voltron hub puri indah

Voltron Hub Puri Indah Tawarkan Ultra Fast Charging

Voltron Hub Puri Indah hadir dengan ultra fast charging, ini tentunya memudahkan pemilik mobil listrik untuk mengisi baterai dengan cepat.

Voltron Hub Puri Indah mempunyai 24 parking lot dengan pilihan kapasitas 120 kW, 160 kW, dan 480 kW. Dengan konfigurasi tersebut, pengguna dapat menikmati proses pengisian daya yang cepat, dengan estimasi waktu pengisian sekitar 15 menit, bergantung pada jenis kendaraan dan kapasitas baterai yang digunakan.

Total kapasitas Voltron’s Hub Puri Indah saat ini adalah 1.6 mW yang dapat di tingkatkan hingga 2 mW untuk pengembangan kedepannya bila dibutuhkan.

“Melalui peresmian Voltron Hub Puri Indah, kami percaya pengembangan ekosistem EV harus dilakukan melalui kolaborasi bersama berbagai mitra, termasuk PLN dan Kementerian ESDM, agar adopsi kendaraan listrik di Indonesia dapat tumbuh lebih cepat,” ujar Andre Soetadji, CEO Voltron Indonesia.

Lokasi Puri Indah dipilih karena merupakan salah satu kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi dan pertumbuhan pengguna kendaraan listrik yang terus meningkat. Posisi yang strategis diharapkan mampu memberikan kemudahan akses bagi pengguna kendaraan listrik, baik masyarakat umum maupun armada komersial yang beroperasi di kawasan Jakarta Barat dan sekitarnya.

Operasional Buka 24 Jam

voltron hub puri indah

Voltron Hub Puri Indah buka 24 jam sehingga dapat diakses kapan saja sesuai kebutuhan pengguna. Seluruh layanan pengisian daya menggunakan skema tarif resmi Voltron yang dapat diakses melalui aplikasi Voltron Indonesia EV Charging, yang tersedia di Google Play Store maupun Apple App Store.

Voltron Hub Puri Indah dapat digunakan oleh berbagai merek kendaraan listrik yang mendukung standar konektor CCS2 serta teknologi pengisian daya ultra-fast.

“Voltron hadir untuk mempercepat transisi Indonesia menuju mobilitas listrik melalui pembangunan jaringan hub pengisian daya yang andal, mudah diakses, dan tersebar di titik-titik strategis. Voltron’s Hub Puri Indah menjadi standar baru pengembangan charging hub Voltron yang ke depannya akan diperbanyak di berbagai kota di Indonesia,” pungkas Abdul Rahman Elly, Founder & Commissioner Voltron Indonesia.

Penjualan mobil listrik triwulan 1 tahun 2026

Penjualan Mobil Listrik Triwulan 1 Tahun 2026 Tembus 33.150 Unit!

Penjualan mobil listrik triwulan 1 tahun 2026 tembus lebih dari 33 ribu unit. Angka ini meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilansir dari data Gaikindo, penjualan mobil listrik di triwulan 1 tahun ini mencapai 33.150 unit. Kemudian populasi bus listrik nasional hingga April 2026 tercatat mencapai 798 unit. Sementara itu, kendaraan listrik roda dua telah mencapai 236.451 unit pada Februari 2026 atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik di Indonesia.

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik juga didukung oleh semakin luasnya infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik umum (SPKLU). Berdasarkan data PT PLN, hingga April 2026 telah tersedia 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi di Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 62.918 unit pada tahun 2030 untuk mendukung proyeksi 943.764 unit KBLBB sesuai roadmap Kementerian ESDM.

Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Industrik Kendaraan Listrik

shuttle bus di giias makassar 2025

Penjualan mobil listrik triwulan 1 tahun 2026 meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan ekosistem industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional sebagai bagian dari strategi transformasi industri menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan dengan memacu keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

“Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 telah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi, ekonomi hijau, dan industrialisasi nasional,” jelas Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari laman Kemenperin.

Lebih lanjut, Menperin mengungkapkan bahwasanya pemerintah terus mempercepat penguatan struktur industri KBLBB agar memiliki daya saing global sekaligus mampu memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional. Karena itu, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya melibatkan industri besar, tetapi juga mendorong partisipasi aktif IKM nasional.

“Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer wawasan, pengetahuan, dan teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri ke depan,” lanjut Menperin.

Sebagai salah satu langkah konkret, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas menyelenggarakan kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat, pada 22 Mei 2026 kemarin.