Mazda BT-50 Hanya Sedikit Bersolek Untuk Tahun 2024

Masih ingat Mazda BT-50? Mazda baru saja memperkenalkan versi facelift dari pickup doubel cabin ini di Thailand. Meskipun basis platformnya sama dengan Isuzu D-Max, tapi Mazda tak terlalu banyak melakukan sentuhan ubahan dibandingkan D-Max. Tentunya agar tak berpengaruh terlalu banyak pada harga jual.

Lantas apa saja upgrade dan penyegaran yang disematkan pada Mazda BT-50 agar bisa tetap survive di pasar pickup global?

Tampilan Kian Macho

Penyegaran pada sektor tampilan eksterior merupakan hal rutin yang dilakukan oleh setiap pabrikan otomotif. Demikian pula dengan Mazda BT-50 yang kondang di Thailand dan Australia ini.

Mazda BT-50 2024 facelift tidak banyak berubah.

Mazda BT-50 dipasarkan dalam dua versi: Freestyle Cab, versi dua pintu dengan kabin lebih besar dan Double Cab, versi double cabin dengan lima tempat duduk.

Sebagai penyegaran tampilan, Mazda menawarkan paket aksesoris eksterior “Black Thunder” untuk varian teratas. Mulai dari skid plate, sports bar, hingga fender extension dilabur warna gloss black. Handle pintu, kaca spion dan pelek alloy 18-inci untuk paket Black Thunder juga berwarna gloss black.

Upgrade Minor Konten Interior

Untuk area interior, Mazda BT-50 tak banyak perubahan. Varian teratas masih dengan layar touchscreen 9-inci untuk penampil fitur infotainment. Pada varian termurah dibekali dengan touchscreen berukuran 7-inci.

Mazda membekali BT-50 dengan koneksi nirkabel Android Auto dan Apple CarPlay. Untuk panel instrument sayangnya masih tak berubah, tetap berukuran 4.2-inci. Berbeda dengan Isuzu D-Max yang sudah dibekali instrument digital berukuran 7-inci.

Untuk model paling mahal, panel interior berlapis kulit tampil dengan kombinasi warna coklat dan hitam. Sistem audio dilengkapi dengan 8-speaker.

Untuk sistem bantu berkendara terpadu (ADAS), kini terdapat tambahan fitur adaptive cruise control dengan fungsi stop & go.

Hanya saja saat ini pihak Mazda tak menjelaskan apakah Mazda BT-50 2024 juga bakal dilengkapi dengan mode berkendara “rough terrain mode” yang ramah di medan off-road seperti pada Isuzu D-Max facelift.

Spek Mesin Tak Berubah

Sektor performa saat ini masih status quo alias masih seperti versi sebelumnya.

Varian entry-level dibekali mesin 1.9-liter turbodiesel bertenaga 148 hp dengan torsi maksimum 350 Nm. Untuk varian teratas dibekali mesin 3.0-liter turbodiesel bertenaga 187 hp dengan torsi maksimum 450 Nm.

Pilihan sistem penggerak pun tak berubah yakni 2WD dan 4WD dengan transmisi manual maupun automatic 6-speed.

 

JLR Resmikan Defender Gallery Ketiganya Di Senayan City

Land Rover Indonesia resmikan pop-up store “Defender Gallery” terbarunya yang berlokasi di Senayan City, Ground Floor. Galeri ini tengah memamerkan display Defender 130 Outbound dan Defender 110 hingga Agustus 2024 mendatang.

“Kami sangat senang, kami resmi menghadirkan “Defender Gallery” yang ketiga di Indonesia atau yang kedua di Jakarta,” ujar Gerry Kertowidjojo, President Director, PT JLM Auto Indonesia.

Di dalamnya, Anda dapat merasakan pesona dan pengalaman modern luxury dari Land Rover Defender. Jelajahi fitur-fitur serta interaksi secara langsung dengan semua model yang ada disana.

Saat ini, Jaguar Land Rover ada di empat lokasi di Indonesia. Jaguar Land Rover Showroom Pantai Indah Kapuk, Defender Gallery Mal Pondok Indah dan terbaru di Senayan City. Di luar Jakarta, Land Rover Gallery ada di Ciputra World, Surabaya.

“Defender Gallery Senayan City akan menjadi rumah bagi dua kendaraan spesial kami, Defender 130 Outbound dan 110. Kami mengundang para pelanggan setia dan juga masyarakat umum untuk melihat, merasakan langsung dan mendapatkan lebih banyak pengalaman modern luxury dari kedua kendaraan spesial kami tersebut,” tutup Irvino Edwardly, Sales & Marketing Director, PT JLM Auto Indonesia.

Untuk diketahui, saat ini penjualan Land Rover di Indonesia dipayungi oleh Inchcape dan Indomobil Group. 

 

NIssan Leaf

Lupakan Kompetisi, Nissan dan Honda Sekarang Kerjasama

Bukti kalau merancang mobil listrik itu tidak gampang dan kompetisinya makin panas. Nissan dan Honda akhirnya kerjasama untuk penetrasi pasar mobil listrik dunia. Penandatanganan MoU keduanya dilakukan pada 15 Maret 2024 lalu.

Tidak disebutkan cakupan kolaborasi ini, yang pasti MoU ini memungkinakn keduanya melihat area yang bisa dijadikan lahan kerjasama. Jadi, bisa berbagi komponen dan teknologi yang membentuk EV atau saling berbagi platform. Seperti diketahui, Nissan adalah pionir dalam teknologi EV, dengan Nissan Leaf sebagai mobil listrik pertama yang dipasarkan masal. Sayang, penjualannya tertatih-tatih belakangan ini.

Dengan kerjasama Nissan dan Honda ini, diharapkan ongkos untuk membangun sebuah mobil listrik bisa dibagi diantara keduanya. Skala ekonominya jadi lebih masuk akal. Ini penting untuk menghadapi gempuran pabrikan RRC macam BYD, atau bahkan menjegal Tesla sekalian.

Honda e

Makoto Uchida, CEO Nissan mengakui kalau para pendatang baru ini memiliki strategi yang agresif. “Dan merek masuk ke pasar dengan kecepatan yang luar biasa,” kata Uchida. “Kita tidak akan menang kalau hanya berpegangan pada kebijakan dan pendekatan tradisional.”

Sementara dari Honda, Toshihiro Mibe, CEO-nya mengatakan, “Kami terkekang waktu tapi juga harus bergerak cepat. Kalau mau berhasil di 2023, keputusan harus dibuat sekarang.” Artinya, mereka punya enam tahun untuk kolaborasi menghasilkan produk. Mibe menambahkan, kedua belah pihak akan mencari cara untuk menekan biaya produksi. Termasuk, kalau mau efektif, memiliki batas minimum jumlah produksinya.

Lalu, apakah dengan kerjasama ini Nissan akan meninggalkan aliansi bersama Renault? Pasti tidak. Bahkan Nissan saat ini sedang bergantung dengan pabrikan Perancis itu untuk mobil listrik di Eropa.

Renault 5 yang baru diluncurkan, platformnya akan jadi basis untuk Nissan Micra EV. Di Indonesia, Micra dikenal juga sebagai Nissan March.

Sumber: Reuters

SUV Dominasi Peraih Predikat IIHS Top Safety Pick+ 2024

Keselamatan berkendara jadi salah satu perhatian utama para konsumen dunia, termasuk Amerika Serikat. Lulus uji benturan jadi salah satu syarat mutlak agar produk kendaraan bisa dipasarkan di negara tersebut. Setiap tahunnya ada dua kategori predikat yang diberikan oleh IIHS. Top Safety Pick dan Top Safety Pick+.

Agar bisa masuk kualifikasi dari keduanya, harus memperoleh penilaian “Good” dalam uji benturan. Demikian pula dengan hasil uji tabrak dan pencegahan tabrakan terhadap pejalan kaki.

Ketatnya penilaian dan pengujian yang dilakukan membuat pickup truck jarang ada yang berhasil predikat tersebut. Terlebih untuk pickup truck berukuran besar. Satu-satunya pickup truck besar yang berhasil meraih predikat Top Safety Pick+ hanya RAM 1500 model tahun 2019.

Pengujuan IIHS Top Safety Pick untuk Rivian

Contoh lainnya, Toyota Tundra dan Rivian R1T setiap tahun selalu mencoba agar bisa meraih label Top Safety Pick+, tapi tak pernah berhasil. Bahkan tahun ini hanya berhasil meraih predikat Top Safety Pick. 

Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) merupakan salah satu organisasi independen di AS yang sangat kredibel dan ketat dalam melakukan uji keselamatan berkendara.

 

Hyundai Group Dominasi 

Hyundai Motor Group tahun ini sukses mendominasi dengan menggondol 6 penghargaan paling bergengsi tersebut yang disumbang oleh mobil lansiran Genesis, Kia, dan Hyundai.

Lima model mobil Mazda tahun ini juga masuk daftar Top Safety Pick+ 2024. Sebuah prestasi luar biasa. Kemudian. empat model mobil dari Honda Motors (Honda dan Acura) masuk dalam daftar Top Safety Pick+.

Yang menarik, jumlah SUV makin banyak. Mobil ini memang edang merajai pasar otomotif AS. Tahun ini hanya empat pickup truck dan mobil kelas medium yang berhasil masuk Top Safety Pick. Hal tersebut merupakan imbas dari kriteria penilaian dan pengujian yang kian ketat. Termasuk keselamatan penumpang baris bangku kedua saat ini jadi perhatian utama dalam penilaian uji benturan.

Hal tersebut diharapkan bisa menjadi perhatian bagi seluruh produsen otomotif dunia, termasuk di Indonesia.

IIHS Top Safety Pick+ Award winners

Small cars

  • Acura Integra
  • Mazda 3 hatchback
  • Mazda 3 sedan
  • Toyota Prius

Midsize cars

  • Honda Accord
  • Hyundai Ioniq 6

Large luxury car

  • Genesis Electrified G80

Small SUVs

  • Genesis GV60

Midsized SUVs

  • Ford Explorer
  • Kia Telluride
  • Mazda CX-90
  • Nissan Pathfinder (pasca November 2023)
  • Subaru Ascent

Midsize luxury SUVs

  • Acura MDX
  • BMW X3
  • Genesis GV80 (pasca Agustus 2023)
  • Mercedes-Benz GLE Class
  • Tesla Model Y
  • Honda HR-V
  • Hyundai Kona
  • Mazda CX-30
  • Mazda CX-50 (produksi pasca Agustus 2023)

 

Motul Dan HRC Ajak Komunitas Riding Bareng

PT Motul Indonesia Energy secara eksklusif mengundang empat pembalap Honda Racing Corporation (HRC) dari ajang MXGP dan WSBK pada Rabu, (29/11) di Jakarta.

Event “The Ultimate Ride: Motul & HRC Together in Indonesia” ini dihadiri langsung oleh Rubén Fernández dan Tim Gajser, pembalap MXGP, serta Iker Lecuona dan Xavi Vierge yang berkompetisi di WSBK.

Produsen oli ini juga melibatkan ratusan komunitas motor. Mereka diajak untuk riding bersama para pembalap HRC dari Thamrin 10 Parking lot menuju Senayan Park.

“The Ultimate Ride adalah event yang luar biasa. Ini pertama kalinya Motul mendatangkan 4 pembalap HRC di WorldSBK dan MXGP untuk Riding dan Meet & Greet bersama ratusan komunitas Honda di Jakarta,” ujar Luthfi Ilhami, Managing Director Motul Indonesia. Seraya menambahkan untuk tahun ini, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan produk di atas 30 persen.

Komitmen Bersama Honda

Carlo Savoca – Chief Marketing Officer Motul APAC menjelaskan jika kolaborasi dengan Honda menjadi wadah mereka dalam menyempurnakan produk pelumasnya.

“Kami tetap berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan Honda dengan terus mendukung tim pabrikan HRC secara internasional. Selain itu, khusus untuk Inggris, Motul adalah mitra pelumas balap untuk tim Honda Superbike Inggris. Dan juga tim balap jalan raya internasional,” ucapnya.

Acara “The Ultimate Ride” ini juga didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ini karena dinilai dapat mendukung pertumbuhan industri motorsport di tanah air.

Subaru Forester 2025

Subaru Forester Terbaru Punya Body Lebih Rigid, Mesin 180 HP

Rasanya belum lama Subaru Forester mendapatkan perubahan model. Hari ini (17/11), crossover tersebut berganti generasi dan Amerika Serikat jadi negara pertama yang memasarkannya. Perubahannya terlilhat seperti bersifat kosmetis, tapi sebetulnya cukup signifikan.

Subaru Forester kini terlihat memiliki paras yang lebih tegas dengan grill tebal dan lebar, desain lampu baru dan bemper yang berubah total. Dari samping, siluet atapnya mungkin mirip dengan sebelumnya. Tapi bentuk spakbor yang mengotak dan lebar menandakan ini versi terbaru. Body cladding juga terlihat lebih tebal.

Dari belakang, perubahannya juga kentara. Lampu yang tadinya berbentuk C, sekarang diganti dengan desain berbentuk segitiga dengan garanish yang seolah menyambungkan lampu kiri dan kanan.

Subaru Forester US Spec

Di balik kulitnya, Forester baru ini tetap mengandalkan Subaru Global Platform. Namun yang ini dikatkaan memiliki kekakuan sepuluh persen lebih baik. Didapat dari metode pengelasan baru dan penambahan bahan perekat di sekeliling mobil. Dimensinya sedikit membesar. Panjang bertambah 31 mm menjadi 4.656 mm, lebarnya 1.829 mm atau bertambah 14 mm, sedangkan tinggi tetap 1.730 mm. Jarak sumbu roda (wheelbase) juga tetap 2.670 mm, dengan ground clearance 221 mm.

Kabin & Mesin

Interiornya ikut berubah banyak. Bentuknya sekarang mengingatkan kami pada Subaru WRX. Di tengah dashboard terpasang layar monitor Starlink 11,6 inci. Pertama kalinya ada monitor seperti ini di keluarga Forester. Sementara instrument cluster masih menggunakan jarum. Seperti biasa, mobil ini juga sudah dibekali paket fitur bantu berkendara, Subaru EyeSight.

bentuk kursi depan direvisi dengan memangkas bagian pundak. Ini bertujuan meluaskan pandangan penumpang belakang. Jok baris kedua bisa dilipat 60:40 untuk menghasilkan ruang barang sebesar 2.107 liter. Sementara saat kursi ditegakkan, kapasitasnya 838 liter.

Interior Forester baru

Untuk pasar Amerika Serikat, Subaru Forester hanya dibekali satu opsi mesin ‘tidur’ boxer 4-silinder, berkapasitas 2,5 liter (FB25). Tenaganya diklaim 180 hp dengan torsi puncak 241 Nm. Untuk informasi, Forester yang ada di Indonesia, mesinnya berkapasitas 2.0 liter dengan tenaga 154 hp. Pastinya, sistem gerak Symmetrical AWD jadi standar bawaan. Transmisinya Lineartronic CVT. Belum doiketahui, kapan pasar global akan kebagian memasarkan mobil ini.

Yamaha X-Ride 2023

Yamaha X-Ride 125 Dibenahi, Ada Warna Baru

Yamaha X-Ride 125 mendapatkan penyegaran menjelang akhir tahun ini. Yamaha Motor Manufacturing Indonesia (YMMI) mengumumkan kehadiran X-Ride baru ini kemarin (06/11/2023). Warna baru ini dipadukan dengan grafis yang diklaim merupakan perpaduan yang agresif dan modern dalam bentuk striping garis-garis yang bersilangan (sharp edge).

Desain grafis tersebut dikatakan semakin menguatkan kesan “X” atau Extreme Symbol yang sesuai dengan karakter X-Ride 125 sebagai motor yang bisa digunakan untuk berpetualang ataupun sebagai motor harian.

Skuter jangkung ini sekarang hadir dalam tiga kelir baru yang terdiri dari Sand, Black & Cyan. Warna Sand, selain jadi warna terbaru pada lini produk Yamaha, juga merefleksikan warna alam. Ini sesuai dengan karakter X-Ride 125 yang didaulat jadi motor adventure. Warna tersebut menggantikan Blue (biru) untuk X-Ride 125 terbaru.

Sementara itu, Yamaha masih mempertahankan warna hitam (Black) dan Cyan, dengan penyegaran pada grafis. Untuk Black masih mengedepankan warna hitam yang elegan dengan karakter yang kuat dan tangguh. Yang terakhir yaitu warna Cyan tetap dipertahankan. Alasannya, masih jadi favorit untuk yang suka menjadi pusat perhatian saat berkendara.

Dari sisi teknis tidak ada yang berubah. X-Ride masih diberikan mesin 125 cc satu silinder, dengam teknologi Blue Core. Tentunya dengan CVT sebagai penerus daya.

Yamaha X-Ride 125 baru ini sudah dapat dibeli di jaringan dealer resmi Yamaha Indonesia. Mereka mematok harga Rp 19,960,000 (OTR DKI Jakarta). Harga tersebut sudah termasuk garansi frame yang diperpanjang dari sebelumnya satu tahun / 12.000 km menjadi lima tahun / 50.000 km.

Valentino Rossi balap endurance

Valentino Rossi Siap Balap LeMans 24-hour Tahun Depan?

Kalau Anda melihat balap ketahanan di Bahrain akhir pekan lalu, kemungkinan Anda melihat Valentino Rossi duduk manis di pit tim WRT. Ini adalah bagian dari familiariasi juara dunia MotoGP itu, dengan suasanan balap ketahanan. Alasannya, Rossi akan berlaga di balapan ketahanan mulai tahun depan. Termasuk seri balap legendaris LeMans 24-hour

Tapi sebelumnya, Valentino Rossi balap di LeMans atau seri WEC lainnya, ia harus menjalani proses uji coba dulu. Rossi melakukan uji coba menggunakan Oreca 07 milik tim WRT. Oreca 07 adalah mobil balap ketahanan kelas LMP2 yang bermesin V8 4,2 liter. Bertenaga 540 hp. 

Bicara WRT, Valentino Rossi juga membela tim tersebut di balapan GT dengan mobil BMW M4 GT3, dan lumayan berprestasi. Ia bertengger di posisi keenam kejuaraan Fanatech GT World Challenge 2023 ini.

Tentunya, kampiun ini sumringah saat mencoba mobil LMP2. “Ini kesempatan besar (yang diberikan) dari tim WRT. Rencananya, nanti juga saya akan berkesempatan mencoba mobil BMW Hypercar. Tapi sebelum itu, akan lebih baik kalau naik LMP2 dulu. Mobil ini punya kesamaan dalam hal aerodinamika. Sekalian saya juga bisa menggali potensi diri saya sendiri,” kata Rossi sebelum ajang balap ketahanan Bahrain 8-hour.

Tapi perlu diketahui, World Endurance Championship (WEC) akan menghapus balapan kelas LMP2 di beberapa seri. Yang pasti, balap di Le Mans tetap akan ada kelas ini. WEC akan membuka kelas baru yaitu GT3. Menurut situs Speedweek, WRT akan menurunkan BMW M4 GT3-nya di ajang ini. Soal Valentino Rossi balap di LeMans 24-hour, kita tunggu saja bagaimana kiprahnya. Yang pasti ia sangat serius di balapan ketahanan.

Suzuki Swift 2024

Suzuki Swift 2024 Resmi Diperkenalkan Dengan Mesin Baru Dan Gerak 4WD

Seperti yang kami duga, Suzuki Swift Concept yang kami lihat di JMS 2023 adalah versi produksi yang akan dijual di pasar domestik dan global. Suzuki Jepang mengumumkan kehadiran hatchback ringkas ini melalui situs resminya. Pilihan varian Suzuki Swift 2024 ini cukup menarik.

Ada tiga tipe Suzuki Swift 2024 yang dipasarkan di Jepang. Pertama adalah Siwft XG yang jadi varian paling bawah. Dibekali dengan penggerak 2WD dan 4WD dengan transmisi CVT. Diatasnya ada Hybrid MX, juga dengan penggerak yang sama. Paling tinggi adalah Swift Hybrid MZ, juga dengan opsi pelaju 2WD atau 4WD dengan CVT.

Suzuki Swift baru

Ketiganya dibekali dengan mesin tiga silinder hasil pengembangan terbaru pabrikan Jepang ini. Kapasitasnya 1,2 liter, namun mereka belum menyebutkan berapa besaran tenaga dan torsinya. Hanya mengatakan kalau mesin baru ini memiliki performa putaran bawah yang lebih baik dari sebelumnya. Girboks CVT yang dipakai juga diklaim merupakan buatan terbaru dari mereka. Kehadiran mesin ini menggusur jantung mekanis sebelumnya, yang berkofigurasi 1,2 liter empat silinder.

Selain itu, yang ada embel-embel hybrid, seperti biasa dibekali sistem mild hybrid seperti yang biasa Anda temukan di Grand Vitara baru atau keluarga Suzuki Ertiga.

Di kabin, Suzuki membekali Swift dengan fitur hiburan seperti layar monitor 9-inci. Isinya tentu beragam mulai dari informasi berkendara, navigasi dan entertainment. Fitur kenyamanan lainnya ada rem tangan elektrik dengan kemampuan auto hold, jok dengan penghangat (untuk pasar Jepang), slot USB dan sebagainya.

Untuk keselamatan, kemampuannya cukup lengkap. Ada blind spot monitoring, rem otomatis dan sebagainya. Fitur keselamatan ini merupakan satu kesatuan yang disebut Suzuki Safety Support.

Menarik. Tapi apakah akan masuk ke Indonesia? Kami belum mendapatkan jawabannya. Meski agak sangsi karena di sini ada Suzuki Baleno.

Sumber

Battlax Hypersport S23 Diperkenalkan, Apa Bagusnya?

Para bikers Tanah Air tentu sudah sangat mengenal label Battlax bukan? Ya, ban sepeda motor spek jalan raya lansiran Bridgestone ini sangat populer dan banyak digunakan di Indonesia. Untuk tahun 2024, Bridgestone merilis ban jenis baru untuk sportbike dan naked bike, Battlax Hypersport S23.

Berdasarkan keterangan Bridgestone, Battlax Hypersport S23 (atau disebut Battlax S23) adalah hasil pengembangan tahap lanjut dari Battlax S22 yang sukses di pasar global.

Desain tapak dan juga racikan kompon pada Battlax S22 diramu ulang. Tujuannya untuk menghasilkan performa yang lebih baik saat menyentuh aspal jalan raya pada berbagai rentang kecepatan.

Sesuai labelnya, ini adalah ban kategori hypersport seperti S22. Tak sekadar bisa digunakan di jalan raya, tapi juga di sirkuit balap. Desain tapak bagian tengah dirancang agar ban tak kehilangan grip ke aspal saat melesat di kecepatan tinggi. Sedangkan bagian tepi dirancang supaya ban tetap menggigit dan memiliki traksi saat menikung.

Kompon Jenis Baru

Racikan resin S23 menggunakan konstruksi multi kompon jenis baru. Bagian samping ban depan serta tepi ban belakang dikatakan jauh lebih menggigit. Sementara itu, desain alur dan tapak ban belakang telah menggunakan jenis Pulse Groove atau alur bergelombang.

Tak hanya meningkatkan stabilitas berkendara serta daya traksi ban ke permukaan aspal yang kurang ideal. Battlax Hypersport S23 pun diklaim memiliki daya tahan dan usia pakai yang jauh lebih lama alias lebih awet. Ini dibuktikan melalui pengetesan di sirkuit Andalucia, Spanyol dengan BMW S1000RR.

Cornering speed diklaim meningkat sekira lima persen dibanding Battlax S22. Jarak pengereman pun berkurang hingga tiga persen berkat daya cengkeraman ban belakang yang jauh lebih baik dan minim gejala selip. Bahkan pada kondisi aspal basah.

Sayangnya, ban ini baru tersedia untuk velg 17-inci. Dapat dimaklumi, pasalnya velg 17-inci adalah ukuran universal yang paling banyak digunakan beragam jenis sportbike. Yang berbeda hanya off-set lebar velg saja.

Untuk ban belakang tersedia lima macam ukuran, yakni 160/60ZR17, 180/55ZR17, 190/50ZR17, 190/55ZR17, dan 200/55ZR17. Sementara ini untuk ban depan hanya tersedia ukuran 120/70ZR17. Bridgestone rencananya akan memasarkan Battlax Hypersport S23 secara global mulai Januari 2024 mendatang. 

Toyota Crown Sedan Siap Meluncur Di Jepang Dua Minggu Lagi!

Meski sudah muncul ke publik di JMS 2023, tapi Toyota Crown Sedan masih belum bisa dibeli. Bahkan oleh pasar Jepang sekalipun.  Rencananya mobil ini akan launching di Jepang pada 13 November 2023. Untuk itu, Toyotamemberikan sedikit gambaran mendalam soal sedan baru ini. 

Secara bertahap Toyota memainkan rasa penasaran. Mulai dari ‘perkenalan’ versi FCEV di Sirkuit Fuji, kemudian disusul dengan penampilan bersama chef ternama Takanori Nakamura. Ada sejumlah pesan tersirat yang ingin disampaikan oleh Toyota dan juga Akio Toyoda perihal Crown Sedan.

Penampilan Nakamura yang mengenakan busana tradisional Jepang menyiratkan pesan bahwa Crown Sedan “naik kelas”. Kemudian, pesan selanjutnya adalah Toyota memadukan nilai tradisional khas sedan Crown yakni kemewahan dan kenyamanan berkendara dengan desain dan teknologi modern.

Kemasan interior tampil dengan gaya desain modern seperti pada Crown SUV. Namun balutan kulit serta aksen kayu pada panel interior sebagai ciri khas nilai kemewahan tradisional sedan Crown tetap dipertahankan. Pintu yang lebar serta plafon yang tinggi menjadikan akses ke kabin jadi mudah dan leluasa. 

FCEV Atau HEV?

Pada perkenalan perdana di Sirkuit Fuji beberapa bulan lalu, emblem “FCEV” tersemat pada bodi Crown Sedan. HIngga akhirnya TMC mengumumkannya secara resmi.

Teknologi elektrifikasi Fuel-Cell (FCEV) berbasis hidrogen generasi kedua punya Crown Sedan serupa dengan Toyota Mirai. Sistem penggeraknya saat ini baru tersedia RWD, berbekal sel bahan bakar dan tiga tabung hidrogen. Farak jelajahnya dikatakan mampu mencapai 820 km.

Selain FCEV, tersedia dalam variant hybrid (HEV). Bahkan ternyata Crown Sedan adalah model mobil Toyota pertama yang dibekali teknologi mesin 2.5-liter Multi-Stage Hybrid System terbaru. Mesin bensin 2.5-liter dipadukan dengan dua buah motor elektrik. Keduanya terintegrasi dengan transmisi yang akan meneruskan output daya dan torsi pada seluruh rentang kecepatan berkendara.

Pihak pabrikan tak menjelaskan secara rinci perihal detail teknis dari sistem hybrid terbaru ini. Hanya dikatakan, pada sistem tersebut, daya dan torsi maksimum dicapai pada kecepatan sekitar 43 km/jam. Dibandingkan sistem hybrid yang digunakan Toyota saat ini, performa maksimum baru dirasakan pada kecepatan sekitar 140 km/jam dan rpm mesin cukup tinggi. Hal tersebut membuat konsumsi BBM jadi sangat irit tanpa mengorbankan performa.

Mengenai sistem pengisian ulang daya baterai, Crown Sedan dilengkapi sistem charger AC 100V berdaya 1.500 W. Selain itu, Crown Sedan juga dilengkapi fitur V2L (Vehicle to Load) yang menjadikan mobil ini sebagai “genset” pemasok daya listrik dalam kondisi darurat.

Model termurah yakni varian HEV dibanderol mulai dari 7.300.000 Yen atau kisaran Rp 764 jutaan. Sedangkan untuk variant FCEV, mulai dari 8.300.000 Yen atau sekira Rp 868,67 jutaan. Harga off the road, belum termasuk paket tambahan dan pajak konsumen serta biaya lainnya.

Jika dilihat dari segmennya sebagai sedan mewah serta teknologi yang diusung, label harga jual Crown Sedan masih terbilang lumrah dan moderat.

KTM 390 Adventure 2024

Persiapan 2024, KTM 390 Adventure Punya Warna Baru

KTM 390 Adventure adalah motor petualang yang diakui punya kemampuan yang mumpuni. Terutama untuk di segmen kelas motor off road di bawah 500 cc. Kini, untuk menghadapi persaingan di thaun 2024, KTM mengumumkan kehadiran warna dan grafis body baru untuk motor ini.

Sayangnya, penyegaran ini tidak dibarengi dengan perubahan teknis. Mesin yang diusung masih satu silinder dengan kapasitas 373,2 cc. Tenaga yang dihasilkan lumayan menjanjikan yaitu 44 hp. Sementara momen puntir maksimal 37 Nm. Serupa dengan yang dipakai motor on road Duke ataupun RC 390.

390 Adventure 2024

Untuk menunjang kemampuan di jalanan non-aspal, dibekali pelek 19 inci di depan, sementara belakangnya 17 inci. Shock depan dan belakang diracik oleh WP APEX dengan kemampuan penyetelan rebound dan kompresi. Ini tentunya berguna untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pengendaranya.

Secara tampilan, tidak banyak berubah selain tambahan warna baru. Kini, 390 Adventure tersedia dalam pilihan warna silver/putih dengan rangka yang tetap berwarna orange khas KTM. Lampu depannya yang khas juga tidak berubah.

warna baru KTM 390 Adventure

Pesaing BMW G 310 GS ini dibekali dengan sederet fitur untuk mendukung pengendaraannya. Mulai dari wind screen, tangki bensin 14 liter, ABS dan traction control dengan sensor lean angle (sudut kemiringan). Tidak ketinggalan, mode berkendara yang di dalamnya termasuk mode Offroad. Untuk menahan laju, dipasang rem cakram 320 mm di depan. Sedangkan belakangnya berukuran 280 mm.

KTM 390 Adventure baru ini akan tersedia mulai bulan ini di diler-diler mereka. Untuk Indonesia, sepertinya Anda harus kontak langsung penjual KTM terdekat.

Mazda Iconic SP

Mazda Iconic SP, Ini Arti dan Tujuan Penting Kehadirannya

Kehadiran Mazda Iconic SP di Japan Mobility Show 2023 lalu memunculkan pertanyaan baru di kalangan penyuka mobil. Termasuk kami. Apakah Iconic SP akna jadi penerus Miata? Atau malah jadi RX-7 nantinya? Tapi ternyata ssemua pertanyaan itu tidak relevan. Karena Mazda punya agenda sendiri.

Ok, Mazda Iconic SP memang menunjukan arah desain mobil sport dan radster mereka. Apalagi mobil merah ini disebut punya mesin rotary dua rotor. Ditambah lampu depan model pop-up yang dikangeni oleh banyak penyuka mobil. Kami termasuk. Tapi lebih penting adalah apa yang akan ada di balik kulitnya. Paling tidak, penting untuk masa depan pabrikan Hiroshima, Jepang itu.

Mazda

Masaru Nakayama, General Manager Mazda Design Division memaparkan beberapa hal. Pertama, soal mesin rotary. Di masa depan, peraturan soal lingkungan akan semakin ketat, jadi tidak mungkin hanya menggunakan rotary untuk menjalankan mobil. Tapi mesin tanpa piston ini memiliki tenaga yang mumpuni dan dimensi yang ringkas. Jadi, karakter ini yang akan dimanfaatkan dan disandingkan dengan penggerak elektrik. Entah itu macam e-Power Nissan atau HEV.

Dan dari situ, bisa dikembangkan, apakah (turunan) Iconic SP akan jadi roadster yang ramah lingkungan atau mobil sport performa tinggi sekalian.

Platform EV

Hal berikutnya adalah, Mazda telah memutuskan kalau mulai 2025 nanti mereka akan memperkenalkan basis SKYACTIV EV. Ini adalah platform khusus mobil listrik yang sangat modular. Artinya, ukurannya bisa menyesuaikan dengan tipe body dan segmen pasarnya. Apakah sportscar, roadster atau mobil keluarga.

Dan kalau Iconic SP memanfaatkan platform tadi, ukurannya bisa macam-macam. Bahkan, nantinya akan bisa mengakomodir beberapa hal wajib yang ada di sports car atau roadster. Salah satunya adalah bobot yang ringan.

Jadi, kalau boleh menyimpulkan, Mazda Iconic SP ini hanyalah ujung yang baru terlihat. Pelajaran dan kemungkinan yang bisa dimanfaatkan oleh Mazda dengan mobil ini masih sangat banyak. Kami tetap berharap, semoga mobil sport atau roadster atau apapun nanti jadinya, tetap mempertahankan citra Mazda yang sudah terbangun dengan baik. Ambil contoh, Mazda Miata yang sejak awal hingga sekarang, banyak dipuji. 

Sumber

Lexus LF-ZL, Modal Penting Lexus Untuk Terjun Ke Pasar SUV BEV

Dua tahun terakhir ini brand mobil mewah dari Toyota Lexus, gencar mengolah segmen SUV baik konsep desain maupun versi produksi. Menilik Sebuah konsep SUV berlabel Lexus LF-ZL, apakah mobil ini hanya sebatas konsep desain atau juga dibekali teknologi mutakhir? Mari kita simak.

Platform Modular Khusus BEV

Saat melihat label namanya, kami teringat pada konsep LF-Z yang diperkenalkan Lexus pada tahun 2021 dan 2022 lalu. Kode LF bermakna “Lexus Future” disematkan pada mobil-mobil konsep Lexus.

Mobil konsep LF-Z merupakan bagian dari persiapan Lexus yang dalam beberapa tahun mendatang hanya akan memproduksi mobil listrik.

Rancang bangun LF-Z menggunakan platform khusus mobil listrik bertenaga baterai (BEV) generasi terbaru. Sedikit berbeda dari platform e-TNGA yang saat ini digunakan oleh Toyota. Desain dan rancang bangun LF-Z pun berkembang menjadi konsep SUV LF-ZL dan juga sedan-estate LF-ZC.

Tak sekadar jenis baterai dan motor elektrik. Proses produksi LF-ZL (dan juga LF-ZC) juga baru. Platform modular dibuat melalui sebuah cetakan besar (gigacasting) dibagi menjadi tiga bagian terpisah yakni depan, tengah dan belakang.

 

Dengan struktur modular terpisah, maka lebih leluasa digunakan pada beragam model dan ukuran mobil yang ingin dibuat. Beragam jenis baterai dan motor elektrik penggerak yang akan digunakan pun dapat dengan mudah disesuaikan.

Proses perakitan mobil listrik Lexus telah menggunakan sistem otomasi terpadu berteknologi AI dan otonom. Sementara, pemasangan baterai, modul ECU, motor elektrik dan roda hingga bodi pun jadi lebih cepat serta efektif.

Baterai Prismatik

Sayangnya, belum dapat dipastikan apakah Lexus LF-ZL (dan juga LF-ZC) akan menggunakan baterai termutakhir berteknologi solid state yang tengah ramai dibicarakan. Saat ini pihak pabrikan hanya menjelaskan bahwa baterai yang diusung memiliki desain baru berstruktur prismatik. Struktur sel baterai yang umum digunakan saat ini berbentuk silindris.

Menurut Lexus, baterai baru ini tak hanya memiliki konstruksi yang lebih kokoh, tahan guncang serta aman. Ukuran yang ringkas dan ramping membuat penempatan baterai pada sasis jadi lebih fleksibel.

Kapasitas dan densitas energi baterai pun lebih besar. Kemampuan jelajah dikatakan menjadi berlipat ganda dibandingkan baterai biasa yang digunakan mobil listrik saat ini. Pengisian ulang daya baterai pun dikatakan jauh lebih cepat.

Dengan baterai baru ini, perkiraan daya jelajah mampu mencapai kisaran 960 km hingga lebih dari 1.000 km. Hanya saja tak disebutkan jenis dan performa motor elektrik yang digunakan pada LF-ZL. Dari pernyataan itu, semuanya menunjukan karakteristik solid state battery.

Berbeda dengan mobil konsep LF-ZC yang menurut rencana mulai masuk jalur produksi paling cepat pada 2026 mendatang. Lexus belum berencana untuk memproduksi LF-ZL.

Toyota LC70

Toyota Land Cruiser 70 Terbaru Versi PBB, Keren Biarpun Standar

Kalau Anda mengamati perkembangan konflik dunia, yang melibatkan PBB atau Palang Merah Internasional, kemungkinan Anda akan ‘notice’ jip Toyota Land Cruiser 70 berwarna putih, dengan logo UN atau Red Cross di pintunya. Itu adalah mobil khusus yang dipesan oleh organisasi dunia. 

Land Cruiser 70 tersebut dibuat oleh Toyota Gibraltar Stockholdings (TGS). Dan kini, mereka mengumumkan kehadiran versi terbarunya. Tapi karena TLC 70 tidak pernah berubah bentuk sejak awal kelahirannya tahun 1984, maka yang baru ini juga tidak kelihatan baru. Oke, lah, ada sedikit perubahan, tapi dari sisi manapun dilihat, perubahannya sangat minimalis.

Toyota Land Cruiser PBB

Parasnya mengikuti Land Cruiser terbaru yang baru saja diperkenalkan secara global. Lampu bulat mengapit grill, sedangkan lampu sein diletakan di sisi luar moncongnya. Body kotak tidak berubah. Bahkan garis desainnya juga sama saja. Belakangnya juga begitu.

Khusus untuk TLC 70 yang dipesan oleh badan dunia tadi, diberi kode GDJ76. Menggantikan HZJ76, yang sekarang juga sebetulnya masih tersedia di gudang TGS. GDJ76 memiliki spesifikasi paling bawah di keluarga TLC 70. Lampu depannya masih halogen tanpa automatic high beam, lupakan jok kulit karpet dan segala kemewahan yang bisa Anda pikirkan.

TLC 70 versi UN

Dibuat Modular

Tapi SUV ini bisa menampung 10 penumpang, punya alternator kelistrikan yang lebih besar dibanding standar karena harus mengakomodir beberapa peralatan yang diminta oleh PBB atau Palang Merah. Contohnya, radio komunikasi atau cool box untuk membawa vaksin, organ tubuh untuk transplantasi dan sebagainya. Selebihnya, ban off road, pelek kaleng dan snorkle untuk mendukung pergerakan di medan berat. Atau kalau mau, bisa dipesan dalam berbagai bentuk.  Mulai dari pickup, cargo ataupun ambulans. 

Di balik kap mesin, terpasang mesin turbodiesel yang sama seperti Toyota Fortuner 2.8. Yaitu 1GD-FTV. Transmisi manual 6-speed jadi andalan untuk menggerakan roda. Bicara penggerak ban, tentunya dibekali sistem 4WD. Untuk GDJ76 bahkan sudah dibekali A-TRAC (Active Traction Control). Dan itulah satu-satunya fitur canggih yang ada di mobil. Differential lock saja masih manual.

Lalu, kenapa mobil untuk organisasi dunia harus standaran begitu? Jawabannya adalah perawatan dan daya tahan. Mobil-mobil ini akan berhadapan dengan medan berat di berbagai penjuru dunia, setiap hari. Kebanyakan fitur canggih akan membuat mobil tidak bisa digunakan. Selain Land Cruiser 70, TGS juga memasarkan Land Cruiser 300, Hilux double cabin, hingga Corolla Altis. 

Suasana Baru, IMOS+ 2023 Tarik Animo Ribuan Pengunjung

Pameran sepeda motor Indonesia Motorcycle Show (IMOS+) 2023 resmi berakhir pada Minggu, (29/10). Pameran yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) – BSD City ini pun berhasil mencatatkan angka 95.189 pengunjung yang hadir.

Pada IMOS+ kali ini, industri sepeda motor Indonesia juga mendapat pencapaian melalui produk-produk inovatif dan teknologi canggih, termasuk sepeda motor berbasis listrik.

Johannes Loman, Ketua Umum AISI  mengungkapkan rasa bangga terhadap keberhasilan IMOS+ 2023. “Kami sangat berharap antusiasme pengunjung selama lima hari penyelenggaraan IMOS+ dapat menjadi pendorong positif untuk capaian penjualan sepeda motor pada tahun ini,” ungkap Loman.

Menurutnya, AISI akan terus mendorong Industri sepeda motor Indonesia dalam menyajikan produk-produk dengan teknologi terkini, termasuk kendaraan listrik berbasis baterai.

Dukungan Merek Baru

Tahun ini, total lebih dari 50 merek industri otomotif turut berpartisipasi yang terdiri atas 16 merek sepeda motor dan motor listrik.

Adapun merek anggota AISI yang ikut seperti PT Astra Honda Motor, PT Suzuki Indomobil Sales, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. Tak ketinggalan dukungan merek baru seperti Royal Enfield, Scomadi, ALVA, Charged EV, Dhelvic, Greentech, Gova EV, Ion Mobility, Kool EV, Lisgo, Polytron, Savart EV, dan Selis.

IMOS+ 2023 didukung juga oleh puluhan merek industri pendukung seperti ban, spareparts, pelumas mesin dan aksesoris. Selain itu, ajang ini menjadi wadah peluncuran 4 sepeda motor baru dan salah satunya motor listrik.

Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran IMOS+ 2023 menjelaskan, total lebih dari 2.400 trip tercatat dilakukan pengunjung pada area test ride. Angka ini terhitung dari banyaknya pengunjung yang mencoba 28 unit sepeda motor yang tersedia di area test ride.

Motor dan Booth Terbaik

Perhelatan IMOS+ 2023 juga mengadakan program favorite motorcycle dan favorite booth. Kategori Favorite Booth Motorcycle >200 Sqm diraih Honda, Favorite Booth Motorcycle 80 – 200 Sqm oleh Polytron, Favorite Booth Motorcycle 20 – 65 Sqm dimenangkan Suzuki, dan Kategori Favorite Booth Supporting Industry >100 Sqm oleh FIF Group, Favorite Booth Supporting Industry <100 Sqm oleh Shell.

Untuk Favorite Motorcycle berhasil diraih Honda Scoopy yang memenangkan penghargaan Daily Bike. Kemudian kelas Big Bike dimenangkan Yamaha MT-07. Electric Bike diraih Yamaha E01, Most Ridden Motorcycle Electric dimenangkan oleh Alva Cervo. Most Ridden Motorcycle Internal Combustion Engine (ICE) dimenangkan oleh Suzuki VStrom 250 SX. Terakhir, Special Exhibit Motorcycle dimenangkan oleh Honda RC213V.

Sampai bertemu di ajang IMOS tahun depan!

Nissan Skyline GT-R

All New Nissan GT-R Masih Lama, Ini Alasannya

Salah satu icon dunia otomotif adalah Nissan GT-R. Masalahnya, yang ada sekarang sudah beredar sejak 2007 dan sudah mendesak untuk ganti generasi. Karena terlalu lama ini juga, terkesan Nissan malas-malasan untuk meremajakan mobil kencang tersebut. Tapi ternyata ada alasan lain: All Solid-state Battery (ASSB).

Seperti pabrikan lain, Nissan mencanangkan untuk melistrikan semua produknya. Salah satu target mereka adalah, mobil listrik dengan solid state battery (baterai padat) mulai 2028. Ini termasuk GT-R yang akan ganti format jadi mobil dengan elektrifikasi. Untuk diketahui, solid state battery adalah teknologi yang saat ini sedang dikembangkan oleh beberapa pabrikan mobil. Yang sudah diketahui, Toyota dan Nissan mengembangkan sendiri baterai ini.

Baterai tersebut, menggunakan elektrolit dan elektroda padat, bukan gel cair macam yang ada di lithium-ion sekarang. Kelebihannya, waktu pengisian ulang bisa dipangkas hingga sepertiganya. Dan juga memiliki kepadatan energi lebih baik.

Kembali ke soal Nissan GT-R, pimpinan divisi produk global Nissan, Ivan Espinosa mengatakan bobot adalah musuh utama mobil berperforma. Karena baterai yang ada sekarang terlalu berat, mereka akan menunggu ASSB, sebelum digunakan pada nama legendaris itu. Makanya, GT-R baru tidak akan keluar dalam waktu dekat.

Harganya Masuk Akal

Nissan Hyper force

Masih menurut Espinosa, kepadatan energi ASSB akan membuat baterai berukuran lebih compact. Sehingga engineer GT-R bisa mempertahankan konfigurasi kabin 2+2 (kapasitas tempat duduk empat orang).

Selain itu, soal penggerak, dikatakan tergantung tim pengembangan maunya seperti apa. Bahkan bukan tidak mungkin kalau setiap roda diberikan motor listrik sendiri. Soal performa juga Nissan sepertinya belum punya jawaban pasti. Tapi kalau mengacu pada Nissan Hyper Force Concept yang dipajang di JMS 2023 lalu, mobil tersebut punya output hingga 1.341 hp. Mungkin ini bisa jadi acuan. Hyper Force sendiri adalah mobil konsep yang menggambarkan supercar masa depan Nissan. Meski mereka tidak mengakui ini akan jadi penerus ‘Godzilla’, tapi bentuknya seolah mengatakan itu semua.

Yang menarik adalah, Espinosa menegaskan juga kalau GT-R nanti, tidak bisa jadi mobil yang terlalu eksklusif. Ia seperti memberikan petunjuk kalau mobil itu nantinya akan punya harga yang cukup masuk akal.

Sumber: Top Gear

Mitsubishi D:X Concept di TMS 2023

Mitsubishi D:X Concept Gambaran MPV 4WD Masa Depan

Perhelatan event Japan Mobility Show (JMS) 2023 di Tokyo, Jepang didominasi mobil konsep. Namun tak banyak mobil konsep bergenre MPV seperti Mitsubishi D:X Concept yang ditampilkan oleh brand berlogo Tiga Berlian.

Apakah konsep Delica masa depan ini bakal segera masuk jalur produksi? Sabar, kita kupas dahulu satu persatu soal mobil konsep yang satu ini.

4WD Elektrifikasi

Secara garis besar, Mitsubishi Motors menjadikan D:X Concept sebagai demonstrator sekaligus bahan studi desain dan teknologi.

Dari jenisnya, Delica merupakan kendaraan penumpang jenis MPV. Akan tetapi Mitsubishi meramu rancang bangun Delica menjadi MPV elektrifikasi berpenggerak 4WD, sehingga lahirlah mobil konsep Delica D:X Concept.

 

 

Nah, Delica tak serta merta berubah wujud menjadi mobil listrik bertenaga baterai (BEV). Sebagai tahap awal, Delica D:X Concept dibekali mesin berteknologi plug-in hybrid (PHEV).

Hanya saja perihal spesifikasi lengkap dari mobil konsep ini tak dijabarkan secara rinci. Mitsubishi Motors hanya mengatakan bahwa teknologi PHEV yang digunakan sama seperti di mobil produksi Mitsubishi saat ini.

Yang pasti, sistem bantu stabilitas S-AWC dibekalkan pada Mitsubishi D:X Concept. Teknologi berkendara yang dibekalkan tak jauh beda dengan crossover dan SUV yang saat ini diproduksi oleh Mitsubishi seperti XForce dan Pajero Sport.

Dynamic Shield Tetap 

Wajah D:X Concept mengusung gaya desain Dynamic Shield. Di bawah bumper depan terpasang skid plate yang semakin menguatkan aura mobil petualang.

Kesan garang dan kekar perkasa kian ditonjolkan oleh desain fender model lebar dan sedikit gembung. Di bagian atap pun terdapat box perkakas layaknya mobil off-road di Rally Dakar.

Serbaguna Berteknologi Canggih

Mitsubishi D:X Concept tetap memiliki fungsionalitas khas MPV yakni kabin yang lapang dan nyaman.

Mitsubishi merancang konfigurasi tempat duduk pada kabin Delica dengan pola 2+2+2. Bangku baris kedua dan ketiga dapat dilipat rebah bilamana diperlukan. Hal ini tentunya untuk memaksimalkan volume kargo pada kabin.

Yang menakjubkan, jok depan dapat diputar. Mengingatkan kami pada Delica V6 awal era 2000an yang jok tengahnya dapat diputar.

Penumpang dan pengemudi bahkan dapat melihat apa yang ada di depan mobil via teknologi Virtual Reality (VR). Peningkat visibilitas berkendara ini jelas lebih canggih dari  kamera pemantau di bagian depan.

Tak sekadar menggunakan layar sentuh digital pada panel instrument berkendara. Sistem infotaintment pada mobil ini dilengkapi “asisten pribadi” interaktif berbasis AI.

Oya, sistem audio pada D:X Concept pun dirancang khusus oleh Yamaha seperti halnya pada XForce.

Mitsubishi belum berencana membawa D:X Concept ke jalur produksi dalam waktu dekat. Hanya saja, desain dan teknologi yang diusung pada mobil konsep ini akan menjadi acuan untuk mobil yang akan diproduksi oleh Mitsubishi Motors. Hmm…generasi terbaru dari XPander? Mengapa tidak?