Teknologi SHS dan J5 EV Jadi Senjata JAECOO di Indonesia

Sejak pertamakali hadir di pasar otomotif Indonesia pada tahun lalu, brand Jaecoo sukses memikat konsumen dan menorehkan angka penjualan yang sangat mengesankan.

Lini kendaraan SUV New Energy Vehicle (NEV) yang terdiri dari J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS yang dihadirkan Jaecoo telah merubah paradigma masyarakat Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi.

Di tahun 2026 ini Jaecoo terus memperkuat komitmennya di pasar otomotif Indonesia melalui semangat “Full Power, Real SUV”.

Dengan perpaduan efisiensi, teknologi modern, kenyamanan berkendara, serta kapabilitas tinggi, lini SUV Jaecoo menjadi kendaraan ideal yang dapat mengakomodir kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin beragam.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi perkembangan kendaraan NEV. Kami melihat konsumen Indonesia kini tidak hanya mencari efisiensi dan teknologi, tetapi juga kenyamanan serta kemampuan SUV yang tetap relevan untuk berbagai kondisi jalan. Melalui lini J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS, kami ingin menghadirkan pilihan NEV SUV yang lebih lengkap untuk berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

J5 EV Jadi EV Terlaris di Indonesia

Salah satu model unggulan yang menjadi ujung tombak utama Jaecoo di Indonesia adalah SUV listrik J5 EV. Selama periode Januari – April 2026, Jaecoo J5 EV berhasil menjadi mobil EV terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut didukung oleh angka penjualan retail (dari dealer ke konsumen) sebesar 10.587 unit. Sedangkan penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mencapai 11.006 unit dalam empat bulan pertama tahun 2026. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan penerimaan positif konsumen Indonesia terhadap teknologi NEV Jaecoo.

Efisiensi konsumsi energi menjadi nilai plus yang dimiliki J5 EV. Berdasarkan uji internal, J5 EV juga menawarkan biaya operasional yang hemat untuk penggunaan sehari-hari.

Dengan tarif daya listrik Rp 1.700 per kWh, biaya operasional J5 EV dikatakan tercatat hanya sekitar Rp 9.600 per hari atau paling minim Rp 290.000 an per bulan.

Dengan jarak jelajah maksimum hingga 461 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh, cukup untuk menunjang mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan antar kota. Dalam uji berkendara jarak jauh, perjalanan dari Jakarta menuju Semarang dilakukan tanpa perlu pengisian ulang di tengah perjalanan.

Harga jual J5 EV pun relatif terjangkau di kelasnya, yakni di kisaran Rp 279.900.000 hingga Rp 309.900.000, tergantung pada varian dan wilayah domisili. Dengan harga jual yang menarik serta keunggulan yang dimiliki, tak heran jika J5 EV laris manis dan diminati konsumen.

Teknologi SHS Mendobrak Kancah Hybrid

Bagi konsumen yang awam mobil listrik tapi membutuhkan fleksibilitas dan efisiensi energi, pilihannya adalah SUV berteknologi Super Hybrid System (SHS). Lini model SUV J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS yang hadir di Tanah Air menawarkan fleksibilitas tinggi, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Teknologi SHS menggabungkan efisiensi berkendara khas kendaraan listrik dengan performa dan kemampuan perjalanan jarak jauh kendaraan bermesin bensin. Mesin bensin berfungsi sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Sedangkan penggerak roda menggunakan motor listrik. Berbrkal teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), penyaluran tenaga dan torsi pun lebih halus namun tetap responsif.

Faktor kenyamanan dan karakter SUV tulen yang disematkan membuat kedua SUV ini mampu melintasi berbagai kondisi jalan dan menunjang beragam kebutuhan mobilitas.

Jaecoo J7 SHS-P menawarkan jarak tempuh kombinasi hingga 1.377 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh. Dalam mode Full EV mengandalkan energi listrik baterai, jarak jelajahnya bisa mencapai 100 km. Cukup memadai untuk mendukung mobilitas harian di perkotaan.

Fitur intelligent driving seperti kamera 540 derajat dan transparent chassis yang ada pada J7-SHS-P membantu visibilitas saat melintasi jalur sempit, tanjakan, maupun kontur jalan yang beragam.

Selain J7 SHS-P, tersedia pula model J8 SHS-P ARDIS. SUV kelas premium ini sukses mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia, yakni 1.660 km dalam satu kali pengisian penuh bahan bakar dan daya baterai. Menariknya, rekor itu berhasil dipecahkan oleh salah satu tim Motomobinews di bulan September 2025 lalu.

Kemampuan berkendara lintas medan yang dimiliki J8 SHS-P ARDIS ditunjang teknologi penggerak all-wheel drive ARDIS. Distribusi torsi dan tenaga secara real-time membantu menjaga stabilitas dan traksi kendaraan di berbagai kondisi jalan. Dukungan sembilan mode berkendara cerdas turut memberikan pengalaman berkendara yang lebih adaptif, mulai dari perkotaan, jalan pedesaan dan pegunungan hingga trek semi offroad.

Guna mengakomodir pangsa pasar NEV di Indonesia yang terus bertumbuh, Jaecoo terus menambah jumlah jaringan dealernya.

Tak sekadar memperluas cakupan wilayah layanan konsumen, kualitas layanan pun ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Jaecoo Indonesia dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang nyaman dan terpercaya.

Saat ini Jaecoo memiliki 35 dealer yang beroperasi di sejumlah kota di Indonesia. Perluasan titik jaringan dealer akan terus dilakukan dengan target hingga 80 dealer di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026.

JETOUR G700 & T2 i-DM Diuji Dengan Trek Simulasi “Travel+”

JETOUR menggelar sesi uji kendara eksklusif di Beijing, China tepatnya di kawasan Haidian Airport. Pengujian ini dilakukan para media dan influencer global mengendarai JETOUR G700 dan JETOUR T2 i-DM dalam berbagai kondisi ekstrem hingga penggunaan harian.

Acara ini menjadi bagian dari strategi JETOUR dalam menghadirkan pengalaman “Travel+”, yang tidak hanya menampilkan teknologi, tetapi juga membuktikan langsung kapabilitas kendaraan di lapangan. Beragam skenario pengujian disiapkan, mulai dari akselerasi, pengereman, slalom, hingga simulasi off-road berat yang menguji stabilitas dan daya tahan kendaraan.

JETOUR G700 tampil sebagai bintang utama dengan karakter All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV. Dari sisi desain, G700 memadukan tampilan rugged dengan sentuhan kemewahan modern. Namun, kekuatan utamanya justru terletak pada performa dan teknologi. Dalam pengujian, SUV ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 4,6 detik, sekaligus menunjukkan kemampuan melibas genangan air hingga kedalaman 970 mm.

Di medan ekstrem, sistem GAIA Architecture yang dipadukan dengan tiga differential lock bekerja optimal untuk menjaga traksi di berbagai kondisi, termasuk saat melewati rintangan seperti side slope, cross-axle, hingga roller ramp. Hal ini menjadikan G700 tidak hanya tangguh, tetapi juga stabil dan presisi saat menghadapi tantangan off-road.

Menariknya, kenyamanan tetap menjadi prioritas. Kabin G700 dilengkapi sistem audio premium Lexicon yang dikembangkan bersama Rolls-Royce, menghadirkan kualitas suara layaknya teater. Selain itu, kursi multifungsi dengan fitur pijat 8 titik, sandaran kaki, dan meja lipat semakin memperkuat kesan premium di dalam kabin.

Sementara itu, JETOUR T2 i-DM menawarkan pendekatan berbeda dengan mengedepankan efisiensi dan fleksibilitas. SUV Plug-in Hybrid (PHEV) ini menggabungkan mesin 1.5TD dengan sistem hybrid 3DHT, menghasilkan tenaga total 280 kW dan torsi 610 Nm. Kombinasi ini memberikan performa responsif sekaligus efisiensi energi yang optimal.

Dalam sesi pengujian, T2 i-DM menunjukkan keseimbangan antara kenyamanan dan kemampuan jelajah. Handling tetap stabil saat melibas berbagai rintangan, sementara karakter berkendara terasa lebih halus dan adaptif untuk penggunaan sehari-hari. Teknologi seperti Snapdragon 8155 Smart Chip dan layar kontrol 15,6 inci juga memberikan pengalaman berkendara yang modern dan intuitif.

Fitur unggulan lainnya mencakup 540° panoramic imaging untuk visibilitas maksimal, suplai daya eksternal 3,3 kW untuk kebutuhan outdoor, serta parking air conditioning yang meningkatkan kenyamanan saat berhenti. Semua ini menjadikan T2 i-DM sebagai SUV yang siap mendukung gaya hidup aktif, baik di perkotaan maupun saat berpetualang.

Melalui sesi uji kendara ini, JETOUR G700 hadir sebagai SUV ekstrem dengan performa maksimal, sementara T2 i-DM menawarkan solusi mobilitas yang efisien dan serbaguna.

Dengan pendekatan yang menggabungkan teknologi, performa, dan lifestyle, JETOUR semakin memperkuat posisinya sebagai brand yang siap mendefinisikan ulang pengalaman berkendara modern, termasuk untuk pasar Indonesia yang memiliki kebutuhan mobilitas beragam.

Range Rover Sport Hybrid Hadirkan Tenaga Besar Sekaligus Efisien

PT JLM Auto Indonesia, sebagai distributor tunggal kendaraan Land Rover di Indonesia kembali meluncurkan Range Rover Sport seri terbaru. Kali ini, Range Rover hadir dengan tampilan bodi kekar bertenaga, serta beberapa desain eksterior seperti lampu, grille, dan sudut overhang pendek yang melambangkan karakter gagah.

Didukung dengan desain interior dramatis dan canggih, semakin menguatkan karakter Range Rover yang mewah dan elegan. Range Rover Sport plug-in hybrid ini akan berkontribusi dalam proses energi transisi nasional, dengan menghadirkan teknologi alternatif yang menarik bagi industri otomotif Indonesia.

“Melalui inovasi, elegance in mobility, modern sophistication, dan teknologi canggih, PT JLM Auto Indonesia berkomitmen untuk selalu konsisten menyediakan hanya yang terbaik untuk semua klien eksklusif kami di seluruh Indonesia,” ungkap Gerry Kertowidjojo, Presiden Direktur PT JLM Auto Indonesia, saat peluncuran Range Rover Sport generasi baru hari ini (17/01).

0-100 km/jam: 5,4 detik saja

Range Rover Sport memadukan desain sporty dan mewah, tersedia dalam varian yang menerapkan teknologi plug-in hybrid berkekuatan 2.0 liter namun tetap halus dan menghasilkan emisi yang rendah. Dilengkapi dengan fitur turbocharger, mesin SUV ini mampu menghasilkan tenaga mencapai 510 PS (atau 503 hp) dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,4 detik. Sedangkan kecepatan maksimumnya mencapai 242 km/jam.

Roda belakang bisa ikut belok 7,3 derajat

Sistem all-wheel drive yang tersedia, memberikan keseimbangan pengendalian saat kondisi jalan normal, dan mentransmisikan tenaga secara halus untuk mencegah selip saat berada di medan yang menantang. Tak hanya itu, SUV ini juga mampu melakukan manuver secara optimal dengan membelokkan roda belakang secara berlawanan searah jarum jam hingga 7,3 derajat melalui sistem all-wheel steering.

“Kami berharap dengan performa dari Range Rover Sport Hybrid ini dapat mendorong adaptasi kendaraan listrik di Indonesia dan memberikan opsi kendaraan electric hybrid bagi para pelanggan,” tambah Irvino Edwardly, Direktur Penjualan & Pemasaran PT JLM Auto Indonesia.

Range Rover Sport ini juga memiliki interior yang dilengkapi dengan leather seats premium, termasuk sistem audio berteknologi MeridianTM 3D Surround Sound System, sehingga menghasilkan kualitas suara jernih dan merata untuk setiap penumpang. Bahkan ada 18 unit speaker dan dual-channel subwoofer dengan 825W Amplifier di mobil ini.

“Saya sangat bangga dan yakin dengan keunikan fitur serta desain terbarunya, mobil ini akan menambah dimensi baru pada kategori kendaraan mewah juga menjadi salah satu pendorong kesuksesan bisnis kami di masa depan, tidak hanya di Indonesia namun juga seluruh dunia,” tukas Dean Brigham, Sales Director of Jaguar Land Rover Asia Pacific, di kesempatan yang sama.

Jeep Wrangler 4xe

Mesin Mati Mendadak, Jeep Cekal 63.000 Unit Wrangler 4xe PHEV

Di tengah promosi yang sedang gencar dilakukan, recall Jeep Wrangler 4xe terpaksa dijalankan. Jumlahnya pun tak main-main, hampir 63.000 unit Wrangler 4xe yang dibuat sejak Agustus 2020 (sebagai model 2021) hingga 17 Agustus 2022 (sebagai model 2023).

Recall Jeep Wrangler elektrifikasi tersebut berkaitan dengan potensi malfungsi pada sistem komputer dan software yang mengintegrasikan mesin dan modul hybrid. Akibatnya,  mesin bisa mati mendadak. Pihak pabrikan menyebutnya sebagai “miskomunikasi sistem”. Hal tersebut tentunya dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengendara.

Berdasarkan hasil investigasi National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA, badan keselamatan jalan raya Amerika Serikat), tercatat 62.909 unit Jeep Wrangler 4xe yang di-recall.

Setidaknya terdapat sebanyak 196 klaim garansi dan 65 keluhan pelanggan. Sayangnya malfungsi ini menghasilkan dua insiden serta satu laka lantas berkaitan dengan malfungsi tersebut. Jumlah yang tidak sedikit.

Apa yang menjadi penyebab pasti dari kegagalan tersebut hingga saat ini belum diketahui. Namun sebagai solusi sementara, pihak pabrikan melalui jaringan dealer akan melakukan segera pembaharuan dan kalibrasi ulang pada software modul kendali transmisi, prosesor kendali sistem hybrid dan prosesor pendukung kendali sistem hybrid.

Para pemilik kendaraan terdampak akan memperoleh informasi lebih lanjut perihal recall tersebut melalui surat resmi mulai 12 Januari 2023 mendatang.

Bagi para konsumen yang telah terlanjur membayar biaya perbaikan kendaraan dapat mengajukan refund. Selain itu untuk sementara pihak Jeep menghentikan penjualan maupun pemesanan model Wrangler 4xe di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Mengenai Jeep Wrangler 4xe

Wrangler 4xe adalah produk Jeep pertama yang mengandalkan penggerak PHEV.  SUV tangguh ini dibekali dua motor listrik yang terpasang di as depan dan belakang. Tandemnya adalah mesin empat silinder 2.0 liter. Total tenaga yang dihasilkan 375 hp pada 5.250 rpm. 

Torsi yang tersedia mencapai 637 Nm pada 3.000 rpm. Kemudian, transmisi 8-speed otomatis akan membagikan daya ke setiap roda. Yang menarik, 4xe bisa bergerak sejauh 33,8 km hanya mengandalkan penggerak listriknya, dengan baterai berkapasitas 17 kWh. 

Banyak yang meragukan kemampuan offroad Jeep yang satu ini. Terutama berkaitan dengan banyaknya peranti elektronik. Namun berdasarkan penelusuran kami, media luar yang pernah mencemplungkannya ke medan lumpur merasa puas. Ini karena karakter asli Wrangler masih terasa. Ditambah dengan tenaga yang mumpuni. 

 

Mitsubishi Outlander PHEV 2021

Mitsubishi Outlander PHEV, Mobil Canggih Yang Terlupakan

Apakah Mitsubishi Outlander PHEV masih punya potensi di era mobil listrik sepenuhnya?  

Bicara Mitsubishi Outlander PHEV, selalu berhubungan dengan mobil yang terlupakan. Saat pertama kali diluncurkan semua terpukau dengan teknologi yang maju. Terlalu maju mungkin, sehingga Mitsubishi berani mematok harga jual tinggi. Apalagi diiming-imingi bisa jadi genset untuk menyalakan peralatan rumah.

Saat itu, gema elektrifikasi mulai terdengar sayup-sayup dan tidak ada yang memperhatikan. Pemerintah masih belum bergerak serius untuk menggarap mobil yang penggeraknya dibantu baterai. Toyota punya Prius dan deretan Lexus hybrid tapi terganjal harga yang mahal. Akhirnya pasar mobil hybrid tidak berkembang. Mitsubishi Outlander PHEV terlupakan, Prius agak dikenal karena digunakan sebagai armada taksi, atau mereka yang paham mobil.

Makanya, saat pemerintah menyuarakan program mobil listrik, era hybrid seperti dilewati begitu saja. Padahal pemainnya ada.

Kembali ke soal Mitsubishi Outlander PHEV. Ini adalah compact SUV yang sebetulnya nyaman dan mudah digunakan. Apalagi untuk Anda yang punya mobilitas tinggi di perkotaan. Sistem plug-in hybrid (PHEV) sangat membantu untuk menghemat BBM dan juga berakselerasi. Seperti apa rasanya? Baca terus.

Teknologi

Mitsubishi membekali Outlander ini dengan paket teknologi yang mumpuni. Energi listrik disediakan oleh baterai lithium-ion 13,8 kWh yang diletakan di balik lantai. Baterai ini menggerakan dua dinamo listrik yang terpasang di as roda depan dan belakang. Menjadikan Outlander sebagai mobil AWD.

Dinamo di depan memiliki daya 80,8 hp. Sedangkan yang belakang 93,6 hp. Dengan baterai terisi penuh, mobil bisa bergerak sejauh 54 km dengan mode EV sepenuhnya, tanpa dibantu mesin bensin.

Karena ini mobil Plug-In Hybrid, tidak perlu kaget kalau melihat lubang pengisian ulang baterai. Untuk recharging, tersedia pilihan pengisian cepat menggunakan arus DC dengan model CHAdeMO. Sedangkan pengisian listrik normal (AC) menggunakan CCS type 1. Sayangnya, di mobil yang kami uji tidak disediakan adaptor soket biasa yang bisa digunakan di rumah. Jadi tidak bisa dicoba pengisian baterai di rumah.

Kualitas Fitur & Kabin

Hal pertama yang akan menyapa adalah jok berbalut kulit. Tapi jangan bayangkan kualitas kulit yang digunakan, misalnya, Mercedes-Benz. Tapi ini kulit asli. Kursinya mengakomodir tubuh dengan baik.

Dashboard juga terasa memiliki kualitas yang baik, meski desainnya terlihat sudah mulai menua. Lingkar kemudinya bisa Anda temukan juga di Mitsubishi Pajero Sport terkini. Terasa kalau Mitsubishi harus membawa Outlander PHEV generasi terbaru. Kalau memang masih berniat untuk memasarkan Outlander PHEV.

Tapi kelebihan dari interior ini adalah fiturnya yang sangat lengkap. Layar infotainment yang menampilkan hiburan, informasi distribusi energi. Ada juga moonroof, tempat penyimpanan yang merata.

Bidang pandang cukup luas, terutama untuk pengemudi. Pengaturan jok elektrik dan setir yang fleksibel membuat pengendara mudah mendapatkan pandangan yang leluasa, sesuai kebutuhannya. Di belakang, moonroof tadi memberikan pengurangan ruang kepala, meski masih cukup untuk membuat nyaman. Ruang kakinya biasa saja di bagian ini.

Akomodasi cukup baik. Cup holder, ventilasi AC, soket USB, arm rest tersedia. Namun cukup disayangkan, kualitas material plastik yang digunakan kurang begitu meyakinkan kalau dibandingkan dengan harganya yang mahal.

Tapi, Outlander PHEV hanya punya dua baris kursi. Jadi kalau perlu baris lebih, tidak akan diakomodir. Karena itu, bagasinya luas.

Pengendaraan & Pengendalian

Jujur, mobil ini terasa menyenangkan. Dalam mode EV, segalanya terasa halus dan tenang. Halus karena tidak ada getaran maupun suara mesin. Dan tenang karena saat bergumul dengan kemacetan Jakarta tidak perlu khawatir menghabiskan terlalu banyak bensin.

Proses penyalaan mesin empat silinder 2,4 liter juga mulus. Tidak ada gejala jeda ataupun lonjakan. Semuanya berlangsung tanpa disadari kalau tidak melihat monitor pemantau distribusi energi di dashboard.

Mesin akan menyala kalau memang dibutuhkan. Semisal baterai perlu diisi ulang atau Anda gatal menginjak gas dalam-dalam. Itu pun akselerasinya masih terasa halus sekaligus berisi. Tenaga sebesar 126 hp dengan torsi 199 Nm tersalurkan dengan baik ke roda depan. Ingat, roda belakang hanya digerakan oleh dinamo listrik.

Pengujuan akselerasi 0-100 km/jam yang kami lakukan mencatatkan 9,16 detik. Tidak terlalu mengejutkan atau mengecewakan. Ini tipikal performa mobil harian.

Pengendaliannya didukung oleh titik bobot yang rendah. Ini karena peletakan baterai yang di bawah lantai. Makanya mobil terasa stabil saat bermanuver agak kencang. Namun kami kurang suka dengan rasa setirnya yang agak kosong. Tipikal mobil dengan power steering elektrik.

Kualitas peredaman mobil dengan platform monokok ini juga patut diacungi jempol. Sepadan dengan harga yang mengiringinya.

Mau Beli Outlander PHEV?

Untuk beli, mungkin akan sedikit menantang. Menurut MMKSI, mobil ini masih dijual. Tepatnya masih ada dealer Mitsubishi yang menjual. Ini masalahnya, tidak semua dealer punya stok Mitsubishi Outlander PHEV baru. Harganya pun diiringi dengan diskon yang menarik. Harga Mitsubishi Outlander Sport adalah Rp 898 juta. Ya, sudah tidak lagi Rp 1,2 milyar sekian itu.