Lumin EV & Deepal S07 Curi Perhatian di Motomobi Karnaval 2026

Dua mobil listrik dari Changan sukses mencuri perhatian pengunjung di Motomobi Karnaval 2026 yang digelar di QBig BSD City pada 4–5 April 2026. Model yang ditampilkan, yakni Deepal S07 dan Changan Lumin EV, menawarkan dua pendekatan berbeda dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat modern.

Kehadiran Changan di event ini menjadi strategi “jemput bola” untuk mendekatkan teknologi kendaraan listrik kepada konsumen Indonesia yang semakin tertarik beralih ke EV.

Deepal S07, SUV Listrik Premium yang Futuristik

Bagi konsumen yang ingin naik kelas ke SUV listrik premium, Deepal S07 menjadi opsi menarik. Desainnya tampil futuristik, dipadukan dengan teknologi mutakhir yang jarang ditemui di kelasnya.

Salah satu fitur unggulan adalah Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) yang memproyeksikan informasi berkendara langsung ke kaca depan. Tak hanya itu, terdapat juga gesture recognition yang memungkinkan pengemudi mengontrol fitur seperti musik atau panggilan hanya dengan gerakan tangan.

Fitur keselamatan menjadi nilai jual utama, dengan total 19 fitur ADAS, termasuk Front Collision Warning, Automatic Emergency Braking, hingga Lane Departure Warning. Kamera 360 derajat serta sistem pengereman ABS dan EBD semakin menambah rasa aman saat berkendara.

Dari sisi performa, Deepal S07 dibekali motor listrik 160 kW (215 hp) dengan torsi 320 Nm dan penggerak roda belakang. Baterai berkapasitas 79,97 kWh mampu menghadirkan jarak tempuh hingga 560 km. Pengisian cepat dari 30% ke 80% hanya membutuhkan sekitar 35 menit.

Lumin EV, City Car yang Praktis dan Terjangkau

Di sisi lain, Lumin EV tampil sebagai city car listrik yang menggemaskan sekaligus fungsional. Dimensinya yang kompak membuat mobil ini sangat ideal untuk penggunaan di perkotaan, terutama di jalan sempit dan area parkir terbatas.

Interiornya mengusung konsep modern dengan layar instrumen digital 7 inci dan head unit 10,25 inci yang sudah mendukung Bluetooth, Apple CarPlay, dan CarAuto.

Untuk performa, Lumin EV dibekali motor listrik 35 kW (47 hp) dengan torsi 83 Nm. Baterai 28,08 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 301 km, cukup untuk kebutuhan harian.

Pengisian daya juga praktis berkat dukungan fast charging, dengan waktu 30% ke 80% sekitar 35 menit.

Harga Jadi Penentu, Pilih Murah atau Premium?

Soal harga, Lumin EV menjadi pilihan paling terjangkau dengan banderol sekitar Rp183 juta (OTR Jakarta), menjadikannya salah satu EV entry-level paling menarik di pasar.

Sementara Deepal S07 bermain di segmen lebih tinggi dengan harga Rp599 juta (OTR Jakarta), lengkap dengan garansi baterai hingga 8 tahun atau 240.000 km serta servis gratis 5 tahun.

Dengan dua karakter yang sangat berbeda, Changan menawarkan pilihan menarik bagi konsumen Indonesia: city car listrik praktis untuk mobilitas harian atau SUV premium dengan teknologi canggih untuk pengalaman berkendara yang lebih modern.

Changan Indonesia Siap Merangsek Pasar Mobil Listrik Tanah Air

Brand otomotif baru asal Tiongkok, Changan akan tampil di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 pada 21-30 November 2025 mendatang.

Solusi Mobilitas Berkelanjutan

Changan Automotive merupakan salah satu merek otomotif terkemuka Tiongkok dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Tak hanya memiliki beragam sub-brand, kemitraan produksi otomotif secara internasional juga dilakukan, antara lain GMC, Changan Ford, dan Changan Mazda.

Di Indonesia, Changan bermitra dengan Indomobil Group dan menunjuk Changan Indonesia sebagai pijakan untuk masuk ke pasar kendaraan elektrifikasi Tanah Air. Kolaborasi kedua perusahaan mencakup distribusi penjualan dan layanan purnajual, hingga produksi lokal model mobil Changan lainnya di masa mendatang.

Kerjasama antara Changan Automotive dengan Indomobil Group dalam entitas Changan Indonesia ini akan mendatangkan berbagai produk unggulan. Inovasi teknologi yang ada pada produk Changan diharapkan tak sekadar menjadi solusi mobilitas yang berkelanjutan, tapi sekaligus mendukung akselerasi elektrifikasi otomotif nasional.

Di ajang GJAW 2025, Changan Indonesia akan menempati booth yang berlokasi di Hall 3A | 3A4 ICE BSD City. Ada dua model mobil yang akan diluncurkan secara resmi yakni Lumin dan Deepal S07.

Kedua model mobil tersebut jadi langkah awal Changan Indonesia memperkenalkan keunggulan teknologi, desain, dan performa kendaraan Changan kepada para konsumen di Tanah Air.

Lumin dan Deepal S07 rencananya segera dipasarkan di Indonesia. Unit kendaraan pun akan dirakit secara lokal dengan skema CKD (Completely Knocked Down) di fasilitas perakitan National Assembler yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Kedua model mobil listrik tersebut dirancang sesuai kebutuhan konsumen Indonesia yang berorientasi pada efisiensi energi, desain modern, serta pengalaman berkendara cerdas dan menyenangakan.

Jaringan Penjualan

Changan Indonesia akan mulai memasarkan kedua mobil listrik pertamanya di Indonesia pada November 2025 mendatang.

Sebagai sarana pendukung, Changan akan mendirikan jaringan dealer secara bertahap, dan rencananya ada lima yang bakal beroperasi hingga akhir 2025.

Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia mengatakan, jaringan lainnya akan terus ditambah sampai akhir 2027.

“Idealnya di semua provinsi punya dealer. Tapi dengan keterbatasan waktu, kita mulai dulu di kota-kota besar,” papar Setiawan Surya dalam temu media di Chongqing, China, Kamis (24/10).

Sebagai tahap awal pembangunan jaringan dealer akan difokuskan di area Jakarta (DKI Jakarta), Bandung (Jawa Barat), serta wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Tentunya permintaan konsumen dan potensi pangsa pasar menjadi pertimbangan. Saat ini mayoritas penjualan kendaraan terutama mobil listrik masih didominasi konsumen Jakarta.

Selain potensi pasar yang besar, area Jabodetabek infrastrukturnya lebih mapan. Namun demikian, pihak Changan Indonesia secara bertahap akan merambah wilayah lain seiring perluasan ketersediaan infrasturktur di Indonesia terutama jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai fasilitas pengecasan baterai mobil listrik.

“Tahun depan kita lanjut lagi, mungkin sampai 2027 sudah cukup di beberapa kota yang kita rasa ada marketnya,” imbuh Setiawan Surya.