Hyundai Staria EV

Penampakan Hyundai Staria EV, Pakai Platform Ioniq 5?

Hyundai Staria EV, seperti pernah kami beritakan akan segera masuk jalur produksi. Kini, bentuknya sudah terlihat jelas dan agak berbeda dengan Staria yang kita kenal. Spyshot-nya beredar di media Korea Selatan.

Dari depan, mukanya mungkin hanya sedikit beda karena grill yang lebar diganti ventilasi kecil dan bukaan untuk colokan charger. Posisi lampu utama, bentuk bonnet, hingga DRL lebar di bawah kap mesin masih dipertahankan.

Yang menarik adalah, overhang (jarak dari ujung spakbor, ke ujung bemper) belakang yang minimalis. otomatis kaca samping belakang juga menciut. Hal lain yang juga jelas terlihat adalah wheelbase yang mengecil. Tidak ada informasi soal seberapa besar, tapi Anda bisa lihat, ukuran Staria EV ini lebih ringkas. Yang belum diketahui juga adalah, apakah dimensi ini akan dipertahankan sampai versi produksi, atau hanya sebatas di mobil uji ini saja.

overhang belakang Staria EV dipangkas. Karena pakai platform Ioniq 5?

Di belakang, yang hilang adalah deretan lampu LED di pilar atas. Menyisakan deretan lampu rem di bawahnya.

Hyundai Staria EV juga dikabarkan berbagi komponen dengan Ioniq 5. Salah satunya adalah penggunaan baterai NMC yang sama-sama berkapasitas 84 kWh. Selain itu, digunakan juga arsitektur kelistrikan 800 volt yang serupa. Dari sini, bisa dipastikan kalau Staria EV akan punya kemampuan fast charging.

Kami juga tidak akan terkejut kalau Staria listrik ternyata menggunakan platform E-GMP yang digunakan Ioniq 5. Ini akan menjelaskan dimensinya yang lebih kecil. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari pelek dengan lima lubang baut. Staria biasa yang juga dipasarkan di Indonesia, punya enam baut.

Staria EV dengan dimensinya yang lebih kecil.

Staria EV diperkirakan mulai diperkenalkan akhir tahun ini. Penjualannya mungkin baru dimulai pertengahan 2026. 

Sumber: The Drive

Hyundai Staria akan ada versi EV

Hyundai Staria EV Dipastikan Masuk Jalur Produksi 2025 Ini

Hyundai Motor Company sepertinya akan punya lebih banyak produk mobil listrik. Kini, dikabarkan Hyundai Staria akan ada versi EV, yang akan masuk jalur perakitan di Ulsan, Korea Selatan.

Varian Hyundai Staria EV ini melengkapi versi diesel, bensin, LPG dan hybrid. Staria bermesin bensin hybrid adalah terbaru yang diperkenalkan sejak Februai 2024 lalu.

Namun kehadiran Staria listrik ini sudah terdeteksi sejak Juli tahun lalu. Saat itu diberitakan oleh media setempat bahwa versi EV MPV bongsor ini akan menggunakan baterai 84 kWh berjenis Nickel Manganese Cobalt (NMC). Baterai ini serupa dengan yang dipakai oleh Ioniq 5. Waktu itu, diperkirakan Staria EV akan mulai dijual awal 2026.

Hyundai ST1

Selain itu, munculnya Staria EV juga sudah kami perkirakan sejak kehadiran Hyundai ST1, mobil komersial berpenggerak listrik, bulan Maret 2024 lalu.

Selain jadwal produksi, belum diketahui pasti seperti apa spesifikasi Staria EV. Mengutip Korea Economic Daily, MPV listrik ini punya target penjualan sebanyak 15.000 sampai 20.000 unit per tahun.

Memang bisa? Mungkin tidak mudah. Mobil ini akan dipasarkan di beberapa wilayah yang persaingan MPV-nya cukup sengit. Salah satu yang dibidik adalah pangsa pasar Eropa.

Hyundai Staria

Di benua ini sudah ada MPV listrik yang lebih dulu meraja seperti Mercedes-Benz eVito atau yang paling disukai, VW ID.Buzz. Lalu dari Tiongkok, ada beragam yang bisa mengganjal mobil ini. Seperti Mifa 9, Denza D9 dan lainnya.

Di Indonesia, belum ada kepastian apakah mobil ini akan hadir. Yang pasti, saat ini Hyundai Motors Indonesia (HMID) memasarkan Staria dengan harga seperti di bawah ini:

  • Staria Signature 9 (9-seater) Rp 924.000.000 (OTR Jakarta)
  • Staria Signature 7 (7-seater) Rp 1.060.500.000 (OTR Jakarta)