JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut di GIIAS 2026, Siap Parkir Sendiri!

JAECOO J7 SHS-P SIVP Debut Global di Indonesia, Mobil Bisa Parkir Sendiri dan Menjemput Pemilik

OMODA & JAECOO kembali mencuri perhatian di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kali ini, bukan hanya lewat desain SUV premium, tetapi melalui peluncuran teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) yang memungkinkan mobil mencari tempat parkir sendiri hingga menjemput pemilik secara otomatis.

Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan teknologi ini melalui JAECOO J7 SHS-P SIVP. Langkah tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar strategis bagi OMODA & JAECOO dalam pengembangan teknologi mobil pintar.

Mengusung konsep “Come to You, Park For You”, teknologi SIVP dirancang untuk menjawab tantangan mobilitas di kawasan perkotaan yang semakin padat. Mulai dari sulitnya mencari ruang parkir hingga aktivitas harian yang serba cepat, semuanya diakomodasi melalui sistem parkir otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata konsumen modern yang menginginkan teknologi bukan sekadar canggih, tetapi benar-benar memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa Parkir dan Menjemput Pemilik Secara Otomatis

Super Intelligent Valet Parking memiliki dua fungsi utama, yaitu Smart Parking dan Smart Summon.

Saat tiba di area parkir yang telah mendukung sistem SIVP, pengemudi cukup menghentikan kendaraan di titik tertentu lalu keluar dari mobil. Setelah itu, JAECOO J7 SHS-P akan secara otomatis mencari ruang parkir kosong dan melakukan manuver parkir tanpa campur tangan pengemudi.

Ketika aktivitas selesai, pemilik hanya perlu membuka aplikasi yang terhubung ke smartphone untuk memanggil kendaraan. Mobil kemudian bergerak sendiri menuju titik penjemputan yang telah ditentukan, sehingga pengguna tidak perlu berjalan menuju lokasi parkir.

Konsep inilah yang menjadi implementasi nyata slogan “Come to You, Park For You”, menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis sekaligus efisien.

Dukungan 27 Sensor dan LIDAR Berteknologi Tinggi

Kemampuan tersebut didukung sistem Intelligent Driving yang mengintegrasikan 27 sensor dan kamera di seluruh bodi kendaraan.

Teknologi ini dilengkapi 128-channel DTOF LiDAR, radar gelombang milimeter dengan kemampuan mendeteksi objek hingga 280 meter di depan dan 200 meter di samping, serta sistem 540-degree Surround View Camera yang memantau kondisi di sekitar kendaraan secara menyeluruh.

Seluruh informasi tersebut diproses oleh Intelligent Driving Domain Controller, memungkinkan mobil mengenali lingkungan sekitar secara real-time sebelum mengambil keputusan saat melakukan parkir otomatis.

Mulai Beroperasi Oktober 2026

JAECOO mengungkapkan implementasi SIVP akan dimulai pada Oktober 2026 dengan cakupan sekitar 40 lokasi di Indonesia. Pada tahap berikutnya, jumlah tersebut akan diperluas menjadi lebih dari 60 lokasi hingga akhir tahun, meliputi pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan berbagai area publik lainnya.

Yang menarik, perluasan area kompatibel tersebut tidak mengharuskan pemilik datang ke bengkel. Seluruh pembaruan akan dikirimkan melalui sistem Over-the-Air (OTA) langsung ke kendaraan.

Bersamaan dengan peluncuran teknologi ini, JAECOO J7 SHS-P SIVP juga resmi membuka pre-booking melalui situs resmi JAECOO Indonesia selama penyelenggaraan GIIAS 2026.

Dengan menghadirkan teknologi parkir otomatis yang mampu mencari slot parkir hingga menjemput pemilik, JAECOO tidak hanya memperkenalkan fitur baru, tetapi juga membuka babak baru dalam pengembangan mobilitas cerdas di Indonesia. Kehadiran SIVP berpotensi menjadi standar baru bagi kendaraan pintar yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi, dan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari.

Mitsubishi New Xforce HEV Siap Jadi Andalan Baru di GIIAS 2026

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai panggung untuk menunjukkan transformasi lini produknya di Indonesia. Mengusung tema “Life’s Adventure: Elevating Every Experience”, Mitsubishi tak sekadar memamerkan kendaraan terbaru, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Berlokasi di Hall 10A ICE BSD City, Tangerang, Mitsubishi Motors mengajak pengunjung melihat perjalanan evolusi merek yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari mobilitas masyarakat Indonesia. Sorotan utama tahun ini tentu tertuju pada kehadiran Mitsubishi New Xforce, yang kini tersedia dalam dua pilihan teknologi, yakni mesin konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) serta varian Hybrid Electric Vehicle (HEV).

Peluncuran New Xforce HEV menjadi salah satu momen paling penting bagi Mitsubishi Motors di Indonesia. Model ini merupakan kendaraan hybrid pertama Mitsubishi yang dipasarkan secara resmi sekaligus diproduksi secara lokal oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI). Langkah tersebut mempertegas komitmen Mitsubishi dalam memperluas elektrifikasi tanpa meninggalkan karakter khasnya yang dikenal tangguh, nyaman, dan andal di berbagai kondisi jalan.

Presiden Direktur PT MMKSI, Atsushi Kurita, menegaskan bahwa perkembangan Mitsubishi Motors selalu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kehadiran New Xforce HEV menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memberikan lebih banyak pilihan teknologi sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin relevan bagi pelanggan Indonesia.

Tak hanya untuk pasar domestik, produksi lokal New Xforce HEV juga memiliki peran strategis. Fasilitas MMKI di Indonesia kini menjadi basis produksi (production hub) Mitsubishi New Xforce HEV untuk kawasan ASEAN. Kehadiran model ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur penting dalam jaringan global Mitsubishi Motors.

Selain memperkenalkan Xforce HEV, MMKSI juga merayakan satu tahun kehadiran Mitsubishi Destinator. SUV tersebut diklaim mendapat sambutan positif sejak pertama kali diluncurkan dan berhasil meraih berbagai penghargaan dari industri otomotif nasional maupun internasional. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan kualitas produk Mitsubishi tetap mendapat kepercayaan konsumen.

Di GIIAS 2026, Mitsubishi menghadirkan total 16 unit display dan 6 unit kendaraan test drive. Selain New Xforce HEV dan Xforce ICE, pengunjung juga dapat melihat jajaran model populer lainnya seperti Destinator, Xpander, Xpander Cross, hingga Pajero Sport yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan Mitsubishi di Indonesia.

MMKSI juga menyiapkan berbagai aktivitas interaktif di dalam booth agar pengunjung dapat mengenal lebih dekat teknologi, fitur, hingga layanan purna jual yang ditawarkan Mitsubishi Motors. Kesempatan melakukan test drive menjadi daya tarik tersendiri bagi calon konsumen yang ingin merasakan langsung performa kendaraan terbaru Mitsubishi.

Melalui kehadiran di GIIAS 2026, Mitsubishi Motors ingin menunjukkan bahwa transformasi perusahaan bukan hanya menghadirkan kendaraan baru, tetapi juga membangun pengalaman kepemilikan yang lebih lengkap. Dengan pilihan teknologi yang semakin beragam, mulai dari mesin konvensional hingga hybrid, Mitsubishi optimistis mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang terus berkembang menuju era elektrifikasi.

Suzuki XL7 Hybrid Alpha, Beta, dan Zeta, Pilih Sesuai Budget!

Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang irit, nyaman, sekaligus bergaya SUV, Suzuki XL7 Hybrid menjadi salah satu pilihan yang menarik di segmen Low MPV crossover. Menariknya, Suzuki menghadirkan tiga pilihan varian, yakni Zeta, Beta, dan Alpha, sehingga calon konsumen dapat memilih mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan, gaya hidup, sekaligus kemampuan finansial.

Bagi profesional muda yang baru memulai karier atau pasangan muda yang sedang membangun keluarga, Suzuki XL7 Hybrid Zeta merupakan pilihan paling rasional. Sebagai varian pembuka, tipe ini tetap dibekali teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang mampu membantu efisiensi konsumsi bahan bakar saat digunakan di dalam kota maupun perjalanan antarkota.

Dengan harga yang paling terjangkau di keluarga XL7 Hybrid, konsumen sudah mendapatkan kabin lega berkapasitas tujuh penumpang, posisi berkendara yang tinggi layaknya SUV, serta biaya operasional yang lebih hemat dibanding kendaraan bermesin konvensional.

Naik ke Suzuki XL7 Hybrid Beta, konsumen akan menemukan keseimbangan yang menarik antara harga dan kelengkapan fitur. Varian ini cocok bagi pekerja aktif yang setiap hari memiliki mobilitas tinggi, sering bertemu klien, atau gemar bepergian bersama keluarga pada akhir pekan.

Tampilan yang semakin modern dipadukan dengan berbagai fitur kenyamanan membuat setiap perjalanan terasa lebih menyenangkan. Selisih harga yang tetap kompetitif menjadikan Beta sebagai pilihan ideal bagi konsumen yang ingin naik kelas tanpa harus mengeluarkan anggaran terlalu besar.

Sementara itu, Suzuki XL7 Hybrid Alpha menjadi trim tertinggi yang ditujukan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara lebih premium. Varian ini sangat cocok bagi pebisnis muda, eksekutif, maupun keluarga modern yang mengutamakan kenyamanan dan teknologi. Kehadiran head unit berukuran lebih besar, kamera 360 derajat, dashcam bawaan, tampilan interior eksklusif, hingga berbagai fitur keselamatan modern memberikan rasa percaya diri saat berkendara di berbagai kondisi jalan. Bukan sekadar tampil mewah, seluruh fitur tersebut juga memberikan nilai tambah dalam penggunaan sehari-hari.

Keunggulan utama seluruh varian XL7 Hybrid tetap terletak pada teknologi SHVS yang membantu mesin saat akselerasi sekaligus memanfaatkan energi ketika deselerasi. Sistem ini membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien tanpa mengubah kebiasaan berkendara penggunanya. Konsumen tidak perlu melakukan pengisian daya baterai secara eksternal karena seluruh proses berlangsung secara otomatis selama kendaraan digunakan.

Selain efisiensi, XL7 Hybrid juga menawarkan kabin yang lapang untuk tujuh penumpang. Konfigurasi kursinya fleksibel sehingga memudahkan membawa perlengkapan kerja, perlengkapan olahraga, hingga barang bawaan saat liburan bersama keluarga. Ground clearance yang tinggi turut memberikan rasa percaya diri ketika melewati jalan berlubang, polisi tidur, maupun kondisi jalan yang kurang bersahabat.

Dari sisi harga, Suzuki juga memberikan pilihan yang mudah dijangkau sesuai kebutuhan. Varian Zeta menjadi opsi bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi anggaran, Beta menawarkan keseimbangan terbaik antara fitur dan harga, sedangkan Alpha menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan kelengkapan teknologi dan kenyamanan maksimal. Dengan rentang harga yang kompetitif di kelasnya, konsumen dapat memilih sesuai kemampuan finansial tanpa harus mengorbankan kualitas.

Melalui strategi tiga pilihan trim tersebut, Suzuki berhasil menghadirkan XL7 Hybrid sebagai SUV keluarga yang mampu menjawab kebutuhan berbagai kalangan. Baik pekerja muda, keluarga kecil, maupun profesional mapan, semuanya dapat menemukan varian yang sesuai dengan gaya hidup masing-masing.

Suzuki XL7 terbaru dipasarkan dengan harga On the Road DKI Jakarta sebagai berikut:

XL7 New Alpha Hybrid AT (two-tone color): Rp329.700.000
XL7 New Alpha Hybrid AT (single-tone color): Rp327.700.000
XL7 New Beta Hybrid AT: Rp312.900.000
XL7 New Beta Hybrid MT: Rp301.900.000
XL7 New Zeta AT: Rp285.300.000
XL7 New Zeta MT: Rp274.300.000

 

Setahun Mengaspal, Suzuki Fronx Terjual lebih dari 14.000 unit

Hanya dalam waktu satu tahun sejak resmi diperkenalkan pada 28 Mei 2025, Suzuki Fronx berhasil mencatatkan pencapaian impresif di pasar otomotif Indonesia. Tak hanya menjadi salah satu model terlaris Suzuki, SUV kompak ini juga sukses memimpin pangsa pasar di segmennya, memperkuat kontribusi ekspor nasional, hingga mengoleksi belasan penghargaan bergengsi.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa strategi Suzuki menghadirkan SUV bergaya coupe dengan teknologi hybrid ringan (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki/SHVS) mendapat sambutan positif dari konsumen Tanah Air.

Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak

Berdasarkan data PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Suzuki Fronx membukukan penjualan ritel lebih dari 14.000 unit sepanjang periode Juni 2025 hingga Mei 2026. Capaian itu sekaligus mengantarkan Fronx menguasai 35 persen pangsa pasar di segmen SUV kompak dua baris, menjadikannya salah satu pemain dominan di kelasnya.

Menariknya, mayoritas konsumen memilih varian yang telah dibekali teknologi hybrid. Varian SGX menjadi favorit dengan kontribusi 52 persen, disusul GX sebesar 27 persen, sedangkan GL menyumbang 21 persen.

Artinya, sebanyak 79 persen pembeli memilih Suzuki Fronx dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), yang mengombinasikan efisiensi bahan bakar dengan pengalaman berkendara yang lebih halus.

Harga Suzuki Fronx Desember 2025

“Berkat kepercayaan pelanggan, Suzuki Fronx diserap dengan baik hingga sanggup mendominasi pangsa pasar sebesar 35 persen pada segmen SUV dua baris kompak hanya dalam satu tahun pertama,” ujar Donny Saputra, Deputy 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Diproduksi di Indonesia, Diekspor ke Enam Negara

Kesuksesan Suzuki Fronx tak hanya dirasakan di pasar domestik. SUV global ini juga menjadi salah satu tulang punggung ekspor Suzuki Indonesia.

Diproduksi di pabrik Suzuki Cikarang, Fronx telah mencatatkan ekspor lebih dari 6.000 unit Completely Built Up (CBU) ke enam negara tujuan. Selain itu, Suzuki juga mengirimkan lebih dari 4.000 unit Completely Knocked Down (CKD) untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Produksi lokal Fronx turut memberikan dampak positif terhadap industri nasional melalui peningkatan investasi, penggunaan komponen lokal, serta penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Menurut Donny Saputra, kehadiran Fronx bukan hanya memperluas pilihan kendaraan bagi konsumen, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan industri otomotif Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan global Suzuki.

Raih 13 Penghargaan, Termasuk Car of the Year

Performa positif Suzuki Fronx juga mendapat pengakuan dari berbagai media dan institusi otomotif nasional. Selama tahun pertamanya, model ini berhasil mengoleksi 13 penghargaan bergengsi, termasuk predikat Car of the Year.

Penghargaan tersebut diberikan berkat kombinasi desain modern, efisiensi teknologi SHVS, fitur keselamatan yang kompetitif, serta nilai yang dianggap sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

“Pencapaian Suzuki Fronx selama satu tahun pertama menjadi sejarah yang membanggakan bagi Suzuki Indonesia. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas, layanan purnajual yang luas, serta inovasi yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” tutup Donny.

Dengan performa penjualan yang kuat, kontribusi ekspor yang terus meningkat, serta sederet penghargaan bergengsi, Suzuki Fronx menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pendatang baru. SUV kompak ini telah menjelma menjadi salah satu model paling sukses Suzuki di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

OMODA 4 Tertangkap Kamera di Indonesia, Segera Meluncur?

Sebelum resmi diperkenalkan di Indonesia, sebuah unit OMODA 4 tiba-tiba tertangkap kamera saat melintas di jalan raya. Kemunculan SUV bergaya futuristis tersebut langsung memicu berbagai spekulasi. Pasalnya, hingga kini OMODA & JAECOO Indonesia belum mengumumkan jadwal peluncuran model tersebut secara resmi. Jika benar mobil yang terlihat merupakan OMODA 4, maka besar kemungkinan pabrikan tengah melakukan pengujian atau persiapan sebelum meluncurkannya ke pasar nasional.

Momen kemunculan OMODA 4 ini menjadi kejutan tersendiri bagi pecinta otomotif Tanah Air. Selama ini, model tersebut baru diperkenalkan secara global dan diposisikan sebagai SUV kompak terbaru yang akan melengkapi lini OMODA di bawah OMODA 5. Kehadirannya diyakini akan menyasar konsumen muda yang menginginkan desain agresif, teknologi modern, serta pilihan sistem penggerak ramah lingkungan.

Secara tampilan, OMODA 4 mengusung bahasa desain baru yang jauh lebih berani dibandingkan pendahulunya. Garis bodinya terlihat tajam dengan siluet bergaya coupe SUV, dipadukan lampu depan tipis berteknologi LED serta DRL berbentuk kilat yang menjadi identitas utamanya. Bagian belakang juga tampil modern dengan desain lampu horizontal yang memperkuat kesan futuristis. Dimensinya berada di kisaran panjang 4,4 meter sehingga menempatkannya di segmen SUV kompak yang siap bersaing dengan berbagai model populer di kelasnya.

Masuk ke dalam kabin, OMODA 4 diperkirakan menawarkan nuansa premium dengan layar infotainment berukuran 13,2 inci yang menjadi pusat pengaturan berbagai fitur kendaraan. Sistem hiburan tersebut didukung konektivitas pintar berbasis AI, panel instrumen digital, kamera 540 derajat, serta paket Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang mencakup sekitar 16 fitur keselamatan aktif untuk membantu pengemudi saat berkendara maupun parkir.

Untuk sektor dapur pacu, OMODA 4 dipersiapkan dalam beberapa pilihan teknologi. Secara global, model ini akan tersedia dalam versi Battery Electric Vehicle (BEV), hybrid, hingga Super Hybrid System (SHS) di sejumlah pasar. Varian listrik disebut menawarkan baterai berkapasitas sekitar 50–67 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 450 kilometer, sementara versi hybrid mengedepankan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan performa berkendara.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah unit yang tertangkap kamera tersebut merupakan kendaraan uji resmi untuk pasar Indonesia. Namun, kemunculannya tentu menjadi sinyal menarik bahwa OMODA 4 berpotensi segera menyapa konsumen nasional. Apabila benar diluncurkan dalam waktu dekat, SUV ini diyakini akan menjadi salah satu penantang baru di segmen SUV kompak berkat perpaduan desain futuristis, teknologi canggih, serta pilihan elektrifikasi yang semakin diminati pasar Indonesia.

Mitsubishi New Xforce HEV Tembus 1.000 Km Sekali Isi BBM

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi menghadirkan Mitsubishi New Xforce Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebagai langkah penting dalam strategi elektrifikasi di Indonesia. Tak sekadar menghadirkan penyegaran desain, model ini menjadi kendaraan hybrid pertama Mitsubishi yang diproduksi secara lokal, sekaligus menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar, performa responsif, dan teknologi keselamatan yang lebih lengkap.

Sistem Hybrid Pintar

Mengusung filosofi “Electric Drive, Beyond Hybrid Confidence”, New Xforce HEV dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan natural. Mitsubishi mengembangkan sistem hybrid generasi kedua yang mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama dalam berbagai kondisi, sehingga karakter berkendara terasa lebih senyap, halus, sekaligus responsif.

Sistem penggeraknya memadukan mesin bensin 1.6L DOHC MIVEC dengan motor listrik berdaya 116 PS dan torsi 255 Nm. Mesin konvensionalnya menghasilkan tenaga 107 PS dengan torsi 134 Nm yang bekerja secara optimal ketika dibutuhkan. Kolaborasi keduanya menghasilkan akselerasi yang lebih spontan, terutama saat melaju di perkotaan, menyalip kendaraan lain, maupun menghadapi tanjakan.

Salah satu keunggulan utama New Xforce HEV terletak pada sistem hybrid pintar yang mampu bekerja secara otomatis. Komputer kendaraan akan terus memantau kondisi jalan, kecepatan, beban kendaraan, hingga kapasitas baterai untuk menentukan mode penggerak paling efisien. Mobil dapat berjalan menggunakan motor listrik, mesin bensin, atau kombinasi keduanya tanpa memerlukan intervensi dari pengemudi.

Ragam Pilihan Mode Berkendara

Untuk memberikan karakter berkendara yang lebih beragam, Mitsubishi membekali SUV ini dengan tujuh mode berkendara, yakni Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority, dan Charge Mode. Tiga mode terakhir menjadi pembeda utama dibanding varian bermesin konvensional. EV Priority memaksimalkan penggunaan tenaga listrik, Charge Mode memungkinkan mesin mengisi ulang baterai saat berkendara, sedangkan Tarmac Mode menghadirkan respons akselerasi yang lebih agresif di jalan beraspal.

Di sektor keselamatan, New Xforce HEV kini dibekali paket Mitsubishi Safety Sensing yang menghadirkan berbagai fitur bantuan berkendara modern. Teknologi tersebut meliputi Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Lane Change Assist (LCA), Automatic High Beam (AHB), hingga Multi Around Monitor (MAM). Kehadiran fitur-fitur ini meningkatkan rasa aman sekaligus membantu pengemudi dalam berbagai situasi lalu lintas.

Perbedaan juga terlihat pada sisi eksterior. Varian hybrid memperoleh identitas khusus berupa emblem Hybrid EV, velg alloy 18 inci dengan desain eksklusif, electric shifter, serta aksen grille dan lampu belakang berwarna clear smoke yang memberikan tampilan lebih modern sekaligus membedakannya dari versi bensin.

Efisiensi menjadi nilai jual utama New Xforce HEV. Berbekal tangki bahan bakar berkapasitas 42 liter dan sistem hybrid terbaru, Mitsubishi mengklaim SUV ini mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian bahan bakar, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara. Klaim tersebut menjadikannya salah satu SUV hybrid paling efisien di kelasnya.

 

Untuk pasar Indonesia, Mitsubishi New Xforce dipasarkan dalam tiga pilihan varian. Varian Exceed dibanderol Rp388 juta, Ultimate Rp399 juta, sedangkan New Xforce HEV dengan harga Rp445 juta (OTR Jabodetabek). Varian Ultimate dan HEV juga tersedia dalam Premium Package dengan fitur premium Yamaha Premium Audio, power tailgate, power driver seat, wireless charger, ambient lighting, serta Tire Pressure Monitoring System (TPMS).

Lewat kehadiran New Xforce HEV, Mitsubishi mempertegas komitmen dalam menghadirkan SUV hybrid yang memadukan efisiensi, kenyamanan, performa, dan teknologi keselamatan dalam satu paket yang kompetitif. Hmm…menarik!

MG ZS Hybrid+ Siap Goyang Pasar SUV Hybrid Tanah Air

Jelang perhelatan GIIAS 2026 yang hanya tinggal hitungan hari, MG Motor Indonesia memperkenalkan model mobil terbarunya, MG ZS Hybrid+ dalam ajang MG Mid-Year Media Gathering di Jakarta.

SUV bergaya modern dan sporty khas Eropa ini mengusung semangat “Outclass the Mainstream” yang diwujudkan melalui tiga pilar utama, yakni Distinctive Pride, Thoughtful Care, dan Complete Reward.

Distinctive Pride diwujudkan melalui desain tampilan modern yang dipadukan dengan kabin bernuansa mewah. Thoughtful Care yang mengutamakan pada kenyamanan dan fungsionalitas diwujudkan melalui kabin yang lapang dan nyaman, ruang penyimpanan fungsional, serta berbagai fitur kenyamanan yang dirancang untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

Pilar terakhir yakni Complete Reward yang lebih ditekankan pada aspek performa dan efisiensi kendaraan. Melalui teknologi baru Hybrid+ yang memadukan mesin bensin, motor listrik, serta transmisi khusus hybrid, MG ZS merambah era kendaraan elektrifikasi modern yang lebih ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, CEO MG Motor Indonesia Jason Huang mengatakan bahwa MG ZS Hybrid+ tak hanya menambah portofolio lini kendaraan yang dipasarkan oleh MG Indonesia, tapi juga hadir sebagai pilihan baru di pasar kendaraan elektrifikasi Tanah Air.

“Kehadiran MG ZS Hybrid+ menjadi langkah berikutnya dalam memperluas portofolio MG di Indonesia sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen untuk menemukan kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka,” kata Jason Huang.

Interior Berkelas

MG ZS Hybrid+ tampil lebih segar dengan tata interior yang dirancang untuk memberi kenyamanan kepada pengemudi maupun penumpang. Desain kokpitnya terlihat sporty dengan tata letak yang dibuat lebih modern dari MG ZS terdahulu serta berorientasi kepada pengemudi.

Penggunaan material bertekstur lembut (high-tactile materials) di sejumlah bagian interior yang dipadukan setir palang tiga berdesain baru kian menguatkan aura premium. Tuas transmisi bergaya jet-wing shifter membuat konsol tengah terlihat lebih futuristis.

Ruang kabin pun terasa lebih lapang, berkat panoramic sunroof yang membentang di bagian atap. Suasana dalam kabin pun jadi lebih romantis. Dengan konfigurasi bangku yang dapat memuat lima penumpang, area kaki dan batas kepala penumpang terasa leluasa. Hal tersebut tak terlepas dari postur yang memiliki panjang 4.430 mm, lebar 1.818 mm, tinggi 1.635 mm, dan wheelbase 2.610 mm. Kenyamanan penumpang belakang pun turut diperhatikan melalui sistem AC dua zona, sehingga distribusi dan sirkulasi udara di dalam kabin lebih merata.

Perihal utilitas, terdapat 30 kompartemen penyimpanan yang tersebar di berbagai bagian kabin. Menyimpan aneka barang berukuran kecil pun jadi lebih mudah.

Ruang bagasi SUV hybrid ini standarnya berkapasitas 443 liter. Cukup untuk aneka ragam barang kebutuhan harian. Jika butuh ruang lebih besar, bangku belakang dapat dilipat dengan konfigurasi 60:40, sehingga kapasitas bagasi meningkat jadi 1.457 liter.

SUV Berteknologi Modern

MG ZS Hybrid+ dibekali teknologi Hybrid+ yang menggabungkan mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik yang memiliki output daya 134 hp dan torsi 250 Nm. Sistem hybrid tersebut didukung baterai berkapasitas 1,83 kWh serta transmisi hybrid 3-speed Dedicated Hybrid Transmission.

Sistem keselamatan berkendara terpadu yang terdiri dari 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan tujuh airbag jadi keunggulan dari MG SZ Hybrid+. Bahkan SUV ini meraih predikat lima bintang dalam uji benturan dan fitur berkendara dari Australasian New Car Assessment Program (ANCAP). Jadi soal kualitas tak perlu diragukan.

Kelas segmen yang bakal dimasuki MG ZS Hybrid+ cukup padat, mulai dari Chery Tiggo Cross CSH, Chery C5 CSH,Honda HR-V Hybrid hingga Mitsubishi Xforce Hybrid dan Toyota Yaris Cross Hybrid. Saat ini MG ZS Hybrid+ masih dalam tahap perkenalan dan harga jual resminya baru akan diumumkan di GIIAS 2026. Persaingannya bakal seru ini…

Mitsubishi New Xforce Meluncur, Usung Teknologi Hybrid Lokal

Mitsubishi Motors kembali mempertegas keseriusannya di pasar SUV Indonesia dengan meluncurkan Mitsubishi New Xforce pada 16 Juli 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Tak sekadar penyegaran, model terbaru ini menjadi tonggak penting karena menghadirkan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) generasi kedua yang untuk pertama kalinya diproduksi secara lokal di Indonesia.

Mengusung konsep “Elevated Urban SUV”, Mitsubishi New Xforce hadir dengan pembaruan menyeluruh mulai dari desain, kenyamanan, fitur premium, teknologi keselamatan, hingga sistem elektrifikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat urban yang semakin dinamis.

Peluncuran New Xforce HEV juga menjadi langkah strategis Mitsubishi Motors dalam memperkuat Indonesia sebagai basis produksi kendaraan hybrid untuk pasar domestik sekaligus ekspor.

“Hari ini menjadi tonggak penting dengan diperkenalkannya New Xforce HEV, kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) pertama kami di Indonesia,” ujar Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita.

Menurut Kurita, kehadiran New Xforce HEV bukan hanya memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi bagi konsumen, tetapi juga menunjukkan komitmen Mitsubishi Motors terhadap pengembangan industri otomotif nasional.

Panoramic Roof Jadi Daya Tarik Baru

Salah satu pembaruan paling mencolok pada Mitsubishi New Xforce adalah hadirnya frameless panoramic roof, fitur yang sebelumnya banyak dinantikan konsumen.

Atap kaca berukuran besar tersebut memberikan kesan kabin yang lebih luas, terang, dan premium sehingga meningkatkan kenyamanan selama perjalanan, baik di dalam kota maupun saat bepergian bersama keluarga.

Selain itu, Mitsubishi juga melakukan penyempurnaan pada sektor suspensi agar karakter berkendara menjadi lebih halus tanpa menghilangkan kestabilan khas SUV.

Kabin Semakin Premium dan Nyaman

Interior New Xforce kini dibekali berbagai fitur yang mendukung kenyamanan pengemudi maupun penumpang. Beberapa di antaranya meliputi Dual Auto AC dengan NanoeX, power driver seat, power tailgate, ambient light, hingga Yamaha Premium Audio pada varian tertentu.

Bangku belakang juga menawarkan delapan pengaturan kenyamanan yang dirancang agar perjalanan jarak jauh terasa lebih rileks.

Kombinasi ruang kabin yang lega dengan fitur-fitur modern tersebut menjadi salah satu nilai jual utama New Xforce di segmen SUV kompak.

Pengalaman Berkendara Lebih Halus Berkat Teknologi HEV

Melalui konsep “Elevated by Electric”, Mitsubishi mengombinasikan efisiensi teknologi hybrid dengan karakter berkendara SUV yang responsif dan mudah dikendalikan.

Sistem Hybrid Electric Vehicle generasi kedua diklaim mampu menghadirkan akselerasi yang lebih halus, kabin yang lebih senyap, serta efisiensi bahan bakar yang lebih baik tanpa mengorbankan performa di berbagai kondisi jalan.

Dengan kombinasi teknologi elektrifikasi, fitur premium, serta produksi lokal di Indonesia, Mitsubishi New Xforce diproyeksikan menjadi salah satu pemain kuat di segmen SUV hybrid yang kini semakin berkembang.

Anda dapat melihat langsung Mitsubishi New Xforce melalui jaringan dealer resmi Mitsubishi Motors di seluruh Indonesia maupun pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, termasuk merasakan performanya melalui sesi test drive yang telah disediakan.

Deepal S05 BEV & REEV, Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Deepal S05 BEV & REEV Jadi Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Rasa penasaran kami terhadap kendaraan elektrifikasi yang dihadirkan oleh Changan ke Indonesia yakni Deepal S05 pun terobati.

Changan Indonesia mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi berkendara dari compact SUV tersebut dalam sesi test drive dari Jakarta menuju kawasan Ciletuh pada 7-8 Juli 2026. Seperti apa sensasinya?

Interior Modern dan Mutakhir

Saat melihay sosok mobil ini, desainnya simple tapi enak dilihat. Ternyata Deepal S05 merupakan hasil garapan dari studio desain Changan di Turin, Italia. Desain sederhana yang bersih namun dinamis jadi daya tarik utama pada mobil ini. Tak menghebohkan dengan pernak pernik yang bikin sakit mata.

Detail sederhana yang mungkin luput dari perhatian adalah handle pintu tersembunyi. Bahkan logo merek yang menyala di pilar C tak sekadar elemen dekoratif, tapi berfungsi sebagai indikator tingkat pengisian daya baterai. Pengguna dapat mengetahui dengan cepat dan mudah, apakah daya baterai telah terisi sampai penuh atau belum.

Selain eksterior, yang menjadi perhatian utama konsumen dalam memilih mobil adalah tampilan interiornya.

Kabin Deepal S05 terlihat modern dengan layar sentuh berukuran 15,4 inci beresolusi 2.5K Ultra Clear sebagai pusat kendali utama fitur kendaraan maupun hiburan. Dengan layar HD, tampilan gambar dari fitur kamera 360 derajat pun terlihat lebih jelas. Layar pintar ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Sunflower Screen, sehingga dapat digeser hingga 15 derajat ke sisi pengemudi maupun penumpang depan. Jadi tampilan layar tidak silau oleh paparan cahaya matahari saat berkendara siang hari.

Berkat chip prosesor canggih Qualcomm 8155, kinerja sistem kendali fitur berkendara maupun multimedia menjadi lebih cepat dan responsif. Informasi berkendara juga dapat diakses melalui proyeksi layar Augmented Reality Head Up Display (AR-HUD) 50,4 inci. Panduan navigasi yang ditampilkan secara realtime terlihat lebih jelas serta tidak mengganggu konsentrasi berkendara. Tak kalah dari mobil mewah berharga miliaran.

Bagi pengguna ponsel pintar, pada konsol tengah terdapat sepasang charger nirkabel berdaya 50W. Jadi tak perlu repot mencolok kabel charger. Perjalanan pun terasa sangat menyenangkan berkat sistem audio premium dengan 14 speaker yang menghasilkan suara yang jernih.

Kenyamanan berkendara turut ditingkatkan melalui fitur pemanas, ventilasi, sandaran kaki, serta fungsi memory seat pada jok penumpang depan. Desain jok belakang pun ergonomis dengan posisi duduk yang cukup nyaman. Ruang kaki dan ruang kepala juga cukup leluasa, karena desain kabin mobil ini mengacu pada postur orang Eropa yang rerata bertubuh jangkung.

Ruang bagasi di balik jok belakang pada kedua varian standar volumenya 492 liter. Jika butuh ruang extra, jok belakang bisa dilipat untuk menambah volume ruang bagasi hingga mencapai 1.250 liter. Khusus varian BEV, di balik kap depan terdapat kompartemen bagasi tambahan bervolume 159 liter. Dengan ruang bagasi yang lebih besar, daya muat barang pada varian BEV RWD jelas lebih unggul dibandingkan versi REEV RWD.

Pilih BEV atau REEV?

Di Indonesia Deepal S05 tersedia dalam dua versi yakni BEV (Battery Electric Vehicle) dan REEV (Range Extended Electric Vehicle).

Untuk versi BEV energinya mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan jarak tempuh maksimum hingga 470 km (NEDC). Lebih kecil dari spek Eropa yang dibekali baterai berdaya 68,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 485 km. Berkat kemampuan pengisian daya cepat, hanya butuh sekira 15 menit untuk pengecasan dari 30% hingga 80% menggunakan SPKLU fast charger DC berdaya 200 kW. Jika kurang dari itu, maka waktunya pun akan sedikit lebih lama.

Satu motor listrik beroutput 200 kW dengan torsi puncak 290 Nm menggerakkan roda belakang (RWD). Saat kami mengendarai versi BEV, tarikan performa terasa responsif dengan akselerasi instan khas mobil listrik. Pada mode Eco, penyaluran tenaga terasa halus, dan suaranya sangat senyap.

Untuk versi REEV, baterainya berdaya 27,28 kWh. Namun versi ini dibekali dengan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai secara otomatis mengisi daya baterai saat terindikasi daya baterai hampir habis. Jadi Anda tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai dan repot mencari SPKLU.

Jika hanya mengandalkan daya baterai murni pada mode EV, jarak jelajah hanya sekira 170 km. Saat mesin difungsikan, dengan daya baterai terisi penuh dan tangki BBM berisi 45 liter bensin, sistem hybrid REEV tersebut mampu menghadirkan jarak jelajah hingga lebih dari 1.100 km. Wah, sangat ekonomis dan efisien. Melakukan perjalanan jauh jadi bebas dari rasa was-was dan khawatir.

Dalam mode EV, kendaraan ini juga mampu menempuh jarak hingga 170 km (NEDC). Dengan teknologi REEV, berkendara tetap senyap bagaikan mobil, karena suara mesin pada Deepal S05 REEV cukup halus.

Dari sisi performa, Deepal S05 REEV dibekali satu motor listrik penggerak roda belakang beroutput 160 kW dengan torsi 320 Nm. Dari segi akselerasi, tarikannya cukup responsif. Tak jauh beda dari versi BEV.

Untuk pengendaraan yang halus dengan konsumsi energi lebih efisien, pilih mode Eco. Jika butuh suplemen daya extra dan tarikan yang lebih bergairah serta responsif, pilih mode Sport. Hanya saja kecepatan maksimum dibatasi di angka 180 km. Sudah lebih dari cukup untuk berkendara di tol.

Soal pengendaraan, handling kemudi kedua versi Deepal S05 cukup jinak. Hanya saja terdapat perbedaan sensasi antara versi BEV dan REEV saat menjadi penumpang di jok belakang. Pada saat bermanuver di jalan tol, ayunan suspensi versi REEV cenderung terasa lebih keras dari versi BEV. Sehingga gejala body roll pada versi REEV sedikit lebih terasa dibanding pada versi BEV. Mungkin selain dari faktor setting suspensi, bobot mobil serta tekanan angin ban juga turut berpengaruh. Selebihnya, tak ada hal yang jadi kekurangan pada kedua versi Deepal S05, baik BEV maupun REEV.

Changan Indonesia sudah mulai membuka pemesanan Deepal S05 BEV dan REEV bagi para konsumen yang berminat. Pemesanan melalui inden pre-booking jadi strategi Changan untuk menjaring konsumen yang lebih luas jelang perhelatan GIIAS 2026. Untuk saat ini Changan Indonesia belum memberi info berapa harga jual resminya. Hanya dikatakan harga untuk versi BEV maupun REEV di kisaran Rp 500 jutaan.

BYD Umumkan Harga Resmi M6 Dual Mode di Indonesia

PT BYD Motor Indonesia akhirnya mengumumkan harga resmi BYD M6 Dual Mode (DM) untuk pasar Indonesia. Kabar ini langsung menarik perhatian karena MPV berteknologi elektrifikasi tersebut dibanderol mulai Rp 298 juta OTR Jakarta, menjadikannya salah satu kendaraan energi baru dengan harga paling kompetitif di segmennya.

Di tengah meningkatnya biaya mobilitas dan harga bahan bakar yang terus berfluktuasi, kehadiran BYD M6 DM menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan efisiensi layaknya mobil listrik tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara sehari-hari.

Segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) memang masih menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap total penjualan kendaraan di Indonesia. Karena itu, efisiensi bahan bakar dan biaya kepemilikan menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan kendaraan keluarga.

Teknologi Dual Mode, Sensasi Mobil Listrik Tanpa Khawatir Jarak Tempuh

BYD M6 DM mengusung teknologi Dual Mode (DM) generasi terbaru yang dirancang dengan pendekatan EV-Oriented. Artinya, pengalaman berkendara tetap mengutamakan karakter kendaraan listrik yang halus, responsif, dan senyap.

Namun berbeda dengan mobil listrik murni, teknologi DM mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin secara cerdas sehingga mampu memberikan fleksibilitas lebih tinggi untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.

BYD menyebut teknologi ini mengusung filosofi G.A.S.S. atau Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Karakter tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang memiliki pola mobilitas sangat beragam.

Biaya Perawatan Lebih Hemat hingga 30 Persen

Salah satu keunggulan utama BYD M6 DM adalah efisiensi biaya kepemilikan. Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, kendaraan ini diklaim mampu menghadirkan biaya perawatan sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama.

Efisiensi tersebut diperoleh dari kemampuan sistem Dual Mode dalam mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan bahan bakar sesuai kondisi perjalanan. Hasilnya, konsumsi energi menjadi lebih efisien tanpa mengorbankan kenyamanan maupun performa berkendara.

Tersedia Lima Varian dengan Harga Kompetitif

Untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam, BYD menghadirkan M6 DM dalam dua tipe utama, yakni Classic dan Cross.

Varian Classic menjadi pilihan paling terjangkau dengan harga mulai Rp 298 juta untuk tipe Standard dan Rp 318 juta untuk tipe Dynamic.

Sementara tipe Cross hadir dengan tampilan lebih premium dan fitur yang lebih lengkap. Harga yang ditawarkan terdiri dari Advanced Rp 360 juta, Superior Rp 380 juta, dan Superior Captain Seat Rp 390 juta.

Dengan rentang harga tersebut, BYD M6 DM berpotensi menjadi salah satu penantang serius di segmen MPV elektrifikasi yang saat ini semakin berkembang di Indonesia.

Sejak diperkenalkan pada Mei 2026, BYD mengungkapkan bahwa lebih dari 20.000 konsumen telah menunjukkan minat terhadap teknologi Dual Mode. Antusiasme tersebut menjadi indikasi bahwa pasar Indonesia mulai menerima kendaraan energi baru sebagai solusi mobilitas masa depan yang lebih efisien, fleksibel, dan ekonomis.

Suzuki Fronx Sport Meluncur di Malaysia, Kapan di Indonesia?

Jelang memasuki semester kedua tahun 2026, Suzuki Cars Malaysia meluncurkan model Suzuki Fronx Sport. Sedikit muncul rasa penasaran, seperti apa spek mobil Suzuki Fronx Hybrid berimbuhan ‘Sport’ yang baru saja launching di Malaysia? Inilah penampakannya yang kami dapat dari Paultan.org

Suzuki Fronx Sport Tampil Menggoda

Daya tarik utama Suzuki Fronx Sport terletak pada paket aksesori resmi yang membuat tampilannya jauh lebih menggoda. Jika dibandingkan dengan Fronx Hybrid standar, versi Sport hadir dengan sejumlah sentuhan visual yang memberikan kesan lebih dinamis dan eksklusif.

Bagian depan mendapat grille dan emblem berwarna hitam yang mempertegas aura sporty. Sementara itu, body kit lengkap berupa front lip extension, side skirt, dan rear diffuser membuat tampilan SUV kompak ini terlihat lebih rendah dan agresif.

Suzuki juga menawarkan pilihan warna yang menarik, yakni kombinasi two-tone Pearl Snow White dengan Cool Black serta opsi monotone Cool Black yang memberikan kesan premium.

Penyempurna tampilannya adalah penggunaan velg alloy 17 inci yang dibalut ban Continental UltraContact UC7 berukuran 215/50 R17. Kombinasi tersebut membuat Fronx Sport tampil lebih proporsional sekaligus meningkatkan daya tarik visualnya.

Fitur Tambahan yang Menarik

Tak hanya bermain di sektor kosmetik, Suzuki turut menambahkan perangkat dashcam 4K depan dan belakang. Kehadiran fitur ini bukan sekadar untuk merekam perjalanan, tetapi juga memberikan perlindungan tambahan melalui fungsi pemantauan kendaraan saat parkir maupun saat berkendara.

Sementara itu, fitur kenyamanan dan hiburan masih mempertahankan spesifikasi Fronx Hybrid. Pengguna tetap mendapatkan head unit layar sentuh 9 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, wireless charging, paddle shift, serta lingkar kemudi berlapis kulit.

Di sektor keselamatan, Suzuki Fronx Sport tetap dibekali paket Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang cukup lengkap. Fitur-fitur seperti Adaptive Cruise Control, Blind Spot Monitor, Rear Cross Traffic Alert, Lane Keep Assist, hingga Vehicle Sway Warning masih menjadi andalan.

Tetap Mengandalkan Teknologi Hybrid

Meski tampil lebih sporty, tidak ada perubahan pada sektor mekanis. Suzuki Fronx Sport masih menggunakan mesin bensin 1.5-liter empat silinder berkode K15C yang dipadukan dengan sistem mild hybrid melalui Integrated Starter Generator (ISG).

Mesin tersebut menghasilkan tenaga 103 PS pada 6.000 rpm dan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm. Seluruh tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis 6-percepatan.

Konfigurasi suspensi juga tetap sama dengan MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang. Sistem pengereman menggunakan cakram berventilasi di depan dan tromol di belakang.

Di Malaysia, Suzuki Fronx Sport dipasarkan dengan harga 130.888 ringgit atau sekitar Rp589 jutaan. Selisihnya sekitar Rp58 juta dibandingkan Fronx Hybrid standar yang dibanderol mulai 118.888 ringgit.

Karena model yang dijual di Malaysia berasal dari fasilitas produksi Indonesia, peluang hadirnya Fronx Sport di pasar domestik sebenarnya cukup terbuka. Terlebih, tren konsumen Indonesia saat ini menunjukkan minat yang tinggi terhadap kendaraan dengan tampilan lebih sporty tanpa harus melakukan modifikasi tambahan.

Jika PT Suzuki Indomobil Sales melihat adanya potensi pasar yang menjanjikan, bukan tidak mungkin Suzuki Fronx Sport akan menjadi amunisi baru untuk memperkuat posisi Fronx di segmen SUV kompak nasional. Dengan modal desain yang lebih atraktif dan fitur yang tetap lengkap, varian ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan Fronx dengan karakter lebih eksklusif.

 

 

Jetour T1 dan T1 i-DM Resmi Meluncur, Siap Menjelajah 1.200 Km

Jetour T1 dan T1 i-DM Resmi Mengaspal, Compact SUV Bergaya Petualang dengan Jarak Tempuh 1.200 Km

Pasar SUV di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran pemain baru yang menawarkan kombinasi desain tangguh, teknologi modern, dan efisiensi tinggi. Kali ini, PT Jetour Motor Indonesia menghadirkan dua model sekaligus, yakni Jetour T1 bermesin bensin dan Jetour T1 i-DM yang mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Kehadiran keduanya menjadi langkah strategis Jetour untuk menjangkau konsumen yang menginginkan SUV serbaguna dengan karakter petualang namun tetap nyaman digunakan sehari-hari.

Desain Macho Siap Diajak Bertualang

Meski bermain di segmen compact SUV, dimensi Jetour T1 terbilang bongsor. Mobil ini memiliki panjang 4.706 mm, lebar 1.967 mm, dan tinggi 1.845 mm, menjadikannya salah satu SUV paling besar di kelasnya. Ground clearance setinggi 190 mm juga memberikan rasa percaya diri saat melintasi jalan rusak, medan berbatu, maupun jalur semi off-road.

Secara visual, Jetour T1 dan T1 i-DM mengusung DNA desain yang mirip dengan sang kakak, Jetour T2. Garis bodi tegas, fender besar, serta proporsi bodi yang tinggi menciptakan aura SUV petualang yang kuat. Velg alloy 19 inci berdesain two-tone semakin mempertegas kesan premium dan tangguh.

Tak hanya mengandalkan tampang, SUV ini juga telah membuktikan kualitasnya lewat raihan lima bintang ASEAN NCAP dan penghargaan Red Dot Design Award 2024. Bahkan, desain panel bodi depan dan belakang dirancang untuk meminimalkan risiko cedera pejalan kaki saat terjadi benturan.

Kabin Modern dan Fungsional

Masuk ke dalam kabin, nuansa modern langsung terasa. Tata letak dashboard dibuat minimalis dengan fokus pada kemudahan penggunaan. Jetour T1 i-DM dibekali layar sentuh berukuran 15,6 inci, sementara versi bensin menggunakan layar 12,8 inci. Keduanya dipadukan dengan panel instrumen digital 10,25 inci yang menampilkan berbagai informasi kendaraan secara real-time.

Dengan wheelbase mencapai 2.810 mm, ruang kabin terasa lapang untuk lima penumpang dewasa. Khusus T1 i-DM, panoramic sunroof turut menghadirkan kesan lega dan mewah. Menariknya, terdapat 45 ruang penyimpanan yang tersebar di berbagai sudut kabin, menjadikan SUV ini ideal untuk perjalanan jauh maupun aktivitas outdoor.

Dari sisi keselamatan, Jetour menyematkan ADAS Level 2 dengan 13 fitur, termasuk Adaptive Cruise Control, Blind Spot Detection, dan Automatic Emergency Braking.

T1 i-DM PHEV, Bisa Tempuh Hingga 1.200 Kilometer

Daya tarik utama tentu berada pada Jetour T1 i-DM. SUV ini mengombinasikan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine dengan motor listrik dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Mesin bensin ini menghasilkan tenaga 134 hp dan torsi 220 Nm, sementara motor listrik menyumbang tenaga 201 hp dan torsi 310 Nm.

Energi listrik disuplai oleh baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh yang mampu membawa mobil melaju hingga 100 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTC.

Ketika baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, Jetour mengklaim T1 i-DM mampu menempuh jarak hingga 1.200 km. Angka tersebut menjadikannya salah satu SUV PHEV dengan daya jelajah paling impresif di kelasnya.

Pengisian daya cepat juga cukup praktis. Menggunakan fast charger DC dengan konektor CCS2, baterai dapat terisi dari 30% hingga 80% hanya dalam waktu 27 menit. Selain itu, fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW memungkinkan mobil menjadi sumber listrik portabel untuk berbagai perangkat elektronik saat beraktivitas di luar ruangan.

Harga Jetour T1 dan T1 i-DM di Indonesia

Sebagai bagian dari program peluncuran, Jetour memberikan harga spesial untuk 500 konsumen pertama di masing-masing model:

Jetour T1 Bensin: Rp388 juta (harga perkenalan)
Jetour T1 Bensin: Rp408 juta (harga normal)
Jetour T1 i-DM: Rp538 juta (harga perkenalan)
Jetour T1 i-DM: Rp558 juta (harga normal)

JETOUR T1  hadir dengan lima pilihan warna Electroplated Green, Sand Gold, Aviation Silver, Khaki White dan Carbon Crystal Black. Khusus warna eksklusif, Anda bisa siapkan kocek lebih sebesar Rp10 juta.

 

Honda Prelude Hadir di Indonesia, Sport Ikonik Telah Kembali

PT Honda Prospect Motor resmi menyerahkan unit perdana Honda Prelude kepada 20 konsumen pertama di Indonesia dalam sebuah acara eksklusif yang berlangsung di Vault Automotive Museum pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Momen ini menjadi penanda resmi kembalinya salah satu nama paling legendaris dalam sejarah Honda ke pasar otomotif Tanah Air.

Bagi Honda, kehadiran Prelude generasi terbaru bukan sekadar menghidupkan kembali model ikonik dari masa lalu. Lebih dari itu, Honda ingin membawa kembali filosofi berkendara khas mereka yang sporty, emosional, dan menyenangkan ke era elektrifikasi modern.

Sejak pertama kali dibuka pemesanannya, respons konsumen terhadap Honda Prelude terbilang sangat positif. PT Honda Prospect Motor mencatat lebih dari 280 pemesanan datang dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa hingga Palembang, Lampung, Bali, Lombok, Banjarmasin, sampai Makassar.

Menariknya, para pemesan Prelude berasal dari berbagai generasi usia. Hal tersebut menunjukkan bahwa karakter sporty dan emotional driving yang dimiliki Prelude masih mampu menarik perhatian pecinta otomotif lintas generasi.

President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka mengatakan bahwa Honda Prelude terbaru menjadi representasi bagaimana Honda mempertahankan DNA berkendara khas mereka di tengah perkembangan teknologi elektrifikasi.

Menurutnya, teknologi seharusnya tidak menghilangkan sensasi emosional di balik kemudi yang selama ini menjadi ciri khas mobil-mobil Honda.

Salah satu teknologi unggulan yang disematkan pada Honda Prelude terbaru adalah fitur S+ Shift. Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan sensasi berkendara hybrid yang lebih sporty dan imersif.

Sistem tersebut mampu memberikan respons akselerasi yang lebih presisi, lengkap dengan karakter berkendara yang terasa lebih emosional dan menyenangkan. Honda ingin memastikan pengalaman mengemudi tetap terasa hidup meski kendaraan sudah memasuki era elektrifikasi.

Sebagai sport hybrid modern, Honda Prelude juga menawarkan kombinasi antara performa dan efisiensi. Karakter coupe sporty yang menjadi identitas Prelude sejak generasi awal tetap dipertahankan, namun kini dikemas dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan modern.

Untuk memberikan rasa aman kepada konsumen, Honda membekali Prelude dengan garansi kendaraan selama 3 tahun atau 100.000 kilometer. Selain itu tersedia pula garansi baterai tegangan tinggi selama 8 tahun atau 160.000 kilometer.

Tak hanya itu, konsumen juga mendapatkan paket perawatan Prima+ selama 4 tahun atau 50.000 kilometer.

Seluruh layanan tersebut didukung jaringan dealer resmi Honda di Indonesia yang telah dipersiapkan untuk menangani kendaraan elektrifikasi.

Acara serah terima ini sekaligus menjadi pembuka dari gelaran “Honda Culture at Vault Automotive Museum”, sebuah pameran kurasi khusus yang menampilkan perjalanan sejarah Honda melalui model-model ikonik, budaya balap, filosofi engineering, hingga evolusi karakter berkendara Honda dari masa ke masa.

Melalui kehadiran Honda Prelude terbaru, Honda ingin membuktikan bahwa era elektrifikasi tidak harus menghilangkan rasa menyenangkan saat berkendara. Justru teknologi modern dapat menjadi cara baru untuk menghadirkan kembali koneksi emosional antara mobil dan pengemudinya.

Honda Prelude 2026 resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp.974.900.000,- (On The Road Jakarta). Mobil sport hybrid legendaris ini sangat diminati dan kuota awalnya dilaporkan sudah habis dipesan. Untuk informasi ketersediaan unit terbaru atau test drive, Anda dapat mengunjungi Honda Indonesia

Geely Okavango Bakal Masuk Pasar SUV Indonesia?

Tak semua konsumen cocok atau berminat dengan mobil listrik. Peminat mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) masih jauh lebih banyak. Oleh sebab itu Geely Auto Indonesia (GAI) saat ini tengah mempersiapkan untuk memboyong salah satunya ke Tanah Air.

Banyak prediksi yang beredar seputar model mobil apa yang nantinya dibawa pabrikan otomotif asal China tersebut. Salah satu nama yang muncul adalah Geely Okavango. Namanya diadopsi dari padang savannah di Afrika yang kondang dengan wisata safari.

SUV berkapasitas tujuh penumpang ini sejak tahun lalu namanya telah terdaftar dalam database kekayaan intelektual (PDKI) dengan nomor IDM001344365. Walau belum ada pengumuman resmi dari pihak Geely, langkah tersebut menjadi wujud kesiapan dari sisi legalitas untuk memasarkan model tersebut di Tanah Air. Lantas seperti apa sisi keunggulan yang ditawarkan Okavango?

SUV 7-Seater Yang Ideal

Geely Okavango posturnya terbilang cukup bongsor dengan panjang 4.860 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.770 mm. Jarak sumbu roda yang cukup panjang yakni mencapai 2.825 mm mengindikasikan ruang kabin yang lumayan lapang.

SUV yang dipasarkan di China pakai label Haoyue ini ternyata kembaran dari Proton X90 yang dipasarkan di Malaysia. Lebih tepatnya, Proton X90 adalah versi rebadge dari Geely Okavango. Platform bodi serta mesin yang digunakan sama, cuma sedikit perbedaan gaya tampilan dan fitur.

Tampilan eksteriornya terlihat modern dan elegan dengan grille ukuran extra besar. Lampu depan dan belakang pakai LED. Kaca spion pun sudah model lipat elektrik. Pintu bagasi juga sudah model bukaan elektrik.

Elemen pendongkrak gaya tampilan seperti antena shark fin, roof rail, spoiler belakang, serta pelek berukuran 18 inci menguatkan aura SUV keluarga yang stylish dan sporty.

Dengan konfigurasi 2-3-2, kabin Okavango bisa memuat tujuh penumpang dewasa. Jok dikemas ala SUV mewah dengan material kulit berpola jahitan diamond serta lekuk dessin yang ergonomis. Pengemudi pun dapat mengatur posisi duduk dengan mudah berkat pengaturan elektrik.

Jika butuh ruang extra untuk membawa barang bawaan yang lebih banyak, jok belakang bisa dilipat dengan konfigurasi 50:50 untuk meningkatkan volume ruang bagasi.

Kenyamanan selama perjalanan ditunjang sistem pendingin udara triple-zone otomatis, lengkap dengan ventilasi di setiap baris. Hawa sejuk merata ke seluruh ruang kabin.

Pada dashboard berdesain minimalis namun elegan terpampang layar sentuh 12,3 inci dengan konektivitas Mirror Link dan Bluetooth. Panel instrumen digital berukuran sama di balik kemudi menampilkan informasi berkendara dengan lengkap.

Geely Okavango juga dilengkapi panoramic sunroof, tombol start/stop, keyless entry, port USB, serta power outlet 12 volt yang jadi fitur wajib pada SUV premium masa kini. Masih ditambah dengan wireless charging smartphone. Fitur yang lengkap dan sesuai kebutuhan penggunanya.

Fitur Berkendara Lengkap

Fitur keselamatan dan bantu berkendara yang dibekalkan pada Okavango pun cukup lengkap. SUV ini memiliki enam airbag, sistem pengereman ABS, electronic stability control, serta ISOFIX untuk kursi balita.

Fitur berkendara esensial seperti hill-hold control, hill-descent control, sensor parkir, kamera 360 derajat, tire pressure monitoring system hingga fitur anti-theft (anti maling) dan pengingat pintu terbuka terdapat pada Okavango.

Paket sistem bantuan berkendara terpadu Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dibekalkan pun cukup lengkap. Fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), Rear Cross Traffic Alert, dan Automatic Emergency Braking (AEB) meningkatkan kualitas keselamatan berkendara dalam setiap perjalanan.

Performa Mesin Hybrid Efisien

Di sektor performa, Geely Okavango dibekali  mesin bensin 1.5 liter turbocharged dengan modul mild hybrid 48V. Output tenaga yang dihasilkan mencapai 190 hp dengan torsi puncak 300 Nm. Transmisi pakai versi automatic dual-clutch (DCT) 7-speed.

Pengemudi pun dapat memilih opsi mode berkendara sesuai kebutuhan, yakni Sport, Eco dan Comfort.

Untuk ukuran SUV 7-seater, konsumsi BBM Okavango diklaim cukup irit yakni mencapai 6,6 liter/100 km atau sekira 15 km per liter.

Guna menunjang kenyamanan dan stabilitas berkendara, suspensi depan menggunakan MacPherson strut, dan di belakang pakai jenis multi-link.

Bakal Segera Masuk Indonesia?

Geely Okavango ternyata sudah lebih dulu dipasarkan di Filipina dalam dua varian, yakni Elite AT (standar) dan Urban Plus yang fiturnya lebih lengkap.

Harga jualnya mulai dari 1.368.000 Peso hingga 1.765.000 Peso, atau sekira Rp 386 jutaan sampai Rp 498 jutaan. Sesuai regulasi terbaru di Filipina, Okavango masuk kategori mobil hybrid yang mendapatkan insentif pajak.

Sementara saudara kembarnya di Malaysia yakni Proton X90 (2026) dibanderol mulai dari 106.800 Ringgit – 122.800 Ringgit. Lebh kurang sekira Rp 473 jutaan hingga Rp 544 jutaan.

Jika nantinya Okavango resmi dipasarkan di Indonesia, harga jual yang kompetitif jadi pertimbangan yang harus digodok oleh GAI agar dapat bersaing dengan kompetitor. Kita tunggu kemunculannya…

Changan Automobile Perkenalkan Teknologi BlueCore Hybrid

Kendaraan elektrifikasi saat ini mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hanya saja, saat ini masih banyak yang enggan beralih dari kendaraan peminum BBM ke mobil listrik. Teknologi hybrid jadi jembatan yang relevan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tapi masih bisa mampir SPBU.

China Changan Automobile Group sangat mrmahami hal tersebut. Selain memproduksi mobil listrik bertenaga batetsi (BEV), mesin hybrid pun terus dikembangkan sebagai penyeimbang. Teknologi terbaru BlueCore HEV pun resmi diperkenalkan sebagai gebrakan baru. Seperti apa teknologimya?

BlueCore HEV

BlueCore HEV merupakan solusi teknologi mesin hybrid cerdas dengan konsumsi energi yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Pengembangan teknologi ini butuh waktu enam tahun dengan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga ahli. Dengan memanfaatkan 163 jenis teknologi, riset BlueCore HEV menelan dana investasi 2 miliar Yuan atau sekira Rp 5 trilyun.

Untuk menghasilkan konsumsi BBM yang lebih efisien, sistem ini memanfaatkan mesin hybrid dengan sistem suplai bahan bakar direct injection bertekanan tinggi yakni 500 Bar. Teknologi ini merupakan yang pertama di dunia menggunakan sistem injeksi BBM bertekanan sangat tinggi.

Fungsi mesin bermotor bakar ini sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Jadi mesin tidak terhubung langsung ke roda.

Sebagai penggerak roda, BlueCore HEV menggunakan motor listrik berdaya tinggi dengan fluks magnet besar. Sedangkan pasokan energi listrik bersumber dari baterai berperforma tinggi yang dilengkapi sistem kontrol cerdas berbasis AI. Sistem hybrid terbaru ini tidak memerlukan sumber daya listrik eksternal untuk pengisian daya baterai.

Pada prototype teknologi BlueCore HEV, desain ruang bakar pada mesin mengalami penyesuaian. Untuk mengimbangi tekanan semprotan injeksi BBM yang sangat tinggi, rasio kompresi ruang bakar dirancang di angka 16:1. Agar getaran dan suara knalpot serta emisi gas buang yang dihasilkan cukup rendah, 30% gas buang yang dihasilkan diresirkulasi pada penyaring sistem exhaust.

Motor listrik penggerak P3 yang digunakan dilengkapi 3V high magnetic flux steel yang mampu menghasilkan efisiensi gerak hingga 98.1%! Bahkan putaran motor listrik mampu mencapai 2000 rpm dengan output 180kW (241 hp). Bobotnya pun relatif ringan, hanya kisaran 18.1 kg.

Sebagai sumber pasokan daya listrik, dipercayakan pada baterai ternary lithium berdaya 1.7kWh. Sementara sistem kendali kinerja motor listrik dan mesin memanfaatkan 6 MCU chip berperforma tinggi dengan software berbasis AI.

Chip dapat melakukan operasi pengaturan akselerasi motir listrik, deteksi dan kalkulasi perilaku mengemudi dan masih banyak lagi. semua dilakukan dalam hitungan milidetik!

Hasil Uji Menakjubkan

Serangkaian pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan durasi jarak lebih dari 2 juta kilometer, lebih dari 70 uji jalan khusus, 350 jam uji statis tanpa henti, serta lebih dari 1.000 jam uji dalam kondisi ekstrem.

Uji jalan nyata pun dilakukan bersama media dan pengguna. Hasil uji pada BlueCore HEV mampu melampaui performa kendaraan hybrid sejenis.

Pada uji statis, dikatakan efisiensi thermal mampu mencapai angka tertinggai 44.28%. Sedangkan efisiensi thermal rata-rata di angka 40.9%. Pada uji jalan, hasilnya bahkan lebih baik lagi yakni 56.3%.

Pada uji jalan kondisi nyata di dalam kota, sedan Eado HEV yang dilengkapi sistem hybrid BlueCore cuma butuh 2.98 liter BBM untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan SUV CS75 HEV mengkonsumsi 3.54 liter bensin untuk jarak 100 km. Kombinasi BBM rata-rata kombinasi dalam kota dan tol pun masih terbilang irit, yakni 4.67 L/100 km.

BlueCore HEV merupakan teknologi hybrid generasi baru yang menjadi langkah strategis Changan Automobile dalam menghadirkan solusi mobilitas global. Sistem ini dirancang untuk mendefinisikan ulang mobilitas hybrid yang efisien. Mobil terbaru apa saja yang akan dibekali teknologi ini nantinya? Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat.

 

Baru Perkenalan, Changan Akan Pasarkan Deepal SO5 REEV di Tanah air

Setelah sukses menggebrak pasar otomotif Indonesia dengan mobil listrik Deepal S07 dan Lumin EV, Changan Automobile kembali menyiapkan mobil terbarunya.

Sebagai menu pembuka, pabrikan otomotif asal China ini memperkenalkan SUV Deepal S05 REEV. Debut perkenalan yang dilakukan di Jakarta pada Rabu, (9/4) kemarin menandai keseriusan Changan Automobile dalam berekspansi dan menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia Karena masih tahap tes pasar, info spesifikasinya belum diungkap secara utuh.

Ini baru satu model, dan masih ada model lainnya yang akan menyusul diperkenalkan. Hal tersebut diamini oleh Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia yang memberi sedikit petunjuk jika tahun ini Changan bakal memboyong tiga model baru ke Indonesia.

“Kami melihat peluang yang positif seiring pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Setelah menghadirkan Changan Lumin dan Deepal S07, kami siap memperkenalkan tiga model baru secara bertahap hingga akhir tahun ini untuk perluas portofolio Changan di Tanah Air dan memberikan pilihan lebih bagi konsumen,” papar Setiawan Surya.

Gaya Semi Futuristik

Deepal S05 REEV mengusung filosofi desain “Symbiotic Aesthetics”, yang memadukan elemen estetika dan fungsi secara imbang.

Secara sepintas, desain tampilan Deepal S05 REEV terlihat tak jauh beda dari Deepal S07. Postur bodinya yang memiliki panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm dan jarak wheelbase 2.880 mm, sedikit lebih compact dari Deepal S07.

Kesan semi futuristik dan premium diperkuat dengan lampu depan dan belakang LED berdesain ramping, frameless doors serta electric door handles yang menyatu dengan bodi. Desain bodi yang sporty kian terlihat eyecatching dengan velg alloy 18-inci.

Faktor gaya aerodinamika juga menjadi perhatian. Terlihat dari penggunaan sirip diffuser pemecah angin yang menghasilkan koefisien hambatan udara minim yakni 0,25 Cd. Untuk sebuah SUV, angkanya terbilang cukup impresif. Gaya aerodinamika yang makin sempurna berdampak pada stabilitas berkendara dan efisiensi konsumsi energi.

Sebagai catatan, desain mobil ini berhasil mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan Germany iF Design Award 2025. Jadi kualitasnya tak perlu lagi diragukan.

Jarak Jelajah Jadi Keunggulan

Berhubung info seputar spek mobil ini bikin penasaran, kami pun menelisik ke daratan Eropa. Ya, Changan Deepal S05 di Benua Biru ada dua versi yang juga bakal beredar tahun ini pada Mei 2026 mendatang yakni versi EV dan REEV.

REEV atau Range Extender Electric Vehicle (REEV) memanfaatkan mesin motor bakar sebagai generator yang akan mengisi energi baterai. Jadi tidak terhubung langsung ke roda. Sistem penggerak utamanya adalah motor listrik. Teknologi ini menyuguhkan rasa berkendara yang senyap seperti mobil listrik, tapi tak perlu sering mampir SPKLU untuk mengecas baterai. Dengan demikian, lebih fleksibel dan praktis dibandingkan mobil listrik biasa.

Deepal S05 REEV di pasar Eropa dibekali sistem Ultra Hybrid yang memadukan mesin bensin 1.5-liter bertenaga 79 hp sebagai generator dengan motor listril penggerak beroutput 234 hp. Sistem REEV ini output kombinasinya mencapai 258 hp.

Berbekal baterai 18.4 kWh, jarak jelajah pada mode EV mengandalkan energi baterai bisa mencapai 100 kilometer. Untuk mode hybrid, jarak jelajah maksimumnya 1.000 kilometer! Lebih dari cukup untuk menunjang mobilitas harian dalam kota maupun perjalanan anyar kota jarak jauh.

Dengan fast charger DC beroutput hingga 55 kW, pengecasan daya dari 30% hingga 80% cuma butuh waktu 15 menit! Wuih, sangat efisien. Mobil ini juga dilengkapi fitur berbagi daya vehicle to load (V2L) yang memanfaatkan energi listrik baterai untuk perangkat kelistrikan eksternal. Mirip genset mini

Gak sabar lagi untuk menantikan peluncuran resmi Deepal S05 REEV bukan? Sabar, pihak Changan Automobile sedianya akan resmi meluncurkan dan memasarkan paling cepat pada semester kedua tahun 2026. Jadi, kita tunggu saja tanggal tayangnya…

Alfa Romeo Junior Bianco Edizione Sambut Musim Semi di Jepang

Alfa Romeo mungkin sebatas brand “tamu” di Jepang. Tapi peminatnya ternyata cukup banyak, terutama para Alfisti garis keras. Menyambut datangnya musim semi di Jepang, Alfa Romeo menghadirkan model edisi terbatas, Alfa Romeo Junior “Edizione Bianco”. Eksklusif cuma beredar di Jepang dalam jumlah terbatas, yakni hanya 120 unit.

Tampilannya terinspirasi dari bulir salju yang menghiasi kelopak bunga Ohka atau dikenal dengan Sakura, yang mulai bermekaran di awal musim semi pada bulan Maret.

Sekujur bodi berlabur warna putih Bianco mengesankan warna salju. Agar tampil kian sporty, aksen serat karbon disematkan pada sirip splitter depan, spion hingga kisi honeycomb “Leggenda” pada grille scudetto khas Alfa Romeo. Bahkan desain gantungan kunci pun khusus dengan motif serat karbon.

Dudukan plat nomor depan berbahan serat karbon posisinya masih di sisi kiri grille yang jadi ciri khas mobil di Italia dan kota Milan.

Untuk model Alfa Romeo Junior reguler di Eropa dan sejumlah negara lainnya sudah ganti posisi dudukan plat nomor. Soal plat nomor akan kita bahas nanti.

Tampilan eksterior makin keren dengan velg aluminium alloy 18-inci model lima lubang dengan desain mirip kelopak bunga Sakura. Nuansa two tone brush crome dan black gloss pada velg kontras dengan warna bodi.

Kemasan interior pun  tak kalah atraktif. Jok berbalut kulit Techno dipadukan dengan bahan kain nan lembut. Terinspirasi gaya khas mobil Alfa Romeo era ’60-’70-an. Jok depan dilengkapi penghangat sesuai iklim di Jepang yang cukup dingin di musim semi.

Pada dashboard terpampang panel layar ganda 10.25-inci yang terintegrasi dengan sistem infotaintment, ADAS dan kontrol AC otomatis. Wireless charging pad dan Drive Selector tampil dengan gaya khas mobil Alfa Romeo modern. Warna warni tata cahaya ambient light di kabin dan sistem audio dengan 6 speaker bikin suasana berkendara kian syahdu.

Sektor performa masih tetap spek standar dengan mesin Ibrida 3-silinder mild-hybrid 1.2-liter. Output tenaganya 134 hp dengan torsi puncak 230 Nm. Mobil berpenggerak roda depan (FWD) ini dilengkapi transmisi automatic dual-clutch 6-speed.

Dengan label harga ¥4.990.000 (Rp 537 jutaan), Bianco Edizione ¥640.000 (Rp 69 jutaan) lebih mahal dari varian entry-level Core yang mesinnya sama. Namun demikian, masih lebih murah ¥90.000 (Rp 9,7 jutaan) di bawah varian teratas Intensa.

Alfa Romeo Junior Rubah Posisi Plat Nomor

Ada kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pihak pabrikan, yakni merubah posisi dudukan plat nomor. Hal tersebut terkait adanya perubahan desain plat nomor di kawasan Uni Eropa ternasuk Italia. Bentuk plat nomor kini diseragamkan menjadi lebih ramping memanjang dengan ketinggian plat nomor lebih rendah dari sebelumnya.

Rencana perubahan posisi dudukan plat nomor ini sebenarnya sudah diumumkan secara resmi oleh kepala desain Alfa Romeo, Alejandro Mesonero-Romanos, pada tahun 2024. Alasannya berkaitan dengan regulasi keselamatan pejalan kaki. Bilamana terjadi benturan depan, posisi plat nomor persis mengenai lutut pejalan kaki sehingga berisiko menyebabkan cidera serius.

Di lingkup studio desain dan para petinggi Alfa Romeo sendiri terjadi perdebatan terkait estetika dan urgensi perubahan posisi dudukan plat nomor tersebut.

Selama ini mobil Alfa Romeo khas dengan posisi plat nomor depan yang bertengger di samping bumper atau grille. Walau berat hati dan sebenarnya tak sepakat, pabrikan pun terpaksa mengikuti regulasi yang berlaku. Namun demikian, mobil di kota Milan masih banyak yang pakai plat nomor model lama. This is Milan…!

Alfa Romeo Junior menjadi model pertama yang ganti posisi dudukan plat nomor. Alfa Romeo Tonale facelift juga akan menyusul dalam waktu dekat.

Alfa Romeo Junior di Jepang masih pakai dudukan plat nomor model lama di samping. Alasannya, ukuran plat nomor di Jepang lebih besar dan tinggi seperti plat nomor model lama di Milan dan juga di AS.

Jika dipasang di tengah bumper, plat nomor akan menghalangi sensor ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems) yang fungsinya penting untuk keselamatan berkendara. Oleh sebab itu, posisi plat nomor pada mobil Alfa Romeo di Jepang masih tetap pakai model lama.

Di Australia meskipun sebagian besar sudah pakai plat nomor model ramping ala Eropa, tapi untuk Alfa Romeo masih tetap pakai plat nomor samping. Hal tersebut terkait kendala teknis, jadi ada pengecualian.

Saat ini mobil Alfa Romeo di Eropa hanya Giulia dan Stelvio yang masih pakai dudukan plat nomor di samping bumper depan. Hmm… mungkin sembari menunggu ganti model generasi baru.

Mobil Hybrid Dominasi Penjualan Toyota di IIMS 2026

Perhelatan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada 5-15 Februari lalu menjadi stimulus pendongkrak angka penjualan bagi sejumlah pabrikan otomotif.

Hal tersebut dirasakan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang mencatatkan total 2.793 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama gelaran IIMS 2026. Meningkatnya minat pasar Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan berdampak pada penjualan lini kendaraan elektrifikasi Toyota. Dari seluruh capaian penjualan selama IIMS 2026, jenis kendaraan elektrifikasi menyumbang hingga 42,6 persen. Segmen MPV pun mendominasi penjualan kendaraan Toyota.

Mobil Hybrid Laris Manis

Kijang Innova Zenix Hybrid EV, masih jadi model terlaris dengan 615 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).  Sebagai pendatang baru, Veloz Hybrid EV pun sukses memikat para konsumen dengan total pesanan 381 unit. Kehadiran varian hybrid pada Veloz terbukti efektif dalam mempopulerkan teknologi elektrifikasi ke kalangan konsumen yang jauh lebih luas di Tanah Air. Hal tersebut terlihat dari minat konsumen yang tinggi terhadap low MPV ini. Dalam waktu tiga bulan sejak World Premiere, Veloz Hybrid EV terjual sebanyak 5.000 unit.

Vice President Director Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, mengungkapkan apresiasinya terhadap respon pasar yang tetap dinamis walau tengah dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit dan menantang saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan pelanggan setia Toyota dan seluruh pengunjung IIMS 2026. Di tengah pasar yang cenderung stagnan, masyarakat masih memilih Toyota sebagai solusi mobilitas yang diandalkan. Terlihat dari sambutan yang luar biasa positif terhadap solusi elektrifikasi terbaru Toyota yang disiapkan untuk lebih banyak kalangan. Dengan pesanan lebih dari 5.000 unit hanya 3 bulan setelah world premiere, Veloz Hybrid EV kembali memperlihatkan popularitasnya dengan raihan 381 SPK di Iims 2026,” terang Henry.

Meskipun lini hybrid tengah jadi primadona, kendaraan bermesin konvensional pun tetap tak kehilangan pangsa pasarnya. Tiga model non-hybrid masuk lima besar mobil terlaris, yakni Kijang Innova (309 SPK), Avanza (306 SPK), dan Calya (259 SPK). Capaian tersebut menunjukkan pasar Indonesia masih imbang, antara kebutuhan terhadap mobil keluarga yang praktis dan terjangkau dengan mobil berteknologi elektrifikasi.

Optimisme Toyota di Tahun 2026

Selain meraih sukses di capaian penjualan, Toyota juga memperoleh dua penghargaan bergengsi di IIMS 2026, yakni kategori Best Low MPV untuk Veloz Hybrid EV dan Best Hatchback untuk GR Corolla.

Kedua anugerah penghargaan tersebut jadi penanda bahwa nilai Quality, Durability, dan Reliability (QDR) yang menjadi pilar utama Toyota tetap relevan dengan karakter para konsumen lintas segmen maupun generasi.

Ketiga pilar tersebut sejalan dengan strategi multi-jalur (multi-pathway) yang dijalankan Toyota guna menghadapi tantangan pasar otomotif domestik, regional maupun global. Oleh sebab itu, Toyota berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan solusi mobilitas yang lengkap dalam memenuhi beragam kebutuhan masyarakat Indonesia serta turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan pengurangan emisi nasional.

Sebagai catatan, kesuksesan Veloz Hybrid EV tak terlepas dari sejumlah sorotan sebagian kalangan masyarakat serta para pemerhati otomotif. Label harga Veloz Hybrid yang di kisaran Rp 299-390 jutaan head-to head dengan berbagai mobil listrik murni (Battery EV) maupun hybrid asal China yang tengah naik daun.

Dari segi value for money, produk mobil dari brand asal China menawarkan ragam teknologi dan fitur keselamatan aktif yang lebih lengkap, tampilan lebih mewah serta performa dan baterai lebih besar pada rentang harga Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan yang setara dengan Veloz Hybrid EV.

Namun demikian, Toyota tetap percaya diri serta optimis bahwa brand awareness dan citra produk Toyota sudah melekat kuat di kalangan masyarakat Tanah Air.  Ditambah lagi dengan kekuatan jaringan purnajual yang luas dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia serta nilai jual kembali yang stabil menjadi keunggulan dan daya tawar kuat untuk menghadapi kompetitor.