NGA dan OCS Perkuat Bisnis Genuine Parts di Automechanika 2026

Industri otomotif Indonesia sedang memasuki fase yang semakin kompleks. Bukan hanya jumlah kendaraan yang terus bertambah, pilihan merek dan model juga semakin beragam. Kondisi tersebut ikut mengubah kebutuhan di sektor aftermarket, terutama dalam hal ketersediaan suku cadang kendaraan.

Melihat perubahan tersebut, PT Nusantara Global Autoparts (NGA) dan PT Oto Citra Sentosa (OCS) hadir di Automechanika Jakarta 2026 dengan membawa fokus yang lebih luas. Keduanya ingin menunjukkan bagaimana bisnis genuine automotive parts dapat berkembang melalui penguatan distribusi, digitalisasi, hingga ekspansi pasar internasional.

OCS menangani distribusi genuine automotive parts untuk pasar domestik Indonesia. Sementara NGA memiliki fokus pada pasar internasional dan ekspor. Meski memiliki orientasi pasar berbeda, keduanya sama-sama mengembangkan konsep multibrand genuine automotive parts supplier.

Artinya, konsumen maupun pelanggan B2B tidak harus mencari kebutuhan Toyota, Mitsubishi, Honda, Hyundai, Mazda atau merek lainnya melalui supplier berbeda. NGA dan OCS berupaya menyediakan berbagai kebutuhan tersebut melalui satu jaringan supply.

Tak Hanya Mengandalkan Harga

Dalam bisnis spare parts, harga memang tetap menjadi pertimbangan. Namun, bagi pelanggan B2B, persoalannya jauh lebih kompleks.

Barang dengan harga kompetitif tidak akan banyak membantu apabila stoknya tidak tersedia ketika dibutuhkan. Kesalahan part number juga dapat membuat proses perbaikan kendaraan tertunda.

Karena itu, NGA dan OCS menempatkan availability, ketepatan part number, product knowledge, kecepatan pelayanan, dan kemampuan distribusi sebagai bagian penting dari layanan.

OCS sendiri melayani berbagai segmen pasar domestik, mulai dari perusahaan asuransi, workshop dan body repair, toko spare parts, perusahaan, fleet hingga pelanggan retail.

Portofolio genuine parts yang ditangani juga tidak terbatas pada Toyota dan Mitsubishi. Honda, Daihatsu, Suzuki, Hyundai, Nissan, Mazda, Isuzu, Hino serta sejumlah merek lainnya masuk dalam cakupan bisnis perusahaan.

Indonesia Jadi Basis untuk Pasar Global

Di sisi lain, NGA melihat peluang yang lebih besar melalui pasar ekspor. Indonesia dinilai memiliki posisi menarik sebagai sumber genuine automotive parts, terutama karena kendaraan dari berbagai merek telah digunakan secara luas di kawasan Asia.

Karena itu, NGA terus membangun hubungan dengan distributor dan wholesaler di berbagai negara. Targetnya bukan sekadar mengejar transaksi satu kali, melainkan menciptakan hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan yang membutuhkan pasokan parts secara reguler.

Digitalisasi Mengubah Cara Mencari Spare Parts

Besarnya jumlah SKU dan variasi part number membuat teknologi menjadi semakin penting. NGA dan OCS terus mengembangkan sistem internal untuk pengelolaan inventory, transaksi serta monitoring barang.

Di sisi konsumen, perusahaan juga mengembangkan otoparts.id sebagai kanal digital yang nantinya memudahkan proses pencarian produk, melihat harga, melakukan pembelian hingga memantau pengiriman.

Namun, digitalisasi tidak berarti menghilangkan peran manusia. Untuk produk teknis seperti spare parts, konsultasi tetap dibutuhkan, terutama dalam memastikan kecocokan part number dan aplikasi kendaraan.

Bersiap Menghadapi Mobil China dan Era EV

Masuknya semakin banyak merek kendaraan China juga menjadi tantangan sekaligus peluang baru. Bertambahnya merek berarti bertambah pula variasi model dan kebutuhan aftermarket.

Hal yang sama berlaku untuk kendaraan listrik. Pergeseran dari mesin pembakaran internal menuju EV memang mengubah sebagian kebutuhan komponen, tetapi kendaraan listrik tetap membutuhkan body parts, suspension, steering, braking, electrical components dan berbagai komponen lainnya.

NGA dan OCS memilih mengikuti perubahan tersebut secara bertahap sambil membangun pemahaman terhadap ekosistem parts kendaraan generasi baru.

Melalui Automechanika Jakarta 2026, keduanya ingin memperkuat tiga fokus utama: distribution network, digitalization, dan international market.

Bagi distributor, wholesaler, workshop, perusahaan asuransi maupun fleet operator yang ingin membuka peluang kerja sama, NGA dan OCS membuka ruang diskusi langsung di Booth 5E02.

Bukan sekadar memasarkan spare parts, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun jaringan supply genuine automotive parts yang lebih terintegrasi, baik untuk kebutuhan Indonesia maupun pasar global.

automechanika jakarta 2026

Automechanika Jakarta 2026 Resmi Digelar, Jadi Panggung Baru Industri Otomotif Indonesia

Ajang Automechanika Jakarta 2026 resmi hadir untuk pertama kalinya di Indonesia dan menjadi salah satu agenda penting bagi industri otomotif nasional. Pameran internasional ini berlangsung pada 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE).

Kehadiran Automechanika Jakarta menjadi bagian dari ekspansi jaringan pameran Automechanika ke Indonesia. Ajang ini dirancang sebagai platform yang mempertemukan produsen, distributor, pelaku bengkel, industri komponen, hingga berbagai perusahaan yang bergerak di sektor aftermarket otomotif.

Messe Frankfurt menyebut Automechanika Jakarta 2026 menjadi pameran perdana di Indonesia. Sebelumnya, jaringan Automechanika telah hadir di berbagai lokasi di dunia sebagai salah satu platform industri otomotif dan aftermarket.

“Sejak didirikan pada tahun 1971, Automechanika telah berkembang menjadi pameran perdagangan aftermarket otomotif terkemuka. Setelah merambah Asia Tenggara sejak 1998, membawa platform ini ke Jakarta merupakan langkah yang sangat strategis. Indonesia memiliki pasar yang tumbuh paling cepat, didukung oleh kebijakan pemerintah dan perluasan infrastruktur. Peluncuran Automechanika Jakarta bertujuan untuk menghubungkan keahlian serta inovasi otomotif global dengan para pelaku industri lokal,” jelas Stephan Kurzawski – Senior Vice President Messe Frankfurt Exhibition GmbH (24/9).

Ratusan Eksibitor Hadir Bawa Teknologi Otomotif Terbaru

automechanika jakarta 2026

Automechanika Jakarta 2026 menghadirkan 339 eksibitor dengan area pameran yang mencakup sekitar 20.000 meter persegi. Selain menampilkan produk dan solusi industri, agenda tersebut juga menghadirkan sejumlah program pendukung, termasuk Automotive Mobility Solutions Conference, Tech & Skills Workshops, serta Supply Chain Collaboration Forum.

Berbagai perkembangan yang tengah mengubah industri otomotif menjadi bagian penting dalam agenda Automechanika. Mulai dari elektrifikasi kendaraan, digitalisasi, teknologi kendaraan terkoneksi, hingga solusi aftermarket dan perkembangan teknologi bengkel menjadi perhatian dalam ekosistem pameran.

Indonesia dipandang sebagai pasar strategis karena memiliki basis produksi otomotif yang kuat sekaligus menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Messe Frankfurt sebelumnya juga menyebut potensi industri aftermarket Indonesia terus berkembang seiring perubahan teknologi dan kebutuhan mobilitas.

Kehadiran Automechanika Jakarta juga membuka peluang bagi pelaku industri lokal untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan produk dan teknologi kepada pasar internasional.

Sementara itu, penyelenggaraan Automechanika Jakarta berlangsung tidak lama setelah Automechanika Frankfurt 2026, yang digelar 8-12 September. Edisi Frankfurt mencatat lebih dari 112.000 pengunjung profesional dari 173 negara dan sekitar 4.400 eksibitor dari 80 negara, dengan perhatian besar pada kecerdasan buatan, software-defined vehicle, mobil terhubung, sistem bantuan pengemudi, serta teknologi penggerak alternatif.

Dengan penyelenggaraan perdananya di Indonesia, Automechanika Jakarta 2026 menjadi wadah baru bagi industri otomotif untuk mempertemukan inovasi, kebutuhan pasar, dan peluang bisnis dalam perkembangan ekosistem kendaraan masa depan.

event automechanika jakarta 2026

Event Automechanika Jakarta 2026 Akan Berlokasi di PIK 2

Event Automechanika Jakarta 2026 akan berlokasi di PIK 2, tepatnya di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) pada 24-27 September tahun depan.

Messe Frankfurt mengumumkan perluasan pameran merek dagang Automechanika di Asia Tenggara. Lewat penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama antara Messe Frankfurt dan Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) dalam menyelenggarakan pameran ini.

Surat Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani antara Messe Frankfurt dan GIAMM disaksikan oleh perwakilan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Kementerian tersebut telah menyatakan dukungan kuat terhadap pameran ini. Menunjukkan komitmen mereka dalam mendorong pertumbuhan perusahaan dalam negeri, perdagangan, dan transformasi industri, yang akan sangat didukung dalam pameran ini

Acara ini menandakan komitmen perusahaan dalam membangun platform perdagangan di pasar dengan potensi pertumbuhan yang tinggi. Pameran ini diperkirakan akan menampilkan 350 peserta pameran di area pameran seluas 15.000 meter persegi.

Automechanika Jakarta melibatkan semua pemain industri otomotif

 

event automechanika jakarta

 

Event Automechanika Jakarta 2026 melibatkan peserta dari seluruh rantai pasokan otomotif, termasuk suku cadang dan komponen, perangkat listrik dan elektronik, aksesori dan kustomisasi, diagnostik dan perbaikan, solusi dan layanan digital, ban dan roda, bodi dan cat, sepeda motor, serta manufaktur otomotif dan otomatisasi.

Dalam rangka pertumbuhan, inovasi, dan pengembangan industri lokal, pameran ini bertujuan untuk memberdayakan, menghubungkan, dan menawarkan pengalaman interaktif bagi para pesertanya.

Sebagai contoh, acara pendukung akan mendorong jaringan dan pertukaran pengetahuan yang sejalan dengan arah industri, seperti Konferensi Solusi Mobilitas Otomotif dan Forum Kolaborasi Rantai Pasokan.

Pengembangan keterampilan juga akan ditonjolkan melalui Workshop Teknologi dan Keterampilan dengan berbagai pelatihan yang ditargetkan. Selain itu, keterlibatan komunitas dan perayaan budaya otomotif akan menjadi fokus autoFEST@Jakarta, dengan konser, drifting, dan kompetisi audio dan modifikasi mobil, menciptakan pengalaman yang memuaskan untuk seluruh rantai nilai otomotif, dari produsen hingga pengguna akhir.

“Indonesia berada dalam posisi yang bagus untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasokan otomotif global pada beberapa tahun ke depan. Sebagai ekonomi yang sedang berkembang dengan insentif pemerintah yang mendukung transformasi industri dan meningkatkan penjualan kendaraan, negara ini penuh dengan peluang. Penyelenggaraan Automechanika Jakarta sangat penting dalam hal ini, menyediakan platform yang sangat dibutuhkan untuk mempertemukan pasar dalam negeri dan internasional. Berbagi visi Messe Frankfurt, kami bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri lokal melalui acara ini dengan memperkenalkan perusahaan dalam negeri pada praktik terbaik dan jaringan yang luas,” pungkas Ketua GIAMM, Hamdhani Dzulkarnaen Salim (17/9).