Horse Powertrain B20, Mesin Turbo Anti Banjir Ringan

Kebanyakan kinerja mesin mobil normal akan berhenti bekerja kala harus menerobos banjir lebih dari satu meter. Namun berbeda dengan Horse Powertrain B20 yang memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi ekstrem.

Namun, dengan Horse Powertrain B20, performa mesin tetap dapat diandalkan meski menghadapi kondisi ekstrem tersebut.

Namun, Horse Powertrain B20 dirancang untuk menghadapi kondisi ekstrem tersebut. Mesin bensin turbo ini diklaim tetap beroperasi saat terendam air hingga kedalaman 1,1 meter. Hmm…menarik

Kemampuan ini bukanlah sekadar klaim tahan cipratan. Horse Powertrain B20 memiliki standar IPX8 dan mampu tetap bekerja hingga 30 menit dalam kondisi terendam. Horse Powertrain memang mengembangkan mesin ini untuk kendaraan hybrid. Target utamanya adalah SUV dan truk yang dirancang menghadapi medan berat.

Horse Powertrain B20 merupakan mesin empat silinder berkapasitas 2,0-liter dengan teknologi turbocharger. Tenaganya tersedia dalam rentang 188 hingga 248 hp. Torsi yang dihasilkan juga cukup besar, yakni 300 hingga 380 Nm. Kombinasi inilah yang membuat B20 cocok untuk kendaraan yang membutuhkan kemampuan menjelajah medan berat.

Bukan Sekadar Mesin yang Kedap Air

Kemampuan bekerja di bawah air membutuhkan lebih dari sekadar konstruksi tertutup. Horse Powertrain membekali mesin B20 ini dengan sejumlah solusi khusus.

Mesin ini menggunakan struktur yang sepenuhnya tersegel. Sistem tersebut dipadukan dengan torsional vibration damper serta penyegelan khusus antara mesin dan transmisi. Komponen elektrikal dan sensor juga dibuat dengan standar IPX8. Sensor tersebut berperan penting ketika mesin beroperasi dalam kondisi ekstrem.

Sistem kontrol dapat menyesuaikan tenaga dan respons throttle secara otomatis. Tujuannya agar menjaga mesin tetap bekerja ketika kendaraan berada di dalam air.

Kemampuan B20 juga tidak berhenti pada kemampuan menerobos genangan. Mesin ini diklaim mampu mempertahankan tenaga secara stabil ketika kendaraan menanjak hingga kemiringan 100 derajat.

Untuk efisiensi, Horse Powertrain B20 menggunakan Miller cycle. Teknologi ini membantu mesin mencapai efisiensi termal hingga 48,4 persen. Bobotnya juga relatif ringan. Untuk bobot beratnya sekitar 130 kilogram.

Sudah Dipasang pada SUV Hybrid

Teknologi ini bukan lagi sekadar konsep di atas meja. Mesin Horse Powertrain B20 ini telah digunakan pada Geely Galaxy Cruiser 700 di China. Dalam konfigurasi plug-in hybrid, mesin ini dipadukan dengan transmisi hybrid tiga percepatan buatan Horse.

Penggunaan pada kendaraan produksi menunjukkan bahwa teknologi B20 sudah memasuki tahap aplikasi nyata. Meski demikian, belum diketahui model lain apalagi yang akan menggunakan mesin ini.

Bagi kendaraan harian, kemampuan mesin tetap hidup saat terendam tentu bukan kebutuhan utama. Namun, bagi SUV petualang, kendaraan ekspedisi, hingga aplikasi khusus, teknologi ini bisa menjadi pembeda besar.

Horse Powertrain sendiri merupakan perusahaan hasil kerja sama Renault dan Geely. Perusahaan ini belakangan aktif mengembangkan berbagai solusi mesin pembakaran internal untuk era elektrifikasi.

B20 menunjukkan bahwa mesin bensin belum sepenuhnya kehilangan tempat. Teknologi baru justru membuatnya semakin adaptif terhadap kebutuhan kendaraan hybrid dan medan ekstrem.

Jika teknologi ini nantinya masuk ke lebih banyak kendaraan, kemampuan menerobos air bisa menjadi salah satu fitur baru yang menarik di segmen SUV masa depan.

Horse Powertrain Bikin Kit Konversi Hybrid Buat EV

Horse Powertrain, sebuah usaha bersama (joint venture) antara Geely dan Renault Group, berhasil menciptakan sistem penggerak hybrid yang dirancang agar dapat ‘nemplok’ di kendaraan listrik (EV). Sistem tersebut terdiri dari mesin pembakaran internal (ICE), motor listrik, transmisi, serta jalur kelistrikan yang lengkap. Sehingga sistem penggerak tersebut, bisa langsung diaplikasikan ke ruang motor listrik yang berada pada EV.

Hal ini tentu memudahkan produsen kendaraan listrik, untuk dapat melakukan pemasangan unit, tanpa harus mengubah desain atau membuat jalur produksi baru. Mesin garapan Horse Production ini dirancang untuk mampu ‘meminum’ bensin biasa, campuran bensin dan etanol (E85), etanol murni, maupun bensin sintetis.

Mesin ini dapat beroperasi secara paralel hybrid (menggerakkan roda secara langsung). Dan juga bisa berfungsi sebagai range-extender (menghasilkan daya listrik untuk menggerakkan motor listrik). Selain itu, sistem penggerak bisa langsung dipasang ke subframe kendaraan. Walaupun ide awalnya untuk menggantikan motor listrik bawaan milik sebuah EV, tapi juga bisa diterapkan pada kendaraan yang bermesin konvensional.

“Selama satu dekade, kendaraan listrik dengan baterai dianggap sebagai satu-satu jalan untuk mencapai titik bebas emisi atau net-zero. Namun, kini kita semua memiliki banyak cara untuk mendapatkan solusi mobilitas yang ramah lingkungan,” papar Matias Giannini, CEO Horse Powertrain.

Ia juga menjelaskan jika sistem penggerak hybrid milik Horse Powertrain memungkinkan pabrikan kendaraan, untuk menawarkan banyak pilihan mesin kepada konsumen. Tanpa harus kompromi dengan proses pembuatan, maupun biaya yang harus diinvenstasikan.