Suzuki Sidekick, ‘Jip’ 4×2 Entry-Level Yang Tetap Atraktif

3 December 2022 | 12:00 pm | Aldi Prihaditama

Pasar otomotif Tanah Air era 1990an memang sedang diramaikan dengan beragam produk andalan dari banyak merk. Saat itu, segmen mobil penumpang, baik sedan maupun hatchback, masih menjadi primadona bagi konsumen Indonesia. Bukan berarti segmen lain tidak dilirik, karena masih ada ruang bagi agen pemegang merk (APM) untuk menghadirkan produk baru yang menggedor pasar. Seperti yang dilakukan oleh Suzuki di Indonesia, ketika memasarkan Sidekick, ‘jip’ entry Level yang atraktif, di tahun 1995 hingga 2001.

Sebelum kehadiran Sidekick, Suzuki telah memboyong Vitara di tahun 1992 dan Escudo di tahun 1993. Perbedaan utama di keduanya ialah pada sistem penggerak roda saja, jika Vitara dilengkapi dengan transfer case sehingga berpredikat 4×4, maka Escudo tidak memiliki transfer case alias 4×2. Saat itu, istilah Sport Utility Vehicle (SUV) memang belum ngetop. Jadi, konsumen masih banyak menggunakan istilah ‘jip’. Baik untuk 4×4 maupun 4×2, bagaimana urusannya sih…

Entry Level

Oke, Vitara dan Escudo mendapat respons yang amat baik di Indonesia. Karena konsumen Indonesia masih ‘jarang’ disuguhkan jip yang memiliki fitur lengkap dan rasa berkendara yang seperti, ehm… mobil sedan. Jeli melihat peluang, maka Suzuki cepat merespons dengan menghadirkan saudara kandung Vitara dan Escudo yang lebih terjangkau, yakni Sidekick.

Suzuki Sidekick Jip entry Level yang atraktif

Suzuki Sidekick memang diposisikan sebagai entry-level, meski memiliki fisik yang nyaris serupa dengan Vitara dan Escudo. Namun, jika diperhatikan detilnya secara satu per satu, maka terlihat jelas perbedaan yang dimiliki Sidekick. Pemangkasan kelengkapan atau downgrading aneka fitur dilakukan agar Sidekick dapat dibanderol jauh lebih murah dari Escudo.

Baca juga :  Tak Hanya di Kota, Chery Tiggo 5X Mau Diajak Pergi Jauh

Untuk fisik Sidekick, bumper depan dan belakang tidak dicat sewarna bodi, side body moulding juga ditiadakan, tutup bensin menggunakan kunci manual, dan tidak menggunakan wiper kaca belakang. Masuk ke kabinnya, semakin terlihat fitur yang lengser. Mulai dari power window, electric mirror, tilt steering, console tengah, jam digital, map light, rear defogger, sampai door pocket. Bahkan material jok yang digunakan pun lebih tipis dan model door trim lebih sederhana.

Interior suzuki Sidekick

Mesin

Mesin G16A 1.6 liter SOHC berkarburator Mikuni, seperti pada Vitara dan Escudo, digunakan juga oleh Sidekick. Alasannya, mesin bertenaga 76 hp ini tergolong bandel dan suku cadang mudah ditemui. Untungnya, fitur power steering tidak absen pada Sidekick. Supaya menekan harga jual dan pajak kendaraan tetap terjangkau, sistem penggerak rodanya cukup 4×2 saja.

Suzuki Sidekick Jip entry Level yang atraktif bermesin 1,6 liter seperti VItara dan Escudo.

Di balik langkah downgrading yang diterapkan Suzuki pada Sidekick ini, ternyata mobil ini disambut positif oleh konsumen Indonesia. Bahkan Suzuki sampai membuat beberapa trim untuk Sidekick ini, salah satunya ialah varian Drag-1 yang kami jumpai ini. Suzuki Sidekick Drag-1 memiliki perbedaan dengan Sidekick ‘biasa’, karena dilengkapi body striping bergaya dinamis, kain jok bermotif cerah, dan velg alloy palang 3 buatan Excel.

Unit yang kami temui ini memang masih tergolong mulus, meski pemiliknya sudah melakukan beberapa sentuhan agar membuat mobil ini semakin keren. Velgnya menggunakan milik Vitara model ‘teardrop’ berdiameter 15 inci yang dibalut ban Hankook Dynapro MT2, sedangkan third brake lamp menggunakan Suzuki Jimny yang dimodifikasi bracket-nya.

Baca juga :  Review Honda BR-V N7X Edition, Siapa Tahu Perlu Tampil Beda

Untuk mendapatkan Suzuki Sidekick dengan kondisi mulus dan prima di masa sekarang, memang cukup menguji kesabaran. Karena tidak sedikit yang kondisinya sudah kurang sedap dipandang. Buat Anda yang ingin bernostalgia dengan mobil era 1990an dan masih berdedikasi untuk menginjak kopling, sebab semuanya bertransmisi manual 5-speed, Suzuki Sidekick, sang jip entry level yang atraktif ini bisa jadi pilihan buat diajak meet-up.

Terkait dengan mesinnya yang minim teknologi, sepertinya oke juga jika dijejalkan perabotan turbocharger. Kenapa? Karena kami suka turbo…

3.8 4 votes
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x