Leapmotor D19, SUV Mewah Simpel dengan Nilai Value Tinggi

Dalam kunjungan Motomobinews ke event pameran otomotif Beijing Auto Show 2026, booth Leapmotor sukses menarik perhatian pengunjung. Salah satu model yang jadi magnet adalah Leapmotor D19, SUV mewah berlivery aneka karakter McDonald’s pada sekujur bodinya.

Kami berkesempatan berbincang langsung dengan Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor yang akrab disapa pak Tan. Selaku pimpinan perusahaan agen pemegang merek Leapmotor di Indonesia, pak Tan memberi cukup banyak informasi seputar SUV Leapmotor D19 ini.

Desain Penuh Kehangatan

Kami bertanya perihal tampilan eksterior D19 yang kalem dan sederhana tanpa banyak taburan aksen chrome yang blink-blink. Tak seperti SUV premium lainnya yang tampil ala mobil futuristik. Ternyata setiap model mobil Leapmotor yang dipasarkan di China punya gaya dan bahasa desain yang berbeda.

Trend mobil mewah di China saat ini telah bergeser, konsumen lebih mengutamakan kualitas material dan finishing produksi secara keseluruhan. Tak hanya terpikat pada desain yang rumit atau tampil gemerlap

Seperti halnya pada model MPV flagship D99 yang berbagi platform dengan D19, Leapmotor menerapkan standar mutu tinggi dengan kemasan dan desain yang penuh kehangatan. Leapmotor menyebut sebagai filosofi “warm tech”.

Dengan panjang bodi 5,2 meter, lebar nyaris 2,0 meter, tinggi nyaris 1,8 m serta jarak wheelbase 3110 mm, Leapmotor D19 hadir dalan konfigurasi 6 dan 7 penumpang.

Posturnya yang agak bongsor seukuran BYD Sealion 8, Chery Tiggo 8, Hyundai Santa Fe, Kia Sorento, Mazda CX-80, dan Omoda 9. Bahkan mobil ini digarap semewah Lexus LX dan lebih besar dari BMW X7.

Desainnya yang terlihat tak banyak pernik bukan berarti D19 biasa saja. Justru ada sejumlah fitur unik yang tersembunyi pada desainnya. Lampu utama di bagian depan sudah pakai teknologi canggih Digital Light Processing (DLP), tak lagi pakai lampu LED biasa. Proyektor lampu depan satu juta pixel pada D19 dapat memproyeksikan beraneka gambar animasi cahaya termasuk paus yang sedang berenang saat mobil dihidupkan.

Sementara di belakang pakai proyeksi layar interaktif ‘Happy Pixels’. Tak hanya berfungsi sebagai lampu sein, rem dan lampu mundur. Proyektor lampu dapat menampilkan ganbar animasi unik dan juga indikator daya baterai saat melakukan pengecasan.

Kualitas kemewahan baru kami rasakan saat masuk ke kabinnya. Jok berbalut kulit semi-Aniline nan lembut dan empuk dilengkapi pengaturan posisi duduk elekrik. Pada baris kedua bahkan dilengkapi fitur pemijat untuk versi captain seat 6-seater.

Ornamen kayu pada panel interior dan lapisan beludru pada plafon benar-benar mewah dan penuh kehangatan.

Teknologi multimedia intetaktif pun jadi poin plus pada D19 yang mengadopsi Smart Cabin. Layar utama pada panel dashboard ukurannya cukup besar yakni 17.3-inci. Layar instrumen ukurannya cuma 10.25-inci, tapi ada layar proyektor augmented reality 60 inci yang menampilkan informasi berkendara secara interaktif dan navigasi real time.

Itu baru kabin depan. Pada kabin baris kedua terpampang layar sarana hiburan ukuran 21.4-inci plus layar kontrol fitur berukuran 6.0-inci untuk penumpang baris kedua dan ketiga.

Kendali seluruh sistem berkendara pada mobil ini memakai dua chip Qualcomm Snapdragon 8797 dengan total daya komputasi 1.280 TOPS. Ya, 1.280 operasi sistem secara simultan perdetik! Sadis…

Sistem audio pada D19 pun menggunakan 23 speaker high end dengan kualitas suara yang jernih. Jika dua sunroof dan tirai kaca otomatis masih dianggap kurang mewah, pada kabin D19 terdapat kulkas mini 8,1 liter.

Volume ruang bagasi D19 standarnya 337 liter, dan bisa dimekarkan menjadi 2677 liter dengan melipat bangku baris kedua dan ketiga hingga rata. Pada versi EV masih ditambah lagi ruang bagasi sebesar 176 liter di balik kap depan yang juga menjadi tempat soket listrik 220 V. Itu baru dari segi tampilan.

Kenyamanan berkendara ditunjang oleh sistem suspensi alloy dual-wishbone di depan dan five links di belakang yang dipadukan dengan sistem peredam ‘Dual-cavity’ air-suspension. Kondisi jalan sejelek apapun tak jadi rintangan. Ayunan suspensi dijamin tetap empuk mengikuti kontur permukaan jalan secara otomatis.

Teknologi Baterai Mutakhir

Leapmotor D19 ternyata tak hanya ada versi listrik (EV), tapi juga hybrid (EREV). Kedua versi tersebut mengakomodir segmen serta selera konsumen yang berbeda.

D19 versi hybrid Extended-Range Electric Vehicle (EREV) menggunakan mesin 1,5-liter turbocharged yang berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai. Jadi tak perlu khawatir harus sering mampir SPKLU untuk mengecas daya baterai.

Motor listrik ganda berpenggerak all-wheel drive (AWD) yang dibekalkan menghasilkan daya gabungan 300 kW (402 hp). Baterai lansiran CATL yang ditawarkan merupakan baterai berdaya terbesar di dunia untuk mobil hybrid EREV. Tersedia versi 63,7 kWh dengan jarak jelajah 400 km dan 80,3 kWh dengan daya jelajah mode EV hingga 500 km (CLTC). Jarak jelajah maksimum dalam mode hybrid mencapai 1.180 km-1.300 km!

Berkat sistem kelistrikan 800 V, pengisian daya dari 30 ke 80 persen menggunakan fast charger DC hanya butuh 15 menit. Wah, sangat cepat!

Untuk versi EV lebih mencengangkan lagi. Rancang bangunnya mengusung platform dengan sistem kelistrikan 1.000 V. Cukup 15 menit pengecasan dengan fast charger DC untuk bisa menempuh jatak hingga 350 km.

Tersedia versi dua motor listrik penggerak AWD beroutput 410 kW dengan opsi baterai 99,6 kWh (620 km) dan 115 kWh (720 km). Sedangkan versi tiga motor listrik penggerak outputnya 540 kW dibekali baterai 115 kWh yang jarak jelajahnya mencapai 680 km. Kelebihan dari versi tiga motor yakni cuma butuh waktu sekira 3 detik untuk sprint 0-100 km/jam! Sangat gesit untuk ukuran SUV berbodi besar.

Soal sistem penunjang keselamatan dan bantu berkendara, Leapmotor D19 dibekali sistem ADAS, 28 sensor termasuk LiDAR di atap. Sistem kemudi otonom Navigate On Autopilot (NOA) yang disematkan pada D19 memandu kemudi secara otomatis saat perjalanan jarak jauh di tol. Bahkan saat kondisi darurat, mobil mampu menghindari rintangan mendadak pada kecepatan laju 80-130 km/jam. Mobil ini juga dilengkapi Autonomous Emergency Braking (AEB) yang bekerja pada kecepatan 4-150 km/jam.

Value For Money

Leapmotor D19 varian EREV dipasarkan di China seharga 219.800 yuan atau sekira Rp 550 jutaan untuk versi 400 km. Versi 500 km harganya 239.800 yuan atau sekitar Rp 602 jutaan.

Untuk versi BEV dua motor dibanderol mulai dari 239.800 yuan (Rp 602 jutaan) untuk versi 620 km serta 249.800 yuan (Rp 627 jutaan) untuk versi 720 km.

Varian teratas yakni BEV tiga motor dengan jarak jelajah 680 km dibanderol 269.800 yuan (sekira Rp 677 jutaan).

Label harganya jelas sangat value for money jika dibandingkan dengan konten teknologi serta fitur wah yang ditawarkan. Apakah D19 juga bakal melenggang masuk ke Tanah Air?

 

BYD Gebrak Segmen Supercar Dengan Formula X

Langkah berani dilakukan BYD dengan merambah segmen supercar melalui kehadiran Formula X di ajang Beijing Auto Show 2026. Tak lagi sekadar bermain di segmen kendaraan listrik massal seperti city car dan SUV, BYD melalui sub-brand Fang Cheng Bao (FCB) menunjukkan ambisi besarnya untuk masuk ke ranah performa tinggi. Kehadiran Formula X menjadi bukti bahwa elektrifikasi kini telah merambah dunia supercar dengan pendekatan desain dan teknologi yang tak kalah dari pabrikan Eropa.

Kemunculan Formula X cukup mengejutkan, mengingat FCB selama ini dikenal sebagai produsen SUV listrik. Namun, model ini ternyata bukan sekadar mobil konsep. Dengan basis pengembangan dari konsep Super 9, Formula X digadang-gadang akan segera masuk jalur produksi dengan tingkat kemiripan hingga 80% dari versi prototipe. Artinya, ini bukan sekadar “show car”, melainkan produk nyata yang siap menantang dominasi supercar konvensional.

Secara desain, Formula X mengusung filosofi “biological evolution” yang terinspirasi dari karakter leopard. Hal ini terlihat dari desain lampu depan “Fengbao Eye” yang tajam dan agresif, serta lampu belakang “Infinity Ring” yang futuristik. Seluruh bodi dibuat dari material serat karbon, memberikan kombinasi ideal antara bobot ringan dan kekuatan struktural tinggi. Pendekatan ini sejalan dengan standar supercar modern yang mengutamakan performa dan efisiensi.

Menariknya, BYD menerapkan konsep golden ratio dalam konstruksi bodi Formula X. Proporsi dimensi, wheelbase, hingga distribusi bobot dirancang untuk menghasilkan pusat gravitasi yang optimal. Pendekatan ini jarang ditemui, bahkan di kalangan supercar sekalipun, sehingga menunjukkan keseriusan engineering yang diusung.

Dari sisi aerodinamika, Formula X dirancang sangat agresif. Terdapat 19 saluran udara (air inlet) yang tersebar di seluruh bodi untuk mengoptimalkan aliran udara. Desain bumper, side skirt, diffuser, hingga active electric rear spoiler bekerja secara harmonis untuk meningkatkan downforce dan stabilitas saat melaju dalam kecepatan tinggi. Kombinasi pintu gull-wing dan scissor-style dengan bukaan ala “kepak sayap naga” semakin mempertegas karakter eksotis mobil ini.

Interior Hightech

Masuk ke bagian interior, Formula X menawarkan kokpit berorientasi performa dengan nuansa high-tech. Desainnya minimalis, namun tetap fungsional dengan dominasi warna abu-abu dan hijau. Jok sport terintegrasi, setir lipat, serta layar utama di tengah dashboard mencerminkan pendekatan modern yang mengutamakan pengalaman berkendara. Menariknya, tombol fisik tetap dipertahankan untuk fungsi penting, memberikan kemudahan akses tanpa harus bergantung sepenuhnya pada layar sentuh.

Meski spesifikasi teknis lengkap belum diungkap, Formula X dipastikan akan mengusung performa tinggi khas supercar listrik. Akselerasi instan, torsi besar, serta respons cepat menjadi karakter utama yang diharapkan hadir pada model ini. Hal ini sejalan dengan tren global di mana supercar listrik mulai menjadi standar baru dalam industri otomotif performa tinggi.

Ke depan, Formula X akan ditemani oleh model lain seperti Formula S, sedan modular yang dapat dipersonalisasi. Kedua model ini menjadi representasi ambisi FCB dan BYD dalam memperluas portofolio produk sekaligus memperkuat posisi di pasar global.

Dengan pendekatan desain revolusioner, teknologi canggih, dan rencana produksi nyata, Formula X menjadi sinyal kuat bahwa BYD tidak hanya ingin menjadi pemain besar di segmen EV massal, tetapi juga siap bersaing di kelas supercar dunia.

JETOUR Pertegas Dominasi Global di Auto China 2026

Partisipasi JETOUR di Auto China 2026 makin mempertegas arah pengembangan ekosistem otomotif yang terintegrasi dengan gaya hidup modern.

Nah, untuk pertama kalinya JETOUR menampilkan dua merek sekaligus, yakni JETOUR dan SOUEAST, strategi multi-brand yang saling melengkapi. Filosofi “Travel+” kini berkembang menjadi representasi gaya hidup yang menggabungkan teknologi, budaya, dan eksplorasi dalam satu kesatuan.

Dari sisi produk, JETOUR menghadirkan inovasi melalui pengembangan teknologi hybrid yang semakin relevan secara global. Model seperti JETOUR T2 i-DM hadir sebagai SUV plug-in hybrid yang menggabungkan efisiensi dan performa. Dibekali sistem hybrid 1.5TD DHE + 3DHT, mobil ini mampu menghasilkan tenaga hingga 280 kW dengan torsi 610 Nm juga jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.000 km. Hmm…jauh juga.

Sementara itu, JETOUR G700 dengan kemampuan ekstrem memiliki tenaga 665 kW dan torsi 1.135 Nm. G700 mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 4,6 detik. Dukungan tiga differential lock, suspensi udara adaptif, serta kemampuan melibas genangan hingga 970 mm siap menjadi pilihan ideal untuk berpetualang.

Strategi “Travel+” juga diperkuat melalui pengembangan komunitas global. Hingga saat ini, JETOUR telah membangun lebih dari 300 komunitas pengguna di berbagai negara.

Untuk memperkuat positioning global, JETOUR menggandeng sejumlah tokoh dunia. Kehadiran Alan Walker sebagai brand ambassador menjadi simbol kolaborasi antara dunia otomotif dan musik modern. Selain itu, atlet legendaris Mo Farah serta penjelajah Hazen Audel turut memperkuat citra petualangan dan ketangguhan yang diusung brand ini. Di sisi lain, kolaborasi dengan Laurie Marker menegaskan komitmen JETOUR terhadap isu keberlanjutan dan konservasi lingkungan.

Tak hanya itu, JETOUR juga aktif dalam berbagai kegiatan global, mulai dari event olahraga hingga festival budaya di berbagai kawasan dunia. Hal ini semakin memperluas makna “Travel+” sebagai jembatan antara mobilitas, gaya hidup, dan pengalaman lintas budaya.

Partisipasinya di Auto China 2026 membuat brand ini tidak hanya fokus pada inovasi produk, namun juga menciptakan mobilitas masa depan yang lebih personal, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan konsumen global.

JETOUR G700 & T2 i-DM Diuji Dengan Trek Simulasi “Travel+”

JETOUR menggelar sesi uji kendara eksklusif di Beijing, China tepatnya di kawasan Haidian Airport. Pengujian ini dilakukan para media dan influencer global mengendarai JETOUR G700 dan JETOUR T2 i-DM dalam berbagai kondisi ekstrem hingga penggunaan harian.

Acara ini menjadi bagian dari strategi JETOUR dalam menghadirkan pengalaman “Travel+”, yang tidak hanya menampilkan teknologi, tetapi juga membuktikan langsung kapabilitas kendaraan di lapangan. Beragam skenario pengujian disiapkan, mulai dari akselerasi, pengereman, slalom, hingga simulasi off-road berat yang menguji stabilitas dan daya tahan kendaraan.

JETOUR G700 tampil sebagai bintang utama dengan karakter All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV. Dari sisi desain, G700 memadukan tampilan rugged dengan sentuhan kemewahan modern. Namun, kekuatan utamanya justru terletak pada performa dan teknologi. Dalam pengujian, SUV ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 4,6 detik, sekaligus menunjukkan kemampuan melibas genangan air hingga kedalaman 970 mm.

Di medan ekstrem, sistem GAIA Architecture yang dipadukan dengan tiga differential lock bekerja optimal untuk menjaga traksi di berbagai kondisi, termasuk saat melewati rintangan seperti side slope, cross-axle, hingga roller ramp. Hal ini menjadikan G700 tidak hanya tangguh, tetapi juga stabil dan presisi saat menghadapi tantangan off-road.

Menariknya, kenyamanan tetap menjadi prioritas. Kabin G700 dilengkapi sistem audio premium Lexicon yang dikembangkan bersama Rolls-Royce, menghadirkan kualitas suara layaknya teater. Selain itu, kursi multifungsi dengan fitur pijat 8 titik, sandaran kaki, dan meja lipat semakin memperkuat kesan premium di dalam kabin.

Sementara itu, JETOUR T2 i-DM menawarkan pendekatan berbeda dengan mengedepankan efisiensi dan fleksibilitas. SUV Plug-in Hybrid (PHEV) ini menggabungkan mesin 1.5TD dengan sistem hybrid 3DHT, menghasilkan tenaga total 280 kW dan torsi 610 Nm. Kombinasi ini memberikan performa responsif sekaligus efisiensi energi yang optimal.

Dalam sesi pengujian, T2 i-DM menunjukkan keseimbangan antara kenyamanan dan kemampuan jelajah. Handling tetap stabil saat melibas berbagai rintangan, sementara karakter berkendara terasa lebih halus dan adaptif untuk penggunaan sehari-hari. Teknologi seperti Snapdragon 8155 Smart Chip dan layar kontrol 15,6 inci juga memberikan pengalaman berkendara yang modern dan intuitif.

Fitur unggulan lainnya mencakup 540° panoramic imaging untuk visibilitas maksimal, suplai daya eksternal 3,3 kW untuk kebutuhan outdoor, serta parking air conditioning yang meningkatkan kenyamanan saat berhenti. Semua ini menjadikan T2 i-DM sebagai SUV yang siap mendukung gaya hidup aktif, baik di perkotaan maupun saat berpetualang.

Melalui sesi uji kendara ini, JETOUR G700 hadir sebagai SUV ekstrem dengan performa maksimal, sementara T2 i-DM menawarkan solusi mobilitas yang efisien dan serbaguna.

Dengan pendekatan yang menggabungkan teknologi, performa, dan lifestyle, JETOUR semakin memperkuat posisinya sebagai brand yang siap mendefinisikan ulang pengalaman berkendara modern, termasuk untuk pasar Indonesia yang memiliki kebutuhan mobilitas beragam.

Leapmotor All Out di Beijing Auto Show 2026, B10 Jadi Kejutan!

Di kancah industri otomotif dunia, nama Leapmotor memang terbilang baru. Tapi tak ada yang mengira jika brand asal China ini sukses menggapai pasar otomotif global dan menjadi startup kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) No.1 di dunia.

Pabrikan yang didukung raksasa industri otonotif dunia Stellantis ini pun tampil all out dan unjuk gigi di negara asalnya dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kini tengah berlangsung di jantung Negeri Tirai Bambu.

Mengusung slogan “A New Answer to the World – Leapmotor’s Further Advancement,” Leapmotor sangat optimis seluruh lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipamerkan mampu menggaet pangsa pasar yang selama ini dikuasai industri otomotif raksasa global. Model mobil apa saja yang ditampilkan oleh Leapmotor di Beijing Auto Show 2026?

Debut Perdana Global Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra

Dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kondang dengan sebutan Auto China, Leapmotor melakukan debut global model terbaru Lafa5 (B05) Ultra. Varian teratas dari compact hatchback bertenaga listrik (EV) Lafa5 untuk pasar domestik China ini sukses menyita perhatian media dunia dan para pengunjung.

Dari segi tampilan, varian Ultra terlihat lebih sporty dibandingkan versi reguler Lafa5 yang di pasar Eropa beredar dengan label Leapmotor B05. Sematan bodykit mulai dari side skirt, dual-layer front splitter dan rear spoiler meningkatkan gaya aerodinamika sekaligus mendongkrak gaya tampilan jadi makin eyecatching.

Interior pun tampil lebih memikat dengan lapisan bahan suede nan lembut. Jok sport dengan fungsi 8 titik pemijat diimbuhi logo bordir ‘Ultra’ sebagai penanda. Seat belt pun tampil sewarna bodi. Teknologi sistem multimedia telah menggunakan sepasang chip prosesor yakni Qualcomm 8650 dan 8295 serta sistem navigasi yang canggih.

Sektor performa pun mengalami upgrade dengan motor listrik beroutput 180 kW (241 hp). Coupe hatchback EV berpenggerak roda depan (FWD) ini cuma butuh waktu sekira 5 detik untuk sprint 0-100 km/jam.

Untuk baterai LFP yang ditawarkan ada dua versi yakni 56.2 kWh dengan jarak jelajah 515 km dan 67.1 kWh yang jarak jelajahnya bisa mencapai 605 km (WLTP).

Perihal harga jual belum diumumkan. Tapi diperkirakan tak akan selisih jauh dari rival sekelasnya yakni Lynk & Co 10+ dan Xiaomi SU7 Ultra. Para konsumen BYD Seal 06 GT, Lynk & Co Z20, dan Zeekr X juga jadi target yang dibidik Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra.

Leapmotor B10 Bakal Beredar di Indonesia

Model lain dalam seri B yang tampil di Beijing Auto Show 2026 adalah Leapmotor B10. Compact SUV EV yang satu ini cukup mengejutkan, karena kabarnya bakal segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Tampilannya walau tak terlalu rumit dan mencolok penuh chrome blink-blink, tapi enak dilihat. Posturnya pun terbilang sedang dan cukup proporsional dengan panjang sekira 4,5 meter dan lebar di kisaran 1,8 meter. Jarak sumbu rodanya yang berkisar 2,7 meter pun mengindikasikan ruang kabin yang lapang.

Bagian interior pun tak ubahnya compact SUV EV modern dengan layar utama 14,6 inci sebagai pusat kendali sistem multimedia dan fitur berkendara. Panel instrumennya walau agak kecil yakni 8,8 inci namun cukup informatif dan bisa dibaca dengan jelas.

Kemasan interior tampil elegan dengan opsi material Grey Fabric untuk varian Life, dan lapisan kulit Eco Leather warna Light Grey atau Shadow Grey untuk varian Design.

Keunggulan mobil ini yakni kursi depan bisa direbahkan sepenuhnya, sehingga dapat digunakan untuk rehat sejenak di rest area saat perjalanan jauh. Fitur kekinian seperti Panoramic Sunroof dengan tirai otomatis jadi nilai plus pada B10. Kapasitas bagasi standarnya 430 liter, tapi bisa ditambah hingga 1.700 liter jika kursi belakang dilipat.

Rancang bangunnya yang berbasis platform LEAP 3.5 terbaru dari Leapmotor menggunakan motor listrik penggerak berdaya 160 kW atau setara 218 hp, dengan torsi puncak yang mencapai 240 Nm.

Untuk baterai, tersedia opsi berdaya 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 361 km dan versi 67,1 kWh yang daya jelajahnya lebih jauh yakni 434 km (standar WLTP). Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30% ke 80% hanya butuh waktu sekira 18 hingga 20 menit. Cukup cepat dan fleksibel bagi pengguna di perkotaan yang tak punya banyak waktu untuk menunggu pengecasan.

Selain versi listrik murni (EV), Leapmotor B10 juga tersedia varian Hybrid EV (REEV) yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai 18,8 kWh. Total jarak tempuhya mampu mencapai 900 km. Wah, cukup menggugah.

Faktor keselamatan berkendara pada Leapmotor B10 ditunjang 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Automatic Emergency Braking System (AEBS) dan lainnya.

Untuk mobilitas harian di area perkotaan yang lalu lintasnya padat dan area parkirnya terbatas, mobil listrik yang satu ini cukup ideal dan user friendly.

Kabar bahwa Leapmotor B10 bakal hadir di Indonesia dikonfirmasi oleh CEO Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw saat sesi tanya jawab bersama media di Beijing Auto Show 2026.

“Leapmotor B10 akan kami perkenalkan di GIIAS. Jadi tunggu saja kejutannya,” ungkap Tan Kim Piauw.

Sebagai catatan, Leapmotor B10 ternyata sudah beredar di Malaysia dengan kisaran harga 107.000 Ringgit hingga 118.800 Ringgit atau sekira Rp 460 jutaan hingga Rp 507 jutaan. Untuk pasar Indonesia? Kita tunggu kemunculannya di GIIAS 2026 dalam beberapa bulan mendatang.

 

Hyundai Ioniq 3 “Aero Hatch” Siap Rebut Pasar EV Eropa

Mampukah Hyundai Ioniq 3 “Aero Hatch” menggugah konsumen di pasar kendaraan listrik Eropa yang semakin kompetitif? Pertanyaan ini mengemuka setelah Hyundai Motor Company memperkenalkan model terbarunya untuk model year 2027. Meski belum resmi diluncurkan, kehadiran Ioniq 3 sudah menarik perhatian sebagai salah satu calon pemain penting di segmen EV kompak.

Diproduksi di Izmit, Turki, Ioniq 3 diproyeksikan menjadi tulang punggung baru Hyundai di Eropa. Menurut Xavier Martinet, model ini dirancang untuk menjangkau spektrum konsumen yang lebih luas, mulai dari pengguna urban hingga pecinta mobil listrik yang menginginkan efisiensi tanpa mengorbankan gaya.

Aero Hatch Nan Sexy

Secara desain, Ioniq 3 tampil dengan pendekatan “Aero Hatch” yang unik. Mengusung bahasa desain Art of Steel, mobil ini tampil futuristik dengan garis bodi aerodinamis dan overhang belakang pendek. Tak heran jika banyak media Eropa menjulukinya sebagai “Baby Ioniq 5”. Sentuhan lampu LED pixel khas Hyundai, baik di depan maupun belakang, memperkuat identitas visualnya.

Koefisien hambatan udara (Cd) yang hanya 0,263 menjadi bukti keseriusan Hyundai dalam mengoptimalkan efisiensi aerodinamika. Dimensi kompak dengan panjang sekitar 4,1 meter dan wheelbase 2.680 mm juga memastikan keseimbangan antara kelincahan dan ruang kabin yang lega. Bahkan, kapasitas bagasi mencapai 441 liter, ditambah kompartemen ekstra “Megabox” sebesar 119 liter.

Interior Praktis dan Modern

Masuk ke interior, Ioniq 3 mengedepankan konsep minimalis modern yang fungsional. Layar head unit 14,6 inci dan panel kontrol AC 12,9 inci terintegrasi dengan sistem infotainment terbaru Hyundai, Pleos Connect berbasis Android Automotive OS. Tata letak ergonomis, wireless charging pad, hingga sistem audio Bose semakin menegaskan kenyamanan kabin untuk penggunaan harian.

Dari sisi fitur keselamatan, Hyundai membekali Ioniq 3 dengan sistem ADAS SmartSense. Teknologi seperti Highway Driving Assist 2, Blind-Spot View Monitor, dan Remote Smart Parking Assist memberikan lapisan keamanan ekstra, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pengemudi di berbagai kondisi jalan.

Untuk performa, Ioniq 3 menggunakan platform E-GMP 400 volt yang juga digunakan oleh model seperti Kia EV3. Tersedia dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 km, serta 61 kWh yang mampu mencapai 496 km. Pengisian cepat dari 10% ke 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit, menjadikannya kompetitif di kelasnya.

Varian penggerak roda depan menawarkan tenaga 133 hp dan 145 hp, sementara versi performa tinggi AWD mampu menghasilkan hingga 288 hp. Ini memberikan pilihan fleksibel bagi konsumen, baik yang mengutamakan efisiensi maupun performa.

Namun, tantangan terbesar Ioniq 3 adalah ketatnya persaingan. Model ini harus berhadapan dengan rival kuat seperti Volvo EX30, Renault 5 E-Tech, BYD Dolphin, hingga Volkswagen ID. Polo yang sudah lebih dulu mengisi segmen ini.

Dengan kombinasi desain atraktif, teknologi canggih, dan efisiensi tinggi, Hyundai Ioniq 3 memiliki potensi besar untuk merebut hati konsumen Eropa. Namun, keberhasilannya tetap akan ditentukan oleh strategi harga, positioning produk, serta kemampuan Hyundai dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Changan Automobile Perkenalkan Teknologi BlueCore Hybrid

Kendaraan elektrifikasi saat ini mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hanya saja, saat ini masih banyak yang enggan beralih dari kendaraan peminum BBM ke mobil listrik. Teknologi hybrid jadi jembatan yang relevan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tapi masih bisa mampir SPBU.

China Changan Automobile Group sangat mrmahami hal tersebut. Selain memproduksi mobil listrik bertenaga batetsi (BEV), mesin hybrid pun terus dikembangkan sebagai penyeimbang. Teknologi terbaru BlueCore HEV pun resmi diperkenalkan sebagai gebrakan baru. Seperti apa teknologimya?

BlueCore HEV

BlueCore HEV merupakan solusi teknologi mesin hybrid cerdas dengan konsumsi energi yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Pengembangan teknologi ini butuh waktu enam tahun dengan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga ahli. Dengan memanfaatkan 163 jenis teknologi, riset BlueCore HEV menelan dana investasi 2 miliar Yuan atau sekira Rp 5 trilyun.

Untuk menghasilkan konsumsi BBM yang lebih efisien, sistem ini memanfaatkan mesin hybrid dengan sistem suplai bahan bakar direct injection bertekanan tinggi yakni 500 Bar. Teknologi ini merupakan yang pertama di dunia menggunakan sistem injeksi BBM bertekanan sangat tinggi.

Fungsi mesin bermotor bakar ini sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Jadi mesin tidak terhubung langsung ke roda.

Sebagai penggerak roda, BlueCore HEV menggunakan motor listrik berdaya tinggi dengan fluks magnet besar. Sedangkan pasokan energi listrik bersumber dari baterai berperforma tinggi yang dilengkapi sistem kontrol cerdas berbasis AI. Sistem hybrid terbaru ini tidak memerlukan sumber daya listrik eksternal untuk pengisian daya baterai.

Pada prototype teknologi BlueCore HEV, desain ruang bakar pada mesin mengalami penyesuaian. Untuk mengimbangi tekanan semprotan injeksi BBM yang sangat tinggi, rasio kompresi ruang bakar dirancang di angka 16:1. Agar getaran dan suara knalpot serta emisi gas buang yang dihasilkan cukup rendah, 30% gas buang yang dihasilkan diresirkulasi pada penyaring sistem exhaust.

Motor listrik penggerak P3 yang digunakan dilengkapi 3V high magnetic flux steel yang mampu menghasilkan efisiensi gerak hingga 98.1%! Bahkan putaran motor listrik mampu mencapai 2000 rpm dengan output 180kW (241 hp). Bobotnya pun relatif ringan, hanya kisaran 18.1 kg.

Sebagai sumber pasokan daya listrik, dipercayakan pada baterai ternary lithium berdaya 1.7kWh. Sementara sistem kendali kinerja motor listrik dan mesin memanfaatkan 6 MCU chip berperforma tinggi dengan software berbasis AI.

Chip dapat melakukan operasi pengaturan akselerasi motir listrik, deteksi dan kalkulasi perilaku mengemudi dan masih banyak lagi. semua dilakukan dalam hitungan milidetik!

Hasil Uji Menakjubkan

Serangkaian pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan durasi jarak lebih dari 2 juta kilometer, lebih dari 70 uji jalan khusus, 350 jam uji statis tanpa henti, serta lebih dari 1.000 jam uji dalam kondisi ekstrem.

Uji jalan nyata pun dilakukan bersama media dan pengguna. Hasil uji pada BlueCore HEV mampu melampaui performa kendaraan hybrid sejenis.

Pada uji statis, dikatakan efisiensi thermal mampu mencapai angka tertinggai 44.28%. Sedangkan efisiensi thermal rata-rata di angka 40.9%. Pada uji jalan, hasilnya bahkan lebih baik lagi yakni 56.3%.

Pada uji jalan kondisi nyata di dalam kota, sedan Eado HEV yang dilengkapi sistem hybrid BlueCore cuma butuh 2.98 liter BBM untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan SUV CS75 HEV mengkonsumsi 3.54 liter bensin untuk jarak 100 km. Kombinasi BBM rata-rata kombinasi dalam kota dan tol pun masih terbilang irit, yakni 4.67 L/100 km.

BlueCore HEV merupakan teknologi hybrid generasi baru yang menjadi langkah strategis Changan Automobile dalam menghadirkan solusi mobilitas global. Sistem ini dirancang untuk mendefinisikan ulang mobilitas hybrid yang efisien. Mobil terbaru apa saja yang akan dibekali teknologi ini nantinya? Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat.

 

Kia PV5 Raih iF Design Award Gold 2026, Standar Baru Desain Van Masa Depan

Kia kembali menegaskan dominasinya di ranah desain global melalui pencapaian Kia PV5 yang berhasil meraih iF Design Award Gold 2026 dalam kategori Automotive Product Design.

Prestasi ini menjadikan Kia PV5 sebagai satu-satunya model van baik komersial maupun penumpang yang meraih penghargaan tertinggi di ajang tersebut tahun ini. Tak hanya itu, PV5 juga masuk dalam jajaran Top Three Finalist di ajang World Car Design of the Year 2026, memperkuat posisinya sebagai ikon desain mobilitas masa depan.

Desain Bukan Sekadar Visual, Tapi Solusi Mobilitas

Kia PV5 dikembangkan sebagai kendaraan purpose-built vehicle (PBV) yang mengedepankan fleksibilitas penggunaan. Model ini dirancang untuk mampu beradaptasi dalam berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi penumpang hingga distribusi logistik dan konversi khusus.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi desain Kia “Opposites United”, yang memadukan elemen kontras seperti estetika dan fungsi dalam satu kesatuan harmonis.

Menurut Rendy Pratama, penghargaan ini menjadi bukti bahwa desain Kia tidak hanya progresif secara visual, tetapi juga memberikan nilai nyata bagi pengguna.

Salah satu keunggulan utama Kia PV5 terletak pada konsep “Flexible Body System”. Teknologi ini memungkinkan satu platform kendaraan dikembangkan menjadi berbagai bentuk sesuai kebutuhan tanpa mengorbankan efisiensi maupun kenyamanan.

Dengan pendekatan modular ini, PV5 mampu bertransformasi menjadi kendaraan multifungsi yang adaptif terhadap berbagai skenario penggunaan—mulai dari kebutuhan bisnis hingga mobilitas harian.

Secara visual, desain PV5 tampil tegas dengan garis clean dan proporsi modern, menciptakan karakter yang kuat sekaligus futuristik.

Human-Centered Design untuk Kenyamanan Maksimal

Kia juga mengadopsi pendekatan human-centered design dalam pengembangan PV5. Hal ini terlihat dari desain low-floor yang memudahkan akses keluar masuk, sangat relevan untuk kendaraan dengan frekuensi penggunaan tinggi seperti logistik dan transportasi publik.

Dengan wheelbase 2.995 mm dan radius putar 5,5 meter, kendaraan ini tetap lincah digunakan di area urban yang padat.

Kombinasi antara kemudahan akses, fleksibilitas ruang, dan efisiensi operasional menjadi nilai tambah utama yang membuat PV5 unggul di mata juri.

Diakui Global, Perkuat Arah Desain Kia

Pada ajang iF Design Awards 2026, Kia berhasil meraih total sembilan penghargaan dari berbagai kategori. Pengakuan ini menunjukkan konsistensi brand dalam menghadirkan inovasi desain, tidak hanya pada produk kendaraan, tetapi juga pada pengalaman pengguna secara menyeluruh.

Dengan lebih dari 10.000 karya yang dinilai oleh 129 pakar desain global, iF Design Award Gold menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia desain industri.

Masuknya Kia PV5 sebagai finalis World Car Design of the Year 2026—yang dinilai oleh 98 jurnalis otomotif dari 33 negara—semakin memperkuat relevansinya dalam peta mobilitas global.

Keberhasilan Kia PV5 menjadi tonggak penting dalam redefinisi desain kendaraan masa depan. Tidak lagi sekadar alat transportasi, kendaraan kini berkembang menjadi platform fleksibel yang mampu menyesuaikan kebutuhan penggunanya.

Dengan pendekatan inovatif ini, Kia menunjukkan bahwa desain memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi mobilitas yang adaptif, efisien, dan relevan di era modern.

JETOUR T1 Taklukkan Trek Andes hingga Atacama, Tetap Optimal!

JETOUR T1 membuktikan kapabilitasnya sebagai SUV tangguh melalui serangkaian uji ekstrem global yang menantang. Mulai dari ketinggian ekstrem Pegunungan Andes hingga kondisi paling kering di dunia di Gurun Atacama, model ini menunjukkan kombinasi performa, teknologi, dan kenyamanan dalam satu paket.

Dikembangkan sebagai bagian dari strategi global JETOUR bertajuk Travel+, T1 dirancang bukan hanya sebagai kendaraan, tetapi sebagai partner eksplorasi yang mampu menghadapi berbagai kondisi jalan tanpa mengorbankan kenyamanan harian.

Uji Ekstrem di Andes, Mesin Tetap Optimal

Di Pegunungan Andes dengan ketinggian lebih dari 5.000 meter, JETOUR T1 menghadapi tantangan berat seperti suhu rendah, tekanan udara tipis, dan kadar oksigen minim. Kondisi ini biasanya menjadi hambatan serius bagi performa mesin.

Namun, dalam pengujian cold start, mesin 2.0T turbocharged JETOUR T1 mampu menyala hanya dalam satu kali percobaan, meski kadar oksigen hanya sekitar 60% dari kondisi normal. Hal ini menunjukkan kemampuan adaptasi mesin yang sangat baik.

Untuk pengujian off-road, sistem XWD Intelligent All-Wheel Drive mampu mendistribusikan torsi secara real-time, memungkinkan kendaraan melintasi medan ekstrem seperti pasir longgar dan jalur berbatu dengan stabil.

Handling Stabil di Kondisi Ekstrem

Stabilitas kendaraan tetap terjaga berkat kombinasi teknologi seperti AWD, Electronic Limited Slip Differential, serta Bosch ESP 9.3. Bahkan saat menghadapi angin kencang dan jalan licin, kendaraan tetap mudah dikendalikan.

Kemampuan ini menjadi bukti bahwa JETOUR T1 tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga sistem kontrol yang presisi untuk menjaga keamanan berkendara.

Taklukkan Gurun Atacama yang Ekstrem

Pengujian berlanjut ke Gurun Atacama, wilayah dengan kelembapan hanya sekitar 5% dan suhu ekstrem yang sangat fluktuatif. Kondisi ini menjadi ujian sesungguhnya bagi durabilitas kendaraan.

JETOUR T1 berhasil melewati berbagai tantangan, termasuk keluar dari jebakan pasir sedalam 30 cm. Sistem XWD mampu mendistribusikan torsi hingga 390 Nm secara optimal ke keempat roda, menjaga traksi tetap maksimal. Kemampuan tanjakan hingga 30 derajat juga menunjukkan performa mesin yang stabil dalam kondisi ekstrem.

Tak hanya performa, kenyamanan kabin juga menjadi perhatian. Filter udara CN95 mampu menjaga kualitas udara tetap bersih meski kendaraan melaju di tengah badai pasir.

Hal ini memastikan pengalaman berkendara tetap nyaman dan aman bagi penumpang, bahkan di kondisi lingkungan paling ekstrem sekalipun.

Bukti Nyata, Bukan Sekadar Klaim

Melalui rangkaian pengujian ini, JETOUR menegaskan bahwa teknologi yang dihadirkan bukan sekadar klaim di atas kertas, melainkan telah terbukti di dunia nyata.

Dengan kombinasi ketangguhan, teknologi, dan kenyamanan, JETOUR T1 menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan SUV serbaguna untuk kebutuhan harian maupun petualangan ekstrem.

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…

 

 

BYD bersiap meluncurkan Seal 08 dan Great Tang

Pabrikan otomotif BYD bakal memamerkan ragam inovasi teknologi termutakhir mereka di kota Shenzhen, China pada 5 Maret 2026. Pada event akbar ini dikabarkan ada model mobil terbaru yang dilincurkan. Berdasarkan bocoran yang telah beredar, model terbaru yang akan disingkap selubungnya adalah sedan SEAL 08 dan SUV mewah Great Tang.

Keduanya dikabarkan telah menggunakan platform rancang bangun voltase tinggi dan dibekali baterai Blade generasi terbaru yang selaras dengan sistem pengecasan daya ultra cepat Megawatt flash-charging BYD. Seperti apa sosok kedua mobil unggulan terbaru BYD ini?

BYD SEAL 08

Lesunya minat beli pasar dalam negeri RRC menyebabkan turunnya angka penjualan BYD dalam enam bulan terakhir. Meskipun demikian, pabrikan berslogan “Beyond Your Dream” ini justru berharap minat konsumen akan kembali bergairah dengan hadirnya model mobil terbaru yang dibekali inovasi teknologi mutakhir.

Pada penghujung Desember 2025 lalu BYD sebenarnya telah memberi bocoran tentang lini model terbaru Ocean 8 Series, yakni sedan SEAL 08 dan SUV SEALION 08.

Kepada para pelanggan setia BYD dalam acara Ocean Day diumumkan jika keduanya akan resmi diluncurkan paling cepat pada kwartal pertama tahun 2026. Bahkan pada awal Februari 2026 lalu BYD ‘membocorkan’ foto SEAL 08 yang berselimut kamuflase tengah melakukan sesi uji ketahanan cuaca menerabas badai salju di trek hamparan es.

Pada Selasa (3/3) waktu setempat, situs lokal Carnewschina mengunggah gambar promosi dan cuplikan resmi yang dirilis BYD perusahaan menjelang acara peluncuran.

Dari foto yang diunggah, tampilan SEAL 08 telah mengadopsi bahasa desain terbaru Ocean Aesthetic 2.0 dari BYD. Terlihat dari profil bagian depan yang rendah, lampu LED ramping, dan lampu DRL yang melengkung.

Pada bagian atap pun terlihat unit LiDAR yang terpasang. Terindikasi mobil listrik ini akan dibekali sistem bantuan mengemudi canggih God’s Eye 5.0 (DiPilot 300).

Sedan SEAL 08 pun nampaknya akan tetap pakai spion konvensional dan handle pintu semi-tersembunyi. Beda dari mobil konsep Ocean-S yang menggunakan spion kamera.

Sedan SEAL 08 dibangun di atas arsitektur voltase tinggi 800V yang selaras dengan teknologi pengecasan daya ultra cepat Megawatt Flash Charging. Jadi nantinya SEAL 08 bisa memanfaatkan jaringan SPKLU beroutput 1.500 kW yang saat ini sedang dibangun di China.

BYD pun membekali SEAL 08 dengan baterai Blade generasi kedua (Blade 2.0). Baterai ini dikatakan pula cukup dicas selama 5 menit menggunakan Megawatt Flash Charging, daya baterai pun cukup untuk menempuh jarak hingga 400 kilometer!

Meskipun  tak disebutkan besaran daya baterainya, varian tertinggi diklaim mampu menawarkan daya jelajah lebih dari 1.000 kilometer menurut siklus pengujian CLTC.

Dari sisi spesifikasi teknis, hanya dikatakan jika SEAL 08 dilengkapi teknologi kemudi rear-wheel steering (kemudi roda belakang) untuk meningkatkan kemampuan manuver. Hal tersebut terkait panjang bodinya yang lebih dari 5 meter (5.040 mm).

Guna meningkatkan kualitas kenyamanan dan handling berkendara di berbagai kondisi jalan, SEAL 08 dilengkapi sistem kendali suspensi canggih DiSus-C.

BYD Great Tang

Model kedua yakni SUV BYD Great Tang juga dikabarkan bakal diluncurkan oleh pada saat yang bersamaan.

Hal tersebut diketahui melalui penampakan resmi Great Tang yang dibagikan oleh Lu Tian, General Manager Divisi Penjualan Jaringan BYD Dynasty, via media sosial. Dari gambar yang dirilis, SUV dari segmen D ini tampil dengan desain mewah dan modern serta postur besar yang kian menegaskan posisinya sebagai model SUV kelas utama.

Berdasarkan data resmi dari Ministry of Industry and Information Technology (MIIT), BYD Great Tang punya dimensi panjang antara 5.263 mm hingga 5.302 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.790-1.800 mm.

Sementara ukuran wheelbase atau jarak sumbu rodanya mencapai 3.130 mm, yang tentunya menjanjikan ruang kabin extra lapang untuk konfigurasi tujuh penumpang.

Sesuai namanya yang “Great” alias bongsor, postur bodi BYD Great Tang lebih besar dari  Hyundai Palisade (panjang 5.060 mm, wheelbase 2.970mm ). Nyaris seukuran dan cuma selisih tipis dari Mercedes-Benz GLS (panjang 5.215 mm, wheelbase 3135 mm).

Tinggi kendaraan bergantung pada pilihan jenis suspensi, yakni 1.790 mm untuk versi dengan suspensi udara dan 1.800 mm untuk varian bersuspensi konvensional. Seperti halnya SEAL 08, SUV Berpostur bongsor ini juga dilengkapi teknologi kemudi rear-wheel steering (kemudi roda belakang).

Tak hanya besar, mobil ini juga tergolong berat dengan bobot kosong di kisaran 2.640 kg sampai 2.970 kg, sedangkan bobot kotor mencapai 3.245 kg hingga 3.575 kg. Jelas ini kelas SUV luxury berbodi besar.

Maka tak heran jika kaki-kaki penopang BYD Great Tang menggunakan pilihan ukuran ban 265/45 R21, 255/50 R20, atau 275/45 R20 yang tergolong gambot.

Yang menarik, BYD Great Tang versi listrik murni (BEV) menggunakan platform BYD Super e Platform yang mengusung arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt. Beda dari SEAL 08 yang masih 800 volt.

Dengan kemampuan menerima arus listrik hingga 1.000 ampere, BYD Great Tang memungkinkan pengecasan dengan SPKLU beroutput mencapai 1.000 kW. Hal tersebut mengindikasikan BYD Great Tang dapat melakukan pengisian daya baterai dalam waktu yang sangat cepat dengan jaringan SPKLU Megawatt Flash Charging terbaru BYD.

Meskipun spek teknisnya belum diumbar secara detail, kecepatan maksimum diklaim mampu mencapai 250 km/jam. Output daya motor listrik yang dibekalkan tentunya cukup besar dengan torsi yang melimpah.

Makin jelas target pasar yang dibidik BYD Great Tang adalah segmen konsumen kelas menengah atas penyuka SUV mewah.

BYD nampaknya fokus memproyeksikan Great Tang untuk melibas high-end large SUV pasar domestik China seperti Zeekr 9X, XPeng GX, Nio ES8, dan Li Auto L9.

 

Toyota Crown Estate SUV Siap Mengaspal di AS Pekan Depan

Sebuah kabar datang dari Toyota. Varian keempat dari Crown yakni versi station wagon atau Estate bakal segera diluncurkan. Persis seperti yang telah kami prediksi sebelumnya.

Sementara, model yang di Jepang akan berlabel Crown Estate ini justru rencananya lebih dahulu tampil perdana pada 14 November mendatang di Amerika Serikat. Toyota nampaknya mencoba mencuri start menjelang perhelatan LA Auto Show 2023 untuk menggebrak perhatian publik dunia.

Sebelumnya, raksasa otomotif ini sudah mengumumkan akan mulai menjual Toyota Crown Sedan minggu ini di pasar domestik Jepang. 

Tapi patut diketahui, label nama yang akan digunakan untuk pasar kawasan Amerika Utara sedikit berbeda dengan di Jepang yakni “Crown Estate SUV”. Bukan hanya Crown Estate. Pemilihan nama untuk pasar domestik Jepang itu agar tak membingungkan para konsumen dengan model Crown Sport SUV yang telah lebih dulu diluncurkan.

Wagon Rasa SUV?

Jika variant station wagon dari Crown di Jepang merupakan model keempat, di negaranya Joe Biden, ini merupakan model kedua. Yang telah lebih dulu diluncurkan di AS hanya disebut sebagai Crown. Bentuknya sedan tapi jangkung. Agak aneh memang. Namun untuk varian Crown ini di AS dikatakan sebagai “all-wheel-drive hybrid electric mid-size SUV”. Dan bentuknya lebih mudah dipahami.  

Prototype Jadi Versi Produksi

Lampu belakang LED yang melintang selebar bodi, pintu bagasi dan juga bentuk bemper belakang nampak tak jauh berbeda dari prototype Toyota Crown Estate kuning di atas, yang dimunculkan 2022 lalu.

Emblem yang tersemat di bodi belakang mengindikasikan bahwa untuk spek Kanada dan AS selain ada sistem hybrid, juga punya penggerak AWD. Penggeraknya kemungkinan mesin bensin 2.5-liter non turbo atau 2.4-liter turbo bakal ditandemkan dengan sepasang motor elektrik hybrid.

Berbeda halnya untuk pasar domestik Jepang. Toyota Crown Estate spek JDM akan tersedia dalam versi plug-in hybrid (PHEV). Atau mungkin malah bakal tersedia pula variant dengan sistem fuel-cell hidrogen (FCEV) seperti Toyota Mirai dan Crown Sedan? Masih jadi tanda tanya besar. 

Interiornya Akan Seperti Apa?

Konfigurasi tempat duduk untuk kendaraan jenis ini umumnya adalah mampu memuat empat sampai lima penumpang. Sama seperti versi Crown lainnya. Bangku baris kedua dikatakan dapat dilipat hingga rata. Tentu saja untuk menghasilkan volume kargo yang lebih besar.

Untuk layout tampilan dashboard, kemungkinan bakal mengadopsi gaya Toyota Crown Crossover. Kokpit bergaya semi futuristik dengan sepasang layar digital 12.3-inci untuk fungsi panel instrument berkendara serta penampil fitur berkendara dan infotaintment.

Fitur berkendara dan sistem teknologi berbasis ADAS serta setting suspensi diperkirakan tak akan jauh berbeda dari variant Toyota Crown yang telah lebih dulu diluncurkan.

 

 

 

 

BMW iX2 tampak belakang

BMW X2 Generasi Kedua Diperkenalkan, Ada Kejutan Bernama iX2

Untuk pertama kalinya BMW memperkenalkan SUV coupe dengan penggerak listrik. Inilah BMW iX2, yang merupakan bagian dari keluarga X2 generasi kedua. BMW memperkenalkan compact SUV premium tersebut secara daring hari ini (11/10/2023).

iX2 diperkenalkan dalam satu varian yang disebut xDrive30. Ini menandakan kalau mobilnya punya dua motor listrik untuk masing-masing sumbu roda. Kombinasi tenaga yang dihasilkan menurut BMW adalah 313 hp atau setara 230 kW. Lengkap dengan fungsi boost temporer. Torsinya berada di angka 494 Nm. Sementara akselerasi 0-100 km/jam diklaim bisa selesai dalam 5,6 detik dengan kecepatan puncak 180 km/jam.

Generasi baru BMW X2

Baterainya memiliki kapasitas yang dapat digunakan sebesar 64,8 kWh. Berdasarkan pengujian WLTP, jarak tempuh SUV coupe ini dikatakan hingga 449 km. Sistem pengisian ulang baterai mampu mengakomodir fast charging hingga 130 kW, sementara pengisian AC (standar) bisa menerima hingga 11 kW. Dengan arus AC tersebut, untuk mencapai tingkat keterisian 100 persen memerlukan enam setengah jam. Tapi kalau pakai DC dengan kemampuan maksimalnya, untuk mencapai 80 persen hanya perlu 29 menit.

Yang menarik, seperti yang ada di BMW i5, mobil ini dibekali software “Max Performance Charging”. Peranti lunak ini memungkinkan proses pengisian ulang baterai berjalan secara efisien dengan memaksimalkan daya yang masuk ke baterai, sesuai kondisi.

Delivery Mulai Maret

BMW iX2 memiliki panjang 4.554 mm, lebar 1.845 mm dan tinggi 1.560 mm. Bobotnya dikatakan sedikit melewati dua ton (2.020 kg).

Kami bukan penggemar SUV coupe buatan siapapun. Tapi harus diakui, BMW X2 baik yang versi elektrik maupun ICE memiliki desain belakang yang keren. Lengkungan atap dipadukan dengan bentuk lampu belakang baru yang menyiku. Fasia depan dibekali kidney grill lebar diapit lampu khas BMW. Air dam depan tampak kurang proporsional karena ukurannya yang besar. Tapi itu masalah selera saja.

Interiornya dibekali berbagai hal baru. Untuk negara dengan empat musim, ada heater yang bukan cuma menghangatkan tapi memomb=pa udara dingin keluar dari kabin. Ini akan mengefisienkan proses penghangatan. Sistem GPS-nya berbasis cloud jadi, peta daerah yang diperlukan mudah tersedia di layar.

Sistem operasi infotainment menggunakan BMW OS 9 yang paling baru. Display berukuran 10,25 inci jadi fitur standar. Kalau kurang besar disediakan ukuran 10,7 inci sebagai fitur opsional. Hasil olah suara dikeluarkan melalui enam speaker yang tersebar di kabin. Lengkap dengan amplifier.

Interior BMW iX2 2024

Pabrik di Regensburg, Jerman akan segera memulai proses perakitan BMW iX2. Untuk pasar Eropa, direncanakan akan mulai delivery pada Maret 2024 mendatang. Pasar global menyusul setelahnya.