Sistem ADAS G-ASD Geely Lolos Standar Uni Eropa, Siap Dipakai!

Pada awal Januari 2026 lalu Geely baru saja memperkenalkan generasi terbaru teknologi ADAS (Advance Driver’s Assistance System) mereka dalam pameran teknologi Consumer Electronic Show (CES) 2026 di Las Vegas, AS. Sistem berbasis AI yang diberi nama “Geely-Afari Smart Driving” atau G-ASD ini dikatakan telah mendukung sistem otonom Level 3. Teknologi G-ASD bahkan telah digunakan pada model kendaraan Lynk & Co–salah satu sub-brand di bawah naungan Geely. Persaingan teknologi sistem bantuan berkendara terpadu ADAS global bakal kian sengit pastinya.

Tak butuh waktu lama, sistem ADAS G-ASD baru saja mendapatkan sertifikasi UN R171 dari badan uji Uni Eropa. Dengan sertifikasi tersebut, maka sistem G-ASD legal untuk digunakan di seluruh jalan raya kawasan Uni Eropa. Sejumlah model kendaraan dari brand di bawah naungan Geely Auto Group akan dilengkapi sistem G-ASD dan segera dipasarkan di Eropa paling cepat Juni 2026 mendatang. Gercep juga…

Apa Itu G-ASD?

Sistem ADAS G-ASD dikembangkan oleh Afari (Qianli) Technology, perusahaan sektor teknologi dari anak usaha Geely yakni Lifan Group yang berpusat di Chongqing, China.

Teknologi G-ASD ini dikembangkan dari sistem software G-Pilot yang dibuat oleh Afari untuk Geely. Pengaplikasian teknologi berbasis artificial intelligence (AI) pada sistem kendali fitur kendaraan menjadikan sistem G-ASD lebih canggih dari G-Pilot. Ini adalah bagian dari strategi teknologi “AI + Auto” yang disiapkan untuk kendaraan Geely di masa depan.

Inti utama dari G-ASD adalah World Action Model, atau WAM, kemampuan sistem kendaraan untuk bisa merespon kondisi di sekeliling secara lebih intuitif dan presisi. Dengan demikian, kinerja sistem bantuan berkendara akan menjadi lebih alami dan sempurna

Sistem G-ASD dibangun menggunakan basis platform AI 2.0 hasil rancangan mandiri Geely. Dengan arsitektur modular ini, kinerja sistem akan lebih konsisten dan stabil dalam mendeteksi perubahan kecepatan, jarak dan pergerakan obyek, serta perilaku dan gaya berkendara sehari-hari. Sistem juga secara berkala mengupdate dan meningkatkan koordinasi seluruh sistem yang ada pada kendaraan.

WAM menginput data dari beragam sumber, termasuk data autonomous driving, interaksi pengemudi, input sensor kendaraan, serta beragam data dari sumber eksternal.

Hasil pengolahan data yang dinput menjadi acuan kendali kinerja pada mesin, sasis, sistem sensor elektronik, serta fungsi fitur berkendara. Untuk versi berbasis Cloud, parameter dan kalkulasi yang diinput bisa lebih dari 100 miliar data. Wuih… canggih!

G-ASD Siap Melenggang Di Eropa

Sertifikasi UN R171 yang diperoleh Geely tak ubahnya ‘SIM’ yang membuat sistem G-ASD legal dan bebas digunakan pada seluruh kendaraan Geely yang beredar di negara anggota United Nations Economic Commission for Europe. Tak perlu repot lagi harus mengajukan izin di masing-masing negara.

Untuk pasar Eropa, mobil buatan Lotus akan jadi yang pertama dibekali sistem G-ASD. Walau brand asal Inggris, tapi mayoritas sahamnya dimiliki Geely Auto Group, anak usaha di bawah Geely Holding Group.

Persyaratan sertifikasi tersebut memang tidak mudah. Di Eropa, sistem otonom dapat digunakan di jalan tol, namun hanya sebatas bantuan navigasi. Untuk penggunaan di jalan raya perkotaan, syarat dan pengujiannya amat sangat ketat.

BMW bahkan baru memperolehnya pada 2025. Sebagai catatan, Mercedes-Benz jadi yang pertamakali mendapatkan sertifikasi sistem otonom L3 di dunia.

Teknologi yang dikembangkan Afari menarik minat Mercedes-Benz untuk menyuntik dana investasi senilai 1,34 miliar Yuan atau sekira Rp 3,3 trilyun! Pabrikan Jerman ini pun kini punya andil saham sebesar 3% di Afari. Cara cerdas untuk bisa memanfaatkan teknologi G-ASD dan sistem turunannya.

Zeekr Design Center

Tingkatkan Daya Saing, Geely Perintahkan Zeekr Akuisisi Lynk & Co

Seperti diketahui, pabrikan mobil biasanya punya banyak sub-brand di bawahnya. Ini langkah strategis yang bagus untuk mendominasi pasar, tanpa harus memonopoli. Namun efek samping lainnya adalah, antar anak perusahaan bisa saling ‘makan’ pangsa pasar yang ada. Untuk mencegah hal tersebut Geely Group memerintahkan Zeekr untuk akuisisi Lynk & Co.

Zeekr adalah perusahaan pembuat mobil listrik mewah. Sedangkan Lynk & Co, yang kantor pusatnya ada di Gothenburg, Swedia, lebih banyak memproduksi mobil ICE yang dipasarkan di Eropa dan Cina. Pabrikan ini didirikan pada 2016 lalu dengan komposisi kepemilikan Zhejiang Geely Group 20 persen, Volvo 30 Persen dan Geely Automobile Holding 50 persen. 

Belakangan, Lynk mulai ekspansi ke Timur Tengah, Australia dan Selandia Baru. 

Mobil Lynk & Co

“Jika kita tidak mengintegrasikan (Zeekr dan Lynk), kita harus menghadapi masalah seperti persaingan internal dan investasi berlebihan dalam banyak aspek seperti R&D dan penjualan. Yang merupakan hal bodoh,” kata Gui Shengyue, Chief Executive Geely Automobile Holdings, seperti dikutip dari Reuters. “Jika tidak dilakukan, daya saing Geely tidak akan meningkat.”

Geely menyuntikan dana supaya Zeekr akuisisi 30 persen saham Lynk & Co yang dipegang Volvo (yang juga dikuasai Geely) serta 20 persen saham yang dikuasai oleh Geely. Ditotal, Zeekr akan menguasai 51 persen saham, sementara Geely Automobile sisanya. Proses pengambil alihan saham kepemilikan Lynk & Co ini akan selesai paling cepat Juni tahun depan.

Perakitan Zeekr

Zeekr juga nantinya akan mengemban tugas sebagai ujung tombak pengembangan teknologi mobli listrik dan konektivitas yang akan dimanfaatkan oleh Geely Group, termasuk Lynk & Co dan Polestar.

Sumber: Reuters