Toyota Land Cruiser 40 Series, Tampangnya Gahar Banyak Penggemar

Kendaraan ini sukses membangkitkan nostalgia bagi siapa saja yang melihatnya. Mungkin ada memori bersama mobil milik orang tua mereka. Atau teringat mobil dinas militer yang dulu banyak terlihat di jalanan. Atau bahkan malah kuatir, karena zaman dahulu banyak digunakan oleh pelaku kriminal di Tanah Air. Mobil ini ialah Toyota Land Cruiser 40 Series.

Sebagai generasi ketiga dari Land Cruiser, perjalanan Toyota dalam menciptakan kendaraan serbaguna tidak terlepas dari kebutuhan dari Keisatsu Yobitai atau kesatuan polisi nasional di Jepang. Di tahun 1950, Keisatsu Yobitai dan kesatuan militer Amerika yang berada di Jepang, membutuhkan kendaraan serbaguna yang ringkas.

Toyota, Mitsubishi, dan Nissan melakukan tender. Toyota mengembangkan prototipe Jeep BJ, yang menjadi embrio dari Land Cruiser. Walaupun Toyota tidak memenangkan kontrak, mereka tetap saja mengembangkan prototipe tersebut bersama sejumlah pihak pemerintahan dan perusahaan lain. Di tahun 1951, Toyota menjajal mobil tersebut di Gunung Fuji hingga pos keenam, dan menjadi satu-satunya kendaraan yang pernah dibawa ke sana.

Ekspor ke Timur Tengah

Berkat kemampuan tersebut, kepolisian langsung memesan 289 unit untuk digunakan sebagai jajaran mobil patroli. Di tahun 1954, Toyota langsung ngebut untuk melakukan produksi massal dan mengubah nama kendaraan tersebut menjadi Land Cruiser. Ekspor perdana Toyota Land Cruiser dikirim ke Pakistan tahun pada 1954 dan ke Arab Saudi menyusul pada tahun 1955. Ketangguhan Land Cruiser mampu memikat konsumen karena sesuai dengan kebutuhan saat itu.

Hal tersebut berkaitan kuat dengan kondisi geografis negara-negara dunia yang belum terhubung dengan baik oleh jalan aspal mulus, bahkan banyak di antaranya masih hutan lebat atau gurun tandus pada masa itu. Untuk itu ekspor perdana Land Cruiser dikirim ke wilayah Asia Selatan dan Timur Tengah, krena sebagian besar kontur jalanannya masih didominasi oleh gurun dan pasir, dan ditambah dengan tantangan cuaca yang begitu berat.

Menyusul di tahun 1955, Toyota menghadirkan Land Cruiser generasi kedua atau 20 Series. Bentuknya semakin diperhalus dan dibuat jauh berbeda dari Jeep asal Amerika. Bulan Agustus 1960, menjadi salah satu momen penting bagi perjalanan bisnis Toyota. Sebab, Land Cruiser generasi ketiga atau 40 Series diperkenalkan. Berkat reputasinya yang luar biasa, kemampuannya yang andal di segala medan, membuat mobil ini amat dinantikan oleh banyak pihak. Tidak hanya bagi kesatuan militer, dinas pemerintahan, tapi juga konsumen luas.

Diproduksi Lebih dari Seperempat Abad

Selama puluhan tahun Toyota Land Cruiser 40 Series berhasil diproduksi di berbagai negara. Tidak hanya di Jepang, bahkan dirakit di Malaysia, Venezuela, Indonesia, dan Brazil. Mayoritas diproduksi hingga tahun 1984. Namun, khusus di Brazil, produksinya hingga tahun 2001. Land Cruiser 40 Series ini dipasarkan dengan berbagai varian chassis, bodi dan mesin, untuk dapat memenuhi kebutuhan banyak pengguna.

Di Indonesia, Toyota Land Cruiser 40 Series ini telah ada sejak era 1960an. Mayoritas digunakan sebagai kendaraan dinas bagi Resimen Tjakrabirawa. Memasuki periode 1970an, popularitas Toyota Land Cruiser 40 Series semakin meningkat. Karena tidak hanya erat dengan mobil dinas militer, tapi juga banyak digunakan oleh instansi pemerintahan, hingga konsumen yang menginginkan kendaraan serbaguna.

Setelah dijual resmi oleh Toyota di Indonesia, mobil ini ditawarkan dengan dua varian bodi, yaitu Softtop dan Hardtop. Lalu untuk pilihan mesinnya ada yang bensin (dengan kode bodi FJ40) dan diesel (dengan kode bodi BJ40). Yang kami jumpai kali ini ialah FJ40 keluaran tahun 1982, dan telah direstorasi menyeluruh, termasuk penambahan fitur penunjang kenyamanan berkendara. Sebut saja sistem audio, power steering, dan sistem penyejuk udara (A/C).

Walaupun kini Toyota Land Cruiser 40 Series sudah menjadi unit yang bernilai, tapi masih ada beberapa pengguna yang mempercayakannya sebagai kendaraan ‘pencari duit’. Bisa untuk menarik genset listrik, maupun sebagai kendaraan wisata offroad di kawasan pegunungan. Tak ketinggalan masih ada masyarakat Indonesia masih menyimpan stigma kurang sedap terhadap mobil ini, karena dianggap sebagai mobil tukang culik. Tapi itu dulu. Kalau sekarang, tukang culiknya bisa ‘boncos’ buat isi bensin…

First Impression: Toyota Land Cruiser FJ

Dimensi yang lebih ringkas menjadi salah satu keunggulan dari All-New Land Cruiser FJ untuk ikut berlaga di medan non-aspal. Sebab kami mendapat kesempatan untuk merasakannya di Gumuk Pasir, Yogyakarta. Anggota terbaru keluarga Toyota Land Cruiser ini tetap sigap menghadapi tanjakan, turunan, hingga permukaan pasir yang mudah berubah.

All-New Land Cruiser FJ membawa DNA Land Cruiser dalam format yang lebih compact, praktis, dan sesuai untuk berbagai gaya hidup. Desainnya memadukan inspirasi dari FJ40 dengan karakter modern keluarga Land Cruiser, menghasilkan tampilan yang unik tapi tetap tangguh.

Pengembangannya tetap mengacu pada prinsip TRUST: Go Anywhere and Everywhere, Then Come Back Safe and Well. Ketangguhan khas Toyota Land Cruiser dipadukan dengan dimensi yang lebih ringkas dan lincah, sehingga FJ ini dapat digunakan mulai dari aktivitas sehari-hari, hingga eksplorasi di medan off-road.

Didukung Mesin Andal

Land Cruiser FJ dibangun di atas platform body-on-frame IMV dan menggunakan sistem penggerak part-time 4WD. Wheelbase sepanjang 2.580 mm serta radius putar 5,5 meter membuatnya lebih mudah bermanuver, baik di area perkotaan maupun jalur off-road yang lebih terbatas.

Kemampuan jelajahnya didukung approach angle 30 derajat, departure angle 38 derajat, dan breakover angle 25 derajat. Land Cruiser FJ juga memiliki kemampuan menanjak hingga 45 derajat, hingga menghadapi kemiringan samping hingga 44 derajat. Termasuk mampu melintasi genangan air dengan kedalaman hingga 700 mm.

Di balik kap mesin terdapat mesin bensin 2TR-FE 4-silinder 2.7 liter dengan tenaga 164 hp dan torsi 245 Nm, dipadukan bersama transmisi otomatis 6-speed dengan fitur Super ECT. Sistem part-time 4WD menyediakan pilihan 2H, 4H, dan 4L, ditambah Rear Differential Lock. Sistem penggerak tersebut dapat menjaga traksi ketika menghadapi medan yang lebih menantang.

Luwes Di Medan Pasir

Wheelbase yang relatif pendek membantu kendaraan lebih lincah menghadapi perubahan kontur medan yang ditempuh. Sedangkan approach angle dan departure angle, mendukung kendaraan saat melewati tanjakan maupun turunan pasir.

Pada permukaan pasir yang lebih dalam, pilihan 4L memberikan rasio gigi lebih rendah sehingga kendaraan dapat mempertahankan daya dorong pada kecepatan rendah. Pengemudi dapat menjaga momentum tanpa harus mengandalkan kecepatan tinggi untuk melewati medan.

Ketika traksi semakin menantang, Rear Differential Lock membantu kedua roda belakang menerima putaran secara lebih merata sehingga kendaraan tetap memperoleh daya dorong ketika salah satu roda mulai kehilangan cengkeraman.

Kombinasi Efektif

Kombinasi tersebut membuat Land Cruiser FJ dapat bergerak perlahan namun tetap terkontrol ketika menaiki maupun menuruni kontur pasir. Di sinilah karakter FJ terasa berbeda. Bukan hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga memanfaatkan dimensi ringkas, gearing, dan sistem 4WD untuk menghadapi medan.

Ketika menghadapi tanjakan, sistem dapat mempertahankan gigi yang sesuai agar tenaga tetap tersedia. Sebaliknya, saat menuruni bukit, transmisi dapat memanfaatkan gigi lebih rendah untuk membantu menghasilkan efek engine brake. Sehingga kecepatan kendaraan lebih mudah dikontrol.

Karakter ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih natural. Misalnya, ketika pengemudi harus berpindah dari permukaan datar menuju tanjakan, maupun turunan pasir. Dimensinya yang lebih ringkas dibanding model Land Cruiser Lain, sistem part-time 4WD, pilihan 4L, serta Rear Differential Lock, memberikan Land Cruiser FJ kombinasi yang efektif untuk menjelajah medan di luar jalan raya.

Vovo Toys Perkenalkan Tomica Limited Vintage NEO Eksklusif Perdana untuk Pasar Indonesia

Vovo Toys, distributor resmi TOMYTEC di Indonesia, memperkenalkan Tomica Limited Vintage NEO (TLV-N) Toyota Land Cruiser 40 Blue, model diecast skala 1/64 yang dikembangkan secara khusus untuk pasar Indonesia. Model eksklusif ini akan tersedia dalam jumlah terbatas pada dua pameran otomotif dan diecast, yaitu Indonesia Diecast Expo (IDE) Thirteen 2026 dan Indonesia Modification Expo (IMX) 2026.

“Model ini hadir dengan berbagai elemen khas Indonesia dan menjadi salah satu bentuk keseriusan TOMYTEC terhadap perkembangan pasar kolektor di Indonesia. Indonesia juga menjadi negara pertama yang menghadirkan kolaborasi eksklusif seperti ini bersama TOMYTEC,” ujar Nodorvo Kurniawan, Founder Vovo Toys.

Edisi Perdana Indonesia Classics Edition
TLV-N Toyota Land Cruiser 40 Blue menjadi model pertama dalam seri Indonesia Classics Edition, sebuah seri yang secara khusus dikembangkan untuk pasar Indonesia. Model ini diproduksi secara terbatas sebanyak 5.000 unit Terbagi menjadi 3.000 unit sebagai IDE Thirteen 2026 Exclusive, dan 2.000 unit untuk IMX 2026 Exclusive.

Background Lanskap Ikonik Indonesia

Identitas Indonesia menjadi salah satu elemen utama dalam proyek ini. Masing-masing versi hadir dengan desain art box berbeda yang menampilkan ilustrasi Toyota Land Cruiser 40 dengan latar lanskap ikonik Indonesia. Jika versi IDE Thirteen menampilkan Gunung Bromo, maka versi IMX 2026 menampilkan Gunung Merapi. Kedua artwork tersebut merupakan karya ilustrator Indonesia, Yosia Raduck.

Karakter khas Toyota Land Cruiser 40 direplikasi secara detail dalam skala 1/64 dengan mengacu pada data dan referensi dari kendaraan asli. TLV-N dikenal dengan konstruksi berbahan metal yang memberikan bobot khas serta tingkat detail tinggi. Berbagai elemen eksterior, mulai dari lampu, bumper, spion hingga finishing warna, dibuat untuk merepresentasikan kendaraan aslinya secara akurat.

Sentuhan Indonesia juga hadir melalui penggunaan plat nomor Indonesia dengan desain period-correct, yang disesuaikan dengan era kendaraan tersebut. Salah satu fitur menarik pada model ini adalah sistem suspensi yang dapat bergerak. Memberikan karakter yang lebih realistis ketika model ditampilkan maupun digerakkan. Detail interior juga direproduksi secara menyeluruh. Termasuk dashboard, posisi setir, jok, serta berbagai elemen kabin yang mengacu pada kendaraan aslinya.

Dibandrol Rp 789 ribu

Unit ini akan dipasarkan dengan harga Rp 789 ribu dan hanya tersedia melalui booth TOMYTEC pada dua event saja. Yang pertama di Indonesia Diecast Expo (IDE) Thirteen 2026 selama 26-27 September 2026. Sedangkan yang kedua di Indonesia Modification Expo (IMX) 2026, pada 9-11 Oktober 2026. Kedua event tersebut dilangsungkan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Selain model eksklusif, Vovo Toys juga menyiapkan sejumlah program khusus bagi pengunjung dan kolektor selama kedua event berlangsung. Pada IDE Thirteen, 50 pembeli pertama setiap harinya akan mendapatkan Overlanding Diorama Display hasil kolaborasi Vovo Toys x ARTBERUANG. Sedangkan 150 pembeli berikutnya setiap hari akan mendapatkan Off-Road Diorama Base dari BNW Works.

Khusus pada IMX 2026, 200 pembeli pertama akan mendapatkan bonus Off-Road Diorama Base. Sebagai bagian dari program kolektor, Vovo Toys dan TOMYTEC juga menghadirkan Limited Edition Card dengan desain berbeda untuk masing-masing versi. Sebanyak 500 kartu bernomor akan disisipkan secara acak ke dalam packaging versi IDE Thirteen. Lalu 500 kartu bernomor lainnya akan disisipkan secara acak pada packaging versi IMX 2026.

First Come First Serve

Kolektor yang berhasil mendapatkan satu Limited Edition Card versi IDE dan satu Limited Edition Card versi IMX, berkesempatan untuk menebus Limited Merchandise Set dengan harga Rp 299 ribu. Merchandise Set tersebut terdiri dari Special Design Limited Edition Gift Box, Notebook, Keychain, Sticker, Tote Bag TLV-N.

Program penukaran hanya tersedia pada IMX 2026 dan dibatasi sebanyak 200 set. Setiap gift box juga dilengkapi nomor serial. Karena jumlah merchandise set lebih sedikit dibandingkan jumlah kartu yang beredar, penukaran dilakukan berdasarkan prinsip first come, first served selama persediaan masih tersedia.

Hari Ini Julian Johan Siap Ngebut di Rally Dakar 2026

Ajang motorsport bergengsi, Rally Dakar 2026, digelar pada 3 hingga 17 Januari. Setelah tidak ambil bagian di Rally Dakar selama 14 tahun, kini pereli Indonesia turut berkompetisi dalam event yang diadakan di Arab Saudi ini. Julian Johan, menjadi pereli yang ikut dalam ajang rally paling ganas tersebut.

Sedikit kembali ke masa lalu, sebelum Julian Johan, ada dua nama pereli Tanah Air yang sempat bertarung dalam Rally Dakar. Mereka adalah Tinton Soeprapto yang berpartisipasi pada tahun 1988. Lalu, Kasih Anggoro pada tahun 2010 dan 2011.

Menurut pria yang akrab disapa Jeje, kompetisi ini bukan hanya sekedar mimpi kecilnya, tetapi seiring berjalannya waktu, keikutsertaan dua senior sebelumnya itu turut menjadi inspirasi dalam merealisasi mimpinya tersebut.

Harus Nekat dan Berani

“Mereka termasuk orang-orang yang membuat saya memiliki motivasi lebih untuk melanjutkan perjuangan mereka. Rally Dakar tidak hanya membutuhkan biaya yang besar, tetapi juga membutuhkan keberanian yang luar biasa,” terang Jeje yang berpasangan dengan co-driver Mathieu Monplaisi dari Prancis.

Baginya, hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, medan yang sangat ekstrem dan panjang, memerlukan faktor kenekatan dan memberanikan diri. Meskipun para peserta belum tahu akan seperti apa hasilnya. Selama ini, Jeje kerap mengikuti setiap perkembangan Rally Dakar melalui dunia maya.

“Memang Rally Dakar ini semuanya serba baru bagi saya. Mulai dari mobil yang digunakan, kemudian cuaca serta iklim yang harus dilalui. Tetapi mengenai persiapannya, lebih ke arah bagaimana teknik untuk bisa mengemudikan mobil di permukaan pasir,” imbuh Jeje.

Target Bisa Finish Setiap Hari

Sesi latihan di Maroko, Afrika Utara, dan sejumlah penyesuaian, telah ia lakukan. Sehingga pada saat Rally Dakar 2026 berlangsung, ia memiliki sudah memiliki sedikit gambaran. Jeje tidak terlalu muluk-muluk dalam memasang target, sehingga ia punya target yang lebih realistis.

“Yang saya targetkan adalah setiap harinya bisa berjalan dengan lancar, saya bisa mencapai finish setiap hari dengan keadaan kendaraan utuh, minim kerusakan, serta semua tim dalam keadaan baik,” harapnya.

Untuk mengantisipasi beberapa hal pada saat balapan nanti, Jeje lebih mempersiapkan barang-barang bawaan yang bersifat survival. Mulai dari obat-obatan, perlengkapan camping, serta berbekal pengetahuan rescue atau recovery mobil.

Semangat Merah Putih

Terkait penggunaan unit Toyota Land Cruiser 100, mobil tersebut memang bukan mobil keluaran baru. Namun, ia memiliki pengalaman untuk mengendarai Sport Utility Vehicle (SUV) tersebut, sehingga tidak banyak adaptasi yang dilakukan.

Mobil ini merupakan unit yang mengantarkan tim Toyota Jepang menjadi juara Rally Dakar di awal tahun 2000an. Selang beberapa lama, akhirnya mobil tersebut dibeli oleh Compagnie Saharienne. “Warna merah putih mewakili Indonesia, dan sedikit warna hitam berkaitan dengan para sponsor yang ada. Sengaja saya ingin melanjutkan semangat Indonesia di livery ini,” tutup Jeje.

Mendekati Rally Dakar 2026, Jeje Latihan Langsung di Gurun Sahara

Julian Johan, pereli Indonesia yang akan tampil di ajang Rally Dakar 2026, belum lama ini menyelesaikan sesi latihan resmi, yang diadakan di Gurun Sahara, Maroko, Afrika Utara. Latihan tersebut diadakan pada awal September 2025 silam, bersama tim Compagnie Saharienne.

Ada sejumlah hal yang dipelajari secara langsung oleh pria yang akrab disapa Jeje ini. Mulai dari adaptasi terhadap unit Toyota Land Cruiser Seri 100 dengan format Left Hand Drive (LHD), pengenalan rute, hingga simulasi kompetisi yang nantinya diselenggarakan di atas gurun pasir Arab Saudi.

Pembekalan Secara Praktek

Selama lima hari melakukan latihan bersama tim Perancis tersebut, Jeje, menjelaskan dalam sesi latihan dirinya tidak hanya mendapat pembekalan secara praktek. Namun ia juga mendapatkan pengetahuan secara teori yang disampaikan oleh mentor. Hal ini dimaksudkan agar dirinya mendapat gambaran untuk kompetisi secara utuh, serta beberapa hal penting terkait kompetisi Rally Dakar 2026.

“Jadi mobil yang saya pakai pada saat latihan kemarin itu sebenarnya bukan yang nanti akan saya pakai. Memang sama-sama Land Cruiser yang Seri 100, serta spesifikasi juga sama persis. Tapi karena mobil yang saya sewa itu belum siap, jadi pakai mobil yang satunya lagi. Dan memang sudah siap untuk dipakai latihan,” jelas Jeje.

Akan Tempuh 8.000 kilometer

Terkait menu latihan yang dilakukan di Gurun Sahara, meliputi adaptasi komunikasi dengan navigatornya, Mathieu Monplaisi, yang juga berkebangsaan Prancis. Di samping itu, Jeje, juga melakukan pengetesan mengendarai mobil di gurun, yang menurutnya memang memiliki perbedaan sangat besar, dengan apa yang pernah ia lakukan di medan off-road manapun.

Karakter pasir yang halus, ditambah dengan hamparan pemandangan yang sama di setiap sudut jalan, merupakan hal baru yang memang harus diantisipasi agar tidak jenuh selama berkompetisi nanti. “Kita memang dituntut untuk selalu fokus pada saat menyetir. Bukan hanya karena balapannya yang menempuh jarak hingga 8.000 kilometer saja. Tetapi hamparan pemandangan pasir halus sangat menguras adrenalin,” urainya.

Dipercaya Oleh Panitia Rally Dakar

Terkait alasan Jeje melakukan kolaborasi dengan tim Compagnie Saharienne, ada beberapa faktor yang membuat ia akhirnya menjatuhkan pilihan ke workshop tersebut. Dalam pengetahuannya, bengkel balap ini memang dikenal sangat baik atas eksistensinya di ajang rally tersebut.

“Tim Compagnie Saharienne memiliki pengalaman yang baik untuk Rally Dakar. Bengkel ini sudah tahu betul apa yang dibutuhkan, secara spesifikasi mobil, secara settingan karakter mobilnya. Karena fakta menariknya, workshop ini yang juga membangun mobil untuk digunakan oleh panitia Rally Dakar ketika membuat track,” tambah Jeje.

Medan Keras Siap Menghadang

Jeje juga turut mengungkapkan kehadirannya untuk ajang Rally Dakar 2026, turut membuat tim ini terkejut. Benar-benar tidak menyangka bahwa ada peserta dari Indonesia, yang akhirnya memutuskan untuk ikut dalam Rally Dakar. “Pertama mereka tuh antusias karena ini ada orang Indonesia dari negara yang tidak disangka akan ikut. Karena mungkin Indonesia itu bukan satu negara yang yang diprediksi akan ikut,” pungkasnya.

Melalui keikutsertaannya pada ajang Rally Dakar 2026, putra pereli nasional Ismail Johan ini, memiliki target untuk bisa menyelesaikan kompetisi hingga garis finish. Mengingat kerasnya medan yang akan dihadapi, serta durasi balap yang sangat panjang, bisa menyentuh garis finish merupakan sebuah pencapaian besar.

Jelang Dakar Rally 2026, Julian Johan Siap Latihan di Sahara

Beberapa waktu silam, pereli Julian Johan, mengumumkan akan berpartisipasi pada ajang Dakar Rally 2026. Usai melakukan pendaftaran, kini ia segera melakukan sesi latihan bersama tim asal Perancis, Compagnie Saharienne. Rencananya Latihan tersebut diselenggarakan di Gurun Sahara, Afrika Utara, pada September 2025 nanti.

Hal ini akan melengkapi serangkaian tes yang ia lakukan, sebelum memiliki kemampuan optimal untuk melibas ganasnya gurun pasir Arab Saudi. Di samping itu, latihan di Gurun Sahara juga dimaksudkan agar menopang performa. Mengingat pada kompetisi ini akan jauh lebih berat dari Asia Cross Country Rally (AXCR), yang pernah ia ikuti pada tahun 2023 dan 2024.

Sebelumnya, pada awal Agustus 2025 lalu ia bersama timnya sempat melakukan latihan perdana, di Gumuk Pasir, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesi tersebut dimanfaatkan untuk membiasakan diri, ketika mengendarai mobil di medan pasir. Sekaligus mencari ritme agar mendapatkan bayangan kondisi nanti di Dakar Rally 2026.

Latihan Awal Pakai Toyota Fortuner

“Jadi kalau kemarin yang di Gumuk Pasir itu latihan pertama. Sebenarnya pada saat latihan kemarin, lokasi itu adalah yang paling menyerupai dengan padang pasir. Karena di Indonesia tidak ada yang seperti itu, jadi kita fokuskan latihan di Gumuk Pasir. Kemarin saya pakai Toyota Fortuner yang dipinjamkan oleh PT Toyota Astra Motor. Mobilnya pun belum ada modifikasi apa-apa, hanya mengganti ban dengan jenis M/T,” papar pria yang akrab disapa Jeje.

Untuk porsi latihan di Gurun Sahara nanti, Jeje bakal melakukan beberapa pengujian. Di samping itu, pada kesempatan itu pula, ia akan menggunakan Toyota Land Cruiser 100, kendaraan yang bakal ia besut di Dakar Rally 2026.

Untuk mengikuti reli paling ganas di dunia ini, menurutnya lebih memungkinkan untuk melakukan penyewaan kendaraan dari tim, yang memang sudah memiliki pengalaman. Alasan tersebut juga untuk menghindari beberapa hal terkait regulasi, pengiriman, serta biaya persiapan unit kendaraannya.

Co-driver Asal Perancis

“Pada saat latihan berikutnya akan kita lakukan di Gurun Sahara di Afrika. Latihan di awal September itu sudah menggunakan Toyota Land Cruiser 100, yang sudah disiapkannya dari Perancis. Karena kami belum pernah ikut reli ini, maka lebih baik sewa di satu workshop yang memang sudah langganan ikut Dakar Rally. Sewanya itu sudah termasuk dengan tim support beserta kendaraan, dan  mekanik,” imbuhnya.

Jeje akan ditemani oleh co-driver asal Perancis. Ada beberapa hal yang nantinya akan ia pelajari dalam latihan bersama tim dan co-driver. Tentu terkait adaptasi terhadap mobil yang menggunakan setir kiri. Kemudian belajar teknik menyetir di gurun pasir, termasuk mempelajari navigasi yang menjadi hal penting untuk Dakar Rally.

“Saya memutuskan agar co-driver merupakan orang yang memang sudah pengalaman. Namanya Mathieu Monplaisi, dia juga memiliki pengalaman di Dakar ini,” tutup Jeje.

Toyota Land Cruiser FJ

Wujud Toyota Land Cruiser FJ Terlihat, Pakai Platform Rangga

Dua tahun lalu, saat memperkenalkan Land Cruiser Prado Toyota sempat mengeluarkan gambar teaser produk SUV yang sedang mereka kembangkan. Tidak disebutkan namanya, tapi kemungkinan besar itu adalah Toyota Land Cruiser FJ.

Kini, gambar yang lebih jelas soal Toyota Land Cruiser FJ mulai muncul. Diambil dari gambar desain yang dipatenkan, di Filipina.

Toyota memang sempat terdeteksi mendaftarkan paten di negara itu, namun baru kali ini gambarnya muncul ke dunia maya. Yang pasti, tidak lama setelah mereka mengeluarkan gambar teaser, Toyota juga mendaftarkan merek dagang Land Cruiser FJ.

Dari proporsi desainnya, ada banyak hal yang menimbulkan tanda tanya. Pertama adalah pilar D yang tebal dan berpotensi menimbulkan blind spot. Bemper belakang juga seperti terlalu tebal. Tapi terlihat jelas ada ban serep di pintu bagasi.

Yang pasti, desainnya terlihat polos. Tanpa roof rail, atau fog lamp. Versi ‘basic’? Mungkin saja. Karena rasanya tidak mungkin hanya akan dipasarkan dalam satu varian.

Platform Rangga

Toyota Hilux Rangga SUV dan pickup

Toyota Land Cruiser FJ dikatakan memanfaatkan platform IMV-O yang juga dipakai oleh Toyota Hilux Rangga. Mungkin karena itu juga, kenapa dari moncong hingga pilar B ada banyak kemiripan. Terutama di bagian spakbor depan. Dimensinya juga pastinya tidak akan jauh berbeda. 

Karena itu, sah saja kalau diperkirakan calon SUV 4×4 compact ini menggunakan mesin turbo diesel dari keluarga GD. Terutama untuk pasar negara-negara berkembang. 

Toyota Land Cruiser FJ depannya mirip Rangga

Land Cruiser FJ memang masih diselubungi dengan ketat oleh Toyota. Namun kalau melihat gambar paten tersebut, serta spekulasi dari berbagai media luar negeri, desainnya akan banyak dipengaruhi oleh mobil konsep Compact Cruiser EV. Meskipun kemungkinan besar penggeraknya adalah mesin konvensional atau hybrid.

Belum ada kepastian juga bahwa Land Cruiser FJ akan segera hadir. Rumornya, kuartal ketiga atau keempat 2025. Kalau betul, kemungkinan diperkenalkan di gelaran Japan Mobility Show 2025, yang akan berlangsung bulan Oktober mendatang.

Sumber: TopGear Filipina

Tim Jejelogy GHP Memuaskan di Etape 1 AXCR 2024

Julian Johan bersama tim Jejelogy GHP, berhasil menuntaskan etape pertama Asia Cross Country Rally (AXCR) 2024 dengan hasil memuaskan. Pencapaian tersebut tentu tidak terlepas dari dukungan dari dua co-driver andalan Chupong Chaiwan (Thailand) dan Recky Resanto (Indonesia).

Pada sesi pembuka yang dilangsungkan Senin (12/08/2024), pantia penyelenggara terpaksa melakukan pemangkasan jarak Special Stage etape pertama. Dari yang semula 162 kilometer, menjadi 70 kilometer. Hal ini dikarenakan faktor curah hujan yang ekstrem, sehingga membuat lintasan tidak layak untuk digunakan.

Komunikasi harus lancar

Meski jarak tempuhnya menjadi lebih pendek, hal ini tidak membuat spirit Julian Johan bersama tim jadi berkurang di atas lintasan. Sebab, berkaca dari strategi tim yang telah ditetapkan di awal, pada sesi tersebut ia lebih berfokus untuk menjalin komunikasi yang ideal di dalam mobil melalui interkom.

Berbekal komunikasi yang baik dari dua co-driver, tentu ini menjadi salah satu penopang keberhasilan mereka untuk tampil secara optimal. Pembagian tugas yang telah ditetapkan sejak awal berjalan dengan sangat baik, dan keduanya berhasil menyampaikan pacenote selama balapan.

Dihadang track sempit

Terkait lintasan yang dilalui, rute yang diberikan oleh panitia penyelenggara memang belum melintasi wilayah lain, maupun back to back ke Surat Thani. Meskipun begitu, karakter lintasannya tetap memacu adrenalin dan harus dilalui dengan cermat, lantaran dimensi mobil reli yang digunakan memiliki dimensi besar.

“Untuk karakter track pada hari pertama ini, memang cukup cepat. Ada banyak lintasan lurus, tapi tetap dalam kondisi jalan yang sempit. Bahkan ada beberapa bagian yang sangat sempit, sehingga membuat mobil kami harus melaju pelan, supaya tidak kena pohon di kanan dan kiri,” ungkap pria yang akrab disapa Jeje ini.

Pada etape pertama tim Jejelogy sukses bertengger di posisi pertama di Kelas T1G, dan sukses menempati urutan kesembilan di klasemen umum (overall). Hasil awal ini akan dijadikan pijakan untuk bisa tampil lebih maksimal pada special stage kedua.

“Special Stage berikutnya akan lebih panjang dan kami mau mencoba mempertahankan gap waktu. Karena dengan lintasan yang panjang, saya harus mengatur strateginya lagi,” jelasnya.

Tim Jejelogy GHP Bidik Juara Kelas T1G di AXCR 2024

Sukses mengikuti Asia Cross Country Rally (AXCR) pada tahun 2023, kini tim Jejelogy GHP mengumumkan akan ikut dalam AXCR 2024, pada tanggal 11 sampai 17 Agustus nanti. Tim Jejelogy GHP fokus meningkatkan performa mobil dan menambah co-driver baru asal Thailand. 

“Tahun ini, tim Jejelogy GHP kembali memastikan diri ikut dalam AXCR 2024 dengan beberapa strategi baru. Tidak hanya pada spesifikasi kendaraan dan kesiapan fisik. Tapi tahun ini saya mengajak co-driver Chupong Chaiwan, untuk menjadi tandem dari Recky Resanto,” ujar Julian Johan, pembalap tim Jejelogy GHP. 

Co-driver Chupong Chaiwan sudah tidak asing dengan AXCR, karena sudah mengikuti ajang ini sejak tahun 1996. Selain itu, ia juga menjadi co-driver Rifat Sungkar selama event AXCR 2023 lalu. Pengalaman serta pendalaman teknis terkait lintasan yang akan dilintasi, menjadi alasan utama tim Jejelogy GHP merekrut Chupong.

“Pengalaman dan keahlian Chupong, diharapkan bisa meningkatkan performa tim. Terutama tahun ini gelaran AXCR sepenuhnya berlangsung di Thailand,” jelas Bonie Guido, Team Principal Jejelogy GHP.

Toyota Land Cruiser besutan tim Jejelogy GHP juga telah mendapat penyempurnaan. Mesin V8 5.7 liter bawaannya, yang kini telah dimodifikasi dan kapasitasnya menjadi 6.1 liter. Selain itu, telah dilakukan penyegaran lebih mendalam, agar mobil ini dapat lebih tangguh. 

“Kita berharap dapat mendorong lebih banyak lagi talenta muda Indonesia, untuk terjun dan berprestasi dalam dunia motorsport. Terlebih lagi di event internasional,” ungkap Jimmy Budhijanto, CEO Glamour Auto Boutique.

Tim Jejelogy GHP menargetkan menjadi juara kelas T1G untuk kendaraan bermesin bensin berpenggerak 4×4, serta masuk ke top 10 kejuaraan umum, dalam reli yang berlangsung di Thailand tersebut.

Land Cruiser 70 Series Meluncur di Jepang, Nyaris Seharga LC 300

Tahun depan Land Cruiser 70 Series genap berusia 40 tahun. Ini adalah SUV klasik Toyota yang hingga saat ini masih diproduksi dan beredar di berbagai belahan dunia, termasuk Afrika Selatan dan Australia. Hanya saja, regulasi keselamatan berkendara yang kian ketat membuat Toyota terpaksa menghentikan penjualan 70 Series di Jepang sejak tahun 2015.

Namun kini para penyuka mobil off-road di Negeri Matahari Terbit boleh bersukacita. Setelah vakum selama sembilan tahun, Toyota kembali memasarkan 70 Series di Jepang. Tentunya ada sejumlah penyesuaian dan revisi pada rancang bangunnya. Apa saja yang berubah?

Rancang Bangun Modern

Modelnya memang klasik, namun para engineer di Toyota tak hanya melakukan revisi pada sasis ladder frame yang digunakan Land Cruiser 70 Series. Suspensi dan perangkat elektronik modern pun dijejalkan. Tujuannya meningkatkan kualitas keselamatan berkendara dan kemampuan berkendara di berbagai kondisi jalan.

Sistem penggerak 4WD jenis baru yang digunakan dilengkapi dengan differential lock berpengendali elektronik. Fitur berkendara seperti Hill Start Assist Control, Downhill Assist Control, Active Traction Control dan Vehicle Stability Control jadi fitur standar pada 70 Series.

Fitur bantu berkendara berbasis ADAS Toyota Safety Sense juga diimbuhkan pada Land Cruiser 70 Series. Sebut saja mulai dari automatic emergency braking, lane departure alert, road sign assist, hingga sorotan lampu automatic high beams. 

Mesin yang dibekalkan pada 70 Series spek JDM pun generasi baru yakni mesin 4-silinder 2.8-liter turbodiesel berkode 1GD-FTV. Mesin yang sama dengan Fortuner 2.8 ini output tenaganya 201 hp dengan torsi maksimum 500 Nm. Transmisi hanya tersedia versi automatic 6-speed Super ECT.

Berbeda dengan spek Australia yang tersedia dalam versi mesin diesel 4.5-liter V8 bertenaga 202 hp dengan torsi 430 Nm plus transmisi manual 5-speed.

Tampilan Lebih Modern

Untuk tampilan eksterior sepintas masih bergaya klasik khas Land Cruiser 70 Series. Namun demikian Toyota melakukan penyegaran agar terlihat lebih modern dan kekinian.

Lampu sein depan warna kuning model menonjol dan lampu depan bulat kembali ke gaya orisinil tahun 1984. Seluruh sistem lampu sudah LED tentunya.

Bemper depan polos tanpa cat dan kaca spion di ujung fender kian menguatkan ciri khas 70 Series. Bagian belakang, lampu kini menyatu dengan bemper. Desain dan posisi knalpot direvisi agar tidak terendam saat menerabas genangan air atau kubangan lumpur.

Desain kemasan pada interior memang tak banyak berubah. Bentuk AC masih model manual, namun panel instrument model analognya tampil modern dengan layar MID berukuran 4,2 inci. Kaca power window dan tombol pengunci pintu central lock mengingatkan pada fitur 70 Series era ’90an. Agar sedikit kekinian, terdapat soket USB-C untuk ponsel.

Hanya saja untuk fitur infotainment dengan layar touchscreen merupakan fitur opsional. Biaya ekstra yang harus dikeluarkan tak terlampau mahal. Berbeda dengan spek Uni Emirat Arab, fitur infotaintment menjadi kelengkapan standar.

Hanya Ada Versi 5-Pintu

Entah mengapa varian model yang beredar di masing-masing kawasan berbeda. Untuk pasar Aussie ada versi pickup D-cab sasis panjang. Sedangkan di Uni Emirat Arab ada versi pickup single-cab dan short wagon 3-pintu. Nah, khusus untuk pasar domestik Jepang sementara ini hanya tersedia variant model wagon 5-pintu klasik khas Land Cruiser 70 Series.

Yang sedikit mengejutkan adalah label harganya. Toyota Land Cruiser 70 Series spek JDM dibanderol mulai dari ¥4,8 juta. Kurang lebih sekira Rp 503,6 jutaan. Harga off the road belum termasuk pajak dan biaya lainnya.

Hanya terpaut tipis dari Land Cruiser 300 Series yang lebih canggih dan modern dengan banderol mulai dari ¥5,1 juta atau sekitar Rp 535 jutaan. Hanya beda Rp 30 jutaan.

Toyota HiAce hidrogen

Toyota HiAce Hydrogen Jalani Uji Coba, Berikutnya Land Cruiser?

Penggunaan bahan bakar hidrogen untuk kendaraan bermotor memang diteliti dengan serius oleh Toyota. Setelah mereka melepas Mirai ke pasaran dengan teknologi FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) bersumber energi hidrogen, kini giliran Toyota HiAce dijadikan platform uji coba.

Toyota Hiace dijadikan mobil penumpang komersial bermesin bakar dengan bahan bakar H2, dan 11 November lalu, resmi melakukan uji coba di wilayah Australia. Beberapa unit disediakan untuk dioperasikan oleh perusahaan transportasi di negara itu. Yang menarik, mobil ini dibekali mesin V6 3,5 dengan twin turbocharger.

Mesin tersebut serupa dengan yang dipakai oleh Land Cruiser 300 series dan Lexus LX600 yang tersedia di berbagai belahan dunia. Termasuk Indonesia. Namun tenaganya dipangkas dari 409 hp menjadi 160 hp saja.

Toyota Land Cruiser 300

Menurut Toyota, penggunaan hidrogen untuk kendaraan komersial seperti HiAce adalah langkah berikutnya dari pengujian di arena balap. Seperti diketahui, pabrikan Jepang ini sudah menurunkan Corolla untuk balap ketahanan di beberapa negara, termasuk Super Taikyu di Jepang, dengan menggunakan bahan bakar hidrogen. “Kami akan mengasah teknologi mesin hidrogen yang terus kami sempurnakan melalui partisipasi dalam seri Super Taikyu lebih jauh lagi, menuju penerapan praktis,” begitu bunyi pernyataan resmi Toyota.

Lalu, karena mesin yang digunakan HiAce Hidrogen ini terpasang juga di Land Cruiser, spekulasi soal akan adanya SUV versi BBH (bahan bakar hidrogen) jadi berkembang. Dikutip dari media Drive di Australia, Presiden Hydrogen Factory Toyota, Mitsumasa Yamagata tidak menampik hal tersebut.

“Kemungkinannya ada untuk memasangkan teknologi penggerak hidrogen di mobil-mobil besar. Termasuk Land Cruiser,” ujarnya. Menurut Yamagata, kelebihan teknologi ini salah satunya bisa digunakan untuk mobil-mobil yang kerap menarik beban berat.

Jujur, kami sebetulnya lebih tertarik dengan mobil BBH atau FCEV daripada BEV (Battery Electric Vehicle). Yang jadi masalah adalah, penyediaan infrastruktur pengisian hidrogen. Tidak seperti BBM, hidrogen memerlukan infrastruktur yang lebih kompleks. Baik dalam pembuatan maupun perawatan. Sayang sekali.

Toyota LC70

Toyota Land Cruiser 70 Terbaru Versi PBB, Keren Biarpun Standar

Kalau Anda mengamati perkembangan konflik dunia, yang melibatkan PBB atau Palang Merah Internasional, kemungkinan Anda akan ‘notice’ jip Toyota Land Cruiser 70 berwarna putih, dengan logo UN atau Red Cross di pintunya. Itu adalah mobil khusus yang dipesan oleh organisasi dunia. 

Land Cruiser 70 tersebut dibuat oleh Toyota Gibraltar Stockholdings (TGS). Dan kini, mereka mengumumkan kehadiran versi terbarunya. Tapi karena TLC 70 tidak pernah berubah bentuk sejak awal kelahirannya tahun 1984, maka yang baru ini juga tidak kelihatan baru. Oke, lah, ada sedikit perubahan, tapi dari sisi manapun dilihat, perubahannya sangat minimalis.

Toyota Land Cruiser PBB

Parasnya mengikuti Land Cruiser terbaru yang baru saja diperkenalkan secara global. Lampu bulat mengapit grill, sedangkan lampu sein diletakan di sisi luar moncongnya. Body kotak tidak berubah. Bahkan garis desainnya juga sama saja. Belakangnya juga begitu.

Khusus untuk TLC 70 yang dipesan oleh badan dunia tadi, diberi kode GDJ76. Menggantikan HZJ76, yang sekarang juga sebetulnya masih tersedia di gudang TGS. GDJ76 memiliki spesifikasi paling bawah di keluarga TLC 70. Lampu depannya masih halogen tanpa automatic high beam, lupakan jok kulit karpet dan segala kemewahan yang bisa Anda pikirkan.

TLC 70 versi UN

Dibuat Modular

Tapi SUV ini bisa menampung 10 penumpang, punya alternator kelistrikan yang lebih besar dibanding standar karena harus mengakomodir beberapa peralatan yang diminta oleh PBB atau Palang Merah. Contohnya, radio komunikasi atau cool box untuk membawa vaksin, organ tubuh untuk transplantasi dan sebagainya. Selebihnya, ban off road, pelek kaleng dan snorkle untuk mendukung pergerakan di medan berat. Atau kalau mau, bisa dipesan dalam berbagai bentuk.  Mulai dari pickup, cargo ataupun ambulans. 

Di balik kap mesin, terpasang mesin turbodiesel yang sama seperti Toyota Fortuner 2.8. Yaitu 1GD-FTV. Transmisi manual 6-speed jadi andalan untuk menggerakan roda. Bicara penggerak ban, tentunya dibekali sistem 4WD. Untuk GDJ76 bahkan sudah dibekali A-TRAC (Active Traction Control). Dan itulah satu-satunya fitur canggih yang ada di mobil. Differential lock saja masih manual.

Lalu, kenapa mobil untuk organisasi dunia harus standaran begitu? Jawabannya adalah perawatan dan daya tahan. Mobil-mobil ini akan berhadapan dengan medan berat di berbagai penjuru dunia, setiap hari. Kebanyakan fitur canggih akan membuat mobil tidak bisa digunakan. Selain Land Cruiser 70, TGS juga memasarkan Land Cruiser 300, Hilux double cabin, hingga Corolla Altis. 

TLC Kemahalan? Nantikan Toyota Land Hopper

Dugaan kuat berhembus bahwa nantinya akan hadir Toyota Land Cruiser ketiga, setelah diperkenalkannya Land Cruiser 300 dan 250. Awalnya banyak yang menjuluki mobil ini dengan nama Land Cruiser Mini, namun ternyata Toyota telah ‘mengamankan’ nama Land Hopper. Jadi kami menduga kalau nama tersebut bakal disematkan pada Sport Utility Vehicle (SUV) baru nanti.

Saat sesi presentasi Toyota Land Cruiser 250 pada bulan Agustus 2023 silam, sempat terlihat video presentasi yang menunjukkan arah karakter Toyota Land Cruiser di masa depan. Ketika Simon Humphries, General Manager of Design Toyota, terlihat siluet sebuah Compact SUV di layar. Bentuknya mirip sekali dengan mobil konsep Compact Cruiser EV.

Bodi dengan garis tegas

Probabilitas lain mengenai SUV ini, dimensi bodinya bisa jadi serupa dengan Toyota Corolla Cross. Namun dengan sosoknya sebagai SUV bergaris tegas pada bodinya, maka tentu akan ada penyesuaian, terutama pada lebar bodi dan ketinggiannya. Semoga saja nanti tampilan fisiknya seperti Toyota Land Cruiser 250 yang macho itu.

Sebagi sumber tenaga, sepertinya Toyota tidak mengalami kesulitan untuk memilih unit yang akan mengisi ruang mesin. Ada mesin bensin 4 silinder 1.8 liter milik Corolla Cross, maupun mesin bensin 4 silinder 2.5 liter dengan sistem hybrid milik RAV4. Sebagai alternatif lain, ada mesin bensin 3 silinder 1.5 liter dengan sistem hybrid milik Sienta Hybrid.

Ubahan pada TNGA-F platform

Jika Toyota tetap ingin menggunakan konfirgurasi body-on-frame, maka struktur TNGA-F platform harus mendapat oprekan, setidaknya harus dipendekkan untuk mengakomodir bodi yang lebih ringkas.

Sepertinya SUV ringkas ini memang dikembangkan dari Toyota Compact Cruiser EV, yang kemungkinan besar tak lama lagi menguak sosok aslinya. Bisa jadi tampil di gelaran Japan Mobility Show 2023 di akhir bulan Oktober ini atau dalam acara Battery EV Strategy Briefing di bulan Desember 2023 nanti.

Soal harga, Toyota Land Hopper pasti akan jauh lebih ‘murah’ ketimbang Toyota Land Cruiser 250 maupun 300. Tapi itu di Jepang, bisa jadi ketika dibawa ke Tanah Air langsung meroket. Semoga saja tidak menjadi ‘gorengan’ super-crispy di masa depan…

Toyota Land Cruiser 70 2024

Toyota Land Cruiser 70 2024, Bentuk Sama Kemampuan Beda

Bersamaan dengan Prado, Toyota Motor Corporation (TMC) juga membuka selubung Land Cruiser 70. Sang legenda yang tahun ini berumur 40 tahun, diberikan perubahan supaya tidak ketinggalan zaman. Salah satunya adalah penggunaan mesin turbodiesel.

Secara resmi, Land Cruiser 70 hanya akan dijual di Jepang dan Australia mulai tahun depan. Untuk versi JDM, di balik mukanya yang kotak terpasang mesin yang sama dengan Toyota Fortuner 2.8 dan Prado yang terbaru. Ya, Toyota memasang turbodiesel 1GD berkapasitas 2,8 liter. Daya yang dihasilkan 201 hp dengan torsi 500 Nm. Untuk menyalurkan daya ke roda, ada transmisi otomatis 6-speed lengkap dengan ‘dobel gardan’ (gerak 4WD).

TLC 70 terbaru

Versi Australia sepertinya lebih menarik karena dibekali mesin dua opsi mesin. Yang pertama diesel V8. Ini sebetulnya mesin lama. Kapasitasnya 4,5 liter dengan tenaga puncak 202 hp. Torsinya 430 Nm. Tidak jauh beda dengan 1GD. Aneh sekali. Tapi LC 70 versi ini hanya dibekali transmisi 5-speed manual. Opsi lainnya sama seperti versi Jepang, bermesin 2,8 liter.

Di negara Kangguru, Toyota setempat memastikan akan menghadirkan dua versi body: Pickup dan SUV. Sedangkan di negeri asalnya, hanya ada pickup.

Bentuk Legendaris

Mukanya sama, hanya saja ada tambahan lampu depan LED dengan bentuk bulat. Penempatan lampu sen masih sama, demikian juga dengan lekukan di sekeliling badannya. Penampilan kaku ini mempertahankan citra tangguh yang sudah melekat sejak kelahirannya di tahun 1984.

Namun di dalam ada modernisasi yang cukup lengkap. Pertama, dashboard menampung layar infotainment 6,7 inci yang sudah bisa Apple Carplay dan Android Auto meski belum wireless. Instrument cluster ditempatkan di dalam layar berukuran 4,2 inci.

Interior LC 70 2024

Untuk membantu pengedaraan, meski sudah berumur 40 tahun tapi punya Lane Keeping Assist, lampu jauh otomatis, speed sign assist. Detail lengkapnya nanti akan dikabarkan menjelang peluncuran. Di Jepang rencananya Toyota Land Cruiser 70 akan hadir mulai Desember ini. Australia akan mengumumkan kehadiran resminya di kuartal keempat 2023.

Toyota Land Cruiser Prado

Toyota Land Cruiser Prado Diperlihatkan, Pakai Mesin Fortuner

Toyota memperkenalkan SUV baru hari ini (02/08) di Jepang. Mengusung nama legendaris yang lama tidak terdengar: Toyota Land Cruiser Prado. Disebut juga sebagai Land Cruiser 250 diberikan dimensi yang lebih kecil dari versi 300 yang sudah di jual di Indonesia. Meski begitu, basisnya sama-sama TNGA-F.

Dalam proses perancangannya, Toyota mengatakan menggunakan pendekatan ‘back to basic’ untuk menghasilkan mobil yang tangguh dalam berbagai kondisi. Hasilnya adalah, mobil dengan frame yang diklaim 50 persen lebih kokoh dari generasi yang digantikannya.

Land Cruiser Prado 2024

Desainnya mirip dengan Lexus GX yang meluncur beberapa waktu lalu. Boxy dengan tekukan tegas. Mukanya ada dua versi. Satu dengan lampu bulat, lainnya lebih kekinian dengan headlight yang tipis.

Panjang Land Cruiser Prado baru bertambah 100 mm, menjadi 4.925 mm. Lebarnya 1.980 yang juga 95 mm lebih melar. Bertambah tinggi 20 mm menjadi 1.870 mm. Wheelbase-nya 2.850 mm. Angka terakhir itu sama persis dengan Land Cruiser 300.

Lalu, kenapa harus besar begitu? Ini penting untuk pasar Amerika Utara, yang untuk pertama kalinya Prado masuk ke wilayah itu. Meski namanya hanya akan disebut sebagai Land Cruiser. Tanpa Prado.

Stabilizer Putus

Menunjang kemampuan menembus medan yang beragam, tanpa mengorbankan kenyamanan, jarak main suspensi diperpanjang. Lalu, untuk pertama kalinya di Prado, dipasangkan power steering elektronik. Bukan tanpa alasan, Toyota mengatakan penggunaan power steering setrum ini untuk meningkatkan kemampuan manuver di kecepatan rendah. Efek lainnya, jadi bisa disambungkan ke sensor lane keeping assist.

Toyota Prado baru

Perdana juga, di mobil Toyota manapun, ada kemampuan memutus fungsi stibilizer. Dengan aktivasi melalui tombol, pengendara bisa membuat stabilizer depan non-aktif saat off road berat. Lalu mengaktifkan kembali saat berkendara di kecepatan tinggi. Dukungan melewati medan berat juga didapat dari sistem Multi-Terrain Monitor and Multi-Terrain Select. Menarik.

Untuk menggerakkan, Ada banyak pilihan mesin. Tergantung di negara mana Land Cruiser Prado diluncurkan. Di Amerika dan Cina, tersedia varian hybrid dengan mesin bensin turbo T24A. Tenaganya 325 hp. Di Timur Tengah dan Eropa timur tersedia varian tanpa hybrid dengan mesin yang sama, bertenaga 277 hp.

Yang menarik, dan kami yakin kalau TAM akan memasukan ke Indonesia, ada Toyota Land Cruiser Prado bermesin 1GD. Anda pasti familiar karena ini mesin yang dipakai oleh Fortuner dan Hilux GR Sport. Khusus untuk pasar Australia dan Eropa Barat, mesin untuk Prado bahkan dibekali sistem kelistrikan 48 volt. Menarik. Toyota akan mulai menjual Prado pada 2024 nanti.

Julian Johan Siap Berlaga di AXCR 2023

Event Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023 yang mengambil rute dari Thailand menuju Laos pada 13 – 19 Agustus 2023, akan diikuti oleh banyak pereli internasional dari belasan negara. Salah satunya adalah Julian Johan, pereli dari Indonesia yang telah menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi dalam gelaran dengan rute berat sepanjang 2.000 kilometer tersebut.

Ini bukan pertama kalinya bagi Julian Johan untuk menapaki karir di luar negeri. Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu, ia bersama co-driver Recky Resanto, berhasil mengikuti ajang rally yang digelar di Malaysia.

Menggunakan SUV andal

Pasangan Julian Johan dan Recky Resanto ini nantinya akan menggunakan Toyota Land Cruiser 200 yang telah dipersiapkan dengan matang dan dimodifikasi agar sesuai dengan regulasi AXCR 2023. Julian Johan adalah pembalap Indonesia pertama yang menggunakan Land Cruiser 200 atau LX570 dalam ajang kompetisi internasional.

Sejarah pun mencatat bahwa Sport Utility Vehicle (SUV) ini memiliki karakter yang sangat baik, bukan hanya dari segi penjualan yang kerap merajai segmen full-sized SUV karena ketangguhan serta kenyamanannya. Tetapi, keandalannya dalam kompetisi rally Dakar juga memberikan impresi yang begitu kuat bagi pemilik akun Youtube Jejelogy ini.

“Senang rasanya bisa mengumumkan keikutsertaan saya dan Recky dalam kompetisi Asia Cross Country Rally 2023. Ini merupakan mimpi saya untuk bisa merasakan rally Dakar versi Asia. Saat ini ibaratnya Asia Cross Country Rally menjadi tujuan yang realistis untuk kawasan Asia,” kata pria yang akrab disapa Jeje ini.

Banyak penyempurnaan

Mobil rally Toyota Land Cruiser 200 yang akan dibesut sepanjang kompetisi, telah melakukan berbagai penyempurnaan. Pada bagian eksterior yang meliputi body, bumper dan wide fender, menggunakan bahan karbon dan polycarbonate untuk memangkas bobot lebih dari 150 kilogram dari bobot aslinya.

Untuk interior, beberapa komponen seperti jok belakang, panel door trim, serta beberapa aksesoris lainnya telah dilengser dan digantikan dengan roll bar yang membentang dari depan ke belakang, 2 ban serep serta penambahan perangkat navigasi khusus rally. Jok depan pun menggunakan model kompetisi dengan standar FIA, untuk memberikan kenyamanan serta mendukung keselamatan driver dan co-driver.

Spesifikasi mesin Land Cruiser 200 menggunakan jantung mekanis V8 3UR-FE 5700cc yang menggunakan oli Motul 300V ini memiliki komponen internal bermaterial forged. Perlu diketahui mesin 3UR-FE ini merupakan tipe mesin tertinggi di seri 200 dan mesin standar Land Cruiser 200 versi Amerika serta mesin Lexus LX570 yang merupakan saudara kembar dari Land Cruiser 200.

Suspensi Toyota Tundra

Untuk sektor kaki-kaki, Jeje menjelaskan bahwa untuk menopang performanya tersebut, ia telah melakukan penggantian part agar kemampuannya lebih maksimal. Mobilnya telah dibekali suspensi Toyota Tundra dengan arm Total Chaos Fabrication yang dikawinkan dengan shockbreaker King Shocks. Perihal penggunaan ban, memakai produk BFGoodrich K02 & KM3 dengan ukuran 285/70 ring 17 serta velg Braid Wheels Dakar berukuran 17×8.

“Saya bersama Julian Johan juga telah melakukan beberapa persiapan, tidak hanya dari mobil, namun fisik yang menjadi modal utama selama mengikuti AXCR juga telah kami persiapkan. Semoga apa yang sudah kita mulai ini, bisa memberikan dampak yang positif untuk industri motorsport, terutama rally di Indonesia,” tambah Recky Resanto.

Ikut Kelas T1G

Terkait Kelas yang diikuti oleh Julian Johan dalam Asia Cross Country Rally 2023, ia akan bertarung dengan beberapa peserta dari Kawasan Asia, di T1G, di mana ini merupakan pertarungan bergengsi untuk mobil-mobil bermesin bensin dengan sistem penggerak 4×4.

“Asia Cross Country Rally memang bukan hal yang baru bagi saya, terlebih pada tahun 2022 lalu, saya dipercaya untuk mendampingi salah satu pereli senior Indonesia dari tim pabrikan Jepang. Melalui pengalaman tersebut, saya sudah bisa mengkalkulasi perihal rintangan apa saja dan berharap bisa membawa harum nama Indonesia di kancah internasional,” tutupnya.

Toyota Land Cruiser “Prado” Terbaru Yang Bikin Penasaran

Kemunculan model terbaru Toyota Land Cruiser generasi J300 dan Lexus GX nyatanya tak begitu greget. Prototype Land Cruiser lain yang masih berselubung kamuflase justru lebih membuat heboh para pecinta SUV Toyota, terutama di kawasan Amerika Serikat dan Australia. Diperkirakan ini adalah Toyota Land Cruiser Prado. 

Model tahun 2021 menjadi generasi TLC J200 terakhir yang dipasarkan oleh Toyota Motor North America di AS. Alasannya, angka penjualan Land Cruiser di AS kian menurun. Dapat dimaklumi, label harganya yang nyaris menyenggol angka $90,000 atau setara Rp 1,3 miliar bagi konsumen di AS dirasa cukup mahal. Model yang lebih murah yakni Toyota Kluger pun jadi pilihan alternatif.

Di jajaran SUV ukuran besar, Toyota TLC J300 serta Lexus LX dan GX menggunakan platform TNGA-F yang sama. Agar tak tumpang tindih dengan Lexus GX yang baru dipasarkan di AS, maka TLC J300 yang menjadi pengganti J200 pun tak beredar di AS. Lantas, model apa yang jadi penggantinya?

Land Cruiser 250 Jadi Prado Generasi Terbaru?

Untuk menyiasati agar harga jual lebih terjangkau, maka model SUV berukuran lebih kecil dari TLC J300 adalah jawaban untuk pasar AS.

Model di bawahnya terdapat TLC 150 Series yang dikenal dengan nama Prado. Generasi terakhir Prado hanya sedikit mengalami ubahan sejak tahun 2009. Namun kabarnya 150 Series bakal digantikan dengan generasi terbarunya yakni Land Cruiser 250.

Calon model all-new Toyota Land Cruiser Prado ini ternyata juga menggunakan platform TNGA-F. Bahkan komponennya dikabarkan sebagian diadopsi dari Lexus GX dan TLC J300 yang masih satu platform.

Seperti halnya Lexus GX dan TLC J300 yang merupakan SUV body-on-frame, maka Prado pun menjadi SUV tulen. Penggunaan sistem penggerak 4-wheel drive dengan gigi gardan ultra low menjadi fitur TLC yang juga bakal diimbuhkan pada Prado.

Perihal spek transmisi hingga setting kaki-kaki dan suspensi tentunya akan menyesuaikan kemudian. Lantas, mesin apa yang bakal diusung oleh Prado terbaru ini nantinya?

Bakal Pakai Mesin Apa?

Ya, banyak prediksi beredar seputar mesin. Mesin V6 3.4-liter twin-turbo yang kini digunakan Lexus GX adalah salah satunya. Output tenaga sebesar 349 hp dengan torsi maksimum 650 Nm dirasa cocok.

Namun berdasarkan ‘bocoran’ dokumen yang beredar di AS, Toyota tengah menyiapkan sejumlah opsi mesin 4-silinder. Apakah untuk Prado terbaru bakal menggunakannya?

Yang pertama yakni 1GD-FTV, mesin 2.8-liter turbo diesel bawaan Hilux dan Fortuner. Kemudian mesin berkode TJA250. Kemungkinan ini adalah mesin bensin 2.4-liter turbo untuk Tacoma dan Kluger US-spec terbaru. Diprediksi juga bakal tersedia dalam versi bermodul hybrid.

Yang terakhir yakni mesin bensin 2.7-liter berkode 2TR-FE. Mesin non-turbo ini nampaknya bakal menjadi mesin untuk varian standar alias model entry-level. Ini baru prediksi sementara.

Jika dilihat dari posisi kelasnya yang berada di bawah Lexus GX, LX dan juga TLC J300, maka kemungkinan besar Prado terbaru ini tak akan menggunakan mesin V6. Pilihan mesin 4-silinder yang telah kami sebutkan di atas jauh lebih masuk akal.

Mirip Lexus GX

Sejauh ini foto yang berseliweran di jagad maya masih sebatas versi prototype berselubung kamuflase. Ya, pihak pabrikan belum menampilkan seperti apa wujud asli dari Prado.

Namun dengan software pengolah foto yang kian canggih, muncul sejumlah foto rekaan dari calon Toyota Land Cruiser “Prado” ini.

Sebagian besar foto rekaan tersebut memadukan siluet dari kamuflase dengan body Lexus GX. Hasilnya terlihat cukup keren. Perpaduan antara gaya klasik khas Toyota Land Cruiser dan tarikan garis body SUV modern seperti Lexus GX.

Tak hanya Anda, kami pun penasaran. Seperti apa wujud asli dari Toyota Land Cruiser Prado terbaru ini. Jadi, kita tunggu saja hingga selubung misterinya dibuka.

Sumber: Auto Evolution

 

Saat Toyota Land Cruiser Mampu Menghancurkan Pesawat Tempur dan Tank

Salah satu mobil paling sukses di dunia adalah Toyota Land Cruiser. Kemana pun Anda pergi, kemungkinannya besar untuk menemukan mobil ini. Dari generasi tua hingga yang paling baru. Dari yang terlihat seperti waktunya ‘dikilo’, hingga yang mulus kinclong. Kenapa mobil ini bisa sukses di seluruh penjuru dunia? Kenapa juga mobil ini bisa menghancurkan tiga perempat kekuatan tentara nasional sebuah negara?

Toyota pernah jadi ujung tombak mengalahkan sebuah negara.

Ditarik ke belakang, Land Cruiser adalah jawaban Toyota untuk segmen mobil yang bisa jalan ke mana saja. Awalnya, saat tentara imperial Jepang menguasai Filipina, mereka tertarik dengan Jeep Bantam yang ditinggalkan oleh orang Amerika. Jeep itu dibawa ke Jepang untuk ditelaah, dan minta Toyota membuat mobil seperti itu, dengan bentuk eksterior yang berbeda.

Singkat cerita, lahirlah generasi satu yang berkode AK. Lalu perang Korea membuka jalan untuk keluarga BJ, setelah Amerika meminta Toyota untuk bikin mobil segala medan untuk. Dari sini lahir generasi J yang lebih ramah untuk digunakan oleh kalangan umum. Mulai dari J20 hingga sekarang, J300.

Perangnya Toyota

Salah satu kisah menarik yang dilakoni oleh Land Cruiser adalah, bagaimana sebuah tentara dari negara yang dipandang sebelah mata dan sedang terpecah belah, menghancurkan lebih dari separuh kekuatan negara yang lebih besar. Ini terjadi saat perang Chad melawan Libya, atau lebih dikenal sebagai The Toyota War. Berlangsung Desember 1986 hingga menjelang akhir 1987.

Toyota War adlaah perang antara Chad dan Libya.

Libya dibawah kediktatoran Muammar Gaddafi mencoba menguasai sumber uranium di wilayah utara Chad. Nama wilayahnya, Aouzou Strip, yang berbatasan langsung dengan Libya. Kiprah Gaddafi juga dibantu oleh milisi separatis Chad.

Tentunya, yang punya lahan tidak diam saja. Dibantu Amerika yang mengirimkan senjata. Lalu perancis mengirimkan 400 unit Toyota Land Cruiser. Dan juga Hilux. Perancis juga menjaga wilayah udara Chad, yang dinyatakan sebagai daerah bebas penerbangan. Sementara pasukan Libya dibekali puluhan pesawat tempur dan tank berat T 55 bikinan Uni Soviet.

Saat Perancis mengirimkan Toyota, ekspektasi pemerintah negara itu mobilnya akan dipakai sebagai transportasi pasukan dan ambulan. Ternyata meleset. Militer Chad melihat ada fungsi lain. Platform Land Cruiser yang kokoh, bisa dijadikan sebagai sarana angkut senjata. 

Toyota land cruiser ditumpangi senjata anti pesawat.

 

Jadilah Hilux dan Land Cruiser dipasangi mulai dari senapan mesin, senjata anti serangan udara, senjata anti tank hingga artileri ringan. Kenapa? Alasannya sederhana, mobil lebih ringkas dari tank dan lebih lincah.

Ujian pertama Toyota Land Cruiser bersenjata ini adalah di kota Fada, Chad utara tahun 1987. Libya menjadikan Fada sebagai pusat komunikasi yang harus dilumpuhkan. Kemampuan mobilitas tinggi didukung oleh Toyota Land Cruiser dan Hilux menjadi keuntungan sendiri untuk mengepung 2.000 pasukan Libya di kota itu.

Tank T 55 dihancurkan oleh senjata yang dibawa Land Cruiser

Libya Kebablasan

Hasilnya 764 tentara Libya terbunuh dan 100 tank T 55 hancur oleh senjata yang dibopong oleh mobil-mobil Toyota tadi. Sementara Chad kehilangan 50 tentara dan tiga unit Toyota! Gaddafi terkejut. Dan karena memang orangnya impulsif, ia mengaktifkan tentara cadangan Libya dan menyerang balik. Pada 4 Januari ia sampai memerintahkan penyerangan ke Arada, di timur Chad, yang juga tempat tentara Perancis berada.

Tentu, Perancis berang dan menyerang balik dengan pesawat tempur, pangkalan udara Ouadi Doum di dalam teritori Libya. Serangan tersebut membuat radar Gaddafi bungkam selama beberapa bulan. Tidak lama, Perancis yang tidak mau tergusur terlalu jauh, angkat kaki dari Chad.

Efeknya, aturan dilarang terbang di atas wilayah Chad yang diawasi oleh Perancis jadi tidak berlaku. Ini kesempatan besar karena Libya bisa menyebrangkan jetnya.

Jet Tempur Dibungkam

Setelah itu, diktator Libya menambah pasukan untuk masuk ke wilayah Chad hingga 11.000 orang. Ouadi Doum juga disiapkan kembali untuk jadi baris depan penyerangan besar. Pesawat tempur, tank, artileri dan 5.000 personel disiapkan di pangkalan ini. Mereka percaya diri, besok akan menghancurkan pasukannya Hissene.

Di luar dugaan, 2.000 pasukan Chad dibawah komando Hassan Djamous melakukan inisiatif duluan. Ia menggerakkan pasukan dan Toyota-nya melewati perbatasan Libya, maju 320 km ke Ouadi Doum. Tengah malam, pasukan Gaddafi dikejutkan oleh sederet ledakan.

Toyota Land Cruiser pickup

Serangan tidak disangka ini, bahkan dunia pun tidak memperkirakan, berlangsung agak berat sebelah. Bukan karena jumlah pasukan atau peralataan. Tapi karena yang satu benar-benar tidak siap. Jet tempur masih terparkir rapi, pilotnya tidur. Penjaga pangkalan bahkan mengira yang datang adalah pasukan kawan. Hassan Djamous dan tentaranya seperti sedang berada di taman bermain. 

Saat matahari terbit, hasilnya jelas. 30 pesawat tempur Libya hancur tanpa sempat tinggal landas. Enam kendaraan angkut lapis baja luluh lantak, 70 unit tank berantakan. Kekuatan angkatan bersenjata Libya pun punah lebih dari setengahnya. Serangan ini memaksa Gaddafi untuk setuju gencatan senjata. Tidak lama perang Libya-Chad pun usai.

Dunia lalu mengenang perang yang unik ini sebagai ‘The Toyota War’. 

Diselesaikan Oleh Hilux

Tidak ada yang menyangka, Chad, dengan kekuatan seadanya plus 400 unit kendaraan Toyota Land Cruiser, juga beberapa Hilux, sukses mengamputasi kekuatan yang 10 kali lebih besar. Kejadian ini juga membukakan mata, betapa sebuah Toyota pikap bisa diandalkan untuk kegiatan apapun.

Yang lebih perih, saat Muammar Gaddafi digulingkan oleh rakyatnya dan ditembak mati menggunakan pistolnya sendiri. Jasadnya dibawa di bak Toyota Hilux. Pedih.