Deepal S05 Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia

Persaingan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya Deepal S05, SUV terbaru dari Changan Indonesia. Setelah mencuri perhatian sejak diperkenalkan kepada publik pada April 2026, model ini kini resmi memasuki tahap pre-booking atau pemesanan awal mulai 30 Juni 2026.

Menariknya, Deepal S05 hadir dalam dua pilihan teknologi elektrifikasi, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV). Strategi tersebut memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas, baik sebagai mobil listrik murni maupun elektrifikasi dengan jarak tempuh ekstra.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan pembukaan pre-booking menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas lini kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

“Program pre-book Deepal S05 dan Deepal S05 REEV merupakan langkah nyata Changan dalam menghadirkan produk-produk elektrifikasi terbaru yang akan segera meluncur di Indonesia,” ujarnya.

Desain Futuristis dengan Sentuhan Premium

Deepal S05 mengusung filosofi desain Symbiotic Aesthetics yang terinspirasi dari bentuk sayap pesawat antariksa. Siluet bodinya tampil modern dengan garis-garis tegas, dipadukan lampu LED ramping, pintu frameless, serta spoiler belakang berbentuk V yang membantu menghasilkan koefisien hambatan udara hanya 0,25 Cd.

Dimensinya juga cukup proporsional untuk sebuah SUV perkotaan, dengan panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm, dan wheelbase 2.880 mm. Kombinasi tersebut menghadirkan kabin yang lapang sekaligus memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang.

Masuk ke interior, nuansa premium langsung terasa melalui layar sentuh 15,4 inci beresolusi 2.5K yang dilengkapi fitur Sunflower Screen, memungkinkan layar bergeser hingga 15 derajat mengikuti posisi pengemudi maupun penumpang depan.

Kenyamanan semakin ditingkatkan lewat panoramic roof seluas 1,9 meter persegi, ambient light 64 warna, material soft touch, wireless charging, serta jok depan yang telah dilengkapi pemanas, ventilasi, sandaran kaki elektrik, dan memori posisi.

Pilih BEV atau REEV, Mana yang Cocok?

Deepal S05 dibangun menggunakan platform EPA1 All Electric Digital Platform yang dirancang khusus untuk kendaraan elektrifikasi. Baik varian BEV maupun REEV sama-sama menggunakan penggerak roda belakang (RWD) serta suspensi independen di keempat roda.

Varian BEV dibekali motor listrik bertenaga 268 hp dengan torsi 290 Nm. Energinya berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 68,8 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 470 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Sementara itu, varian REEV menawarkan konsep berbeda. Motor listrik tetap menjadi penggerak utama, sedangkan mesin bensin 1.500 cc hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai berkapasitas 27,28 kWh.

Dalam mode listrik murni, Deepal S05 REEV mampu melaju hingga 170 kilometer. Ketika mesin generator mulai bekerja, total jarak tempuhnya diklaim dapat melampaui 1.100 kilometer, menjadikannya solusi bagi konsumen yang masih memiliki kekhawatiran terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Harga Mulai Rp 500 Jutaan, Bonus Menarik Menanti

Selama masa pre-booking, Changan Indonesia memperkirakan harga Deepal S05 berada di kisaran Rp500 jutaan.

Sebanyak 500 konsumen pertama akan mendapatkan berbagai keuntungan berupa benefit hingga Rp20 juta, asuransi all risk selama satu tahun, serta kesempatan memperoleh program Battery Lifetime Warranty.

Selain itu, seluruh unit Deepal S05 juga dibekali garansi baterai selama 8 tahun atau 240.000 kilometer. Konsumen yang menginginkan perlindungan lebih lama dapat memilih paket garansi baterai seumur hidup sesuai program resmi Changan Indonesia.

Dengan kombinasi desain modern, teknologi canggih, pilihan sistem penggerak yang fleksibel, serta jarak tempuh yang kompetitif, Deepal S05 berpotensi menjadi salah satu SUV elektrifikasi paling menarik yang akan meramaikan pasar otomotif Indonesia pada 2026.

SUV Misterius DFSK Muncul, Siap Meluncur di Indonesia?

PT Sokonindo Automobile memperlihatkan sosok SUV misterius yang sebelumnya sempat tertangkap kamera saat menjalani pengujian dengan balutan kamuflase tebal. Kini, sejumlah detail eksterior kendaraan tersebut mulai terlihat lebih jelas, mengisyaratkan bahwa peluncurannya di Indonesia kemungkinan sudah semakin dekat.

Dari foto terbaru yang beredar, tampilan fascia depan, profil samping hingga desain buritan kendaraan mulai menampakkan karakter desain yang lebih utuh. Meski identitas model masih dirahasiakan, kemunculan SUV ini semakin memperkuat dugaan bahwa DFSK tengah menyiapkan amunisi baru untuk meramaikan persaingan segmen SUV di Tanah Air.

Beberapa elemen desain terlihat mengusung pendekatan modern dengan garis bodi yang tegas dan proporsional. Hal tersebut menunjukkan bahwa DFSK berupaya menghadirkan kendaraan yang tidak hanya mengedepankan fungsionalitas, tetapi juga memiliki daya tarik visual yang kuat untuk konsumen Indonesia.

Menariknya, SUV misterius tersebut diketahui telah menjalani serangkaian pengujian di berbagai medan dan kondisi jalan. Langkah ini menjadi bagian dari proses validasi guna memastikan kualitas, kenyamanan, serta daya tahan kendaraan sebelum resmi diperkenalkan kepada publik.

Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi performa kendaraan dalam berbagai skenario penggunaan yang umum ditemui di Indonesia, mulai dari perjalanan harian di perkotaan hingga rute jarak jauh dengan kondisi jalan yang menantang.

Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih detail mengenai model yang sedang diuji tersebut. Meski demikian, ia memastikan setiap kendaraan yang dipersiapkan untuk pasar Indonesia harus melalui proses pengembangan dan pengujian yang menyeluruh.

“Untuk saat ini kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai produk tersebut. Namun, kami memastikan bahwa setiap model yang dipersiapkan telah melalui proses pengembangan dan pengujian yang komprehensif agar sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, termasuk untuk perjalanan jarak jauh dan performanya dalam menghadapi jalanan terjal,” ujar Franz Wang.

Dengan semakin seringnya SUV misterius ini terlihat di jalan raya, berbagai spekulasi mengenai identitas dan spesifikasinya pun mulai bermunculan. Apakah model tersebut akan menjadi SUV baru bermesin konvensional, hybrid, atau bahkan kendaraan elektrifikasi terbaru dari DFSK? Jawabannya kemungkinan akan terungkap dalam waktu dekat saat PT Sokonindo Automobile resmi membuka selubung model tersebut kepada publik Indonesia.

All New Mazda CX-5 Kini Lebih Mempesona

Selubung yang menyelimuti All New Mazda CX-5 akhirnya tersibak pada 10 Juli 2025 di Jerman. Tuntas sudah rasa penasaran pada misteri sosok terbarunya. Seperti yang telah diprediksi, Mazda melakukan ubahan gaya desain pada CX-5 yang kini telah memasuki generasi ketiga.

Meskipun muncul model terbaru Mazda seperti CX-30 dan CX-50, namun CX-5 tetap punya penggemar tersendiri. Sejak muncul pertama kali pada tahun 2011, compact SUV ini telah terjual lebih dari 4,5 juta unit di berbagai negara termasuk di Indonesia. Sejauh mana perubahan yang terjadi pada Mazda pada CX-5?

Gaya Maskulin Nan Sporty

Brand otomotif yang berpusat di Hiroshima, Jepang ini melakukan sejumlah penyegaran pada desain Kodo “Soul In Motion” yang jadi pakem gaya khas mobil Mazda modern.

Ubahan tampilan yang paling terlihat adalah pada area depan. Grille khas Mazda pada CX-5 kini berukuran sedikit lebih lebar dari sebelumnya dengan aksen krom tipis pada frame. Nampak serasi dengan headlamp LED model baru yang lebih meruncing dan bersudut tajam.

Bumper depan pun kini ukurannya lebih besar dan makin menonjol ke depan. Lubang air intake pada bumper depan pun kini ukurannya sedikit lebih besar dan bentuknya mengalami ubahan.

Pada bagian samping pun lekuk bodi makin aerodinamis dan seolah mengalir dari depan hingga buritan. Fender depan dan pinggul nampak lebih kekar namun terlihat sexy. Hanya desain kaca bagian samping dari pilar A hingga pilar C yang nampak masih sama seperti versi sebelumnya.

Bagian buritan pun mengalami ubahan cukup banyak. Tak hanya bentuk kaca, bumper dan lampu yang sedikit lebih ramping mengikuti gaya CX-80 dan CX-70. Logo pada bagian belakang kini digantikan tulisan “MAZDA” di pintu bagasi.

Dimensi ukuran Mazda CX-5 terbaru kini berubah. Panjangnya 4.690 mm, lebar 1.860 mm dan tinggi 1.695 mm. Panjang bodi kini bertambah 114 mm dari model sebelumnya. Bodi pun kini lebih lebar 15 mm.

Untuk memudahkan akses muat barang di bagasi, pintu belakang pun mengalami revisi teknis. Bukaan pintu belakang kini lebih lebar. Kursi belakang pun kini dapat dilipat dengan konfigurasi.40:20:40. Kapasitas bagasi kini bertambah 61 liter, sehingga menjadi 583 liter.

Interior Diracik Ulang

Tak hanya sebatas pada eksterior, kemasan interior pun diracik ulang. Bahkan dikatakan bahwa kabin CX-5 kini punya ruang kaki dan batas kepala yang lebih lapang. Bukaan pintu kabin pun kini lebih lebar. Akses keluar masuk penumpang pun makin leluasa.

Interior tampil mewah berkat jok kulit Nappa yang serasi dengan dashboard dan panel interior. Ambient light pencahayaan kabin warna warni dapat disesuaikan untuk meningkatkan mood saat berkendara. Tata suara pemanja telinga dipercayakan pada sistem audio premium lansiran Bose dengan 12 speaker.

Pada area dashboard juga terlihat cukup banyak perbedaan dibandingkan CX-5 yang saat ini beredar di pasaran. Layar head unit penampil sistem infotaintment kini sedikit lebih besar. Dari semula berukuran 10.3-inci menjadi 12.9-inci dan tersedia opsi layar 15.6-inci. Sistem multimedia terpadu pada CX-5 kini dilengkapi software Google. Beragam aplikasi seperti Google Maps, Google Play jadi fitur standard. Konektifitas nirkabel Apple CarPlay dan Android Auto pun tersedia. Di balik kemudi terpampang layar instrumen digital 10.25 inci. Soket USB-C pun tersedia di belakang konsol tengah untuk memudahkan penumpang kabin belakang mengecas baterai ponsel.

Yang sedikit mengagetkan adalah beraneka tombol fisik pada dashboard dan kenop rotari dihilangkan. Seluruh kendali fitur kini terintegrasi pada sistem infotaintment. Jadi pengoperasian fitur kini dilakukan via layar touchscreen.

Bisa dikatakan lebih praktis, tapi bisa juga jadi lebih njlimet. Pasalnya, konsentrasi mengemudi jadi sedikit terganggu karena harus pencat pencet menu fitur pada layar dashboard. Untungnya, tuas transmisi tak berubah.

Tetap Pakai Skyactiv-G

Untuk urusan performa, all new Mazda CX-5 ternyata masih menggunakan mesin Skyactiv G berkapasitas 2.500 cc non turbo yang dipadukan dengan sistem mild hybrid M Hybrid. Mesin yang digunakan pada CX-5 sama seperti pada Mazda 3 dan CX-30, hanya saja konsumsi BBM diklaim lebih irit.

Output tenaga sebesar 187 hp dan torsi 251 Nm cukup untuk membuat CX-5 melesat dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 10,5 detik.

Mesin baru ini menggantikan pilihan mesin bensin 2,0 liter serta mesin diesel 2,2 liter pada versi CX-5 sebelumnya.

Untuk opsi transmisi menggunakan versi Skyactiv Drive automatic 6-speed yang dipadukan dengan sistem penggerak roda depan (FWD) atau all wheel drive (AWD).

Nah, ternyata bukan mesin Skyactiv Z seperti yang diprediksi sebelumnya. Namun pihak Mazda mengatakan jika mesin Skyactiv Z berikut sistem hybrid termutakhir yang kini tengah dikembangkan paling cepat baru akan diaplikasikan pada penghujung tahun 2027. Jadi tak lama lagi bakal kita lihat seperti apa speknya.

Resmi Beredar Akhir 2025

Saat ini masih tahap perkenalan, karena all new Mazda CX-5 baru resmi dipasarkan di Eropa pada Desember 2025. Pasalnya, Mazda CX-5 spek Eropa masih diimpor dari Jepang. Jerman jadi negara pertama yang akan mendapatkannya. Untuk pasar global termasuk Jepang, AS dan kawasan lainnya termasuk Indonesia akan menyusul mulai awal tahun 2026.

Harga resminya belum diumumkan. Namun diperkirakan label harga di Eropa bakal berada di kisaran 34.500 euro atau sekitar Rp 652,9 juta.