Satu lagi brand yang bernaung di bawah Geely yakni Riddara meluncurkan model terbaru pickup double cab Riddara RD6 di China. Bukan versi EV seperti sebelumnya, tapi plug-in hybrid AWD yang hadir dalam dua varian yakni Mountain Edition dan Horizon High-Altitude Edition.

Ternyata sebelum launching di RRC, sekira pertengahan Desember 2025 lalu Geely melansir Riddara RD6 PHEV ini di Chille. Jelas bukan tempat yang populer untuk launching, tapi kondisi geografis negara di Amerika Latin ini sangat menantang. Chille bahkan sempat jadi lokasi penyelenggaraan sejumlah ajang rally ekstrem bergengsi seperti Rally Dakar dan Camel Trophy.
Seperti apa kemampuan dari pickup double cab Riddara RD6 versi PHEV ini?
Riddara RD6 PHEV
Rancang bangun model Riddara RD6 Pro versi EV berbasis platform Sustainable Experience Architecture (SEA) milik Geely. Tersedia dalam versi RWD dan AWD.
Yang versi PHEV basis platformnya NordThor EM-P Hybrid terbaru dari Geely. Teknologi hybrid yang digunakan memanfaatkan dua motor elektrik penggerak all-wheel drive (AWD) dengan mesin bensin 1.5-liter turbo yang berfungsi sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Transmisinya pakai jenis hybrid DHT 3-speed.

Output daya total yang dihasilkan sistem hybridnya mencapai 260 kW (349 hp). Tak terlalu besar memang, walau lebih unggul dari versi EV yang cuma 268 hp. Tapi torsi yang disuguhkan RD6 versi PHEV ini sangat membuncah, yakni 914 Nm! Pantas saja cuma butuh 6,3 detik untuk mencapai 100 km/jam pada kondisi beban muatan kosong dan 8,3 detik dengan beban muatan penuh.
Perihal konsumsi BBM, pada kondisi normal mode hybrid hanya butuh 1,5 liter bensin untuk jarak 100 km (standar uji NEDC). Pada kondisi pengisian daya baterai maksimum, konsumsi BBM di angka 6,7 liter/100 km. Jelas ini mobil yang sangat efisien dan irit BBM. Bahkan tak perlu repot mencari SPKLU untuk mengisi daya baterainya.

Karena fungsinya sebagai kuda beban, RD6 PHEV diklaim memiliki daya angkut hingga 875 kg. Lebih unggul dari RD6 Pro versi EV yang punya daya angkut 775 kg. Sedangkan kemampuan menarik beban antara RD6 versi EV maupun PHEV sama yakni hingga 2,5 ton.
Spek baterai pakai jenis LFP (lithium iron phosphate) berdaya 19.09 kWh. Jika hanya mengandalkan daya baterai pada mode EV, jarak jelajahnya cuma 100 km (standar uji CLTC). Dengan mengaktifkan sistem hybrid, Riddara RD6 PHEV digadang mampu tembus jarak 1.068 km!
Kemampuan Berkendara Ala SUV
Untuk pengendaraan di jalan raya, ada tiga opsi mode berkendara yakni Eco, Comfort, dan Sport. Cocok untuk perjalanan dalam kota maupun antar kota.
Jika dibawa ke alam tanpa aspal, ada empat mode berkendara yang bisa dipilih yakni Snow, Mud, Off-road, dan Sand. Nampaknya mobil ini memang dirancang untuk bisa diajak plesir maupun jadi pekerja keras di berbagai kondisi alam. Tak jauh beda seperti mengemudi SUV.

Sistem suspensi independen dan radius putar kemudi minim yakni 6.5 meter memang pas untuk diajak beroff-road ria. Sistem rem model One-Box membuat RD6 PHEV memiliki jarak pengereman 39 meter, dari kecepatan 100 km/jam hingga berhenti dengan beban muatan penuh.
Kemunculan RD6 PHEV di Chille ternyata tak sekadar mencari lokasi foto beauty shoot yang instagramable. Tapi uji ketangguhan di medan pegunungan Andes yang bersalju dan rutenya terkenal ganas. Nampaknya ini adalah RD6 varian Horizon High-Altitude Edition yang memang untuk kondisi suhu minus di padang es maupun gunung salju.

Pabrikan mengklaim, sistem hybrid yang digunakan masih mampu bekerja secara optimal pada suhu -30°C di ketinggian sekitar 3.800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Mobil dapat dengan mudah distarter pada kondisi temperatur beku. Bahkan daya jelajah maksimumnya masih komprehensif, yakni di kisaran 95%. Luar biasa!
Kemampuan dan daya tahan seperti ini memang pas untuk kawasan seperti Nepal dan Pakistan yang punya kondisi geografis pegunungan serupa dengan Chille.
Riddara Jadi Senjata Geely di Segmen Pickup
Geely memang punya banyak sub-brand yang mereka kelola, salah satunya adalah Radar Auto, yang di pasar global pakai label Riddara. Brand dari Geely yang satu ini fokus mengembangkan kendaraan elektrifikasi dengan karakter outdoor lifestyle kuat.

Meski di bawah naungan Geely, tapi mereka bergerak secara independen, bahkan punya fasilitas riset sendiri di Hangzhou, RRC.
Pickup double cab Riddara RD6 di pasar domestik China punya julukan “King Kong”. Cocok dengan posturnya yang kekar dan aura tampilannya yang garang.
Sejak awal tahun 2025 unitnya sudah terlihat berseliweran di Indonesia untuk melakukan serangkaian uji coba. Jika saat ini Indonesia baru sebatas target yang dibidik, Riddara justru sudah memasarkan pickup EV mereka yakni RD6 Pro di Thailand sejak tahun 2024. Meskipun persaingan pangsa pasar segmen pickup di Negeri Gajah Putih sangat ketat, akan tetapi prospeknya sangat cerah.

Masih belum dapat dipastikan apakah RD6 terutama versi EV bakal beredar di Indonesia dengan label Radar, Riddara atau sub-brand Geely lainnya. Pasalnya sejak tahun 2025 lalu pihak Geely Indonesia menegaskan bahwa mereka masih belum ada rencana untuk membawa mobil ini masuk pasar otomotif Indonesia.
Tentunya ada sejumlah pertimbangan sebelum mulai jualan mobil pickup double cabin, terlebih lagi versi EV. Namun dengan munculnya RD6 versi plug-in hybrid, maka tak tertutup kemungkinan ada peluang bakal mulai diperkenalkan di Tanah Air. Pangsa pasarnya ada dan lumayan menjanjikan.
Harga Kelas Menengah Atas
Dengan slogan “Function as a Pickup, Drive as an SUV”, kabin RD6 PHEV dikemas cukup mewah plus dibekali fitur yang lengkap.
Pada dashboard terpampang panel layar instrumen 10.2-inci dan layar multimedia model mengambang berukuran 14.6-inci. Jok depan dilengkapi penghangat yang bikin perjalanan di suhu dingin jadi makin nyaman.

Fitur yang dibekalkan pun sangat kekinian, mulai dari voice control, koneksi ponsel hingga wireless charger. Kabinnya sangat senyap dengan kekedapan kabin 35 dB.
Walau ini mobil pickup, tapi sudah dilengkapi sistem bantu berkendara ADAS dengan kemudi otonom intelligent driving assistance level L2. Tak kalah dari SUV kelas premium.

Mobil ini pun dilengkapi fitur berbagi daya listrik V2L (vehicle-to-load) yang mampu mengalirkan daya listrik hingga 3.3 kW untuk perangkat kelistrikan eksternal. Jadi tak perlu repot mencari genset dadakan untuk kondisi darurat maupun saat berkemah.

Maka cukup pantas rasanya jika Geely Riddara RD6 PHEV varian Mountain Edition dipasarkan di China seharga 139.800 yuan atau setara Rp 335 jutaan. Sedangkan untuk varian Horizon High-Altitude Edition label harganya 151.800 yuan atau sekira Rp 363 jutaan.
Level harganya memang sesuai dengan konten fiturnya yang kelas menengah atas. Mobilnya pun cocok bagi para penyuka gaya petualang. Jika nantinya resmi dipasarkan di Indonesia dengan selisih harga yang tak terpaut jauh, lumayan bisa menggetarkan juga dan dijamin bikin hati kepincut.