OMODA & JAECOO Gandeng Carro, Perluas Jaringan di Indonesia

OMODA & JAECOO mulai memperlebar jejaknya di Indonesia. Merek otomotif global tersebut menggandeng Carro sebagai partner resmi untuk memperluas akses penjualan sekaligus layanan purnajual.

Kolaborasi ini ditandai dengan pembukaan Experience Center OMODA & JAECOO di Harapan Indah, Bekasi. Fasilitas tersebut diposisikan sebagai salah satu hub baru untuk menjangkau konsumen Jabodetabek.

Berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, Experience Center ini dirancang bukan sekadar tempat memajang mobil. Fasilitas tersebut menggabungkan showroom, bengkel, area penyimpanan, hingga fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Satu Lokasi untuk Melihat hingga Merawat Mobil

Dari total luas lahan, showroom menempati area 1.282 meter persegi. Sementara bengkel memiliki luas 1.164 meter persegi dan holding yard mencapai 1.304 meter persegi.

Showroom mampu menampilkan hingga delapan kendaraan sekaligus. Beberapa model yang dipamerkan antara lain JAECOO J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS.

Konsumen juga mendapatkan ruang tunggu serta fasilitas bengkel dengan sistem multi-bay service. Ketersediaan suku cadang dan unit pengisian daya kendaraan listrik turut menjadi bagian dari fasilitas tersebut.

Dengan konsep tersebut, perjalanan konsumen diharapkan tidak berhenti ketika transaksi selesai. Dari melihat kendaraan, melakukan test drive, hingga melakukan perawatan, semuanya berada dalam satu ekosistem layanan.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan respons positif pasar menjadi salah satu alasan perusahaan terus memperluas kehadirannya.

Menurutnya, kerja sama dengan Carro menjadi langkah penting untuk memperkuat jaringan penjualan sekaligus layanan purnajual di Indonesia.

Carro Perluas Bisnis dari Mobil Bekas ke Kendaraan Baru

Bagi Carro, kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk memperluas kapabilitas penjualan kendaraan baru.

Marketplace otomotif tersebut melihat peluang pertumbuhan di Indonesia, terutama pada segmen SUV dan kendaraan listrik generasi terbaru.

CEO Group Carro, Aaron Tan, menyebut kerja sama ini akan memperluas pilihan produk dan layanan otomotif bagi konsumen.

Melalui kolaborasi tersebut, konsumen OMODA & JAECOO di Indonesia juga mendapatkan akses ke rangkaian layanan terintegrasi Carro, termasuk layanan purnajual bersertifikasi.

Ekspansi tidak berhenti di Harapan Indah. OMODA & JAECOO dan Carro berencana melanjutkan pengembangan jaringan di sejumlah lokasi strategis Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

OMODA & JAECOO Bawa Mesin Hybrid hingga Mobil Listrik

Perluasan jaringan ini hadir ketika portofolio OMODA & JAECOO semakin beragam. Teknologi elektrifikasi menjadi salah satu bagian penting strategi keduanya.

Melalui Super Hybrid System (SHS), perusahaan mengembangkan teknologi PHEV dan HEV dengan fokus pada tenaga, efisiensi energi, dan jarak tempuh kombinasi.

Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV juga terus dilakukan.

Teknologi pintar menjadi bagian lainnya. OMODA & JAECOO mengembangkan intelligent driving dan intelligent cockpit, termasuk SIVP atau Super Intelligent Valet Parking serta AI Cockpit.

Secara global, OMODA & JAECOO menyebut telah mencapai penjualan satu juta unit dalam tiga tahun. Merek tersebut kini hadir di 77 pasar di berbagai kawasan dunia.

Di Indonesia, ekspansi bersama Carro menjadi langkah berikutnya. Jika kendaraan adalah produk yang bergerak, jaringan penjualan dan layanan adalah jalan yang membuatnya semakin mudah dijangkau konsumen.

50 Tahun Bridgestone Indonesia, Dari Pabrik Bekasi hingga Era Mobilitas Baru

Lima dekade bukan waktu yang singkat bagi sebuah perusahaan untuk bertahan dan terus berkembang di industri otomotif. Perjalanan Bridgestone Indonesia selama 50 tahun menjadi gambaran bagaimana industri ban ikut bergerak mengikuti perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

Memasuki usia emas, PT Bridgestone Tire Indonesia merayakan 50 tahun operasional melalui seremoni di Jakarta, Senin (24/8). Acara tersebut turut dihadiri Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso serta sejumlah perwakilan industri otomotif, pelanggan dan mitra bisnis.

Lima Dekade Bersama Industri Otomotif

Perjalanan Bridgestone di Indonesia dimulai pada 1976, ketika perusahaan membuka pabrik manufaktur pertamanya di Bekasi, Jawa Barat. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi pijakan awal Bridgestone dalam membangun basis produksi sekaligus melayani kebutuhan pasar domestik.

Pertumbuhan industri otomotif kemudian mendorong ekspansi. Pada 1999, Bridgestone meresmikan pabrik keduanya di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas ini dilengkapi proving ground berstandar global yang memperkuat kemampuan pengembangan dan pengujian produk.

Seiring waktu, kiprah Bridgestone Indonesia tidak hanya bertumpu pada produksi ban. Perusahaan juga memperluas jaringan distribusi dan portofolio produk untuk kendaraan penumpang, kendaraan komersial hingga kebutuhan spesialis.

Indonesia Bukan Sekadar Pasar

Bagi Bridgestone Corporation, Indonesia kini memiliki posisi strategis dalam jaringan bisnis global. Selain menjadi salah satu pasar utama di kawasan, Indonesia juga berperan sebagai basis manufaktur dan ekspor.

Member of the Board, Representative Executive Officer sekaligus EAST CEO Bridgestone Corporation, Nobuyuki Tamura, mengatakan perjalanan selama lima dekade dibangun bersama karyawan, pelanggan dan mitra.

Menurutnya, Indonesia akan tetap menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan Bridgestone di masa depan dengan menggabungkan kemampuan global dan kekuatan lokal.

Teknologi Ban Mulai Menjawab Era EV

Menariknya, memasuki usia 50 tahun, Bridgestone Indonesia justru semakin dekat dengan kebutuhan mobilitas masa depan.

Pada 2026, perusahaan mulai memasok ban dengan teknologi B-Silent kepada salah satu produsen otomotif global yang beroperasi di Indonesia. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu mengurangi kebisingan di dalam kabin, aspek yang semakin penting pada kendaraan listrik karena suara mesin yang lebih minim membuat suara ban dan jalan lebih mudah terdengar.

Kemampuan tersebut didukung kapabilitas lokal yang mencakup penelitian produk, perencanaan material, desain hingga proses manufaktur.

Menjelang 50 Tahun Berikutnya

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa perusahaan ingin memperkuat fondasi yang telah dibangun selama lima dekade.

“Kami akan memperkuat fondasi ini dengan memperdalam kapabilitas lokal, merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang, serta menghadirkan solusi yang menjadikan mobilitas lebih aman, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Kini, setelah 50 tahun, perjalanan Bridgestone Indonesia memasuki babak baru. Tantangannya bukan lagi sekadar memenuhi kebutuhan ban, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat menjadi bagian dari mobilitas yang semakin senyap, efisien, aman dan berkelanjutan.

 

[UPDATED] Kecelakaan Maut Terjadi di Bekasi, Diduga Rem Truk Malfungsi

Kecelakaan maut terjadi karena truk langsung menghantam halte dan tiang telekomunikasi.

[UPDATE 31/08/2022 19:55]

Menurut Kapolsek Bekasi Kota Kompol M. Salahuddin, sopir truk mengaku mengantuk dan truk yang dikendarai mengalami rem blong. Tapi setelah dicek sang sopir ketahuan berbohong karena setelah dilakukan olah TKP, polisi tidak menemukan bukti rem tidak berfungsi. Lebih lanjut, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan menuturkan terdapat bekas rem di tempak kejadian. Jadi kemungkinannya truk gagal mengerem karena ODOL (Over Dimension Over Load).

Kecelakaan maut kembali terjadi di Kota Bekasi, pukul 10.00 WIB pagi tadi (31/08/2022). Insiden ini melibatkan sebuah truk trailer bermuatan besi yang melintas dari arah Kranji menuju Cakung, Jakarta Timur. Titik lokasi kecelakaan berada di Jalan Sultan Agung, berada dekat dengan  SD Negeri Kota Baru II dan III Bekasi Barat.

Kecelakaan maut ini diduga karena ada kegagalan pengereman dan truk masih melaju dalam kecepatan yang agak kencang. Dari tempat kejadian perkara,  sopir truk tidak sempat mengurangi kecepatan dan langsung menabrak halte dan kemudian menabrak tiang telekomunikasi mikrosel atau microcell pole hingga menimpa kendaraan pickup yang berada di jalur berlawanan arah.

“Kalau dilihat dari tipe jalan tidak menurun dan juga ada bekas rem, truk ini menabrak halte lalu menabrak tiang,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman, dalam pernyataannya di laman NTMC Polri. 

Korban Anak-anak

Saat ini, korban berada di Rumah Sakit RSUD Bekasi dan Rumah Sakit Ananda Bekasi, serta kebanyakan korban adalah anak sekolah dasar, karena mayoritas korban baru saja keluar dari sekolah atau orang tua yang sedang menjemput anak-anaknya dan menunggu angkutan umum di halte yang berada di depan sekolah SD.

Akibat kecelakaan mengerikan tersebut 30 orang menjadi korban dengan rincian 10 orang meninggal dunia dan 20 orang luka-luka. Korban kecelakaan ini terdiri dari anak-anak dan orang dewasa. Selain itu, terdapat korban yang merupakan pengendara lain serta pedagang makanan yang berada di depan sekolah.

Kami turut prihatin dengan peristiwa ini dan selalu berharap agar setiap pengguna jalan tetap menjaga keselamatan berkendara dan jangan lupa memastikan kondisi kendaraan selalu dalam kondisi baik. Sebab kondisi kendaraan yang tidak prima, tak hanya berpengaruh dengan penjalanan Anda, namun juga dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan.