OLX Luncurkan Fitur Mobil Baru dan Promo Trade-In di GIIAS 2026

Perubahan perilaku konsumen di pasar otomotif Indonesia mendorong pelaku industri menghadirkan layanan yang semakin adaptif. Menjawab dinamika tersebut, OLX resmi meluncurkan Sub Kategori Mobil Baru, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna membandingkan pilihan mobil baru dan mobil bekas dalam satu platform. Inovasi ini sekaligus menjadi langkah strategis OLX dalam menyambut gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Peluncuran fitur terbaru tersebut didasarkan pada perubahan tren pencarian kendaraan di platform OLX. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, minat terhadap iklan mobil bekas tercatat turun sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, aktivitas pencarian kendaraan tetap tinggi dengan rata-rata mencapai 2,7 juta pencarian setiap bulan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa calon pembeli kini tidak lagi terpaku pada satu pilihan. Mereka cenderung membandingkan mobil baru dan mobil bekas sebelum mengambil keputusan pembelian. Bahkan, berdasarkan hasil studi yang dikutip OLX, sebanyak 66 persen calon konsumen kini lebih fleksibel dalam mempertimbangkan kedua opsi tersebut.

Memilih Mobil Kini Lebih Praktis

Melalui Sub Kategori Mobil Baru, pengguna dapat mengakses berbagai pilihan kendaraan baru tanpa harus berpindah platform. Caranya pun cukup sederhana. Pengguna hanya perlu masuk ke kategori Mobil, kemudian memilih Sub Kategori Mobil Baru untuk melihat beragam merek serta model yang tersedia sesuai kebutuhan dan anggaran.

Direktur OLX, Agung Iskandar, menjelaskan bahwa kehadiran fitur ini bukan berarti pasar mobil baru akan menggantikan mobil bekas. Sebaliknya, kedua segmen tersebut justru saling melengkapi.

Menurutnya, konsumen umumnya memulai proses pencarian dengan mengeksplorasi berbagai pilihan terlebih dahulu sebelum menentukan kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan maupun kemampuan finansial. Karena itu, OLX menghadirkan seluruh pilihan dalam satu ekosistem sehingga proses “Cek, Bandingkan, Deal” menjadi lebih mudah dan efisien.

Promo Menarik Selama GIIAS 2026

Momentum peluncuran fitur baru ini juga bertepatan dengan penyelenggaraan GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Selama pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut, OLX menghadirkan promo khusus berupa saldo e-Toll hingga Rp500 ribu bagi pengguna yang melakukan proses pencarian, membandingkan kendaraan melalui platform OLX, hingga berhasil menyelesaikan transaksi.

Tak hanya itu, OLXmobbi juga kembali berpartisipasi sebagai Official Trade-in Partner GIIAS 2026. Kehadiran layanan ini memberikan solusi praktis bagi pemilik kendaraan yang ingin melakukan tukar tambah dengan proses yang cepat, aman, serta transparan.

Sebagai bagian dari program promosi selama pameran, OLXmobbi menawarkan cashback hingga Rp15 juta, disertai berbagai aktivitas interaktif dan hadiah menarik bagi para pengunjung.

Melalui kombinasi layanan tersebut, OLX ingin menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi konsumen, mulai dari mencari informasi mobil baru, membandingkan berbagai pilihan kendaraan, hingga menjual atau melakukan trade-in mobil lama melalui OLXmobbi. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi OLX sebagai salah satu platform otomotif digital yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Indonesia Jadi Lokasi Uji ASEAN NCAP, Fasilitas Sudah Memadai?

Lolos uji laik jalan serta uji sertifikasi tipe dan spesifikasi teknis kendaraan bermotor adalah salah satu prasyarat yang harus dipenuhi oleh seluruh jenis kendaraan yang ada di Indonesia.

Pengujian dilakukan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB). Fasilitas yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat tersebut tak hanya berbenah dan meningkatkan mutu sarana serta alat uji yang dimiliki. Pengujian tipe dan sertifikasi kendaraan pun kini semakin diperketat guna menjamin aspek teknis serta kelaikan jalan.

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap unit kendaraan yang diproduksi maupun diimpor memenuhi standar keamanan sebelum digunakan oleh masyarakat luas.

Fasilitas Terlengkap di Asia Tenggara

Sebagai catatan, fasilitas pengujian yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ini merupakan salah satu yang terlengkap di kawasan Asia Tenggara.

Seluruh parameter pengujian telah mengacu pada integrasi regulasi domestik dan global. Penyesuaian ini bertujuan agar standar mutu kendaraan di Indonesia setara dengan kualitas internasional.

Landasan hukum nasional yang digunakan mencakup Peraturan Pemerintah serta berbagai Peraturan Menteri Perhubungan terkait pengujian tipe fisik kendaraan konvensional maupun berbasis listrik. Selain itu, sejumlah regulasi dari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai ambang batas kebisingan dan baku mutu emisi gas buang juga menjadi acuan.

Guna kian meningkatkan mutu standarisasi, BPLJSKB mengadopsi regulasi homologasi dari United Nations Economic Commission for Europe (UNECE). Fasilitas uji ini pun telah memenuhi standar kompetensi ISO/IEC 17025 guna menjamin validitas setiap hasil pengujian kendaraan bermotor kategori M, N, dan O.

Pengujian kualitas dan kelaikan kendaraan yang dilakukan di tempat ini sesuai standar uji ASEAN Mutual Recognition Arrengement (ASEAN MRA). Seluruh produk kendaraan di Indonesia yang telah lolos uji dan memenuhi standar tersebut bisa diakui di seluruh negara ASEAN. Dengan demikian, produk yang diekspor tak perlu lagi diuji di negara tujuan, terutama untuk negara di kawasan Asia Tenggara sebagai pasar ekapor utama.

Lantas, bagaimana dengan uji keselamatan berkendara dan uJi benturan ASEAN NCAP yang selama ini jadi acuan pabrikan otomotif di Asia Tenggara?

Indonesia Bisa Jadi Penyelenggara Uji ASEAN NCAP?

Uji kelaikan dan keselamatan berkendara jadi salah satu bagian dari proses pasca produksi yang tak boleh diabaikan. Kualitas kendaraan yang diproduksi baik kebutuhan pasar domestik maupun ekspor harus selalu terjaga.

Salah satu acuan utama dan barometer kualitas produk kendaraan di kawasan Asia Tenggara adalah uji ASEAN NCAP (New Car Assessment Program for Southeast Asia).

ASEAN NCAP merupakan program penilaian keselamatan kendaraan baru yang berlaku di negara-negara Asia Tenggara. Lembaga ini bertujuan untuk memberikan informasi keselamatan yang transparan kepada konsumen, mendorong produsen meningkatkan standar keselamatan kendaraan, serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya

Penilaian ASEAN NCAP didasarkan pada beberapa kategori utama, yaitu:

Adult Occupant Protection (AOP): Menilai perlindungan terhadap penumpang dewasa saat terjadi tabrakan depan dan samping.

Child Occupant Protection (COP): Mengukur tingkat perlindungan untuk penumpang anak-anak, termasuk kompatibilitas child seat dan sistem ISOFIX.

Safety Assist Technologies (SAT): Menilai fitur keselamatan aktif, seperti: ABS (Anti-lock Braking System), ESC (Electronic Stability Control), Forward Collision Mitigation, Lane Departure Warning, Seatbelt Reminder, dll

Motorcyclist Safety (MS): Aspek tambahan untuk melindungi pengendara motor yang sangat relevan di kawasan ASEAN.

Beberapa syarat sebuah mobil bisa meraih Bintang 5 ASEAN NCAP, yang artinya harus memenuhi beberapa ketentuan penting. Di antaranya:

•Struktur bodi kuat dan stabil saat uji tabrak.
Skor tinggi pada AOP dan COP.

•Dilengkapi fitur keselamatan aktif yang lengkap.

•Memiliki sistem pengingat sabuk pengaman di semua kursi utama.

•Performa airbag dan sistem keselamatan pasif yang optimal.

Mobil yang dinilai akan melakukan uji tabrak depan, samping dan fungsional perangkat keselamatan. Penilaian dilihat dari dampak terhadap dummy yang terpasang di dalam mobil. Selain kuat menahan efek tabrakan, mobil juga harus mampu mencegah kecelakaan sejak awal melalui teknologi keselamatan aktif.

Selama ini uji ASEAN NCAP dilakukan di laboratorium Provisional Crase Crash Centre (PC3) milik Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS). Dua fasilitas uji lainnya yakni Japan Automobile Research (JARI) di Tokyo, Jepang dan China Automotive Technology & Research Center (CATARC) di Tianjin, China.

Namun pada prakteknya, pengujian tidak harus selalu dilakukan di lokasi tersebut. Pengujian bisa dilakukan di lokasi lain bila memang diperlukan. Hal tersebut untuk menghemat biaya yang dikeluarkan oleh pihak pabrikan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Pengujian sebenarnya juga bisa dilakukan dilakukan di Indonesia, karena fasilitasnya saat ini sudah tersedia yakni Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB).

Dengan fasilitas dan sarana yang lengkap, rangkaian pengujian untuk menilai kelayakan keselamatan sebuah kendaraan sesuai protokol standar ASEAN NCAP di BPLJSKB tentu sangat memungkinkan.

Jika uji ASEAN NCAP dapat dilakukan di Indonesia, maka mobil produksi Indonesia yanh akan diuji tak perlu harus dikirim ke Jepang atau Malaysia. Biaya pengujian jadi lebih hemat, dan hasil penilaian dapat lebih cepat diakses oleh pihak pabrikan sebagai bahan koreksi untuk ditindaklanjuti.

Sangat ironis jika Indonesia yang merupakan negara dengan industri otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara tapi harus menguji kendaraan di negara lain.

Tentu saja perlu sinergitas dan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan termasuk pemerintah dan GAIKINDO agar uji ASEAN NCAP bisa dilakukan di Indonesia secara penuh. Fasilitasnya ada, SDM pun tersedia. Hanya perlu effort yang lebih serius untuk dapat mewujudkannya.