Meski sekilas terlihat seperti debu biasa, dampak abu vulkanik pada mobil tidak boleh disepelekan. Partikel abu yang sangat halus dan memiliki tekstur abrasif dapat memengaruhi bodi, kaca, sistem pengereman, hingga komponen mesin.
Karena itu, pemilik mobil perlu melakukan pemeriksaan dan pembersihan dengan cara yang tepat setelah kendaraan terkena hujan abu. Berikut sejumlah komponen mobil yang perlu mendapat perhatian.
6 Komponen Mobil yang Perlu Diperiksa Setelah Terkena Abu Vulkanik
1. Kaca Mobil
Kaca depan dan kaca samping menjadi salah satu bagian yang paling rentan mengalami kerusakan. Jangan langsung menyalakan wiper untuk membersihkan abu yang menempel.
Tekstur abu vulkanik yang tajam dapat bekerja seperti amplas dan berpotensi menyebabkan goresan pada permukaan kaca. Goresan tersebut bahkan dapat mengganggu visibilitas, terutama ketika berkendara pada malam hari.
Siram kaca menggunakan air mengalir terlebih dahulu hingga seluruh abu luruh. Setelah itu, keringkan menggunakan kain lembut untuk mengurangi risiko kaca tergores.
2. Bodi Mobil
Abu vulkanik juga dapat merusak permukaan bodi mobil. Selain berpotensi menimbulkan baret ketika digosok dalam kondisi kering, abu yang memiliki sifat asam dapat meningkatkan risiko korosi.
Segera bilas seluruh bodi menggunakan air mengalir dan hindari menyeka abu saat permukaan masih kering. Jangan lupa memeriksa bagian kolong mobil karena area tersebut sering luput dibersihkan dan berpotensi mengalami karat.
3. Filter Udara Mesin
Filter udara bertugas menyaring partikel sebelum udara masuk ke mesin. Abu vulkanik yang sangat halus dapat menumpuk pada filter sehingga aliran udara menjadi terhambat.
Kondisi tersebut bisa membuat performa mesin menurun dan berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar. Periksa filter udara setelah mobil terpapar abu dan segera lakukan penggantian apabila kondisinya sudah kotor.
4. Sistem AC Mobil

Saat melewati wilayah yang terdampak abu vulkanik, sebaiknya kaca jendela tetap tertutup. Abu yang masuk ke kabin dapat tersedot ke sistem sirkulasi AC dan mengganggu aliran udara.
Setelah keluar dari kawasan terdampak, bersihkan kabin, terutama dasbor dan area yang menjadi jalur sirkulasi udara. Pemeriksaan filter kabin juga penting apabila kendaraan terpapar abu dalam jumlah cukup banyak.
5. Komponen Rem
Sistem pengereman, baik cakram maupun tromol, juga perlu diperiksa. Partikel abu yang menempel pada piringan atau masuk ke rumah tromol dapat menimbulkan gesekan dan goresan ketika kampas rem bekerja.
Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen dan memengaruhi performa pengereman.
6. Kisi-Kisi Radiator dan Area Mesin
Pemilik mobil juga perlu memperhatikan kisi-kisi radiator, drive belt, idle bearing, serta area mesin lainnya. Abu yang menumpuk pada kisi-kisi radiator dapat menghambat sirkulasi udara dan mengurangi efektivitas pendinginan mesin.
Jika kendaraan cukup lama terkena hujan abu secara langsung, pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi menjadi langkah yang disarankan. Dengan begitu, potensi kerusakan akibat abu vulkanik dapat diketahui lebih awal dan kendaraan tetap aman digunakan.
Pada akhirnya, dampak abu vulkanik pada mobil bisa diminimalkan dengan pembersihan yang benar dan pemeriksaan komponen secara menyeluruh. Jangan menganggap abu vulkanik sebagai debu biasa karena partikel tersebut dapat memberikan efek abrasif sekaligus mengganggu sejumlah komponen penting kendaraan.

