cara mengisi air aki mobil

Tips Cara Mengisi Air Aki Mobil Yang Benar, Jangan Asal Nambah!

Berikut tips cara mengisi air aki mobil yang benar. Ini penting untuk disimak agar aki kendaraan Anda bisa lebih awet.

Mengisi air aki ternyata tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan saat menambahkan air aki justru bisa membuat aki cepat rusak. Lalu, bagaimana cara mengisi air aki mobil yang benar? Artikel ini akan membahas cara mengisi air aki mobil untuk perawatan maksimal.

Aki mobil merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi menyuplai arus listrik ke berbagai sistem kendaraan. Seperti starter, lampu, audio, hingga ECU pada mobil modern semuanya membutuhkan daya dari aki.

Berikut langkah-langkah tips cara mengisi air aki mobil yang benar:

Mesin Mobil Dalam Keadaan Mati

Langkah cara mengisi air aki mobil yang benar pertama adalah mesin mobil harus dalam keadaan mati. Hal ini untuk menghindari korsleting, mengurangi risiko percikan listrik, dan menjaga keamanan saat pengisian.

Gunakan Sarung Tangan

Sebagaimana diketahui, aki mengandung cairan asam, sebaiknya gunakan sarung tangan, lap dan kacamata pelindung bila perlu. Hal ini membantu mengurangi risiko iritasi kulit.

Buka Tutup Aki Secara Perlahan

Tips cara mengisi air aki mobil selanjutnya adalah buka tutup aki secara perlahan. Gunakan alat perkakas Tang untuk memutar tutup sel aki kearah kiri.Pastikan area sekitar aki bersih dari debu dan kotoran agar tidak masuk ke dalam aki.

Cek Volume Air Aki

cara mengisi air aki mobil

Foto: AP Motor

Perhatikan indikator batas minimum dan maksimum pada body aki. Jika air aki berada di bawah garis minimum, maka perlu segera ditambahkan. Idealnya volume cairan berada di tengah atau mendekati garis maksimum.

Tambahkan Air Aki Biru

Gunakan air aki biru untuk pengisian rutin. Tuangkan perlahan menggunakan corong hingga mencapai batas yang dianjurkan. Hindari mengisi terlalu penuh karena dapat menyebabkan:

  • Cairan meluap
  • Korosi
  • Tekanan aki meningkat.

Setelah selesai mengisi air aki, jangan lupa tutup aki terpasang kembali dengan benar. Tujuannya supaya tidak terjadi kebocoran atau penguapan berlebihan.

Oh ya, kenapa disarankan menggunakan air aki biru (tutup botol warna biru)? KarenaAir aki biru berisi air murni atau air suling (demineralized water). Air aki biru adalah cairan yang paling aman digunakan untuk penambahan harian karena tidak mengubah kadar elektrolit aki.

Jenis ini digunakan untuk:

  • Menambah volume air aki yang berkurang
  • Perawatan rutin aki basah

Semantara itu air aki merah (tutup botol warna merah) umumnya digunakan untuk pengisian awal aki baru atau untuk aki yang benar-benar kosong. Sebagai tambahan informasi, air aki merah mengandung larutan asam sulfat dengan kadar keasaman tinggi, jadi tidak disarankan untuk penambahan rutin karena dapat membuat komposisi cairan aki menjadi terlalu asam.

Perbedaan aki basah dan aki kering

Berikut Perbedaan Aki Basah dan Aki Kering, Kendaraanmu Pakai Yang Mana?

Ada beberapa perbedaan aki basah dan aki kering yang penting untuk diperhatikan. Hal ini penting supaya Anda mengetahui aki mana yang lebih cocok untuk kendaraan yang dimiliki.

Meski sama-sama berfungsi untuk menyimpan dan menyalurkan energi listrik, namun kedua jenis aki ini memiliki perbedaan dari segi karakteristik, perawatan, dan sebagainya. Banyak orang masih bingung dalam memilih jenis aki yang cocok untuk kendaraannya.

Aki basah adalah jenis aki yang menggunakan cairan elektrolit berupa campuran air dan asam sulfat dalam jumlah banyak. Sementara aki kering tetap mengandung cairan elektrolit, namun dalam bentuk yang lebih padat atau terserap pada gel/spons khusus. Berikut perbedaan aki basah dan aki kering:

Harga

Perbedaan aki basah dan aki kering yang pertama adalah dari sisi harga. Aki basah cenderung lebih murah dibandingkan aki kering. Namun, biaya perawatannya bisa lebih tinggi karena perlu pengisian air aki secara berkala.

Aki kering memiliki harga awal yang lebih tinggi, tetapi menawarkan kepraktisan dan daya tahan lebih lama untuk penggunaan jangka panjang.

Karakter Cairan

Perbedaan selanjutnya adalah pada karakter cairan yang digunakan. Di aki basah, cairan elektrolitnya bersifat cair dan mudah menguap, karenanya perlu dipantau secara berkala untuk memastikan volumenya tetap stabil.

Sementara aki kering memiliki cairan berbentuk gel atau terserap pada separator, sehingga membuatnya lebih tahan terhadap guncangan dan tidak mudah bocor.

Perbedaan aki basah dan aki kering

Foto: Toko aki mobil Bandung

Perawatan

Perbedaan aki basah dan aki kering berikutnya adalah dari sisi perawatan. Aki basah membutuhkan perawatan rutin, terutama dalam pengecekan dan penambahan air aki. Jika kondisi volume cairan aki diabaikan maka performanya bisa menurun dan umur aki menjadi lebih pendek.

Sementara aki kering bersifat maintenance-free alias tidak memerlukan perawatan tambahan. Pengguna aki kering hanya perlu memastikan kondisi terminal bersih dan sistem pengisian kendaraan berfungsi normal. Aki kering tidak bisa diisi ulang seperti aki basah, dengan kata lain jika sudah habis masa pakainya maka harus ganti yang baru.

Kemasan

Aki basah biasanya memiliki wadah transparan atau semi-transparan dan terdapat tutup-tutup kecil di atasnya. Penggunaan wadah transparan ini bertujuan agar pengguna bisa melihat volume cairan dan mengisi ulang apabila volumenya berkurang.

Sementara aki kering dikemas dalam wadah tertutup rapat dan tidak memiliki lubang isi ulang. Berbeda dengan aki basah, jenis aki ini menggunakan wadah yang rapat atau tertutup karena cairannya tidak perlu ditambah selama masa pemakaian.