Chery J6T CSH Debut di GIIAS 2026, REEV Tembus 1.000 Km!

Chery J6T CSH resmi mencuri perhatian pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV terbaru ini melengkapi keluarga J6 Series sekaligus menjadi model terbaru yang mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dalam lini Chery Super Hybrid (CSH).

Berbeda dari mobil hybrid konvensional, teknologi REEV pada Chery J6T CSH tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama. Sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, sehingga pengalaman berkendara tetap senyap, responsif, dan efisien layaknya mobil listrik murni.

Keunggulan tersebut membuat Chery J6T CSH menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menikmati sensasi berkendara kendaraan listrik tanpa harus khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh maupun infrastruktur pengisian daya.

Daya Jelajah Lebih dari 1.000 Kilometer

Salah satu nilai jual terbesar Chery J6T CSH adalah kemampuan menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh. Angka ini menjadikannya salah satu SUV elektrifikasi dengan daya jelajah terpanjang di kelasnya.

Teknologi Chery Super Hybrid memungkinkan perpindahan tenaga antara motor listrik dan generator berlangsung otomatis sehingga konsumsi energi menjadi lebih efisien tanpa mengurangi performa.

Kombinasi tersebut membuat J6T CSH cocok digunakan untuk mobilitas harian di dalam kota maupun perjalanan antarkota tanpa rasa khawatir kehabisan daya.

Karakter SUV adventure tetap dipertahankan melalui desain boxy khas J6 Series. Mobil ini memiliki ground clearance 220 mm serta kemampuan melintasi genangan air hingga 650 mm, sehingga siap menghadapi berbagai kondisi jalan.

Untuk meningkatkan kemampuan bermanuver, Chery membekali J6T CSH dengan Tank Turn Feature, fitur yang memudahkan kendaraan berputar di area sempit maupun saat melintasi jalur off-road.

Kenyamanan juga mendapat perhatian lewat penyempurnaan sudut sandaran kursi baris kedua yang lebih rileks, membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman bagi seluruh penumpang.

Fitur Modern dan Keselamatan Lengkap

J6T CSH juga menawarkan berbagai teknologi modern yang mendukung gaya hidup aktif. Salah satunya adalah fitur Vehicle-to-Load (V2L) 6 kW, yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik saat berkemah atau beraktivitas di luar ruangan.

Di dalam kabin tersedia layar sentuh berukuran 15,6 inci sebagai pusat pengaturan kendaraan, navigasi, konektivitas, hingga sistem hiburan.

Dari sisi keselamatan, SUV ini telah dilengkapi 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan enam airbags, memberikan perlindungan maksimal bagi pengemudi maupun penumpang.

Melalui kehadiran Chery J6T CSH di GIIAS 2026, Chery semakin mempertegas komitmennya menghadirkan solusi elektrifikasi yang praktis dan fleksibel. Dengan teknologi REEV, jarak tempuh lebih dari 1.000 km, fitur modern, serta karakter SUV tangguh, J6T CSH berpotensi menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen SUV elektrifikasi Indonesia.

BYD U8 pengguna pertama platform E4

Memahami Platform E4 Dan Teknologi BYD Yang Bikin Mobil Berputar 359 Derajat

Kalau Anda sempat mampir ke booth BYD di GIIAS 2024, pasti melihat SUV llistrik Yangwang U8. Mobil ini punya kemampuan berputar 359 derajat macam tank. Jadi tidak perlu radius putar yang merepotkan. Kemampuan ini terbentuk berkat penggunaan teknologi baru buatan BYD, yang bernama E4 Platform.

E4 Platform adalah sistem penggerak yang terdiri dari tiga komponen pengendali utama (core control). Yang pertama pastinya empat motor listrik yang akan menggerakkan roda mobil. Keempat motor listrik ini bisa bergerak secara independen.

Komponen kedua adalah Friction control yang berfungsi membaca kondisi jalan. Benda ini bertugas mengoptimalkan kinerja motor sehingga pergerakan akan lebih baik di segala kondisi seperti jalan berpasir, tanjakan curam, dan sebagainya.

Kemampuan E4

Lalu Body Stability Control pada E-4 Platform untuk penanganan stabilitas demi kenyamanan penumpang di berbagai medan jalan. Alat ini bekerja berdasarkan input dari berbagai sensor yang terintegrasi. Sensornya tersebar di bagian-bagian inti BYD Yangwang U8. Seperti Integrated Measurement Unit, Wheel Speed Sensor, Steering Sensor, Sensor Kamera, Millimeter Wave Radar, Lidar, Ultrasonic dan banyak sensor lainnya.

Ketiga komponen tersebut, membentuk E4 Platform, yang memungkinkan Yangwang U8 memiliki kemampuan Tank Turn yang bikin bengong itu. Tapi di luar manfaat Tank Turn, ada sederet kegunaan yang membuat E4 akan terasa membantu hari Anda menjadi lebih baik.

Contohnya, saat manuver di lahan sempit. Kalau U8 terjebak di parkiran yang sempit, dengan E4 manuver mobil dengan panjang 5,3 meter ini jadi sangat mudah. Belum lagi kalau bicara medan off road tanpa aspal sedikit pun.

Kemudian, seperti dicontohkan BYD Indonesia, saat ban tiba-tiba kehilangan tekanan. Saat terdeteksi ban kempes, sensor E4 secara instan mengatur putaran roda secara independen sehingga Yangwang U8 tetap terkendali.

Tenaga Badak

Platform E4 juga bukan cuma soal kelincahan untuk mobil bongsor. Mengutip keterangan resmi BYD Indonesia, “Penyertaan sistem kontrol elektronik 800V SiC (Silicon Carbide), yang akan menjadi standar di seluruh produk platform masa depan.”

Bahkan diklaim, dibandingkan dengan platform lainnya, E-4 Platform pada BYD U8 menawarkan peningkatan efisiensi maksimum hingga 99,5 persen, peningkatan kemampuan output sebesar 50 persen, peningkatan kepadatan daya (power density) sebesar 100 persen. Tidak lupa, memberikan peningkatan efisiensi operasional sebesar tiga persen.

Motor listrik penggerak di platform ini, khususnya yang dipakai U8, diklaim mampu berputar hingga 20.500 rpm, dengan tenaga puncak 1.180 hp. U8 juga menggendong mesin bensin empat silinder 2,0 liter yang tidak tersambung dengan roda, dan berfungsi sebagai genset untuk membantu isi ulang baterai.

Akselerasi SUV 3,4 ton ini dibuat singkat dengan platform E4. Cukup 3,6 detik untuk 0-100 km/jam.

Lalu, apakah platform E4 ini akan digunakan di BYD lain? Sepertinya begitu. Karena saat ini baru dipakai oleh sub-brand Yangwang. Di bawah naungan BYD ada Denza, yang juga merek mewah.