LEPAS L8 PHEV, 100 Km Full EV Dan Jarak Kombinasi 1.300 Km

Mobilitas harian kini semakin sulit dipisahkan dari kebutuhan akan efisiensi. Namun, ketika perjalanan berubah menjadi agenda luar kota, jarak tempuh dan fleksibilitas tetap menjadi pertimbangan utama. Di titik inilah LEPAS L8 PHEV mencoba menawarkan jalan tengah melalui kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin.

Dibanderol Rp589 juta, LEPAS L8 PHEV membawa teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang memungkinkan kendaraan digunakan dengan tenaga listrik hingga 100 km untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika perjalanan semakin jauh, mesin bensin mengambil peran sehingga pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya.

LEPAS mengklaim combined range L8 PHEV mencapai lebih dari 1.300 km. Angka tersebut membuat SUV ini menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas perkotaan sekaligus perjalanan jarak jauh.

“LEPAS L8 PHEV kami hadirkan dengan fleksibilitas yang memungkinkan konsumen menikmati efisiensi tenaga listrik untuk keseharian, sekaligus memiliki keleluasaan melakukan perjalanan lebih jauh,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia.

Bukan Sekadar Mengejar Jarak Tempuh

Kekuatan L8 PHEV tidak hanya berada pada angka jangkauan. LEPAS membangun kendaraan ini menggunakan LEX Platform dengan optimalisasi Noise, Vibration, and Harshness (NVH) untuk menciptakan kabin yang lebih senyap.

Kenyamanan juga menjadi bagian penting. Tersedia Massage Seat, 256-color Ambient Lighting, Air Conditioning Fragrance System dan perlindungan UV lebih dari 99 persen.

Kebutuhan penumpang selama perjalanan turut diperhatikan melalui berbagai ruang penyimpanan, delapan speaker Sony, Voice Assistant serta 50W wireless charger.

Dengan paket tersebut, L8 PHEV mencoba memosisikan diri sebagai kendaraan yang tidak hanya efisien, tetapi juga menawarkan pengalaman kabin yang lebih premium.

ADAS dan Kamera 540 Derajat

Untuk mendukung pengemudi, LEPAS membekali L8 PHEV dengan 16 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur tersebut bekerja membantu memantau lingkungan sekitar kendaraan dan memberikan peringatan ketika mendeteksi potensi risiko tertentu.

Perlindungan penumpang diperkuat delapan airbags, sedangkan kamera 540 derajat membantu pengemudi ketika bermanuver di ruang terbatas.

Urusan parkir juga dibuat lebih praktis melalui Automatic Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA).

Jadi Sumber Listrik di Luar Rumah

Menariknya, kemampuan elektrifikasi L8 PHEV tidak berhenti pada sistem penggerak. Melalui Vehicle-to-Load (V2L) hingga 6,6 kW, energi dari kendaraan dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat listrik ketika berada di luar rumah.

Fitur tersebut dapat berguna ketika piknik, berkemah atau melakukan aktivitas keluarga di area yang minim akses listrik.

Kemampuan melewati genangan hingga 600 mm juga memberikan tambahan fleksibilitas, meski pengguna tetap perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi jalan dan batas keamanan kendaraan.

Untuk memberikan rasa tenang setelah pembelian, LEPAS menawarkan garansi kendaraan enam tahun/150.000 km, garansi baterai, motor dan controller delapan tahun/160.000 km, servis gratis empat tahun/60.000 km serta garansi mesin hingga 10 tahun/1.000.000 km.

Dengan kombinasi jarak listrik 100 km, combined range lebih dari 1.300 km, fitur kenyamanan dan teknologi bantuan berkendara, LEPAS L8 PHEV menawarkan pendekatan PHEV yang cukup lengkap: irit untuk rutinitas, tetapi tetap siap ketika perjalanan mendadak menjadi jauh.

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, Raih 380 SPK!

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, PHEV Mulai Dilirik Konsumen Indonesia

DFSK E5 Plus menjadi salah satu magnet perhatian pengunjung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Bukan hanya ramai dilihat, SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini juga menjadi model yang paling banyak dicoba pengunjung melalui fasilitas test drive DFSK.

Hingga menjelang penutupan GIIAS 2026 di ICE BSD City, PT Sokonindo Automobile mencatat lebih dari 10.000 pengunjung menyambangi booth DFSK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 625 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berhasil dikumpulkan.

DFSK E5 Plus menyumbang 380 SPK, disusul SERES E1 sebanyak 125 SPK dan Gelora E dengan 120 SPK. Namun, daya tarik E5 Plus terlihat lebih jelas dari aktivitas test drive.

Sepanjang pameran, DFSK mencatat lebih dari 700 aktivitas test drive. Menariknya, 427 di antaranya menggunakan E5 Plus. Artinya, lebih dari separuh pengunjung yang mencoba kendaraan DFSK memilih merasakan langsung SUV PHEV tersebut.

Angka ini memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap E5 Plus tidak berhenti pada desain atau tampilan di booth. Konsumen mulai ingin mengetahui seperti apa sensasi berkendara kendaraan PHEV sekaligus memahami teknologi elektrifikasi yang ditawarkannya.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat kendaraan, tetapi juga ingin mencoba dan merasakan langsung teknologi PHEV yang kami hadirkan,” ujar Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile.

PHEV Jadi Jalan Tengah Kendaraan Elektrifikasi

DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle. Model ini mengandalkan teknologi Smart Power System DE-i yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin pembakaran internal.

Salah satu daya tarik utamanya adalah klaim combined range hingga 1.400 kilometer. Karakter tersebut menjadi nilai penting bagi konsumen yang ingin mendapatkan pengalaman berkendara elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas saat melakukan perjalanan jauh.

Kehadiran E5 Plus sekaligus menunjukkan bahwa pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai bergerak lebih beragam. Konsumen tidak lagi hanya dihadapkan pada pilihan mesin bensin atau mobil listrik murni, tetapi juga teknologi PHEV yang menawarkan karakter berbeda.

Meski demikian, DFSK menyadari penerimaan PHEV membutuhkan proses. Teknologi ini masih relatif baru bagi sebagian konsumen Indonesia sehingga pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman pasar.

Diproduksi Lokal di Cikande

Menariknya, DFSK E5 Plus bukan sekadar produk elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia. SUV ini diproduksi secara massal di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Banten, yang telah menerapkan standar Industry 4.0.

Produksi lokal tersebut memperkuat posisi DFSK dalam membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Dengan basis manufaktur domestik, E5 Plus sekaligus menjadi bagian dari langkah DFSK mengikuti perubahan kebutuhan pasar otomotif Indonesia.

GIIAS 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung peluncuran dan pameran bagi E5 Plus. Tingginya angka test drive menunjukkan satu hal: konsumen Indonesia mulai membuka ruang lebih besar untuk teknologi PHEV, dan DFSK E5 Plus berhasil mencuri perhatian di momentum tersebut.

Bukan Gaya, Ini Filosofi Boxy Adventure Design JETOUR T2 i-DM

Desain boxy pada sebuah SUV sering kali hanya dianggap sebagai bahasa visual untuk memperkuat kesan tangguh. Namun, JETOUR mencoba membawa filosofi tersebut lebih jauh melalui JETOUR T2 i-DM.

SUV plug-in hybrid terbaru JETOUR ini mengusung konsep Boxy Adventure Design yang menjadi identitas keluarga T Series. Bentuk bodi yang tegak dan kokoh bukan hanya ditujukan untuk menciptakan tampilan yang mudah dikenali, tetapi juga diterjemahkan menjadi sejumlah fungsi yang mendukung aktivitas penggunanya.

Menurut JETOUR, setiap elemen pada T2 i-DM dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan perjalanan, mulai dari mobilitas harian di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh.

Siluet tersebut terlihat dari penerapan filosofi three-box body proportion. Garis atap dibuat lurus dan tegak, sementara garis horizontal dan elemen vertikal yang tegas memperkuat kesan stabil. Bahasa desain tersebut kemudian diterapkan secara konsisten pada sejumlah detail, termasuk lampu, kaca spion dan gagang pintu konvensional.

Hasilnya adalah SUV dengan karakter visual yang cukup kuat. Bahkan ketika hanya dilihat dari kejauhan, T2 i-DM memiliki identitas yang berbeda dibanding SUV dengan desain lebih membulat.

Menariknya, JETOUR juga menyisipkan unsur budaya dalam desain lampu depan dan belakang. Bentuknya terinspirasi filosofi lentera Tiongkok, dengan perpaduan garis vertikal dan horizontal yang dibuat futuristis.

Pilihan warna juga mengambil inspirasi dari alam dan gaya hidup adventure. JETOUR menyediakan warna Highway Gray, Carbon Crystal Black, Khaki White, Aviation Silver, dan Electroplated Green.

Tetapi bicara T2 i-DM tentu tidak cukup hanya membahas tampilan. Justru sisi fungsional menjadi bagian penting dari filosofi desainnya.

Untuk mendukung visibilitas ketika berkendara malam hari, SUV ini dilengkapi Matrix Auto Headlight, Intelligent High Beam, Follow Me Home, Welcome Light Animation, serta Foglight & Cornering Light.

JETOUR menyebut sistem pencahayaannya mampu menjangkau hingga 200 meter, dengan sebaran cahaya hingga 28 meter ketika high beam digunakan.

Bagi pengguna yang membawa banyak perlengkapan, konsep boxy juga memberikan keuntungan pada sisi kepraktisan. Heavy Duty Luggage Rack dapat menopang hingga 300 kg dalam kondisi statis, sementara kapasitas bagasi mencapai 1.494 liter ketika kursi baris kedua dilipat.

Dimensi bodinya juga cukup besar, dengan panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm dan tinggi 1.875 mm. Jarak sumbu roda mencapai 2.800 mm, sedangkan ground clearance berada di angka 210 mm.

Karakter adventure tersebut semakin terasa melalui Wading Radar yang dapat memantau kedalaman air hingga 700 mm. Sementara penggunaan 20-inch Highway Terrain Wheels dirancang untuk memberikan keseimbangan ketika SUV melintasi berbagai permukaan jalan.

Masuk ke kabin, pendekatan fungsional tadi dipadukan dengan nuansa premium. Panoramic skyroof berukuran 64 inci membuat ruang interior terasa lebih terbuka. Suasana kabin dapat disesuaikan melalui 64-color ambient light.

Pengemudi dan penumpang mendapatkan Ventilated Seat serta Memory Seat. Ada pula fitur 24-Hour Parking Air Conditioning, yang memungkinkan pendingin kabin tetap bekerja ketika kendaraan berhenti dan mesin dalam kondisi mati.

Sementara untuk mendukung kebutuhan hiburan dan konektivitas, JETOUR membekali T2 i-DM dengan Qualcomm Snapdragon 8155, sistem audio Sony Premium Audio 12 speaker, 50W Wireless Charger dan Bluetooth Call Noise Reduction.

Dengan pendekatan tersebut, JETOUR T2 i-DM memperlihatkan bahwa desain boxy tidak harus berhenti sebagai identitas visual. Proporsi bodi, ruang bagasi, kemampuan melewati genangan, pencahayaan hingga berbagai perangkat kenyamanan semuanya diarahkan untuk mendukung satu tujuan: membuat SUV lebih siap mengikuti gaya hidup penggunanya.

Di tengah semakin banyaknya SUV yang menawarkan desain agresif, pendekatan JETOUR T2 i-DM justru menarik karena mencoba menghubungkan gaya dengan fungsi. Sebuah SUV adventure bukan hanya harus terlihat siap menjelajah, tetapi juga harus mampu membuat perjalanan terasa lebih praktis dan nyaman.

Performa Tempuh Geely Starray EM-i Bisa Lebih dari 1.000 Kilometer

Geely Auto Indonesia sukses membuktikan efisiensi dan performa perjalanan jauh Starray EM-i di berbagai kondisi jalan di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Geely dalam memastikan kendaraan listrik hybrid, yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pengendara di Tanah Air.

Starray EM-i telah menempuh beragam rute dan kondisi jalan. Mulai dari jalan tol yang padat, jalur pegunungan yang menantang, hingga lalu lintas perkotaan. Dengan total jarak lebih dari 1.000 kilometer, termasuk perjalanan antar kota. Melalui perjalanan ini, sistem EM-i Super Hybrid dengan efisiensi termal mesin hingga 46,5 persen, mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar tinggi. Tanpa kompromi dengan aspek kenyamanan dan performa berkendara di berbagai situasi.

“Seluruh rangkaian perjalanan membuktikan Starray EM-i tetap menghadirkan kenyamanan dan efisiensi yang optimal. Pengalaman selama perjalanan jarak jauh ini, semakin menegaskan kesiapan teknologi PHEV kami. Membuat setiap perjalanan tetap praktis dan tanpa cemas akan jarak tempuh,” papar Yusuf Anshori, Brand Director Geely Auto Indonesia.

Catat Efisiensi 80,7 km/liter

Dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta dan kembali ke Jakarta, Geely Starray EM-i berhasil mencatat jarak tempuh 1.017 km. Prestasi ini dicapai hanya dengan satu kali pengisian bahan bakar penuh, dan satu kali pengisian daya. Hasil ini menunjukkan efisiensi dan kemampuan daya jelajah dari sistem PHEV Geely.

Selain itu, Starray EM-i juga menjalani rute Jakarta-Bandung-Jakarta, yang mewakili kondisi lalu lintas harian di kawasan perkotaan. Dalam perjalanan yang meliputi kemacetan dalam kota, tanjakan menuju Lembang, serta jalur tol antar kota, SUV ini mencatatkan efisiensi hingga 80,7 km/liter. Hasil tersebut tentu dipengaruhi oleh beragam kondisi jalanan. Angka tadi menunjukkan bagaimana mode EV (Pure Mode) dan Hybrid bekerja secara adaptif, memanfaatkan tenaga listrik untuk efisiensi optimal di kecepatan rendah, dan menggabungkan mesin bensin untuk performa maksimal.

Dari sisi performa, Geely Starray EM-i memadukan mesin bensin 1.5 liter dan motor listrik, untuk menghasilkan efisiensi terbaik di kelasnya. Didukung oleh baterai 18,4 kWh yang mampu menempuh jarak listrik murni hingga 105 km, serta tangki bahan bakar berkapasitas 51 liter.

Perpindahan Tenaga Yang Halus

Teknologi EM-i Super Hybrid memadukan motor listrik dan mesin bensin secara tepat, memungkinkan perpindahan tenaga yang halus dan responsif. Dengan menggunakan platform GEA, Starray EM-i memberikan stabilitas, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan di berbagai situasi jalan.

Pilihan PHEV ini diklaim sangat relevan untuk pasar Indonesia, menawarkan efisiensi maksimal serta fleksibilitas penggunaan. Dengan tiga mode berkendara, Pure, Hybrid, dan Power, membuat Starray EM-i mampu menyesuaikan kebutuhan perjalanan konsumen, dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien.

spklu astra otopower

SPKLU Astra Otopower Fast Charging Hadir di Pekanbaru, Kapasitas 30 kWh!

SPKLU Astra Otopower fast charging hadir di Pekanbaru. Fasilitas pengisian baterai ini punya kapasitas 30 kWh.

PT Astra Otoparts Tbk (“Astra Otoparts”) melalui Astra Otopower resmi menghadirkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di area parkir Kedai Kopi Kimteng – Soekarno Hatta, Pekanbaru. Fasilitas fast charging berkapasitas 30 kWh ini mulai beroperasi akhir Juli dan menjadi langkah awal ekspansi Astra Otopower ke Pulau Sumatra.

Pekanbaru dipilih sebagai titik strategis karena mulai menunjukkan pertumbuhan pengguna kendaraan listrik. Komitmen pemerintah setempat dalam mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan semakin nyata, ditandai dengan mulai beroperasinya angkutan umum berbasis listrik dan rencana penambahan ratusan armada listrik ke depannya.

Menurut data PLN UP3 Pekanbaru hingga akhir tahun 2024, jumlah kendaraan listrik di Pekanbaru telah mengalami lonjakan sebesar 150 persen dalam kurun waktu satu tahun. Pertumbuhan ini menegaskan tren positif meningkatnya adopsi EV, sekaligus memperkuat urgensi perluasan infrastruktur pengisian daya (SPKLU).

Kehadiran Astra Otopower di Pekanbaru menjadi salah satu jawaban untuk mendukung visi kota rendah emisi dan mobilitas berkelanjutan.

“Kami percaya elektrifikasi tak sebatas pada teknologi, tapi juga tentang akses. Kehadiran Astra Otopower di Pekanbaru merupakan wujud komitmen kami untuk mempercepat pemerataan ekosistem EV di luar Jawa,” ujar Direktur Astra Otoparts T. Martogi Siahaan.

Langkah ini juga menjadi katalis dalam mempererat kolaborasi dengan komunitas setempat. Kehadiran Astra Otopower di Kedai Kopi Kimteng menjadi bentuk kemitraan lokal yang kuat, mengingat Kimteng bukan sekadar tempat makan, tetapi telah menjadi bagian dari ikon kuliner legendaris di Pekanbaru.

Hingga pertengahan 2025, Astra Otopower telah tersedia di lebih dari 40 titik di berbagai kota di Indonesia, dan akan terus diperluas ke wilayah strategis lainnya untuk menjawab kebutuhan pengendara kendaraan listrik yang terus berkembang.

Jenis Mobil Listrik Yang Bisa Gunakan SPKLU Astra Otopower

 

spklu astra otopower

SPKLU Astra Otopower fast charging hadir di Pekanbaru. Untuk bisa menggunakan fasilitas ini, ada beberapa ketentuan. Dilansir dari laman Astraotoshop, berikut ketentuanya:

  • Mobil Listrik Baterai (BEV)

Mobil BEV sepenuhnya didukung oleh motor listrik dan menggunakan baterai sebagai sumber energi utama. Contoh model mobil BEV populer yang dapat mengisi daya di stasiun pengisian daya Astra Otopower termasuk Toyota BZ4X, Lexus RZ450E, UX300E, BMW i4, i7, iX, Hyundai, Wuling, dan lain-lain.

  • Mobil Listrik Plug-in Hibrida (PHEV)

Mobil PHEV menggunakan motor listrik sebagai sumber tenaga utama, tetapi juga dilengkapi dengan mesin pembakaran internal dan baterai yang dapat diisi ulang melalui pengisian daya listrik eksternal. Beberapa contoh mobil PHEV yang dapat mengisi daya di stasiun Astra Otopower termasuk Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota Prius Plug-in Hybrid, dan Chevrolet Volt.

  • Persyaratan dan Batasan: Meskipun stasiun pengisian daya EVCS Astra Otopower dapat digunakan oleh berbagai jenis mobil listrik, ada beberapa batasan atau persyaratan tertentu yang mungkin berlaku. Misalnya, stasiun pengisian daya Astra Otopower mungkin hanya mendukung mobil dengan konektor pengisian daya tertentu, seperti konektor AC Type Z yang umum digunakan di Eropa.

Selain itu, beberapa mobil listrik mungkin memiliki kapasitas baterai yang lebih besar atau pengaturan pengisian daya yang berbeda. Hal ini dapat memengaruhi waktu yang diperlukan untuk mengisi daya sepenuhnya di stasiun pengisian daya Astra Otopower.

Geely Galaxy Starship 7 PHEV Diluncurkan, Pasar SUV Makin Seru!

Grup otomotif asal Tiongkok, Geely perlahan mulai mengunggah foto mobil terbaru mereka yakni Starship 7. Ini adalah midsize SUV lansiran sub-brand Galaxy yang berada di bawah naungan Geely Group.

Meskipun nama mobil ini agak bernuansa antariksa ala film Star Trek, tapi tampilannya justru tak terlalu futuristik. Agak mirip mobil listrik Geely Galaxy E5 namun ukurannya sedikit lebih besar.

Bagian wajah cenderung polos tanpa grille diimbuhi emblem Geely Galaxy berbentuk persegi enam di tengah. Lampu depan LED Starlight 7 bentuknya seperti kebanyakan mobil modern buatan Geely yang beredar di pasaran. Setidaknya desain bemper depan cukup modis dengan lubang intake tipis.

Yang membuat tampilan mobil ini terlihat mewah adalah sunroof berukuran besar yang terpasang di atapnya. Untuk interior, kemasannya masih belum dapat dipastikan bakal seperti apa nantinya. Namun sepintas dari fotonya cukup menarik. Terutama pada desain setir dan dashboardnya. Layar head unit touchscreen yang terpampang pun nampaknya berukuran cukup besar.

Meskipun spek teknis mobil ini tak diumbar oleh pihak pabrikan, namun sejumlah info mengenai Starship 7 sudah terdaftar di Kementerian Industri dan Teknologi Informasi pemerintah RRC.

Platform Baru

Dari segi dimensi, Geely Galaxy Starship 7 yang panjangnya 4.740 mm dengan lebar 1.905 mm seukuran BMW X3 dan Mercedes GLC. Sedangkan jarak wheelbasenya yang 2.755 mm nyaris seukuran Porsche Macan, BMW X1 dan Mercedes GLA. Dengan tinggi 1.685 mm, bodi Starship 7 nampaknya tak terlalu bongsor.

Rancang bangun Starship 7 menggunakan platform SUV terbaru Geely yakni Global Energy Architecture (GEA). Nah, yang bikin penasaran adalah teknologi plug-in hybrid mutakhir super electric hybrid “Thor” yang dibekalkan pada Starship 7.

Berdasarkan sejumlah media lokal yang ada di China mengabarkan penggerak plug-in hybrid Starship 7 bakal tersedia dalam dua varian outout performa.

Mesin bensin 1.5-liter plus sebuah motor elektrik terpasang di bagian depan. Dengan demikian, Starship 7 mengadopsi sistem penggerak roda depan (FWD).

Baterai lansiran SVOLT yabg dibekalkan pun terdiri dari dua opsi. Versi 19.09 kWh punya daya jelajah mode EV hingga 101 km. Untuk versi berdaya 28.94 kWh, jarak jelajahnya dikatakan bisa mencapai 150 km.

Geely Galaxy Starlight 7 saat ini baru tahap perkenalan. Debut perdana secara resmi di China baru akan berlangsung dalam waktu dekat. Jadi kita tunggu saja kemunculannya untuk bisa mengetahui lebih jauh seperti apa spek lengkapnya.