Geely Auto Catatkan Rekor Penjualan Tahunan

Geely Auto, merek yang akan segera hadir di Indonesia akhir bulan ini mencatatkan kenaikan penjualan yang signifikan selama 2024 lalu. Pabrikan Tiongkok ini mengumumkan, mereka menjual 2,17 juta unit di pasar global.

Angka tersebut melonjak sebesar 32 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, Geely juga mengumumkan pencapaian ekspor mobil sebesar 403.923 unit dari Tiongkok ke berbagai pasar dunia.

Kenaikan tersebut juga dikatakan merupakan hasil dari kehadiran mereka di 80 negara. Tahun lalu, mereka sukses buka cabang baru di 10 negara. Di waktu bersamaan, Geely juga memperkuat penjualan mereka di Timur Tengah, Amerika Latin dan Eropa Timur sambil memperkenalkan lebih dari 16 model baru.

Zeekr mix by Geely

Dikutip dari pernyataan resminya, “Jaringan penjualan dan pelayanan bertambah secara signifikan. Kini tersedia di 900 lokasi. Naik 69 persen dibadning sebelumnya.”

Belum puas, Geely Auto juga membuka perpanjangan tangan di empat negara baru yaitu Indonesia, Australia, Chile dan Filipina.

Dengan jaringan luas begitu, tantangannya pasti tidak mudah. Salah satunya adalah rantai pasokan yang harus stabil. Untuk itu, perusahaan yang awalnya membuat kulkas ini membangun satu hub dan lima fasilitas penyediaan komponen. Sayangnya tidak disebutkan di mana, hanya dibilang lokasinya strategis.

Zeekr 7X berdiri diatas platform baru PMA2+

Khusus untuk Indonesia, Geely Auto memang sudah menyatakan keseriusannya dalam hal investasi yang terintegrasi dan menyediakan kendaraan dengan teknologi terkini. Namun belum ada kejelasan apakah mereka juga akan buka pabrik di negara ini. Kita tunggu minggu depan.

Untuk diketahui, Geely Auto kini mengendalikan Volvo, Zeekr, Nio, Proton, Polestar, Lynk & Co, Lotus, hingga pembuat taksi listrik London Electric Vehicle Company. 

Crossover EV Geely EX5 Debut Perdana ASEAN di Thailand

Pameran mobil di Thailand jadi momen yang pas bagi Geely untuk memperkenalkan crossover EV terbarunya yakni EX5. Kemunculannya sekaligus jadi debut perdana di kawasan ASEAN. 

Sebagian rancang bangun dan desain Geely EX5 diadopsi dari Volvo EX30 dan mobil listrik yang dibuat oleh brand lain yang ada dibawah naungan Geely Group. Mobil ini sepertinya akan mengincar pasar SUV listrik ringkas, melawan BYD Atto3. 

 

Platform Terpadu GEA

Rancang bangun yang digunakan Geely EX5 yakni platform terpadu bernama Global Intelligent Electric Architecture (GEA). Inovasi teknologi terbaru ini nantinya akan digunakan pada mobil listrik Geely lainnya.

 

Pada platform GEA, konstruksi rangka bodi terintegrasi dengan blok baterai yang juga berfungsi sebagai sasis. Teknologi yang disebut Cell-to-Body (CTB) diklaim mengirit bobot.

Sebagai sistem penggerak, GEA memanfaatkan konstruksi motor elektrik yang terintegrasi dengan sistem pengendali komputer. Sistem ini oleh Geely disebut 11-in-1 Intelligent Electric Drive.

 

Untuk kenyamanan, selain dilengkapi sistem ADAS (Advance Driving System Assistance) Level 2, EX5 dilengkapi sistem operasi terpadu yang disebut FLYME Auto. Tak hanya memanfaatkan sistem kendali komputer terpadu, FLYME Auto juga dilengkapi fitur perintah suara. 

Bisa Menempuh 425 KM

Interior Geely EX5

 

Geely EX5 dibekali satu unit motor elektrik penggerak roda depan (FWD) berdaya 160 kW (214 hp) dengan torsi puncak 320 Nm.

Rival terdekatnya yakni BYD Atto 3 punya output daya 210 hp dengan torsi 310 Nm.

Untuk sumber daya listrik, memanfaatkan baterai Aegis Short Blade berbahan Lithium-Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 60,2 kWh. Geely EX5 diklaim mampu menempuh jarak hingga 425 km. 

Ada dua varian Geely EX5 yang ditawarkan di Thailand yakni Pro dan Max. Geely EX5 Max dengan konten fitur paling lengkap (full-spec) dibanderol mulai dari 949.000 Baht Thailand (Rp 441 jutaan).

Untuk versi Pro dibanderol mulai dari 859.000 Baht Thailand (Rp 399 jutaan). Selisih harganya dengan varian Max cukup tipis juga, hanya sekira Rp 42 jutaan.

Nah, jadi apakah tahun depan Geely EX5 bakal meramaikan pasar mobil listrik di Indonesia? Kita tunggu saja…

 

 

Geely Galaxy Starship 7 PHEV Diluncurkan, Pasar SUV Makin Seru!

Grup otomotif asal Tiongkok, Geely perlahan mulai mengunggah foto mobil terbaru mereka yakni Starship 7. Ini adalah midsize SUV lansiran sub-brand Galaxy yang berada di bawah naungan Geely Group.

Meskipun nama mobil ini agak bernuansa antariksa ala film Star Trek, tapi tampilannya justru tak terlalu futuristik. Agak mirip mobil listrik Geely Galaxy E5 namun ukurannya sedikit lebih besar.

Bagian wajah cenderung polos tanpa grille diimbuhi emblem Geely Galaxy berbentuk persegi enam di tengah. Lampu depan LED Starlight 7 bentuknya seperti kebanyakan mobil modern buatan Geely yang beredar di pasaran. Setidaknya desain bemper depan cukup modis dengan lubang intake tipis.

Yang membuat tampilan mobil ini terlihat mewah adalah sunroof berukuran besar yang terpasang di atapnya. Untuk interior, kemasannya masih belum dapat dipastikan bakal seperti apa nantinya. Namun sepintas dari fotonya cukup menarik. Terutama pada desain setir dan dashboardnya. Layar head unit touchscreen yang terpampang pun nampaknya berukuran cukup besar.

Meskipun spek teknis mobil ini tak diumbar oleh pihak pabrikan, namun sejumlah info mengenai Starship 7 sudah terdaftar di Kementerian Industri dan Teknologi Informasi pemerintah RRC.

Platform Baru

Dari segi dimensi, Geely Galaxy Starship 7 yang panjangnya 4.740 mm dengan lebar 1.905 mm seukuran BMW X3 dan Mercedes GLC. Sedangkan jarak wheelbasenya yang 2.755 mm nyaris seukuran Porsche Macan, BMW X1 dan Mercedes GLA. Dengan tinggi 1.685 mm, bodi Starship 7 nampaknya tak terlalu bongsor.

Rancang bangun Starship 7 menggunakan platform SUV terbaru Geely yakni Global Energy Architecture (GEA). Nah, yang bikin penasaran adalah teknologi plug-in hybrid mutakhir super electric hybrid “Thor” yang dibekalkan pada Starship 7.

Berdasarkan sejumlah media lokal yang ada di China mengabarkan penggerak plug-in hybrid Starship 7 bakal tersedia dalam dua varian outout performa.

Mesin bensin 1.5-liter plus sebuah motor elektrik terpasang di bagian depan. Dengan demikian, Starship 7 mengadopsi sistem penggerak roda depan (FWD).

Baterai lansiran SVOLT yabg dibekalkan pun terdiri dari dua opsi. Versi 19.09 kWh punya daya jelajah mode EV hingga 101 km. Untuk versi berdaya 28.94 kWh, jarak jelajahnya dikatakan bisa mencapai 150 km.

Geely Galaxy Starlight 7 saat ini baru tahap perkenalan. Debut perdana secara resmi di China baru akan berlangsung dalam waktu dekat. Jadi kita tunggu saja kemunculannya untuk bisa mengetahui lebih jauh seperti apa spek lengkapnya.

 

Geely Galaxy E5

Geely Luncurkan Galaxy E5, Ini Kenapa Kompetitornya Wajib Waspada

Raksasa otomotif Geely memperkenalkan SUV Geely Galaxy E5 pada 3 Agustus lalu. Mobil ini cukup ditunggu oleh komunitas dan pengamat otomotif dunia karena banyak hal baru yang dibawa.

Geely Galaxy E5 disiapkan untuk merambah pasar global. Mobil ini berdiri di atas platform baru bernama GEA. Ini adalah platform turunan dari SEA yang digunakan juga oleh Volvo, Polestar dan Smart.

Pesaing BYD Atto 3 ini menggunakan baterai baru bernama Aegis Short Blade. Dikembangkan sendiri oleh Geely dan diklaim mampu menghasilkan kepadatan energi senilai 192 Wh/kg.

Geely Galaxy E5 dihadirkan dengan berbagai inovasi.

Baterai ini dijadikan satu dengan rangka GEA, sehingga menjadikannya sebagai bagian struktural. Dengan begitu, E5 diklaim memiliki distribusi bobot 50:50 dengan titik bobot yang bisa lebih rendah.

Yang tidak kalah mengejutkan adalah, harga Geely E5 saat diluncurkan di Tiongkok berkisar antara US $15.760 hingga US $20.800. Atau setara Rp 250 jutaan hingga Rp 335 jutaan.

Lebih Besar dan Ringan

Galaxy E5 diperkenalkan di China untuk masuk pasar global.

Dimensi Galaxy E5 termasuk wajar untuk sebuah compact SUV. Panjangnya 4.615 mm dengan lebar 1.901 mm. Wheelbase-nya sebesar 2.750 mm sedangkan tinggi 1.670 mm. Sedikit lebih besar dari Atto 3 yang ukurannya (p x l x t mm) 4.455 x 1.875 x 1.615 mm. Sedangkan Wheelbase Att0 3 lebih pendek 30 mm dibanding E5.

Meski ukurannya lebih besar, tapi Geely E5 memiliki bobot yang lebih ringan yaitu 1.615 kg. Sedangkan Atto 3 memiliki berat antara 1.680 kg hingga 1.750 kg. Tergantung variannya.

Motor penggeraknya bertenaga 214 hp dengan torsi 320 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim bisa selesai dalam 6,9 detik.

Geely E5 dipasarkan dalam dua varian baterai yaitu 49,52 kWh dengan jarak tempuh maksimum 440 km. Atau 60,22 kWh yang mampu menggerakkan mobil sejauh 530 km.

Inovasi

Interior Geely E5

Geely Galaxy E5 dibekali dengan kabin lega, plus sistem infotainment buatan Meizu seri Flyme. Selain itu, dibekali juga dengan HUD untuk pengemudi, lengkap dengan instrument cluster digital.

Varian tertinggi dibekali 16 speaker untuk menyalurkan audio. Termasuk yang diletakan di head rest. Sistem kendali infotainment buatan Flyme tersebut dikatakan sangat intuitif dan mudah diioperasikan. Seperti mengoperasikan smart phone.

Salah satu inovasi Geely yang patut diperhatikan adalah, handle pintu yang rata body (flush). Mereka mengklaim, mekanismenya sudah disempurnakan dan akan bisa dioperasikan dalam kondisi cuaca apapun. Lebih dari itu, Geely juga mengatakan akan membagikan paten handle pintu ini untuk industri otomotif dunia.

Nah, bicara otomotif dunia, Geely dikabarkan akan segera hadir di Indonesia. Bahkan saat ini, sedang aktif merekrut personel lokal. Kita tunggu saja, sepertinya Galaxy E5 ini juga akan dibawa.