Mercedes-Benz C-Class Electric 2027: Buas dan Super Canggih

7 May 2026 | 4:31 pm | Rizky Dermawan

Ingin punya mobil Mercedes Benz terbaru tapi beda dari yang biasa? Pabrikan asal Jerman ini baru saja memperkenalkan mobil listrik terbaru tapi tak berlabel EQ. C-Class Electric.

Ini adalah pertama kalinya model C-Class ada versi listrik bertenaga baterai (BEV) dalam sejarah Mercedes-Benz.  Namun, versi  bermesin motor bakar yakni C-Class generasi W206 juga hadir versi faceliftnya. Nantinya Mercedes akan memasarkan keduanya secara bersamaan. Penasaran dengan C-Class penyedot setrum ini?

C-Class Kini Tanpa Asap Knalpot

Model dengan kode nomenklatur W520 ini memiliki panjang 4.883 mm, lebar 1.892 mm, tinggi 1.503 mm, dan wheelbase 2.962 mm.

Jika dibandingkan dengan versi peminum juice fossil yakni W206, C-Class Electric lebih panjang 132 mm, lebih lebar 72 mm, dan lebih tinggi 65 mm. Wheelbase-nya pun lebih panjang 97 mm. Lebih kurang, hampir seukuran Mercedes-Benz GLC 400 Electric.

Rancang bangun berbasis platform khusus EV yang digunakan menghasilkan ruang kabin yang relatif lebih lapang. Ruang kaki penumpang depan lebih lega 12 mm. Batas kepala dengan plafon pun lebih lapang sekira 22 mm (depan) dan 11 mm (belakang).

Tampilan bagian depan dihiasi grille dengan frame bergaya Mercedes-Benz W111 1959 yang diadopsi dari GLC 400 Electric. Grille model tertutup pada C-Class Electric dihiasi 1.050 elemen lampu LED yang memberikan pencahayaan cukup terang dan atraktif di malam hari. Sepasang lampu di kiri-kanan grille menampilkan elemen garis three-pointed star khas Mercedes Benz.

Baca juga :  EV Melejit! Penjualan Mobil Listrik RI Geser Dominasi Mobil BBM

Tampilan bagian samping pun tak kalah atraktif dengan garis atap melandai ala fastback. Sedikit mirip Mercedes EQE dan EQS, hanya sedikit lebih compact dna kekar.

Bagian belakang pun dilengkapi empat lampu berdesain unik berbentuk bintang ala GLC 400 Electric dan Concept GT XX 2025. Bahkan koefisien hambatan udara C-Class Electric pun sangat minim, yakni 0.22 (Cd). Dengan gaya aerodinamika yang sempurna, konsumsi energi pun akan lebih efisien.

Interior Hightech dan Mewah

Kemasan interior menjadi gambaran inovasi desain paling out of the box dan berani dari Mercedes. Pada dashboard terpampang layar digital MBUX Hyperscreen berukuran 39,1 inci yang melintang dari kiri ke kanan.

Layar sentuh berlapis kaca ini menggunakan pencahayaan 1.000 titik LED yang dapat diatur secara individual. Dibawah layar ada pad wireless charging, cup holder, dan beberapa tombol fisik. Setir masih dengan desain khas Mercedes-Benz yang dilengkapi tombol setting fungsi fitur berkendara.

Soal kemewahan tak perlu dipertanyakan. Jok depan dilengkapi ventilasi, fitur pemijat, dan fungsi suara 4D terintegrasi. Atap panoramik saat tertutup akan menampilkan 162 bintang bercahaya yang dapat berubah warna sesuai dengan ambient lightning.

Oh ya, C-Class Electric merupakan model kedua setelah GLC 400 Electric yang pakai material kulit vegan bersertifikasi dari The Vegan Society dan German AGR (lembaga kesehatan Jerman). Kurang mewah apalagi coba? Bahkan terkesan sangat S-Class, jauh lebih lux dari C-Class W206.

Baca juga :  JETOUR G700 & T2 i-DM Diuji Dengan Trek Simulasi “Travel+”

Performa Menggiurkan Tanpa Asap

Untuk teknologi penggerak, Mercedes-Benz tak bisa dioandang sevelah mata di kancah mobil listrik. Berbekal sepasang motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan 360 kW (482 hp) dan torsi 800 Nm, akselerasi 0-100 km/jam cuma butuh waktu 3,9 detik. Performa C-Class tanpa asap knalpot ini memang sangat menggiurkan.

Keunikan teknologi penggerak mobil listrik ini ada pada sistem transmisinya. Pada motor listrik di roda belakang terhubung dengan transmisi 2-speed. Gigi 1 dengan rasio 11:1 untuk mendongkrak akselerasi awal. Sedangkan gigi 2 dengan rasio 5:1 untuk kecepatan jelajah konstan. Pada motor listrik di poros roda depan terdapat single-speed gearbox yang akan non aktif ketika kecepatan jelajah konstan telah tercapai.

Rancang bangun Mercedes-Benz C-Class Electric menggunakan platform voltase tinggi 800-volt. Pengisian daya cepat pada fast charger DC beroutput maksimum 350 kW dapat menerima daya efektif 330 kW.

Dengan baterai berdaya 94 kwh, jarak jelajah maksimum diklaim mencapai 762 km (WLTP). Pengisian daya selama 10 menit menggunakan fast charger cukup untuk menempuh jarak 325 km.

Teknologi mutakhir lainnya yabg dibekalkan yakni sistem suspensi Car-to-X dan sistem kemudi rear-axle steering yang bida membuat roda belakang berbelok hingga sudut 4,5 derajat untuk menghasilkan stabilitas berkendara di kecepatan rendah. Tak hanya itu, sistem kenudi roda belakang membuat radius putar mobil listrik ini jadi lebih minim yakni hanya 11,2 meter.

Baca juga :  JETOUR T1 Taklukkan Trek Andes hingga Atacama, Tetap Optimal!

Software MB.OS yang dibekalkan pun sudah versi terbaru yang dilengkapi kemampuan update over-the-air (OTA), voice assistance berbasis AI, navigasi augmented-reality dan sistem ADAS dengan kemudi otonom Level 2 MB.DRIVE ASSIST PRO.

Tak sabar ingin segera mencicipi mobil listrik yang satu ini? Ternyata peluncuran resminya akan dimulai dari Amerika Serikat. Kawasan negara lainnya akan menyusul kemudian.

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x