Toyota GR 86, Tampil Sexy di Motomobi Karnaval 2026

Di event Motomobi Karnaval 2026, Toyota GR 86 menjadi pusat perhatian pengunjung. Bodi sport coupe yang satu ini memang sexy dan amat menggoda.

Toyota GR 86 bukan sekadar gimmick gaya dua pintu ala mobil balap. Ini mobil sport tulen racikan GAZOO Racing yang siap buat dipacu di sirkuit balap.

Interior mobil ini pun tak kalah menggoda. Dengan kenyamanan dan kemewahan yang berpadu dengan kesan sporty, Anda dijamin bakal betah berada di kokpitnya.

Jok sport model bucket yang khas sangat ergonomis dan mendekap kuat tubuh Anda. Bahkan ketika tubuh yerasa terhempas saat sedang melesat kencang, jok menopang punggung dan kepala dengan nyaman.

Pada dasbor terpasang layar touchscreen 8-inci yang dilengkapi fitur multimedia dan konektifitas ponsel. Layar instrumen berukuran 7 inci desainnya ala sport retro. Sistem audio lansiran JBL yang disematkan pun dijamin bikin aksi berkendara makin penuh gelora.

Kualitas udara kabin Toyota GR 86 ini pin terjaga berkat fitur Air Purifier. Udara kabin dijamin fresh dan bebas debu. Kabin pun dilengkapi 7 Airbag yang akan melindungi saat terjadi benturan.

Performa Menggelora

Sport coupe berpenggerak roda belakang (RWD) ini keistimewaannya ada di balik bonnetnya. Sebongkah mesin boxer 4-silinder 2.387 cc, DOHC, 16-katup yang terbenam di sasis depan. Output tenaga maksimumnya 232 hp yang bergasing pada 7.000 rpm. Torsi maksimum sebesar 250 Nm dicapai di 3.700 rpm yang relatif rendah. Penyaluran tenaga dan torsi ke roda untuk meningkatkan traksi ditunjang oleh Torsen Limited-Slip Differential.

Jadi jangan heran jika tarikannya terasa sangat responsif. Akselerasi 0-100 km/jam dicapai pada rentang 5,4 detik. Lebih gesit dari generasi sebelumnya di angka 7,4 detik.

Opsi transmisi ada dua jenis yakni manual 6-speed dan automatic 6-speed. Bagi yang ingin merasakan performa yang menggelora secara paripurna, pilih mode Sport atau Track. Kaki dijamin enggan lepas dari pedal gas. Bejek terus dan terus hingga rebah.

Kapasitas tangki BBM Toyota GR 86 ini 50 liter. Namun disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan kandungan oktan RON 98 atau lebih.

Konsumsi bahan bakar untuk dalam kota di kisaran 9,3 – 9,6 km per liter. Untuk di jalan tol dan luar kota kisaran 12,75 – 13 km per liter. Cukup ekonomis untuk sebuah mobil sport coupe.

Toyota GR 86 2.4L M/T bertransmisi manual label harganya Rp 1,052 milyar. Sedangkan tipe A/T (transmisi automatic), harganya Rp 1,09 milyar. Seluruhnya harga OTR Jakarta.

Toyota GR Yaris Incar Kaum Muda di Motomobi Karnaval 2026

Di antara deretan mobil yang ada dalam event Motomobi Karnaval 2026, tatapan mata para kawula muda tertuju pada Toyota GR Yaris.

Mungkin ini salah satu yang paling hot dan bikin gagal paham. Mobil yang dipasarkan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Toyota di Indonesia ini bukanlah city car hatchback ‘biasa’. Hatchback nan sexy ini dikembangkan oleh tim Toyota GAZOO Racing (TGR). DNA mobil rally dan sederet teknologi canggih yang disematkan membuat karakternya jadi sangat berbeda dari Yaris biasa.

Body kit ala mobil rally yang disematkan memang peningkat gaya aerodinamika sungguhan dan jadi ciri pembeda. Bumper depan dan belakang, side skirt, fender serta sayap spoiler besar di buritan bikin postur GR Yaris lebih kekar. Postur bodi GR Yaris pun lebih lebar dan lebih ceper. Desain pelek pun beda. Satu hal yang tak banyak terekspose, atapnya berbahan serat karbon.

Dengan opsi warna Platinum White Pearl MC, Precious Black, Precious Metal dan Emotional Red dijamin bikin mobil ini jadi pusat perhatian di jalanan.

Kabin Sporty

Interiornya dikemas dengan gaya sporty plus sentuhan kemewahan ala mobil Eropa. Jok sport model semi-bucket memeluk tubuh dengan pas dan nyaman. Walau posisi duduknya agak rendah, tapi bisa disetel. Visibilitas ke arah depan cukup leluasa berkat kaca depan yang agak lebar. Nah, ciri khas lain dari GR Yaris adalah desain setir model D-cut ala mobil sport. Sejumlah tombol fungsi berkendara ada pada setir.

Desain dashboard yang melengkung cukup unik. Layar sentuh 8 inci penampil fungsi multimedia dan fitur berkendara dilengkapi konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Tampilan layar instrumen digitalnya pun informatif dan dapat dilihat dengan jelas. Desain kokpit bagian depan memang dirancang untuk menunjang kenyamanan serta kenikmatan mengemudi. Cocok jadi mobil harian bagi para kawula muda aktif dan dinamis.

Mesin Menggelora

Aspek paling greget dari Toyota GR Yaris adalah mesin bensin 3-silinder 1.6L turbo G16GE-GTS. Upgrade piston set dan katup mesin serta sensor air intake jenis baru plus setting ulang nozzle sistem injeksi BBM bikin performa kian menggelora.

Dibandingkan versi pre-facelift, performa GR Yaris meningkat cukup signifikan. Output tenaga naik dari 258 hp jadi 301 hp. Torsinya pun melejit dari 360 Nm jadi 400 Nm. Bikin kaki ingin selalu menginjak pedal gas hingga rebah. Kami sangat suka turbo!

GR Yaris dilengkapi Drive Mode yang dapat dipilih sesuai karakter dan kebutuhan. Pilih mode Normal dan Eco untuk pengendaraan harian. Jika ingin karakter yang lebih agresif serta bisa merasakan totalitas performa, pindah ke mode Sport.

Untuk sistem penggerak GR-FOUR AWD, ada tiga mode berkendara dengan karakter yang berbeda. Normal untuk distribusi tenaga dan traksi berimbang pada penggunaan harian, Gravel untuk medan semi off-road, dan mode Track adalah yang paling agresif.

Sebagai catatan, performa GR Yaris baru bisa optimal jika minum bensin dengan oktan tinggi seperti Pertamax Turbo.

Soal keselamatan berkendara, GR Yaris dibekali sistem ADAS terpadu Toyota Safety Sense (TSS) yang bikin hati tenang. Fiturnya lengkap, mulai dari Pre-Collision System, Lane Departure Alert, Adaptive Cruise Control dan masih banyak lagi.

Toyota New GR Yaris hadir dalam dua opsi transmisi. Label harganya pun beda. Versi bertransmisi 6-speed Intelligent Manual Transmission (6iMT), harganya mulai dari Rp 1,15 miliar. Cocok bagi penyuka injak tiga pedal dengan respon performa yang reaktif.

Bagi penyuka dua pedal, siapkan dana Rp 1,98 miliar untuk versi 8-speed GAZOO Racing Direct Automatic Transmission.

Ini bukan citycar hatchback biasa. Ini Gazoo Racing bro!

Audi Indonesia Luncurkan The New Audi S3 Bertenaga 328 Hp

Audi Indonesia kembali mempertegas eksistensinya di segmen sedan performa dengan menghadirkan The New Audi S3. Model terbaru ini menjadi evolusi signifikan dari lini Audi Sport, dengan peningkatan menyeluruh pada desain, performa, serta teknologi yang semakin presisi dan personal.

Mengusung mesin 2.0 TFSI terbaru, The New Audi S3 mampu menghasilkan tenaga hingga 328 hp dan torsi 420 Nm. Angka tersebut memungkinkan akselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 4,7 detik saja. Menjadikannya salah satu sedan compact performa tinggi paling kompetitif di kelasnya.

Desain Lebih Tajam, Aura Sporty Semakin Kuat

Secara visual, Audi S3 terbaru tampil lebih agresif berkat sentuhan desain S line yang lebih tegas. Grille singleframe frameless kini hadir dengan struktur baru yang lebih tajam, dipadukan dengan air intake besar serta elemen berbentuk L yang memperkuat identitas sporty khas Audi.

Bagian belakang semakin atraktif dengan empat tailpipe ikonik model S. Selain itu, Audi menghadirkan inovasi digital daytime running lights dengan empat pilihan signature, memberikan kebebasan personalisasi tampilan sesuai karakter pengemudi.

Performa Lebih Presisi dengan Teknologi Canggih

Peningkatan terbesar hadir pada aspek dinamika berkendara. Sistem quattro all-wheel drive kini dipadukan dengan teknologi torque splitter, yang memungkinkan distribusi torsi aktif di roda belakang. Hasilnya adalah handling yang lebih lincah, stabil, dan presisi, baik saat menikung maupun melaju dalam kecepatan tinggi.

Transmisi 7-speed S tronic yang telah disempurnakan juga memberikan respons lebih cepat dan halus. Pengalaman berkendara semakin optimal melalui Audi drive select dengan enam mode, termasuk dynamic plus untuk sensasi berkendara paling agresif.

Tak hanya itu, progressive steering yang lebih responsif serta peningkatan sistem suspensi dan sasis memastikan keseimbangan antara kenyamanan dan performa. Sistem pengereman juga diperkuat dengan disc brake ventilasi berukuran lebih besar di bagian depan.

Interior Digital dan Berorientasi Pengemudi

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa melalui kombinasi material berkualitas tinggi dan teknologi digital terkini. Audi virtual cockpit plus dan layar sentuh 10,1 inci dengan MMI Navigation plus menghadirkan konektivitas yang seamless.

S sport seats dengan desain ergonomis memberikan kenyamanan optimal, bahkan dalam perjalanan jauh. Ambient lighting yang lebih ekspresif juga memperkuat kesan modern dan personal.

The New Audi S3 dilengkapi berbagai fitur keselamatan canggih seperti Lane Departure Warning, Surround View Camera, Side Assist dengan Exit Warning, serta Rear Cross-Traffic Assist.

Di Indonesia, model ini dipasarkan dengan harga Rp1,698 miliar (OTR Jakarta). Audi juga menawarkan layanan purna jual lengkap, termasuk servis hingga 3 tahun atau 90.000 km, garansi 2 tahun tanpa batas kilometer, serta Emergency Roadside Assistance 24 jam.

Dengan kombinasi performa, teknologi, dan desain progresif, The New Audi S3 menjadi representasi baru sedan sport compact yang lebih presisi, dinamis, dan personal.

Membelah Aspal Sirkuit Mandalika Bersama Produk Toyota GR Pure

Tempat paling tepat untuk menikmati karakter sesungguhnya dari produk of Gazoo Racing (GR), ialah di sirkuit balap yang sesungguhnya. Masih menjadi rangkaian dari event Eco Journey & GR Trackday, PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengajak sejumlah jurnalis yang merasakan lini produk lengkap GR Pure, secara langsung di Sirkuit Mandalika.

Dalam area uji coba yang memadai, membuat semua peserta dapat memaksimalkan performa dari setiap unit GR Pure yang disediakan. Aktivitas trackday ini memperlihatkan bahwa Toyota tidak hanya andal dalam menciptakan mobil yang nyaman dengan efisiensi mesin tinggi, namun juga kendaraan berperforma tinggi.

Lini Produk Lengkap

“Gazoo Racing memiliki misi untuk menciptakan kendaraan performa tinggi yang menarik untuk dikendarai oleh siapa saja. Ajang motorsport dijadikan sebagai proving ground untuk menguji dan menyempurnakan teknologi, sebelum diimplementasikan ke model produksi,” ujar Hiroyuki Oide, Marketing Director PT Toyota Astra Motor.

Meskipun diproduksi terbatas, Indonesia menjadi satu dari sedikit negara yang mendapat kehormatan menghadirkan semua model GR Pure. Mulai dari GR Supra, GR86, GR Corolla, dan tentunya GR Yaris. Semuanya tersedia berkat tingginya animo pasar terhadap mobil sport Toyota.

Pilih Yang Bertransmisi Manual

Setiap awak media memperoleh kesempatan mengemudikan langsung GR Yaris, GR Supra, GR86, GR Yaris, dan GR Corolla di Sirkuit Mandalika. Meski begitu, kami hanya mengincar dua dari empat unit tersebut, yaitu GR Yaris dan GR Corolla saja. Alasannya? Karena menggunakan transmisi manual.

Pada kesempatan Toyota GR Trackday tersebut, kami membesut Toyota GR Yaris bersama pembalap Adrianza Yunial. Sedangkan saat memacu Toyota GR Corolla, ditemani oleh pembalap Alinka Hardianti.

Mobil sport biasanya lahir dari mobil jalan raya, untuk kebutuhan motorsport di lintasan balap dengan aspal mulus. Uniknya Toyota GR Yaris justru lahir dari dunia reli, yang banyak melahap medan tanah maupun lumpur. Hadir pertama kali pada tahun 2020, Toyota membangun kendaraan reli yang cocok untuk kebutuhan motorsport. Lalu disesuaikan lebih lanjut untuk versi produksi massal, agar tetap dapat dipakai setiap hari.

Evolusi GR Yaris hadir di awal tahun 2024. Mesin tiga silinder G16E-GTS 1.6 liter dengan turbocharger, kini bertenaga 300 hp. Sebab tadinya ‘hanya’ bertenaga 257 hp saja. Sedangkan torsinya naik dari 360 Nm menjadi 400 Nm. Sebagai penyalur output, disematkan transmisi manual EA67F 6-speed dan disertai penggerak empat roda GR-Four. Selain pemilihan mode 4WD, mode berkendara baru juga tersedia, untuk berkendara sporty dan mobilitas sehari-hari.

Mesin Serupa Toyota GR Yaris

Pindah ke unit incaran kami berikutnya, yakni Toyota GR Corolla. Toyota Corolla yang ‘doyan ngebut’ ini merupakan mobil yang menggabungkan performa balap, dengan fungsionalitas untuk penggunaan sehari-hari. Basis mobil ini banyak dipakai pada balap touring lokal di Jepang. Bahkan Toyota GR Corolla berbahan bakar hidrogen cair, berlomba di ajang Super Taikyu Fuji 24 Hours Race di Jepang.

Mobil hatchback ini mengandalkan mesin tiga silinder G16E-GTS 1.6 liter yang sama milik GR Yaris. Jadi, tenaga dan torsinya juga serupa. Transmisi manual 6-speed dengan short-shifter, menyajikan perpindahan gigi yang responsif. Tersedia pilihan driving mode Normal, Eco, dan Sport yang bisa diatur sesuai keinginan pengemudi.

Kinerja sistem penggerak empat roda GR-Four ditingkatkan agar sesuai spesifikasi Toyota GR Corolla. Dengan menggunakan electronic multi-plate clutch, memberikan pembagian penggerak roda depan dan belakang. Dengan tiga pilihan rasio (depan:belakang), yaitu 60:40, 50:50, dan 30:70. Torsen Slip Differential pada setiap as roda meningkatkan pengendalian, traksi ban, serta mengoptimalkan distribusi torsi ke roda kiri dan kanan. Sesuai dengan kondisi jalan maupun gaya berkendara.

Setiap kendaraan GR dirancang untuk memberikan keseruan saat dikendarai. Sehingga, tidak hanya punya penampilan seperti mobil balap yang agresif dan sporty. Rasa berkendara, fungsionalitas, dan kenyamanan terbaik, tetap dipertahankan sebagai salah satu DNA Toyota.

Naoko Nishimoto Bersama Mazda RX-7, Sahabat Selama Seperempat Abad

Seringkali sebuah mobil berperan sebagai sahabat terdekat bagi pemiliknya. Hal ini tergambar jelas pada kehidupan seorang nenek yang kini berusia 80 tahun. Ia bernama Naoko Nishimoto, yang selama 25 tahun terakhir menggunakan Mazda RX-7 sebagai mobil kesayangannya.

Awal mula ia menyukai Mazda RX-7 dengan kode bodi FD3S ini, ketika sedang menonton film anime Initial D, bersama putranya di tahun 2000. Kebetulan ia juga sedang kebingungan dalam memilih mobil baru yang ingin dibeli. Naoko yang saat itu berusia 55 tahun, langsung saja pergi ke dealer Kyushu Mazda Akasako Store, di kota Nagasaki. Unit warna biru seperti pada halaman depan brosur Mazda RX-7, menggoda Naoko. Tapi pihak dealer menganjurkan warna silver, dan Naoko langsung menyetujui rekomendasi tersebut.

Bukan Garage Queen

Statusnya sebagai mobil kesayangan, bukan berarti hanya sebagai ‘Garage Queen’ saja. Namun, benar-benar digunakan di segala aktivitasnya. Mulai dari berbelanja ke pasar, mengunjungi teman, hingga menempuh perjalanan jauh lebih dari 100 kilometer. Selama seperempat abad, Naoko selalu merawat Mazda RX-7 ini secara telaten. Tidak pernah lalai ke bengkel resmi, dan tidak pernah lupa memoles bodinya dengan wax.

Hari demi hari, tahun demi tahun, Mazda RX-7 ini tidak pernah mengecewakan. Sampai satu momen di tahun 2022, Naoko berpikir bahwa ia tidak akan mungkin mengendarai mobil sport ini selamanya. Jika ia memaksakan kehendaknya untuk terus mengendarai mobil, terlalu besar risiko yang harus dihadapi. Tidak hanya bagi dirinya saja, tapi juga bagi pengendara lainnya.

Diberondong Lebih Dari 400 Email

Keputusan berat harus diambil, seiring momen ulang tahunnya yang ke-80 tahun di bulan Desember 2024 silam. Naoko melepas Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya, sekaligus ingin melepas Mazda RX-7 yang telah menjadi sahabatnya. Ia menerima lebih dari 400 email masuk, dari banyak orang yang ingin membeli mobilnya. Namun, hanya satu pihak yang membuat hati Naoko merasa ‘sreg’. Pihak tersebut ialah Mazda. Ya, Mazda. Produsen mobil kesayangannya itu.

Momen serah terima dilakukan di Kyushu Mazda Akasako Store. Selama bertahun-tahun, Naoko telah menjadi pelanggan setia dari tempat ini. “Berkat perawatan yang dilakukan oleh tempat ini, saya mampu mengendarai mobil saya selama 25 tahun,” ujarnya.

Tidak Akan Direstorasi

“Mobil ini menjadi sahabat saya, yang selalu ada untuk saya. Saya merasa sedih karena harus berpisah dengannya. Di saat yang sama, saya juga merasa iri, karena mobil ini terlihat semakin muda dan semakin cantik,” imbuh Naoko.

Seusai pindah tangan, mobil tersebut langsung diperiksa secara menyeluruh oleh Mazda. Namun, bukan untuk direstorasi ulang, agar kondisinya tetap orisinal. Jika Naoko melanjutkan kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, maka si RX-7 menjadi ‘staf humas’ dari Mazda. Tugas utamanya untuk membagikan cerita mengenai hubungan erat tentang kenikmatan berkendara, sekaligus berinteraksi dengan banyak orang.

Cerita mengenai Naoko Nishimoto bersama Mazda RX-7 ini, tentu akan memberikan inspirasi kepada banyak orang di dunia, mengenai hubungan istimewa antara mobil dengan pemiliknya. Beruntung kami dapat berjumpa dengan Mazda RX-7 tersebut dalam gelaran Japan Mobility Show 2025.

Honda Prelude Berteknologi Hybrid Sudah Resmi Dijual di Jepang

Honda Motor Co., Ltd. telah mengumumkan mulai dijualnya All New Honda Prelude pada tanggal 5 September 2025 di Jepang. Mobil dengan bodi coupe ini hadir dengan sistem hybrid pintar Honda e:HEV. Guna menghadirkan pengalaman berkendara menyenangkan, sekaligus tetap ramah lingkungan.

Honda Prelude memiliki sejarah panjang, sebab pertama kali diperkenalkan pada tahun 1978 dan dikenal luas sebagai coupe dengan inovasi teknologi di masanya. Setelah lima generasi berlalu, kini Honda membangkitkan kembali nama Prelude sebagai ikon masa depan, yang menggabungkan warisan emosional dengan visi elektrifikasi Honda.

Honda membawa konsep Unlimited Glide, yang terinspirasi dari gerakan pesawat glider yang melayang bebas di udara. Bagian depan mobil didesain rendah dan tajam, sedangkan garis bodi yang halus berpadu dengan postur rendah dan lebar, sehingga menegaskan karakter sporty.

Aksen Kabin Dua Warna

Lampu depan dilengkapi multifunction lights, dipadukan dengan Adaptive Driving Beams dan Active Cornering Lights untuk visibilitas optimal saat malam. Teknologi laser brazing membuat atap terlihat mulus tanpa molding, antena dengan glass-printing mempertegas kesan bersih. Detail seperti flush door handle, grille berlapis black chrome, serta aksen biru di fascia depan-belakang memperlihatkan nuansa premium.

Kabinnya memiliki aksen dua warna biru dan putih. Kursi pengemudi dirancang untuk pengalaman berkendara sporty, sedangkan kursi penumpang menawarkan kenyamanan. Terdapat logo bordir Prelude pada headrest dan desain door lining yang ergonomis. Di depan pengemudi, ada lingkar kemudi berdesain D-shaped, paddle shift berbahan metal, serta full-graphic meter cluster.

Prelude dilengkapi layar sentuh 9 inci yang dilengkapi dengan Honda Connect berbasis Google built-in. Sistem audio Bose Premium 8-speaker dengan fitur Dynamic Speed Compensation, mampu menyesuaikan kualitas suara sesuai kecepatan kendaraan saat melaju.

Tetap Perhatikan Kepraktisan

Meskipun lahir sebagai mobil coupe, All New Honda Prelude ini diklaim tetap menawarkan kepraktisan tinggi. Karena ruang bagasi dengan bukaan liftback lebar memberikan fleksibilitas, mampu memuat hingga dua koper medium, dua tas golf berukuran 9,5 inci, atau dua papan selancar.

Dengan kursi belakang yang dapat dilipat 60/40, kapasitas kargo dapat diperluas lagi. Tambahan ruang penyimpanan bawah lantai, kait multifungsi, hingga sekat bagasi menjadikan Prelude praktis untuk digunakan sehari-hari.

Untuk pertama kalinya, Honda memperkenalkan teknologi Honda S+ Shift pada sistem hybrid e:HEV. Sistem ini menghadirkan transmisi virtual 8-speed, yang menciptakan sensasi perpindahan gigi nyata, walaupun mobil digerakkan motor listrik.

Sensasi Meluncur Bebas

Ada Active Sound Control, yang menghasilkan suara mesin bertenaga, sinkron dengan putaran rpm melalui sistem audio. Fitur Coasting Control memungkinkan mobil melambat seperti dalam posisi netral, memberikan sensasi meluncur bebas layaknya glider. Pengemudi dapat memilih mode berkendara Sport, GT, Comfort, atau Individual, yang dapat disesuaikan hingga enam aspek berbeda. Termasuk settingan suspensi, suara mesin, hingga adaptive cruise control.

Mobil ini menggunakan chassis yang sama dengan Honda Civic Type R, Prelude memakai suspensi depan Dual-Axis Strut, Adaptive Damper System, sistem kemudi dengan Variable Gear Ratio (VGR), drive shaft rigid, serta rem cakram depan Brembo. Velg 19 inci punya tugas tambahan, yaitu meredam kebisingan sekaligus menjaga stabilitas.

Dari sisi keselamatan, All New Honda Prelude dilengkapi standar dengan teknologi keselamatan canggih Honda Sensing, yang mencakup lebih dari 15 fitur. Honda Prelude hadir dalam pilihan warna Moonlit White Pearl, Frame Red, Meteoroid Gray Metallic, dan Crystal Black Pearl. Ditambah lagi varian eksklusif tersedia warna two-tone Moonlit White Pearl & Black.

Mercedes-AMG CLE 53 Cabriolet Memadukan Kemewahan dan Performa

Mercedes-AMG CLE 53 resmi diperkenalkan di GIIAS 2025. Mobil mewah dua pintu ini menarik perhatian pengunjung berkantong tebal.

Mercedes-Benz memiliki sejarah panjang dalam menghadirkan Best Customer Experience, di segala lini sejak tahun 1970 pada pasar otomotif Tanah Air. Baik dari segi produk yang terus berinovasi, layanan penjualan yang terbaik, hingga layanan purna jual yang lengkap dan terintegrasi.

Selain itu, bersamaan dengan event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, Mercedes-Benz memperkenalkan Mercedes-AMG CLE 53 4MATIC+ Cabriolet.

Mobil atap terbuka ini dirancang dengan perpaduan kemewahan, inovasi teknologi dan performa tinggi. Ketiga aspek tersebut dihadirkan untuk para antusias otomotif yang menginginkan sensasi berkendara dinamis dengan kenyamanan premium.

Velg Y-spoke

Kesan agresif direpresentasikan melalui lampu Digital Light dan kap mesin berventilasi. Velg AMG 20 inci Y-spoke dan kaliper rem merah mempertegas karakter sporty. Berpadu dengan grille radiator khas AMG yang gagah. Bagian belakang tampil tegas berkat diffuser, wide body shell, dan lip spoiler. Sedangkan desain knalpot twin two round, menjadi ciri khas AMG yang tak terlewatkan.

Masuk ke dalam kabin, nuansa sporty dan mewah terasa lewat trim AMG CARBON-FIBRE dan setir AMG Performance berlapis material kulit Nappa. Kursi AMG generasi terbaru hadir, lengkap dengan sabuk pengaman dan jahitan berwarna merah khas AMG.

Mercedes-AMG CLE 53 Cabriolet juga dibekali fitur AIRSCARF, yang mengalirkan udara hangat saat kap dibuka, serta sistem AIRCAP yang mengurangi terpaan angin. Atapnya sendiri bisa dibuka dalam 20 detik, bahkan saat mobil melaju hingga 60 km/jam. Urusan audio didukung oleh Burmester 3D surround sound dengan Dolby Atmos, yang memastikan kualitas suara tetap optimal dalam berbagai kondisi.

“Kami sangat antusias pada ajang GIIAS tahun ini dengan membawa teknologi dan inovasi terkini dari Mercedes-Benz, melalui peluncuran The All-New Mercedes-AMG CLE 53 Cabriolet. Mercedes-Benz menghadirkan total 13 kendaraan unggulan yang mencakup model legendaris G-Class, lini performa Mercedes-AMG, hingga kendaraan listrik dari jajaran EQ,” papar Donald Rachmat, Chief Executive Officer, PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia.

Akselerasi 0-100 Cukup 4,2 Detik

Mercedes-AMG CLE 53 4MATIC+ Cabriolet menggunakan mesin enam silinder 3.0 liter dengan teknologi mild hybrid. Mesin racikan AMG tersebut mampu menghasilkan output 449 hp dan torsi puncak 560 Nm. Transmisinya menggunakan AMG Speedshift TCT 9G, dengan perpindahan gigi yang cepat dan responsif. Memungkinkan adanya akselerasi dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam tempo 4,2 detik.

Kenyamanan dan stabilitas didukung oleh suspensi AMG Ride Control dan rear axle steering hingga 2,5 derajat. Semuanya terintegrasi dengan sistem penggerak AMG 4MATIC+. Mercedes-AMG CLE 53 Cabriolet juga memiliki AMG Dynamic Plus, lengkap dengan mode Race, fitur Race Start, dan Drift Mode. Dengan sistem AMG Performance 4MATIC+, mobil ini tetap stabil di berbagai kondisi, bahkan saat melaju hingga 270 km/jam. Total investasi yang harus dikeluarkan ialah Rp. 2,9 milyar (off the road).

Subaru Tecnica International Melesat di IIMS 2025

Penggemar kecepatan, terutama dari brand Subaru kini bisa bersenang hati, lantaran brand performa tinggi Subaru Tecnica International (STI) secara resmi hadir di Indonesia, pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Acara ini sendiri dihadiri perwakilan Subaru Corporation Japan, Subaru Tecnica International, dan pembalap STI di SuperGT GT300, Takuto Iguchi.

“Merupakan langkah besar bagi Subaru di Indonesia. Bersama Subaru Tecnica International dan pembalap STI di SuperGT GT300, Takuto Iguchi, kami dengan bangga mengumumkan bahwa mulai kuartal pertama 2025, STI akan resmi hadir di Indonesia,” kata Shunsuke Sawada, Manager Asia Business Department, Subaru Corporation Japan.

Pabrikan pertama menggunakam mobil AWD

Bagi penggemar dunia balap terutama rally, nama STI identik dengan dunia rally. STI sendiri berakar pada tahun 1972 saat Subaru mengikuti Southern Cross Rally di Australia, dengan model Subaru Leone. Sejak saat itu, model ini juga membuat Subaru menjadi pabrikan pertama yang membawa mobil All-wheel Drive (AWD), ke ajang World Rally Championship (WRC) dengan Leone 4WD, pada Safari Rally 1980.

Pada 1988, STI didirikan dan langsung mencetak rekor kecepatan dunia. Dipimpin oleh pendiri STI, Ryuichiro Kuze, tim STI sukses mencatatkan rekor 100 ribu km dengan Subaru Legacy. Ia melaju dengan kecepatan rata-rata 223,345 km/jam selama 447 jam tanpa henti. Pada 1993, STI meraih kemenangan pertama di WRC New Zealand Rally. Kemudian merajai ajang reli dunia dengan Subaru Impreza WRC. Gelar juara dunia WRC tiga tahun berturut-turut (1995, 1996, dan 1997) menjadikan Subaru sebagai ikon motorsport global.

Tampilkan tiga model dengan penampilan sporty

“STI telah mencetak sejarah sebagai pabrikan Jepang pertama yang meraih gelar juara dunia WRC tiga tahun berturut-turut. Prestasi ini membawa Subaru dan STI ke level tertinggi dalam dunia reli dan motorsport. Kami sangat antusias untuk memperkenalkan STI di Indonesia,” tukas Keisuke Hashimoto, Overseas Sales & Marketing Department, Subaru Tecnica International. 

Pada ajang IIMS 2025 Subaru memajang tiga unit model yang telah dilengkapi dengan STI Performance Parts, yaitu BRZ, WRX Sedan, dan WRX Wagon. Ketiga kendaraan ini hadir dengan teknologi yang mengoptimalkan aerodinamika dan pengendalian.

Namun tidak seluruh produk yang dipajang ini tersedia untuk publik Indonesia, karena pihak Subaru Indonesia tengah melakukan survey terkait produk yang mau dihadirkan di Indonesia. Selain bisa didapatkan selama ajang IIMS 2025, produk STI ini juga akan tersedia di dealer Subaru di seluruh Indonesia.

Mazda dan Toyota Kolaborasi membuat mobil sport

Kolaborasi Nissan-Honda Bubar, Toyota-Mazda Kerja Bareng Bikin Mobil Sport

Setelah proses kolaborasi Nissan dan Honda batal karena gagal mencapai kaata sepakat soal struktur organisasi, dua pabrikan lain sedang menjajaki kerjasama membuat mobil baru.

Toyota dikabarkan menggandeng Mazda untuk membuat Supra baru. Hal ini dikabarkan oleh publikasi Jepang, BestCar. Media tersebut, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di Mazda, mengabarkan pabrikan Hiroshima itu sedang mempersiapkan sportscar tanpa mesin Rotary.

Penggeraknya menggunakan jantung mekanis enam silinder segaris 3,3 liter yang serupa dengan Mazda CX-60.

Mazda RX-8 mobil sport terakhir Mazda yang mentereng

Lalu, apa hubungannya dengan Toyota? Kedua merek ini memerlukan satu produk performa tinggi yang akan membuat nama keduanya bersinar. Toyota Supra yang beredar sekarang dibuat bersama BMW dan sudah mendekati akhir masa edar. Kemudian mobil sport Mazda yang ‘mentereng’ terakhir beredar pada 2012 lalu, sebagai Mazda RX-8.

Selain itu, hubungan Toyota-Mazda juga sedang hangat-hangatnya. Kedua merek Jepang ini sudah delapan tahun berkolaborasi. Produknya beragam, ada Yaris yang rebadge sebagai Mazda2 di Eropa. Ada juga Mazda2 yang rebadge jadi Scion (sekarang sudah tidak ada). Paling menarik, Mazda CX-50 yang diedarkan di Amerika, menggunakan sistem hybrid buatan Toyota.

Rumor soal generasi penerus Supra juga kian santer setelah Sales Director Toyota Australia Sean Hanley mengatakan Supra akan terus ada dan yang terbaru sedang dalam pengembangan.

Toyota Supra akan ada penerusnya

Toyota Supra yang selalu hadir sebagai coupe menggunakan mesin enam silinder segaris, berpenggerak roda belakang. Ini sejalan dengan mobil sport Mazda yang menganut format serupa seperti yang ditampilkan melalui mobil konsep RX Vision yang enak dilihat itu. 

Awalnya, diperkirakan menggunakan mesin rotary terbaru, tapi dengan adanya kabar kolaborasi Toyota dan Mazda ini, enam silinder segaris jadi lebih masuk akal. 

Kapan Toyota Supra dan Mazda RX akan muncul? Belum diketahui, yang jelas kolaborasi kedua merek ini akan menarik.

Aston Martin Vantage Roadster Tampil Lebih Bugar 

Setelah tahun lalu melakukan penyegaran pada model Vantage coupe, kini Aston Martin melakukan hal yang sama pada Vantage Roadster. Apa saja hal baru yang diimbuhkan pada Vantage beratap lipat ini?

Tampilan eksterior? Vantage Roadster tak banyak berubah dari versi terdahulu. Hanya saja kini ada tiga opsi warna baru, yakni Iridescent Sapphire, Satin Iridescent Sapphire, dan Bronze Flare. Warna atap kanvas tak hanya hitam polos, tapi biss pilih warna lain seperti merah, biru atau kombinasi hitam dan silver.

Pelek 21-inci yang dibekalkan ada empat pilihan model. Kaliper remnya pun bisa pilih salah satu dari tujuh warna yang tersedia.

Aston Martin nampaknya perlahan mulai sedikit memanjakan konsumen dengan opsi warna yang lebih beragam.

Performa Kian Bugar 

Jantung yang dibekalkan Aston Martin pada Vantage Roadster sama seperti versi Coupe hardtop. Mesin V8 4.0-liter twin-turbonya kini bertenaga 656 hp dengan torsi 800 Nm. Ada kenaikan 153 hp dan 115 Nm dari versi tahun 2023.

Penyegaran pada sektor performa berkat perangkat turbo yang digunakan kini lebih besar. Sudut profil camshaft digarap ulang untuk menghasilkan titik bakar. Rasio kompresi pun disetting ulang untuk mengimbangi tekanan boost dari turbo yang baru. Tentu saja ECU mapping ulang.

Penyaluran performa mesin ke poros roda belakang via transmisi automatic 8-speed dan limited-slip differential berpengendali elektronik.

Roadster terbaru Aston Martin ini pun hanya butuh 3,5 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam. Top speed diklaim tembus 325 km/jam. Sama seperti versi Coupe.

All new Vantage Roadster masih tetap dibekali ban Michelin Pilot Sport S 5 dan rem cakram carbon ceramic berdiameter besar agar aman pada kecepatan tinggi.

Mobil atap convertible biasanya jauh lebih berat dari versi hardtop. Tapi tidak dengan Vantage Roadster, hanya selisih 60 kg lebih berat dari Vantage biasa. Distribusi bobot depan-belakang pun nyaris imbang yakni 49:51.

Stabilitas berkendara turut jadi perhatian. Setting suspensi depan double wishbone dan suspensi belakang multi-link dibenahi. Peredaman suspensi kian sempurna berkat perangkat Bilstein DTX adaptive damper.

Aksi bermanuver maupun melibas tikungan pada kecepatan tinggi kian sempurna berkat fitur kontrol traksi. Ada delapan pilihan setting yang dapat diadjust secara mandiri sesuai keinginan.

Fitur Mewah 

Atap convertible bukan sekadar rangka besi berselubung kanvas yang bisa buka tutup otomatis.

Mekanisme atap convertible terbilang rumit. Dengan mekanisme lipat model Z, Vantage Roadster hanya butuh sekira 6,8 detik untuk buka-tutup atap kanvasnya. Cukup tekan tombol pada dashboard atau via remote kunci. Namun kecepatan tak boleh lebih dari 50 km/jam.

Sebagai fitur pemanja telinga, Vantage Roadster standarnya dibekali sistem audio dengan 11 buah speaker. Bagi para pecinta audiophile yang mengutamakan kualitas suara superior, tersedia opsi sistem audio lansiran Bowers & Wilkins.

Tapi saat atapnya terbuka, suara deruman mesin V8 twin-turbonya jauh lebih syahdu…

Tunggu Beberapa Bulan Lagi 

Meskipun sosoknya sudah naik tayang, tapi Aston Martin belum mengumumkan label harga Vantage Roadster. Hanya dikatakan unit pesanan bakal mulai dikirim sekira kwartal kedua tahun ini. Hmm…para pelanggan prioritas nampaknya sudah lebih dulu mendapat info harganya.

Unit mobil Aston Martin penggarapannya sebagian besar masih handmade. Bukan mobil yang dicetak tak sampai sehari langsung jadi. Terlebih bagi konsumen yang menginginkan citarasa sentuhan personal. Daftar antrean ‘special order’ yang harus dikerjakan oleh Q cukup panjang.

Penasaran berapa kira-kira harga Vantage Roadster terbaru ini? Sebagai gambaran, Vantage versi coupe tahun 2023 harganya mulai dari $146.986. Versi terbarunya yakni model tahun 2025 harganya $194.086.

Vantage Roadster justru harganya jauh lebih mahal dari versi coupe. Model tahun 2023 label harganya paling murah $158.186. Jadi untuk versi terbaru ini dijamin bisa tembus kisaran $200.000 – $225.000.

BMW M2 Coupé Edisi Khusus Hadir Lebih Sporty

Di penghujung bulan Oktober 2024, BMW Indonesia dengan memperkenalkan M2 Coupé Special Edition. Mobil coupé ini hadir dengan tampilan jauh lebih sporty, dilengkapi dengan berbagai M Performance Parts. Dalam jajaran kendaraan performa tinggi BMW, M2 memang benar-benar istimewa. Didukung dengan ukurannya yang kompak, dan performanya yang luar biasa.

Dilahirkan pada tahun 1972, BMW M dimulai dengan visi yang jelas dan kuat: menciptakan kendaraan performa tinggi terbaik yang dapat memenuhi impian pelanggan kami,” jelas Peter ‘Sunny’ Medalla, President Director BMW Group Indonesia.

Sarat M Performance Parts

“BMW M2 terbaru, representasi sempurna dari kesenangan berkendara bagi mereka pencinta performa. Dan untuk lebih meningkatkan personalisasi, kini kami meluncurkan BMW M2 Special Edition, yang disertai dengan BMW M Performance Parts,” lanjutnya.

Eksterior BMW M2 Coupé Special Edition ini dilengkapi dengan M Carbon roof, M high-gloss Shadow Line dengan extended contents, M headliner beraksen anthracite. Sedangkan velg menggunakan M light alloy wheels Double-spoke style 930 M Bicolour, 19 inci untuk depan dan 20 inci untuk belakang.

BMW M2 Special Edition dijejali dengan komponen M Performance Parts berupa: Carbon Side Mirror Caps, Titanium Rear Silencer, Carbon Air Inlet, Carbon Front Attachment, Rear Diffuser, Carbon Rear Attachment, Carbon Side Panel Cover Trim, Carbon Rear Side Wall Trim, hingga Carbon Side Sill Attachment.

Chassis diadaptasi dari M3 dan M4

Selain komponen tambahan yang membuatnya semakin istimewa, BMW M2 memiliki desain bodi kompak dan dilengkapi dengan teknologi powertrain. Bahkan chassis diadaptasi dari BMW M3 maupun BMW M4. Mesinnya memiliki output 460 hp dan torsi puncak adalah 550 Nm. Suara yang dihasilkan juga menggugah adrenalin, sebab knalpotnya dilengkapi dengan electric controlled flap.

Tenaga mesin disalurkan ke roda belakang melalui transmisi M Steptronic 8-speed, dengan fitur Drivelogic sebagai kelengkapan standar. Akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam tempo 4,1 detik saja. Dimensi kompak, distribusi bobot 50:50 yang sangat seimbang, dan chassis mutakhir, dikombinasikan untuk menghadirkan pengendalian yang presisi.

Jika Anda berminat, BMW M2 Coupé Special Edition ini sudah dapat ditebus dengan harga Rp 2,167 milyar (off the road). Luar biasa…

De Tomaso Pantera, Sukses Bikin Kesal Elvis

Kata hybrid dalam dunia otomotif kini identik dengan kendaraan yang menggabungkan mobil bensin dan mobil listrik. Jika ditarik mundur setengah abad yang lalu, kata hybrid memiliki arti yang berbeda. Biasanya dikonotasikan dengan mobil desain Eropa dengan mesin dari Amerika. Salah satu mobil hybrid yang cukup populer dimasanya adalah De Tomaso Pantera.

Meski tidak terlalu ngetop seperti Ferrari, Lamborghini, atau Maserati, De Tomaso sempat menjadi salah satu produsen sports car asal Italia yang cukup terkenal. Didirikan pada tahun 1959 di Modena, oleh Alejandro de Tomaso. Pria tersebut merupakan kelahiran Argentina, namun akhirnya menetap di Italia.

Awalnya de Tomaso adalah seorang pembalap dan berlaga di berbagai kejuaraan termasuk F1. Ketika bergabung di tim OSCA, de Tomaso bereksperimen membuat mobil sendiri dan akhirnya mendirikan De Tomaso Automobili tahun 1959. Di tahun 1963, de Tomaso menciptakan produk pertamanya, yakni Vallelunga.

Awal mula pakai mesin Ford

Vallelunga sendiri awalnya dibuat sebagai konsep oleh De Tomaso Automobili, untuk dijual ke brand lain. Karena tidak ada yang mau membeli desain tersebut, maka akhirnya mobil ini diproduksi sendiri saja. Mesinnya diambil dari Ford Cortina dan diproduksi sebanyak 59 unit saja.

Selanjutnya, pada tahun 1967 lahir Mangusta, menariknya nama mobil ini diambil dari hewan Mongoose (atau cerpelai). De Tomaso Mangusta menggunakan mesin V8 dari Ford dengan bodi rancangan Giorgetto Giugiaro, saat masih berada di rumah desain Ghia. Walaupun Mangusta diproduksi sebanyak 401 unit, namun Alejandro de Tomaso belum puas. Ia sadar bahwa perusahaannya butuh mitra besar jika ingin melakukan produksi massal.

Lee Iacocca, salah satu eksekutif di perusahaan Ford, melihat kesuksesan Chevrolet Corvette di pasar mobil sport. Ia melihat peluang bagi Ford untuk masuk ke segmen tersebut. Dibanding mengembangkan mobil dari awal, Iacocca ingin menghemat waktu dan biaya, dengan menjalin kerjasama dengan pabrikan lain.

Tom Tjaarda merancang bodi Pantera

De Tomaso Automobili maju sebagai mitra kerjasama Ford dalam membuat mobil sport bermesin tengah. Ford akhirnya setuju membeli saham De Tomaso, disusul dengan debut Pantera pada tahun 1970. Dibandingkan mobil De Tomaso sebelumnya, Pantera menggunakan chassis monokok. Bodinya merupakan hasil rancangan Tom Tjaarda, desainer asal Amerika.

Di bagian depan terdapat lampu pop up, sehingga tampilan mobil lebih eksotis. Bentuk bodinya yang serba tajam dan ‘gepeng’, tentu mendongkrak nilai aerodinamika. Pada bagian belakang terdapat lampu belakang milik Alfa Romeo 2000 Berlina.

Interiornya menggunakan bahan vinyl. Sedangkan panel instrumen memiliki desain yang unik. Spidometer dan tachometer berada di depan pengemudi, sedangkan instrumen lainnya ditaruh secara vertikal di konsol tengah. Karena menyasar pasar Amerika, maka Pantera dilengkapi fitur power window dan AC.

Dapur pacu Pantera menggunakan mesin Ford V8 351 Cleveland berkapasitas 5,8 liter yang diletakkan di bagian tengah. Tenaganya sebesar 330 hp dan torsi puncak 515 Nm. Output mesin disalurkan melalui transmisi manual 5 percepatan buatan ZF menuju roda belakang. Aspek engineering mobil ini dibawah pengawasan Giampaolo Dallara.

Build quality kurang mumpuni

De Tomaso Pantera mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 5,5 detik. Top speed menyentuh 260 km/jam. Kala itu, harganya mulai dari USD 10 ribu atau sekarang setara dengan USD 82 ribu. Seketika Ford mendapatkan banyak pesanan dan produksi Pantera dimulai pada tahun 1971. Sayangnya De Tomaso yang baru memulai produksi massal menghasilkan mobil dengan kualitas tidak optimal. Mulai dari kurangnya anti karat membuat bodi mobil cepat berkarat, gap antara panel yang besar, hingga penggunaan dempul yang tidak rata.

Pada tahun 1972 mesin Pantera dimodifikasi untuk memenuhi regulasi emisi baru, tenaganya melorot jadi 296 hp. Kemudian pada tahun 1972 De Tomaso meluncurkan Pantera L yang berarti Lusso. Kemudian ada Pantera GTS yang hanya dijual di Eropa.

Penjualan Pantera jauh dari target 5.000 unit per tahun. Karena kasus kualitas pembuatan yang kurang apik, terbukti mempengaruhi reputasi Pantera. Bahkan Elvis Presley sempat kesal karena Pantera miliknya tidak mau distarter. Karena super kesal, Elvis akhirnya menembak mobil ini.

Perang Yom Kippur yang terjadi di tahun 1973, berujung embargo minyak ke negara Barat. Akibatnya harga bahan bakar meningkat dan pasar mobil premium jadi melemah. Keapesan terakhir adalah regulasi keselamatan kendaraan untuk tahun 1974, membuat Pantera harus dimodifikasi dan Ford enggan membiayai proses ini.

Ford bubar jalan dengan De Tomaso

Akhirnya pada tahun 1974, Ford menyetop Pantera setelah 5.000 unit terjual di Amerika. Namun cerita Pantera tidak berakhir, sebab Alejandro de Tomaso membeli kembali seluruh saham De Tomaso dan melanjutkan produksi Pantera L dan GTS terutama untuk pasar Eropa. Pada tahun 1980, De Tomaso meluncurkan versi GT5 dengan ciri khas overfender dan wing besar.

De Tomaso meluncurkan GT5-S dengan bodi yang lebih lebar di tahun 1985. Pada tahun 1990, hadir Pantera Si yang dirombak total. Mulai dari chassis spaceframe, bodi yang didesain ulang oleh Marcello Gandini, hingga mesin V8 302 5,0 liter injeksi dari Ford.

Model ini menjadi varian Pantera terlangka dengan hanya 41 unit yang diproduksi, sebelum jalur produksi Pantera ditutup pada tahun 1993. De Tomaso sendiri mengganti Pantera dengan model baru bernama Guara. Karena Alejandro de Tomaso berpulang pada tahun 2003, maka perusahaan De Tomaso hanya sanggup bertahan hingga tahun 2004.

New Toyota GR86 Dapat Suntikan Performa Berkendara

Guna memuaskan hasrat berkendara para penyuka mobil sport di Indonesia, PT Toyota-Astra Motor (TAM) menghadirkan New GR86 yang mendapatkan peningkatan driving performance dari GAZOO Racing (GR). Langkah ini tentu membuat pengalaman berkendara yang lebih menantang dan mampu lebih ‘nge-klik’ dengan pengemudinya. Ubahan pada New GR86 ini hadir berkat adanya masukan dari para pembalap dan sports car enthusiast.

”Toyota GR86 generasi kedua dibangun di atas platform TNGA, disertai peningkatan performa mesin dan sentuhan racing pada komponen kemudi dan suspensi, untuk mencapai performa berkendara tingkat tinggi. PT Toyota-Astra Motor menghadirkan New GR86 yang punya performa lebih tinggi lagi,” kata Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor.

Respons setir lebih alami

Sentuhan pada New GR86 mencakup peningkatan karakter sokbreker, untuk memberikan kontak dengan permukaan jalan yang lebih optimal. Sekaligus mempertahankan respons pengendalian khas mobil sport. GR menjalin kolaborasi dengan Sachs (ZF) untuk menyediakan sokbreker yang paling sesuai karakter mobil sport ini. Sistem Electric Power Steering (EPS) telah ditingkatkan untuk memberikan respons lebih alami.

Performa mesin boxer empat silinder FA24 2.4 liter 4-silinder masih sangat memadai. Tenaga maksimum 231 hp dan torsi puncak 250 Nm. Masih terdapat dua pilihan transmisi, yakni manual 6-speed dengan Engine Torque Control, dan otomatis 6-speed.

Tampilan luar New GR86 tetap mengadopsi gaya mobil sport klasik Toyota. Menggunakan ciri khas ruang mesin lebih panjang, garis bahu rendah sejajar dengan posisi kap mesin, kabin kompak, dan bodi lebar. Kini ada pilihan warna Moss Green, untuk menggantikan warna Oasis Blue. Sedangkan enam pilihan warna memukau lainnya tetap tersedia.

TCO hadirkan beragam aksesori

Peningkatan gaya sektor interior didapat dari Automatic Interior Light Off Function. Termasuk jahitan pada jok yang kini berubah, dari merah menjadi hitam. Selanjutnya, New GR 86 telah menggunakan T Intouch terbaru, yang memiliki akses internet. Supaya New GR86 bisa tampil lebih sporty, pelanggan bisa memasang Toyota Customization Option (TCO). TCO yang tersedia untuk New GR86 meliputi GR Sports Muffler, GR Aero Stabilizing Cover, GR Sports Side Visor, GR Interior Panel Set, GR Knee Pad, dan GR Sun Shade.

“GR mendapatkan masukan berharga dari sejumlah pembalap profesional. Hasilnya, New GR86 populer sebagai mobil sport yang menghadirkan pengalaman berkendara mengagumkan,” papar Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor. Jika Anda berminat, siapkan dana sekitar Rp 1,016 milyar (untuk versi manual) atau Rp 1,054 milyar (untuk versi otomatis).

Aston Martin Vanquish Generasi Terbaru Segera Dijual

Selubung kamuflase yang membungkus bodi generasi terbaru Aston Martin Vanquish akhirnya tersingkap. Pabrikan Inggris ini resmi menampilkan versi final dari prototype yang akan segera diproduksi.

Di balik kap mesinnya tersimpan mesin 5.2-liter V12 twin-turbo yang dijejalkan punya output tenaga 824 hp dengan torsi maksimum 1.000 Nm.

Transmisi automatic 8-speed akan menyalurkan daya dan torsi ke poros roda belakang lengkap dengan perangkat electronic limited slip differential.

Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya butuh waktu 3,2 detik. Sedangkan ttop speed dibatasi hanya 344 km/jam. Ini angka top speed tertinggi pada mobil spek jalan raya yang pernah diproduksi Aston Martin.

Pembenahan Teknis

Karena performa Vanquish mengalami peningkatan pesat dari sebelumnya, maka sejumlah pembenahan teknis pun dilakukan.

Struktur rangka aluminium dipadukan dengan bodi serat karbon. Tak sekadar bikin bobot mobil GT ini jadi ringan. Kekokohan struktur diklaim meningkat 75%. Jauh lebih baik dari Aston Martin DBS 770 Ultimate.

Jarak wheelbase dibikin lebih mulur 80 mm dari Vanquish terdahulu agar stabilitas dan distribusi bobot depan-belakang jadi lebih imbang.

Suspensi aktif Bilstein DTX yang dibekalkan punya setting redaman yang disesuaikan dengan mode berkendara. Pada suspensi depan pun kini dibekali anti-roll bar yang lebih tebal untuk meningkatkan stabilitas.

Karena performa meningkat, handling berkendara pun harus disesuaikan. Sistem electric power steering dan electronic stability control dikalibrasi ulang sesuai settting mode berkendara.

Upgrade teknis juga merambah pada sistem rem Aston martin Vanquish. Material cakram rem keramik karbon berukuran 410 mm (depan) dan 360 mm (belakang) diklaim jauh lebih baik dari Vanquish generasi sebelumnya. Bahkan rem tak akan kehilangan daya cengkeram meskipun suhu cakram mencapai 800°C!

Ini versi pra produksi, jadi Aston Martin masih merahasiakan label harga Vanquish ini. Kabarnya tak lebih dari 1.000 unit Vanquish yang bakal dibuat setiap tahunnya. Jadi, kita tunggu saja hingga resmi beredar unitnya akhir tahun ini.

 

Aston Martin Luncurkan SUV DBX707 AMR24 Edition

Pabrikan mobil sport asal Inggris yang terbilang cukup aktif berinovasi mungkin adalah Aston Martin. Terlebih saat ini Aston Martin terjun berlaga di balap Formula 1 (F1), sehingga setiap tahun ada edisi khusus F1. Tahun ini Aston Martin kembali meluncurkan mobil serupa, yakni DBX707 AMR24 Edition. Meskipun mobil balap AMR24 di musim balap F1 tahun 2024 tak sesukses AMR23.

Serupa Tapi Tak Sama

Sepintas agak sulit membedakan antara DBX707 Edition AMR24 ini dengan versi sebelumnya. Tampilan eksterior versi AMR23 dan AMR24 nampak identik.

Warna pilihan eksterior untuk tahun ini diadopsi dari elemen warna pada mobil balap F1 AMR24 Aston Martin. Tersedia nuansa hijau Podium Green, hitam glossy Onyx Black dan putih mengkilap Neutron White.

Untuk kaliper rem tersedia warna hijau khas Aston Martin Racing Green dan AMR Lime. Terlihat kontras dengan velg Fortis 23 inci, dalam pilihan warna kelabu atau Gloss Black.

Ciri khas yang jadi pembeda antara versi 2024 ini dengan model terdahulu ternyata pada kemasan interiornya. Kokpit AMR24 Edition dikemas dengan paket interior Inspire Sport yang tersedia dalam dua pilihan warna.

Untuk kemasan warna hitam Onyx Black dihiasi aksen lis dan jahitan benang warna hijau Lime. Untuk kombinasi warna Onyx Black dan Eifel Green Duotone, dihiasi aksen jahitan warna hijau Lime. Bahkan dudukan ponsel, dihiasi ornamen jahitan benang warna hijau Lime. 

Pada panel dashboard terpampang emblem Aston Martin. Sedangkan pada dek pintu terlihat tulisan ‘AMR24’. Perihal sound system, DBX707 AMR24 dibekali perangkat audio super lansiran Bowers & Wilkins. Perangkat audio ini bahkan dirancang khusus sesuai konstruksi kokpit DBX707!

Mesin Menggelora

Mesin 4.0-liter V8 twin-turbo yang dibopong output tenaganya tetap seliar versi sebelumnya, 697 hp! Melalui transmisi automatic 9-speed berkopling basah mampu melesatkan DBX707 hingga 310 km/jam. Aksi sprint 0-100 km/jam cuma butuh waktu 3,1 detik. 

Para kolektor mobil Aston Martin saat ini sudah bisa memesan DBX707 AMR24 Edition. Saat ini belum disebutkan secara resmi berapa harganya. Mestinya, harga yang ditawarkan lebih dari Rp 4,5 milyaran. 

Roadster Z3 Berjantung V12, Karena BMW Pernah Iseng

Penggemar film James Bond atau antusias BMW pasti ingat sosok sebuah roadster yang berbasis Seri 3. Ya, mobil tersebut ialah Z3. Uniknya, BMW Z3 bukan diproduksi di Jerman, melainkan di Spartanburg, Amerika. Jadi inilah model BMW pertama yang bukan lahir di Jerman. Apalagi lebih dari 60 persen komponennya dibuat Amerika.

Melalui Z3, BMW ingin menghidupkan kembali kejayaan sosok roadster, dan meneruskan apa yang telah dilakukan oleh Z1. Namun, dengan biaya produksi yang lebih masuk akal. Pengembangan BMW Z3 dimulai dari 1991, Burkhard Göschel dan Joji Nagashima ditunjuk untuk menggarap proyek ini. Beberapa tahun sebelumnya, Joji Nagashima juga pernah merancang bodi Seri 3 E36.

Comot sejumlah komponen BMW E36

BMW Z3 mencomot platform dari Seri 3 E36. Bahkan untuk interior, dashboard, dan as roda belakangnya juga dari E36. Wajar saja jika Z3 ini akhirnya menggunakan kode bodi E36/7. Akhirnya BMW resmi diluncurkan pada bulan September 1995. Seiring berjalannya waktu, ternyata BMW melalui divisi M GmbH, pernah melakukan ‘keisengan’ pada sebuah Z3 di tahun 1999.

BMW bermain-main dengan ide menjejalkan mesin paling besar pada bodi paling kecil saat itu. Bodi Z3 dianggap paling ringkas, dan di balik kap depannya ingin diisi dengan mesin V12 M73B54 5.4 liter milik BMW Seri 7 E38. Tujuannya memang untuk menciptakan monster bertubuh kecil. Edan! Mesin tersebut digandengkan dengan transmisi manual 6-speed milik BMW Seri 8 E31. Mesin V12 tersebut menghasilkan tenaga 326 hp dan 490 Nm.

Berat di depan

Akselerasi 0-100 km/jam ditempuh dalam waktu 5,5 detik. Sedangkan, top speed mencapai 263 km/jam. Cukup beringas kala itu, tapi siapapun yang mengendarainya memang harus waspada. Karena bobot roadster ini melonjak hingga 1,4 ton. Bobot mesin V12 itu sudah nyaris satu kuintal lebih berat, ketimbang mesin enam silinder M52 maupun M54. Apalagi distribusi bobotnya jadi kacau, berat di depan…

Mesin V12 tersebut tak cuma merusak kualitas pengendalian berkendara saja, tapi juga ‘bikin ribet’ penggunanya. Karena ruang mesinnya tidak diciptakan untuk diisi V12, maka isu terbesar selanjutnya ialah sistem pendinginan mesin. Dipakai jalan sebentar, langsung jarum temperatur menuju area merah. Sebagai pelengkap penderita, posisi bak oli mesin terlalu rendah, jadi seringkali bergesekan dengan permukaan jalan.

Sejak dibuat pada tahun 1999, roadster seperti malu-malu di depan kamera. Sampai akhirnya di tahun 2012, BMW memajang unit tersebut sebagai koleksi abadi di museumnya. Untung saja, BMW tidak ambil keputusan untuk memproduksi Z3 V12 ini…

JDM Funday Fasilitasi Ngebut di Sirkuit Mandalika

JDM Run, sebagai komunitas mobil sport Japanese Domestic Market, berencana buat menggelar JDM Funday Mandalika 2024. Acara ini akan diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 28 April hingga 1 Mei mendatang.

Setelah kesuksesan JDM Funday di Sentul International Circuit, enam tahun yang lalu, JDM Run kembali menggelar kegiatan Time Attack yang dikhususkan untuk para pencinta mobil sport Jepang. Akan ada 85 mobil Jepang performa tinggi dari seluruh Indonesia akan hadir dan berkompetisi dalam aktivitas Time Attack.

Kehadiran mobil performa tinggi di pasar Indonesia, disertai dengan animo yang positif. Sehingga JDM Run bertekad untuk menyediakan wadah bagi para penggemar, untuk mendapatkan pelatihan berkendara yang tepat dan pengalaman dalam Performance Driving.

Format Time Attack yang dihadirkan agar ramah bagi peserta tanpa pengalaman balap mobil, namun tetap menantang bagi peserta yang sudah berpengalaman. Setiap peserta akan dikelompokkan berdasarkan tingkat pengalaman dalam berkendara dan jenis kendaraan yang digunakan.

Ada tiga kategori peserta berdasarkan pengalaman, yaitu Non-Experienced, Experienced, dan Pro. Sedangkan untuk kendaraan, terdiri dari Standard, Street, dan Race. Setiap peserta akan memiliki kesempatan untuk bersaing dalam kelompok yang sesuai dengan kemampuan mereka.

“Setiap peserta diharapkan dapat merasakan keseruan, meski kemampuan berkendara maupun spesifikasi kendaraan mereka berbeda-beda,” jelas Yahya Adi Nugroho, selaku Ketua Pelaksana.

Acara JDM Funday Mandalika 2024 siap diselenggarakan berkat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya ialah Subaru Indonesia turut berperan sebagai Official Technical Partner.

“Jumlah peserta dari Subaru Indonesia Club yang cukup banyak di JDM Funday Mandalika 2024 ini. Format Time Attack dapat mengakomodasi semua driver untuk mengeksplor kemampuan kendaraannya,” tambah Ismail Ashlan, General Manager Marketing & PR Subaru Indonesia.

Mazda MX-5 RF

Mazda MX-5 RF, Roadster Ringkas Dan Menyenangkan

Mobil sport roadster yang beredar di Indonesia sejak dahulu hingga kini populasi dan ragamnya tak banyak. Penyuka mobil jenis ini pun sangat segmented. Salah satu yang terbilang unik dan menarik adalah Mazda MX-5 Miata RF model terbaru. PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku agen pemegang merk (APM) Mazda di Indonesia tak ragu memboyong mobil ini ke Indonesia.

Alasannya, pangsa pasar penyuka roadster di Indonesia cukup potensial dan peminat mobil ini cukup banyak. Lantas, apa yang jadi pemikat dari sport roadster 2-seater ini?

Eksterior Khas

Mazda mengemas ulang gaya khas MX-5 Miata yang timeless dengan memadukan bahasa desain KODO dan teknologi modern Skyactiv.

Tampilan MX-5 RF yang mempesona jadi pusat perhatian semua pandang mata para pengguna jalan yang melihatnya. Grille trapezoid lebar, dan headlamp LED berdesain unik dengan fitur auto leveling jadi ciri khas MX-5 RF.

Siluet lekuk bodi dari depan hingga ke belakang seolah mengalir dan terlihat sexy. Atap aluminium MX-5 RF dapat dibuka-tutup secara elektrik. Dalam posisi atap terlipat, Anda akan benar-benar menikmati sensasi berkendara dengan sebuah sport roadster yang dijamin bikin pengendara lain iri…

Simpel Dan Berkelas

Interior MX-5

Interior MX-5 RF mungkin terlihat sederhana dengan kelengkapan yang penting saja. Namun tetap terlihat gaya dan berkelas.

Bagian dashboard dilengkapi layar head unit berukuran 7-inci, tapi dilengkapi konektivitas smartphone. Panel instrumen semi analog bergaya konvensional menguatkan kesan sebuah mobil sport.

Jok semi sport berbalut Nappa leather terlihat sangat mewah. Setir dan shift knob (transmisi manual) berlapis kulit nan lembut.

Sejumlah tombol pengaturan pada mobil ini sangat praktis dan mudah dioperasikan. Mulai dari bluetooth handsfree, sistem audio hingga idle system dapat dijangkau dengan mudah. Oh ya, sistem audio premium lansiran BOSE yang dibekalkan punya kualitas suara yang tak diragukan.

Pengendaraan Meyakinkan

Sejak dahulu hingga saat ini MX-5 Miata dikenal sebagai sport roadster yang sangat menyenangkan untuk dikendarai. Demikian pula halnya Mazda MX-5 RF dengan konsep Jinba-Ittai. Sebuah filosofi yang menggambarkan ikatan kuat antara pengendara dengan mobilnya.

Rancang bangun bodi dan sasis Skyactiv yang ringan pada MX-5 RF memiliki distribusi bobot 50:50. Ditambah lagi dengan teknologi KPC (Kinematic Posture Control) yang dibekalkan. Aksi bermanuver pun jadi lebih lincah dan menyenangkan.

Fitur stability control, i-Activsense dan differential pada mobil ini menghasilkan dinamika berkendara yang lebih sempurna. Tak hanya di jalan raya, tapi juga di sirkuit balap. Tapi ingat, ini mobil sport, jangan bandingkan dengan mobil biasa.  Dan karena mobil sport, suspensi akan lebih keras dari mobil biasa, untuk menunjang pengendalian. 

Seperti halnya di Jepang, MX-5 RF yang beredar di Indonesia dibekali mesin bensin 4-silinder Skyactiv G berkapasitas 2.0-liter. Output tenaga 181 hp dikail pada 7.000 rpm. Torsi maksimumnya yang 204 Nm bermain di putaran cukup rendah yakni 4.000 rpm. Tarikan mesin yang cukup greget untuk diajak bermanuver cepat.

Dengan rasio kompresi 13:1, maka disarankan minimal menggunakan BBM oktan 95 agar mesin tidak knocking alias ngelitik.

Untuk pilihan transmisi tersedia versi automatic dengan paddle-shift dan manual. Keduanya dengan 6-speed.

Pengendaraan dalam kota yang stop and go membuat konsumsi BBM rata-rata di kisaran 12 km/liter. Sedangkan di tol dan luar kota justru lebih irit. Bisa mencapai hampir 20 km/liter.

Penasaran berapa harganya? Versi transmisi manual dibanderol mulai Rp 849,9 juta. Sedangkan versi transmisi automatic dipasarkan mulai Rp 859,9 juta. OTR Jakarta. Ini bukan mobil sport yang pasaran dan kami yakin bakal jadi incaran kolektor di masa mendatang.