Berikut spesifikasi Leapmotor B10 yang hadir di GIIAS 2026. Mobil SUV listrik ini mencuri perhatian pengunjung yang datang.
Leapmotor B10 dibangun di atas platform LEAP 3.5 yang sudah menggunakan teknologi Cell-to-Chassis (C2C), yaitu baterai yang terintegrasi langsung ke struktur rangka kendaraan. Teknologi modern tersebut diklaim bisa meningkatkan efisiensi ruang kabin dan juga membuat handling lebih stabil.
Dari sisi jantung pacu, Leapmotor B10 mengadopsi baterai berkapasitas 67,1 kWh yang di atas kertas mampu menempuh jarak hingga sekitar 600 km berdasarkan standar CLTC, atau sekitar 434 km dalam pengujian WLTP.
Selnjutnya, terdapat motor listrik yang bisa menghasilkan tenaga hingga 215 hp dengan torsi puncak 240 Nm. Untuk akselerasi dari 0-100 Kpj catatan waktunya sekitar 8 detik.
Aspek keselamatan juga sudah ada di Leapmotor B10. Hal itu dibuktikan dengan adanya 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), termasuk kamera 360 derajat, adaptive cruise control, hingga lane centring control. B10 juga telah meraih 5 bintang dari lembaga pengujian Euro NCAP dan ANCAP.
Dari sisi interior, Leapmotor B10 juga tampil simpel, modern dan aman untuk penumpang. Dimana material pelapis jok sudah mengantongi sertifikasi OEKO-TEX. Bahan tersebut materialnya diklaim bebas dari zat berbahaya, anti-bakteri, dan aman bersentuhan dengan kulit bayi.
Mulai Dirakit Lokal

Spesifikasi Leapmotor B10 cukup modern di kelasnya. Mobil listrik ini sudah mulai dirakit di Indonesia pada bulan Agustus 2026.
Perakitan dilakukan di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat, dengan mengadopsi standar manufaktur global Leapmotor dan Stellantis guna memastikan setiap kendaraan yang diproduksi memenuhi standar kualitas, keamanan, dan keandalan yang konsisten.
Dimulainya perakitan lokal merupakan langkah penting bagi Leapmotor dalam menghadirkan kendaraan listrik yang semakin dekat dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Selain meningkatkan fleksibilitas pasokan, kehadiran manufaktur lokal juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia bersama Stellantis dan Indomobil.
Pada tahap awal operasional, Plant 3 memiliki kapasitas produksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 unit per tahun. Seiring dengan perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia, fasilitas ini telah dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga tujuh belas unit per jam atau 34.000 unit per tahun, termasuk melalui pengembangan fasilitas body shop dan paint shop.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung pertumbuhan portfolio produk Leapmotor di Indonesia pada masa mendatang.
