BYD Edukasi Komunitas BEYOND Kenali Teknologi Dual Mode

PT BYD Motor Indonesia terus memperkuat edukasi mengenai kendaraan energi baru melalui pendekatan yang melibatkan langsung para pengguna. Dalam rangka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, BYD menggelar BEYOND Technology Talks, sebuah program edukasi khusus bagi anggota komunitas resmi pengguna BYD, BEYOND Community.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul sesama pemilik kendaraan BYD, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi Battery Electric Vehicle (BEV) dan Dual Mode (DM) Technology yang kini menjadi salah satu andalan BYD di pasar Indonesia.

Komunitas Jadi Garda Depan Edukasi Kendaraan Energi Baru

BEYOND Community merupakan komunitas resmi pengguna mobil BYD di Indonesia yang berdiri sejak Agustus 2024. Dalam waktu kurang dari dua tahun, komunitas ini telah berkembang pesat dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 3.000 member yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui komunitas tersebut, para pemilik kendaraan BYD tidak hanya berbagi pengalaman penggunaan sehari-hari, tetapi juga memperoleh berbagai informasi mengenai perkembangan teknologi kendaraan listrik serta layanan purna jual dari BYD Indonesia.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa pemahaman teknologi merupakan bagian penting dari pengalaman memiliki kendaraan elektrifikasi.

Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat mengenal kendaraan energi baru melalui pengalaman nyata para penggunanya.

Mengenal Lebih Dekat Teknologi Dual Mode (DM)

Salah satu sesi utama dalam BEYOND Technology Talks membahas Dual Mode (DM) Technology, teknologi elektrifikasi terbaru BYD yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dengan konsep electric-first.

Melalui sistem ini, kendaraan akan memprioritaskan penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal sekaligus menjaga performa saat melakukan perjalanan jauh.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai bagaimana sistem DM dirancang agar mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan mobilitas, mulai dari penggunaan harian di dalam kota hingga perjalanan keluarga lintas daerah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan langsung oleh para pengguna berdasarkan pengalaman mereka menggunakan kendaraan BYD.

Belajar Teknologi Sekaligus Mencoba Langsung

Tak hanya mendapatkan materi teknis, sekitar 50 anggota BEYOND Community juga diajak mengunjungi area teknologi di booth BYD.

Di area tersebut peserta dapat melihat lebih dekat berbagai inovasi seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, hingga sistem Dual Mode Technology yang menjadi fondasi kendaraan elektrifikasi BYD.

Seluruh teknologi diperkenalkan melalui demonstrasi interaktif sehingga peserta dapat memahami bagaimana setiap sistem bekerja secara terintegrasi untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, serta kenyamanan berkendara.

Setelah sesi edukasi selesai, peserta langsung merasakan performa kendaraan melalui test drive BYD M6 DM dan beberapa model lainnya.

Mereka dapat mencoba akselerasi motor listrik yang responsif, karakter kabin yang senyap, efisiensi sistem penggerak, hingga berbagai fitur pintar yang mendukung kenyamanan berkendara sehari-hari.

Edukasi Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem EV

Selain membahas teknologi kendaraan, BYD juga memberikan pemaparan mengenai layanan after sales, program garansi, hingga tips perawatan kendaraan listrik agar performanya tetap optimal dalam jangka panjang.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi berbagi pengalaman bersama anggota BEYOND Community yang menceritakan manfaat bergabung dalam komunitas sekaligus pengalaman menggunakan kendaraan BYD di berbagai kondisi.

Melalui program BEYOND Technology Talks, BYD Indonesia ingin membangun ekosistem kendaraan energi baru yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga memperkuat edukasi konsumen. Dengan melibatkan komunitas sebagai mitra, BYD berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat teknologi elektrifikasi, termasuk Dual Mode Technology, sehingga adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

BYD Luncurkan Blade Battery 2.0 dan Teknologi Flash Charging

Sejak pertamakali diperkenalkan oleh BYD pada tahun 2020, Blade Battery menjadi barometer dalam aspek keamanan baterai, usia pakai dan jarak jelajah.

Dengan teknologi lithium iron phosphate (LFP) Blade Battery generasi pertama mampu menyaingi densitas energi yang dihasilkan oleh baterai ternary lithium. Blade Battery bahkan terbukti jauh lebih aman.

Kini produsen kendaraan listrik asal China, BYD, resmi memperkenalkan Blade Battery generasi kedua (Blade Battery 2.0) yang mampu melakukan pengisian daya ultra cepat.

Pengecasan Cepat Pada Suhu Minus

Pengecasan daya dari 10 hingga 70 persen dikatakan hanya butuh waktu lima menitan. Sedangkan dari 10 hingga 97 persen waktu yang dibutuhkan sekira sembilan menitan.

BYD pun melakukan uji pengecasan baterai Blade generasi kedua ini pada sejumlah model mobil listrik terbarunya. Kemampuan pengisian daya cepat tersebut bahkan tetap dapat dipertahankan dalam kondisi suhu di bawah titik beku.

Dalam uji pengecasan pada suhu −20°C, baterai ini mampu mengisi daya dari 20 hingga 97 persen dalam waktu 12 menit. Sedangkan pada suhu -30°C, waktunya cuma 3 menit lebih lama. Peningkatan pada efisiensi sistem manajemen termal baterai Blade generasi kedua ini sangat signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Teknologi Blade Battery 2.0 menjadi bagian dari strategi baru BYD untuk meningkatkan performa dan daya jelajah serta kecepatan waktu pengecasan yang selama ini menjadi tantangan utama pada mobil listrik.

Selain peningkatan kecepatan pengisian, Blade Battery 2.0 juga memiliki kepadatan energi sekitar 5 persen lebih tinggi dari versi terdahulu. Siklus usia pakai pun dikatakan jauh lebih panjang. Standar keselamatan kini lebih ketat dibanding generasi sebelumnya.

Performa baterai terbaru ini telah diuji pada sejumlah model seperti Denza Z9 GT. Blade Battery terbaru ini jarak jelajahnya dikatakan mampu mencapai lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar pengujian CLTC.

Segera Digunakan Pada Model Terbaru

Tak hanya mendemonstrasikan kemampuan teknologi baterai generasi kedua ini, BYD bahkan segera mengaplikasikannya pada lebih dari 10 model kendaraan dari berbagai merek di bawah BYD, termasuk Denza dan Yangwang.

Pada saat acara peluncuran Blade Battery 2.0 di Shenzhen, China pada 5 Maret 2026, Yangwang memperkenalkan Yangwang U7. Mobil listrik terbaru ini bahkan jadi salah satu model perdana yang dibekali baterai tersebut. Berdasarkan siklus uji CLTC, jarak jelajah Yangwang U7 dikatakan mampu menembus hingga 1.006 km!

Dalam keterangan resminya di sosial media Weibo, Hu Xiaoqing, General Manager of Yangwang’s Sales Division, menegaskan tantangan “segitiga kemustahilan” yang selama ini dihadapi produsen mobil listrik kelas mewah mulai dapat teratasi.

“Performa energi? Tentu bisa ditingkatkan, tapi akan mengurangi durabilitas baterai. Jarak jelajah? Itu pun bisa ditingkatkan, tapi aspek akselerasi akan terkompromi. Fast charging? Jelas sangat memungkinkan, yapi saat ini hanya untuk baterai berdaya kecil”, ungkap Hu Xiaoqing.

Yangwang U7 merupakan jawaban nyata dari ketiga aspek yang selama ini menjadi keterbatasan utama pada mobil listrik.

Dengan teknologi sistem penggerak “Super Quad-Motors” dan Blade Battery 2.0, semua hambatan dapat teratasi. Tak hanya mampu menjelajah hingga menembus batasan 1.000 km tanpa mengorbankan performa. Baterai berdaya 150 kWh yang diusung Yangwang U7 mampu menunjukkan jarak jelajah yang fantastis dan kemampuan pengecasan daya dalam waktu yang relatif sangat cepat.

BYD Bangun Jaringan SPKLU Megawatt Flash Charging

Salah satu lompatan besar yang saat ini menjadi sorotan adalah teknologi Megawatt Flash Charging. Teknologi pengisian daya ultra cepat termutakhir BYD ini akan segera diaplikasikan ke seluruh penjuru China.

Guna memperluas akses pengguna mobil listrik dalam menjangkau teknologi “Flash Charging”, BYD saat ini sudah membangun jaringan SPKLU Flash Charging.

Setiap unit SPKLU Flash Charging memiliki output daya 1.500 kW yang beroperasi pada tegangan listrik 1.000 V. BYD menargetkan pembangunan sekitar 20.000 stasiun pengisian daya flash charging di China. Sebanyak 18.000 SPKLU Flash Charging akan terintegrasi dengan jaringan SPKLU yang telah ada.

Bahkan sekitar 2.000 unit SPKLU Flash Charging akan ditempatkan di sepanjang ruas jaringan jalan tol seantero China. Dalam setiap radius 100 km akan terdapat titik jaringan SPKLU Flash Charging. Diharapkan proyek awal pembangunan 2.000 titik jaringan SPKLU Flash Charging di jalan tol akan selesai pada akhir tahun ini.

Saat ini BYD telah membangun sebanyak 4.239 titik jaringan SPKLU Flash Charging di berbagai kota di China.

BYD CEO Wang Chuanfu menyatakan bahwa SPKLU dengan kemampuan ultra-fast charging tentu akan berisiko membebani pasokan daya dari jaringan listrik utama.

Sebagai antisipasi, BYD akan menempatkan power bank penampung daya di setiap  titik jaringan SPKLU Flash Charging. Selain agar kinerja pengisian daya tetap terjaga, juga tidak membebani jaringan listtik utama.

Nantinya, setiap kendaraan listrik yang punya kemampuan menggunakan SPKLU Flash Charging akan menggunakan tanda khusus agar lebih mudah dikenali.

Catatan waktu dapat dilihat pada daftar berikut:

Pengecasan 10% – 70%:

Yangwang U7 4m 54s

Denza N9 4m 58s

Fang Cheng Bao 3 4m 59s

Seal 07 5m 01s

Great Tang 5m 02s

Sealion 06 5m 02s

Song Ultra 5m 03s

Fang Cheng Bao Ti7 5m 09s

Denza Z9GT 5m 11s

Yangwang U8L 5m 11s

Pengecasan 10% – 97%:

Fang Cheng Bao 3 8m 45s

Song Ultra 8m 47s

Sealion 06 8m 47s

Seal 07 8m 47s

Denza N9 9m 03s

Fang Cheng Bao Ti7 9m 05s

Yangwang U8L 9m 07s

Denza Z9GT 9m 08s

Yangwang U7 9m 23s

Great Tang 9m 24s

BYD Seal

Tragedi BYD Seal Terbakar di Palmerah, Konsumen Dapat Ganti Rugi?

Tragedi BYD Seal terbakar di Palmerah sedang ramai diperbincangkan. Berbagai spekulasi juga muncul penyebab dari musibah tersebut.

Sampai artikel ini dirilis, pihak BYD Indonesia belum menjawab pertanyaan kami apakah konsumen mendapat ganti rugi serta menjelaskan secara gamblang penyebab mobil listrik sedan itu terbakar.

Namun, pihak manajemen BYD Indonesia sudah mengeluarkan statement keprihatinan, salah satunya ke redaksi Motomobi News.

“Kami turut prihatin atas kondisi yang menimpa konsumen kami dan memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Berdasarkan informasi di lapangan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” tulisnya (14/5).

BYD Indonesia juga membantah bahwa penyebab kebakaran dari api, melainkan dari asap. “Dan perlu kami klarifikasi bahwa yang terjadi adalah insiden asap dan bukan berasal dari api seperti beberapa foto yang beredar, dimana memperlihatkan pantulan lampu mobil berwarna merah pada asap tersebut.”

“Saat ini berkat dukungan banyak pihak situasi sudah dapat ditangani dengan cepat termasuk kami sudah menjemput unit. Saat ini tim aftersales BYD sedang melakukan investigasi menyeluruh agar dapat melakukan indentifikasi permasalahan secara rinci dan menemukan penyebab dari masalah tersebut. Mudah – mudahan dapat segera kami konfirmasi ke publik. Terima kasih,” pungkas BYD Indonesia.

Jenis Baterai di BYD Seal

Tragedi BYD Seal terbakar di Palmerah

Foto: Arista Group

Tragedi BYD Seal terbakar di Palmerah tentu banyak menimbulkan spekulasi penyebabnya. Lalu, jenis baterai apa yang digunakan oleh BYD Seal?

BYD Seal mengadopsi jenis Blade Battery yang diklaim menawarkan daya tahan, tingkat keamanan, dan kinerja yang mumpuni, serta peningkatan pemanfaatan ruang baterai.

Blade Battery adalah menggunakan lithium iron-phosphate (LFP) sebagai bahan katoda. Di atas kertas, LFP memiliki stabilitas termal yang sangat baik dan bebas kobalt. LFP juga jenis material yang tahan lama.

Dikutip dari laman BYD, Blade Battery tahan terhadap kondisi pengujian ekstrem, seperti dipanaskan dalam oven hingga 300 derajat Celcius, dihancurkan, ditekuk, serta kelebihan beban hingga di atas 250 persen.

Selain itu Blade Battery telah diuji dari sisi keamanan, seperti uji penetrasi paku untuk membuktikan bahwasanya baterai tersebut tahan terhadap benda tajam.