Deepal S07, eSUV Premium untuk Mobilitas Keluarga Modern

Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan membuat kebutuhan akan kendaraan keluarga ikut berevolusi. Jika dulu kapasitas penumpang dan performa menjadi pertimbangan utama, kini konsumen semakin selektif dalam memilih kendaraan yang mampu menghadirkan efisiensi, teknologi cerdas, keselamatan, kenyamanan, hingga jaminan purnajual yang memberikan rasa tenang dalam jangka panjang.

Melalui lini model SUV listrik Deepal S07, Changan Automobile menghadirkan mobil elektrifikasi ramah lingkungan berteknologi modern yang dapat memenuhi kriteria para konsumen seperti yang telah kami paparkan.

Deepal S07 mengombinasikan desain futuristis, kabin mewah, performa bertenaga, serta biaya operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan SUV bermesin konvensional.

“Kebutuhan keluarga modern terus berkembang. Mereka membutuhkan kendaraan yang aman, nyaman, efisien, serta didukung teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Changan Deepal S07 kami hadirkan sebagai SUV listrik yang menjawab kebutuhan tersebut, sekaligus menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih cerdas dan berkualitas bagi keluarga Indonesia,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Desain Futuristis Pencuri Perhatian

Kesan modern terpancar dari tampilan luar Deepal S07. Identitas futuristik diperkuat melalui LED Daytime Running Light (DRL) Starleaf, lampu belakang Star Flame LED, serta garis bodi aerodinamis yang dipadukan dengan frameless door dan hidden door handle.

Pilihan warna Comet White, Nebula Green, Lunar Grey, Eclipse Black, hingga Sunset Orange membuat karakter SUV listrik ini semakin eksklusif. Velg berukuran 19 inci maupun 20 inci turut mempertegas aura premium yang dimilikinya.

Dimensi bodi sepanjang 4.750 mm dengan wheelbase mencapai 2.900 mm menghasilkan ruang kabin yang lapang. Menariknya lagi, radius putar hanya 5,75 meter membuat Deepal S07 tetap lincah bermanuver di jalan perkotaan maupun area parkir yang sempit.

Kabin Mewah Bernuansa Luxury Yacht

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa berkat konsep Luxury Yacht yang menjadi inspirasi desain interiornya. Jok bergaya integral, panoramic glass roof lengkap dengan electric sunshade, serta pilihan warna interior Sunset Orange maupun Eclipse Black menciptakan atmosfer yang mewah sekaligus nyaman.

Pusat perhatian terdapat pada layar Sunflower Screen berukuran 15,6 inci yang dapat berputar hingga 15 derajat ke arah pengemudi maupun penumpang depan. Fitur ini masih sangat jarang ditemui di kelasnya.

Deepal S07 juga mengusung konsep kabin minim tombol fisik. Hampir seluruh pengaturan kendaraan dilakukan melalui layar sentuh sehingga memberikan tampilan interior yang bersih dan modern.

Fitur Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) membantu pengemudi memperoleh berbagai informasi penting tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan. Sementara Intelligent Voice Assistant yang mendukung Bahasa Indonesia dan Inggris memungkinkan pengemudi mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan hanya melalui perintah suara.

Kelengkapan lainnya meliputi Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, wireless fast charger 40W, layar sentuh untuk penumpang belakang, serta sistem audio premium 14 speaker.

Deepal bahkan menghadirkan sejumlah mode berkendara unik seperti Camping Mode, Nap Mode, Snow Cabin Mode, hingga Car Wash Mode yang membuat pengalaman berkendara semakin praktis.

Performa Bertenaga dengan Jarak Tempuh Impresif

Deepal S07 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang menghasilkan tenaga 160 kW atau sekitar 214 hp dengan torsi maksimum 320 Nm.

SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 7,6 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 180 km/jam. Bahkan kemampuan towing hingga 1.500 kg menjadi nilai tambah bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan serbaguna.

Sumber tenaganya berasal dari Golden Shield Battery berkapasitas 79,97 kWh yang mampu membawa kendaraan melaju hingga 560 kilometer berdasarkan standar NEDC atau sekitar 475 kilometer menurut pengujian WLTP.

Pengisian daya juga sangat praktis. Menggunakan DC Fast Charging, baterai dapat terisi dari 30 persen menjadi 80 persen hanya dalam waktu sekitar 35 menit.

Teknologi Cell-to-Vehicle (CTV) yang mengintegrasikan baterai dengan struktur bodi meningkatkan kekuatan kendaraan sekaligus efisiensi termal. Bahkan baterainya diklaim tetap memiliki umur pakai optimal meski telah digunakan hingga 600.000 kilometer.

Fitur Keselamatan Lengkap dan Biaya Operasional Lebih Hemat

Sebagai kendaraan keluarga, Deepal S07 dibekali paket keselamatan yang sangat lengkap. Mulai dari kamera 360 derajat dengan Transparent Chassis, Driver Monitoring System (DMS), hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) seperti Automatic Emergency Braking, Front Collision Warning, dan Lane Departure Warning.

Tak hanya aman, biaya kepemilikannya pun sangat menarik. Dengan tarif pengisian daya di SPKLU sekitar Rp2.466 per kWh, biaya mengisi baterai hingga penuh hanya sekitar Rp197 ribu. Untuk penggunaan harian sekitar 60 kilometer, biaya listrik diperkirakan hanya berkisar Rp25 ribuan per hari—lebih hemat dibandingkan konsumsi bahan bakar SUV bermesin bensin.

Dengan harga Rp599 juta on the road Jakarta, Deepal S07 menawarkan nilai yang kompetitif di segmen SUV listrik premium. Changan Indonesia juga memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 240.000 kilometer, ditambah servis gratis selama 5 tahun atau 60.000 kilometer.

Melihat kombinasi desain futuristis, kabin premium, performa bertenaga, teknologi pintar, fitur keselamatan lengkap, hingga efisiensi biaya operasional, Deepal S07 layak menjadi standar baru eSUV premium bagi keluarga Indonesia yang ingin beralih ke era mobilitas listrik.

Suzuki e-Vitara Tembus Predikat Empat Bintang Uji Keselamatan 

Kabar menggembirakan bagi Maruti Suzuki, model terbaru Suzuki e-Vitara sukses meraih predikat empat bintang penuh pada hasil uji benturan Euro NCAP.

Euro NCAP (New Car Assessment Program) melakukan serangkaian uji benturan pada berbagai aspek keselamatan berkendara untuk kendaraan yang dipasarkan di Eropa.

Berdasarkan laporan pada situs resmi Euro NCAP, ada sejumlah indikator penilaian yang membuat Suzuki e-Vitara gagal meraih predikat sempurna lima bintang dalam uji benturan Euro NCAP. Hasil predikat empat bintang yang dicapai mobil listrik perdana Suzuki produksi India ini cukup memuaskan. Pasalnya, banyak mobil yang gagal dalam uji benturan Euro NCAP.

Meskipun rangkaian uji benturan Euro NCAP hanya dilakukan pada mobil Suzuki e-Vitara varian GLX, LHD, namun hasil uji tetap berlaku untuk varian lainnya.

Rangkaian Uji Euro NCAP

Uji benturan Euro NCAP melalui beberapa tahapan dan skenario. Mulai dari benturan depan, samping serta menabrak berbagai obyek. Dalam berbagai skenario benturan, fitur keselamatan berkendara bekerja dengan baik dan sempurna. Bahkan airbag mampu mengembang dengan normal.

Kekuatan struktur rangka mobil terutama area kabin juga menjadi salah satu aspek yang dinilai. Meskipun rangka bodi terdapat kerusakan akibat benturan, namun cukup kokoh dan mampu melindungi seluruh penumpang dalam kabin dengan baik.

Aspek pengujian lain pada Euro NCAP yakni fitur penunjang keselamatan berkendara, antara lain uji sistem ADAS dan sensor radar untuk sistem pengendaraan otonom.

Dalam hal perlindungan pada penumpang dewasa, Suzuki e-Vitara berhasil meraih skor 77 persen. Kabin mobil ini punya airbag yang lengkap hingga ke bagian pilar pintu.

Aspek perlindungan pada penumpang balita dan kanak-kanak mendapat skor 85 persen. Pada kabin mobil ini dilengkapi dudukan ISOFIX atau kursi khusus untuk balita dan kanak-kanak. Saat terjadi kecelakaan atau benturan, penumpang kanak-kanak dan balita terlindungi dengan baik.

Aspek penilaian uji benturan pada pengguna pedestrian seperti pejalan kaki maupun pesepeda mendapat skor 79 persen. Bagian depan mobil terutama bumper, grille serta kap depan dirancang agar tak menimbulkan cidera yang terlalu fatal pada korban yang tertabrak. Risiko korban jiwa pun dapat diminimalisir.

Aspek penilaian pada sistem ADAS mobil ini skornya tidak terlalu tinggi yakni 72 persen. Meskipun fitur sistem ADAS yang dibekalkan tergolong lengkap, namun dalam beberapa kondisi kinerjanya dianggap kurang optimal walau secara keseluruhan tidak ada gejala malfungsi sistem.

Pengujian Euro NCAP yang dilakukan pada Suzuki e-Vitara berkaitan dengan rencana ekspor ke pasar Eropa. Mobil listrik perdana Suzuki ini akan merambah kawasan Inggris, Jerman, Perancis, Norwegia, Denmark, Swiss, Belanda dan masih banyak lagi.

Uji Euro NCAP jadi syarat mutlak bagi mobil baru yang akan dipasarkan di Eropa. Selain itu, hasil uji menjadi barometer kualitas keselamatan dan keamanan berkendara produk yang menjalani pengujian. Tak hanya di kawasan Eropa, tapi juga di pasar global.

Dengan predikat empat bintang yang diraih dalam uji Euro NCAP, jalan yang akan dilalui Suzuki e-Vitara di pasar kawasan Eropa kian mulus. Hasil uji menjadi pertanda jika Suzuki e-Vitara punya kualitas yang tak kalah dari mobil brand lain di kelasnya.

 

 

 

Euro NCAP: Fitur Berkendara Terintegrasi Makin ‘Kebablasan’

Peringkat hasil uji keselamatan berkendara menjadi acuan utama bagi pabrikan otomotif dan konsumen terhadap kualitas sebuah kendaraan. Salah satunya adalah Euro NCAP atau lebih lengkapnya European New Car Assessment Programme. Program penilaian kinerja keselamatan berkendara ini dilakukan pada mobil keluaran terbaru yang akan dipasarkan di Eropa.

Keikutsertaan pabrikan dalam uji keselamatan berkendara Euro NCAP bersifat sukarela. Tak ada sanksi hukum bagi pabrikan jika tidak mengikutinya. Namun jangan harap sebuah mobil dapat dengan mudah dipasarkan di Eropa jika tak mengantongi hasil uji Euro NCAP.

Peringkat yang diberikan oleh Euro NCAP menjadi pertimbangan bagi para konsumen. Sementara bagi pabrikan, makin tinggi peringkatnya maka menjadi prestise sendiri. Peringkat Euro NCAP jadi salah satu modal penting untuk bisa bersaing di pasar otomotif Eropa maupun global.

Bahkan sejumlah negara Uni Eropa dan lembaga otomotif internasional termasuk FIA turut mendukung keberadaan program Euro NCAP.

Teknologi Digital Yang Berisiko

Seiring perkembangan teknologi otomotif yang kian pesat, regulasi dan standarisasi uji keselamatan berkendara pun terus mengalami revisi dan penyesuaian.

Salah satu contohnya teknologi sistem infotaintment dan fitur berkendara terpadu. Layar head unit saat ini tak sekadar menjadi penampil audio visual. Mulai dari sistem GPS, komunikasi hingga kontrol fitur berkendara saat ini terintegrasi pada tampilan layar infotaintment.

Secara perlahan, keberadaan tombol fisik sebagai pengendali fitur berkendara mulai tergantikan. Pihak pabrikan beranggapan dengan absennya tombol fisik, biaya produksi dapat ditekan.

Mobil terbaru seperti lansiran Hyundai, Mercedes-Benz, Tesla, dan Volkswagen Group saat ini lebih mengutamakan sistem digital terpadu. Semua kendali fitur terpusat dan tersaji lengkap dalam tampilan touchscreen di tengah dashboard.

Pengemudi cukup menyentuh ikon menu pada touchscreen untuk mengaktifkan beragam fitur. Bahkan untuk hal yang sepele seperti pengaturan AC.

Sepintas, teknologi digital terpadu ini terkesan praktis. Namun nyatanya tidak demikian. Dengan semakin banyaknya fitur yang ditampilkan pada layar, pengemudi butuh waktu cukup lama hanya untuk mencari ikon fitur yang dibutuhkan dalam menu tampilan layar.

Dengan kendali seluruh fitur terpusat pada touchscreen, maka pandangan mata pengemudi pun akan terpusat pada layar di tengah dashboard. Pengemudi akan sibuk dan berkutat dengan tampilan menu pada touchscreen.

Konsentrasi dan pandangan mata saat berkendara pun akan teralihkan. Hal ini tentunya sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Regulasi Baru Demi Keselamatan Berkendara

Fenomena trend sistem dan fitur berkendara terpadu yang terpusat pada touchscreen sudah dianggap makin ‘kebablasan’.

Oleh sebab itulah Euro NCAP mulai merumuskan regulasi baru perihal kontrol fitur berkendara. Ratifikasi regulasi tersebut rencananya akan diberlakukan mulai Januari 2026 mendatang. Dalam merumuskan regulasi tersebut, Euro NCAP bekerjasama dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait di Uni Eropa.

Untuk bisa memperoleh peringkat lima bintang, kendaraan harus dilengkapi tombol fisik untuk lampu hazard, klakson, indikator, wiper, dan panggilan darurat (SOS). Jika tidak, maka mobil yang diuji akan mendapat peringkat yang lebih rendah.

“Pemanfaatan touchscreen secara berlebihan pada mobil saat ini cepat atau lambat akan menimbulkan masalah,” papar Matthew Avery, direktur pengembangan strategis di Euro NCAP.

Langkah kebijakan yang dilakukan Euro NCAP patut diapresiasi. Jangan sampai kecanggihan teknologi digital pada mobil justru membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang saat berkendara. Bagaimana menurut Anda, pilih touchscreen atau mengembalikan keberadaan tombol fisik?

 

Honda Civic Euro NCAP

Honda Civic e:HEV Sukses Raih Bintang Lima EURO NCAP 2022

Honda Civic e:HEV sukses meraih penghargaan tingkat keselamatan terbaik dari EURO NCAP di tahun 2022 ini. Mobil ini berhasil memenuhi kriteria serta rangkaian tes uji tabrak. Mulai dari Adult Occupant dengan nilai 89 persen, Child occupant dengan nilai 87 persen, kemudian Vulnerable Road Users dengan nilai 82 persen dan Safety Assist dengan nilai 83 persen.

Honda Civic e:HEV yang meluncur awal tahun 2022 menggunakan mesin bertenaga 2.0 liter yang ditempelkan teknologi e:HEV (Petrol Hybrid). Dijual dalam tiga varian yaitu Elegance, Sport dan Advance.

Sejumlah pembaruan pun disematkan. Bagian lantai diperkuat serta penggunaan resin untuk bagian bulkhead yang dapat meredam hantaman dari sisi depan. Ini juga akan meminimalisir deformasi saat kecelakaan. Selain itu juga terdapat fitur additional front door stiffeners (penguat struktur pintu). Didukung juga dengan rangka di lingkar roda belakang. Keduanya berguna untuk meredam benturan dari sisi samping kendaraan.

Honda Civic e:HEV

Perlindungan Kabin Honda Civic

Untuk bagian dalam, seluruh varian Honda Civic e: HEV dilengkapi 11 buah airbag. Mulai dari airbag lutut di bagian depan (pengemudi dan penumpang depan), side airbags yang terbentang dari depan sampai belakang, dan front center airbag yang untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Honda.

Front center airbag ini berguna melindungi penumpang depan dan juga pengemudi ketika terjadi benturan dari bagian samping. Selain itu untuk perangkat ISOFIX nya kini telah menggunakan integrated ISOFIX mounting points yang sesuai dengan standar European i-Size.

 

Selain itu, bentuk body dari Honda Civic e: HEV ini didesain mampu meredam energi ketika terjadi benturan dan juga sekaligus mengurangi resiko cedera pada pejalan kaki.

Fitur keselamatan yang bersifat aktif tentunya didukung teknologi Honda SENSING. Kini dilengkapi sensor Sonar canggih yang dapat mendeteksi objek non-metal seperti kaca dan tembok. Civic e; HEV juga menggunakan kamera visual 100-degree yang akurat dalam mengidentifikasi marka jalan, tepi jalan, sepeda motor, sepeda, pejalan kaki dalam segala kondisi.

Civic baru ini merupakan model Honda ketiga di kawasan Eropa yang berhasil meraih predikat lima bintang untuk tingkat keselamatan terbaik dari EURO NCAP setelah Honda CR-V dan Honda Jazz.