Sedan Listrik Toyota-GAC bZ7 Laris Manis Dalam Waktu 1 Jam!

Hanya selang beberapa bulan setelah diperkenalkan pada November 2025 lalu di Guangzhou Auto Show, sedan listrik mewah Toyota bZ7 kini resmi dipasarkan di China.

Tampilannya yang memukau dengan bodi sporty ala fastback coupe memang bikin hati kepincut. Dengan panjang 5.130 mm, lebar 1.965 mm dan tinggi 1.500 mm, bZ7 posturnya seukuran Tesla Model S dan BYD Han L. Jarak wheelbase yang di angka 3.020 mm pun terbilang panjang. Mengindikasikan ruang kabinnya cukup lapang ala sedan saloon kelas premium.

Secara garis besar, desain bZ7 memiliki benang merah dengan mobil listrk garapan GAC Toyota yang telah ada seperti bZ3. Terlihat jelas dari desain lampu LED model garis horizontal pada area grille yang dipadukan dengan lampu LED siang hari (DRL) melengkung berbentuk hutuf C.

Lampu utama berbentuk meruncing semakin menguatkan aura semi futuristik. Lampu LED belakang model blok terintegtasi antara lampu rem dan sein menguatkan kesan mobil modern dan kekinian.

Lantas, seperti apa fitur teknologi dan performa yang dimiliki mobil ini?

Kolaborasi Lintas Produsen Teknologi

Dalam menggarap mobil ini, Toyota dan mitra industri lokalnya di China yakni GAC turut menggandeng sejumlah produsen teknologi yang bukan level kaleng-kaleng.

Xiaomi dan Huawei yang punya reputasi sebagai raja teknologi mikroelektronik serta software dunia, juga Momenta adalah nama besar yang turut berkolaborasi mengolah bZ7. Tujuannya ternyata untuk mematahkan dominasi BYD di pasar domestik China.

Software pada sistem fitur berkendara pakai Huawei Harmony OS 5.0 yang dilengkapi konektifitas nirkabel Apple CarPlay. Fitur bantuan suara cerdas pakai MoLA garapan Huawei yang tak hanya bisa diajak berdialog secara interaktif, tapi juga mengidentifikasi 4 zona dan mampu mengeksekusi beberapa perintah secara simultan. Sistem kunci cerdas Huawei StarFlash bikin mobil ini tak kalah dari brand kompetitor.

Xiaomi kebagian jatah mengintegrasikan konten fitur aplikasi Mi Home Apps serta tombol fisik magnetic Bluetooth.

Sistem bantu berkendara terpadu ADAS pakai R6 dari Momenta R6. Pada varian teratas terdapat sensor LiDAR, lima radar gelombang milimeter, 11 kamera HD, dan 10 radar ultrasonik. Sistem ADAS R6 dan sensor radar mobil ini terintegrasi dengan fitur Highway NOA (Navigate on Autopilot), serta navigasi pemandu berkendara dalam kota. Benar-benar sarat fitur bertenologi canggih dan mutakhir.

Performa Yang Bikin Takjub

Sistem penggerak memanfaatkan motor listrik Drive ONE multi-in-one dari Huawei.  Daya yang dihasilkan mencapai 207 kW (278 hp). Tersedia opsi motor elektrik tunggal dan dual-motor berpenggerak all-wheel drive.  Motor listrik jenis baru ini dikatakan efisiensi dayanya mencapai 97.5%.

Energi listrik bersumber dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang tersedia dalam dua pilihan besaran daya, 71.35 kWh dan 88.13 kWh. Jarak jelajah maksimumnya pun lumayan, berkisar antara 600 km hingga 710 km berdasarkan standar uji CLTC.

Jarak jelajah yang cukup untuk menunjang mobilitas harian di area perkotaan atau sekadar melakukan perjalanan antar kota jarak menengah.

Untuk pengisian daya, mobil listrik ini sudah dilengkapi sistem fast charging terbaru yang ada di China yakni jenis 3C. Cukup 10 menit pengecasan cepat, energi baterai akan cukup untuk menempuh jarak sekira 300 km. Performa pengecasannya bikin takjub!

Mobil listrik ini pun dilengkapi fitur dischage untuk mengalirkan daya listrik ke perangkat listrik eksternal dengan output 6.6 kW.

Laku 3.100 Unit Dalam 1 Jam!

Dengan harga subsidi mulai dari 147.800 yuan (Rp 363 juta), hingga 199.800 yuan (Rp 491 jutaan), jelas bikin tergiur. Sudah bisa ditebak, jumlah pesanan pun tembus 3.100 unit hanya dalam waktu satu jam! Saat ini jumlah pemesanan masih terus bertambah.

Mobil listrik yang cukup menarik bukan? Hanya saja untuk saat ini belum ada kabar resmi jika bZ7 bakal dipasarkan di luar China. Berharap saja mobil ini juga bakal melenggang ke pasar global seperti Toyota bZ3 dan bZ3X.

Mazda EZ-6

Mazda EZ-6 Akan Masuk Indonesia? Ini Kata APM-nya

Masih ingat Mazda EZ-6? Ini adalah mobil EV Mazda yang dihasilkan atas kerjasama Changan Automobile dan Mazda. Tampil perdana di RRC Beijing Auto Show, April 2024 lalu.

Hari ini, dalam sesi Morning Dialogue di kantor Eurokars Motor Indonesia (EMI, pemegang merek Mazda) di Jakarta, Ricky Thio, COO PT EMI menegaskan tidak menutup kemungkinan kalau EZ-6 akan dibawa dan dipasarkan di Indonesia. Namun ia tidak mengatakan kapan mobil ini akan ada di showroom Mazda Indonesia.

Ricky mengatakan bahwa EMI sudah berkonsultasi dengan Mazda global, soal kemungkinan EZ-6 bisa dijual di Indonesia. Ini akan jadi hal menarik, karena kalau semua lancar bisa jadi sedan EV asal Jepang pertama di pasar tanah air. 

Tentang EZ-6

Sedan listrik Mazda EZ-6 ada kemungkinan akan dipasarkan di Indonesia.

Mazda EZ-6 memang dibangun menggunakan platform EPA dari Changan, tapi secara desain bentuk dan kelengkapan, 100 persen Mazda. Rasa berkendara Jinba-ittai (pengendara dan kendaraannya jadi satu) juga diklaim akan sangat kental.

Seperti bisa Anda lihat, bahasa desain Kodo sangat kental di mobil ini. Contohnya, grille yang melebar ala Mazda manapun, dengan lampu LED ramping membuat fascia depan terlihat dinamis.

Secara dimensi, panjangnya 4.921 mm dengan lebar 1.890 mm. Tingginya 1.485 mm.Jarak antar sumbu rodanya (wheelbase) 2.900 mm. 

interior Mazda EZ-6

Yang menarik adalah, Mazda EZ-6 juga tersedia dalam format PHEV. Yang satu ini, kemungkinan besar menggunakan mesin rotary, seperti yang dipakai oleh MX-30 R-EV. Fungsinya bukan untuk menggerakkan mobil, tapi mengisi ulang baterai selama perjalanan. 

Jarak tempuh EZ-6 EV diklaim hingga 600 km, diukur dengan metode CLTC. Versi hybrid bisa sampai 1.000 km.

Di kabin, desain khas Mazda terasa betul. Terutama kalau melihat kisi-kisi AC. layar monitor di tengah dashboard berukuran 14,6 inci dengan prosesor Snapdragon 8155. Layar ini jadi tempat untuk berbagai macam pengaturan. Mulai dari AC hingga ADAS.

Mazda EZ-6 akan mulai dijual di Tiongkok akhir tahun ini. Pasar global akan hadir setelahnya. 

Geely Luncurkan Galaxy E8, Sanggup Jelajah 665 Kilometer

Pameran otomotif Guangzhou Auto Show yang tengah berlangsung di China dimeriahkan peluncuran mobil terbaru dari Geely, Galaxy E8. Sedan mewah bertenaga listrik ini akan resmi dipasarkan mulai 17 November 2023 mendatang.Apa keunggulan yang ditawarkan dari calon rival sedan mewah BYD Han EV di pasar domestik RRC ini?

Rancang bangun sedan Galaxy E8 menggunakan platform khusus mobil listrik dari Geely yakni Sustainable Experience Architecture (SEA). Ukurannya cukup bongsor seperti Mercedes-Benz EQS dan BMW 7 Series dengan panjang 5 m dan lebar 1,9 m. Dengan jarak wheelbase 2,9 m dan tinggi bodi sekira 1,4 m mengindikasikan kabin yang lapang.

Galaxy E8

 

Secara desain, Galaxy E8 ini terlihat keren dari sisi manapun. Siluet bodi bagian samping terlihat klimis dan tak banyak pernik. Hanya ada tonjolan handle pintu. Fungsi kaca spion tradisional digantikan kamera yang tersembunyi. Tarikan garis atap yang melandai ke belakang membuat tampilan bodi terlihat aerodinamis. Bagian belakang mobil ini pun tak terlalu heboh. Hanya saja lampu belakang LED model segaris (light bar) terdiri dari ratusan titik LED berukuran kecil. Terlihat bagai taburan berlian yang mengagumkan.

 

 

Desain ini dikabarkan memiliki angka coefficient of drag (Cd) atau hambatan udara yang sangat rendah yakni hanya 0.199! Lebih aerodinamis dari Mercedes-Benz EQS yang memiliki Cd 0.202. 

Interior Yang Atraktif

Interior E8

 

Di kabin tersedia panel layar digital beresolusi tinggi terpampang di sepanjang dashboard. Ukurannya pun tak main-main besarnya, 45-inci!

Desain setir model semi kotak terlihat futuristis. Tampilan konsol tengahnya tak banyak pernik. Hanya ada enam tombol dan sebuah tuas putar. Terdapat pula charging pad nirkabel untuk mengisi ulang daya baterai gawai dan ponsel pintar.

 

Selebihnya, ada tata lampu kabin yang warnanya dapat diatur sesuai mood serta panoramic sunroof. Fitur khas mobil mewah era kekinian.

 

Jarak Tempuh 660 Km

Jarak jelajah menjadi salah satu aspek persaingan antar model mobil listrik. Galaxy E8 ditawarkan dalam tiga variant dengan performa dan jarak jelajah yang berbeda.

Yang pertama yakni 2 versi berbaterai lithium-iron phosphate (LFP) 400 V dengan sebuah motor elektrik penggerak roda belakang (RWD) beroutput 272 hp. Top speed versi RWD ini dikatakan mampu mencapai 190 km/jam. 

Versi baterai 62 kWh mampu menjelajah hingga 550 km. Diatasnya, dengan kapasitas 76 kWh, mampu menjelajah hingga sejauh 665 km. Lumayan jauh.

 

Yang lebih heboh,  dilengkapi baterai LFP berdaya 76 kWh, hanya saja voltasenya lebih besar yakni 800 V. Sistem penggerak AWD dihasilkan oleh sebuah motor elektrik beroutput 224 hp pada poros roda depan dan sebuah motor elektrik 421 hp pada poros roda belakang. Jarak jelajahnya 665 km.

 

 

Sedan EV yang cukup menarik, hanya saja belum ada rencana diekspor ke pasar di luar China.