The New Audi Q5 Sportback, SUV Premium dengan DNA Quattro

Setelah penasaran dengan ‘teaser siluet’ terbaru dari Audi beberapa waktu lalu, kini Audi Indonesia resmi meluncurkan generasi terbaru dari Audi Q5 Sportback. Model anyar ini membawa filosofi “The New Shape of Luxury”, eksterior atletis, teknologi digital terbaru, serta performa khas Audi dengan penggerak legendaris quattro.

Menurut Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Audi Indonesia, pelanggan premium saat ini tidak hanya mencari kemewahan dalam bentuk material atau fitur, tetapi juga pengalaman berkendara yang terasa lebih personal dan relevan dengan gaya hidup modern.

Desain Sportback

Desain eksterior The New Audi Q5 Sportback kini tampil lebih ekspresif. Siluet atap bergaya Sportback mengalir hingga buritan menciptakan tampilan coupe-SUV yang sporty.

Bagian depan menampilkan Singleframe grille generasi terbaru terpadu dengan Matrix LED Headlights lengkap dengan dynamic indicators. Sementara di belakang, Digital OLED Rear Lights menghadirkan visual modern dan futuristis.

Audi menghadirkan warna hero District Green yang menjadi simbol arah desain terkininya. Paduan velg Audi Sport 20-inci desain 5 twin-spoke dan panoramic sunroof, membuatnya makin elegan.

Kabin Mewah dengan Teknologi Intuitif

Dalam kabinnya, Audi membekali Q5 Sportback terbaru dengan Audi Virtual Cockpit Plus berukuran 12,3-inci yang menyajikan berbagai informasi kendaraan secara digital dan mudah dipahami.

Sistem infotainment MMI Navigation Plus menjadi pusat kendali berbagai fungsi kendaraan. Tak ketinggalan, Bang & Olufsen Premium Sound System siap membuat kabin serasa ruang lounge premium selama perjalanan.

Kenyamanan semakin sempurna berkat Ambient Lighting Package Plus dengan personalisasi suasana kabin sesuai preferensi pengguna. Tersematnya panoramic sunroof makin memberikan kelapangan kabin untuk pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan.

Mesin 201 hp dan Sistem Quattro Generasi Terbaru

Audi Q5 Sportback tetap mempertahankan DNA performa khas quattro yang melegenda. Hantaran tenaga mesin 2.0-liter TFSI turbo ini mampu menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi 340 Nm. Penyaluran tenaga melalui transmisi otomatis S tronic 7-percepatan lengkap dengan sistem penggerak quattro all-wheel drive terbaru. Hmm…makin responsif dan stabil pastinya.

Audi juga memasok berbagai fitur keselamatan dan bantuan pengemudi seperti Adaptive Cruise Assist with Stop & Go, Park Assist Plus, Head-Up Display, Surround View Camera 360 derajat, Lane Departure Warning, Audi Drive Select, hingga Audi Pre Sense Front dengan pedestrian protection.

Harga Audi Q5 Sportback

The New Audi Q5 Sportback kini resmi tersedia di Indonesia dengan harga mulai Rp1,9 miliar.

Setiap pembelian unit mendapatkan paket layanan purna jual berupa servis berkala hingga 3 tahun atau 90.000 km, garansi kendaraan 3+1 tahun hingga 100.000 km, serta layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) 24 jam.

Dengan kombinasi sisi premium dan kenyamanan kelas atas, Audi Q5 Sportback ini rasanya siap menjadi salah satu pilihan menarik bagi Anda yang mencari SUV premium dengan karakter sporty sekaligus mewah.

Audi Indonesia Bocorkan Teaser Model SUV Coupe Terbaru

Audi Indonesia kembali membangun rasa penasaran para pecinta otomotif Tanah Air. Setelah sebelumnya menegaskan bahwa teknologi penggerak legendaris quattro tetap menjadi bagian dari evolusi produk terbarunya, kini pabrikan asal Jerman tersebut memberikan petunjuk baru melalui teaser yang menampilkan siluet desain kendaraan yang akan segera diluncurkan di Indonesia.

Meski belum mengungkap identitas model secara resmi, teaser terbaru tersebut memperlihatkan arah desain yang jauh lebih dinamis dan emosional. Garis atap yang melandai tegas, proporsi bodi yang atletis, serta tampilan yang lebih modern mengindikasikan bahwa model anyar ini kemungkinan besar akan hadir dalam format SUV coupe premium yang sedang populer di pasar global.

Dari siluet yang diperlihatkan, kendaraan tersebut memancarkan karakter sporty yang kuat tanpa meninggalkan kesan elegan khas Audi. Pendekatan desain seperti ini menjadi bagian dari bahasa desain terbaru Audi yang telah diterapkan pada sejumlah model generasi terkini di berbagai pasar dunia.

Tak hanya sekadar menghadirkan tampilan baru, model ini juga disebut membawa evolusi teknologi, fitur digital yang lebih intuitif, serta pengalaman berkendara yang semakin personal. Meski demikian, Audi tetap mempertahankan fondasi utama yang selama ini menjadi identitas merek, yakni keseimbangan antara performa, kenyamanan, dan pengendalian yang didukung sistem penggerak quattro.

Chief Operating Officer Audi Indonesia, Edo Januarko Chandra, menjelaskan bahwa model terbaru tersebut merupakan representasi dari arah baru Audi dalam memaknai kemewahan modern.

“Kami melihat model terbaru ini sebagai evolusi yang sangat menarik bagi Audi. Karakter utamanya tetap dipertahankan, termasuk filosofi quattro yang sudah menjadi bagian dari identitas Audi selama lebih dari empat dekade. Namun di saat yang sama, Audi juga menghadirkan pendekatan yang terasa lebih modern, lebih emosional, dan semakin relevan dengan bagaimana pelanggan memaknai kemewahan saat ini,” ujar Edo Januarko Chandra.

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa Audi tengah berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya menawarkan performa tinggi, tetapi juga mampu menjawab perubahan gaya hidup konsumen premium yang kini semakin mengutamakan desain, teknologi, dan konektivitas.

Menjelang peluncuran resminya di Indonesia, berbagai petunjuk yang mulai diperlihatkan Audi menjadi gambaran mengenai transformasi yang sedang dilakukan merek asal Ingolstadt tersebut. Siluet yang lebih berani, teknologi yang semakin canggih, serta pengalaman berkendara yang lebih personal menunjukkan bahwa Audi ingin tetap relevan di tengah persaingan segmen premium yang semakin kompetitif.

Satu hal yang dipastikan tidak berubah adalah kehadiran sistem penggerak quattro. Teknologi yang telah menjadi ikon Audi selama lebih dari 40 tahun itu tetap menjadi fondasi utama untuk menghadirkan kestabilan, traksi, dan rasa percaya diri di berbagai kondisi jalan.

Kini tinggal menunggu waktu hingga Audi Indonesia membuka seluruh tabir misteri model terbaru tersebut kepada publik Tanah Air.

quattro: Teknologi Inovatif Audi yang Memadukan Performa dan Kontrol

Ada teknologi yang diciptakan untuk mendongkrak performa. Tapi ada juga teknologi yang pada sukses mengubah cara sebuah industri. Dalam laju industri Audi, teknologi tersebut ialah quattro. Terbukti lebih dari empat dekade sejak pertama kali diperkenalkan, quattro telah menjadi bagian dari DNA Audi. Sebuah teknologi penggerak empat roda yang lahir dari kebutuhan akan kendali dan traksi yang lebih baik. Lalu berkembang menjadi simbol karakter berkendara produk Audi, untuk berbagai kondisi jalan dan cuaca.

Nama quattro tidak hanya identik dengan motorsport, tetapi juga dalam cara Audi membangun setiap pengalaman berkendara. Sesuai dengan slogan Vorsprung durch Technik yakni Keunggulan melalui Teknologi, Audi terus menghadirkan inovasi yang mampu memadukan karakter berkendara. Tentunya dengan pengalaman yang lebih presisi dan lebih stabil.

Gara-gara VW Iltis

Inovasi quattro dimulai pada akhir 1970an, ketika para engineer Audi melakukan pengujian di wilayah bersalju di Eropa Utara. Di sana, mereka melihat sebuah Volkswagen Iltis, kendaraan militer ringan dengan sistem penggerak empat roda, mampu melaju stabil di medan ekstrem. Dari pengalaman tersebut muncul pertanyaan yang kemudian mengubah arah dunia otomotif. Bagaimana jika konsep penggerak empat roda tersebut, diterapkan pada mobil performa yang tetap ringan, cepat, dan nyaman digunakan sehari-hari.

Pada masa itu, sistem all-wheel drive (AWD) umumnya hanya digunakan pada kendaraan off-road yang berukuran besar. Namun, Audi melihat peluang yang berbeda. Pada Geneva Motor Show 1980, Audi memperkenalkan Audi quattro. Sebuah mobil berperforma tinggi produksi massal pertama, dengan sistem permanent all-wheel drive. Inovasi tersebut menjadi titik awal perubahan besar dalam industri otomotif. Untuk pertama kalinya, distribusi tenaga ke empat roda tidak hanya ditujukan untuk medan ekstrem, tetapi juga untuk meningkatkan stabilitas, daya cengkeram, dan kontrol dalam pengalaman berkendara harian.

Dominasi Dalam WRC

Tidak lama setelah diperkenalkan, quattro langsung diuji di gelaran paling spektakuler, yakni World Rally Championship (WRC). Di lintasan reli awal 1980an, mulai dari salju, kerikil, hingga jalan basah dengan traksi rendah, quattro memberikan keunggulan yang sangat signifikan. Ketika mobil lain kehilangan grip, Audi justru mendapatkan kontrol yang lebih baik di hampir semua kondisi.

Beberapa tahun kemudian, dominasi Audi di era Group B melalui Audi Sport quattro menjadikan teknologi ini salah satu inovasi paling berpengaruh dalam sejarah motorsport. Hasil tersebut tidak hanya menghadirkan berbagai kemenangan, tetapi juga mengubah cara pandang industri terhadap potensi sistem penggerak empat roda pada mobil performa. Sejak saat itu, quattro berkembang menjadi standar baru dalam performa modern Audi, sekaligus memperkuat identitas Audi sebagai brand dengan DNA motorsport dan inovasi progresif.

Semakin Disempurnakan

Selama lebih dari empat dekade, quattro terus berkembang menjadi sebuah teknologi pintar yang bekerja secara presisi membaca karakter jalan, distribusi traksi, hingga gaya berkendara pengemudi secara real-time. Dalam kondisi jalan basah, tikungan cepat, hingga permukaan jalan yang tidak stabil, quattro bekerja secara adaptif menjaga daya cengkeram dan kestabilan kendaraan, tanpa mengganggu kenyamanan berkendara.

Seiring waktu, Audi terus menyempurnakan teknologi ini melalui berbagai generasi diferensial dan sistem distribusi torsi yang semakin presisi. Pada banyak model Audi modern, teknologi quattro hadir sebagai elemen yang membentuk rasa percaya diri di balik kemudi. Warisan teknologi quattro kini terus hidup dan berevolusi pada berbagai model Audi modern yang dipasarkan secara global.

Format Lebih Responsif

Memasuki era elektrifikasi, quattro tidak meredup. Bahkan berevolusi ke bentuk yang lebih modern, melalui teknologi electric quattro dan torque vectoring pada lini Audi e-tron global. Melalui distribusi tenaga digital dan pengendalian motor listrik yang lebih presisi, Audi tetap mempertahankan karakter khas quattro dalam format yang lebih responsif, modern, dan efisien.

Hingga saat ini, Audi telah memproduksi lebih dari 10 juta kendaraan dengan teknologi quattro di seluruh dunia. Di tengah perubahan industri otomotif global, quattro tetap menjadi salah satu elemen paling konsisten dalam filosofi Audi dalam mendefinisikan performa. Hingga hari ini, filosofi tersebut tetap hidup di setiap kendaraan Audi yang mengusung nama quattro.

Audi A5 Sportback Jadi Hadiah Utama Anniversary Plaza Indonesia

Audi Indonesia turut memeriahkan perayaan ulang tahun ke-36 Plaza Indonesia dengan menghadirkan model premium Audi A5 Sportback sebagai hadiah utama dalam program Grand Draw.

Momen spesial ini berlangsung dalam acara puncak 35th Anniversary Grand Draw yang digelar pada VIP Day di La Moda, Plaza Indonesia. Kehadiran Audi menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman eksklusif sekaligus apresiasi kepada pelanggan setia pusat perbelanjaan ikonik tersebut.

Partisipasi Audi Indonesia dalam perayaan ini mencerminkan kesamaan nilai dengan Plaza Indonesia dalam menghadirkan pengalaman premium bagi pelanggan. Kedua brand sama-sama mengedepankan kualitas, eksklusivitas, serta pengalaman berkelas dalam setiap interaksi dengan konsumennya.

Melalui kolaborasi ini, Audi tidak hanya menampilkan produknya, tetapi juga memperkuat positioning sebagai brand otomotif premium yang dekat dengan gaya hidup modern masyarakat urban.

Audi A5 Sportback, Simbol Performa dan Elegansi

Audi A5 Sportback dipilih sebagai hadiah utama bukan tanpa alasan. Model ini dikenal sebagai salah satu sedan premium dengan desain elegan yang berpadu dengan performa dinamis.

Dengan garis desain khas Audi yang sporty dan proporsi yang aerodinamis, A5 Sportback menawarkan keseimbangan antara estetika dan fungsionalitas. Kabinnya juga dirancang dengan sentuhan modern dan material berkualitas tinggi, menghadirkan kenyamanan maksimal bagi penggunanya.

Tak hanya itu, performa mesin yang responsif serta teknologi canggih yang disematkan menjadikan mobil ini sebagai representasi progresivitas Audi di segmen kendaraan premium.

Apresiasi untuk Loyalitas Pelanggan

Kehadiran Audi A5 Sportback sebagai hadiah utama menjadi bentuk penghargaan atas loyalitas pelanggan Plaza Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Program Grand Draw ini memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mendapatkan pengalaman eksklusif sekaligus hadiah bernilai tinggi, yang semakin memperkuat daya tarik perayaan anniversary tersebut.

Melalui keikutsertaan dalam perayaan ini, Audi Indonesia kembali menegaskan eksistensinya di segmen premium Tanah Air. Tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui kolaborasi strategis dengan brand lifestyle ternama.

imbas tarif trump di sketor otomotif

Imbas Tarif Trump di Sektor Otomotif, Audi Hentikan Pengiriman Mobil ke Amerika!

Imbas tarif Trump di sektor otomotif, Audi hentikan pengiriman mobil ke Amerika. Langkah ini diambil dengan pertimbangan untuk kelangsungan bisnis mereka.

Perusahaan otomotif asal Jerman, Audi dikabarkan telah berhenti mengirim kendaraan ke dilernya di Amerika Serikat di tengah ketidakpastian seputar tarif impor yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump.

Langkah Audi menahan pengiriman kendaraan baru yang masuk ke AS sejak 7 April 2025, saat tarif otomotif sebesar 25 persen diterapkan pada semua mobil yang dibawa ke negeri Paman Sam tersebut.

Dilansir dari laman Drive, Audi memang tidak membuat mobil di Amerika Serikat (AS), namun mengimpor semua kendaraan yang dijual di Amerika dari Eropa atau Meksiko. Salah satu model yang paling populer, SUV Audi Q5 juga kena imbasnya.

Juru bicara Audi mengatakan bahwa Volkswagen Group, induk dari merek Audi, memiliki sekitar 37.000 unit kendaraan dalam inventaris mereka di Amerika Serikat, dalam artian cukup untuk memasok pasar selama sekitar dua bulan.

Menurut data dari Cox Automotive, produsen kendaraan di Amerika rata-rata memiliki stok yang hanya mencukupi untuk penjualan selama tiga bulan ke depan.  Alhasil, hal itu memberi ruang bagi pabrikan otomotif untuk menyusun strategi jangka panjang dalam menghadapi kebijakan tarif Trump.

Di sisi lain, para eksekutif industri otomotif dijadwalkan bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen guna membahas respons kebijakan terhadap langkah Presiden Trump.

Dikabarkan pula saham-saham otomotif Eropa juga ikut tertekan, dengan indeks sektoral anjlok ke level terendah dalam 16 bulan terakhir. Kondisi ini tentunya membuat khawatir investor terhadap potensi kenaikan harga, penurunan permintaan, dan bayangan resesi global yang bisa dipicu oleh ketegangan perdagangan antar negara.

Line Up Mobil Audi Yang Dijual di Amerika Serikat

imbas tarif trump di sketor otomotif

Imbas tarif Trump di sektor otomotif, Audi hentikan pengiriman mobil ke Amerika. Berikut line up mobil Audi yang dijual di negeri Paman Sam:

  • Audi S e-tron GT
  • Audi RS e-tron GT Performance
  • Audi Q4 e-tron
  • Audi Q4 Sportback e-tron
  • Audi A6 e-tron
  • Audi SQ6 e-tron
  • Audi Q8 e-tron
  • Audi Q8 Sportback e-tron
  • Audi SQ8 e-tron
  • Audi SQ8 Sportback e-tron
  • Audi Q3
  • Audi Q5
  • Audi Q5 Plug-in Hybrid
  • Audi Q5 Sportback
  • Audi SQ5
  • Audi SQ5 Sportback
  • Audi Q7
  • Audi SQ7
  • Audi Q8
  • Audi SQ8
  • Audi RS Q8 Performance
  • Audi A3
  • Audi S3
  • Audi RS3
  • Audi A4 Sedan
  • Audi A4 allroad quattro
  • Audi S4 Sedan
  • Audi A5
  • Audi A5 Coupe
  • Audi S5 Coupe
  • Audi RS 5 Coupe
  • Audi A5 Sportback
  • Audi S5 Sportback
  • Audi RS 5 Sportback
  • Audi A5 Cabriolet
  • Audi S5 Cabriolet
  • Audi A6 sedan
  • Audi S6 Sedan
  • Audi A6 allroad quattro
  • Audi RS 6 Avant Performance
  • Audi A7
  • Audi S7
  • Audi RS 7 Performance
  • Audi A8
  • Audi S8
  • Audi TT Heritage
  • Audi R8 Heritage

All-New Audi A6 e-tron Bakal Beredar Luas

Setelah dinanti kepastiannya, akhirnya pasar Amerika Serikat bakal kebagian juga generasi terbaru Audi A6 e-tron model tahun 2025. Namun seperti halnya Audi A5 yang minus A5 Avant, mobil listrik A6 e-tron pun tak seluruhnya beredar di negara itu. Peminatan pasar jadi salah satu alasan utama.

A6 e-tron US-Spec

Audi A6 e-tron ini baru resmi muncul versi produksinya. Tak hanya tampil dalam varian Sportback dan Avant yang sangat diminati konsumen global. Audi pun menerapkan platform PPE terbaru pada A6 e-tron. 

Karena pasar AS punya regulasi dan spesifikasi tersendiri yang berbeda dari pasar Eropa, maka sejumlah penyesuaian teknis pun dilakukan.

Versi US-spec yang bakal beredar di AS dikabarkan ada tiga varian. A6 e-tron Sportback RWD, A6 e-tron quattro (AWD), dan S6 e-tron Sportback. Namun tidak kebagian jatah varian high performance A6 e-tron Avant.

Performa Sesuai Karakter Model

Masing-masing varian model Audi A6 e-tron punya output performa yang berbeda. Varian A6 e-tron Sportback RWD, output tenaganya paling kecil yakni 362 hp. Top speednya mampu tembus 210 km/jam dengan waktu akselerasi 0-100 km/jam sekira 5,2 detik.

A6 e-tron quattro yang berpenggerak AWD output tenaganya sedikit lebih besar yakni 422 hp. Akselerasi sprintnya pun lebih gesit yakni 4,3 detik. Kecepatan maksimum tak berbeda yakni 210 km/jam.

Untuk varian teratas yang tampil lebih mewah yakni S6 e-tron Sportback, output performanya lebih bergairah dengan tenaga maksimum 496 hp.

Varian yang satu ini juga dilengkapi fitur launch control yang fungsinya mirip turbo boost. Tak heran jika hanya butuh 3,7 detik untuk mencapai angka 100 km/jam. Kecepatan maksimum dibatasi hanya 240 km/jam demi keselamatan berkendara. 

Seluruh varian model dibekali baterai berkapasitas daya 100 kWh (penggunaan efektifnya sekira 94.4 kWh). Pengisian daya standar menggunakan charger berarus listrik AC dengan daya 9.6 kW.

Untuk pengisian daya cepat, dapat menggunakan fast charger arus listrik DC 800 V dengan output daya maksimum hingga 270 kW. Pengisian dari 10-80 persen menggunakan fast charger butuh waktu 21 menit. 

Harga Di AS Bikin Penasaran

Untuk label harga A6 e-tron US-spec belum diumumkan secara resmi. Di Eropa Audi A6 Sportback e-tron performance dibanderol mulai dari 75.600 euro atau sekira Rp 1,3 miliaran. Sedangkan varian S6 Sportback e-tron dibanderol mulai dari 99.500 euro atau setara Rp 1,7 miliaran.

 

Bentley Pensiunkan Mesin W12, Selamat Datang Era Mesin Hybrid

Bentley punya mesin yang sangat fenomenal. Beragam mobil buatan pabrikan asal Inggris ini telah dibekali mesin 6.0-liter W12.

Setelah berkiprah selama lebih dari dua dekade dan dibuat hingga 10.000 unit, pabrikan asuhan VW ini memutuskan untuk memensiunkan mesin W12.

Dua Dekade, 10 Ribu Unit Mesin

Mesin W12 yang digunakan oleh Bentley sejatinya adalah hasil rancang bangun buatan Volkswagen Group. Berawal dari gagasan untuk menggabungkan dua buah mesin VR6 (6-silinder V) untuk menandingi mesin V12. Karena silindernya berkonfigurasi 3-3-3-3  sehingga layoutnya menyerupai huruf “W”.

Mesin W12 berkode WR12 hasil rancangan Volkswagen awalnya akan digunakan untuk mobil balap Formula 1, namun justru malah digunakan pada mobil sport. Sedangkan unit W12 5.6-liter (non-turbo) pertamakali digunakan pada mobil konsep Volkswagen W12 Syncro Coupe yang diperkenalkan di Tokyo Motorshow 1997. Digunakan juga pada VW W12 Roadster setahun kemudian.

Versi 6.0-liter W12 hadir 2001 dan digunakan pada supercar VW W12 Nardò. Pada tahun 2003, muncul 6.0-liter W12 twin-turbo yang khusus digunakan pada Bentley Continental GT dan Flying Spur.

Kini Eranya Hybrid

Para petinggi Bentley di Crewe, Inggris mungkin punya otonomi dalam menentukan kebijakan perusahaan. Namun kebijakan dan visi Volkswagen Group selaku induk perusahaan dan pemasok mesin hirarkinya jauh lebih tinggi.

Hybrid yang menjadi bagian dari visi masa depan Volkswagen Group tentunya secara tak langsung menjadi visi Bentley. Tapi ini jadi masa transisi Bentley menuju era mobil listrik pada tahun 2030 mendatang.

Sebagai pengganti mesin W12, Bentley telah menyiapkan V8 Ultra Performance Hybrid. Penggerak dengan suplemen motor elektrik hybrid ini digadang mampu menghasilkan tenaga sebesar 740 horsepower. Jarak jelajah maksimum, pada mode EV mencapai 80 km.

Sejumlah prediksi yang beredar, Bentley bakal menggunakan basis jantung mekanis 4.0-liter V8 plug-in-hybrid (PHEV) dari Lamborghini Urus SE. Hanya saja kemungkinan akan ada sejumlah penyesuaian pada setting mesin maupun motor elektriknya.

Saat ini Bentley telah menggunakan mesin V6 plug-in hybrid untuk model Flying Spur dan Bentayga.

Mesin 2.9-liter V6 plug-in hybrid pada Flying Spur memiliki output tenaga 536 hp dengan torsi maksimum 750 Nm. Sedangkan versi 3.0-liter V6 plug-in hybrid pada Bentayga bertenaga 456 hp 516 dengan torsi maksimum 700 Nm.

Konsumsi daya listrik untuk Flying Spur PHEV di angka 24.4 kWh per 100 km. Sedangkan untuk Bentayga PHEV konsumsi daya listriknya 36.8 kWh per 100 km (berdasarkan siklus uji WLTP).

Selain V8 plug-in hybrid “Ultra Performance Hybrid”, Bentley kabarnya juga akan menggunakan mesin hybrid jenis lainnya. Tapi pihak Crewe belum mengungkap secara detail. Apakah sistem mild hybrid V8 bawaan Audi? Kita lihat saja perkembangannya.

 

Audi TT Produksi Terakhir Resmi Menutup Kisah Selama 25 Tahun

Unit produksi terakhir dari spotscar Audi TT telah digulirkan dari pabrik manufaktur di Hungaria. Mobil ini pun menjadi penutup rangkaian Final Edition yang disebar ke penjuru dunia setahun terakhir ini. Pada seremoni unit produksi terakhir sportscar  tersebut tampil pula sederet variant Audi TT lainnya.

Sebuah TTS Coupe generasi ketiga didampingi oleh mobil konsep TT Coupe dan TT Roadster. Kedua mobil konsep tersebut adalah cikal bakal Audi TT yang pertamakali dipamerkan di Frankfurt Motor Show 1995. Dua unit Audi TT generasi kedua pun turut dihadirkan pada acara tersebut.

Selama kurun waktu 25 tahun tercatat telah diproduksi sebanyak 662.762 unit Audi TT yang tersebar ke seluruh penjuru dunia. Tiga generasi coupe ini dibuat di Györ, Hungaria sejak 18 Februari 1998 hingga 10 November 2023. 

Audi TT produksi terakhir

Audi TTS produksi terakhir ini dibalur warna Chronos Gray Metallic dengan aksen Dark Chrome matte. Mesin 4-silinder 2.0-liter TFSI bertenaga 315 hp dengan torsi maksimum 350 Nm dibekalkan pada unit terakhir ini. Performa yang cukup untuk melesatkan hingga kecepatan 100 km/jam dalam waktu 5,5 detik.

Mobil ini jadi TT terkuat kedua setelah TT RS generasi ketiga berplatform MQB, yang dibekali mesin 5-silinder 2.5-liter TFSI bertenaga 394 hp.

Audi TT final edition

Untuk informasi, mobil ini berbeda dengan model edisi pamungkas lainnya. Seperti Audi TT Roadster Final Edition yang hanya ada 50 unit di kawasan Amerika Utara. Atau Final Edition untuk pasar Inggris, Memorial Edition untuk Jepang dan edisi terbatas TT 45 TFSI untuk Spanyol. 

Masih Sisa

Unggahan yang dilakukan Audi di Instagram disambut oleh para pemilik dengan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka sangat menyayangkan salah satu sportscar tersukses dari Audi harus berakhir. Ya, pabrikan asal Jerman tersebut kini lebih fokus pada mobil SUV dan mobil bertenaga listrik.

Audi memang telah menghentikan produksi TT, namun bukan berarti para konsumen tak bisa memilikinya. Saat ini masih tersedia sekitar 540 unit stok terakhir yang tersisa di Jerman. Berdasarkan situs resmi Audi, harganya antara €45.444 – €104.977 bergantung pada variant model dan edisinya. Kurang lebih sekira Rp 771 jutaan hingga Rp 1,78 milyar. Sayangnya, unit terakhir yang keluar dari Gyor tidak dijual. 

 

 

 

 

Audi Vehicle Safety Centre, Fasilitas Uji Senilai Rp 1,63 Triliun

Kian ketatnya standar keselamatan berkendara membuat pabrikan otomotif harus terus melakukan adaptasi dan penyesuaian. Lolos uji benturan adalah salah satu syarat kelayakan yang ditetapkan sejumlah negara bagi sebuah kendaraan untuk bisa dipasarkan. Fasilitas uji keselamatan yang lengkap dan modern pun dibangun Audi. Selengkap apa fasilitas uji terbaru yang ada di pabrik Ingolstadt, Jerman ini?

Fasilitas Uji Keselamatan Berkendara Terlengkap

Pembangunan fasilitas Vehicle Safety Centre yang memakan waktu selama tiga tahun. Fasilitas uji benturan yang lama tak lagi digunakan.

Dengan panjang 130 m dan lebar 110 meter, serta tinggi 20 m, bangunan seluas 1,43 hektar ini ukurannya benar-benar sangat besar.

Terdapat area kosong berukuran 50 ×50 meter dan lintasan ganda sepanjang 250 meter untuk melakukan simulasi uji benturan dengan batas kecepatan sesuai standar uji Euro NCAP maupun NHTSA.

Sebagai perbandingan, standar keselamatan Euro NCAP yang berlaku di Eropa melakukan uji benturan terhadap dinding beton berlapis pada seluruh sisi bodi mobil dengan kecepatan 50 km/jam.

Sedangkan standar NHTSA yang berlaku di AS hanya melakukan uji benturan bagian depan mobil terhadap dinding beton dengan kecepatan 56 km/jam.

Untuk uji benturan, terdapat blok beton seberat 100 ton yang siap menahan benturan dari beragam jenis kendaraan dengan beraneka bobot.

Blok beton ini bahkan bisa digeser atau diputar sesuai sudut dan arah serta sisi benturan yang diinginkan.

Tak hanya blok beton, terdapat pula simulasi mobil terguling, terlempar atau melintir. Benturan antar dua mobil yang berlawanan arah hingga sudut 90 derajat dengan kecepatan tinggi juga dilakukan di tempat ini.

Tak hanya untuk mobil setir kiri saja, namun juga untuk mobil setir kanan.

Lab Riset Keselamatan Berkendara

Tak hanya berfungsi sebagai fasilitas uji keselamatan berkendara. Di sini juga terdapat laboratorium riset teknologi keselamatan berkendara.

Untuk saat ini baru ada 100 orang spesialis keselamatan berkendara yang dipekerjakan di sini, dan seiring waktu jumlahnya akan bertambah.

Audi saat ini tengah mengembangkan teknologi sabuk pengaman dan airbag yang lebih efektif dan efisien. Pengembangan fitur keselamatan pasif dan aktif juga dilakukan di sini.

Untuk kebutuhan riset dan pengujian, Audi menggunakan lebih dari 60 boneka uji benturan. Bentuknya mulai dari balita usia 18 bulan hingga penumpang dewasa dengan bobot sampai 102 kg.

Seluruh boneka uji ini dilengkapi 150 sensor yang akan memberikan data simulasi efek benturan terhadap seluruh anggota tubuh penumpang.

Guna memperoleh data uji simulasi yang akurat, Audi memanfaatkan kamera berkecepatan tinggi serta pendeteksi gerakan. Untuk data deformasi konstruksi bodi dan sasis pasca benturan, Audi memanfaatkan teknologi scanner 3D dan X-Ray canggih yang sangat presisi. Persis seperti yang digunakan oleh Bugatti.

Para ahli dan spesialis keselamatan berkendara di Audi melakukan sekitar 10.000 simulasi uji benturan setiap bulannya sebelum mobil prototype pra produksi dibuat.

Mobil prototipe yang sudah jadi nantinya tetap akan menjalani serangkaian uji benturan. Bahkan setiap batch produksi tetap diuji dengan sampel yang diambil secara acak.

Seluruh data simulasi dan pengujian ditempat ini dianalisa sebagai bahan evaluasi dan riset litbang.

“Keselamatan berkendara adalah prioritas utama bagi Audi. Fasilitas uji terbaru ini adalah wujud komitmen kami untuk menghasilkan mobil yang aman dikendarai,” papar Oliver Hoffman, salah satu anggota Dewan Manajemen Audi untuk Bidang Pengembangan Teknis.

Audi sangat serius dalam hal standar keselamatan berkendara pada setiap mobil yang diproduksi.

Maka tak heran jika Audi Vehicle Safety Centre terbaru ini menelan dana investasi sebesar €100 juta atau sekitar Rp 1,63 triliun.

Audi A8L dan Q3 Sportback Siap Goda Pebisnis di GIIAS 2023

Sedan flagship New Audi A8L kini tampil lebih segar untuk menggoda para pebisnis Indonesia yang ingin tampil beda. Dengan sosoknya yang menegaskan kemewahan dan kecanggihan teknologi, A8L juga sekaligus menunjukkan karakter progresif dari sebuah sedan premium.

Selain itu Audi Indonesia juga memperkenalkan Audi Q3 Sportback, yang menampilkan sosok yang kuat dan kenyamanan harian yang serbaguna. Sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) dengan karakter sporty dan pengendalian yang gesit layaknya sebuah coupe.

“Q3 Sportback adalah crossover compact pertama Audi yang menggambarkan kekuatan, kepraktisan dan kemewahan khas Audi,” kata Stefan Hutahayan, Brand Manager Audi Indonesia, PT Garuda Mataram Motor.

Desain Lebih Tajam

New Audi A8L hanya dijual dalam satu varian 3.0 TFSI Quattro. Untuk urusan dibalik kap mesin, terdapat mesin bensin enam silinder segaris berkapasitas 3.0 liter. Menghasilkan tenaga hingga 335 hp dan torsi 500 Nm. Output ini disalurkan keempat rodanya melalui transmisi tiptronic 8-speed yang sanggup memacu mobil ini berakselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 5,7 detik.

Dari sisi eksterior, tampilan New Audi A8L menampilkan desain lebih tajam. Grille segi delapan single frame kini lebih besar dari bagian bawah ke atas. Desain lampu utama berteknologi HD Matrix LED juga menyajikan lebih banyak sudut yang membuatnya tampak semakin tajam.

Keleluasaan menjadi hal paling menonjol pada interior New Audi A8L. Diklaim memberikan rasa terbuka dan ruang yang menyenangkan. Entah apa maksudnya, tapi kabinnya memang mewah dan lega.

Garis horizontal mendominasi, memberikan kesan lebar di dalam kabin. Balutan warna gelap mendominasi dengan beberapa pilihan warna dan material yang dapat dikombinasikan.

Audi A8L 3.0 TFSI Quattro 2023 dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp. 2,815 milyar (off-the road)

Kemewahan Dan Bertenaga

Produk baru berikutnya adalah Audi Q3 Sportback.  Sosoknya secara tegas menampilkan paduan kekuatan SUV dengan rasa sporty sebuah coupe. Grille single frame 3D yang kontras memperkokoh kesan sporty SUV ini makin kuat.

Q3 Sportback memiliki panjang keseluruhan 4,5 meter, lebar 1,84 meter serta tinggi 1,56 meter. Jarak sumbu roda (wheelbase) 2,68 meter membuat ruang kabinnya jadi leluasa. Bangku baris kedua dapat mengakomodasi tiga orang dengan mudah. Dapat bergerak maju-mundur sejauh 130 mm dan sandarannya dapat diatur hingga 7 sudut kemiringan. Kapasitas bagasinya antara 530 liter hingga 1.400 liter.

Audi Q3 Sportback mengandalkan mesin bensin 4-silinder segaris 1.4 liter TFSI. Outputnya 148 hp pada 5.000-6.000 RPM. Torsi menyentuh 250 Nm pada 1.500-3.500 rpm. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya 9,2 detik. Angka tersebut disalurkan ke roda depan melalui transmisi S Tronic 6-speed.

Konsumsi BBM? Dengan menggunakan bahan bakar RON 95, Audi Q3 Sportback dikatakan mampu meraih konsumsi bahan bakar 13,9-15,1 km/liter. Mobil ini dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp. 1,185 milyar (on-the-road Jakarta).

Restomod NSU Prinz 4: Liar Berpenggerak Audi e-tron

Kreatifitas dari para siswa magang kadang sungguh luar biasa. Seperti yang dilakukan oleh para siswa magang di pabrik Audi Neckarsulm, Jerman. Untuk proyek tugas magang, mereka memodifikasi dan merombak total sebuah mobil lawas NSU Prinz 4. Seperti apa hasilnya?

NSU, Cikal Bakal Lahirnya Audi

Mungkin banyak yang awam dengan nama NSU. Pabrikan otomotif asal Jerman ini selama satu abad dikenal sebagai produsen sepeda, mobil, dan sepeda motor. Label nama NSU sendiri merupakan anagram dari nama kota tempat NSU berasal yakni Neckarsulm. Salah satu model mobil yang populer yakni NSU Prinz 4.

Perjalanan sejarah NSU di dunia otomotif berubah drastis saat NSU diakusisi oleh Volkswagenwerke (VW).   Tak hanya diakusisi, NSU pun dilebur dengan Auto Union ke dalam brand Audi di tahun 1969.

Proyek restomod para siswa magang ini tak hanya bernostalgia dengan model NSU Prinz 4. Mobil ini merupakan kado hari jadi dari pabrik Neckarsulm yang tahun ini genap berusia 105 tahun.

Rombak Total Body dan Sasis

Para siswa magang di pabrik Audi Neckarsulm mempelajari teknologi manufaktur mobil listrik yang diproduksi di pabrik tersebut. Materi yang mereka pelajari selama magang kemudian diterapkan pada mobil NSU Prinz 4. Seluruh komponen mobil NSU Priz 4 yang akan dimodifikasi pun preteli dan diurai. Hanya tersisa rangka body.

Karena akan dibekali dengan sistem penggerak motor elektrik berikut baterainya, maka perlu dilakukan ubahan konstruksi. Mobil ini aslinya menggunakan rangka unibody, sehingga seluruh konstruksi dek pun diganti. Sebagai donor, dipilih dek sasis dari Audi A1 yang dimensinya tak jauh berbeda dengan NSU Prinz 4.

Body asli bagian atas masih dipertahankan. Hanya saja tampilannya diubah menjadi bergaya widebody. Fender baru model lebar dibuat menggunakan printer 3D. Kini body NSU Prinz 4 lebih kekar dan sporty bagai mobil balap jalanan.

Laburan kombinasi warna abu-abu Suzuka Grey dan hitam Brilliant Black pada body menguatkan aura sporty.

Velg ‘piring’ ala Rotiform yang berbalut ban tapak lebar berprofil tipis nampak pas dengan rongga fender. Headlamp dan lampu belakang standar diubah menjadi model LED. Pada bumper depan terdapat lip spoiler dan air intake yang membuat tampilan kian garang.

Agar lebih keren, bagian belakang juga diimbuhi sayap spoiler di atap dan kap bagasi. Kedua spoiler dilabur warna hitam Brilliant Black senada atap pada bagian atas dan Signal Yellow pada bagian bawahnya. Sejumlah panel body dan interior diganti dengan material serat karbon yang dicetak dengan printer 3D.

NSU Prinz 4 Berpenggerak Audi e-tron

Versi asli menggunakan mesin 2-silinder segaris OHV 600 cc berpendingin udara berdaya 30 hp yang terpasang di bagian belakang.

Dengan dek sasis dari Audi A1, mesin NSU Prinz 4 kini digantikan oleh sebuah motor elektrik penggerak berdaya 240 hp yang dicangkok dari Audi e-tron.

Tangki bensin di balik kap depan kini berganti sebongkah baterai 17,9 kWh dari Audi Q7 TFSI e quattro. Hanya saja tak dijelaskan jenis transmisi yang dibekalkan.

Interior Bergaya Retro-Techno

Kurang lengkap rasanya jika area interior tak ikut disentuh. Meskipun interior mobil ini turut mengalami ubahan, namun pihak Audi tak melansir foto detailnya. Sayang sekali…

Akan tetapi pihak Audi menyatakan bahwa kemasan interior didominasi warna Signal Yellow. Roll cage dan sepasang jok bucket Recaro Podium kian menguatkan aura mobil sport. Panel instrumen di dashboard pun telah menggunakan layar digital.

Tampilan jadul telah sirna dari sang NSU Prinz 4. Tak hanya menjelma menjadi lebih keren. Tapi jadi sebuah mobil sport coupe bertenaga listrik yang senyap dan bebas polusi.

Happy 105 th Anniversary Audi Neckarsulm Factory.

NSU Uruguay: Station Wagon ‘Seadanya’

Bentuknya benar-benar tidak atraktif, tapi NSU Uruguay ini menjadi salah satu produk paling ‘eksotis’ yang pernah dibuat oleh NSU. Ini adalah pabrikan otomotif asal Jerman, yang berdiri pada 1873. Kemudian diakuisisi oleh VW tahun 1969, lalu dimerger dengan Audi menjadi Audi NSU Auto Union AG. VW lalu menghilangkan nama NSU, hingga sekarang tinggal Audi. 

Berangkat dari konsep awal sebuah mobil station wagon yang sederhana dan tidak neko-neko, NSU Uruguay ini diproduksi antara tahun 1969 hingga 1971. Ide mobil ini bermula dari importir NSU di kota Montevideo, Uruguay, yang membuat sekitar 500 unit mobil station wagon sederhana dalam versi P6 dan P10.

Eksteriornya kelewat sederhana. Penuh garis tegas, seolah digambar dengan menggunakan penggaris anak sekolah dasar. Desain NSU Uruguay ini sama sekali tidak selaras dengan produk NSU lainnya yang dibuat di era 1960an. Seperti Wankel Spider, Prinz atau Sport Prinz.

Awalnya, Quintanar, importir NSU di Uruguay mulai memproduksi sendiri dan menjual mobil station wagon di tahun 1968. ‘Bahan dasar’ mobil ini berbasis NSU Prinz 4 dengan mesin 2 silinder.

NSU Prinz, basis dari NSU Uruguay

Mesin NSU Prinz 1000 tidak muat

Di akhir tahun 1968 tersebut, Quintanar berhasil menjual 140 unit mobil station wagon karya mereka. Importir NSU ini ingin menjual unit yang lebih banyak, khususnya dengan mesin 4 silinder yang lebih bertenaga. Pihak Quintanar pun berdiskusi dengan jajaran manajemen NSU di Neckarsulm, Jerman, pada bulan Mei 1969.

Hasilnya, bodi ‘kosong’ pun dikirim dari Montevideo ke Neckarsulm, untuk dibuat sebagai unit prototipe. Ternyata mesin 4 silinder milik NSU Prinz 1000 tidak akan muat di kompartemen, tanpa adanya modifikasi besar. Langkah edan pun diambil, posisi mesin dipindahkan ke bagian belakang. Pihak Quintanar sepertinya tidak masalah jika ruang mesin di belakang bakal menggerus kapasitas bagasi.

Tak kurang dari 500 unit dibuat

Departemen Pengembangan Teknis NSU di Neckarsulm pun geleng-geleng kepala dengan keputusan Quintanar itu. Meski begitu, sekitar 500 unit station wagon dibuat di Uruguay, dalam varian P6 dan P10, sepanjang tahun 1969 sampai 1971. Sayangnya, NSU tidak melanjutkan bisnisnya di negara tersebut pada tahun 1971 dan akhirnya perjalanan produksi NSU Uruguay pun berhenti.   

Station wagon ini menggunakan mesin 4 silinder 1.0 liter yang bertenaga 43 hp. Mesin berpendingin udara tersebut mampu membawa station wagon unik ini hingga top speed 120 km/jam. Konsumsi bahan bakarnya sekitar 6,5 hingga 7,5 liter per 100 km.

NSU Ro 80: Sedan Sport Asal Neckarsulm Tanpa Piston

Ini merupakan mobil yang istimewa. Ro ialah singkatan dari rotary, dan 80 adalah penunjukan jenisnya. Saat pertama kali diluncurkan di Internationale Automobil-Ausstellung (IAA) atau Frankfurt Motor Show pada September 1967, NSU Ro 80 membuat dunia otomotif tercengang.

Saat itu, banyak pengunjung pameran tidak tahu apa yang harus dikagumi terlebih dahulu. Bentuknya yang futuristik, mesinnya yang luar biasa, atau memang keduanya. Mobil tersebut sukses menginspirasi banyak orang, namun tidak sukses dalam urusan penjualan, hingga NSU Ro 80 terakhir keluar dari jalur produksi pada April 1977.

Standar baru dalam teknologi dan estetika

NSU menyusun kalimat ‘paling indah, tercepat, paling ekonomis, paling modern, singkatnya ialah mobil yang ideal’. Bersama konsep tersebut, NSU Motorenwerke AG mengumumkan model barunya akan siap menjelang IAA 1967. NSU pun menyiapkan dokumen informasi terkait data teknis dan penjelasan rinci mengenai prinsip kerja mesin rotary. Setelah lima tahun pengembangan, Ro 80 akhirnya hadir di IAA, sebagai mobil produksi pertama di dunia dengan mesin rotary dengan rotor ganda.

Sedan yang sporty ini memiliki tingkat pengendalian, keselamatan, kenyamanan, dan performa berkendara yang baik. NSU mengembangkan sedan ini dengan bantuan terowongan angin (wind tunnel). Garis bodi dengan ujung depan yang rata dan mulai meninggi menuju bagian belakang, membuat nilai aerodinamika sebesar Cd 0,35. Tergolong baik dan dianggap futuristis di era tersebut.

Diganjar predikat Car of the Year

Keberanian perusahaan yang berbasis di Neckarsulm untuk meluncurkan Ro 80, akhirnya membuahkan hasil. Satu tahun setelah peluncurannya, NSU Ro 80 mendapat predikat Car of the Year, sekaligus menjadi kendaraan Jerman pertama yang mendapatkan penghargaan tersebut. Namun di sisi lain, NSU Ro 80 gagal mencapai kesuksesan komersial yang mampu bertahan lama.

Sebab di tahun 1973, krisis minyak bumi yang melanda membuat harga bensin naik, menyebabkan pelanggan beralih ke kendaraan yang lebih ekonomis. Ini berarti akhir dari mesin rotary dan memangkas perjalanan hidup saloon 4 pintu ini. Mobil itu diproduksi di pabrik Neckarsulm dari tahun 1967 hingga 1977. Pada saat model tersebut dihentikan pada tahun 1977, produksi Audi 100 sudah mengambil sebagian besar kapasitas pabrik. Secara total ada 37.374 unit NSU Ro 80 pernah dibuat.

Indomobil Plaza_1

Indomobil Group Boyong Banyak Brand di IIMS 2023

Bersamaan dengan gelaran pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 yang diselenggarakan pada 16 Februari 2023. Indomobil Group menghadirkan Indomobil Plaza yang merupakan sebuah konsep retail showroom multi-brand untuk penjualan, layanan purna jual dan bisnis suku cadang.

Event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 menjadi ajang perdana untuk PT Indomobil dalam memperkenalkan Indomobil Plaza. Berlokasi di Hall A-9, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Indomobil Plaza menampilkan sejumlah brand yang dinaungi oleh Indomobil Group, untuk kali ini Indomobil menampilkan tak kurang dari 15 unit mobil dari lima brand otomotif global.

Pabrikan asal kota Ingolstadt, Jerman, menampilkan Audi A5 2.0 TFSI Sportback dan A6 2.0 TFSI Sportback. Tak ketinggalan Sport Utility Vehicle (SUV) Audi Q7 3,0 TFSI serta Q8 3.0 TFSI. Masih dari benua Eropa, brand terbaru yang dibawa Indomobil ialah Citroën yang menampilkan line up SUV-nya, yakni C3, C5 Aircross serta mobil listriknya e-C4.

Sedangkan brand dari Korea, Kia juga turut serta dengan menampilkan Kia Sonet, Kia Carens dan Multi-Purpose Vehicle (MPV) mewahnya, yakni Grand Carnival. Nissan pun juga hadir dengan membawa MPV unggulan Nissan Livina VE AT Signature dan Nissan Serena, termasuk Nissan Kicks. Untuk melengkapi jajaran brand yang dinaungi oleh Indomobil Group ialah hadirnya Volkswagen dengan duet SUV unggulannya, Tiguan Sport Edition dan Tiguan Allspace.

Fariz ‘Ogud’

Ken Block Gymkhana

10 Mobil Jagoan Ken Block, Ada Apa Saja?

Masih mengawali momen tahun baru, berita tidak mengenakan terdengar dari laman media sosial Hoonigans pada 3 Januari 2023. Ya, Ken Block meninggal dunia akibat kecelakaan saat mengendarai snowmobile (kendaraan salju) di pegunungan Utah, Amerika Serikat. Kontan saja berita duka ini tersebar dengan cepat di segala penjuru bumi. Dunia otomotif tidak akan pernah sama lagi, sebab Ken Block telah tiada.

Pria yang berpulang di usia 55 tahun ini dikenal akan kepiawaiannya dalam aksi mengendalikan mobil berperforma tinggi. Mulai dari ajang reli, drifting, gymkhana, hingga hillclimb. Tak terhitung lagi event yang pernah ia ikuti selama bertahun-tahun. Kini, garasi Hoonigans kehilangan tuannya. Deretan mobil yang pernah menemani Ken Block akan menjadi saksi bisu dari setiap atraksi di masa lalu. Sebagai penghormatan bagi Ken Block, kami menyajikan deretan mobil jagoan yang pernah membuat kagum para penggemarnya.

Audi S1 Hoonitron

Audi of America mempersembahkan Audi S1 e-tron quattro Hoonitron yang dirancang khusus untuk Ken Block, setelah ia menjadi brand ambassador untuk Audi. Mobil yang diproyeksikan sebagai pengganti Ford Mustang Hoonicorn ini mengambil inspirasi dari Audi S1 Sport Quattro yang legendaris. Audi S1 Hoonitron menggunakan motor listrik 800 V dan empat baterai lithium-ion 17.3-kWh. Hasilnya ialah torsi monster sebesar 3.000 Nm.

Ford Mustang 1965 a.k.a. Hoonicorn RTR V2

Ford Mustang dibangun sebagai penerus Hoonicorn asli. Ken Block dan timnya memodifikasi mesin Ford V8 410 racikan Roush Yates. Kemudian diberi sepasang turbocharger unik buatan Garrett yang bertengger di atas intake maniford Switzer Dynamics. Hasil akhirnya? 1.400 hp yang disalurkan melalui sistem penggerak empat roda buatan Sadev. Jika Hoonicorn V1 dirancang sejak awal dengan konsep yang gila, maka Hoonicorn V2 ini menjadi lebih gila lagi.

Ford F-150 1977 a.k.a. Hoonitruck

Pickup Ford F-150 ini sengaja diciptakan untuk event Gymkhana TEN dan memang Ken Block juga menyukai truk pickup. Di masa lalu, mendiang ayahnya juga memiliki Ford F-150, sehingga mobil ini menjadi penghormatan Ken Block terhadap ayah tercintanya. Ford F-150 Hoonitruck ini pernah memperoleh penghargaan sebagai Best Dressed Truck/SUV, ketika dipajang di area Toyo Tires pada gelaran Tokyo Auto Salon 2019. Hoonitruck dibekali mesin Ford Performance/Roush Yates EcoBoost V6 3.5 liter twin turbocharger yang bertenaga 914 hp.

Ford Escort RS Cosworth WRC 1994 a.k.a. Cossie V2

Setelah mobil reli Ford Escort Cosworth Group A buatan 1991 milik Ken Block terbakar di tahun 2018 saat sedang berlaga, maka penggantinya pun segera disiapkan pada tahun 2019. Cossie V2 ini dirancang dan dibuat ulang dengan konsep yang lebih modern. Mesinnya menggunakan unit 2.0 liter dari Escort WRC yang diracik oleh Julian Godfrey Engineering, lalu dilengkapi dengan turbocharger buatan IHI dan restrictor turbo berukuran 34 mm.

Ford Escort RS Mk2 1978

Ford Escort klasik ini awalnya dibangun oleh Ken Block dengan spesifikasi reli tarmac. Ia pernah menggunakan mobil ini untuk event Rally New York 2010, lalu akhirnya disimpan di garasi. Tak lama kemudian, Ken Block memutuskan untuk merombaknya agar menjadi Ford Escort Mk2 pertama di dunia dengan spesifikasi gymkhana. Mesinnya digarap oleh Millington Racing Engines, berkapasitas 2.5 liter dan memiliki output hingga 333 hp.

Ford RS200 1986

Mobil reli ini dibuat untuk mengikuti kejuaraan reli dunia di kelas Group B. Ford RS200 milik Ken Block ini merupakan satu dari hanya 200 unit yang pernah dibuat untuk keperluan homologasi. Mesin 4 silindernya merupakan varian dari Evolution (hanya ada 24 unit di dunia), berkapasitas 2.1 liter dan tenaganya mampu mencapai 800 hp. Bodinya pun dilabur dengan cat warna hitam kombinasi antara finishing glossy dan matte. Suspensi coilover-nya menggunakan produk dari KW.  

Ford Fiesta ST 2015 a.k.a. RX43

RX43 atau singkatan dari rallycross #43 ini dikembangkan oleh M-sport sebagai mobil rallycross Ken Block untuk mengikuti event 2013 Global Rallycross Championship dan X Games rallycross. Fiesta RX43 dikenal memiliki torsinya yang amat melimpah, akselerasi 0-100 km/jam dapat diselesaikan dalam waktu 2 detik saja. Uniknya, untuk event FIA World Rallycross 2014, M-Sport membuat mobil kembar identik yang dikenal sebagai RX43B. Sebab RX43 yang bertenaga 600 hp ini sedang ‘sibuk’ di event domestik.

Ford Focus RS RX 2016

Mobil ini merupakan hasil dari kolaborasi global antara Ford Performance, Hoonigan Racing Division, dan M-Sport. Ford Focus RS RX menggunakan mesin EcoBoost 2.0 liter bertenaga 600 hp. Lagi-lagi, akselerasinya fenomenal, dari posisi diam hingga 100 km/jam cukup 2 detik saja. Ford Focus RS RX memang diciptakan untuk mengikuti kompetisi rallycross.

Ford Fiesta ST GYM3 2011

Ford Fiesta ini dikembangkan oleh Olsbergs MSE asal Swedia, untuk debutnya dalam video Gymkhana THREE. Fiesta GYM3 dikenal karena fisiknya yang berkelir hitam dan putih, dipadu dengan desain livery khas Ken Block. Bodi asli Fiesta ST diperkuat dengan titik pengelasan yang lebih rapat dan kokoh. Olsbergs MSE juga menyematkan roll bar berdesain khusus. Mesin Duratec 2.0 liter diracik ulang oleh Olsbergs dan dipadukan dengan transmisi sequential 6-speed buatan MakTrak.

Ford Fiesta ST HFHV 2014

Unit HFHV (Hybrid Function Hoon Vehicle) ini berbasis mobil reli Ford Fiesta WRC yang dibuat M-Sport, namun kemudian dikembangkan oleh Monster World Rally Team. Pengembangan ini dilakukan agar Fiesta ST HFHV memiliki kemampuan dan fleksibilitas untuk mengikuti event reli, rallycross, maupun gymkhana. Settingan suspensi, diferensial, kontrol mesin dapat diatur sesuai kebutuhan.

Audi Suguhkan Konser V8 Terbaru: RS6 dan RS7 Performance

Rencana Audi untuk beralih sepenuhnya ke produksi mobil listrik masih lama yakni tahun 2026. Jadi, para pecinta raungan mesin turbo racikan Ingolstadt masih dapat menikmati model mobil terbaru dari brand otomotif asal Jerman ini.

Tak hanya melansir satu model baru, tapi dua model sekaligus yakni RS6 dan RS7 dengan imbuhan titel Performance. Keduanya merupakan derivatif dari model super estate RS6 Avant dan hot hatch RS7 Sportback. Sejumlah upgrade pun disematkan. Hmm… jadi bikin penasaran.

Audi Sport meramu ulang mesin 4-liter V8 twin-turbo yang diusung RS6 dan RS7. Output tenaga meningkat dari 592 hp menjadi 621 hp. Muntahan torsi maksimum yang sebelumnya di angka 800 Nm pun didongkrak lagi hingga menjadi 850 Nm! Boost pada perangkat turbo gandanya pun dikoreksi dari 2.4 bar menjadi 2.6 bar.

Lapisan peredam suara pada firewall antara kabin dan ruang mesin pun dikurangi, sehingga Anda dapat menikmati konser V8 secara paripurna. Ganas! Hasil racikan ulang Audi Sport pun cukup greget. Akselerasi 0-100 km/jam kini menjadi 3,4 detik. Hanya sekedip mata di belakang M5 Competition. Ya, cuma beda 0,1 detik.

Transmisi automatic 8-speed tak mengalami ubahan baik software maupun rasio gigi. Pengerak AWD quattro pun tak mengalami ubahan setting. Hanya saja, Audi Sport membekalkan paket RS Dynamic sebagai fitur standar yang meliputi kalibrasi ulang pada rear-axle steering dan torque vectoring rear differential. Top speed pun terdongkrak dari 248 km/jam menjadi 278 km/jam.

Jika masih belum puas, tersedia paket opsional RS Dynamic Plus yang akan menggeser angka spedometer ke 302 km/jam. Paket ini termasuk rem cakram keramik-karbon berukuran 440 mm plus kaliper 10-piston (depan) dan 370 mm dengan kaliper 4-piston (belakang). Anda pun dapat memilih warna kaliper rem yakni hitam, merah atau abu-abu.

Perangkat suspensi tak luput dari sentuhan upgrade. Sistem suspensi baru Dynamic Ride Control (DRC) menggantikan suspensi udara pada model standar yang dipadukan dengan per keong baja dan cross-linked damper hidrolik.

Performa dahsyat tanpa didukung tampilan yang keren tentu kurang greget. Yup… satu set velg 22-inci berbalut ban all-season Continental Sport Contact 7 berukuran 285/30 R22 pun menjadi penopang body RS6/RS7 Performance. Sadiiiis…

Untuk konsumen Inggris, RS6 Performance dibanderol seharga £130.050 dan £133.705 untuk RS7 Performance. Jika para konsumen di daratan Eropa sudah dapat memesan mulai 8 Desember 2022 mendatang, para pemesan di Inggris harus bersabar hingga kedua model tersebut tersedia di jaringan dealer Audi pada April 2023 mendatang.

Audi e-tron hoonigan

Ken Block Gerus Aspal Pakai Audi S1 Hoonitron Bertorsi 3.000 Nm!

Setelah 11 tahun bermitra dengan Ford Performance, drifter Amerika Serikat, Ken Block kini beralih ke Audi.

Ragam model mobil Ford berjuluk “Hoonigan”  silih berganti menemani Ken Block dalam berbagai aksi drift dan Gymkhana yang spektakuler nan menegangkan, termasuk Mustang bertenaga 1.400 hp yang fenomenal. Tapi sekarang, Audi menyuguhkan sesuatu yang berbeda. 

Dalam video aksi Gymkhana berjudul Las Vegas Strip yang diunggah di kanal Youtube, Ken Block beraksi menggerus aspal jalan raya kota Las Vegas dengan mobil listrik high performance yang dibuat khusus oleh pabrikan jerman itu.

Dalam video tersebut, tampil pula pembalap Audi, Tom ‘Mr Le Mans’ Kristensen beserta sejumlah mobil balap legendaris Audi mulai dari Audi 90 IMSA GTO, Audi 200 Trans Am, Sport Quattro S1 Pikes Peak (E2), Audi A2 Quattro Gruppe B, plus sepasang mobil balap Le Mans – R8 LMP dan R18 e-tron Quattro.

Seperti apakah sosok mobil balap bertenaga listrik Electrikhana.. eerr… Gymkhana besutan terbaru dari Ken Block di Las Vegas tersebut?

Audi Hoonitron

Mobil balap terbaru yang dijuluki “Hoonitron” tersebut terinspirasi dari Audi Sport Quattro S1 Pikes Peak 1987. Mobil balap Group B besutan pereli Walter Röhrl bermesin 5-silinder 2.1L turbo. ‘Monster’ tersebut memiliki output performa yang dahsyat, 750 hp/590 Nm. Tak hanya terinspirasi oleh performanya, sayap depan dan belakang berukuran besarnya pun direfleksikan pada tampilan Audi S1 Hoonitron. Berguna meningkatkan gaya aerodinamika dan gaya tekan gravitasi saat melesat pada kecepatan tinggi

Tim perancang Audi di Ingolstadt, Jerman yang dipimpin oleh Marc Lichte menggarap desain Hoonitron hanya dalam waktu empat minggu. Mulai dari sketsa hingga menjadi versi prototype tahap akhir. Penggarapannya dikerjakan oleh para engineer Audi Sport di Neckarsulm, Jerman – tempat lahirnya supercar Audi R8 dan e-tron GT. Tentunya dengan masukan dari Ken Block. 

“Saya sangat senang dapat melihat wujud nyata era baru dari implementasi slogan ‘Vorsprung durch Technik’ Audi pada mobil ini (Hoonitron),” terang Oliver Hoffman. Salah satu anggota dewan petinggi Audi yang bertanggung jawab di bidang pengembangan teknis.

Sistem Penggerak Audi Hoonitron

Sistem penggerak all-wheel drive Quattro mobil ini bersumber dari sepasang motor listrik MGU05 (Motor Generator Unit) bermagnet permanen.  Terpasang pada masing-masing poros roda yang diadopsi dari mobil rally Dakar Audi RS Q e-tron. Output daya dan torsi dari rotor MGU05 yang mampu berputar hingga 20.000 rpm, diteruskan ke poros roda via perangkat limited slip differential.

Pasokan daya listrik bersumber dari empat unit baterai lithium ion berdaya 17.3-kWh yang diadopsi dari SUV Audi Q7 e-tron plug-in hybrid.

Dua jenis sistem pendingin pun dibekalkan pada mobil ini. Satu unit untuk mendinginkan motor pengerak saat mobil beraksi. Satu unit lainnya sebagai pendingin sirkuit baterai yang terhubung pada service box, yang juga berisi perangkat fast charger DC.

Meski tak disebutkan secara rinci, namun diperkirakan output daya mobil ini lebih besar dari output standarnya mobil rally Dakar yang berada di kisaran 600 hp. Bahkan muntahan torsi mobil ini digadang mampu mencapai 3.000 Nm. Luar biasa!

Biaya pembuatan Audi S1 Hoonitron ini pun tak main-main, diperkirakan mencapai US $12 juta! Wow…! Tapi hasilnya memang hebat. Bahkan dalam aksinya di Las Vegas, Ken Block menghabiskan sampai 100 buah ban balap!

 

Berpotensi Malfungsi, Bentley Akan Revisi Software Pada Bentayga SUV

Bentley Bentayga yang terdampak ada lebih dari tiga ribu unit.

Bentley tengah menindaklanjuti keluhan salah satu pemilik Bentayga di Amerika Serikat yang mengalami malfungsi pada sistem kamera pemantau belakang yang tak menampilkan gambar pada layar. Berdasarkan hasil investigasi, penyebab utama masalah tersebut diduga bersumber dari software sistem infotaintment.

Berkaitan dengan adanya gangguan pada software tersebut, layar digital sistem infotainment sama sekali tak dapat menampilkan gambar pantauan dari kamera belakang saat dalam posisi parkir mundur.

Product Safety Committee (komite keselamatan produk) di kantor pusat Bentley pun segera mengeluarkan keputusan untuk segera melakukan update dan revisi pada software terkait pada 28 September 2022 lalu.

Bentley menginstruksikan kepada seluruh jaringan dealer yang tersebar di sejumlah negara, khususnya Amerika Serikat untuk melakukan update pada software sistem infotainment model Bentayga. Proses update software pada kendaraan setidaknya membutuhkan waktu 3,5 jam.

Untuk seluruh model Bentayga yang saat ini masih dalam tahap perakitan akan menjalani revisi software terlebih dahulu sebelum proses produksi dilanjutkan. Total populasi model Bentayga yang masuk dalam daftar recall tercatat 3.134 unit yang tersebar di seluruh dunia.

Model terdampak merupakan Bentayga yang diproduksi pada periode 10 Juli 2020 hingga 31 Agustus 2022 yang terbagi atas 1.472 unit model 2021 dan 1.662 unit model 2022. Pihak pabrikan akan segera melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh pemilik kendaraan dalam daftar recall selambat-lambatnya pada 2 Desember 2022 mendatang.

Kejadian serupa juga terjadi pada sejumlah model mobil Audi. Sebanyak 170.000 unit kendaraan terdampak yang meliputi model A4 hingga e-tron GT dan RS Q8 merupakan mobil yang diproduksi sejak 21 Juni 2021. Seluruh model kendaraan terdampak juga akan segera menjalani revisi dan update software sistem infotaintment.

Mengingat kedua pabrikan tersebut yakni Audi dan Bentley merupakan bagian dari Volkswagen Group, apakah software yang digunakan kedua pabrikan berasal dari sumber pemasok yang sama? Hmm.. Mungkin saja. Buat Anda yang punya Bentley Bentayga, jangan ragu untuk segera memeriksanya di workshop terpercaya.