Berikut beberapa alasan penumpang belakang wajib pakai seatbelt. Salah satunya jelas untuk menghindari efek kecelakaan yang fatal.
Banyak yang beranggapan bahwa duduk di baris belakang jauh lebih aman dan terlindungi oleh kursi depan. Faktanya, mengabaikan sabuk pengaman di baris kedua bukan hanya membahayakan nyawa penumpang itu sendiri, tetapi juga menjadi ancaman mematikan bagi pengemudi dan penumpang di depannya.
Dilansir dari laman Korlantas Polri, berikut adalah alasan mengapa menggunakan sabuk pengaman di baris belakang adalah sebuah keharusan mutlak dalam standar keselamatan berkendara.
1. Ancaman Fatal bagi Penumpang Baris Depan
Alasan penumpang belakang wajib pakai seatbelt pertama adalah untuk menghindari ancaman fatal bagi penumpang baris depan.
Meskipun pengemudi dan penumpang depan sudah tertib menggunakan sabuk pengaman dan terlindungi oleh airbag, mereka tetap rentan terhadap hantaman dari arah belakang.
Gaya dorong dari tubuh penumpang belakang yang terlempar dapat merusak kursi depan dan membentur penumpang depan dengan kekuatan yang sangat merusak. Hal ini dapat meningkatkan risiko kematian penumpang depan jika penumpang di belakangnya tidak mengenakan sabuk pengaman.
2. Bahaya Terpental di Dalam Kabin

Foto: The Drive
Selanjutnya adalah bahaya terpental di dalam kabin mobil. Ketika kendaraan melaju dengan kecepatan 60 km/jam dan berhenti mendadak akibat benturan, tubuh penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman akan tetap melaju pada kecepatan yang sama.
Tanpa menggunakan sabuk pengaman, penumpang belakang akan terlempar ke depan dengan gaya dorong yang sangat besar. Penumpang belakang dapat membentur kursi depan dengan keras, menabrak kaca depan, atau bahkan terlempar keluar dari kendaraan. Risiko cedera kepala, leher, dan tulang belakang meningkat secara drastis dalam skenario ini.
3. Optimalisasi Fitur Keselamatan Kendaraan Modern
Kendaraan modern dirancang dengan sistem keselamatan pasif yang saling terintegrasi, seperti crumple zone (zona benturan), sabuk pengaman dengan pretensioner, dan airbag (kantong udara).
Seluruh sistem ini dirancang dengan asumsi dasar bahwa semua penumpang di dalam kabin berada pada posisi yang terlindungi oleh sabuk pengaman. Jika ada penumpang yang tidak pakai seatbelt, distribusi energi benturan di dalam kabin menjadi tidak terkendali, membuat fitur keselamatan canggih pada kendaraan menjadi tidak efektif atau bahkan berpotensi melukai.