Leapmotor D19, SUV Mewah Simpel dengan Nilai Value Tinggi

Dalam kunjungan Motomobinews ke event pameran otomotif Beijing Auto Show 2026, booth Leapmotor sukses menarik perhatian pengunjung. Salah satu model yang jadi magnet adalah Leapmotor D19, SUV mewah berlivery aneka karakter McDonald’s pada sekujur bodinya.

Kami berkesempatan berbincang langsung dengan Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor yang akrab disapa pak Tan. Selaku pimpinan perusahaan agen pemegang merek Leapmotor di Indonesia, pak Tan memberi cukup banyak informasi seputar SUV Leapmotor D19 ini.

Desain Penuh Kehangatan

Kami bertanya perihal tampilan eksterior D19 yang kalem dan sederhana tanpa banyak taburan aksen chrome yang blink-blink. Tak seperti SUV premium lainnya yang tampil ala mobil futuristik. Ternyata setiap model mobil Leapmotor yang dipasarkan di China punya gaya dan bahasa desain yang berbeda.

Trend mobil mewah di China saat ini telah bergeser, konsumen lebih mengutamakan kualitas material dan finishing produksi secara keseluruhan. Tak hanya terpikat pada desain yang rumit atau tampil gemerlap

Seperti halnya pada model MPV flagship D99 yang berbagi platform dengan D19, Leapmotor menerapkan standar mutu tinggi dengan kemasan dan desain yang penuh kehangatan. Leapmotor menyebut sebagai filosofi “warm tech”.

Dengan panjang bodi 5,2 meter, lebar nyaris 2,0 meter, tinggi nyaris 1,8 m serta jarak wheelbase 3110 mm, Leapmotor D19 hadir dalan konfigurasi 6 dan 7 penumpang.

Posturnya yang agak bongsor seukuran BYD Sealion 8, Chery Tiggo 8, Hyundai Santa Fe, Kia Sorento, Mazda CX-80, dan Omoda 9. Bahkan mobil ini digarap semewah Lexus LX dan lebih besar dari BMW X7.

Desainnya yang terlihat tak banyak pernik bukan berarti D19 biasa saja. Justru ada sejumlah fitur unik yang tersembunyi pada desainnya. Lampu utama di bagian depan sudah pakai teknologi canggih Digital Light Processing (DLP), tak lagi pakai lampu LED biasa. Proyektor lampu depan satu juta pixel pada D19 dapat memproyeksikan beraneka gambar animasi cahaya termasuk paus yang sedang berenang saat mobil dihidupkan.

Sementara di belakang pakai proyeksi layar interaktif ‘Happy Pixels’. Tak hanya berfungsi sebagai lampu sein, rem dan lampu mundur. Proyektor lampu dapat menampilkan ganbar animasi unik dan juga indikator daya baterai saat melakukan pengecasan.

Kualitas kemewahan baru kami rasakan saat masuk ke kabinnya. Jok berbalut kulit semi-Aniline nan lembut dan empuk dilengkapi pengaturan posisi duduk elekrik. Pada baris kedua bahkan dilengkapi fitur pemijat untuk versi captain seat 6-seater.

Ornamen kayu pada panel interior dan lapisan beludru pada plafon benar-benar mewah dan penuh kehangatan.

Teknologi multimedia intetaktif pun jadi poin plus pada D19 yang mengadopsi Smart Cabin. Layar utama pada panel dashboard ukurannya cukup besar yakni 17.3-inci. Layar instrumen ukurannya cuma 10.25-inci, tapi ada layar proyektor augmented reality 60 inci yang menampilkan informasi berkendara secara interaktif dan navigasi real time.

Itu baru kabin depan. Pada kabin baris kedua terpampang layar sarana hiburan ukuran 21.4-inci plus layar kontrol fitur berukuran 6.0-inci untuk penumpang baris kedua dan ketiga.

Kendali seluruh sistem berkendara pada mobil ini memakai dua chip Qualcomm Snapdragon 8797 dengan total daya komputasi 1.280 TOPS. Ya, 1.280 operasi sistem secara simultan perdetik! Sadis…

Sistem audio pada D19 pun menggunakan 23 speaker high end dengan kualitas suara yang jernih. Jika dua sunroof dan tirai kaca otomatis masih dianggap kurang mewah, pada kabin D19 terdapat kulkas mini 8,1 liter.

Volume ruang bagasi D19 standarnya 337 liter, dan bisa dimekarkan menjadi 2677 liter dengan melipat bangku baris kedua dan ketiga hingga rata. Pada versi EV masih ditambah lagi ruang bagasi sebesar 176 liter di balik kap depan yang juga menjadi tempat soket listrik 220 V. Itu baru dari segi tampilan.

Kenyamanan berkendara ditunjang oleh sistem suspensi alloy dual-wishbone di depan dan five links di belakang yang dipadukan dengan sistem peredam ‘Dual-cavity’ air-suspension. Kondisi jalan sejelek apapun tak jadi rintangan. Ayunan suspensi dijamin tetap empuk mengikuti kontur permukaan jalan secara otomatis.

Teknologi Baterai Mutakhir

Leapmotor D19 ternyata tak hanya ada versi listrik (EV), tapi juga hybrid (EREV). Kedua versi tersebut mengakomodir segmen serta selera konsumen yang berbeda.

D19 versi hybrid Extended-Range Electric Vehicle (EREV) menggunakan mesin 1,5-liter turbocharged yang berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai. Jadi tak perlu khawatir harus sering mampir SPKLU untuk mengecas daya baterai.

Motor listrik ganda berpenggerak all-wheel drive (AWD) yang dibekalkan menghasilkan daya gabungan 300 kW (402 hp). Baterai lansiran CATL yang ditawarkan merupakan baterai berdaya terbesar di dunia untuk mobil hybrid EREV. Tersedia versi 63,7 kWh dengan jarak jelajah 400 km dan 80,3 kWh dengan daya jelajah mode EV hingga 500 km (CLTC). Jarak jelajah maksimum dalam mode hybrid mencapai 1.180 km-1.300 km!

Berkat sistem kelistrikan 800 V, pengisian daya dari 30 ke 80 persen menggunakan fast charger DC hanya butuh 15 menit. Wah, sangat cepat!

Untuk versi EV lebih mencengangkan lagi. Rancang bangunnya mengusung platform dengan sistem kelistrikan 1.000 V. Cukup 15 menit pengecasan dengan fast charger DC untuk bisa menempuh jatak hingga 350 km.

Tersedia versi dua motor listrik penggerak AWD beroutput 410 kW dengan opsi baterai 99,6 kWh (620 km) dan 115 kWh (720 km). Sedangkan versi tiga motor listrik penggerak outputnya 540 kW dibekali baterai 115 kWh yang jarak jelajahnya mencapai 680 km. Kelebihan dari versi tiga motor yakni cuma butuh waktu sekira 3 detik untuk sprint 0-100 km/jam! Sangat gesit untuk ukuran SUV berbodi besar.

Soal sistem penunjang keselamatan dan bantu berkendara, Leapmotor D19 dibekali sistem ADAS, 28 sensor termasuk LiDAR di atap. Sistem kemudi otonom Navigate On Autopilot (NOA) yang disematkan pada D19 memandu kemudi secara otomatis saat perjalanan jarak jauh di tol. Bahkan saat kondisi darurat, mobil mampu menghindari rintangan mendadak pada kecepatan laju 80-130 km/jam. Mobil ini juga dilengkapi Autonomous Emergency Braking (AEB) yang bekerja pada kecepatan 4-150 km/jam.

Value For Money

Leapmotor D19 varian EREV dipasarkan di China seharga 219.800 yuan atau sekira Rp 550 jutaan untuk versi 400 km. Versi 500 km harganya 239.800 yuan atau sekitar Rp 602 jutaan.

Untuk versi BEV dua motor dibanderol mulai dari 239.800 yuan (Rp 602 jutaan) untuk versi 620 km serta 249.800 yuan (Rp 627 jutaan) untuk versi 720 km.

Varian teratas yakni BEV tiga motor dengan jarak jelajah 680 km dibanderol 269.800 yuan (sekira Rp 677 jutaan).

Label harganya jelas sangat value for money jika dibandingkan dengan konten teknologi serta fitur wah yang ditawarkan. Apakah D19 juga bakal melenggang masuk ke Tanah Air?

 

BYD Gebrak Segmen Supercar Dengan Formula X

Langkah berani dilakukan BYD dengan merambah segmen supercar melalui kehadiran Formula X di ajang Beijing Auto Show 2026. Tak lagi sekadar bermain di segmen kendaraan listrik massal seperti city car dan SUV, BYD melalui sub-brand Fang Cheng Bao (FCB) menunjukkan ambisi besarnya untuk masuk ke ranah performa tinggi. Kehadiran Formula X menjadi bukti bahwa elektrifikasi kini telah merambah dunia supercar dengan pendekatan desain dan teknologi yang tak kalah dari pabrikan Eropa.

Kemunculan Formula X cukup mengejutkan, mengingat FCB selama ini dikenal sebagai produsen SUV listrik. Namun, model ini ternyata bukan sekadar mobil konsep. Dengan basis pengembangan dari konsep Super 9, Formula X digadang-gadang akan segera masuk jalur produksi dengan tingkat kemiripan hingga 80% dari versi prototipe. Artinya, ini bukan sekadar “show car”, melainkan produk nyata yang siap menantang dominasi supercar konvensional.

Secara desain, Formula X mengusung filosofi “biological evolution” yang terinspirasi dari karakter leopard. Hal ini terlihat dari desain lampu depan “Fengbao Eye” yang tajam dan agresif, serta lampu belakang “Infinity Ring” yang futuristik. Seluruh bodi dibuat dari material serat karbon, memberikan kombinasi ideal antara bobot ringan dan kekuatan struktural tinggi. Pendekatan ini sejalan dengan standar supercar modern yang mengutamakan performa dan efisiensi.

Menariknya, BYD menerapkan konsep golden ratio dalam konstruksi bodi Formula X. Proporsi dimensi, wheelbase, hingga distribusi bobot dirancang untuk menghasilkan pusat gravitasi yang optimal. Pendekatan ini jarang ditemui, bahkan di kalangan supercar sekalipun, sehingga menunjukkan keseriusan engineering yang diusung.

Dari sisi aerodinamika, Formula X dirancang sangat agresif. Terdapat 19 saluran udara (air inlet) yang tersebar di seluruh bodi untuk mengoptimalkan aliran udara. Desain bumper, side skirt, diffuser, hingga active electric rear spoiler bekerja secara harmonis untuk meningkatkan downforce dan stabilitas saat melaju dalam kecepatan tinggi. Kombinasi pintu gull-wing dan scissor-style dengan bukaan ala “kepak sayap naga” semakin mempertegas karakter eksotis mobil ini.

Interior Hightech

Masuk ke bagian interior, Formula X menawarkan kokpit berorientasi performa dengan nuansa high-tech. Desainnya minimalis, namun tetap fungsional dengan dominasi warna abu-abu dan hijau. Jok sport terintegrasi, setir lipat, serta layar utama di tengah dashboard mencerminkan pendekatan modern yang mengutamakan pengalaman berkendara. Menariknya, tombol fisik tetap dipertahankan untuk fungsi penting, memberikan kemudahan akses tanpa harus bergantung sepenuhnya pada layar sentuh.

Meski spesifikasi teknis lengkap belum diungkap, Formula X dipastikan akan mengusung performa tinggi khas supercar listrik. Akselerasi instan, torsi besar, serta respons cepat menjadi karakter utama yang diharapkan hadir pada model ini. Hal ini sejalan dengan tren global di mana supercar listrik mulai menjadi standar baru dalam industri otomotif performa tinggi.

Ke depan, Formula X akan ditemani oleh model lain seperti Formula S, sedan modular yang dapat dipersonalisasi. Kedua model ini menjadi representasi ambisi FCB dan BYD dalam memperluas portofolio produk sekaligus memperkuat posisi di pasar global.

Dengan pendekatan desain revolusioner, teknologi canggih, dan rencana produksi nyata, Formula X menjadi sinyal kuat bahwa BYD tidak hanya ingin menjadi pemain besar di segmen EV massal, tetapi juga siap bersaing di kelas supercar dunia.

JETOUR Pertegas Dominasi Global di Auto China 2026

Partisipasi JETOUR di Auto China 2026 makin mempertegas arah pengembangan ekosistem otomotif yang terintegrasi dengan gaya hidup modern.

Nah, untuk pertama kalinya JETOUR menampilkan dua merek sekaligus, yakni JETOUR dan SOUEAST, strategi multi-brand yang saling melengkapi. Filosofi “Travel+” kini berkembang menjadi representasi gaya hidup yang menggabungkan teknologi, budaya, dan eksplorasi dalam satu kesatuan.

Dari sisi produk, JETOUR menghadirkan inovasi melalui pengembangan teknologi hybrid yang semakin relevan secara global. Model seperti JETOUR T2 i-DM hadir sebagai SUV plug-in hybrid yang menggabungkan efisiensi dan performa. Dibekali sistem hybrid 1.5TD DHE + 3DHT, mobil ini mampu menghasilkan tenaga hingga 280 kW dengan torsi 610 Nm juga jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.000 km. Hmm…jauh juga.

Sementara itu, JETOUR G700 dengan kemampuan ekstrem memiliki tenaga 665 kW dan torsi 1.135 Nm. G700 mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 4,6 detik. Dukungan tiga differential lock, suspensi udara adaptif, serta kemampuan melibas genangan hingga 970 mm siap menjadi pilihan ideal untuk berpetualang.

Strategi “Travel+” juga diperkuat melalui pengembangan komunitas global. Hingga saat ini, JETOUR telah membangun lebih dari 300 komunitas pengguna di berbagai negara.

Untuk memperkuat positioning global, JETOUR menggandeng sejumlah tokoh dunia. Kehadiran Alan Walker sebagai brand ambassador menjadi simbol kolaborasi antara dunia otomotif dan musik modern. Selain itu, atlet legendaris Mo Farah serta penjelajah Hazen Audel turut memperkuat citra petualangan dan ketangguhan yang diusung brand ini. Di sisi lain, kolaborasi dengan Laurie Marker menegaskan komitmen JETOUR terhadap isu keberlanjutan dan konservasi lingkungan.

Tak hanya itu, JETOUR juga aktif dalam berbagai kegiatan global, mulai dari event olahraga hingga festival budaya di berbagai kawasan dunia. Hal ini semakin memperluas makna “Travel+” sebagai jembatan antara mobilitas, gaya hidup, dan pengalaman lintas budaya.

Partisipasinya di Auto China 2026 membuat brand ini tidak hanya fokus pada inovasi produk, namun juga menciptakan mobilitas masa depan yang lebih personal, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan konsumen global.