Baru Perkenalan, Changan Akan Pasarkan Deepal SO5 REEV di Tanah air

Setelah sukses menggebrak pasar otomotif Indonesia dengan mobil listrik Deepal S07 dan Lumin EV, Changan Automobile kembali menyiapkan mobil terbarunya.

Sebagai menu pembuka, pabrikan otomotif asal China ini memperkenalkan SUV Deepal S05 REEV. Debut perkenalan yang dilakukan di Jakarta pada Rabu, (9/4) kemarin menandai keseriusan Changan Automobile dalam berekspansi dan menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia Karena masih tahap tes pasar, info spesifikasinya belum diungkap secara utuh.

Ini baru satu model, dan masih ada model lainnya yang akan menyusul diperkenalkan. Hal tersebut diamini oleh Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia yang memberi sedikit petunjuk jika tahun ini Changan bakal memboyong tiga model baru ke Indonesia.

“Kami melihat peluang yang positif seiring pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Setelah menghadirkan Changan Lumin dan Deepal S07, kami siap memperkenalkan tiga model baru secara bertahap hingga akhir tahun ini untuk perluas portofolio Changan di Tanah Air dan memberikan pilihan lebih bagi konsumen,” papar Setiawan Surya.

Gaya Semi Futuristik

Deepal S05 REEV mengusung filosofi desain “Symbiotic Aesthetics”, yang memadukan elemen estetika dan fungsi secara imbang.

Secara sepintas, desain tampilan Deepal S05 REEV terlihat tak jauh beda dari Deepal S07. Postur bodinya yang memiliki panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm dan jarak wheelbase 2.880 mm, sedikit lebih compact dari Deepal S07.

Kesan semi futuristik dan premium diperkuat dengan lampu depan dan belakang LED berdesain ramping, frameless doors serta electric door handles yang menyatu dengan bodi. Desain bodi yang sporty kian terlihat eyecatching dengan velg alloy 18-inci.

Faktor gaya aerodinamika juga menjadi perhatian. Terlihat dari penggunaan sirip diffuser pemecah angin yang menghasilkan koefisien hambatan udara minim yakni 0,25 Cd. Untuk sebuah SUV, angkanya terbilang cukup impresif. Gaya aerodinamika yang makin sempurna berdampak pada stabilitas berkendara dan efisiensi konsumsi energi.

Sebagai catatan, desain mobil ini berhasil mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan Germany iF Design Award 2025. Jadi kualitasnya tak perlu lagi diragukan.

Jarak Jelajah Jadi Keunggulan

Berhubung info seputar spek mobil ini bikin penasaran, kami pun menelisik ke daratan Eropa. Ya, Changan Deepal S05 di Benua Biru ada dua versi yang juga bakal beredar tahun ini pada Mei 2026 mendatang yakni versi EV dan REEV.

REEV atau Range Extender Electric Vehicle (REEV) memanfaatkan mesin motor bakar sebagai generator yang akan mengisi energi baterai. Jadi tidak terhubung langsung ke roda. Sistem penggerak utamanya adalah motor listrik. Teknologi ini menyuguhkan rasa berkendara yang senyap seperti mobil listrik, tapi tak perlu sering mampir SPKLU untuk mengecas baterai. Dengan demikian, lebih fleksibel dan praktis dibandingkan mobil listrik biasa.

Deepal S05 REEV di pasar Eropa dibekali sistem Ultra Hybrid yang memadukan mesin bensin 1.5-liter bertenaga 79 hp sebagai generator dengan motor listril penggerak beroutput 234 hp. Sistem REEV ini output kombinasinya mencapai 258 hp.

Berbekal baterai 18.4 kWh, jarak jelajah pada mode EV mengandalkan energi baterai bisa mencapai 100 kilometer. Untuk mode hybrid, jarak jelajah maksimumnya 1.000 kilometer! Lebih dari cukup untuk menunjang mobilitas harian dalam kota maupun perjalanan anyar kota jarak jauh.

Dengan fast charger DC beroutput hingga 55 kW, pengecasan daya dari 30% hingga 80% cuma butuh waktu 15 menit! Wuih, sangat efisien. Mobil ini juga dilengkapi fitur berbagi daya vehicle to load (V2L) yang memanfaatkan energi listrik baterai untuk perangkat kelistrikan eksternal. Mirip genset mini

Gak sabar lagi untuk menantikan peluncuran resmi Deepal S05 REEV bukan? Sabar, pihak Changan Automobile sedianya akan resmi meluncurkan dan memasarkan paling cepat pada semester kedua tahun 2026. Jadi, kita tunggu saja tanggal tayangnya…

JETOUR Gelar Exhibition di Jakarta, T2 Jadi Bintang Unggulan 

JETOUR resmi memulai rangkaian exhibition kuartal II 2026 dari Jakarta dengan menghadirkan lini SUV unggulannya. Bertempat di Grand Indonesia, pameran ini menjadi langkah strategis JETOUR untuk semakin dekat dengan konsumen sekaligus memperkenalkan DNA petualangan yang menjadi identitas brand.

Mengusung tema “It’s Time to Resume Your Adventure”, JETOUR tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif yang menggambarkan filosofi Travel+. Konsep ini menekankan bahwa kendaraan bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari eksplorasi gaya hidup modern.

JETOUR T2, Tangguh untuk Jalanan Kota hingga Off-Road

Sorotan utama dalam exhibition ini adalah JETOUR T2, SUV yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan. Mulai dari penggunaan harian di perkotaan hingga petualangan ringan di medan off-road, T2 menawarkan kombinasi kekuatan dan kenyamanan.

Struktur bodinya menggunakan hingga 80% high-strength steel dengan rigiditas torsional mencapai 31.000 Nm/derajat. Hal ini memberikan stabilitas tinggi sekaligus meningkatkan keselamatan penumpang. Bahkan, atap kendaraan mampu menahan beban statis hingga 300 kg—menegaskan karakter tangguhnya.

Masuk ke dalam kabin, JETOUR T2 menghadirkan pengalaman layaknya first-class lounge. Layar sentuh besar 15,6 inci menjadi pusat kontrol, didukung sistem audio premium 12-channel dari Sony yang memberikan kualitas suara imersif.

Fitur panoramic sunroof 64 inci, AC dual-zone, serta kursi elektrik dengan ventilasi dan memori semakin meningkatkan kenyamanan. Tak hanya itu, penggunaan material peredam suara serta double glass membuat kabin tetap senyap di berbagai kondisi perjalanan.

JETOUR T2 juga dibekali teknologi keselamatan canggih, termasuk 540° Surround Vision dengan fitur transparent chassis yang membantu visibilitas saat bermanuver.

SUV ini juga dilengkapi ADAS Level 2 berbasis Bosch, dengan dukungan radar dan kamera modern untuk meningkatkan keselamatan berkendara. Fitur unik lainnya adalah Wading Radar yang mampu mendeteksi kedalaman air hingga 700 mm secara real-time—fitur yang sangat berguna di kondisi jalan tergenang.

Pilihan Model Lain dan Harga Kompetitif

Selain T2, JETOUR juga menampilkan model lain seperti JETOUR DASHING yang menyasar konsumen urban dengan desain futuristik, serta JETOUR X70 Plus yang menawarkan kenyamanan maksimal untuk keluarga.

Ketiga model ini dipasarkan dengan harga kompetitif, mulai dari Rp381 jutaan hingga Rp588 jutaan (OTR Jakarta), menjadikannya alternatif menarik di segmen SUV Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen kepada pelanggan, JETOUR menawarkan program purna jual yang menarik, termasuk garansi mesin hingga 10 tahun atau 1.000.000 km pada model tertentu, serta servis gratis selama tiga tahun.

Selama pameran berlangsung, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan berbagai promo, mulai dari potongan harga hingga lucky dip.

Dengan kombinasi desain, teknologi, dan pengalaman berkendara yang ditawarkan, JETOUR semakin memperkuat posisinya sebagai brand SUV yang mengedepankan petualangan, kenyamanan, dan keamanan dalam satu paket lengkap.

Struktur Bodi JETOUR T2 Super Kokoh, Siap Angkat Beban 350 Kg

Masih banyak konsumen di Indonesia yang meragukan kualitas kendaraan dari pabrikan otomotif asal China. Keraguan tersebut coba dijawab secara langsung oleh JETOUR melalui demonstrasi kekuatan struktur bodi SUV andalannya, JETOUR T2.

Dalam sebuah acara Media Iftar yang digelar di MGP Space pada Selasa (10/3), dua unit JETOUR T2 dipamerkan dengan cara yang cukup unik. Kedua SUV tersebut digunakan sebagai penopang layar LCD berukuran besar yang memiliki bobot lebih dari 350 kilogram.

Demonstrasi tersebut memperlihatkan bagaimana struktur atap kendaraan mampu menahan beban berat tanpa mengalami deformasi yang berarti. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa konstruksi bodi JETOUR T2 dirancang dengan standar kekuatan tinggi untuk menunjang keselamatan berkendara.

Menurut Moch Ranggy Radiansyah, aspek keselamatan menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan setiap produk JETOUR.

“Bagi JETOUR, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. Melalui demonstrasi ini kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi dasar keamanan dalam setiap perjalanan,” jelas Ranggy kepada awak media.

Secara teknis, struktur bodi JETOUR T2 menggunakan konstruksi Hardtop Cage Body Monocoque yang memanfaatkan sekitar 80 persen material high-strength steel. Struktur ini mampu memberikan stabilitas tinggi sekaligus kekuatan rangka yang optimal.

Hasilnya, rangka bodi mobil ini mampu menahan beban statis hingga 300 kilogram dengan tingkat rigiditas torsi mencapai 31.000 Nm per derajat. Dengan kemampuan tersebut, tak heran jika SUV ini berhasil meraih peringkat keselamatan tertinggi atau lima bintang dari lembaga pengujian keselamatan kendaraan ASEAN NCAP.

Selain struktur bodi yang kuat, JETOUR T2 juga dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern. Salah satunya adalah teknologi 540° JETOUR Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan, termasuk tampilan sasis transparan untuk membantu pengemudi bermanuver di area sempit maupun medan sulit.

SUV ini juga dibekali kemampuan Flood Ready & Terrain Ready yang memungkinkan kendaraan menghadapi berbagai kondisi jalan. Melalui fitur Wading Radar, sistem kendaraan mampu mendeteksi kedalaman air secara real time saat melintasi genangan.

Dengan ground clearance mencapai 220 mm, JETOUR T2 diklaim mampu melewati genangan air hingga kedalaman sekitar 700 mm. Kemampuan ini tentu menjadi nilai tambah bagi SUV yang dirancang sebagai kendaraan penjelajah.

Untuk mendukung keselamatan berkendara yang lebih canggih, JETOUR T2 juga dibekali paket sistem bantuan mengemudi ADAS Bosch Suite yang mengusung radar generasi kelima dan kamera generasi ketiga. Sistem ini menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System yang membantu menjaga stabilitas kendaraan sekaligus mempertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan.

Dalam kesempatan yang sama, Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting menjelaskan bahwa perjalanan mudik di Indonesia memiliki karakteristik yang cukup menantang.

Volume kendaraan yang sangat besar, durasi perjalanan panjang, serta kondisi jalan yang beragam sering kali menjadi faktor yang meningkatkan risiko kelelahan pengemudi.
Karena itu, menurutnya kendaraan dengan struktur kokoh serta fitur keselamatan yang lengkap menjadi faktor penting untuk mendukung perjalanan jarak jauh yang aman dan nyaman, terutama selama musim mudik Lebaran.

GWM Raih 350 SPK di IIMS 2026, ORA 07 Jadi Mobil Patroli Polri

Inchcape GWM Indonesia mengumumkan pencapaiannya selama penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Tercatat hampir 350 surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diperoleh selama pameran IIMS 2026. Capaian tersebut tiga kali lipat dibandingkan di IIMS 2025. Walau tak banyak, namun menjadi sinyal positif penerimaan pasar Indonesia terhadap produk dari merek Great Wall Motor (GWM).

CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, mengatakan, angka tersebut jadi indikator peningkatan minat konsumen Indonesia terhadap lini produk GWM yang terdiri dari Tank, Haval, dan Ora.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap seluruh lini produk GWM di IIMS 2026,” kata Bagus dalam keterangan resmi, Jumat (20/2).

Selama IIMS 2026, model SUV Tank 300 Diesel memberi kontribusi terbesar capaian penjualan, dengan varian 4×4 menyumbang 22 persen dan varian 4×2 sebesar 11 persen.

Model yang baru diluncurkan di IIMS 2026, yakni Tank 500 Diesel peminatnya ternyata cukup banyak. Varian 4×2 memberi andil kontribusi 22 persen. Sedangkan varian 4×4 menyumbang 20 persen.

Capaian tersebut mengantarkan Tank 500 Diesel meraih penghargaan “Best Big SUV” di IIMS 2026. Pihak Inchape GWM Indonesia mengatakan terhitung sejak peluncurannya di IIMS 2026 hingga saat ini Tank 500 Diesel telah membukukan hampir 600 pemesanan.

Sementara itu, mobil listrik ORA 03 turut menunjukkan prospek yang positif dengan kontribusi 18 persen dari total pemesanan kendaraan GWM selama IIMS 2026.

Capaian tersebut memacu optimisme GWM untuk menghadirkan lebih banyak pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

GWM Ora Jadi Mobil Patroli Polisi

Terlepas dari capaian selama perhelatan IIMS 2026, ternyata mobil listrik dari GWM ORA telah digunakan sebagai mobil patroli oleh Polri. Namun yang digunakan bukan model ORA 03 yang telah dipasarkan di Indonesia, tapi ORA 07.

Sepintas tampilan depan GWM ORA 03 dan ORA 07 hampir mirip. Namun saat dilihat dari samping dan belakang, GWM ORA 07 lebih mirip dengan sedan.

Thio Adynata, Senior PR Manager Inchcape Indonesia, mengatakan, pihaknya bangga GWM ORA 07 digunakan untuk mendukung operasional Polri. Hal ini membuktikan mobil listrik GWM ORA dipercaya sebagai andalan dalam menunjang tugas kepolisian.

Pengadaan unit tersebut bersifat khusus dan terbatas, yakni sebanyak 20 unit ORA 07 yang digunakan pihak Polri untuk mobil dinas patroli.

Saat ini GWM tetap fokus pada pemasaran mobil listrik ORA 03. Mobil listrik berbody ringkas ini diperkenalkan sejak tahun lalu dan respon konsumen cukup positif.

GWM ORA 07 Kapan Dipasarkan Di Tanah Air?

Tampilan eksterior GWM ORA 07 memiliki desain khas lini mobil listrik ORA. Siluetnya bodi agak membulat dengan sentuhan aksen bernuansa retro modern dipadukan elemen futuristis.

Penggunaan atribut kepolisian menjadi ciri khas yang membedakan dari versi umum dan mobil patroli biasa. Aura tampilan GWM ORA 07 pun jadi terlihat makin gagah.

Dari segi dimensi, mobil listrik ini posturnya cukup bongsor dibanding model sekelasnya. Ruang kabinnya pun cukup lapang. Terlihat dari panjang bodinya yang mencapai 4.871 mm, dengan lebar 1.862 mm, tinggi 1.500 mm, dan jarak sumbu roda 2.870 mm.

Kemasan kabin GWM ORA 07 menampilkan nuansa minimalis dengan dominasi warna putih yang memberi kesan bersih, simple dan mewah. Layout panel inteior nampak praktis dan sederhana namun fungsional.

Pada bagian tengah dasbor, terpasang head unit berorientasi horisontal berukuran 12,3 inci. Layar ini menjadi pusat kendali sistem hiburan dan berbagai pengaturan fitur kendaraan.

Pada konsol tengah pun masih ada sejumlah tombol fisik untuk mengakses berbagai fitur. Hal ini tentunya sangat user friendly bagi para pengendara yang tak mau ribet colak colek layar utama untuk aktifasi fitur. Tidak semua pengaturan fitur harus dilakukan melalui layar sentuh, sehingga konsentrasi berkendara tetap terjaga.

Meskipun digunakan sebagai mobil patroli polisi, namun sistem tata audio dengan 11 speaker sebagai kelengkapan standar tetap dibekalkan. Hal ini tentunya jadi nilai tambah.

Oh ya, fitur berkendaranya pun cukup lengkap. Mulai dari fitur 360 ° Surrounding camera, intelligent forward-facing camera dan sejumlah fitur ADAS termasuk Adaptive Cruise Control with intelligent cornering (Intelligent ACC).

Perihal performa dari rival Tesla Model 3 ini, kami mengacu pada spek GMW ORA 07 yang beredar di Thailand. Ada tiga varian yang ditawarkan di Negeri Gajah Putih yakni Long Range, Long Range Ultra dan Performace.

Varian Long Range dibekali motor listrik tunggal penggerak roda depan (FWD) berdaya 150 kW (204 PS/201 hp) dengan torsi puncak 340 Nm. Dengan baterai jenis ternary lithium 83.499 kWh, jarak jelajahnya mampu mencapai 640 kilometer dalam satu kali pengisian daya (siklus uji NEDC). Top speed mencapai angka 170 km/jam. Varian ini cukup gesit dan jarak jelajahnya lumayan jauh, sehingga cocok untuk mobil patroli.

Satu level di atasnya yakni Long Range Ultra menawarkan spek performa yang sama dengan Long Range. Namun fiturnya lebih lengkap dan kemasan interior lebih mewah.

Sesuai labelnya yakni Performance sebagai varian teratas, berorientasi pada performa yang menggairahkan.

Motor listrik ganda berpenggerak 4WD yang diusung memiliki total output hingga 309 kW (408 PS/ 405hp) dengan torsi puncak yang buas yakni 680 Nm!. Tarikan akselerasi lebih responsif walau top speed dikunci di angka 180 km/jam.

Baterai yang dibekalkan sama seperti varian Long Range, yakni Ternary lithium 83.499 kWh. Hanya saja daya jelajah sedikit lebih pendek, yakni sekitar 550 km dalam sekali pengisian. Meski demikian, jarak jelajahnya masih cukup ekonomis dan efektif untuk penggunaan harian dalam kota maupun perjalanan antar kota.

Apakah Inchape GWM Indonesia akan segera memasarkan mobil listrik GWM ORA 07 di Indonesia? Speknya lumayan juga…