OMODA & JAECOO Bawa Tren Modifikasi EV ke IMX 2026

Pameran Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 menjadi panggung bagi OMODA & JAECOO untuk menunjukkan bahwa kendaraan listrik tak hanya menawarkan efisiensi berkendara, tetapi juga ruang untuk mengekspresikan karakter pemiliknya.

Melalui tema “Co-Create Your Character”, OMODA & JAECOO menggandeng National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) serta dua kreator lokal, Rebellionik dan 347 Homebreaks. Kolaborasi ini memadukan desain kendaraan, seni visual, dan juga gaya hidup.

OMODA O4 X Rebellionik

OMODA O4 menjadi medium eksplorasi desain bersama Rebellionik. Karakter futuristis dan dinamis kendaraan tersebut dipadukan dengan pendekatan visual yang berani, ekspresif, dan mengikuti perkembangan gaya kontemporer.

Menariknya, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses live decal di area pameran. Aktivitas ini memperlihatkan bahwa modifikasi bukan sekadar mengubah tampilan akhir kendaraan, melainkan juga proses menerjemahkan gagasan kreatif menjadi identitas visual yang lebih personal.

Kolaborasi tersebut turut merambah dunia aksesori melalui jam tangan Rebelionik × OMODA. Produk ini tersedia untuk pembelian dan menjadi bagian dari program giveaway digital, memperluas konsep kolaborasi dari kendaraan menuju gaya hidup sehari-hari.

JAECOO J5 EV Mengusung Inspirasi Outdoor

Berbeda dari OMODA O4, JAECOO J5 EV bersama 347 Homebreaks mengambil inspirasi dari gaya hidup luar ruang atau outdoor lifestyle. Pendekatan ini berangkat dari ketertarikan Dendy Darman terhadap aktivitas eksplorasi alam, yang dinilai sejalan dengan karakter JAECOO J5 EV sebagai SUV listrik.

Unit yang ditampilkan di IMX mempertahankan desain eksterior hasil kolaborasi yang sebelumnya diperkenalkan di GIIAS. Kehadirannya memberikan gambaran bagaimana sebuah SUV listrik dapat dipersonalisasi agar lebih mencerminkan selera dan aktivitas penggunanya.

Bagi pemilik kendaraan, pendekatan semacam ini membuka kemungkinan untuk mengembangkan tampilan mobil tanpa harus terpaku pada konfigurasi standar pabrikan.

Modifikasi J5 EV Makin Beragam

Selain menggandeng kreator lokal, OMODA & JAECOO menghadirkan JAECOO J5 EV hasil kolaborasi dengan NMAA. Ubahan pada wrapping, velg, dan ban memperlihatkan bagaimana kombinasi komponen dapat menghasilkan karakter visual yang berbeda.

Pilihan lain hadir melalui JAECOO J5 EV dengan Genuine Body Kit, yang menawarkan tampilan lebih sporty dan premium. Pengunjung pun bisa melihat beberapa pendekatan personalisasi pada model yang sama, mulai dari permainan grafis hingga penggunaan aksesori bodi.

Program co-creation ini sebelumnya juga melibatkan survei pelanggan di IIMS 2026 yang mengumpulkan lebih dari 1.100 responden. Masukan tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses riset dan pengembangan pilihan personalisasi kendaraan.

Modifikasi EV dan Peluang Industri Aftermarket

Menurut Alexander Haimir, Brand Marketing OMODA & JAECOO Indonesia, bertambahnya pengguna JAECOO di Tanah Air, termasuk JAECOO J5 EV, membuka peluang bagi perkembangan modifikasi kendaraan listrik.

Tren ini juga menghadirkan perspektif baru bagi industri aftermarket. Ketika sebagian konsumen mulai beralih ke EV, personalisasi dapat menjadi nilai tambah dalam pengalaman kepemilikan, mulai dari pemilihan tampilan eksterior hingga aksesori yang sesuai kebutuhan.

Meski demikian, modifikasi tetap perlu mempertimbangkan kompatibilitas komponen, kualitas pemasangan, dan aspek keselamatan kendaraan.

Melalui IMX 2026, OMODA & JAECOO mempertemukan produsen, kreator, komunitas, dan pelaku aftermarket dalam satu ruang kolaborasi. Respons pengunjung terhadap berbagai karya tersebut berpotensi menjadi masukan untuk pengembangan personalisasi berikutnya.

Setelah IMX, OMODA & JAECOO juga menjadwalkan International User Summit pada 18–24 Oktober 2026 di Tiongkok. Kegiatan ini akan mengundang pengguna dari berbagai negara untuk mengenal teknologi, filosofi produk, serta memberikan masukan kepada brand.

Langkah tersebut melengkapi pendekatan co-creation yang dibawa ke IMX: bukan hanya menawarkan kendaraan, tetapi juga membuka ruang bagi pengguna untuk ikut membentuk karakter dan pengalaman berkendara mereka.

JAECOO J5 EV Genuine Body Kit, Lahir dari Program Co-Creation

JAECOO J5 EV Genuine Body Kit Lahir dari Suara Pemilik, Buktikan Modifikasi Bisa Berawal dari Co-Creation

Modifikasi mobil biasanya dimulai dari garasi, bengkel, atau ide pemilik yang ingin membuat kendaraannya tampil berbeda. Namun, JAECOO mencoba memulai perjalanan tersebut dari tempat yang berbeda: suara pelanggan.

JAECOO Indonesia akhirnya memperkenalkan JAECOO J5 EV Genuine Body Kit, aksesori resmi yang lahir dari program J5 EV Co-Creation di ajang IIMS 2026 lalu.

Produk ini sebelumnya diperkenalkan sebagai bagian dari bundling JAECOO J5 EV di GIIAS 2026. Untuk saat ini, Genuine Body Kit tersebut belum tersedia untuk pembelian secara terpisah.

Kehadirannya menjadi contoh bagaimana masukan para pemilik dapat bergerak dari sekadar percakapan menjadi produk yang bisa disentuh dan digunakan.

Dari Suara Pelanggan Menjadi Produk

Perjalanan tersebut bermula dari program J5 EV Co-Creation. JAECOO mengumpulkan pandangan pelanggan mengenai berbagai aspek personalisasi kendaraan.

Program serupa sebelumnya dikembangkan secara global melalui International User Summit di Wuhu, China, pada Oktober 2025.

Sebanyak 1.126 calon pelanggan dan pemilik J5 EV memberikan masukan. Mereka membicarakan desain body kit, warna atap, panel instrumen, hingga kombinasi pelek dan ban.

Hasilnya memperlihatkan dua karakter yang paling banyak diasosiasikan dengan J5 EV, yakni sporty dan premium.

Masukan tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan Genuine Body Kit.

Dengan pendekatan ini, JAECOO ingin membuat proses personalisasi terasa lebih dekat. Pelanggan bukan hanya menjadi pengguna akhir, tetapi ikut memberi warna dalam perjalanan sebuah produk.

Seratus J5 EV, Seratus Cerita

Semangat ini kemudian dibawa ke JAECOO Weekend Drive: J5 EV Co-Creation, JAECOO Genuine for You.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, (26/26) di The Terrace, Gatot Subroto, Jakarta, mempertemukan sekitar 100 JAECOO J5 EV milik pelanggan.

Setiap kendaraan hadir dengan interpretasi berbeda. Ada yang mengejar tampilan sporty, ada pula yang bermain pada detail untuk mempertegas karakter personal.

Di sinilah J5 EV tidak lagi sekadar kendaraan listrik. Mobil berubah menjadi kanvas bergerak bagi pemiliknya. JAECOO juga menyerahkan Genuine Body Kit kepada 10 pelanggan J5 EV.

Rangkaian acara turut menghadirkan talk show bersama National Modificator & Aftermarket Association (NMAA). Pembahasannya menyoroti perkembangan budaya modifikasi dan kendaraan sebagai medium ekspresi pemilik.

Bukan Sekadar Body Kit

Brand Manager OMODA JAECOO Indonesia, Alexander Haimir, mengatakan personalisasi menjadi bagian dari perjalanan pelanggan bersama JAECOO.

Menurutnya, J5 EV memberikan ruang untuk mengekspresikan karakter. Sementara program Co-Creation membuka kesempatan agar suara pelanggan ikut masuk dalam perjalanan pengembangan produk.

Semangat “JAECOO Genuine for You” juga akan berlanjut melalui program apresiasi pelanggan.

Menjelang satu tahun perjalanan J5 EV di Indonesia, JAECOO memberikan teaser J5 EV Anniversary Program. Program ini nantinya mencakup free software update, free comprehensive check, serta free pick-up & drop-off services. Detail program ini akan diumumkan kemudian.

Aktivitas ini juga menjadi bagian dari perjalanan JAECOO menuju IMX 2026. Komunitas J5 EV akan kembali menjadi bagian penting dalam cerita tersebut.

Bagi JAECOO, masa depan sebuah mobil tidak selalu ditentukan hanya dari apa yang dibuat pabrikan. Kadang, karakter terbaik justru muncul ketika pabrikan mau mendengarkan pemiliknya.

OMODA & JAECOO Gandeng Carro, Perluas Jaringan di Indonesia

OMODA & JAECOO mulai memperlebar jejaknya di Indonesia. Merek otomotif global tersebut menggandeng Carro sebagai partner resmi untuk memperluas akses penjualan sekaligus layanan purnajual.

Kolaborasi ini ditandai dengan pembukaan Experience Center OMODA & JAECOO di Harapan Indah, Bekasi. Fasilitas tersebut diposisikan sebagai salah satu hub baru untuk menjangkau konsumen Jabodetabek.

Berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, Experience Center ini dirancang bukan sekadar tempat memajang mobil. Fasilitas tersebut menggabungkan showroom, bengkel, area penyimpanan, hingga fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Satu Lokasi untuk Melihat hingga Merawat Mobil

Dari total luas lahan, showroom menempati area 1.282 meter persegi. Sementara bengkel memiliki luas 1.164 meter persegi dan holding yard mencapai 1.304 meter persegi.

Showroom mampu menampilkan hingga delapan kendaraan sekaligus. Beberapa model yang dipamerkan antara lain JAECOO J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS.

Konsumen juga mendapatkan ruang tunggu serta fasilitas bengkel dengan sistem multi-bay service. Ketersediaan suku cadang dan unit pengisian daya kendaraan listrik turut menjadi bagian dari fasilitas tersebut.

Dengan konsep tersebut, perjalanan konsumen diharapkan tidak berhenti ketika transaksi selesai. Dari melihat kendaraan, melakukan test drive, hingga melakukan perawatan, semuanya berada dalam satu ekosistem layanan.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan respons positif pasar menjadi salah satu alasan perusahaan terus memperluas kehadirannya.

Menurutnya, kerja sama dengan Carro menjadi langkah penting untuk memperkuat jaringan penjualan sekaligus layanan purnajual di Indonesia.

Carro Perluas Bisnis dari Mobil Bekas ke Kendaraan Baru

Bagi Carro, kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk memperluas kapabilitas penjualan kendaraan baru.

Marketplace otomotif tersebut melihat peluang pertumbuhan di Indonesia, terutama pada segmen SUV dan kendaraan listrik generasi terbaru.

CEO Group Carro, Aaron Tan, menyebut kerja sama ini akan memperluas pilihan produk dan layanan otomotif bagi konsumen.

Melalui kolaborasi tersebut, konsumen OMODA & JAECOO di Indonesia juga mendapatkan akses ke rangkaian layanan terintegrasi Carro, termasuk layanan purnajual bersertifikasi.

Ekspansi tidak berhenti di Harapan Indah. OMODA & JAECOO dan Carro berencana melanjutkan pengembangan jaringan di sejumlah lokasi strategis Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

OMODA & JAECOO Bawa Mesin Hybrid hingga Mobil Listrik

Perluasan jaringan ini hadir ketika portofolio OMODA & JAECOO semakin beragam. Teknologi elektrifikasi menjadi salah satu bagian penting strategi keduanya.

Melalui Super Hybrid System (SHS), perusahaan mengembangkan teknologi PHEV dan HEV dengan fokus pada tenaga, efisiensi energi, dan jarak tempuh kombinasi.

Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV juga terus dilakukan.

Teknologi pintar menjadi bagian lainnya. OMODA & JAECOO mengembangkan intelligent driving dan intelligent cockpit, termasuk SIVP atau Super Intelligent Valet Parking serta AI Cockpit.

Secara global, OMODA & JAECOO menyebut telah mencapai penjualan satu juta unit dalam tiga tahun. Merek tersebut kini hadir di 77 pasar di berbagai kawasan dunia.

Di Indonesia, ekspansi bersama Carro menjadi langkah berikutnya. Jika kendaraan adalah produk yang bergerak, jaringan penjualan dan layanan adalah jalan yang membuatnya semakin mudah dijangkau konsumen.

OMODA Hadir di GIIAS 2026, Suguhkan O4 EV dan J7 SHS-P SIVP

OMODA resmi kembali hadir di Indonesia dengan identitas baru sebagai bagian dari OMODA & JAECOO. Untuk pertama kalinya, OMODA dan JAECOO kini hadir bersama dalam satu ekosistem brand global yang menggabungkan inovasi kendaraan listrik, teknologi hybrid, dan kecerdasan buatan (AI) untuk menghadirkan pengalaman mobilitas masa depan bagi konsumen Indonesia.

Kehadiran ini menandai babak baru perjalanan OMODA di pasar otomotif nasional melalui inovasi kendaraan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih cerdas, personal, dan selaras dengan gaya hidup generasi baru.

Free Benefit Untuk 1.000 Pemesan Pertama

Melalui visi ‘The First AI Car for Everyone’, OMODA menghadirkan teknologi AI yang intuitif dan mudah diakses, sehingga pengalaman berkendara yang lebih cerdas dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat. Dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, OMODA memperkenalkan OMODA O4 EV, yang menggabungkan elektrifikasi, desain futuristis berkonsep Cyber Mecha Design, serta teknologi AI dalam satu ekosistem kendaraan pintar.

OMODA O4 EV dibekali baterai 67 kWh, sehingga mampu menempuh jarak hingga 553 kilometer dalam sekali pengisian daya. Melalui O4 EV, OMODA menegaskan transformasinya menjadi brand mobilitas
cerdas yang menghadirkan pengalaman berkendara berbasis kecerdasan buatan untuk kehidupan sehari-hari.

Pada penyelenggaraan GIIAS 2026, OMODA resmi membuka pemesanan untuk OMODA O4 EV. Bagi 1.000 pemesan pertama berkesempatan memperoleh paket benefit free upgrade senilai Rp 50 juta yang mencakup OMODA O4 Exclusive Diecast, Upgraded Electrochromatic Panoramic Roof, Upgraded AI Features, Free AI Internet Subscription selama satu tahun, serta Upgraded Wall Charger 3 in 1.

Parkir Valet Secara Mudah

Selain O4 EV, OMODA & JAECOO melanjutkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi mutakhir, melalui teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) diperkenalkan pada J7 SHS-P SIVP.
Pesatnya perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia, maka tantangan mobilitas masyarakat pun semakin kompleks. Dalam kondisi tersebut, JAECOO J7 SHS-P SIVP menjadi solusi nyata yang membuat pengalaman berkendara lebih mudah, lebih aman, dan lebih nyaman, khususnya untuk mencari parkir sendiri.

Terdapat dua fungsi utama dari SIVP yaitu auto parking dengan cara mobil akan mencari lokasi parkir sendiri (smart parking), dan pengemudi bisa memanggil mobil untuk datang menjemput setelah selesai beraktivitas (smart summon). Indonesia menjadi negara pertama dan merupakan salah satu negara yang penting untuk OMODA & JAECOO sehingga perusahaan mengimplementasikan teknologi SIVP ini pertama kali di JAECOO J7 SHS-P.

JAECOO J7 SHS-P SIVP didukung oleh sistem yang terdiri dari 27 sensor presisi tinggi, termasuk 3 radar gelombang milimeter, 11 kamera yang mencakup sudut pandang depan, sekeliling, panorama, dan belakang, 12 radar ultrasonik, serta 1 LiDAR DToF jangkauan jauh. Semua sensor tersebut membentuk jaringan persepsi 360° yang komprehensif. Seluruh data tersebut kemudian diproses oleh Intelligent Driving Domain Controller. Sehingga kendaraan mampu mengenali lingkungan sekitar dengan akurat, dan melakukan manuver parkir secara aman.

Aplikasi Terintegrasi Dengan Ponsel

Setelah menentukan area parkir, pengemudi dapat turun dari kendaraan sebelum proses parkir dimulai. Selanjutnya, kendaraan akan secara mandiri mencari ruang parkir yang tersedia dan melakukan manuver parkir secara otomatis. Fitur inilah yang menjadi inti dari konsep Park for You. Pengemudi cukup menggunakan aplikasi yang telah terintegrasi dengan ponsel untuk memanggil kendaraan.

Mobil kemudian akan bergerak secara otomatis menuju titik penjemputan yang telah ditentukan, sehingga pengemudi tidak perlu lagi berjalan menuju lokasi parkir. Kemampuan ini diwujudkan melalui konsep Come to You, yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih praktis dan efisien.

Mulai Oktober 2026, JAECOO akan memasuki implementasi SIVP tahap pertama di 40 lokasi. Memasuki tahap kedua pada akhir 2026, cakupan teknologi ini akan diperluas ke lebih dari 60 lokasi di berbagai wilayah Indonesia, mencakup pusat perbelanjaan, area publik, hingga
gedung perkantoran.

JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut di GIIAS 2026, Siap Parkir Sendiri!

JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut Global di Indonesia, Mobil Bisa Parkir Sendiri dan Menjemput Pemilik

OMODA & JAECOO kembali mencuri perhatian di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kali ini, bukan hanya lewat desain SUV premium, tetapi melalui peluncuran teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) yang memungkinkan mobil mencari tempat parkir sendiri hingga menjemput pemilik secara otomatis.

Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan teknologi ini melalui JAECOO J7 SHS-P SIVP. Langkah tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar strategis bagi OMODA & JAECOO dalam pengembangan teknologi mobil pintar.

Mengusung konsep “Come to You, Park For You”, teknologi SIVP dirancang untuk menjawab tantangan mobilitas di kawasan perkotaan yang semakin padat. Mulai dari sulitnya mencari ruang parkir hingga aktivitas harian yang serba cepat, semuanya diakomodasi melalui sistem parkir otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata konsumen modern yang menginginkan teknologi bukan sekadar canggih, tetapi benar-benar memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa Parkir dan Menjemput Pemilik Secara Otomatis

Super Intelligent Valet Parking memiliki dua fungsi utama, yaitu Smart Parking dan Smart Summon.

Saat tiba di area parkir yang telah mendukung sistem SIVP, pengemudi cukup menghentikan kendaraan di titik tertentu lalu keluar dari mobil. Setelah itu, JAECOO J7 SHS-P akan secara otomatis mencari ruang parkir kosong dan melakukan manuver parkir tanpa campur tangan pengemudi.

Ketika aktivitas selesai, pemilik hanya perlu membuka aplikasi yang terhubung ke smartphone untuk memanggil kendaraan. Mobil kemudian bergerak sendiri menuju titik penjemputan yang telah ditentukan, sehingga pengguna tidak perlu berjalan menuju lokasi parkir.

Konsep inilah yang menjadi implementasi nyata slogan “Come to You, Park For You”, menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis sekaligus efisien.

Dukungan 27 Sensor dan LIDAR Berteknologi Tinggi

Kemampuan tersebut didukung sistem Intelligent Driving yang mengintegrasikan 27 sensor dan kamera di seluruh bodi kendaraan.

Teknologi ini dilengkapi 128-channel DTOF LiDAR, radar gelombang milimeter dengan kemampuan mendeteksi objek hingga 280 meter di depan dan 200 meter di samping, serta sistem 540-degree Surround View Camera yang memantau kondisi di sekitar kendaraan secara menyeluruh.

Seluruh informasi tersebut diproses oleh Intelligent Driving Domain Controller, memungkinkan mobil mengenali lingkungan sekitar secara real-time sebelum mengambil keputusan saat melakukan parkir otomatis.

Mulai Beroperasi Oktober 2026

JAECOO mengungkapkan implementasi SIVP akan dimulai pada Oktober 2026 dengan cakupan sekitar 40 lokasi di Indonesia. Pada tahap berikutnya, jumlah tersebut akan diperluas menjadi lebih dari 60 lokasi hingga akhir tahun, meliputi pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan berbagai area publik lainnya.

Yang menarik, perluasan area kompatibel tersebut tidak mengharuskan pemilik datang ke bengkel. Seluruh pembaruan akan dikirimkan melalui sistem Over-the-Air (OTA) langsung ke kendaraan.

Bersamaan dengan peluncuran teknologi ini, JAECOO J7 SHS-P SIVP juga resmi membuka pre-booking melalui situs resmi JAECOO Indonesia selama penyelenggaraan GIIAS 2026.

Dengan menghadirkan teknologi parkir otomatis yang mampu mencari slot parkir hingga menjemput pemilik, JAECOO tidak hanya memperkenalkan fitur baru, tetapi juga membuka babak baru dalam pengembangan mobilitas cerdas di Indonesia. Kehadiran SIVP berpotensi menjadi standar baru bagi kendaraan pintar yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi, dan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari.

JAECOO J5 EV Tembus 16.000 Pengiriman, Laris Manis!

Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif. Kali ini, pencapaian datang dari JAECOO, yang sukses mencatatkan 16.000 pengiriman unit J5 EV hingga April 2026. Dalam waktu hanya empat bulan sejak awal tahun, JAECOO J5 EV bahkan berhasil masuk jajaran SUV listrik terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai semakin percaya terhadap kendaraan listrik, khususnya di segmen SUV premium yang menawarkan kombinasi desain modern, teknologi canggih, serta efisiensi mobilitas harian.

Berdasarkan data yang diumumkan JAECOO Indonesia, selama periode Januari hingga April 2026, J5 EV membukukan penjualan retail sebanyak 10.587 unit dan wholesales mencapai 11.006 unit. Angka ini sekaligus memperkuat posisi JAECOO sebagai salah satu pemain baru yang cukup agresif di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

Sebagai SUV listrik yang mengusung slogan “The Real SUV”, JAECOO J5 EV dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat modern. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian daya, menjadikannya cukup ideal untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan luar kota.

Tak hanya fokus pada kendaraan full electric, JAECOO juga mulai memperkuat lini plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS. Kedua model tersebut bahkan sempat mencuri perhatian berkat kemampuan efisiensi dan daya jelajahnya yang impresif.

J7 SHS-P sebelumnya sukses menuntaskan perjalanan Jakarta-Bali sejauh 1.377 kilometer, sementara J8 SHS-P ARDIS mencatat rekor MURI sebagai mobil PHEV dengan jarak tempuh terjauh, yakni hingga 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan pengisian bahan bakar.

Untuk merayakan pencapaian 16.000 pengiriman unit J5 EV, JAECOO Indonesia menggelar acara bertajuk “Weekend Drive – Together for More” di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Acara ini menjadi wadah berkumpulnya konsumen, komunitas, media, hingga pecinta otomotif dalam satu ekosistem gaya hidup modern berbasis kendaraan elektrifikasi.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan layanan JAECOO di Indonesia.

Tak hanya menghadirkan sesi community sharing, acara tersebut juga menampilkan berbagai aksesori resmi JAECOO J5 EV yang mendukung personalisasi kendaraan, mulai dari karaoke mic, car subwoofer, hingga kompartemen khusus hewan peliharaan.

Dari sisi layanan purna jual, JAECOO juga terus memperluas jaringan dealer dan bengkel resmi di Indonesia. Saat ini sudah terdapat 35 dealer aktif dan jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 80 dealer hingga akhir 2026.

Dengan kombinasi produk modern, teknologi elektrifikasi, serta penguatan layanan purna jual, JAECOO tampaknya serius ingin menjadi salah satu pemain utama di pasar SUV listrik premium Tanah Air.

Teknologi SHS dan J5 EV Jadi Senjata JAECOO di Indonesia

Sejak pertamakali hadir di pasar otomotif Indonesia pada tahun lalu, brand Jaecoo sukses memikat konsumen dan menorehkan angka penjualan yang sangat mengesankan.

Lini kendaraan SUV New Energy Vehicle (NEV) yang terdiri dari J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS yang dihadirkan Jaecoo telah merubah paradigma masyarakat Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi.

Di tahun 2026 ini Jaecoo terus memperkuat komitmennya di pasar otomotif Indonesia melalui semangat “Full Power, Real SUV”.

Dengan perpaduan efisiensi, teknologi modern, kenyamanan berkendara, serta kapabilitas tinggi, lini SUV Jaecoo menjadi kendaraan ideal yang dapat mengakomodir kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin beragam.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi perkembangan kendaraan NEV. Kami melihat konsumen Indonesia kini tidak hanya mencari efisiensi dan teknologi, tetapi juga kenyamanan serta kemampuan SUV yang tetap relevan untuk berbagai kondisi jalan. Melalui lini J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS, kami ingin menghadirkan pilihan NEV SUV yang lebih lengkap untuk berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

J5 EV Jadi EV Terlaris di Indonesia

Salah satu model unggulan yang menjadi ujung tombak utama Jaecoo di Indonesia adalah SUV listrik J5 EV. Selama periode Januari – April 2026, Jaecoo J5 EV berhasil menjadi mobil EV terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut didukung oleh angka penjualan retail (dari dealer ke konsumen) sebesar 10.587 unit. Sedangkan penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mencapai 11.006 unit dalam empat bulan pertama tahun 2026. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan penerimaan positif konsumen Indonesia terhadap teknologi NEV Jaecoo.

Efisiensi konsumsi energi menjadi nilai plus yang dimiliki J5 EV. Berdasarkan uji internal, J5 EV juga menawarkan biaya operasional yang hemat untuk penggunaan sehari-hari.

Dengan tarif daya listrik Rp 1.700 per kWh, biaya operasional J5 EV dikatakan tercatat hanya sekitar Rp 9.600 per hari atau paling minim Rp 290.000 an per bulan.

Dengan jarak jelajah maksimum hingga 461 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh, cukup untuk menunjang mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan antar kota. Dalam uji berkendara jarak jauh, perjalanan dari Jakarta menuju Semarang dilakukan tanpa perlu pengisian ulang di tengah perjalanan.

Harga jual J5 EV pun relatif terjangkau di kelasnya, yakni di kisaran Rp 279.900.000 hingga Rp 309.900.000, tergantung pada varian dan wilayah domisili. Dengan harga jual yang menarik serta keunggulan yang dimiliki, tak heran jika J5 EV laris manis dan diminati konsumen.

Teknologi SHS Mendobrak Kancah Hybrid

Bagi konsumen yang awam mobil listrik tapi membutuhkan fleksibilitas dan efisiensi energi, pilihannya adalah SUV berteknologi Super Hybrid System (SHS). Lini model SUV J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS yang hadir di Tanah Air menawarkan fleksibilitas tinggi, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Teknologi SHS menggabungkan efisiensi berkendara khas kendaraan listrik dengan performa dan kemampuan perjalanan jarak jauh kendaraan bermesin bensin. Mesin bensin berfungsi sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Sedangkan penggerak roda menggunakan motor listrik. Berbrkal teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), penyaluran tenaga dan torsi pun lebih halus namun tetap responsif.

Faktor kenyamanan dan karakter SUV tulen yang disematkan membuat kedua SUV ini mampu melintasi berbagai kondisi jalan dan menunjang beragam kebutuhan mobilitas.

Jaecoo J7 SHS-P menawarkan jarak tempuh kombinasi hingga 1.377 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh. Dalam mode Full EV mengandalkan energi listrik baterai, jarak jelajahnya bisa mencapai 100 km. Cukup memadai untuk mendukung mobilitas harian di perkotaan.

Fitur intelligent driving seperti kamera 540 derajat dan transparent chassis yang ada pada J7-SHS-P membantu visibilitas saat melintasi jalur sempit, tanjakan, maupun kontur jalan yang beragam.

Selain J7 SHS-P, tersedia pula model J8 SHS-P ARDIS. SUV kelas premium ini sukses mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia, yakni 1.660 km dalam satu kali pengisian penuh bahan bakar dan daya baterai. Menariknya, rekor itu berhasil dipecahkan oleh salah satu tim Motomobinews di bulan September 2025 lalu.

Kemampuan berkendara lintas medan yang dimiliki J8 SHS-P ARDIS ditunjang teknologi penggerak all-wheel drive ARDIS. Distribusi torsi dan tenaga secara real-time membantu menjaga stabilitas dan traksi kendaraan di berbagai kondisi jalan. Dukungan sembilan mode berkendara cerdas turut memberikan pengalaman berkendara yang lebih adaptif, mulai dari perkotaan, jalan pedesaan dan pegunungan hingga trek semi offroad.

Guna mengakomodir pangsa pasar NEV di Indonesia yang terus bertumbuh, Jaecoo terus menambah jumlah jaringan dealernya.

Tak sekadar memperluas cakupan wilayah layanan konsumen, kualitas layanan pun ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Jaecoo Indonesia dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang nyaman dan terpercaya.

Saat ini Jaecoo memiliki 35 dealer yang beroperasi di sejumlah kota di Indonesia. Perluasan titik jaringan dealer akan terus dilakukan dengan target hingga 80 dealer di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026.

JAECOO Rayakan Larisnya J5 EV Lewat JAECOO LAND 2026

JAECOO Indonesia merayakan pencapaian JAECOO J5 EV sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia pada Maret 2026 dengan menghadirkan festival gaya hidup bertajuk JAECOO LAND 2026.

Acara ini digelar pada 11–12 April 2026 di One Satrio, Jakarta Selatan, sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme konsumen sekaligus memperkuat kedekatan brand dengan masyarakat urban.

Berdasarkan data retail GAIKINDO, penjualan J5 EV menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Model ini mencatatkan penjualan 1.942 unit pada Januari, meningkat menjadi 2.926 unit di Februari, dan tetap kuat dengan 2.775 unit pada bulan Maret 2026.

Capaian tersebut menjadikan J5 EV sebagai salah satu model EV paling diminati di pasar Indonesia. Seiring tingginya permintaan, JAECOO menargetkan distribusi hingga 13.000 unit kepada pelanggan sampai akhir April 2026.

Menurut Jim Ma, tren positif ini menjadi indikator kuat bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang dan semakin diterima oleh konsumen.

Momentum Global yang Terus Menguat

Kesuksesan di Indonesia turut didukung performa global JAECOO yang terus meningkat. Hingga kini, brand ini telah menjangkau lebih dari 960.000 pelanggan di 64 negara.

Pada Maret 2026 saja, JAECOO mencatatkan penjualan global 61.254 unit, naik 210% secara tahunan. Segmen New Energy Vehicle (NEV) bahkan tumbuh lebih agresif dengan total 39.716 unit atau melonjak 471%.

Di pasar Inggris, performa JAECOO juga impresif dengan penjualan lebih dari 12.000 unit dalam satu bulan, di mana model J7 menjadi kontributor utama.

JAECOO LAND 2026, Perpaduan Otomotif dan Lifestyle

Melalui JAECOO LAND 2026, brand ini tidak hanya menampilkan kendaraan, tetapi juga menghadirkan pengalaman lifestyle yang terintegrasi. Mengusung konsep L.A.N.D (Lifestyle, Adventure, Nature, Discovery), acara ini dirancang sebagai ruang interaksi antara teknologi mobilitas modern dan gaya hidup urban.

Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti Bazaar kreatif, Live music, Sesi wellness, Talkshow inspiratif dan Area playground anak dan pet experience.

Selain aktivitas lifestyle, pengunjung juga berkesempatan mencoba langsung lini kendaraan JAECOO melalui sesi test drive. JAECOO menyiapkan semua varian untuk para calon konsumen dari model J5 EV, J7 SHS-P dan juga J8 SHS-P ARDIS.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat teknologi Super Hybrid System (SHS) yang menjadi bagian dari strategi elektrifikasi JAECOO.

Perkuat Jaringan dan Komitmen di Indonesia

Saat ini, JAECOO telah memiliki 32 dealer aktif di Indonesia dan berencana menambah 25 dealer baru dalam waktu dekat. Target jangka panjangnya adalah menghadirkan hingga 80 outlet di seluruh Indonesia pada akhir 2026.

Langkah ini menunjukkan komitmen JAECOO dalam memperkuat layanan serta mendukung pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Tanah Air.

Dengan kombinasi produk inovatif dan pendekatan lifestyle, JAECOO semakin mempertegas posisinya sebagai brand otomotif modern yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Tampil di Motomobi Karnaval 2026, JAECOO Punya Biaya Operasional Efisien

Kondisi global saat ini, menjadikan biaya operasional sebagai salah satu pertimbangan utama bagi konsumen saat memilih kendaraan. Di berbagai pasar global, tren kendaraan energi baru (NEV) juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada Januari 2026, penjualan NEV di sejumlah pasar utama Eropa seperti Jerman, Inggris, Italia, dan Prancis meningkat 23,1 persen secara tahunan. Bahkan segmen plug-in hybrid (PHEV) tumbuh hingga 37,8 persen.

Efisiensi energi kini tidak lagi hanya menjadi pertimbangan lingkungan, tetapi juga faktor ekonomi dalam pengambilan keputusan konsumen. Teknologi hybrid semakin relevan karena mampu menawarkan keseimbangan antara efisiensi energi, fleksibilitas jarak tempuh, serta kenyamanan berkendara.

Tren serupa juga mulai terlihat di Indonesia. Calon pembeli tidak lagi hanya mempertimbangkan harga kendaraan di awal pembelian, tetapi juga mulai memperhitungkan biaya penggunaan dalam jangka panjang. Termasuk konsumsi energi dalam aktivitas sehari-hari.

Simulasi 1.500 km per Bulan

JAECOO Indonesia menyusun simulasi biaya operasional untuk tiga lini produknya, yakni J5EV, J7SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS. Simulasi ini menggunakan asumsi pola penggunaan kendaraan sekitar 1.500 kilometer per bulan. Perhitungan tersebut didasarkan pada penggunaan sekitar 50 kilometer per hari pada hari kerja (sekitar 1.000 km per bulan) serta tambahan perjalanan sekitar 500 kilometer secara total dalam satu bulan.

“Kami melihat banyak calon pembeli yang masih membandingkan berbagai teknologi kendaraan sebelum menentukan pilihan. Lewat simulasi biaya operasional ini, kami ingin membantu konsumen memahami estimasi pengeluaran energi dari setiap lini JAECOO sehingga mereka dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka,” kata Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia.

Dari simulasi tersebut, JAECOO J5 EV menjadi model dengan biaya energi paling rendah di lini JAECOO. Dengan asumsi tarif listrik sekitar Rp 1.700 per kWh, biaya penggunaan energinya diperkirakan sekitar Rp 290.760 per bulan.

Efisiensi yang Kompetitif

Jika dihitung secara harian, angka tersebut setara dengan sekitar Rp 9.600 per hari. Rendahnya biaya operasional ini tidak lepas dari efisiensi J5 EV yang dibekali baterai 60,9 kWh. Berdasarkan pengujian internal di Indonesia, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 534 kilometer dalam sekali pengisian daya. Lantas, bagi pengguna dengan rutinitas sekitar 50 kilometer per hari, hanya perlu melakukan pengisian daya sekitar sekali dalam beberapa hari penggunaan.

Bahkan dalam jangka lebih panjang, biaya energi J5 EV dalam simulasi ini juga cukup rendah, berada di kisaran Rp 872.000 untuk tiga bulan, atau sekitar Rp 3.490.000 per tahun.

Selain itu, JAECOO J7 SHS-P hadir dengan teknologi Super Hybrid System (SHS) dan konsumsi bensin sekitar 35 kilometer per liter. Sehingga biaya energi untuk penggunaan 1.500 kilometer per bulan, diperkirakan mencapai sekitar Rp 486.814 per bulan. Atau sekitar Rp 5.840.000 per tahun.

Di sisi lain, JAECOO J8 SHS-P ARDIS sebagai model premium, menawarkan efisiensi yang kompetitif untuk kendaraan di kelasnya. Dengan kemampuan berkendara listrik hingga 180 kilometer dan konsumsi bensin sekitar 23,7 kilometer per liter, biaya energi bulanannya diperkirakan sekitar Rp 584.793, atau sekitar Rp 7.010.000 per tahun.

Angka di bawah Rp 600.000 per bulan, tetap tergolong efisien bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara efisiensi dan fleksibilitas. Terlebih model ini juga dilengkapi sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) yang mendukung performa dan stabilitas berkendara.

Jaecoo Bikin Program Co-Creation J5 EV, Akomodir Selera Konsumen

Jaecoo kembali berpartisipasi dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Brand menampilkan jajaran model unggulannya di Hall B3, sekaligus memperkenalkan program J5 EV Co-Creation. Melalui program ini, Jaecoo membuka ruang bagi para pengunjung yang ingin menentukan arah desain dan fitur J5 EV, melalui survei interaktif selama pameran IIMS 2026.

Jaecoo menegaskan bahwa pelanggan tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga dilibatkan secara aktif sebagai mitra dalam proses pengambilan keputusan. Masukan dari pengunjung akan menjadi bekal bagi tim pengembangan, dalam menyempurnakan model J5 EV untuk pasar Indonesia.

“Bagi Jaecoo, pelanggan adalah bagian integral dari proses inovasi produk kami. Melalui program Co-Creation untuk J5 EV, kami mengundang Jaecoo Family dan pecinta otomotif untuk menyampaikan preferensi dan keinginan mereka terhadap pengembangan J5 EV ke depan,” tukas M. Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia.

Program ini mengakomodir adanya pilihan kendaraan yang benar-benar designed by customers, for customers. Desain dengan suara terbanyak diharapkan dapat diwujudkan sebagai model J5 EV selanjutnya.

Dalam IIMS 2026 ini, Jaecoo membawa dua konsep desain J5 EV yang telah dimodifikasi sebagai inspirasi pengembangan. Pengunjung juga dapat mengikuti survei interaktif untuk memilih elemen desain favorit. Termasuk opsi personalisasi eksterior seperti body kit, serta pengembangan fitur pendukung kenyamanan seperti merk ban, pilihan warna one tone dan two tone, desain velg, dan tampilan panel instrumen.

Jaecoo J5 EV Jadi Alternatif Penyuka SUV di Tanah Air

Pasar mobil listrik di Tanah Air kian meriah. Jaecoo Indonesia kembali menambah lini model yang dipasarkan yakni J5 EV. Acara launching SUV penyedot setrum dari brand asal Tiongkok ini berlangsung di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/11).

Merek yang berada di bawah naungan Chery Group ini optimistis J5 EV dapat jadi pilihan konsumen yang menginginkan opsi baru selain SUV konvensional.

Di acara peluncuran Jaecoo J5 EV, Ryan Tirto, Head of Product Jaecoo Indonesia mengungkapkan Jaecoo J5 EV tak sekadar tampil dengan desain yang modern dan gaya yang macho. Tapi juga keseimbangan antara performa, efisiensi, dan gaya hidup modern yang ramah lingkungan.

Kehadiran SUV listrik ini menjadi langkah strategis Jaecoo dalam memperkuat lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia.

SUV EV Stylish

Jaecoo J5 EV tampil dengan gaya desain futuristik nan stylish memadukan antara estetika mobil SUV premium yang elegan dan fungsionalitas sebuah kendaraan penunjang mobilitas.

Desain bodi yang aerodinamis tak semata demi estetika, tapi sekaligus meningkatkan efisiensi berkendara. Bagian fepan yang terkesan polos ternyata dilengkapi teknologi Active Grille Shutter (AGS). Grille dapat membuka dan menutup otomatis sesuai kecepatan berkendara untuk menyesuaikan aliran udara yang masuk. Tak hanya sebagai pendingin baterai dan motor penggerak, tapi juga meningkatkan efisiensi energi saat berkendara.

Dengan panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.650 mm, postur J5 EV terbilang sedang. Jarak pijakan (ground clearance) yang mencapai 200 mm, dengan approach angle (sudut masuk) 20° dan departure angle (sudut keluar) 29,8°, menjadikan J5 EV dapat beradaptasi dengan beraneka kondisi jalan yang ada di Indonesia. Velg 18 inci bikin gaya tampilan J5 EV makin gagah.

Interior Mewah dan Modern

Kabin J5 EV dilengkapi panel layar sentuh berukuran besar yang jadi daya pikat. Layar sentuh vertikal berukuran 13,2 inci untuk sistem infotaintment dilengkapi konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay. Informasi berkendara dilayani panel instrumen digital 8-inci di balik kemudi.

Kenyamanan berkendara dalam kabin ditunjang jok berdesain ergonomis dengan material kulit sintetis. Posisi duduk jok depan bisa disetel secara otomatis dalam 6 posisi dan jok belakang 4 posisi.

Nuansa interior bergaya modern serta elegan makin terlihat mewah dengan panoramic roof seluas 1,45 m2 yang dilengkapi tabir perlindungan sinar UV hingga 99 persen.

Utilitas berkendara yang jadi keunggulan J5 EV yakni volume bagasi di belakang yang sebesar 480 liter yang bisa dimekarkan jadi 1.180 liter dengan melipat kursi belakang. Di dalam kabin juga terdapat 35 kompartemen penyimpanan untuk barang kecil.

Karena kap depan tak berisi mesin, maka menjadi ruang bagasi tambahan dengan volume 35 liter. Bagasi di depan (front trunk) dilapisi material tahan panas dan mudah dibersihkan.

Performa Responsif

J5 EV mengandalkan motor listrik tunggal penggerak roda depan (FWD) bertenaga 155 kW (setara ±210 PS/207 hp) dengan torsi puncak 288 Nm.

Sumber daya listrik dipasok oleh baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 60,9 kWh, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 461 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC. Perihal jarak tempuh maksimum tersebut, hasilnya tentunya bisa bervariasi bergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.

Untuk pengisian daya, dari 30% hingga 80% menggunakan perangkat fast charger DC beroutput 130 kW cuma butuh waktu sekira 28 – 30 menit. Sangat cepat dan efisien.

Fitur penunjang utilitas yang dibekalkan pada J5 EV yakni Vehicle-to-Load (V2L) dengan output daya hingga 3,3 kW. Energi baterai dapat digunakan untuk perangkat listrik eksternal.

Sensasi Berkendara J5 EV

Dari segi penunjang pengendaraan, ada tiga mode berkendara yang dapat dipilih, yakni Eco, Normal, dan Sport.

Fitur bantu keselamatan berkendara seperti Auto Hold, Hill Descent Control, dan sistem bantuan pengemudi aktif (ADAS) menambah kenyamanan saat berkendara. Suspensi independen yang menopang keempat roda berfungsi menjaga stabilitas berkendara di berbagai kondisi permukaan jalan.

Kami berkesempatan untuk mencoba J5 EV beberapa waktu lalu dari dealer Jaecoo Bekasi ke Gunung Gayatri di kawasan Bogor.

Saat melaju di jalan tol dengan mode Sport, torsinya yang sebesar 288 Nm menghasilkan akselerasi yang responsif. Saat melintasi jalan menanjak menuju area perkemahan, mobil pun terasa ringan. Ditambah lagi dengan fitur Hill Descent Control membuat mobil tak melorot serta kehilangan traksi dan tenaga.

Untuk pengendaraan harian, mode Normal menjadi pilihan paling seimbang. Performa akselerasi terasa halus tanpa hentakan, sementara setir memberi bobot berbeda sesuai kecepatan, ringan di kecepatan rendah dan stabil saat melaju cepat.

Yang menurut kami agak anomali adalah saat mencoba mode Eco di tol. Yang semestinya kenaikan kurva tenaga cukup halus dan melandai, tapi ini justru sebaliknya.

Tarikan tenaga dan torsi terasa besar, rasanya tak seperti mode Eco. Ditambah lagi respon kemudi yang terlalu ringan dan agak lari kiri-kanan. Saat melaju cukup kencang pun bagian depan mobil seolah mengambang. Mungkin perlu ada pengecekan dan revisi serta kalibrasi. Tak hanya pada sistem software ECU, tapi juga pada sistem kemudi dan suspensi.

Sensasi berkendara dengan J5 EV memang jauh berbeda karakter jika dibandingkan saat kami mencoba mobil Jaecoo lainnya seperti J7 maupun J8.

Rakitan Lokal

J5 EV dirakit secara lokal melalui kerja sama Jaecoo dengan PT Handal sebagai mitra produksi di Indonesia. Dengan skema CKD, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) J5 EV disebut mencapai sekitar 40%.

Perakitan secara lokal menjadi langkah awal Jaecoo Indonesia dalam mendorong industri otomotif di Tanah Air serta pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Harga yang ditawarkan untuk SUV listrik ini cukup menarik dan benar-benar kompetitif. Untuk 1.000 konsumen pertama, Jaecoo J5 EV tipe Standard, bisa didapat konsumen dengan banderol Rp 249,9 juta (OTR Jakarta). Sedangkan varian Premium dipasarkan Rp 299,9 juta (OTR Jakarta).

Setelah kuota tersebut terpenuhi, harga diperkirakan akan menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Jaecoo Indonesia memberikan jaminan garansi selama 8 tahun/160.000 km untuk High Voltage Component (Baterai), dan garansi kendaraan selama 6 tahun/150.000 km (mana yang tercapai lebih dulu).

Para konsumen yang melakukan pembelian Jaecoo J5 EV di awal juga akan mendapat berbagai keuntungan. Mulai dari gratis paket layanan Internet of Vehicle Selama 1 tahun, layanan Roadside Assistance 1 tahun dan Pick Up Drop Off selama 2 tahun serta bebas biaya jasa servis selama 4 tahun/60.000 km (mana yang tercapai lebih dulu).

Dengan harga di bawah Rp 300 juta, J5 EV menjadi salah satu SUV listrik dengan harga terjangkau di Indonesia saat ini. Tentunya bakal jadi opsi alternatif selain mobil bermesin konvensional bagi konsumen yang butuh SUV serbaguna penunjang mobilitas harian terutama di perkotaan.

Tembus Jarak 1.660 Km Bersama Jaecoo J8 SHS ARDIS!

Perjalanan kami terus berlanjut bersama dua unit Jaecoo J8 SHS ARDIS meninggalkan kota Surabaya yang lalu lintasnya tak jauh beda dengan Jakarta.

Jalur yang kami pilih kali ini adalah ruas Tol Surabaya – Probolinggo. Rute ini kami pilih untuk menghindari padatnya iringan para “Optimus Prime” penguasa jalur Surabaya, Sidorarjo, Gempol hingga Pasuruan. Tetap saja kami masih bertemu dengan kendaraan bertonase berat yang kerap bikin was-was seperti dalam adegan film Final Destination.

Rest Area 833 A yang tak terlampau ramai jadi titik pit stop pertama kami untuk cek kondisi kendaraan. Selepas Tol Probolinggo, kami melintasi rute Pantura bagian pesisir Timur via Besuki menuju Situbondo. Sesekali maih kami temui truk yang melintas perlahan di depan. Butuh timing yang pas untuk bisa menyalip truk di kondisi ruas jalan yang tak terlalu lebar. Akhirnya kami tiba di pit stop kedua yakni lokasi wisata Pantai Pasir Putih. Beberapa perahu Cadik yang terparkir di bibir pantai merupakan pemandangan khas di tenpat ini.

Seusai melepas lelah sejenak, kami lanjut tancap gas menuju Taman Nasional Baluran. Start dari Situbondo via Lewung hingga ke Baluran, kami melintasi ruas jalan berkelok yang menantang dengan pemandangan hutan lebat di kiri-kanan jalan. Kalau lewat sini saat malam hari dijamin spooky…

Karena di Taman Nasional Baluran banyak satwa dilindungi, maka kami diwanti agar tak membuat suara bising. Inilah poin plus dari sistem hybrid SHS yang dimiliki J8. Selama di hutan Baluran kami pakai mode EV. Mobil ini melaju perlahan dengan kecepatan sangat rendah. Suara motor elektrik penggeraknya sangat halus dan tidak berisik. Benar-benar senyap seperti pakai mode Stealth.

Kenyamanan Interior Kelas Wahid

Karena kami melakukan perjalanan dengan jarak jelajah sangat jauh, kenyamanan kabin jadi penunjang utama saat berkendara.

Poin plus dari Jaecoo J8 SHS ARDIS ada pada interiornya yang mewah dan nyaman. SUV 7-seater dengan tiga baris bangku ini punya kabin yang sangat lapang. Desain jok depan sangat ergonomis dan terasa empuk dengan balutan kulit Nappa. Nah, jok depan dilengkapi fitur penghangat, dan lima mode pemiijat. Bagai duduk di sofa lounge VIP.

Oh ya, kami mencoba duduk di baris bangku paling belakang dan tak terass kesempitan. Semburan hawa sejuk AC pun tetap terasa hingga ke belakang.

Plafon berlapis bahan suede memberi kesan eksklusif. Kabin mobil terasa kedap berkat lapisan peredam kabin yang terbilang tebal. Insulasi kaca kabin pun mampu meredam getaran serta rembesan suara dari luar.

Saat melintasi jalan yang bikin bodi mobil berguncang, sistem suspensi aktif magnetik CDC pun meredam dengan sempurna.

Dashboard dilengkapi layar dual-curved 12,3 inch untuk penampil sistem multimedia dan fungsi panel instrumen. Sistem komputer terpadu pada J8 SHS ARDIS dikendalikan chip prosesor Snapdragon 8155 yang bisa mengoperasikan sejumlah aplikasi maupun perintah secara simultan dan bersamaan.

Sepanjang perjalanan kami sangat terhibur oleh alunan musik dari sistem audio Sony dengan 14-speaker surround. Berkendara pun terasa aman, karena kabin mobil ini dilengkapi 10 airbag plus beragam fitur penunjang keselamatan berkendara.

Setelah melakukan beberapa sesi foto di Baluran, kami melanjutkan perjalanan menuju Jember. Nah, tantangan berikutnya telah menanti selepas check point di Pelabuhan Ketapang. Perjalanan melintasi rute Banyuwangi via Rogojampi dan jalur Gumitir yang penuh kelokan extreme dan turunan cukup curam di malam hari bikin jantung deg-degan. Ya, lebar ruas jalan yang terbatas dengan pemandangan sisi kiri tebing terjal dan di sisi kanan jurang yang cukup dalam. Inilah saatnya semua fitur sistem ADAS beserta sensor radar dan kamera 360° beraksi.

Kami pun akhirnya tiba di kota Jember. Pada instrumen tertera akumulasi jarak jelajah di angka 1.162,6 km. Sisa BBM diestimasi masih cukup untuk menempuh jarak hingga 381 km. Daya baterai masih tersisa 19 persen. Kami pun optimis bisa menembus target 1.400 km pada etape berikutnya.

Tembus Rekor 1.660 Kilometer!

Dengan semangat dan optimisme tinggi, kami lanjut tancap gas dari Jember menuju resto Bromo Hillside. Trek penuh tanjakan curam dan lebar ruas jalan yang terbatas kembali bikin jantung berdebar. Agak susah menghindar jika apes berpapasan dengan mobil dari lawan arah.

Dari kawasan Bromo kami turun gunung menuju kota Malang dan langsung bablas melaju menuju kota Solo. Pokoknya tancap gas terus hingga tetes bensin terakhir!

Satu unit J8 SHS ARDIS yang jadi tandem petualangan kami terpaksa harus menepi. Posisi bensin habis tandas dan daya baterai hanya tersisa di angka 7 persen. Mobil pun sudah tak bisa digas lagi.

Panitia sepakat agar daya baterai pada mobil kami jangan sampai tersisa kurang dari 10 persen. Jika daya baterai kurang dari angka 10 persen, akan muncul indikator mirip kura-kura yang menandakan mobil tak bisa lagi melaju, dan sistem akan mereset data perjalanan.

Karena bensin dan sisa daya baterai mobil kami di kota Solo masih cukup, kita tancap gas terus sampai bensin kami habis di sekitar Prambanan.

Daya baterai sebenarnya masih ada sisa 10 persen yang cukup untuk jarak 18 km, tapi kami memutuskan stop sesuai arahan tim panitia. Yes… kami pun bersorak gembira saat melihat layar instrumen. Akumulasi jarak jelajah yang kami capai tembus rekor 1.660 kilometer! Mematahkan catatan rekor 1.603 kilometer dari hasil uji yang dilakukan tim internal Jaecoo.

Terbukti jika Jaecoo J8 SHS ARDIS mampu menjelajah lebih dari 1.400 kilometer hanya dengan sekali isi bensin full tank. Itu bukan hisapan jempol belaka, kami telah membuktikannya!

Rekor yang kami raih bahkan dinyatakan valid dan disahkan oleh tim dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Rasa haru dan bangga kami rasakan seusai menempuh perjalanan panjang bersama Jaecoo J8 SHS ARDIS. Sungguh suatu pengalaman yang tak akan terlupakan…

Jelajah Pesisir Timur Jawa Bersama Jaecoo J8 SHS ARDIS (Part II)

Perjalanan kami kembali berlanjut ke etape II menuju kota Surabaya. Jika sebelumnya kami mengandalkan jalan tol, kali ini kami akan mencoba menyusuri ruas jalur Pantura.

Di sinilah kami mulai merasakan kondisi lalu lintas Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang sebenarnya. Selepas tapal batas kota Semarang, kami pun menuju kota Demak dan Kudus. Kecepatan berkendara rerata bermain di rentang 40-65 km/jam. Walau pada prakteknya, kecepatan kami tak lebih dari 50 km/jam.

Arus lalu lintas jalan utama penghubung antara provinsi Jawa Tengah menuju Jawa Timur di wilayah pesisir Utara Jawa ini terbilang ramai dan cukup padat. Kami kerap kali terpaksa harus mengikuti di belakang “Optimus Prime” yang sulit untuk disalip. Terlewat satu.. eeh.. di depan masih ada beberapa lagi. Ditambah lagi iringan para “Albert” alias dump truck bermuatan extra berat yang merayap ultra selow sambil getar-getar. Kami harus banyak bersabar dengan kondisi yang sulit untuk bermanuver, apalagi mengembangkan kecepatan.

Itu belum seberapa. Kondisi jalan aspal dan cor beton yang ada di rute ini kadang mulus, lalu mendadak muncul lubang atau retakan. Tentunya kami harus selalu waspada serta berhati-hati agar tak terperosok jika ada jalan yang berlubang. Sungguh menguras tenaga dan titik fokus kami.

Kinerja Sistem ARDIS dan CDC Active Suspension

Perihal kondisi permukaan jalan yang rusak dan berlubang, justru bagi kami membawa berkah. Kami jadi bisa merasakan seperti apa kinerja dari sistem penggerak semua roda/all-wheel drive ARDIS (All-road Drive Intelligent System) serta sistem suspensi magnetik CDC (Continuous Damping Control) Active Suspension.

Teknologi sistem penggerak ARDIS yang dibekalkan kinerjanya dibantu oleh sensor pendeteksi. Sistem secara otomatis akan mengatur pembagian torsi yang disalurkan ke masing-masing roda sesuai kebutuhan beban traksi roda dan berdasarkan kondisi jalan yang dilintasi. Jika roda terdeteksi kehilangan grip ke permukaan jalan akibat kurangnya traksi, maka sistem ARDIS akan menyalurkan torsi lebih besar.

Kadang agak sulit untuk melihat apakah ada rekahan atau lubang pada permukaan jalan yang ada di depan. Bagian depan mobil ini cukup panjang dan tinggi, sehingga ada sedikit blind spot ke arah depan bila sedang berada di belakang kendaraan berukuran besar. Inilah fungsi kamera pemantau yang terpasang di depan. Visibilitas pengemudi jadi lebih jelas tanpa perlu melongok keluar jendela untuk melihat kondisi jalan. Rekaman gambar dari kamera ditampilkan pada layar 12.3 inci model lengkung di dashboard.

Sejumlah sensor dan radar pendeteksi yang terintegrasi dengan sistem terpadu Advance Driver Assistace System (ADAS). Yang paling serimg berfungsi adalah fitur Front Collision Warning. Berada di belakang kendaraan besar seperti truk tentu perlu kewaspadaan extra. Kami harus selalu menjaga jarak aman agar bisa mengerem tepat waktu saat truk tiba-tiba berhenti. Jika telat mengerem bisa fatal akibatnya. Sensor dam radar akan mendeteksi serta mengukur jarak aman dengan kendaran yang ada di depan. Jika terindikasi jarak terlampau dekat atau mepet, maka sistem secara otomatis akan memberi peringatan untuk jaga jarak aman berkendara. Sistem rem pun akan bekerja secara otomatis mengurangi kecepatan dan laju kendaraan secara bertahap.

Kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan juga didukung sistem suspensi magnetik CDC (Continuous Damping Control) Active Suspension. Sejumlah sensor yang terdapat pada kendaraan akan mendeteksi kondisi jalan. Sistem akan mengatur secara otomatis kinerja ayunan suspensi sesuai kontur permukaan jalan setiap 100 kali per detik.

Meskipun kami sempat beberapa kali apes melintasi jalan yang agak sedikit ambles dan berlubang, namun kinerja suspensi mampu meredam guncangan dengan sangat baik. Pada kondisi jalan yang jelek sekalipun, kami merasakan ayunan redaman suspensi tetap terasa cukup empuk. Ditambah lagi dimensi bodi mobil ini cukup besar dan lebar, jadi guncangan tak terlalu terasa. Oh ya, dengan jarak ground clearance 190 mm, kami tak risau maupun khawatir melintasi jalan yang berlubang. Konstruksi baterai dan motor elektrik penggerak yang ada di kolong bodi pun sangat kokoh sehingga dijamin aman dan terlindungi.

Setelah melewati para Optimus Prime dan kondisi jalan yang agak kurang bersahabat di wilayah Demak, kami pun akhirnya tiba di Alun Alun kota Pati yang menjadi check point pertama di etape ini.

Seusai berhenti sejenak untuk cek kondisi kendaraan, kami pun berlanjut melintasi pesisir Utara Jawa via Batangan menuju kawasan wisata Pantai Balongan. Akhirnya… kami bisa melihat pemandangan laut yang indah dengan hembusan angin sejuk nan menyegarkan. Aroma hawa laut yang khas.

Perjalanan pun berlanjut ke arah Selatan menuju Tuban, lalu ke arah Timur melintasi Lamongan, Gresik hingga akhirnya sampai di kota Surabaya. Pada etape II ini kami sukses menempuh jarak akumulasi 756 km. Daya baterai tersisa 20 persen dengan kapasitas BBM tersisa untuk jarak jelajah 685 km. Baru separuh jalan. Perjalanan kami masih akan terus berlanjut hingga tetes bensin terakhir. Stay tuned di etape III…

Jelajah Pesisir Timur Jawa Bersama Jaecoo J8 SHS ARDIS (Part I)

Jaecoo Indonesia kembali mengajak kami berpetualang. Mobil yang akan kami coba kali ini adalah J8 SHS ARDIS. Rutenya tak seekstrem di Afrika Selatan seperti saat kami menjajal Jaecoo J7 SHS. Rute yang akan kami jelajahi adalah menuju ujung timur Pulau Jawa.

Tim kami terdiri dari 4 jurnalis yang mewakili media otomotif, yakni dari Motomobinews, Autonetmagz, Otodriver dan Lugnutz Auto Junkie. Kami berempat pernah menjelajahi Afrika Selatan bersama J7 SHS dan berhasil menempuh jarak 1.228 km. Uji yang dilakukan di Indonesia menempuh rute Jakarta-Bali sukses membukukan jarak jelajah 1.377 km. Kesemuanya dicapai hanya dalam satu kali pengisian bahan bakar full tank dan sekali pengecasan daya baterai.

Jika jarak jelajah yang bisa ditempuh Jaecoo J7 SHS cukup jauh, maka J8 SHS ARDIS pun pasti bisa. Keduanya dibekali teknologi yang hampir serupa, dan kami akan membuktikan kemampuan yang dimiliki J8 SHS ARDIS.

Jaecoo J8 SHS ARDIS

Yang membedakan Jaecoo J8 SHS ARDIS dari J7 SHS adalah sistem penggerak semua roda/all-wheel drive ARDIS (All-road Drive Intelligent System). Teknologi ARDIS yang dibekalkan pada J8 mengatur pembagian torsi yang disalurkan ke masing-masing roda sesuai kebutuhan beban traksi roda dan kondisi jalan yang dilintasi.

Kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan didukung oleh 7 mode berkendara serta sistem suspensi magnetik CDC (Continuous Damping Control) Active Suspension.

Sensor yang terdapat pada kendaraan akan mendeteksi lalu mengatur secara otomatis kinerja ayunan suspensi sesuai kontur permukaan jalan setiap 100 kali per detik.

Desain kendaraan pun turut menunjang kemampuan lintas medannya. Dengan ground clearance 190 mm, JAECOO J8 SHS ARDIS mampu melintasi tanjakan dengan sudut hingga 24 derajat serta kubangan dan genangan dengan ketinggian air 600 mm.

Pada sektor performa J8 SHS ARDIS dibekali mesin plug-in hybrid Super Hybrid System (SHS) dengan tiga motor elektrik (tri-motor).

Teknologi SHS memanfaatkan mesin bensin 4-silinder turbo 1.500 cc, serupa dengan J7 SHS. Pada sistem SHS, mesin berfungsi sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Yang menjadi penggerak roda adalah motor elektrik yang terpasang di depan dan belakang. Output daya total yang dihasilkan mencapai 395 kW (530 HP) dengan torsi puncak 650 Nm.

Motor elektrik ketiga berfungsi sebagai sistem transmisi hybrid yakni Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dengan tiga percepatan.

Output performa yang besar membuat J8 SHS ARDIS mampu mencapai kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 5,4 detik.

Pasokan daya listrik bersumber dari baterai lithium-iron phosphate (LFP) M3P berdaya 34,4 kWh. Baterai yang diusung telah lulus serangkaian pengujian dengan standar keselamatan IP68. Stabilitas, daya tahan, dan keamanan baterai jadi prioritas utama.

Pengisian daya baterai dengan perangkat fast charger DC dikatakan sangat efisien. Dari 30% hingga 80% hanya perlu waktu sekira 25 menit. Efisiensi waktu yang sangat tinggi jadi poin plus dari J8 SHS ARDIS.

Dalam mode EV yang hanya mengandalkan daya baterai, jarak jelajah mampu mencapai hingga 180 km. Sedangkan kombinasi sistem hybrid SHS membuat jarak jelajah menjadi lebih jauh yakni mencapai hingga 1.400 km. Tentunya daya jelajah maksimum yang diraih bergantung pada kondisi berkendara dan teknik mengemudi.

Konsumsi BBM rata-rata tanpa mode hybrid dikatakan hanya butuh 6 liter bensin untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan jika pakai mode hybrid, konsumsi BBM jauh lebih ekonomis lagi, hanya 1,2 liter per 100 km.

Etape I: Jakarta – Semarang

Start dimulai dari showroom Jaecoo Jakarta di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Para petugas dan teknisi Jaecoo melakukan pengecekan menyeluruh pada kendaraan sebelum pemberangkatan. Mulai dari kondisi ban, daya baterai hingga sistem berkendara. Kapasitas BBM pun dipastikan full tank, lalu tutup inlet pengisian BBM disegel.

Kami mulai melakukan perjalanan etape I dengan rute menyusuri pesisir Pantura. Titik finish etape I adalah kota Semarang

Kondisi lalu lintas kota Jakarta di pagi hari dari kawasan Kelapa Gading memang cukup menguji kesabaran. Selepas ruas tol dalam kota hingga tol Cikampek baru agak bisa bernafas lega. Bila di dalam kota kami harus melaju stop and go, di ruas tol kami harus mengikuti batas kecepatan berkendara.

Pit stop pertama di Rest Area KM 102 A Tol Cipali Subang untuk pengecekan berkala kondisi daya baterai dan kapasitas BBM. Pit stop kedua di Rest Area Travoy KM 207 Tol Palikanci untuk makan siang dan beristirahat sejenak. Sedangkan tim dari Jaecoo kembali melakukan pengecekan kondisi kendaraan. Pengecekan kendaraan kembali dilakukan di Rest Area KM 287 A. Semua dilakukan demi menjaga kelancaran perjalanan tentunya.

Sepanjang perjalanan melintasi tol, kami pun harus berkonsentrasi penuh. Mengemudi konstan di jalan tol yang cenderung lurus dengan jarak sangat jauh tentu sangat melelahkan dan rawan kantuk. Kami harus menjaga kecepatan berkendara agar tetap konstan. Memacu laju mobil lebih kencang hanya saat harus bermanuver dan menyalip kendaraan. Hmm…harus bisa tahan godaan untuk tak menginjak pedal gas hingga rebah.

Akhirnya, Welcome to Semarang. Kami sampai di titik finish etape I. Pengecekan pun kembali dilakukan. Selama perjalanan menempuh jarak berkisar 420 km, sisa BBM diestimasi cukup untuk menempuh jarak 898 km. Daya baterai tersisa 23 persen.

Etape II bersama Jaecoo J8 SHS ARDIS akan menempuh rute Semarang menuju Surabaya. Sabar…perjalanan kami masih jauh dan banyak keseruan yang akan kami kisahkan selama perjalanan. Stay tuned…

Jaecoo Perkenalkan Jaecoo J8 SHS ARDIS di Forum AIGIS 2025

Brand otomotif Jaecoo turut berpartisipasi dalam forum Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang dihelat di Jakarta. Lini kendaraan ramah lingkungan berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) J8 SHS ARDIS yang diperkenalkan berhasil memukau para peserta AIGIS 2025.

Kendaraan berteknologi ramah lingkungan selaras dengan visi dari forum yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tersebut, yakni mendukung terwujudnya transformasi industri hijau yang berkelanjutan.

Jaecoo Indonesia mengapresiasi ajakan Kemenperin untuk menjadi mitra di AIGIS 2025. Forum ini menjadi kesempatan emas bagi Jaecoo untuk mensosialisasikan kendaraan berteknologi PHEV.

Jaecoo saat ini memasarkan mobil hybrid J7 SHS dan J8 SHS ARDIS di Indonesia sebagai alternatif dari mobil listrik. Mobil hybrid saat ini masih jadi primadona di Tanah Air karena masih banyak konsumen yang kurang sreg dengan mobil listrik.

“Mobil hybrid Jaecoo tidak hanya efisien, tetapi memberikan performa yang sangat maksimal,” kata Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia di Jakarta, Jumat (22/08).

Keunggulan Teknologi Hybrid SHS

Bicara soal teknologi PHEV, pihak Jaecoo mengatakan bahwa teknologi tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan ramah lingkungan tanpa perlu mengkhawatirkan ketersediaan fasilitas infrastruktur. Walau demikian, mobil hybrid Jaecoo tetap dilengkapi perangkat untuk pengisian daya baterai dengan sumber listrik eksternal.

Berbeda dengan mobil listrik yang masih bergantung pada perangkat charger untuk mengisi ulang daya baterai. Sebaran lokasi fasilitas charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia saat ini pun masih terbatas dan belum merata. Hal inilah yang membuat konsumen lebih memilih kendaraan hybrid.

“Kita pasti masih meragukan Electric Vehicle (EV) saat perjalanan jauh. Memikirkan apakah range kita cukup, kapan harus mengecas, kata Ryan Ferdiean Tirto, Head of Product Jaecoo Indonesia.

Dengan PHEV, konsumen memiliki opsi untuk mengunakan energi bahan bakar atau daya listrik dari baterai. Kombinasi kinerja mesin bermotor bakar dan motor elektrik pada sistem hybrid menghasilkan efisiensi yang lebih baik dari mobil konvensional.

“Kami menawarkan teknologi yang kami sebut dengan SHS atau Super Hybrid System, bisa menjadi solusi berkendara. Range-nya sangat jauh sekitar 1.400 kilometer,” tegas Ryan.

Tak hanya melakukan pembuktian teknologi hybrid SHS di berbagai negara. Jaecoo juga melakukan pengetesan bersama para awak media di Indonesia.

Kami pun telah menguji langsung kemampuan SUV J7 SHS di lintas medan ekstrem Afrika Selatan dan berhasil menempuh jarak 1.228 km. Sedangkan pada sesi uji di Indonesia menempuh rute Jakarta-Bali, J7 SHS sukses membukukan jarak jelajah 1.377 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar full tank dan sekali pengecasan daya baterai. Luar biasa efisien bukan?

Jaecoo J8 SHS ARDIS

Terkait model JAECOO J8 SHS ARDIS, SUV ini dibekali sistem penggerak semua roda/all-wheel drive ARDIS (All-road Drive Intelligent System). Teknologi ARDIS akan mengatur pembagian torsi yang disalurkan ke masing-masing roda sesuai kebutuhan dan kondisi jalan yang dilintasi.

Kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan didukung oleh 7 mode berkendara serta sistem suspensi magnetik CDC (Continuous Damping Control) Active Suspension.

Sensor yang terdapat pada kendaraan akan mendeteksi lalu mengatur secara otomatis kinerja ayunan suspensi sesuai kontur permukaan jalan setiap 100 kali per detik.

Desain kendaraan pun turut menunjang kemampuan lintas medannya. Dengan ground clearance 190 mm, JAECOO J8 ARDIS mampu melintasi tanjakan dengan sudut hingga 24 derajat serta melintasi kubangan dan genangan air hingga kedalaman 600 mm.

JAECOO J8 SHS ARDIS dilengkapi teknologi plug-in hybrid Super Hybrid System (SHS) dengan tiga motor elektrik (tri-motor).

Teknologi ini memanfaatkan mesin bensin 4-silinder 1.500 cc turbo yang serupa dengan JAECOO J7 SHS. Pada sistem SHS, mesin berfungsi sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Yang menjadi penggerak roda adalah motor elektrik yang terpasang di depan dan belakang. Output daya yang dihasilkan mencapai 395 kW (530 HP) dengan torsi puncak 650 Nm.

Motor elektrik ketiga berfungsi sebagai sistem transmisi hybrid yakni Dedicated Hybrid Transmission (3DHT) dengan tiga percepatan.

Output performa yang besar membuat J8 SHS ARDIS mampu mencapai kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 5,4 detik.

Pasokan daya listrik bersumber dari baterai lithium-iron phosphate (LFP) M3P berdaya 34,4 kWh. Baterai yang diusung telah lulus serangkaian pengujian dengan standar keselamatan IP68. Stabilitas, daya tahan, dan keamanan baterai jadi prioritas utama.

Pengisian daya baterai dengan perangkat fast charger DC dikatakan sangat efisien. Dari 30% hingga 80% hanya perlu waktu sekira 25 menit. Efisiensi waktu yang sangat tinggi jadi poin plus dari J8 SHS ARDIS.

Dalam mode EV yang hanya mengandalkan daya baterai, jarak jelajah mampu mencapai hingga 180 km. Sedangkan kombinasi sistem hybrid SHS membuat jarak jelajah menjadi lebih jauh yakni mencapai hingga 1.400 km.

Konsumsi BBM rata-rata tanpa mode hybrid dikatakan hanya butuh 6 liter bensin untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan jika pakai mode hybrid, konsumsi BBM jauh lebih ekonomis lagi, hanya 1,2 liter per 100 km.

JAECOO J8 SHS ARDIS sudah dapat dipesan via pre-booking dengan harga Rp 850 juta. Pengiriman perdana unit pesanan konsumen paling cepat pada September 2025 mendatang.

Dealer JAECOO Arta Pluit Siap Layani  Konsumen Di Jakarta Utara

Sebagai pendatang baru di pasar otomotif Tanah Air, JAECOO Indonesia terus berupaya memperkuat jaringan dealer nasional. Titik layanan terpadu baru saja diresmikan yakni JAECOO Arta Pluit. Dealer yang berlokasi di Jl. Pluit Indah No.1, RT.6/RW.6, Pluit, Jakarta Utara ini menjadi dealer kedua di Jakarta dan dealer keempat JAECOO di Indonesia.

Operasional dan layanan dealer JAECOO Arta Pluit dikelola PT Arta Auto Sentosa selaku mitra bisnis JAECOO Indonesia.

Wilson Suryahusada, CEO PT Arta Auto Sentosa, mengatakan, pemilihan lokasi dealer di kawasan Pluit karena merupakan kawasan strategis dengan mobilitas tinggi di wilayah Jakarta Utara.

Keberadaan dealer ini diharapkan semakin memudahkan konsumen untuk memiliki dan merawat kendaraan mereka dengan fasilitas 3S lengkap (Sales, Service, Sparepart).

Selain itu, keberadaan JAECOO Arta Pluit sejalan dengan strategi ekspansi jaringan dealer JAECOO Indonesia untuk semakin dekat dengan konsumen agar dapat senantiasa menghadirkan produk inovatif serta memberi pelayanan terbaik.

“Ini adalah pencapaian penting yang memperkuat komitmen kami bersama JAECOO Indonesia untuk lebih dekat dengan konsumen dan memberikan layanan terbaik,” papar Wilson Suryahusada, CEO PT Arta Auto Sentosa.

Layanan 3S Berfasilitas Lengkap

Dealer ini tak hanya menjadi pusat penjualan dan layanan purna jual. Namun menjadi pusat layanan terpadu yang akan memenuhi semua kebutuhan para pelanggan dan juga calon konsumen JAECOO.

Dengan areal lahan seluas 2.112 m² dan luas bangunan 1.576 m², JAECOO Arta Pluit jadi
dealer terpadu berstatus 3S (Sales, Service, Sparepart) berfasilitas sangat lengkap.

Area ruang pamer kendaraan dan aksesoris, penerimaan customer serta ruang negosiasi dikemas dengan mewah dan nyaman sebagai wujud pelayanan terbaik kepada konsumen. Fasilitas area penerimaan service serta ruang tunggu service pun bikin pelanggan betah menunggu saat kendaraan mereka sedang menjalani perawatan rutin.

Di area pamer showroom JAECOO Arta Pluit terdapat sederet model andalan JAECOO, termasuk JAECOO J7 SHS, kendaraan Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV) berteknologi Super Hybrid System yang teruji ketangguhannya.

Area bengkel service di dealer JAECOO Arta Pluit memiliki 5 service bay dan 1 washing bay yang mampu melayani hingga 15 unit mobil setiap harinya.

Bagi yang ingin mengisi ulang daya baterai kendaraan, tersedia EV charger di area parkir dengan kapasitas daya 120 kWh, gratis untuk para pelanggan setia JAECOO.

“Ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat komitmen kami untuk memperkenalkan JAECOO, terutama di wilayah Jakarta Utara. Seperti yang kita ketahui, Pluit merupakan kawasan yang berkembang dalam bidang ekonomi, bisnis, dan gaya hidup premium. Kami berharap, dengan kehadiran Jaecoo di Pluit, kami dapat memenuhi kebutuhan otomotif, terutama SUV premium, bagi masyarakat yang tinggal di sini,” ujar Max Zhou, Country Director JAECOO Indonesia.

Keberadaan dealer JAECOO di kawasan Jakarta Utara diharapkan memudahkan para konsumen dan penggemar otomotif untuk bisa memiliki kendaraan premium JAECOO.

Dalam momentum ini, JAECOO juga membagikan capaian selama GIIAS 2025. Sepanjang perhelatan GIIAS 2025, JAECOO Indonesia berhasil membukukan 500 asurat Pemesanan Kendaraan (SPK). Lebih dari 50% berasal dari model J7 SHS. SUV terbaru J8 SHS ARDIS, yang debut dunia di Indonesia pun berhasil menarik perhatian.

Jaecoo J5 EV Resmi Dipasarkan Mulai Dari Rp 350 Jutaan

Setelah menghadirkan J8 ARDIS dan J8 SHS ARDIS serta debut J7 SHS Discover, Jaecoo Indonesia kembali meluncurkan mobil listrik terbaru mereka, J5 EV, di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Peluncuran J5 EV melengkapi rangkaian besar peluncuran Jaecoo di GIIAS 2025.

Kehadiran deretan mobil terbaru di GIIAS 2025 menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Jaecoo di Indonesia. Jaecoo berambisi untuk menghadirkan SUV yang lebih cerdas, ramah lingkungan, dan tangguh bagi para penjelajah modern.

Mobil listrik Jaecoo J5 EV sempat tampil di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, namun saat itu masih prototipe. Basis desain yang digunakan adalah Jaecoo J5 versi bermesin bensin.

“Kehadiran J5 EV di GIIAS 2025 menjadi tonggak penting bagi Jaecoo, tidak hanya karena ini adalah langkah awal kami di segmen SUV listrik murni, tapi juga sebagai bagian dari pameran lini produk Jaecoo yang paling lengkap untuk pasar Indonesia sejauh ini,” buka Max Zhou, Country Director Jaecoo Indonesia, dalam keterangan resminya.

Postur bodi SUV bertenaga listrik baterai ini identik dengan varian bensinnya, dengan panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.650 mm serta jarak wheelbase 2.620 mm.

Kemampuan melintasi medan off road ditunjang dengan sudut masuk 20 derajat dan sudut keluar 30 derajat. Trek dengan permukaan batu terjal maupun rintangan kubangan air dapat dilintasi dengan mudah.

Kenyamanan dan stabilitas berkendara di jalan raya maupun trek off road ditunjang dengan suspensi MacPherson strut (depan) dan sistem multi-link (belakang). Tak perlu ragu melintasi berbagai kondisi jalan, berkendara akan tetap terasa nyaman.

Oh ya, Jaecoo J5 EV yang dipasarkan di Indonesia bukan lagi versi setir kiri, tapi sudah versi setir kanan. Desain eksterior bergaya modern dan semi futuristik terlihat dari siluet bodi yang tegas dan aerodinamis.

Performa Mumpuni

Jaecoo J5 EV dibekali satu motor elektrik penggerak roda depan berdaya 67 kW (89,8 HP) dengan output maksimum mencapai 155 kW (207 HP) pada putaran 18.000 rpm. Torsi puncak mencapai 288 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam yang dicapai dalam waktu 7,7 detik terbilang lumayan cepat.

Pasokan daya listrik bersumber dari baterai berdaya 60,9 kWh. Pada kondisi pengisian daya penuh, jarak jelajah J5 EV mampu mencapai hingga 400 km (standar WLTC) atau 470 km (standar NEDC). Konsumsi daya listriknya di angka 16.6 kWh per 100 kilometer atau 6 kilometer per kWh. Cukup efisien.

Compact SUV EV ini sudah dilengkapi dengan kemampuan pengisian daya cepat (fast charging). Dengan perangkat fast charger DC, pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya butuh waktu 27 menit. Cukup cepat dan efisien. Sangat cocok bagi pengguna di kawasan perkotaan yang butuh efisiensi waktu cukup tinggi.

Perihal fitur keselamatan berkendara, Jaecoo J5 EV tak hanya dilengkapi 6 airbag di sekeliling kabin. Terdapat pula 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang akan memastikan keamanan penumpang dalam setiap perjalanan.

Perakitan Secara Lokal

Saat ini Jaecoo Indonesia telah memulai perakitan Completely Knock Down (CKD) untuk model J7 SHS di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM). Dalam beberapa waktu mendatang lini model Jaecoo lainnya, termasuk J5 EV, J8 ARDIS dan J8 SHS ARDIS akan menyusul untuk dirakit secara lokal di Indonesia. Perakitan secara lokal tak hanya mempercepat dan kian memudahkan distribusi produk Jaecoo kepada konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Harga jual kendaraan pun jadi bisa lebih kompetitif.

Para konsumen dan pengunjung GIIAS 2025 saat ini sudah bisa melakukan pemesanan secara pre-booking. Jaecoo J5 EV tersedia dalam dua varian. Untuk varian Standard label harganya Rp 350 juta, sedangkan varian Premium dibanderol Rp 450 juta.

JAECOO Tampilkan Sederet SUV Canggih di GIIAS 2025 

Perhelatan GIIAS 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten dimanfaatkan brand otomotif asal China, Jaecoo untuk unjuk gigi di pasar otomotif Indonesia.

Jaecoo Indonesia selaku agen pemegang merek (APM) brand otomotif Jaecoo di Indonesia menunjukkan komitmen terhadap mobilitas cerdas dan berkelanjutan.

Perpaduan antara teknologi hybrid, sistem digital terintegrasi, dan desain mobil yang menarik jadi strategi Jaecoo untuk bisa memposisikan dirinya sebagai kekuatan baru di segmen SUV premium. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara dan pasar global. Beragam SUV berteknologi modern pun diluncurkan di GIIAS 2025.

Dua Varian J8 Sudah Bisa Dipesan

Sebagai penguatan lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi, Jaecoo Indonesia meluncurkan SUV plug-in hybrid J8 SHS ARDIS.

SUV kelas premium ini menjadi mobil hybrid pertama di Indonesia dengan teknologi sistem canggih tiga motor elektrik. Distribusi tenaga dan handling berkendara pada mobil ini dikatakan jauh lebih stabil.

Jaecoo J8 SHS ARDIS dibekali sistem Super Hybrid System (SHS) yang memadukan dua motor elektrik penggerak (di depan dan belakang) dan mesin bensin 1.5 liter turbo.

Sistem hybrid berpenggerak all wheel drive (AWD) ini dikombinasikan dengan sistem transmisi 3 Dedicated Hybrid Transmission (3 DHT). Sebagai sumber daya listrik, J8 SHS ARDIS dibekali baterai lithium-iron phosphate (LFP) M3P berdaya 34,46 kWh.

Performa yang dihasilkan sistem hybrid pada J8 SHS ARDIS sangat menggairahkan. Output tenaga maksimum kombinasi hybrid mencapai 395 kW (529,7 HP) dengan torsi maksimum 650 Nm! Tak heran jika mobil ini dapat berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu 5,4 detik. Sangat gesit dan tak kalah dari SUV non hybrid dengan mesin ber-cc besar.

SUV ini juga menawarkan jarak tempuh mode EV mengandalkan energi baterai hingga 180 km. Dengan mode hybrid, jarak jelajah J8 SHS ARDIS dikatakan mampu tembus hingga 1.400 km hanya dengan sekali pengisian BBM full tank!

Hal tersebut membuat Jaecoo J8 SHS ARDIS sangat ideal untuk perjalanan harian dalam kota maupun antar kota. Konsumsi BBM pun dikatakan jauh lebih efisien tanpa mengorbankan performa. Emisi gas buang CO2 mobil ini pun dikatakan jauh lebih rendah.

Soal pengendaraan, SUV ini dilengkapi sistem suspensi CDC Magnetic (Continuous Damping Control). Redaman suspensi dapat disesuaikan dengan kondisi jalan, bahkan hingga 100 kali redaman per detik. Wow! Kenyamanan berkendara lebih optimal saat berkendara di jalanan kota maupun medan ekstrem.

Saat ini Jaecoo Indonesia sudah membuka pemesanan untuk J8 SHS Ardis via inden pre-booking dengan harga Rp 850 juta.

Konsumen yang melakukan pemesanan lebih awal akan mendapatkan prioritas pengiriman unit pesanan mulai September 2025. Selain itu, konsumen juga akan mendapatkan perangkat V2L (Vehicle to Load) berkapasitas 6,6 kW dan perangkat wall charging selama periode pemesanan berlangsung.

Jaecoo Indonesia menawarkan program perawatan kendaraan seumur hidup untuk J8 SHS ARDIS. Keuntungan eksklusif ini hanya berlaku untuk pemilik pertama dalam penggunaan normal (tidak melebihi 30.000 km per tahun) dan tidak berlaku untuk penggunaan sebagai kendaraan komersial, sewaan, atau dimodifikasi.

Selain J8 SHS ARDIS, Jaecoo Indonesia juga meluncurkan model non hybrid yakni J8 ARDIS. Dari sisi performa, J8 ARDIS dibekali mesin bensin 2.0 TGDI bertenaga 245,5 HP dengan torsi puncak 385 Nm.

Sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) ditunjang beragam mode berkendara yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Jaecoo J8 ARDIS dijual dengan harga Rp 689,9 juta. Varian ini menawarkan paket layanan seperti jaminan garansi 6 tahun atau 150.000 km, bantuan jalan selama 3 tahun, perawatan gratis selama 6 tahun, dan akses gratis ke sistem IoV (Internet of Vehicle) selama 3 tahun.

Dalam keterangannya, Country Director Jaecoo, Max Zhou, menyebut bahwa peluncuran J8 SHS ARDIS di Indonesia bukan sekadar perluasan pasar bagi Jaecoo. Pemilihan debut global J8 SHS ARDIS di Jakarta menjadi sebuah bukti kepercayaan Jaecoo pada kesiapan dan antusiasme konsumen Indonesia terhadap teknologi otomotif generasi baru.

Harga J7 Resmi Diungkap

Pada hari pembukaan GIIAS 2025, Jaecoo Indonesia mengumumkan harga jual untuk model SUV J7 AWD (All Wheel Drive) dan J7 SHS (Super Hybrid System).

Peluncuran seri model J7 menandai tonggak penting bagi Jaecoo untuk mendefinisikan seperti apa sosok SUV modern. Perpaduan antara performa, estetika desain, teknologi cerdas, serta efisiensi energi pada model J7 mencerminkan visi Jaecoo untuk memenuhi kebutuhan para konsumen di perkotaan.

Harga resmi Jaeco J7 telah diumumkan di Indonesia pada Rabu (23/7/2025). Untuk J7 SHS ditawarkan dengan harga Rp 499,9 juta. Sedangkan Jaecoo J7 AWD dibanderol dengan harga Rp 549,9 juta.

Selain itu, model J7 kini tersedia dalam edisi khusus Discover Edition dengan modifikasi kemasan tampilan serta fitur eksklusif.

Cukup dengan tambahan Rp 20 juta dari harga model SHS standar, para konsumen bisa membawa pulang J7 SHS Discover Edition. Harga spesial ini berlaku bagi 1.000 pelanggan pertama. Normalnya, konsumen dikenakan biaya tambahan Rp 35 juta untuk modifikasi Discover Edition.

Bagi 1.000 pelanggan pertama yang membeli J7 SHS  akan mendapatkan 1 unit wall charger gratis, akses IoV (Internet of Vehicle) gratis selama 3 tahun.

Untuk model J7 SHS, Jaecoo Indonesia memberikan jaminan garansi kendaraan selama 6 tahun atau 150.000 km, garansi mesin selama 10 tahun atau 1.000.000 km, dan garansi komponen tegangan tinggi selama 8 tahun atau 160.000 km.

Konsumen yang membeli J7 AWD akan mendapatkan akses IoV (Internet of Vehicle) gratis selama 3 tahun. Jaecoo Indonesia memberi jaminan garansi kendaraan selama 6 tahun atau 150.000 km serta garansi mesin selama 10 tahun atau 1.000.000 km.

Selain itu, para konsumen J7 SHS dan J7 AWD juga memperoleh layanan perawatan gratis selama 4 tahun atau 60.000 km, bantuan darurat gratis selama 3 tahun, layanan jemput kendaraan gratis selama 2 tahun, dan asuransi gratis selama 1 tahun.

Country Director Jaecoo Indonesia Max Zhou mengatakan seluruh perawatan dan perbaikan harus dilakukan di dealer resmi Jaecoo dengan penggunaan suku cadang asli serta mengikuti jadwal servis berkala yang telah ditentukan.

Perkenalan Jaecoo J5 EV

Pada acara peluncuran J8 ARDIS dan pre booking J8 SHS, Jaecoo Indonesia juga memamerkan mobil listrik J5 EV. Bukan lagi versi setir kiri, tapi mobil listrik tersebut sudah versi setir kanan.

Mobil listrik bergaya modern dan futuristik ini tampil dengan siluet bodi yang tegas dan aerodinamis. Kenyamanan dan stabilitas berkendara ditunjang dengan suspensi MacPherson strut (depan) dan sistem multi-link (belakang). Berkendara tetap terasa nyaman meskipun melewati jalan yang tidak rata.

Jaecoo J5 EV dibekali motor elektrik tunggal penggerak roda depan berdaya 67 kW (89,8 HP) dengan output maksimum mencapai 155 kW (207 HP) pada putaran 18.000 rpm. Torsi puncak mencapai 288 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam yang dicapai dalam waktu 7,7 detik lumayan cepat.

Pasokan daya listrik bersumber dari baterai berdaya 60,9 kWh. Pada kondisi pengisian daya penuh, jarak jelajah J5 EV mampu mencapai hingga 400 km (standar WLTC) atau 470 km (standar NEDC Thailand).

Mobil listrik berukuran compact ini sudah dilengkapi dengan kemampuan fast charging. Dengan perangkat fast charger DC, pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya butuh waktu 27 menit. Cukup cepat dan efisien. Sangat cocok bagi para pengguna di kawasan perkotaan yang butuh efisiensi waktu cukup tinggi.

Beruntungnya, kami pernah mencobanya langsung di negara asalnya beberapa waktu lalu, jadi kami tak terlalu penasaran dengan kenyamanannya.