Voyah Passion S Meluncur, EV 637 Hp ini Sukses Lakukan Aksi 360 Derajat

Voyah resmi meluncurkan Passion S, SUV listrik berformat fastback yang membawa kombinasi performa tinggi, teknologi pintar dan kemewahan kabin. Diposisikan sebagai kendaraan listrik kelas menengah-besar, Passion S hadir dalam tiga varian dengan harga 229.900 hingga 279.900 yuan atau sekitar Rp530 juta–Rp645 juta jika dikonversikan secara kasar.

Sebelum resmi dijual, Passion S sempat menjadi perhatian setelah Voyah memperlihatkan aksi ekstrem “360° Tunnel Big Loop” pada 13 Agustus 2026 lalu. Aksi ini diklaim dilakukan secara nyata dan bukan hasil efek digital. Hmm…memukau.

Untuk menjawab keraguan publik, Voyah kemudian menayangkan video one-take tanpa potongan saat peluncuran resmi. Aksi ini sekaligus menjadi cara unik Voyah menunjukkan kemampuan struktur dan keselamatan kendaraan listrik terbarunya.

Fastback Futuristis dengan Aerodinamika 0,24 Cd

Passion S mengusung desain “Kunpeng Wing” pada bagian depan, dipadukan lampu star-ring dan logo Voyah yang dapat menyala.

Siluet fastback menjadi ciri utama, sementara pelek 21-inci dan kaliper rem performa tinggi memperkuat karakter sporty. Dimensinya mencapai 5.050 x 1.998 x 1.656 mm dengan wheelbase 3.000 mm.

Menariknya, Voyah juga memperhatikan aspek fungsional. Terdapat dua load-bearing hooks pada pintu bagasi yang masing-masing mampu menopang 3 kg. Nah, salah satunya dapat dimanfaatkan untuk menggantung layar proyektor ketika aktivitas luar ruang.

Dari sisi aerodinamika, Passion S memiliki koefisien hambatan udara 0,24 Cd. Active intake grille, 10 set saluran udara tembus dan 19 ventilasi turut mendukung efisiensi sekaligus pendinginan.

Kabin dengan Tiga Layar

Masuk ke interior, nuansa premium semakin terasa melalui konsep wrap-around cockpit. Sistem hiburan utama mengandalkan dua layar 15,6-inci beresolusi 2.5K, ditambah 29-inci HD AR-HUD dan panel instrumen 8,8-inci beresolusi 2K.

Sistem tersebut menjalankan Harmony Space 5.2 dan mendukung interaksi suara berbasis model besar MoLA.

Untuk penumpang, Voyah memasang sistem audio 2.160 watt dengan 27 speaker. Ada pula kulkas pintar berkapasitas 6,6 liter yang dapat menjaga suhu mulai -6 hingga 50 derajat Celsius.

LiDAR dan Huawei ADS 5.0

Passion S juga membawa perangkat ADAS kelas atas. Sistemnya menggunakan LiDAR 896-line generasi baru serta lima radar milimeter-wave 4D.

Perangkat tersebut mendukung Huawei Qiankun ADS 5.0, termasuk kemampuan City NCA, Highway NCA hingga Parking-to-Parking (P2P) 3.0.

Struktur keselamatan juga menjadi perhatian. Bodinya menggunakan konstruksi cage-style dengan material berkekuatan tinggi mencapai 91,3 persen, sementara torsional rigidity mencapai 48.415 Nm/derajat.

637 Hp dan Charging 800V

Untuk performa, Passion S tersedia dalam konfigurasi RWD dan AWD. Varian RWD menggunakan motor belakang 300 kW atau 402 hp.

Sementara versi AWD menggabungkan motor depan 175 kW dan motor belakang 300 kW dengan total output mencapai 475 kW atau sekitar 637 hp.

Sistem baterai menggunakan arsitektur 800V 5C fast charging dengan pilihan kapasitas 81 kWh dan 98 kWh. Jarak tempuh berdasarkan standar CLTC berada di rentang 630 hingga 740 km.

Pengisian dari 20 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan 10 menit, dengan tambahan jarak tempuh hingga 474 km.

Untuk mengimbangi performanya, Passion S menggunakan suspensi double-wishbone di depan dan five-link di belakang. Varian tertinggi mendapatkan air suspension serta CDC electromagnetic damping.

Dengan performa 637 hp, jarak tempuh hingga 740 km dan teknologi ADAS Huawei, Voyah Passion S tidak sekadar menawarkan mobil listrik bertenaga besar, tetapi mencoba menggabungkan performa, kemewahan dan teknologi pintar dalam satu paket.

JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut di GIIAS 2026, Siap Parkir Sendiri!

JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut Global di Indonesia, Mobil Bisa Parkir Sendiri dan Menjemput Pemilik

OMODA & JAECOO kembali mencuri perhatian di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kali ini, bukan hanya lewat desain SUV premium, tetapi melalui peluncuran teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) yang memungkinkan mobil mencari tempat parkir sendiri hingga menjemput pemilik secara otomatis.

Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan teknologi ini melalui JAECOO J7 SHS-P SIVP. Langkah tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar strategis bagi OMODA & JAECOO dalam pengembangan teknologi mobil pintar.

Mengusung konsep “Come to You, Park For You”, teknologi SIVP dirancang untuk menjawab tantangan mobilitas di kawasan perkotaan yang semakin padat. Mulai dari sulitnya mencari ruang parkir hingga aktivitas harian yang serba cepat, semuanya diakomodasi melalui sistem parkir otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata konsumen modern yang menginginkan teknologi bukan sekadar canggih, tetapi benar-benar memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa Parkir dan Menjemput Pemilik Secara Otomatis

Super Intelligent Valet Parking memiliki dua fungsi utama, yaitu Smart Parking dan Smart Summon.

Saat tiba di area parkir yang telah mendukung sistem SIVP, pengemudi cukup menghentikan kendaraan di titik tertentu lalu keluar dari mobil. Setelah itu, JAECOO J7 SHS-P akan secara otomatis mencari ruang parkir kosong dan melakukan manuver parkir tanpa campur tangan pengemudi.

Ketika aktivitas selesai, pemilik hanya perlu membuka aplikasi yang terhubung ke smartphone untuk memanggil kendaraan. Mobil kemudian bergerak sendiri menuju titik penjemputan yang telah ditentukan, sehingga pengguna tidak perlu berjalan menuju lokasi parkir.

Konsep inilah yang menjadi implementasi nyata slogan “Come to You, Park For You”, menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis sekaligus efisien.

Dukungan 27 Sensor dan LIDAR Berteknologi Tinggi

Kemampuan tersebut didukung sistem Intelligent Driving yang mengintegrasikan 27 sensor dan kamera di seluruh bodi kendaraan.

Teknologi ini dilengkapi 128-channel DTOF LiDAR, radar gelombang milimeter dengan kemampuan mendeteksi objek hingga 280 meter di depan dan 200 meter di samping, serta sistem 540-degree Surround View Camera yang memantau kondisi di sekitar kendaraan secara menyeluruh.

Seluruh informasi tersebut diproses oleh Intelligent Driving Domain Controller, memungkinkan mobil mengenali lingkungan sekitar secara real-time sebelum mengambil keputusan saat melakukan parkir otomatis.

Mulai Beroperasi Oktober 2026

JAECOO mengungkapkan implementasi SIVP akan dimulai pada Oktober 2026 dengan cakupan sekitar 40 lokasi di Indonesia. Pada tahap berikutnya, jumlah tersebut akan diperluas menjadi lebih dari 60 lokasi hingga akhir tahun, meliputi pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan berbagai area publik lainnya.

Yang menarik, perluasan area kompatibel tersebut tidak mengharuskan pemilik datang ke bengkel. Seluruh pembaruan akan dikirimkan melalui sistem Over-the-Air (OTA) langsung ke kendaraan.

Bersamaan dengan peluncuran teknologi ini, JAECOO J7 SHS-P SIVP juga resmi membuka pre-booking melalui situs resmi JAECOO Indonesia selama penyelenggaraan GIIAS 2026.

Dengan menghadirkan teknologi parkir otomatis yang mampu mencari slot parkir hingga menjemput pemilik, JAECOO tidak hanya memperkenalkan fitur baru, tetapi juga membuka babak baru dalam pengembangan mobilitas cerdas di Indonesia. Kehadiran SIVP berpotensi menjadi standar baru bagi kendaraan pintar yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi, dan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari.

Volvo EX90 Siap Gaet Pangsa Pasar SUV EV Premium Tanah Air

SUV premium bertenaga listrik baterai (BEV) di Tanah Air bertambah satu lagi. Volvo Cars Indonesia (VCI) resmi memperkenalkan SUV listrik flagship terbaru, Volvo EX90. Keberadaan mobil listrik mewah ini di Indonesia sekaligus menandai komitmen keseriusan Volvo memperkuat strategi elektrifikasi global mereka.

Sebelum melangkah dengan lini mobil listrik (EV), Volvo secara bertahap membangun fondasi pasar kendaraan elektrifikasi ramah lingkungan. Setelah memperkenalkan mobil mild hybrid, kini Volvo Cars Indonesia (VCI) tampil optimis dengan lini SUV EV premium.

Hal tersebut ditegaskan oleh Koji Horii, Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia. Setelah tahun lalu mulai memperkenalkan kendaraan elektrifikasi mild hybrid sebagai langkah awal. Kini, SUV EV Volvo EX90 menjadi bagian dari strategi bisnis VCI selanjutnya di Indonesia.

“Volvo EX90 merepresentasikan visi kami terhadap masa depan mobilitas, di mana kendaraan listrik tak hanya menghadirkan performa, tapi juga pengalaman berkendara yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih cerdas. Kami bangga menghadirkan SUV listrik flagship ini di Indonesia sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Volvo dalam mendukung mobilitas premium yang lebih berkelanjutan,” ujar Koji Horii, Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia, di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Volvo EX90 yang dipasarkan di Indonesia diimpor dari Malaysia secara utuh alias Completely Built Up (CBU). SUV EV denagn tiga baris bangku ini jadi rival untuk Kia EV9 GT-Line, BMW iX, dan SUV EV sekelasnya.

Kemewahan Khas Skandinavia

Salah satu daya tarik dari Volvo EX90 adalah desain eksterior yang tampil clean dengan handle pintu model flush dan spion samping frameless. Lampu depan LED model ‘Thor Hammer’ khas Volvo dilengkapi grafis piksel LED yang dapat terbuka secara mekanis.

Siluet bodi yang ramping dan aerodinamis dengan garis atap melandai ke arah buritan ala fastback menghasilkan aerodinamika yang sempurna. Koefisien hambatan udara pun terbilang sangat minim yakni 0.29 Cd. Hambatan udara yang minim menghasilkan efisiensi energi yang lebih baik.

Desainnya yang atraktif dan aerodinamis, serta sematan teknologi modern dan fitur canggih membuat Volvo EX90 dinobatkan sebagai World Luxury Car of the Year oleh World Car Awards. Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan global terhadap kualitas rancang bangun Volvo EX90.

Desain interior mungkin terkesan minimalis, namun tampil elegan khas mobil mewah Skandinavia. Tak sekadar mewah, material yang digunakan pada kursi dan panel interior mengusung konsep kabin ramah lingkungan, antara lain melalui penggunaan material Wool alami dan Nordico.

Volvo EX90 berkonfigurasi tiga baris bangku dengan kapasitas hingga tujuh penumpang. Kemasan interior Volvo EX90. Desain kursi depan hingga belakang yang ergonomis jadi faktor penunjang kenyamanan berkendara.

Fitur hiburan, navigasi dan kontrol sistem utama kendaraan terpusat pada layar sentuh vertikal 14,5 inci yang terintegrasi dengan Google built-in. Panel instrumen digital menggunakan layar 9 inci.

Pembaruan perangkat lunak dengan metoda over-the-air (OTA) memudahkan update berbagai fitur kendaraan secara mandiri tanpa harus datang ke bengkel resmi.

Mobil ini juga dilengkapi panoramic glass roof, ambient lighting, kursi berpemanas dan ventilasi. Kenyamanan kabin terjamin berkat fitur kendali iklim kabin 4-zona.

Sebagai bagian dari sarana hiburan, EX90 dilengkapi sistem audio Dolby Atmos dari Bowers & Wilkins. Suasana perjalanan jadi semakin syahdu.

Mobil Listrik Ideal Penunjang Mobilitas

Soal performa, Volvo EX90 hadir dalam dua varian, yakni Twin Motor dan Twin Motor Performance. Dua motor listrik yang terpasang pada masing-masing poros roda menghasilkan sistem penggerak all-wheel drive (AWD). Jadi tak perlu khawatir jika harus melintasi kondisi jalan non aspal dan trek semi offroad.

Varian Twin Motor memiliki output tenaga maksimum hingga 402 hp dengan akselerasi 0-100 km/jamn dalam.waktu 5,9 detik. Jika ingin yang lebih gerget, tersedia varian Twin Motor Performance dengan tenaga hingga 510 hp. Akselerasi 0-100 km/jam pun lebih gesit, yakni 4,9 detik.

Volvo EX90 dibekali baterai 111 kWh yang menghasilkan jarak tempuh hingga 600 km dalam sekali pengisian daya. Cukup untuk menunjang mobilitas harian di perkotaan atau menempuh perjalanan antar kota.

Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC beroutput hingga 250 kW dari 10 persen ke 80 persen hanya perlu sekira 30 menit. Cukup cepat dan efisien.

Fitur esensial yang dibekalkan pada EX90 salah satumya yakni Vehicle-to-Load (V2L). Energi baterai dapat digunakan untuk perangkat listrik dan elektronik eksternal saat dibutuhkan. Tak ubahnya seperti fungsi genset.

Perihal keselamatan berkendara, fiturnya pun sangat lengkap. Mulai dari Collision Avoidance dengan Automatic Emergency Braking, Blind Spot Information System (BLIS), Cross Traffic Alert, Pilot Assist, hingga Driver Monitoring Alert. Volvo EX90 juga dilengkapi sensor LiDAR yang di bagian atap kendaraan. Teknologi ini memindai kondisi jalan secara detail. Sistem bantu berkendara dan penunjang keselamatan berteknologi canggih yang dibekalkan Volvo pada EX90 membuat hati lebih tenteram selama perjalanan.

Ingin tahu harganya? Volvo EX90 dibanderol seharga Rp 2.550.000.000. OTR Jakarta.

Bus otonom BSD

Sinar Mas Land Sediakan Transportasi Masa Depan di Kawasan BSD

Untuk terus berkontribusi dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Sinar Mas Land dikabarkan menghadirkan berbagai inovasi. Tujuannya untuk mengembangkan kota pintar  yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan termasuk pengoperasian autonomous electric vehicles (AV) pertama di Indonesia dalam kawasan BSD City.

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis antara Sinar Mas Land dan Mitsubishi Corporation. Kegiatan ini didukung pendanaan dari JICA, Mitsubishi Corporation bersama dengan MACNICA Inc. yang telah berhasil melakukan uji coba tahap pertama Navya Autonom Shuttle. Pengujian berlangsung di QBig BSD City pada bulan Mei hingga Juli lalu. Selanjutnya uji coba akan berlanjut di kawasan BSD Green Office Park (GOP) pada 27 Agustus 2022 hingga 5 Januari 2023 mendatang.

Upaya tersebut mendapat perhatian dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ini karena dinilai mampu mewujudkan transportasi masa depan bagi pembangunan kota pintar yang sustainable di tanah air. Pada peresmian uji coba AV tadi, beliau juga menyampaikan harapannya agar inovasi teknologi terbaru ini dapat dipamerkan di G20 Summit yang akan diselenggarakan di Bali pada November 2022.

Apa itu Navya Autonom Shuttle?

Navya Autonom Shuttle adalah kendaraan yang memiliki penggerak listrik dengan battery pack berkapasitas 33 kWh. Baterai ini dapat bertahan selama 9 jam. Dengan kapasitas 15 penumpang dengan pembagian 11 duduk dan 4 berdiri, Navya Autonom Shuttle dilengkapi dengan beragam sensor.

Mulai dari pemanfaatan GNSS (Global Navigation Satellite Systems), dan sensor LIDAR (Light Radar) yang digabungkan dengan kamera resolusi tinggi untuk analisa data, agar dapat mendeteksi, melacak dan mengklasifikasi halangan di sekitarnya, secara real time. Hal tersebut demi menentukan lintasan dan profil kecepatan yang optimal, termasuk kemampuan akselerasi, kemudi, dan pengereman secara otomatis.

Chief Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap mengatakan, “Perkembangan ekosistem kendaraan listrik tanpa awak ini memperkuat semangat untuk mewujudkan komitmen Sinar Mas Land dalam menjawab solusi akan kendaraan yang rendah emisi karbon. Serta mendorong kehidupan yang berkelanjutan. Kecanggihan fitur yang dimiliki AV ini juga merefleksikan gaya hidup yang akan kami hadirkan di BSD City dalam transformasi kota mandiri sebagai smart integrated digital city, khususnya di ekosistem Digital Hub yang sarat dengan kegiatan teknologi digital.”

Pada uji coba tahap kedua di BSD Green Office Park, AV tetap beroperasi setiap hari Selasa-Minggu pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Masyarakat umum dapat mencoba kendaraan listrik otonom ini secara gratis tanpa dikenakan biaya tambahan apapun. Calon penumpang perlu melakukan pendaftaran dan mengisi survei sebelum dan sesudah menikmati kendaraan, melalui aplikasi OneSmile yang tersedia di Apple App Store maupun Google Playstore.

Rizky Vox