Berikut strategi Presiden Direktur baru Honda Prospect Motor (HPM). Salah satunya adalah penguatan jaringan diler.
PT Honda Prospect Motor hari ini mengumumkan perubahan struktur kepemimpinan melalui acara serah terima jabatan kepada Masanao Kataoka sebagai President Director yang baru.
Dalam acara ini, Shugo Watanabe secara resmi menyerahkan jabatannya sebagai President Director PT Honda Prospect Motor setelah memimpin perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Tongkat kepemimpinan aka dilanjutkan oleh Masanao Kataoka yang punya pengalaman lebih dari dua dekade di Honda di berbagai bidang.
Masanao Kataoka akan memimpin Honda di Indonesia dalam menghadapi perkembangan industri otomotif yang semakin dinamis.
Melalui kepemimpinan barunya, Honda berkomitmen untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang perusahaan.
Lebih spesifik, Honda akan terus memperkuat strateginya di Indonesia melalui dua pendekatan utama, yaitu strategi produk yang lebih terstruktur serta penguatan jaringan dealer dan layanan purna jual.
Melalui strategi ini, Honda memastikan setiap model dalam portofolio produknya memiliki peran yang jelas dalam mendukung perjalanan mobilitas konsumen di berbagai tahap kehidupan.
Profil Masanao Kataoka

Strategi Presiden Direktur baru Honda Prospect Motor fokus pada penguatan jaringan dealer dan layanan purna jual.
Strategi tersebut nampaknya cocok dengan profil Masanao Kataoka.
Kataoka memulai kariernya di Honda pada tahun 2000 dan memiliki pengalaman luas di berbagai fungsi strategis dalam bisnis otomotif Honda.
Ia pernah terlibat dalam bidang Marketing & Sales di Filipina dan Malaysia, sebelum kemudian berfokus pada Product Planning di Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga bertanggung jawab dalam Life Cycle Business Planning serta Automobile Business Strategy, dengan fokus pada pengembangan portofolio produk yang selaras dengan perubahan kebutuhan konsumen serta dinamika industri otomotif global.
Selain itu, ia juga memiliki pengalaman bekerja di beberapa pasar di kawasan Asia, termasuk Filipina dan Malaysia, yang memberinya perspektif luas mengenai karakter pasar serta ekspektasi konsumen di kawasan ASEAN.