community merupakan komunitas resmi pengguna mobil BYD di Indonesia yang berdiri sejak Agustus 2024. Dalam waktu kurang dari dua tahun, komunitas ini telah berkembang pesat dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 3.000 member yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui komunitas tersebut, para pemilik kendaraan BYD tidak hanya berbagi pengalaman penggunaan sehari-hari, tetapi juga memperoleh berbagai informasi mengenai perkembangan teknologi kendaraan listrik serta layanan purna jual dari BYD Indonesia.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa pemahaman teknologi merupakan bagian penting dari pengalaman memiliki kendaraan elektrifikasi.

Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat mengenal kendaraan energi baru melalui pengalaman nyata para penggunanya.

Mengenal Lebih Dekat Teknologi Dual Mode (DM)

Salah satu sesi utama dalam BEYOND Technology Talks membahas Dual Mode (DM) Technology, teknologi elektrifikasi terbaru BYD yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dengan konsep electric-first.

Melalui sistem ini, kendaraan akan memprioritaskan penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal sekaligus menjaga performa saat melakukan perjalanan jauh.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai bagaimana sistem DM dirancang agar mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan mobilitas, mulai dari penggunaan harian di dalam kota hingga perjalanan keluarga lintas daerah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan langsung oleh para pengguna berdasarkan pengalaman mereka menggunakan kendaraan BYD.

Belajar Teknologi Sekaligus Mencoba Langsung

Tak hanya mendapatkan materi teknis, sekitar 50 anggota BEYOND Community juga diajak mengunjungi area teknologi di booth BYD.

Di area tersebut peserta dapat melihat lebih dekat berbagai inovasi seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, hingga sistem Dual Mode Technology yang menjadi fondasi kendaraan elektrifikasi BYD.

Seluruh teknologi diperkenalkan melalui demonstrasi interaktif sehingga peserta dapat memahami bagaimana setiap sistem bekerja secara terintegrasi untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, serta kenyamanan berkendara.

Setelah sesi edukasi selesai, peserta langsung merasakan performa kendaraan melalui test drive BYD M6 DM dan beberapa model lainnya.

Mereka dapat mencoba akselerasi motor listrik yang responsif, karakter kabin yang senyap, efisiensi sistem penggerak, hingga berbagai fitur pintar yang mendukung kenyamanan berkendara sehari-hari.

Edukasi Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem EV

Selain membahas teknologi kendaraan, BYD juga memberikan pemaparan mengenai layanan after sales, program garansi, hingga tips perawatan kendaraan listrik agar performanya tetap optimal dalam jangka panjang.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi berbagi pengalaman bersama anggota BEYOND Community yang menceritakan manfaat bergabung dalam komunitas sekaligus pengalaman menggunakan kendaraan BYD di berbagai kondisi.

Melalui program BEYOND Technology Talks, BYD Indonesia ingin membangun ekosistem kendaraan energi baru yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga memperkuat edukasi konsumen. Dengan melibatkan komunitas sebagai mitra, BYD berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat teknologi elektrifikasi, termasuk Dual Mode Technology, sehingga adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

Chery J6T CSH Debut di GIIAS 2026, REEV Tembus 1.000 Km!

Chery J6T CSH resmi mencuri perhatian pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV terbaru ini melengkapi keluarga J6 Series sekaligus menjadi model terbaru yang mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dalam lini Chery Super Hybrid (CSH).

Berbeda dari mobil hybrid konvensional, teknologi REEV pada Chery J6T CSH tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama. Sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, sehingga pengalaman berkendara tetap senyap, responsif, dan efisien layaknya mobil listrik murni.

Keunggulan tersebut membuat Chery J6T CSH menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menikmati sensasi berkendara kendaraan listrik tanpa harus khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh maupun infrastruktur pengisian daya.

Daya Jelajah Lebih dari 1.000 Kilometer

Salah satu nilai jual terbesar Chery J6T CSH adalah kemampuan menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh. Angka ini menjadikannya salah satu SUV elektrifikasi dengan daya jelajah terpanjang di kelasnya.

Teknologi Chery Super Hybrid memungkinkan perpindahan tenaga antara motor listrik dan generator berlangsung otomatis sehingga konsumsi energi menjadi lebih efisien tanpa mengurangi performa.

Kombinasi tersebut membuat J6T CSH cocok digunakan untuk mobilitas harian di dalam kota maupun perjalanan antarkota tanpa rasa khawatir kehabisan daya.

Karakter SUV adventure tetap dipertahankan melalui desain boxy khas J6 Series. Mobil ini memiliki ground clearance 220 mm serta kemampuan melintasi genangan air hingga 650 mm, sehingga siap menghadapi berbagai kondisi jalan.

Untuk meningkatkan kemampuan bermanuver, Chery membekali J6T CSH dengan Tank Turn Feature, fitur yang memudahkan kendaraan berputar di area sempit maupun saat melintasi jalur off-road.

Kenyamanan juga mendapat perhatian lewat penyempurnaan sudut sandaran kursi baris kedua yang lebih rileks, membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman bagi seluruh penumpang.

Fitur Modern dan Keselamatan Lengkap

J6T CSH juga menawarkan berbagai teknologi modern yang mendukung gaya hidup aktif. Salah satunya adalah fitur Vehicle-to-Load (V2L) 6 kW, yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik saat berkemah atau beraktivitas di luar ruangan.

Di dalam kabin tersedia layar sentuh berukuran 15,6 inci sebagai pusat pengaturan kendaraan, navigasi, konektivitas, hingga sistem hiburan.

Dari sisi keselamatan, SUV ini telah dilengkapi 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan enam airbags, memberikan perlindungan maksimal bagi pengemudi maupun penumpang.

Melalui kehadiran Chery J6T CSH di GIIAS 2026, Chery semakin mempertegas komitmennya menghadirkan solusi elektrifikasi yang praktis dan fleksibel. Dengan teknologi REEV, jarak tempuh lebih dari 1.000 km, fitur modern, serta karakter SUV tangguh, J6T CSH berpotensi menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen SUV elektrifikasi Indonesia.

JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut di GIIAS 2026, Siap Parkir Sendiri!

JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut Global di Indonesia, Mobil Bisa Parkir Sendiri dan Menjemput Pemilik

OMODA & JAECOO kembali mencuri perhatian di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kali ini, bukan hanya lewat desain SUV premium, tetapi melalui peluncuran teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) yang memungkinkan mobil mencari tempat parkir sendiri hingga menjemput pemilik secara otomatis.

Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan teknologi ini melalui JAECOO J7 SHS-P SIVP. Langkah tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar strategis bagi OMODA & JAECOO dalam pengembangan teknologi mobil pintar.

Mengusung konsep “Come to You, Park For You”, teknologi SIVP dirancang untuk menjawab tantangan mobilitas di kawasan perkotaan yang semakin padat. Mulai dari sulitnya mencari ruang parkir hingga aktivitas harian yang serba cepat, semuanya diakomodasi melalui sistem parkir otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata konsumen modern yang menginginkan teknologi bukan sekadar canggih, tetapi benar-benar memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa Parkir dan Menjemput Pemilik Secara Otomatis

Super Intelligent Valet Parking memiliki dua fungsi utama, yaitu Smart Parking dan Smart Summon.

Saat tiba di area parkir yang telah mendukung sistem SIVP, pengemudi cukup menghentikan kendaraan di titik tertentu lalu keluar dari mobil. Setelah itu, JAECOO J7 SHS-P akan secara otomatis mencari ruang parkir kosong dan melakukan manuver parkir tanpa campur tangan pengemudi.

Ketika aktivitas selesai, pemilik hanya perlu membuka aplikasi yang terhubung ke smartphone untuk memanggil kendaraan. Mobil kemudian bergerak sendiri menuju titik penjemputan yang telah ditentukan, sehingga pengguna tidak perlu berjalan menuju lokasi parkir.

Konsep inilah yang menjadi implementasi nyata slogan “Come to You, Park For You”, menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis sekaligus efisien.

Dukungan 27 Sensor dan LIDAR Berteknologi Tinggi

Kemampuan tersebut didukung sistem Intelligent Driving yang mengintegrasikan 27 sensor dan kamera di seluruh bodi kendaraan.

Teknologi ini dilengkapi 128-channel DTOF LiDAR, radar gelombang milimeter dengan kemampuan mendeteksi objek hingga 280 meter di depan dan 200 meter di samping, serta sistem 540-degree Surround View Camera yang memantau kondisi di sekitar kendaraan secara menyeluruh.

Seluruh informasi tersebut diproses oleh Intelligent Driving Domain Controller, memungkinkan mobil mengenali lingkungan sekitar secara real-time sebelum mengambil keputusan saat melakukan parkir otomatis.

Mulai Beroperasi Oktober 2026

JAECOO mengungkapkan implementasi SIVP akan dimulai pada Oktober 2026 dengan cakupan sekitar 40 lokasi di Indonesia. Pada tahap berikutnya, jumlah tersebut akan diperluas menjadi lebih dari 60 lokasi hingga akhir tahun, meliputi pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan berbagai area publik lainnya.

Yang menarik, perluasan area kompatibel tersebut tidak mengharuskan pemilik datang ke bengkel. Seluruh pembaruan akan dikirimkan melalui sistem Over-the-Air (OTA) langsung ke kendaraan.

Bersamaan dengan peluncuran teknologi ini, JAECOO J7 SHS-P SIVP juga resmi membuka pre-booking melalui situs resmi JAECOO Indonesia selama penyelenggaraan GIIAS 2026.

Dengan menghadirkan teknologi parkir otomatis yang mampu mencari slot parkir hingga menjemput pemilik, JAECOO tidak hanya memperkenalkan fitur baru, tetapi juga membuka babak baru dalam pengembangan mobilitas cerdas di Indonesia. Kehadiran SIVP berpotensi menjadi standar baru bagi kendaraan pintar yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi, dan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari.

Hyundai Ioniq V Siap Meluncur di China, Tembus Jarak 650 Km

Hyundai bersiap memperluas dominasi kendaraan listriknya dengan menghadirkan model baru khusus untuk pasar China, yakni Hyundai Ioniq V. Setelah sukses lewat Ioniq 5, Ioniq 6, dan Ioniq 9 di pasar global, kini pabrikan asal Korea Selatan itu mencoba menantang ketatnya persaingan mobil listrik di Negeri Tirai Bambu.

Menariknya, Ioniq V bukan sekadar menambah anggota keluarga Ioniq. Sedan listrik premium ini digadang-gadang menjadi etalase teknologi terbaru Hyundai yang akan menjadi acuan pengembangan model-model listrik berikutnya.

Dengan desain futuristis, kabin berteknologi AI, hingga platform 800 volt, Ioniq V diproyeksikan menjadi salah satu rival serius bagi merek lokal China.

Desain Sporty Bergaya Supercar

Hyundai Ioniq V tampil sebagai sedan fastback premium dengan dimensi panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, serta wheelbase mencapai 2.900 mm. Proporsi tersebut menjanjikan ruang kabin yang lapang sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang.

Bahasa desainnya berbeda dari Ioniq 5 maupun Ioniq 6. Bagian depan mengusung lampu LED tipis yang menjadi identitas terbaru Hyundai, dipadukan bumper agresif dan spoiler bergaya supercar sehingga menghadirkan tampilan yang lebih berani.

Profil samping semakin elegan berkat garis atap fastback, pintu frameless, handle pintu tersembunyi, serta velg aerodinamis yang mendukung efisiensi sekaligus memperkuat kesan premium.

Di bagian belakang, lampu LED horizontal penuh membuat Ioniq V tampil modern dan mudah dikenali.

Interior Futuristis dengan Layar 27 Inci

Masuk ke dalam kabin, nuansa teknologi langsung terasa melalui layar panoramik berukuran 27 inci beresolusi 4K yang membentang di dashboard.

Sebagian besar fungsi kendaraan dikendalikan melalui layar tersebut sehingga penggunaan tombol fisik dibuat seminimal mungkin. Hasilnya, desain interior terlihat bersih, modern, dan berkelas.

Hyundai juga membekali Ioniq V dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan berbagai fitur dioperasikan melalui perintah suara secara lebih responsif.

Selain itu tersedia Head-Up Display yang memproyeksikan informasi berkendara langsung ke kaca depan sehingga pengemudi tetap fokus saat mengemudi.

Platform 800 Volt Dengan Jarak Jelajah 650 Km

Hyundai Ioniq V dibangun menggunakan platform Electric Global Modular Platform (E-GMP) dengan arsitektur kelistrikan 800 volt.

Teknologi tersebut mendukung pengisian cepat DC hingga 250 kW sehingga waktu pengisian baterai menjadi jauh lebih singkat dibanding kendaraan listrik berbasis sistem 400 volt.

Untuk pasar China, Hyundai bekerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi lokal seperti Qualcomm, Baidu, CATL, dan Momenta guna menghadirkan sistem bantuan berkendara Level 2+ yang lebih canggih.

Berdasarkan data yang tercantum di Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) China, Ioniq V akan tersedia dalam dua pilihan baterai LFP.

Varian standar menggunakan motor listrik bertenaga 188 hp dengan baterai 53,5 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 540 km berdasarkan standar CLTC.

Sementara varian tertinggi mengusung motor listrik 225 hp dengan baterai 66,8 kWh dan memiliki jarak tempuh hingga 650 km menurut siklus CLTC atau sekitar 500 km berdasarkan standar WLTP yang lebih realistis.

Hyundai juga dikabarkan tengah menyiapkan varian Extended Range Electric Vehicle (EREV) yang memadukan motor listrik dengan mesin bensin sebagai generator untuk memperpanjang jarak tempuh.

Meski harga resminya masih dirahasiakan, kehadiran Hyundai Ioniq V diperkirakan akan menjadi senjata baru Hyundai untuk bersaing di pasar mobil listrik terbesar di dunia. Tak menutup kemungkinan, setelah sukses di China, sedan listrik futuristis ini juga akan dipasarkan ke berbagai negara lain.

Geely EX2 Facelift Meluncur di Cina, Usung Baterai Lebih Besar!

Pasar mobil listrik China kembali memanas dengan kehadiran Geely EX2 facelift yang resmi meluncur pada 28 Mei 2026. Model yang dikenal sebagai salah satu kendaraan listrik terlaris di Negeri Tirai Bambu ini hadir dengan sederet pembaruan teknologi, peningkatan fitur keselamatan, serta kapasitas baterai yang lebih besar.

Menariknya, meski tampilan luar tidak mengalami perubahan drastis, Geely justru fokus meningkatkan pengalaman berkendara melalui teknologi digital dan sistem pengemudian cerdas yang semakin canggih. Langkah ini menunjukkan strategi Geely untuk mempertahankan dominasi EX2 di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat.

Desain Tetap Familiar, Sentuhan Modern Lebih Kuat

Di pasar China, model ini dipasarkan dengan nama Geely Xingyuan. Dimensinya tetap kompak dengan panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.570 mm, serta wheelbase 2.650 mm.

Filosofi desain “Smile Fascia” masih dipertahankan dengan bentuk lampu depan yang khas dan lampu belakang LED “Light Feather” yang terdiri dari 78 titik pencahayaan individual. Penyegaran paling terlihat hadir pada penggunaan velg Aero Hub Cap terbaru bergaya turbin berukuran 16 inci.

Logo Galaxy terbaru yang kini terpasang juga memunculkan spekulasi bahwa EX2 akan menjadi bagian dari lini Galaxy milik Geely dan tidak lagi berada di bawah sub-brand Geome.

Masuk ke dalam kabin, perubahan terasa jauh lebih signifikan. Interior tampil lebih modern dengan konsep minimalis yang dipadukan nuansa sporty. Geely menghadirkan pilihan warna baru Taro White dan Starry Grey yang membuat suasana kabin terasa lebih premium.

Layar multimedia berukuran 14,6 inci menjadi pusat kendali utama, didampingi panel instrumen digital 8,8 inci. Posisi tuas transmisi juga dipindahkan lebih dekat ke lingkar kemudi sehingga lebih ergonomis saat digunakan.

Teknologi Pintar Jadi Senjata Utama

Pembaruan terbesar Geely EX2 facelift terletak pada sektor teknologi. Sistem infotainment kini menggunakan Galaxy Flyme Auto 2.0 yang ditenagai chip Longying 7 nm terbaru dengan CPU 8-core, RAM 16 GB, serta memori internal 128 GB.

Sistem ini terintegrasi dengan pengaturan AC dual-zone, asisten suara berbasis AI, serta berbagai fitur voice command yang semakin responsif.

Pada sektor keselamatan, Geely menambahkan sensor kamera di bagian depan yang meningkatkan kemampuan ADAS ke level 2+. Kehadiran sensor baru tersebut memungkinkan fitur visualisasi sasis transparan 540 derajat, remote parking, hingga Sentry Mode.

Varian tertinggi juga dibekali 12 fitur ADAS, termasuk Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking.

Tak hanya itu, teknologi G-Pilot H3 kini menghadirkan kemampuan Navigate on Autopilot (NOA) untuk jalan tol dan tanjakan, bantuan parkir hingga 300 skenario, pencarian lokasi parkir dalam radius 2 kilometer, serta Driver Monitoring System yang memantau kondisi pengemudi selama perjalanan.

Baterai Lebih Besar, Pengisian Daya Lebih Cepat

Salah satu peningkatan paling menarik ada pada baterai. Geely kini menawarkan dua pilihan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), yaitu 35 kWh dan 47 kWh.

Versi 35 kWh mampu menempuh jarak hingga 360 km berdasarkan standar CLTC, sementara baterai 47 kWh sanggup menjelajah hingga 480 km dalam sekali pengisian penuh.

Kemampuan pengisian cepat juga ditingkatkan. Jika sebelumnya membutuhkan sekitar 25 menit untuk mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen, kini waktu tersebut dipangkas menjadi hanya 21 menit menggunakan DC Fast Charging.

Untuk performa, tersedia dua pilihan motor listrik penggerak roda belakang (RWD) dengan tenaga 78 hp dan 114 hp.

Dengan harga mulai 64.800 yuan hingga 94.800 yuan atau sekitar Rp138 juta sampai Rp205 juta, Geely EX2 facelift berpotensi mempertahankan statusnya sebagai salah satu mobil listrik paling menarik di China. Kehadirannya pun layak dinantikan di Indonesia, mengingat EX2 yang saat ini dipasarkan sudah dirakit lokal dengan TKDN mencapai 46,5 persen.