Bukan Gaya, Ini Filosofi Boxy Adventure Design JETOUR T2 i-DM

Desain boxy pada sebuah SUV sering kali hanya dianggap sebagai bahasa visual untuk memperkuat kesan tangguh. Namun, JETOUR mencoba membawa filosofi tersebut lebih jauh melalui JETOUR T2 i-DM.

SUV plug-in hybrid terbaru JETOUR ini mengusung konsep Boxy Adventure Design yang menjadi identitas keluarga T Series. Bentuk bodi yang tegak dan kokoh bukan hanya ditujukan untuk menciptakan tampilan yang mudah dikenali, tetapi juga diterjemahkan menjadi sejumlah fungsi yang mendukung aktivitas penggunanya.

Menurut JETOUR, setiap elemen pada T2 i-DM dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan perjalanan, mulai dari mobilitas harian di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh.

Siluet tersebut terlihat dari penerapan filosofi three-box body proportion. Garis atap dibuat lurus dan tegak, sementara garis horizontal dan elemen vertikal yang tegas memperkuat kesan stabil. Bahasa desain tersebut kemudian diterapkan secara konsisten pada sejumlah detail, termasuk lampu, kaca spion dan gagang pintu konvensional.

Hasilnya adalah SUV dengan karakter visual yang cukup kuat. Bahkan ketika hanya dilihat dari kejauhan, T2 i-DM memiliki identitas yang berbeda dibanding SUV dengan desain lebih membulat.

Menariknya, JETOUR juga menyisipkan unsur budaya dalam desain lampu depan dan belakang. Bentuknya terinspirasi filosofi lentera Tiongkok, dengan perpaduan garis vertikal dan horizontal yang dibuat futuristis.

Pilihan warna juga mengambil inspirasi dari alam dan gaya hidup adventure. JETOUR menyediakan warna Highway Gray, Carbon Crystal Black, Khaki White, Aviation Silver, dan Electroplated Green.

Tetapi bicara T2 i-DM tentu tidak cukup hanya membahas tampilan. Justru sisi fungsional menjadi bagian penting dari filosofi desainnya.

Untuk mendukung visibilitas ketika berkendara malam hari, SUV ini dilengkapi Matrix Auto Headlight, Intelligent High Beam, Follow Me Home, Welcome Light Animation, serta Foglight & Cornering Light.

JETOUR menyebut sistem pencahayaannya mampu menjangkau hingga 200 meter, dengan sebaran cahaya hingga 28 meter ketika high beam digunakan.

Bagi pengguna yang membawa banyak perlengkapan, konsep boxy juga memberikan keuntungan pada sisi kepraktisan. Heavy Duty Luggage Rack dapat menopang hingga 300 kg dalam kondisi statis, sementara kapasitas bagasi mencapai 1.494 liter ketika kursi baris kedua dilipat.

Dimensi bodinya juga cukup besar, dengan panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm dan tinggi 1.875 mm. Jarak sumbu roda mencapai 2.800 mm, sedangkan ground clearance berada di angka 210 mm.

Karakter adventure tersebut semakin terasa melalui Wading Radar yang dapat memantau kedalaman air hingga 700 mm. Sementara penggunaan 20-inch Highway Terrain Wheels dirancang untuk memberikan keseimbangan ketika SUV melintasi berbagai permukaan jalan.

Masuk ke kabin, pendekatan fungsional tadi dipadukan dengan nuansa premium. Panoramic skyroof berukuran 64 inci membuat ruang interior terasa lebih terbuka. Suasana kabin dapat disesuaikan melalui 64-color ambient light.

Pengemudi dan penumpang mendapatkan Ventilated Seat serta Memory Seat. Ada pula fitur 24-Hour Parking Air Conditioning, yang memungkinkan pendingin kabin tetap bekerja ketika kendaraan berhenti dan mesin dalam kondisi mati.

Sementara untuk mendukung kebutuhan hiburan dan konektivitas, JETOUR membekali T2 i-DM dengan Qualcomm Snapdragon 8155, sistem audio Sony Premium Audio 12 speaker, 50W Wireless Charger dan Bluetooth Call Noise Reduction.

Dengan pendekatan tersebut, JETOUR T2 i-DM memperlihatkan bahwa desain boxy tidak harus berhenti sebagai identitas visual. Proporsi bodi, ruang bagasi, kemampuan melewati genangan, pencahayaan hingga berbagai perangkat kenyamanan semuanya diarahkan untuk mendukung satu tujuan: membuat SUV lebih siap mengikuti gaya hidup penggunanya.

Di tengah semakin banyaknya SUV yang menawarkan desain agresif, pendekatan JETOUR T2 i-DM justru menarik karena mencoba menghubungkan gaya dengan fungsi. Sebuah SUV adventure bukan hanya harus terlihat siap menjelajah, tetapi juga harus mampu membuat perjalanan terasa lebih praktis dan nyaman.

Chery J6T CSH Debut di GIIAS 2026, REEV Tembus 1.000 Km!

Chery J6T CSH resmi mencuri perhatian pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV terbaru ini melengkapi keluarga J6 Series sekaligus menjadi model terbaru yang mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dalam lini Chery Super Hybrid (CSH).

Berbeda dari mobil hybrid konvensional, teknologi REEV pada Chery J6T CSH tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama. Sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, sehingga pengalaman berkendara tetap senyap, responsif, dan efisien layaknya mobil listrik murni.

Keunggulan tersebut membuat Chery J6T CSH menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menikmati sensasi berkendara kendaraan listrik tanpa harus khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh maupun infrastruktur pengisian daya.

Daya Jelajah Lebih dari 1.000 Kilometer

Salah satu nilai jual terbesar Chery J6T CSH adalah kemampuan menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh. Angka ini menjadikannya salah satu SUV elektrifikasi dengan daya jelajah terpanjang di kelasnya.

Teknologi Chery Super Hybrid memungkinkan perpindahan tenaga antara motor listrik dan generator berlangsung otomatis sehingga konsumsi energi menjadi lebih efisien tanpa mengurangi performa.

Kombinasi tersebut membuat J6T CSH cocok digunakan untuk mobilitas harian di dalam kota maupun perjalanan antarkota tanpa rasa khawatir kehabisan daya.

Karakter SUV adventure tetap dipertahankan melalui desain boxy khas J6 Series. Mobil ini memiliki ground clearance 220 mm serta kemampuan melintasi genangan air hingga 650 mm, sehingga siap menghadapi berbagai kondisi jalan.

Untuk meningkatkan kemampuan bermanuver, Chery membekali J6T CSH dengan Tank Turn Feature, fitur yang memudahkan kendaraan berputar di area sempit maupun saat melintasi jalur off-road.

Kenyamanan juga mendapat perhatian lewat penyempurnaan sudut sandaran kursi baris kedua yang lebih rileks, membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman bagi seluruh penumpang.

Fitur Modern dan Keselamatan Lengkap

J6T CSH juga menawarkan berbagai teknologi modern yang mendukung gaya hidup aktif. Salah satunya adalah fitur Vehicle-to-Load (V2L) 6 kW, yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik saat berkemah atau beraktivitas di luar ruangan.

Di dalam kabin tersedia layar sentuh berukuran 15,6 inci sebagai pusat pengaturan kendaraan, navigasi, konektivitas, hingga sistem hiburan.

Dari sisi keselamatan, SUV ini telah dilengkapi 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan enam airbags, memberikan perlindungan maksimal bagi pengemudi maupun penumpang.

Melalui kehadiran Chery J6T CSH di GIIAS 2026, Chery semakin mempertegas komitmennya menghadirkan solusi elektrifikasi yang praktis dan fleksibel. Dengan teknologi REEV, jarak tempuh lebih dari 1.000 km, fitur modern, serta karakter SUV tangguh, J6T CSH berpotensi menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen SUV elektrifikasi Indonesia.