Changan Automobile Perkenalkan Teknologi BlueCore Hybrid

Kendaraan elektrifikasi saat ini mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hanya saja, saat ini masih banyak yang enggan beralih dari kendaraan peminum BBM ke mobil listrik. Teknologi hybrid jadi jembatan yang relevan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tapi masih bisa mampir SPBU.

China Changan Automobile Group sangat mrmahami hal tersebut. Selain memproduksi mobil listrik bertenaga batetsi (BEV), mesin hybrid pun terus dikembangkan sebagai penyeimbang. Teknologi terbaru BlueCore HEV pun resmi diperkenalkan sebagai gebrakan baru. Seperti apa teknologimya?

BlueCore HEV

BlueCore HEV merupakan solusi teknologi mesin hybrid cerdas dengan konsumsi energi yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Pengembangan teknologi ini butuh waktu enam tahun dengan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga ahli. Dengan memanfaatkan 163 jenis teknologi, riset BlueCore HEV menelan dana investasi 2 miliar Yuan atau sekira Rp 5 trilyun.

Untuk menghasilkan konsumsi BBM yang lebih efisien, sistem ini memanfaatkan mesin hybrid dengan sistem suplai bahan bakar direct injection bertekanan tinggi yakni 500 Bar. Teknologi ini merupakan yang pertama di dunia menggunakan sistem injeksi BBM bertekanan sangat tinggi.

Fungsi mesin bermotor bakar ini sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Jadi mesin tidak terhubung langsung ke roda.

Sebagai penggerak roda, BlueCore HEV menggunakan motor listrik berdaya tinggi dengan fluks magnet besar. Sedangkan pasokan energi listrik bersumber dari baterai berperforma tinggi yang dilengkapi sistem kontrol cerdas berbasis AI. Sistem hybrid terbaru ini tidak memerlukan sumber daya listrik eksternal untuk pengisian daya baterai.

Pada prototype teknologi BlueCore HEV, desain ruang bakar pada mesin mengalami penyesuaian. Untuk mengimbangi tekanan semprotan injeksi BBM yang sangat tinggi, rasio kompresi ruang bakar dirancang di angka 16:1. Agar getaran dan suara knalpot serta emisi gas buang yang dihasilkan cukup rendah, 30% gas buang yang dihasilkan diresirkulasi pada penyaring sistem exhaust.

Motor listrik penggerak P3 yang digunakan dilengkapi 3V high magnetic flux steel yang mampu menghasilkan efisiensi gerak hingga 98.1%! Bahkan putaran motor listrik mampu mencapai 2000 rpm dengan output 180kW (241 hp). Bobotnya pun relatif ringan, hanya kisaran 18.1 kg.

Sebagai sumber pasokan daya listrik, dipercayakan pada baterai ternary lithium berdaya 1.7kWh. Sementara sistem kendali kinerja motor listrik dan mesin memanfaatkan 6 MCU chip berperforma tinggi dengan software berbasis AI.

Chip dapat melakukan operasi pengaturan akselerasi motir listrik, deteksi dan kalkulasi perilaku mengemudi dan masih banyak lagi. semua dilakukan dalam hitungan milidetik!

Hasil Uji Menakjubkan

Serangkaian pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan durasi jarak lebih dari 2 juta kilometer, lebih dari 70 uji jalan khusus, 350 jam uji statis tanpa henti, serta lebih dari 1.000 jam uji dalam kondisi ekstrem.

Uji jalan nyata pun dilakukan bersama media dan pengguna. Hasil uji pada BlueCore HEV mampu melampaui performa kendaraan hybrid sejenis.

Pada uji statis, dikatakan efisiensi thermal mampu mencapai angka tertinggai 44.28%. Sedangkan efisiensi thermal rata-rata di angka 40.9%. Pada uji jalan, hasilnya bahkan lebih baik lagi yakni 56.3%.

Pada uji jalan kondisi nyata di dalam kota, sedan Eado HEV yang dilengkapi sistem hybrid BlueCore cuma butuh 2.98 liter BBM untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan SUV CS75 HEV mengkonsumsi 3.54 liter bensin untuk jarak 100 km. Kombinasi BBM rata-rata kombinasi dalam kota dan tol pun masih terbilang irit, yakni 4.67 L/100 km.

BlueCore HEV merupakan teknologi hybrid generasi baru yang menjadi langkah strategis Changan Automobile dalam menghadirkan solusi mobilitas global. Sistem ini dirancang untuk mendefinisikan ulang mobilitas hybrid yang efisien. Mobil terbaru apa saja yang akan dibekali teknologi ini nantinya? Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat.

 

Bentley Pensiunkan Mesin W12, Selamat Datang Era Mesin Hybrid

Bentley punya mesin yang sangat fenomenal. Beragam mobil buatan pabrikan asal Inggris ini telah dibekali mesin 6.0-liter W12.

Setelah berkiprah selama lebih dari dua dekade dan dibuat hingga 10.000 unit, pabrikan asuhan VW ini memutuskan untuk memensiunkan mesin W12.

Dua Dekade, 10 Ribu Unit Mesin

Mesin W12 yang digunakan oleh Bentley sejatinya adalah hasil rancang bangun buatan Volkswagen Group. Berawal dari gagasan untuk menggabungkan dua buah mesin VR6 (6-silinder V) untuk menandingi mesin V12. Karena silindernya berkonfigurasi 3-3-3-3  sehingga layoutnya menyerupai huruf “W”.

Mesin W12 berkode WR12 hasil rancangan Volkswagen awalnya akan digunakan untuk mobil balap Formula 1, namun justru malah digunakan pada mobil sport. Sedangkan unit W12 5.6-liter (non-turbo) pertamakali digunakan pada mobil konsep Volkswagen W12 Syncro Coupe yang diperkenalkan di Tokyo Motorshow 1997. Digunakan juga pada VW W12 Roadster setahun kemudian.

Versi 6.0-liter W12 hadir 2001 dan digunakan pada supercar VW W12 Nardò. Pada tahun 2003, muncul 6.0-liter W12 twin-turbo yang khusus digunakan pada Bentley Continental GT dan Flying Spur.

Kini Eranya Hybrid

Para petinggi Bentley di Crewe, Inggris mungkin punya otonomi dalam menentukan kebijakan perusahaan. Namun kebijakan dan visi Volkswagen Group selaku induk perusahaan dan pemasok mesin hirarkinya jauh lebih tinggi.

Hybrid yang menjadi bagian dari visi masa depan Volkswagen Group tentunya secara tak langsung menjadi visi Bentley. Tapi ini jadi masa transisi Bentley menuju era mobil listrik pada tahun 2030 mendatang.

Sebagai pengganti mesin W12, Bentley telah menyiapkan V8 Ultra Performance Hybrid. Penggerak dengan suplemen motor elektrik hybrid ini digadang mampu menghasilkan tenaga sebesar 740 horsepower. Jarak jelajah maksimum, pada mode EV mencapai 80 km.

Sejumlah prediksi yang beredar, Bentley bakal menggunakan basis jantung mekanis 4.0-liter V8 plug-in-hybrid (PHEV) dari Lamborghini Urus SE. Hanya saja kemungkinan akan ada sejumlah penyesuaian pada setting mesin maupun motor elektriknya.

Saat ini Bentley telah menggunakan mesin V6 plug-in hybrid untuk model Flying Spur dan Bentayga.

Mesin 2.9-liter V6 plug-in hybrid pada Flying Spur memiliki output tenaga 536 hp dengan torsi maksimum 750 Nm. Sedangkan versi 3.0-liter V6 plug-in hybrid pada Bentayga bertenaga 456 hp 516 dengan torsi maksimum 700 Nm.

Konsumsi daya listrik untuk Flying Spur PHEV di angka 24.4 kWh per 100 km. Sedangkan untuk Bentayga PHEV konsumsi daya listriknya 36.8 kWh per 100 km (berdasarkan siklus uji WLTP).

Selain V8 plug-in hybrid “Ultra Performance Hybrid”, Bentley kabarnya juga akan menggunakan mesin hybrid jenis lainnya. Tapi pihak Crewe belum mengungkap secara detail. Apakah sistem mild hybrid V8 bawaan Audi? Kita lihat saja perkembangannya.

 

Lexus LM 2023

New Lexus LM 2023 Diperkenalkan Dengan Desain Evolusioner dan Sederet Inovasi

MPV mewah Lexus LM akhirnya resmi diperkenalkan ke publik. Lexus membuka selubung mobil ini bersamaan dengan event Auto Shanghai 2023, hari ini (18/04).

Eksteriornya yang mengotak ternyata punya konsep desain utama berjudul “Dignified Elegance”. Idenya adalah untuk menciptakan identitas unik melalui sebuah proporsi yang mencerminkan “Functional Purity” dan menunjukan kedinamisan performanya. Entah apa maksudnya.

Tapi yang pasti, bentuknya berubah. Muka dipoles dengan bentuk grill baru yang masih melebar ke bawah tapi tampak lebih sporty. Belakangnya dihiasi lampu baru yang seperti dibuat menyambung dari kiri ke kanan melalui garnish yang melengkung. Pahatan garis desain di bagian samping terlihat lebih tegas dibanding model sebelumnya.

Lexus LM 2023

Dikutip dari rilis yang kami terima, “Inspirasi pengembangan Lexus LM baru adalah gaya hidup pelanggan yang semakin beragam di segmen mewah. Dari sinilah lahir konsep pengembangan: menciptakan ruang bergerak di mana pelanggan dapat menjadi diri mereka yang sebenarnya,” kata Takami Yooko, New LM Chief Engineer.

“Tujuan kami adalah untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan individu yang sibuk untuk bersantai dalam pikiran dan tubuh, bebas dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.” Cocok untuk orang kota besar di Indonesia. Asal supirnya diberikan pemahaman untuk membawa mobil dengan rileks juga.

Lexus LM baru

Perawakannya terlihat bongsor. Panjang mobil ini menyentuh 5.125 mm, lebar 1.890 mm dan tinggi 1.955 mm. Tidak kalah penting, jarak sumbu roda (wheelbase) 3.000 mm. Interior pasti lega. Lalu, tergantung varian yang dipilih, KM dibekali opsi pelek 18 atau 19 inci.

Sebagai penggerak, Lexus membekali LM dengan pilihan mesin hybrid 2,4 liter 4-silinder turbo, transmisi pasti otomatis dan sudah dilengkapi dengan eAxle. Yang belum paham eAxle bukan gerak empat roda, tapi merupakan modul penggerak elektrik yang mengintegrasikan motor, inverter, dan transaxle. Opsi kedua adalah 2,5 liter, juga empat silinder dan hybrid. Yang ini dibekali sistem pengerak e-Four, meski fokusnya tetap sebagai gerak roda depan.

Dorong Kenyamanan Penumpang

Menurut Lexus, Untuk LM 2023 ini perhatian khusus diberikan untuk menciptakan kabin yang kedap secara alami dan nyaman. Caranya, para engineer melakukan analisa terhadap bandwidth frekuensi kebisingan dan sumber kebisingan.

Menghasilkan pendekatan tiga langkah untuk mereduksi suara yang tidak diinginkan. Pertama,  mengurangi kebisingan dari sumbernya. Seperti mesin, suara artikulasi ban, dan sebagainya. Kalau sudah, mencegah kebisingan memasuki kendaraan (isolasi suara). Terakhir mengurangi kebisingan di dalam kendaraan (penyerapan suara). Berhasil? Itu kita lihat nanti.

Kabinnya juga dikatakan mampu memberikan suasana rileks dengan nuansa sebuah lounge mewah. Ini bisa dicapai berkat ruang kabin yang lega. Tidak lupa, mobil ini tersedia dalam pilihan enam atau tujuh kursi. Serta satu varian super nyaman dengan empat kursi.

Interior Lexus LM 4-Seat

Ambient light tersedia dalam 64 pilihan warna pendaran. Selain itu, untuk pertama kalinya di Lexus, ada sistem kendali terintegrasi untuk kenyamanan penumpang belakang. Isinya, ada pengaturan AC, kursi, tirai, dan lampu kabin. Ini untuk memudahkan penumpang mendapatkan kenyamanan yang optimal. Namanya Rear Climate Concierge, dan tersedia di sepasang jok baris kedua.

Pada jok depan, interiornya mengangkat konsep Lexus Tazuna Cockpit. Panel instrumen dan konsol sederhana yang menciptakan suasana di mana pengemudi dapat berkonsentrasi dalam berkendara. Biar sederhana, tapi terlihat mewahnya.

Dashboard Lexus LM 2023

Ya, okelah, kami suka desain ini. Meski sebetulnya LM 2023 ini perubahannya bersifat evolusi. Kita tunggu saja kehadirannya di Indonesia.