First Drive BAIC T1, EV Urban Dengan Suspensi Jempolan

Mengawali bulan Juli 2026 silam, PT JIO Distribusi Indonesia (JDI), Agen Pemegang Merek BAIC di Indonesia, resmi meluncurkan BAIC T1. Produk ini merupakan kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) pertama BAIC untuk pasar Indonesia. Melalui peluncuran tersebut, BAIC Indonesia langsung menargetkan penjualan hingga 1.000 unit hingga akhir tahun 2026 nanti.

Sebagai langkah awal, BAIC T1 dipasarkan melalui skema Completely Built-Up (CBU). Selanjutnya, BAIC Indonesia menargetkan tingkat kandungan lokal atau CKD hingga 60 persen pada tahun 2027. BAIC T1 merupakan kendaraan yang dikembangkan dari sub-brand premium BAIC Group di China, yakni Arcfox.

Model ini dikenal sebagai Arcfox T1, namun dipasarkan di Indonesia menggunakan nama BAIC T1. Dengan tetap mempertahankan kualitas manufaktur, dan inovasi teknologi yang menjadi karakter utama Arcfox.

Ideal Untuk Kondisi Jalanan Indonesia

BAIC T1 menawarkan dimensi yang tergolong baik di kelasnya. Desain eksterior BAIC T1 memadukan karakter dinamis, yang mencerminkan identitas kendaraan listrik generasi baru. Adanya spoiler di atas pintu bagasi, menambah kesan atletis pada eksterior. Sedangkan velg 18 incinya dibalut ban berukuran 215/55 R18.

Dengan panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.572, mobil ini memiliki proporsi bodi yang seimbang. Bahkan wheelbase sepanjang 2.770 mm, menghasilkan ruang kaki dan ruang kepala yang lebih lega. Ground clearance setinggi 181 mm membuatnya ideal dengan kondisi jalanan di Indonesia dan dapat melewati genangan air hingga 50 cm.

Kabinnya dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang. Interiornya memang bukan yang terbaik, tapi menurut kami tetap lapang, tanpa ada bagian yang mengganggu pengemudi maupun penumpang. Melalui pendekatan desain interior yang ergonomis, maka visibilitas berkendara tergolong bagus.

Gampang Parkir

Bahkan interiornya memiliki 32 titik ruang penyimpanan, termasuk 7 phone holder dan 5 hook multifungsi. BAIC T1 memiliki Sky Roof atau atap panoramik seluas 2,34 m² yang dipadukan dengan Electric Sunshade. BAIC T1 dibekali beragam teknologi yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih praktis dan terhubung.

Mulai dari layar infotainment berukuran besar, panel instrumen digital, konektivitas smartphone, hingga fitur pembaruan perangkat lunak melalui over-the-air (OTA). Seluruh teknologi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan kemudahan selama perjalanan.

Salah satu fitur unggulan BAIC T1 adalah Automatic Parking Assist, yang memungkinkan kendaraan melakukan manuver parkir secara otomatis sehingga memudahkan pengemudi, terutama saat berada di area parkir yang sempit atau padat. EV ini juga telah dilengkapi fitur Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging, memungkinkan kendaraan berbagi daya dengan kendaraan listrik lain saat dibutuhkan. Tidak hanya itu, tersedia pula teknologi Vehicle-to-Load (V2L) dengan kapasitas hingga 3.500 watt.

Nyaman dan Supel

Kami menjajal BAIC T1 ini dari kawasan Alam Sutera, Tangerang, untuk menuju wilayah Bandung, Jawa Barat, dan kembali lagi ke lokasi awal. Secara total jarak perjalanan yang kami tempuh adalah dalam kisaran 400 km. Memang mayoritas rute yang dilalui ialah jalan bebas hambatan, yang kemudian dikombinasikan dengan beberapa ruas jalan dalam kota.

BAIC T1 dibekali motor listrik tunggal untuk menggerakkan roda depan, dengan output maksimal 70 kW atau setara 94 hp. Sedangkan torsi puncaknya mencapai 176 Nm. Tenaga tersebut mungkin terdengar ‘biasa saja’, tapi BAIC T1 memang diciptakan untuk penggunaan urban, bukan sebagai mobil berperforma tinggi. Untuk baterai 42,3 kWh menggunakan jenis lithium-iron-phosphate (LFP) buatan CALB.

Untuk penggunaan dalam kota, mobil ini terbukti mudah dikendarai. Visibilitas yang baik, ditunjang dengan suspensi yang lembut, membuat BAIC T1 terasa begitu supel. Masuk ke jalan bebas hambatan, suspensi masih memperlihatkan performa terbaiknya. Namun, jika dibesut hingga di atas 90 km/jam, kami merasa kaki bagian belakang mulai terasa limbung.

Pengalaman berkendara juga semakin menyenangkan berkat sistem audio 6-speaker yang menghadirkan kualitas suara merata di seluruh kabin. Ditambah lagi teknologi Soundproof Cabin dengan tingkat peredaman hingga 85 persen, sehingga mampu mengurangi suara dari luar kendaraan.

Dengan hadirnya EV pertama yang dipasarkan oleh BAIC di Indonesia, konsumen jadi memiliki pilihan baru. Harga yang ditawarkan ialah Rp 373 juta, namun untuk 1.000 konsumen pertama. Jadi, jika Anda sedang melirik sebuah EV urban dengan harga di rentang Rp 300 juta hingga Rp 400 juta, maka BAIC T1 bisa dipertimbangkan.

BAIC BJ30 Hybrid Resmi Meluncur di GIIAS 2025, SUV Gagah dan Efisien

BAIC BJ30 Hybrid resmi meluncur di GIIAS 2025. Kemunculan BJ30 ini juga menjadi pertama di dunia untuk versi setir kanan. Menariknya, BAIC juga menawarkan harga khusus untuk SUV dengan desain gagah ini.

Mobil dengan dimensi panjang 4.730 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.790 mm memiliki desain mengotak yang tangguh, Pada bagian depan terdapat grille lima lubang khas BAIC, yang dipadukan dengan lampu LED strip sehingga membuat BJ30 memiliki tampilan yang unik dan khas.

Tuas Transmisi Bergaya Aviasi

Berlanjut pada bagian samping, terdapat desain L-Style floating hardtop yang unik dan terdapat over fender plastik yang mempertegas kesan offroad, pada bagian over fender ini terdapat lampu samping dan terakhir terdapat footstep yang mempermudah akses masuk. Terakhir pada bagian belakang terdapat lampu LED vertikal.

Masuk ke dalam, terdapat instrument cluster 10,25 inci yang dipadukan dengan layar infotainment 14,6 inci. Dashboard mobil sudah dilengkapi dengan bahan soft touch dan uniknya terdapat aksen mural pegunungan di sisi penumpang. Tuas transmisi BJ30 juga memiliki desain unik, yang terinspirasi dari pesawat terbang.

Dapur pacu BAIC BJ30 Hybrid menggunakan mesin empat silinder 1.500 cc turbo hybrid yang mampu menghasilkan tenaga 403 hp dan torsi 685 Nm. Tenaga mesin disalurkan melalui transmisi DHT menuju keempat roda atau depan.

Hasilnya BJ30 mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu 6,9 detik. Tidak hanya itu mesin ini juga diklaim memiliki konsumsi BBM mencapai 15,5 km/liter.

Tidak Gentar Medan Offroad

Dengan sistem All Terrain (ATS), yang terdiri dari empat mode yaitu Salju, Lumpur, Pasir, dan Menyeberang Genangan, BJ30 memiliki performa offroad yang baik.

BJ30 mampu melibas berbagai medan berat. Sebab didukung dengan ground clearance 215 mm, sudut mendekat 25°, sudut keberangkatan 30°, dan kedalaman genangan aman 450 mm.

Untuk harganya BJ30 dibanderol dengan harga Rp 605 juta untuk varian 4×4, dan Rp 529 juta untuk varian 4×2. Namun selama pelaksanaan GIIAS 2025 terdapat harga khusus untuk 500 pembeli pertama. Rp 575 juta untuk varian 4×4, dan Rp 499 juta untuk varian 4×2. Seluruh harga tersebut merupakan OTR Jakarta.

Review: BAIC X55 II Prime

Beijing Automotive Industry Holding Co, Ltd (BAIC) memang masuk ke pertempuran segmen Sport Utility Vehicle melalui X55 II, pada pertengahan tahun 2024 silam. BAIC Group sendiri telah menjadi perusahaan otomotif lima besar di Cina, dan hadir di Indonesia bersama PT JIO Distribusi. Berbekal lebih dari 60 tahun berkecimpung dalam industri otomotif, maka kini setiap produk yang dihasilkan pun berkualitas. Tak terkecuali X55 II Prime yang kami gunakan ini.

Desain bodi X55 II menerapkan konsep Crystal Star yang futuristis. Nampaknya keindahan bintang-bintang di galaksi menjadi inspirasi desain bodi. Grille bergaya Crystal Diamond Interstellar memberi kesan seolah X55 II ini ialah sebuah mobil listrik (EV), padahal bukan. Kesan tersebut semakin mencuat, ketika lampu depan berlapis ambient light diaktifkan. Secara tampilan, SUV ini memiliki kesan sporty dan dinamis, sebab didominasi aksen hitam.

Masuk ke ruang kabin, maka terlihat atmosfer modern dengan floating center console. Desain ini didukung oleh layar instrumen FHD 10,25 inci dan layar sentuh tengah FHD 10,1 inci yang saling terintegrasi. Uniknya lagi, ada fitur pencahayaan interior (ambient light) dengan 10 pilihan warna. Sehingga memungkinkan pengemudi memiliki suasana berkendara sesuai preferensi. Unit X55 II Prime dilengkapi dengan jok depan yang dapat diatur secara elektris, serta sistem Dual Zone Auto AC.

Panoramic Sunroof Pintar

Khusus pada X55 II varian Prime, terdapat panoramic sunroof buatan Inalfa yang membentang seluas 0,81 meter persegi. Dimensi ini menjadi yang paling luas, dibandingkan dengan mobil lain di kelasnya. Panoramic sunroof ini juga dilengkapi rain sensor, sehingga akan menutup secara otomatis saat terdeteksi tetesan air. Demikian pula saat kendaraan digeber pada kecepatan tinggi pada saat sunroof terbuka. Maka sunroof akan tertutup secara otomatis tertutup.

Pegangan pintu yang tersembunyi, akan muncul secara otomatis saat pengendara mendekat dengan kunci mobil. Pastinya akan kembali tersembunyi saat mobil dikunci. Untuk bagasinya, X55 II dilengkapi fitur intelligent entry dan delayed closure. Fitur ini amat membantu pengguna ketika sedang membawa banyak barang. Cukup mendekat ke bagasi dengan membawa kunci mobil, kemudian pintu bagasi akan terbuka secara otomatis. Setelah selesai memasukkan barang, bagasi akan menutup sendiri setelah pengguna menjauh.

Terkait fitur keselamatan, X55 II dilengkapi advanced driver assistance system (ADAS) dengan berbagai sensor. Meliputi radar pendeteksi lajur, pendeteksi kendaraan di sisi samping, serta rem otomatis ketika ada potensi bahaya dari kendaraan di depan. Termasuk fitur keselamatan aktif, seperti Automatic Emergency Braking (AEB), Lane Keeping Assistance (LKA), dan pastinya Automatic Parking Assistance (APA). Ada pula fitur cruise control yang dapat menyesuaikan jarak kendaraan hingga posisi berhenti. Sehingga sangat membantu pada saat kondisi lalu lintas ramai di jalan tol.

Menyenangkan Di Perkotaan

X55 II dibekali mesin bensin empat silinder berkapasitas 1.5 liter dengan variable geometry turbocharger. Unit ini merupakan hasil kolaborasi antara BAIC dengan META Engineering dari Jerman. Mesin Bernama Magic-Core ini, memberikan output sebesar 185 horsepower, dengan torsi puncak 305 Nm. Torsi tersebut sudah mengalir sejak putaran mesin 1.500 rpm. Oleh karenanya, SUV ini cukup menyenangkan buat dipakai di lalu lintas perkotaan. Apalagi dipadu dengan transmisi DCT (Dual Clutch Transmission) 7-speed.

Lalu bagaimana jika tertarik untuk memilikinya? Saat ini BAIC X55 II ditawarkan dalam dua varian. Lite yang menggunakan velg 18 inci, dipasarkan dengan harga Rp 380 juta. Sedangkan Prime yang menggunakan velg 19 inci, dapat ditebus dari dealer dengan harga Rp 429 juta. Jadi, mau pilih mana?